MUBA Pamerkan Produk Industri di Korea Selatan
Jumat, 06 Juni 201402:25 am
Reporter MC Kab Musi Banyuasin
Ditayangkan Kusnadi
Sekayu, InfoPublik - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) kembali memberikan kesepatan kepada Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mempromosikan produk-produk industri kreatif daerah ke manca negara.
Kali ini, Pemkab Muba ikut serta dalam delegasi Indonesia pada event The 29th Korea World Trade Fair (KOTFA) 2014 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan, Olah Raga dan Pariwisata Republik Korea Selatan dari tanggal 29 Mei s.d 1 Juni 2014 di COEX, Seoul, Korea Selatan.
Pameran ini dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan, Olah Raga dan Pariwisata Republik Korea Selatan Yoo Jinryong. Stand Indonesia menampilkan produk-produk industri kreatif dari Kabupaten Muba seperti : kain dan makanan khas daerah. Serta menampilkan data dan informasi terkait dengan tujuan dan perjalanan wisata ke Indonesia oleh perusahaan agen travel, transportasi dan perhotelan.
“Peluang yang diberikan Kementerian Parekraf akan dimanfaatkan untuk mengenalkan produk industry kreatif daerah kepada masyarakat Korea Selatan,” jelas Bupati Muba Pahri Azhari mendampingi Direktur Promosi Luar Negeri Kementerian Parekraf Nia Niscaya pada Opening Ceremony The 29th Korea World Trade Fair 2014, Rabu (29/5) pagi waktu Korea.
Bupati berharap event di negeri ginseng ini dapat menarik investor dan wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Muba, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah dari sektor industri kreatif.
Ketika Stand Indonesia baru dibuka pengunjung berhamburan dan langsung mendatangi stand Indonesia untuk mencicipi pempek, kue delapan jam, kue engkak dan kue maksuba buatan Muba, habis disantap dan dinikmati pengunjung yang sebagian besar merupakan warga Negara Korea Selatan.
Saat rombongan Pemkab Muba menari poco-poco, para pengunjung mulai dari anak-anak sampai orang tua pun ikut menari bersama di depan Stand Indonesia dan juga beberapa orang pengunjung menyaksikan pembuatan tenun songket oleh pengrajin yang didatangi langsung dari Muba serta melihat bahan jadi kain songket, jumputan, dan tajung. (Ratni/Fiana/Angga/Kus)
The 29th Korea World Trade Fair 2014
SEOUL, KORSEL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mendapatkan kesempatan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) untuk mempromosikan produk-produk industri kreatif daerah ke manca Negara. Kesempatan Pemkab Muba kali ini adalah diikutsertakannya dalam delegasi Indonesia pada event The 29th Korea World Trade Fair (KOTFA) 2014 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan, Olah Raga dan Pariwisata Republik Korea Selatan dari tanggal 29 Mei s.d 1 Juni 2014 di COEX, Seoul, Korea Selatan.
Pada ajang pameran yang dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan, Olah Raga dan Pariwisata Republik Korea Selatan Yoo Jinryong ini. Stand Indonesia selain menampilkan produk-produk industri kreatif dari Kabupaten Muba seperti : kain dan makanan khas daerah. Juga menampilkan data dan informasi terkait dengan tujuan dan perjalanan wisata ke Indonesia oleh perusahaan agen travel, transportasi dan perhotelan.
Bupati Muba Pahri Azhari yang ikut menghadiri dan mendampingi Direktur Promosi Luar Negeri Kementerian Parekraf Nia Niscaya pada Opening Ceremony The 29th Korea World Trade Fair 2014, rabu pagi waktu Korea (29/05) mengatakan bahwa peluang yang diberikan Kementerian Parekraf akan dimanfaatkan untuk mengenalkan produk industry kreatif daerah kepada masyarakat Korea Selatan.
“Kita berterima kasih kepada Kementerian Parekraf yang terus memberikan perhatian serius berupa dorongan dan kesempatan kepada kita (Muba-red) untuk mempromosikan potensi dan produk unggulan daerah. Kesempatan kali ini kita manfaatkan untuk mengenalkan produk-produk industri kreatif Muba kepada masyarakat Korea Selatan”, ujar Pahri.
Ditambahkan oleh Bupati Muba bahwa ia berharap event di negeri ginseng ini dapat menarik investor dan wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Muba. “Tadi kita lihat bersama banyak pengunjung yang menyukai makanan serta songket, tajung, dan jumputan yang dibuat oleh pengrajin Muba. Kita berharap apa yang kita promosikan dapat menarik pembeli, investor dan wisatawan untuk datang langsung ke Muba. Sehingga ini dapat meningkatkan pendapatan daerah dari sektor industri kreatif”, harapnya.
Hal menarik terjadi di stand Indonesia. Ketika baru saja dibuka pengunjung berhamburan dan langsung mendatangi stand Indonesia untuk mencicipi pempek, kue delapan jam, kue engkak dan kue maksuba buatan Muba. Dalam beberapa saat makanan-makanan tersebut habis disantap dan dinikmati pengunjung yang sebagian besar merupakan warga Negara Korea Selatan.
Stand Indonesia semakin meriah ketika rombongan Pemkab Muba menari poco-poco, dimana para pengunjung mulai dari anak-anak sampai orang tua pun ikut menari bersama di depan Stand Indonesia. Sementara disi lain terlihat beberapa orang pengunjung menyaksikan pembuatan tenun songket oleh pengrajin yang didatangi langsung dari Muba serta melihat bahan jadi kain songket, jumputan, dan tajung.
(Penulis: Dicky Meiriando)