Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Giliran Tenaga Medis Terkagum-Kagum Saksikan Progres Asian Games Sumsel
27 Jan 2018 Dilihat 217x

Giliran Tenaga Medis Terkagum-Kagum Saksikan Progres Asian Games

Palembang, Sumselprov.go.id -- Setelah sebelumnya Gubernur Sumsel  Alex Noerdin mengundang para pelajar ke Griya Agung untuk mengikuti sosialisasi Asian Games, Jumat (26/1) giliran  tenaga medis yang disosialisasi.  Dikatakan pelopor sekolah gratis tersebut, sosialisasi Asian games ke XVIII ini sangat perlu disosialisasikan karena masih banyak diantara masyarakat yang belum paham betul apa manfaat dari Asian Games bagi pembangunan daerah. Sebenarnya, kata Alex pesta olahraga tersebut berdampak besar bagi pembangunan daerah Provinsi Sumsel.  "Salah satunya kita mempunyai Light Rail Transit (LRT), kalau tidak ada Asian Games tidak ada LRT. Selain itu ada dua fungsi LRT, diantaranya menyelesaikan kemacetan dan kedua untuk mengakut para atlet, official dan para tamu dari luar mulai dari Bandara SMB II menuju Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Jadi tidak ada Asian Games tidak ada LRT," ujar Gubernur Alex Noerdin pada Sosialisasi Asian Games ke XVIII Tahun 2018 kepada Para Medis dan Tenaga Kesehatan se-Provinsi Sumsel. Di samping itu, Alex menjelaskan membangun satu daerah tidak mungkin cukup menggunakan dana sendiri, bahkan APBD sendiri tidak akan pernah cukup. "Saya Alhamdulillah sudah 2 kali Bupati dan Insya Allah 2 kali menjadi Gubernur, jadi saya tahu persis berapa besar untuk membangun daerah,"lanjutnya.  Oleh karena itu, dengan cara mencari para investasi dari luar namun harus kenal dulu dengan Provinsi Sumsel. Jadi untuk memperkenalkan Sumsel dengan langkah pertama mempromosikan dengan jalur yang cepat melalui olahraga.  "Kita pernah menjadi tuan rumah seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004, Sea Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013 dan Asean University Games 2014. Hingga sampai sekarang ada 39 event Internasional yang dilaksanakan di Sumsel,"sambung Alex.  Provinsi Sumsel menjadi dan dipercaya melaksanakan event-event Internasional karena kondusifitas daerah. Alhamdulillah belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan antar umat beragama. Bahkan zero konflik Provinsi Sumsel sudah mendunia.  Lebih membanggakan lagi, Alex menyebutkan Sumsel sudah memiliki JSC yang bertaraf Internasional dengan mempunyai 20 venue di sekitarnya. Satu-satunya Kota Olahraga di dunia yang terintegrasi di tengah kota.  Apalagi, diungkapkan Mantan Bupati Muba 2 periode itu bahwa infrastruktur pendukung hampir selesai seperti LRT dan ditambah lagi tiga ruas jalan tol, Musi IV dan Musi VI, Rumah Sakit, fasilitas air bersih, kapasitas perluasan bandara, underpas/flyover dan lainnya. Selain itu juga, JSC juga dibangun rumah ibadah dari lima agama berbeda yang sedang di bangun berdampingan.  Sehingga, dari 34 Provinsi di Indonesia hanya dua Kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018 yaitu Jakarta dan Palembang. Tentu penyelenggaraan Asian Games juga menjadikan Palembang sebagai kota wisata olahraga di Indonesia sehingga berdampak pada meningkatnya kujungan wisata.  Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nurainy mengatakan, ada kurang lebih dari 1.700 orang yang hadir dari tenaga kesehatan dan para medis. Diantaranya perawat, bidan, ahli gizi dan lainnya. "Kami sebagai tenaga kesehatan siap mendukung Asian Games 2018,"tutupnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Presiden Jokowi Yakini ASEAN-India Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Sumsel
26 Jan 2018 Dilihat 166x

Presiden Jokowi Yakini ASEAN-India Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

Sumselprov.go.id New Delhi, Presiden Joko Widodo meyakini ASEAN-India dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Samudera Hindia yang akan mendukung terciptanya kemakmuran dan stabilitas di lingkar Indo-Pasifik.Kamis(25/1/2018) Keyakinan tersebut bukanlah tanpa sebab, melihat banyaknya potensi yang dimiliki ASEAN dan India. Salah satunya jumlah penduduk yang mencapai hampir dua miliar jiwa. "Dari angka tersebut, penduduk usia produktif mencapai hampir 1,5 miliar," ungkap Presiden Jokowi dalam Sidang Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan ASEAN-India yang digelar Kamis, 25 Januari 2018, di Hotel Taj Diplomatic Enclave, New Delhi, India. Selain itu, optimisme pertumbuhan ekonomi dunia juga memiliki peran yang cukup penting di mana diperkirakan naik menjadi 3,7 persen pada tahun 2018 dari 3,6 persen pada tahun 2017. Presiden Jokowi pun mengapresiasi kerja sama ASEAN-India yang telah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi masing-masing negara. Bahkan ekonomi ASEAN diprediksi tumbuh 5 persen sedangkan ekonomi India diperkirakan tumbuh 7 persen pada tahun 2018. "Berkat kerja kita bersama, ekonomi tumbuh positif di atas pertumbuhan ekonomi global," ucap Presiden Jokowi. Meski demikian, masih ada sejumlah kondisi global yang belum stabil yang harus dihadapai ASEAN dan India. Mulai dari pesimisme pelemahan ekonomi global pada jangka panjang hingga meningkatnya kecenderungan proteksionisme di berbagai negara. Oleh karena itu, Presiden mengajak ASEAN bersama-sama dengan India untuk melanjutkan perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang akan mewakili hampir setengah populasi dunia, 31,6% dari GDP global, dan 28,5% perdagangan dunia. Kepala Negara juga menyatakan kesiapan Indonesia dan ASEAN untuk bekerja sama dengan India dalam rangka menemukan _landing zones_ yang pragmatik agar upaya perluasan dan pendalaman _supply chain_ di kawasan RCEP dapat terwujud. "Indonesia menyerukan perlunya mengintensifkan upaya menyelesaikan perundingan RCEP pada tahun 2018," ujar Presiden Jokowi.Mc Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ

Baca Detail
LRT Jangan Jadi Mubazir Setelah Asian Games Sumsel
26 Jan 2018 Dilihat 171x

LRT Jangan Jadi Mubazir Setelah Asian Games

Palembang, Sumselprov.go.id -- Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan pusat memiliki rasa tanggungjawab moral bagaimana agar Light Trail Transit (LRT) tidak mubazir setelah Asian Games 2018. “LRT adalah transportasi di Palembang harus dimanfaatkan dan dioptimalkan dengan regulasi-regulasi yang mengharuskan , bagaimana orang mau menggunakan LRT,” katanya, Kamis (25/1). Pihaknya menghimbau, bagaimana masyarakat sampai ke stasiun LRT itu dengan mudah. “Kalau dengan susah, sudah pada males, akhirnya nbegitu, jadi bukan pada sisi masyarakat tapi perusahaan LRT kedepan bagaimana memberikan kenyamanan kepada masyarakat,” katanya. Soal penambahan jalur LRT, dia mengaku belum tahu programnya kedepan seperti apa. Sebelumnya Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan kesiapan dukungan prasarana dan sarana dari Kemenhub baik di Jakarta dan Palembang untuk acara Asian Games ke-18 yang akan digelar pada tahun 2018. Beberapa dukungan tersebut diantaranya pengembangan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, Kereta Bandara Soekarno Hatta, serta pemberian bantuan bus rapid transit (BRT). Sekjen Sugihardjo mengatakan bahwa kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Palembang hari ini dalam rangka mengecek kesiapan sejumlah fasilitas untuk Asian Games 2018, sekaligus memastikan dukungan Kemenhub dalam penyiapan prasarana dan sarana yang akan dipergunakan sebagai fasilitas dalam acara Asian Games, antara lain meningkatkan kapasitas layanan bandara, baik bandara Soetta dan bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Lebih lanjut Sekjen Sugihardjo menjelaskan beberapa peningkatan layanan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II mulai dari perluasan paralel taxi way dari 42 m x 31.5 m menjadi 165 m x 23 m, kemudian perluasan kargo dari luas 400 m2 menjadi 2234 m2, perluasan apron dengan kondisi eksisting 94.434 m2 menjadi 124.021 m2, serta penambahan garbarata sebanyak 3 unit menjadi 8 unit. “Untuk bandara di Palembang, kapasitas terminal juga kita perluas dari 3.2 juta pax/tahun menjadi 4 tahap sampai tahap ultimate sebesar 15 juta pax/tahun,” kata Sugihardjo. Terkait LRT Palembang, Sekjen Kemenhub menjelaskan bahwa konstruksi LRT ditargetkan selesai pada bulan Februari 2018 sepanjang 23,5 km dengan 13 stasiun yang menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sampai Stadion Jaka Baring. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2017 progres pembangunan LRT mencapai 39% dari target sebesar 34%.   “LRT target selesainya pada Februari 2018. Setelah Februari ada commisioning test yaitu test track sarananya selama 3 bulan. Sehingga keseluruhan dari sisi prasarana, sarana dan sistem operasinya akan siap operasi pada bulan Juni 2018,” terang Sugihardjo. Selain itu, Sugihardjo juga menjelaskan dukungan Kemenhub lainnya melalui transportasi darat, yaitu pemberian bantuan bus rapid transit (BRT) kepada Pemerintah Kota Palembang mulai tahun 2009 sebanyak 15 unit, tahun 2015 sebanyak 50 unit, dan tahun 2016 sebanyak 39 unit. “Total bis yang sudah kita berikan sebanyak 104 bus mulai tahun 2009 sampai dengan 2016 dan nanti pada saat Asian Games 2018 kita berencana untuk menyewa sekitar 250 bus untuk digunakan di Jakarta dan Palembang, karena kalau kita berikan lagi dan setelah acara selesai tidak terpakai akan mubazir,” jelas Sekjen. Dukungan lain pada sisi darat adalah pengadaan dan pembangunan pengaturan persimpangan dengan menggunakan teknologi informasi (ATCS) di kota Palembang dan pemasangan perlengkapan jalan. Lebih lanjut untuk menyambut kedatangan serta fasilitas angkutan bagi peserta Asian Games yang datang di Bandara Soekarno Hatta, Kemenhub sudah menargetkan kereta Bandara Soekarno Hatta selesai pada Juli 2017 sesuai arahan Presiden Jokowi. “Kata kuncinya karena target Juli 2017 sementara Asian Games 2018 maka disimpulkan kereta bandara bisa untuk menunjang pergerakan dari pusat kota ke bandara atau atlet yang baru datang dari bandara ke pusat kota,” ujar Sugihardjo. Sekjen Sugihardjo juga memberikan apresiasi kepada jajarannnya di Kemenhub yang telah bekerja keras untuk mensukseskan persiapan penyelenggaraan Asian Games tahun 2018. “Saya yakin dengan dukungan dan kerja keras semua, kita optimis bahwa ini semua akan tercapai dan kami sebagai Pimpinan dari Kemenhub memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran dari Kemenhub baik di Perkeretaapian, Darat dan Udara sudah bekerja dengan all out,” ujar Sugihardjo.#osk/BP

Baca Detail
Ishak Mekki: Pembangunan Ini Harus Memberikan Kontribusi yang Besar Sumsel
26 Jan 2018 Dilihat 169x

Ishak Mekki: Pembangunan Ini Harus Memberikan Kontribusi yang Besar

Palembang, Sumselprov.g.id - - Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Haji Djapri di Jalan Mayor Salim Batubara Lorong Amal 1125 RT. 034, RW. 009 Kelurahan 20 Ilir D-1 Kecamatan Ilir Timur 1 (Sekip Pangkal) Palembang. Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan Masjid Haji Djapri yang nantinya akan digunakan bagi masyarakat dan sekitarnya.  Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki memberikan apresiasi kepada keluarga besar Haji Djapri yang berinisiatif bersepakat untuk menggunakan tanah bagi pembangunan Masjid, semua ini adalah untuk kepentingan umat dan masyarakat disekitarnya.  "Saya harapkan dengan pembangunan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya masyarakat Kota Palembang,"ujarnya.  Keluarga ini merupakan salah satu contoh yang peduli kepada orang lain dengan mewakafkan tanah bagi orang banyak sehingga bermanfaat. Tentunya tanah yang sangat berarti bagi keluarga ini namun dengan ikhlas diberikan kepada masyarakat.  Oleh karena itu,  orang nomor dua di Sumsel ini berharap pembangunan Masjid ini berjalan dengan lancar dan doakan agar proses pelakasanan pembangunan tidak ada hambatan. Jika sudah terbangun tentunya sangat bermanfaat sekali.  "Saya harap setelah Masjid selesai untuk dilakukan kegiatan yang baik, sehingga keberadaan Masjid ini betul-betul dapat memberikan kontribusi yang besar sehingga mencetak kader yang berakhlak baik nantinya,"ungkap Ishak Mekki.  Sementara itu, selaku Ketua Yayasan Al-Ikhlas Sekip, F. Ridho mengatakan, bahwa lokasi pembangunan Masjid ini sebelumnya ada sebuah rumah panggung yang berumur puluhan tahun. Sekitar tahun 2017 lalu, rumah yang didirikan pada tahun 1949 an yang sudah tidak dihuni lagi ini roboh sehingga sepakat rembuk keluarga untuk menghibahkan dalam pembangunan Masjid.  "Maka dari itu, kami mengundang semua masyarakat disini untuk menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Haji Djapri, dan semoga dalam pembangunannya berjalan dengan lancar,"ujarnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Ketua Komisi X DPR RI: Tidak Ada Lagi yang Perlu Ditakutkan  #Tinjau Persiapan Asian Games di JSC Sumsel
26 Jan 2018 Dilihat 47x

Ketua Komisi X DPR RI: Tidak Ada Lagi yang Perlu Ditakutkan #Tinjau Persiapan Asian Games di JSC

Palembang Sumselprov.go.id- Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja spesifik ke komplek Jakabaring Sport City (JSC), Kamis (25/1).  Usai berkeliling meninjau fasilitas venue untuk Asian Games di kawasan tersebut, Djoko mengaku tak ada lagi yang perlu ditakutkan terkait persiapan Sumsel sebagai tuan rumah. Pernyataan anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat itu diungkapkannya saat gelar diskusi singkat di Griya Agung. " Dari siang berputar di komplek Jakabaring, saya yakin saya harus memberikan apresiasi atas kerja keras Sumsel. Saya kaget dengan persiapan yang sebentar tapi Sumsel sudah membuktikan dedikasinya yang besar. Tidak ada yang perlu ditakutkan dan kengerian kalau ini tidak jadi," tegasnya. Namun demikian, Djoko tetap berpesan meski progres pembangunan venue sudah sedemikian rupa Sumsel menurutnya tetap harus disiplin menyediakan fasilitas sesuai standar internasional. Dia tidak menginginkan standar yang tidak sesuai menjadi alasan dan kambing hitam bagi para atlet yang kalah bertanding. "Semua harus sesuai, lihat sarana prasarana seperti tempat makan, tempat tinggal atlet dan tempat makan," jelasnya. Menurutnya pesta ini tinggal beberapa bulan lagi. Saat Panja beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah diyakinkan oleh Gubernur terkait persiapan ini. Karena itu diapun berpesan  agar persiapan yang dilakukan terus dilakukan mengingat perhelatan ini bukan hanya mempertaruhkan nama Sumsel namun bangsa Indonesia. "Yang tak kalah penting juga kita harus menjaga prestasi untuk merebut medali sebanyak-banyaknya. Paling tidak masuk 8 besar atau bahkan 7 besar," jelasnya. Selain mengingatkan soal standar internasional, rombongan ini juga berpesan kepada pemerintah daerah Sumsel mengenai landskap sekitar kawasan JSC dan ragam kegiatan pendukung saat perhelatan digelat. Semisal atraksi kesenian apa yang akan disajikan untuk menyambut para tamu dari 45 negara tersebut. Sementara itu, Sekda Sumsel Nasrun Umar yang ditugaskan menggantikan Gubernur Sumsel yang berhalangan hadir mengatakan, sangat bangga atas kehadiran rombongan Komisi X DPR RI ke Sumsel. Padahal dia tahu betul jadwal setiap anggota yang super padat. "Ini kebanggan kami karena di sela kesibukan masih sempat  ke JSC. Ini merupakan kunjungan kesekian kali dan pasti memberi dan pesan mendalam bagi kami sebagai tuan rumah. Semoga dengan kunjungan ini menambah keyakinan kami Palembang dan Sumsel untuk melakukan persiapan sebaik mungkin," jelasnya. Untuk diketahui jelas Nasrun, saat ini progres pembangunan JSC sangat menggembirakan. Mulai dari venue bowling, venue dayung venue menembak, voley pantai,  panjat tebing dan athletik sudah rampung.  "Bahkan di JSC telah berdiri Politeknik Olahraga Indonesia. Di JSC juga ada 5 tempat ibadah berdampingan. Ini menunjukka bahwa sumsel adalah daerah yang zero konflik. Oleh sebab itulah banyak event internasional digelar disini,"paparnya. Dalam rangka persiapan ini, diakuinya banyak dana APBN yang dikucurkan ke Sumsel hingga Rp68 triliun. Ada LRT, underpass dan fly over. Dana itu sangat besar dibandingkan 33 provinsi lain.  " Tapi bagaimanapun kami tetap butuh support Komisi X DPR RI. Kunjungan ini sangat positif karena paling tidak kami dikoreksi berikan petunjuk, sarana dan masukan untuk penyempurnaan agar Asian Games terlaksana dengan baik," ujarnya. Selain Ketua Komisi X DPR RI, Djoko Udjianto, anggota lain yang ikut hadir dalam rombongan itu di antaranya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H.A.R Sutan Adi Hendra, kemudian mantan petenis terkenal Indonesia Yayuk Basuki, Sri Melyana Venna Melinda, Mustafa Kamal, Anas Thahir, Dedi Wahidi, Sofyan Tan dan beberapa anggota lainnya. Usai  kunjungan ke JSC dan berdiskusi singkat di Griya Agung, rombongan ini langsung bertolak kembali ke Jakarta. HP. Mc Diskominfi Prov Sumsel/FS      

Baca Detail
Wagub Sampaikan Pendapat Gubernur Terkait 2 Raperda Inisiatif DPRD Sumsel
26 Jan 2018 Dilihat 137x

Wagub Sampaikan Pendapat Gubernur Terkait 2 Raperda Inisiatif DPRD

Palembang Sumselprov.go.id- Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki sampaikan pendapat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), terkait dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usul inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel. Hal tersebut diungkapkannya secara rinci pada Rapat Paripurna XXXIX DPRD Provinsi Sumsel.  Bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel Kamis (25/01) Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Choirul S Matdiah. Adapun 2 (dua) Raperda usul inisiatif DPRD Provinsi Sumsel tersebut diantaranya Raperda Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah, dan Raperda Tentang Pengelolaan dan Pelestarian Ekosistem Gambut.  Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki mengatakan, Diajukannya 2 (dua) Raperda usul inisiatif Dewan ini merupakan salah satu manifestasi kerja keras serta kesungguhan DPRD Provinsi Sumsel untuk melaksanakan salah satu fungsinya yaitu fungsi legislasi, dalam upaya melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk mendukung suksesnya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sumsel. Menurutnya, Pajak daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan. untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dikatakannya, sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bahwa salah satu jenis pajak provinsi adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yaitu berupa semua jenis bahan bakar cair atau gas yang digunakan untuk kendaraan bermotor. "Pemungutan Pajak Bahan Kendaraan Bermotor dilakukan oleh penyedia Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yaitu produsen dan atau importir Bahan Bakar kendaraan bermotor, baik untuk dijual maupun digunakan sendiri berdasarkan harga jual bahan kendaraan bermotor sebelum dikenakan Pajak Pertambahan Nilai meliputi pertamax, premium, solar, gas dan sejenisnya yang disediakan atau dianggap digunakan untuk kendaraan bermotor, termasuk bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan di air," ungkapnya Ia menuturkan, memperhatikan kondisi tersebut di atas diperlukan adanya pengaturan maupun peninjauan kembali terhadap Perda Nomor 3 Tahun 2011 khususnya mengenai Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. "Untuk itu kami menyambut baik usul inisiatif DPRD Provinsi Sumatera Selatan terhadap perubahan peraturan daerah ini, mengingat keberhasilan pemungutan pajak daerah sangat tergantung pada kerja sama dan kerja keras kita semua termasuk dukungan DPRD yang terhormat. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas dalam rangka pembahasan lebih lanjut, kami memerlukan gambaran mengenai dasar perluasan objek pengenaan PBB-KB untuk sektor usaha ekonomi di bidang industri perkebunan, pertambangan, dan kehutanan, serta besaran perhitungan tarif pengenaan PBB-KB pada sektor tersebut," tuturnya Disamping itu pula lanjut Mantan Bupati OKI dua periode ini menambahkan, pembahasan Raperda ini agar dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan memperhatikan ketentuan peraturan perundang- undangan yang lebih tinggi.  Sedangkan untuk Raperda tentang pengelolaan dan pelestarian ekosistem gambut dikatakan Wagub Sumsel, idealnya pembangunan perekonomian yang memanfaatkan lahan untuk perkebunan dan pertanian haruslah berwawasan lingkungan sehingga dapat menciptakan pembangunan berkelanjutan. "Untuk itu semua pihak yang terkait dalam menyusun rencana pembangunan agar selalu memperhatikan aspek lingkungan dengan menyeimbangkan antara pemeliharaan lingkungan dengan pemenuhan kebutuhan manusia, dimana manusia memerlukan kebutuhan sandang pangan, dan papan yang diperoleh dari alam sedangkan alam itu sendiri haruslah dilestarikan sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan," tambahnya HP.Mc Diskominfo Prov Sumsel/FS

Baca Detail
Sumsel Raih Predikat A AKIP 2017 # Jadi Daerah Percontohan Nasional Sumsel
26 Jan 2018 Dilihat 69x

Sumsel Raih Predikat A AKIP 2017 # Jadi Daerah Percontohan Nasional

Batam Sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Kali ini Sumsel mendapatkan predikat A (Sangat Baik) atas hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) tahun 2017 yang dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB). Dari laporan hasil evaluasi AKIP, Provinsi Sumsel mendapatkan nilai 80,01 dengan predikat A, kemudian rata-rata nilai Kabupaten/Kota di Sumsel sebesar 55,87 dengan Predikat CC. Dengan meraih peringkat A, Sumsel ditetapkan menjadi sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam upaya peningkatan AKIP melalui efektivitas, efisiensi, dan capaian reformasi birokrasi. Laporan hasil evaluasi AKIP tersebut diserahkan langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Hotel Radisson Golf and Convention Center Batam, Kepulauan Riau, Kamis (25/1). Selain Provinsi Sumsel, Menteri PANBR juga menyerahkan laporan hasil evaluasi AKIP 2017 kepada Pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah I yang meliputi seluruh daerah di pulau Sumatera, Banten dan Jawa Barat. Dalam sambutan dan arahannya, Menteri PANRB Asman Abnur menyapaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel yang telah berhasil mendapatkan predikat A (Sangat Baik). Menurutnya, melalui prestasi yang diraih Sumsel tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi daerah lainnnya untuk lebih baik lagi hingga mampu meraih predikat tertinggi memuaskan. "Beliau, pak Alex ini salah satu yang paling gigih untuk mendapatkan predikat A, sepanjang acara yang pertama saya lihat adalah tampilnya Pak Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Kenapa begitu, karena Sumsel mendapat predikat A jadi penampilan pak Gubernur tentunya percaya diri," ujarnya. Sementara itu, selain menerima laporan hasil evaluasi AKIP, Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga berkesempatan menjadi nara sumber pada sesi berbagi pengalaman tentang upaya peningkatan AKIP bersama nara sumber lainnya yakni Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, dan Wali Kota Padang, H. Mahyeldi.  Dalam kesempatan sharing session tersebut, Gubernur Sumsel Alex Noerdin memaparkan banyak hal tentang Sumsel, diantaranya mengenai prioritas pemda Provinsi dalam pembangunan Sumsel, kemudian visi dan misi, serta tantangan dalam pelaksanaan pembangunan Sumsel seperti terbatasnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). "Sekarang kita Sumatera Selatan dapat predikat A, tahun depan target kita dapat predikat AA. Tapi, tahun depan gubernurnya bukan saya lagi, semoga target itu bisa tercapai," harapnya. Selain itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga sempat menayangkan video tentang kesiapan pelaksaan Asian Games di Palembang yang membuat terpukau seluruh hadirin. Menurut Alex, dirinya sengaja menampilkan tentang Asian Games karena karena semua pembangunan infrastruktur yang ditampilkan bukan baru akan dibangun melainkan secara keseluruhan sudah selesai dibangun, hanya ada beberapa  yang belum selesai seperti Light Rail Transit  (LRT) yang akan selesai pada Februari mendatang. "Jadi semua yang saya tampilkan tadi menunjukan itulah yang namanya efektifitas yang efisien yang sebenarnya. Kalau tidak bagaimana bisa Sumatera Selatan bisa menjadi tuan rumah Asian Games," ujar Alex. Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, untuk mengukur perkembangan AKIP, pihaknya telah melakukan evaluasi setiap tahunnya meliputi berbagai kategori penilaian yang tujuannya bukan hanya penetapan nilai namun juga sebagai langkah dalam meningkatkan efektifitas, efisiensi, dan capaian reformasi birokrasi. "Di tahun 2017 lalu kita telah melakukan evaluasi kepada 82 Kementerian dan Lembaga, kemudian 34 Provinsi dan 510 Kabupaten/Kota di Indonesia, hari ini laporan hasil evaluasi AKIP yang kita serahkan sebanyak 172 kepada Kabupaten/Kota dan 22 Provinsi," ungkapnya. Untuk diketahui, laporan hasil evaluasi AKIP yang diserahkan merupakan hasil evaluasi yang telah dilakukan dalam tahun 2017. Evaluasi tersebut dilakukan berdasarkan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan peluncuran aplikasi e- SAKIP REVIU yang tujuannya untuk pembinaan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah secara interaktif serta sebagai penyampaian laporan kinerja instansi pemerintah secara online. Selain itu, kegiatan selanjutnya akan di isi dengan coaching clinic pada hari Jum'at 26 Januari besok, dengan mengundang para pejabat terkait seperti Sekretaris Daerah, Inspektur, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, serta Biro/Bagian Organisasi masing-masing pemda di wilayah tersebut.  Berikut Pengkategorian Peringkat (rating) Setelah proses pelaksanaan evaluasi selesai secara keseluruhan, Kemen PAN & RB memberikan peringkat nilai dengan sebutan: AA, A, B, CC, C,dan D, dengan rincian Interprestasi dan Karakteristik instansinya, sebagai berikut :  Meliputi : Nilai, Predikat serta Interpretasi dan Karakteristik Instansi 1. Nilai > 85 peringkat AA Memuaskan: Memimpin perubahan, 100 berbudaya kinerja, berkinerja tinggi, dan akuntabel, perlu terus berinovasi 2. Nilai > 75-85 predikat A Sangat Baik: Akuntabilitas kinerjanya baik, berkinerja baik, memiliki sistem manajemen kinerja yang andal, menggunakan knowledge management untuk membangun budaya berkinerja, perlu banyak inovasi 3. Nilai > 65-75 Predikat B Baik: akuntabilitas kinerjanya baik, memiliki sistem yang dapat digunakan untuk manajemen kinerja, perlu sedikit perbaikan untuk systems dan perlu banyak berfokus perbaikan soft systems. 4. Nilai > 50-65 Predikat CC Cukup Baik (memadai): Akuntabilitas kinerjanya cukup baik, taat kebijakan, memiliki sistem yang dapat digunakan untuk memproduksi informasi kinerja bagi pertanggungjawaban, tapi perlu banyak perbaikan, termasuk sedikit perbaikan yang mendasar 5. Nilai >30-50 Predikat C Agak Kurang: Memiliki sistem untuk manajemen kinerja tapi kurang dapat diandalkan, perlu banyak perbaikan dan termasuk perbaikan yang mendasar 6. Nilai 0-30 Predikat D Kurang: sistem dan tatanan tidak dapat diandalkan untuk manajemen kinerja, perlu banyak sekali perbaikan dan perubahan yang sangat mendasar.   HP.Mc Diskominfo Prov Sumsel/FS  

Baca Detail
Alex Noerdin Siapkan 14 Bus Ajak Pelajar Keliling JSC Sumsel
25 Jan 2018 Dilihat 227x

Alex Noerdin Siapkan 14 Bus Ajak Pelajar Keliling JSC

Palembang Sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin kembali menggiatkan sosialisasi Asian Games. Tak hanya membagi-bagikan handphone kepada para pelajar, ia juga menyiapkan 14 bus untuk membawa pelajar berkeliling tempat yang akan menjadi saksi penyelenggaraan Asian Games mendatang yakni Jakabaring Sport City (JSC). Hal ini diungkapkannya saat bertatap muka dengan  ribuan pelajar berasal dari lima Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumsel diantaranya Empat Lawang, Lahat, Pagaralam, Lubuk Linggau, Musi Rawas di Griya Agung Rabu (24/01).  Pelopor sekolah gratis itu mengatakan, sosialisasi ini akan terus digiatkan mengingat banyak masyarakat di pelosok yang belum tahu bahwa Sumsel merupakan tuan rumah kompetisi olahraga bangsa-bangsa Asia dari 45 Negara Asia yaitu Asian Games. Dikatakanya banyak persepsi yang mengatakan bahwa ia banyak menghabiskan uang untuk Asian Games. Alex membantahnya, menurutnya Asian Games ini justru mendatangkan berkah. Secara rinci diuraikanya karena Asian Games Provinsi Sumsel mendapat tiga ruas jalan tol, penambahan jembatan musi, underpass, pembangunan rumah sakit bahkan yang paling spektakuler ia menyebut berkah Asian Games adalah pembangunan kereta cepat ringan (Light Rail Transit) atau yang sering disebutnya dengan sepur dipucuk. "Yang saya sebutkan tadi itu tidak dibangun dengan uang sendiri atau APBD semua itu dibangun dengan dana APBN dan pihak swasta. APBD hanya pemancing saja, kalau tidak ada Asian Games tidak akan ada LRT karena itu sangat mahal. LRT adalah angkutan masal untuk memecahkan masalah dimana berdasarkan hasil studi Palembang akan macet total pada tahun 2020," tuturnya Lanjut Alex, terpilihnya Provinsi Sumsel menyelenggarakan Asian Games karena Sumsel memiliki modal JSC. Dimana ia kilas balik Jakabaring tahun 2010 masih rawa-rawa di tengah Kota Palembang. Dalam waktu 11 bulan Pemerintah Provinsi Sumsel berkerja keras menyulap rawa-rawa menjadi Kota Olahraga Internasional, yang saat ini juga ditunjuk sebagai kawasan wisata olahraga. "Anak-anak sudah lihat belum JSC, kalau belum sebelum pulang ini keliling JSC, kita siapkan bus. Silakan lihat dan rasakan sendiri berada di tempat penyelenggaraan Asian Games mendatang," tuturnya Dikatakan Alex, Provinsi Sumsel terus menggelar event-event baik tingkat Nasional maupun Internasional. Seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004, Sea Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013 dan Asean University Games 2014. Dan juga Provinsi Sumsel baru - baru ini terus menggelar beberapa event Internasional terbukti sebanyak 39 kejuaraan Internasional berlaga di JSC. "Dari 34 Provinsi di Indonesia hanya dua Kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018 yaitu Jakarta dan Palembang. Selain memiliki pengalaman menyelenggarakan event internasional dan fasilitas olahraga lengkap, Provinsi Sumsel merupakan daerah zero konflik. Tidak pernah terjadi dan Insha Allah tidak akan pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan umat beragama di Provinsi kita ini, bangga kita menjadi masyarakat provinsi Sumsel," pungkasnya HP. Mc Diskominfo Prov Sumsel/FS

Baca Detail
Sekda Dukung MoU Pertamina dengan Auto 2000 Sumsel
25 Jan 2018 Dilihat 153x

Sekda Dukung MoU Pertamina dengan Auto 2000

Palembang, Sumselprov.go.id -- Guna mewujudkan Sumsel  yang bebas emisi bahan bakar, PT. Pertamina bersama Auto 2000 melakukan kerjasama dengan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) Rabu di Bukit Golf (24/1). Kegiatan ini dihadiri langsung  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Nasrun Umar. Dikatakan Nasrun Umar, MoU ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada program Pemerintah Provinsi Sumsel agar udara bersih tanpa polusi kendaraan.  Pada kesempatan yang baik ini, Sekda Nasrun Umar memberikan dukungan dan mengapresiasi kepada BUMN serta perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan program melibatkan masyarakat umum. "Bahan bakar khusus ini, kita harapkan dapat mengoptimalkan kerja mesin tanpa merusak lingkungan, ujar Nasrun.  Saat ini, lanjut Nasrun, PT. Pertamina bekerjasama dengan Auto 2000 melakukan kerja sama uji emisi gratis di SPBU. "Pemerintah berharap, masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini guna memastikan bahwa kendaraan yang kita bawa ini dapat mendukung salah satu program pemerintah yaitu udara bersih tanpa polusi kendaraan,"tuturnya.  Selain itu, dengan memilih bahan bakar yang tepat untuk kendaraan merupakan salah satu langkah cerdas guna mendukung program tersebut agar dapat dinikmati bersama hasilnya.  "Pemerintah berharap kerja sama seperti ini dapat terus dilanjutkan dan dapat mengajak lebih banyak partisipasi masyarakat, agar edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dapat tersampaikan dengan masif,"sambungnya.  Apalagi, menurut Nasrun dalam waktu dekat ini, Palembang akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar olahraga Asian Games 2018. "Kita tentunya berharap Palembang dapat menyambut para tamu penting ini dengan suasana lingkungan yang bersih dan udara sehat serta masyarakat yang ramah,"ucapnya.  Oleh karena itu, untuk mewujudkan semua ini, pemerintah tidak dapat berjalan sendirian sehingga memerlukan dukungan semua pihak. "Kami menghimbau kepada masyarakat, agar menjadi masyarakat yang cerdas dalam menentukan pilihan bahan bakar yang tepat bagi kendaraan kita. Pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi nya kepada Pertamina dan Auto 2000," ujar Nasrun.  Sementara itu, Manager Retail PT. Pertamina, Patut Andriatno menyampaikan, kegiatan ini merupakan satu bentuk kerjasama antara PT. Pertamina dengan Auto 2000, yang mana Pertamina sebagai penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Auto 2000 sebagai konsumen. "Atas inisiasi, kami lakukan uji emisi selama satu tahun di SPBU yang kita tunjuk. Selain itu juga salah satu bentuk dukungan kepada Pemerintah,"terangnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.