Dukung Kejurnas ALTI 2026, Herman Deru Minta Disinergikan dengan Sriwijaya Dempo Run
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyambut positif rencana penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) tahun 2026 di Sumatera Selatan. Dukungan penuh tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi jajaran pengurus ALTI Sumsel di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Rabu (2/9/2026).Gubernur mengusulkan agar ajang Kejurnas ALTI disinergikan langsung dengan agenda tahunan Sriwijaya Dempo Run yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang. Penggabungan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi serta memperkuat daya tarik sport tourism di Sumatera Selatan."Dikawinkan saja dengan Sriwijaya Dempo Run, karena alokasi waktunya sama. Saya minta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama KORMI Sumsel segera mengambil langkah untuk mematangkan persiapan ini. Promosinya jangan tanggung-tanggung," tegas Herman Deru.Herman Deru menambahkan bahwa olahraga lari lintas alam memiliki segmentasi yang khas. Oleh karena itu, pemilihan lokasi seperti kawasan Pagar Alam dalam rangkaian Sriwijaya Dempo Run dinilai sangat tepat untuk memfasilitasi kebutuhan rupa bumi para pelari trail. Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen memfasilitasi seluruh kebutuhan sarana dan dukungan teknis demi kesuksesan gelaran nasional tersebut.Sementara itu, Ketua Umum ALTI Sumsel, Aldo, menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk meminta arahan dan petunjuk Gubernur terkait kesiapan Sumsel sebagai tuan rumah Kejurnas ALTI pada Desember 2026.Aldo menjelaskan, ALTI merupakan wadah resmi olahraga lari lintas alam di Indonesia yang bernaung di bawah Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). ALTI Sumsel telah mencatatkan berbagai rekam jejak pretasi dan partisipasi aktif dalam ajang nasional, mulai dari menjadi tuan rumah eksibisi di FORNAS VI Sumsel (2022), FORNAS VII Jawa Barat (2023), hingga mendulang pengalaman pada FORNAS VIII di Nusa Tenggara Barat (2025)."Kami siap menjalankan arahan Pak Gubernur untuk menyinergikan Kejurnas ALTI dengan Sriwijaya Dempo Run. Dukungan ini menjadi amunisi besar bagi kami untuk menghadirkan kejuaraan nasional yang berkualitas sekaligus mempromosikan pesona alam Sumatera Selatan ke tingkat nasional," ujar Aldo.Melalui integrasi dua ajang besar ini, Sumatera Selatan optimistis mampu menarik ratusan pelari lintas alam dari berbagai provinsi di Indonesia sekaligus menggairahkan sektor ekonomi daerah dan pariwisata berbasis olahraga.
Telusuri ArtikelGubernur Herman Deru Terima Kunjungan Silaturahmi Pimpinan Redaksi Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pimpinan Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (2/9/2026).Adapun yang hadir dipimpin langsung oleh Pimpinan Redaksi Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel, Prawira Maulana. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut General Manager Bisnis Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel, MF. Ririen Kusumawardhani, serta Manager Advertising Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel, Yahya Kurniawan.Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Redaksi Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel, Prawira Maulana, menyampaikan apresiasinya atas penyambutan Gubernur Sumsel. Ia menegaskan komitmen media yang dipimpinnya untuk terus beradaptasi dan menjaga kualitas pemberitaan."Terima kasih atas kesempatan untuk silaturahmi ini. Kami akan terus berupaya untuk lebih jeli dan jernih agar menjadi lebih baik," ujar Prawira.Ia juga menyampaikan terima kasih atas hubungan baik yang telah terjalin selama ini antara Pemprov Sumsel dan pihak media. Menurutnya, di tengah dinamisnya perkembangan media informasi, Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel siap untuk terus bertransformasi.Turut hadir Para Kepala OPD
Telusuri ArtikelTinjau Bazar Gerakan Pangan Murah, Herman Deru Pastikan Ketersediaan Pangan Sumsel Aman
PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meninjau langsung kegiatan Bazar Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama LPP TVRI, bertempat di Lapangan TVRI Sumsel, Palembang, Rabu (2/9/2026).Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan di Sumatera Selatan.“Kepada masyarakat jangan panik terhadap ketersediaan bahan pangan. Sebagai provinsi penghasil, masih banyak ketersediaan barang-barang pangan dengan berbagai kelas bahan pangan,” ujar Herman Deru.Menurutnya, kegiatan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya nyata dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memberikan rasa aman di tengah dinamika harga dan kebutuhan pangan masyarakat.Herman Deru juga mengapresiasi pelaksanaan bazar tersebut sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, lembaga terkait dan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan pangan bagi masyarakat.Sebagai salah satu daerah penghasil pangan, Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar ketersediaan pangan dapat dijaga dan distribusinya berjalan dengan baik hingga ke masyarakat.Kegiatan Bazar Gerakan Pangan Murah ini pun mendapat antusiasme masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui akses pangan dengan harga yang lebih bersahabat.Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta para pejabat yang mewakili.
Telusuri ArtikelTinjau Langsung ke Titik Api di Ruas Tol Palembang-Kayu Agung, Menhut dan BNPB Minta Pasukan Darat Karhutla OKI Ditambah
OKI. Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri rapat penanganan Karhutla di Markas Daops Manggala Agni Sumatera XVII, Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (31/8/2026).Rakor ini dipimpin langsung oleh Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. dan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., serta dihadiri Bupati OKI Muchendi Mahzareki dan jajaran Forkopimda.“Berdasarkan informasi BMKG, diperkirakan musim hujan merata baru terjadi pada Oktober. Namun, ada potensi titik awan hujan dalam waktu dekat yang terus kita manfaatkan melalui Opeeasi Modifikasi Cuaca, baik siang maupun malam. Tim darat memegang peran kunci; dari total 17 hektar lahan yang berhasil dipadamkan kemarin, sebanyak 15 hektar dipadamkan oleh tim darat dan 2 hektar melalui water bombing, mengingat keterbatasan kita yang saat ini menyiagakan 4 helikopter,” jelas Herman Deru menyampaikan laporannya.Kepala BNPB RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, turut menyampaikan apresiasinya atas progres penanganan Karhutla di Sumsel. Berdasarkan pemantauan terbaru, dari total 46 hektar lahan yang terbakar di Sumsel, area terdampak di Kabupaten OKI telah menyusut hingga tersisa 5 titik api dengan luas sekitar 21 hektar.Sebagai bentuk dukungan moral dan operasional, Suharyanto meminta agar hak-hak petugas lapangan, seperti uang harian dan kelengkapan peralatan, disalurkan secara tepat guna mendukung mobilitas dan keselamatan Satgas Karhutla OKI.Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menekankan pentingnya penambahan personel pasukan darat untuk mempercepat proses pemadaman. Juga memperhatikan manajemen kerja para petugas, agar para petugas di lapangan tidak mengalami kelelahan yang berlebihan.Usai menggelar rapat koordinasi di Manggala Agni, Gubernur Herman Deru bersama Kepala BNPB RI dan Menteri Kehutanan RI meninjau lokasi kebakaran lahan yang berada di sepanjang ruas Jalan Tol Palembang – Kayu Agung.Turut hadir Para Kepala OPD
Telusuri ArtikelWagub Cik Ujang: Pramuka Harus Jadi Penggerak Generasi Muda produktif dan peduli terhadap lingkungan
PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menghadiri Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 di Aula SMK Negeri 6 Palembang, Senin (31/8/2026).Peringatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.Menurut Cik Ujang, tema tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang mandiri, produktif dan peduli terhadap lingkungan.“Dalam konsep swasembada pangan, terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi muda untuk ikut menyelesaikan persoalan di lingkungannya,” ujar Cik Ujang.Ia berharap pendidikan kepramukaan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna serta semangat kewirausahaan sejak usia dini.Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel Riza Fahlevi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumsel serta pemerintah kabupaten/kota terhadap berbagai kegiatan kepramukaan. Ia juga menyampaikan keberhasilan kontingen Sumsel mengikuti Jambore Nasional di Cibubur.Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan penyematan Penghargaan Melati sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam Gerakan Pramuka, penyerahan masker dari Pemprov Sumsel kepada Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur dan kebersamaan.Turut hadir Ketua BKOW Sumsel Lidyawati Cik Ujang, Ketua KORMI Sumsel Samantha Tivani HD, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Plt. Bupati Muara Enim Sumarni, Wabup OKI Supriyanto, Wabup OKU Selatan Misnadi, Wabup OKU Timur Adi Nugraha Purna Yudha, para kepala OPD Sumsel serta pejabat terkait lainnya.
Telusuri ArtikelTangani Karhutla, Pemprov dan Pemerintah Pusat Tingkatkan Kekuatan Satgas Darat
Palembang. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bersama Pemerintah Pusat memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta bencana asap. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026).Dalam rapat tersebut disepakati bahwa penguatan Satgas Darat menjadi kunci utama penanganan di lapangan, di samping itu juga dilakukan penyaluran bantuan Dana Siap Pakai (DSP) serta dukungan logistik dan peralatan darurat untuk lima daerah rawan: Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, PALI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba).Gubernur Sumsel H. Herman Deru menegaskan bahwa penanganan Karhutla memerlukan pendekatan dari hulu ke hilir karena pemicu utamanya adalah aktivitas manusia."Saya menitikberatkan pada peran manusia. Hasil investigasi menunjukkan ini ulah manusia dan dampaknya juga dirasakan oleh manusia. Untuk mengatasinya, seluruh warga Sumsel harus mengambil peran, mulai dari promosi pencegahan (promotif-preventif) hingga penanganan aktif," ujar Herman Deru.Menanggapi dampak kesehatan dan ekonomi akibat asap, Pemprov Sumsel mengambil langkah cepat dengan menggratiskan layanan medis dan mengarahkan penyesuaian jam belajar sekolah."Terkait dampak kesehatan, saya sudah berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota agar pelayanan ISPA di seluruh Puskesmas dibuka 24 jam secara gratis. Untuk dampak ekonomi, kita sedang mengkaji sektor apa saja yang terganggu, sementara jam masuk sekolah sudah disesuaikan," tambahnya.Kepala BNPB RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memaparkan bahwa kondisi Karhutla di Sumsel terus membaik. Dari data per 30 Agustus, terdeteksi 11 titik api (firespot) melingkupi area seluas lebih dari 60 hektar, di mana 15 hektar telah berhasil dipadamkan dan 45 hektar sisanya masih dalam penanganan intensif."Hasil pemadaman menunjukkan 2,5 hektar ditangani via water bombing, namun sisa pemadaman sepenuhnya mengandalkan Satgas Darat. Satgas Darat adalah kekuatan utama. Kami sepakat pengoperasian di darat lebih utama dibanding hanya mengandalkan udara. Kekuatan Satgas Darat di Sumsel akan terus ditingkatkan di bawah koordinasi kepala daerah," tegas Suharyanto.Ia menambahkan, laporan BMKG memprediksi adanya potensi bibit hujan pada awak September yang diharapkan dapat membantu proses pemadaman.Sementara itu, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., menegaskan komitmen Pemerintah Pusat untuk mengawal arahan Presiden secara langsung di lapangan. Ia memaparkan bahwa ancaman kekeringan diprediksi berlangsung hingga awal Oktober dengan tingkat keparahan mendekati fenomena El Nino 2015, sehingga disiplin masyarakat untuk tidak membakar lahan menjadi kunci utama."Meskipun tren hotspot menurun, kondisi secara nasional maupun di area lahan gambut belum sepenuhnya aman dari potensi asap jika tidak dilakukan pendinginan berulang kali (mopping up). Oleh karena itu, perintah Presiden sangat jelas bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Saat ini Kementerian Kehutanan telah menjatuhkan sanksi tegas kepada 6 perusahaan yang melanggar," pungkas Raja Juli Antoni.
Telusuri ArtikelDukung Kejurnas ALTI 2026, Herman Deru Minta Disinergikan dengan Sriwijaya Dempo Run
Gubernur Herman Deru Terima Kunjungan Silaturahmi Pimpinan Redaksi Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel
Tinjau Bazar Gerakan Pangan Murah, Herman Deru Pastikan Ketersediaan Pangan Sumsel Aman
Tinjau Langsung ke Titik Api di Ruas Tol Palembang-Kayu Agung, Menhut dan BNPB Minta Pasukan Darat Karhutla OKI Ditambah
Wagub Cik Ujang: Pramuka Harus Jadi Penggerak Generasi Muda produktif dan peduli terhadap lingkungan
Tangani Karhutla, Pemprov dan Pemerintah Pusat Tingkatkan Kekuatan Satgas Darat
Leadership Vision
Executive Statements
Portal Layanan
Warta Daerah.
Gubernur Herman Deru Terima Kunjungan Silaturahmi Pimpinan Redaksi Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel
02 Sep 2026
Tinjau Bazar Gerakan Pangan Murah, Herman Deru Pastikan Ketersediaan Pangan Sumsel Aman
02 Sep 2026
Tinjau Langsung ke Titik Api di Ruas Tol Palembang-Kayu Agung, Menhut dan BNPB Minta Pasukan Darat Karhutla OKI Ditambah
31 Aug 2026
Infografis.
Kemerdekaan Pers Di Sumsel 2024
Profil Ekonomi Prov Sumsel 2024