Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sekda Sumsel Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Tekankan Pentingnya Nilai-Nilai Pancasila
Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin pagi (2/6/2025).Dalam upacara tersebut, Sekda membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Pancasila adalah dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia yang harus senantiasa dihayati dan diamalkan oleh seluruh masyarakat."Hari ini kita memperingati momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kepada nilai-nilai luhur Pancasila. Pancasila adalah jiwa bangsa dan bintang penuntun dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur," ujarnya.Pancasila disebut sebagai rumah besar bagi keberagaman bangsa Indonesia. Dalam ideologi ini tercermin semangat persatuan di tengah keberagaman. Pemerintah pun telah menetapkan penguatan ideologi Pancasila sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional dalam Asta Cita."Kemajuan tanpa ideologi akan mudah goyah. Maka, memperkokoh ideologi Pancasila berarti meneguhkan kembali semangat kebangsaan kita. Kita harus waspada terhadap paham-paham ekstrem dan potensi disintegrasi bangsa. Melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila," tegasnya.Ia juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila sejak usia dini, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, guna membentuk generasi yang tangguh secara karakter. Selain itu, nilai-nilai Pancasila juga harus diwujudkan dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan ekonomi yang inklusif, agar hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang.Dalam ruang digital, Sekda mengingatkan pentingnya etika dan kesadaran kolektif, serta menghentikan ujaran kebencian demi menjaga keharmonisan bangsa."BPIP terus menghadirkan berbagai program untuk memperkuat dan mengarusutamakan Pancasila di seluruh lapisan masyarakat. Mari jadikan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita terhadap keadilan dan kemajuan bersama," tutupnya.Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergotong royong dan memaknai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sumsel
Gubernur HD Beri Sapi Qurban untuk Warga Saat Safari Jumat Di Masjid Setia
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru kembali melaksanakan kegiatan rutin Safari Jumat dari masjid ke masjid. Kali ini, Masjid Setia yang berlokasi di Jalan KH. Azhari Lorong Sungai Aur Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang menjadi tujuan ibadah Sholat Jumat Gubernur pada Jumat (30/05/2025).Seperti biasa dalam setiap kegiatan safarinya, Gubernur Herman Deru disambut hangat dan penuh keakraban oleh masyarakat setempat. Kedekatan antara pemimpin dan warga terlihat jelas dalam interaksi selama kunjungan tersebut.Dalam kesempatan yang sama, Gubernur yang akrab disapa HD ini memberikan bantuan berupa satu ekor sapi qurban kepada pengurus Masjid Setia. Bantuan ini diperuntukkan bagi warga sekitar masjid dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 2025 yang akan datang."Di lorong ini kemarin terjadi kebakaran, Ibu Feby Herman Deru sudah datang ke sini. Nah, hari ini saya datang untuk Sholat di Masjid Setia ini, melihat antusias dan ketaqwaan masyarakat di sini luar biasa, maka saya berikan satu ekor sapi hewan qurban," ungkap Gubernur Herman Deru.Usai melaksanakan ibadah dan menyerahkan bantuan, Gubernur Herman Deru berpamitan kepada para jamaah untuk melanjutkan agenda kegiatannya. Beliau juga menyempatkan diri bersalaman dengan masyarakat yang hadir, mempererat tali silaturahmi.Kegiatan Safari Jumat ini merupakan wujud komitmen Gubernur dalam mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memberikan dukungan langsung kepada rumah-rumah ibadah dan warga di berbagai wilayah Sumatera Selatan.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Bahas Implementasi Sekolah Swasta Gratis dengan Komisi X DPR RI
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan pertanyaan dan harapannya terkait implementasi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan uji materi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Keputusan MK tersebut mewajibkan pemerintah untuk menggratiskan pendidikan wajib belajar sembilan tahun di sekolah swasta.Hal ini disampaikan Gubernur HD saat menyambut tim kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI dalam pertemuan yang berlangsung di Palembang, Rabu (28/05/2025)."Ini menjadi pertanyaan terutama bagi sekolah swasta. Mudah-mudahan pertemuan ini akan efektif dan menghasilkan rekomendasi produk regulasi berikutnya," ujar Gubernur Herman Deru.Gubernur berharap pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan aspirasi daerah serta berkoordinasi dengan Komisi X DPR RI dalam merumuskan kebijakan yang tepat, baik di tingkat daerah maupun pusat.Ketua Tim/Wakil Ketua Komisi X DPR RI Mahfudz Abdurrahman, S.Sos, dalam masa persidangan III Tahun Anggaran 2025, menjelaskan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU Sisdiknas) yang mengatur sistem pendidikan nasional, pihaknya akan menggali informasi lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan keputusan MK tersebut."Kami akan menggunakan hak untuk bertanya sehingga dapat mendengarkan langsung bagaimana secara teknis nanti ke depannya mengenai keputusan tersebut," kata Mahfudz Abdurrahman.Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim juga memperkenalkan anggota Komisi X DPR RI serta mitra kerja yang hadir, termasuk mitra baru yaitu Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik dan langkah-langkah konkret dalam mengimplementasikan keputusan MK demi pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.Turut hadir Ferdiansyah, S.E.,MM Fraksi Golkar Dapil Jawa barat, Drs. H. Mohd. Iqbal Romzi Fraksi PKS Sumsel 1 dan Para anggota Komisi X lainnya
Sumsel
HD Dukung Penuh Peningkatan Kelas Kantor Imigrasi Palembang Demi Pelayanan Publik Lebih Baik
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh upaya peningkatan kelas Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Palembang.Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumsel, Guntur Hamonangan, beserta jajarannya di Ruang Tamu Gubernur Sumsel pada Rabu (28/5/2025).Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Herman Deru menyambut baik kunjungan silaturahmi ini dan menyatakan dukungannya terhadap rencana peningkatan status Kantor Imigrasi Palembang. Ia menekankan bahwa peningkatan infrastruktur dan pelayanan publik, termasuk di sektor keimigrasian, merupakan prioritas utama untuk menunjang pembangunan dan perekonomian daerah."Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan senantiasa mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat," ujar Herman Deru.Menurut HD Peningkatan kelas Kantor Imigrasi Palembang ini sejalan dengan visi kita untuk menjadikan Sumsel lebih maju dan memberikan pelayanan terbaikDukungan kuat dari Gubernur Herman Deru diharapkan dapat mempercepat proses peningkatan kelas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang. Peningkatan ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan pelayanan keimigrasian di wilayah Sumatera Selatan, baik dalam pengurusan dokumen maupun pengawasan lalu lintas orang asing.Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumsel, Guntur Sahat Hamonangan, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Gubernur Herman Deru. Ia berharap peningkatan status kantor imigrasi ini akan berdampak positif terhadap efisiensi dan kualitas layanan bagi masyarakat, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan daerah dan kenyamanan masyarakat.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Tegaskan Peran Vital Notaris Pada Pembukaan Konferwil INI Sumsel dan Upgrading 2025
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru kembali menegaskan peran krusial notaris sebagai bagian integral dari pemerintahan. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Sumatera Selatan dan Upgrading 2025 yang diselenggarakan di Palembang, Rabu (28/05/2025).Dalam sambutannya, Gubernur HD mengapresiasi kerja sama yang selama ini terjalin baik, ikhlas, dan cerdas antara notaris dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang dinilainya signifikan dalam mewujudkan zero conflict."Kerja sama yang baik, kerja ikhlas, kerja cerdas dengan minimnya masalah membantu Pemerintah Sumsel dalam zero conflict," ujar Gubernur Herman Deru.Menyusul berakhirnya masa kepengurusan ketua sebelumnya, Gubernur menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan terobosan yang telah dicapai. Ia menekankan pentingnya kekompakan sebagai identitas organisasi INI, serta mengajak seluruh anggota untuk mengedepankan musyawarah mufakat dalam memilih kepemimpinan baru."Saatnya kita mencari ketua yang baru kembali. Kekompakan ini merupakan sebuah branding organisasi, jangan sampai ada notaris perjuangan, jangan sampai ada notaris reformasi sehingga ada perbedaan-perbedaan, jadi bawalah dengan musyawarah mufakat," ungkap Gubernur. Ia juga berharap ketua terpilih dapat meratakan penyebaran layanan notaris di berbagai daerah.Gubernur HD menyoroti pentingnya pemahaman mendalam terkait legal standing bagi notaris dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan hukum. Pemprov Sumsel berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas notaris, terutama dalam menghadapi tantangan era digital."Masalah legal standing pada yang mengetahuinya sehingga banyak permasalahan. Kita akan upgrading peningkatan kapasitas pada notaris di zaman digital ini. Kini zaman digital sangat mudah, tapi mudah juga salah, kuncinya ketelitian," pesannya.Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan potensi sinergi antara notaris dan program Koperasi Merah Putih. Ia juga menjamin dukungan Pemprov Sumsel dalam mengatasi kendala pembiayaan yang mungkin dihadapi desa/kelurahan dalam program tersebut."Ke depan ada kerja sama notaris ini untuk kebutuhan Koperasi Merah Putih. Terima kasih pengabdiannya. Jadi, ke depan jika ada kendala masalah pembiayaan karena kemampuan desa/lurah bisa sampaikan ke Pemprov Sumsel, kita akan bantu dorong atau take over ke Pemprov Sumsel," imbuhnya.Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah INI Sumsel Irfan Ardiansyah, Dr. SH, LLM., SPN, menyampaikan harapannya agar kepengurusan INI ke depan dapat bersinergi lebih baik antara tingkat pusat dan wilayah, sehingga struktur organisasi dapat berjalan efektif."Ke depan setelah terpilihnya ketua yang baru nanti, harapannya secara hierarkinya dapat sinergi dengan baik antar wilayah dan itu menjadi sinergi marwah organisasi tetap terjaga," kata Irfan Ardiansyah.Kegiatan Upgrading yang dilaksanakan secara terbuka ini diikuti oleh para notaris dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Diharapkan, Konferwil ini dapat menghasilkan kepemimpinan baru yang solid dan mampu membawa INI Sumsel semakin maju serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Sumsel
Menko Pangan Zulkifli Hasan Apresiasi Sumsel 100% Musdes dan Pembentukan Koperasi Desa dan Siap Jalankan Koperasi Merah Putih
Palembang. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M memberikan apresiasi tinggi kepada Provinsi Sumatera Selatan atas capaian luar biasa dalam pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) dan pembentukan koperasi desa. Hal ini disampaikannya dalam kunjungan kerja ke Palembang, Senin (26/05/2025).Dalam sambutannya, Menko Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa surplus pangan nasional saat ini mencapai 3,9 juta ton Ia juga menekankan visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan di desa-desa dan memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, tidak ada yang masih miskin salah satu langkah strategis yang akan diambil adalah melalui program Koperasi Merah Putih."Presiden kita punya konsep, kita lihat dulu apa masalahnya, kita kaji dulu rantai ekonominya, kita kaji rantai pasoknya agar ekonomi hidup di desa. Usaha-usaha apa di desa sehingga bisa untung," ujar Menko Zulkifli Hasan.Menko Zulkifli Hasan menyoroti keberhasilan Sumsel dalam membentuk Satgas dan koperasi desa. "Ternyata Sumsel satgas sudah terbentuk, koperasi sudah terbentuk semua, luar biasa Sumsel. Sumsel sudah 100% Musdes, Sumsel sudah 100% membentuk koperasi desa, ini luar biasa," pujinya.Ia menekankan pentingnya keberpihakan kepada rakyat sebagai tumpuan kekuatan ekonomi di pedesaan, sehingga potensi desa dapat berkembang. "Sebelum kita bicarakan uang, kita tanya dulu usahanya apa. Yang pertama akan menjadi pangkalan gas 3kg, ada agen pupuk, ada toko sembako, kita branding gudangnya sehingga kita bisa langsung untung, jangan layu sebelum berkembang. Mudah-mudahan cita-cita Pak Presiden bisa terwujud secara bersama dari desa untuk ekonomi desa," tambahnya.Semantara itu Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru melaporkan bahwa dari 3.258 desa/kelurahan di Sumsel, 2.965 desa/kelurahan atau 91% telah melaksanakan Musdes khusus. Dari jumlah tersebut, 1.822 desa/kelurahan atau 89% telah membentuk koperasi desa, dan 125 koperasi atau 4% telah berbadan hukum dan dan mungkin sampai hari ini yang masih percepatan sudah selesai."Pak Menteri, ini kabupaten/kota yang sudah 100% melakukan Musdes khusus, yaitu Kabupaten Pali, Musi Rawas, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Palembang, Muratara, Musi Banyuasin, Oku Timur, Kota Lubuklinggau, Kota Prabumulih, Muara Enim," jelas Gubernur HD.Gubernur HD juga menjelaskan progres di kabupaten/kota lain yang hampir mencapai 100%, serta kendala geografis yang dihadapi beberapa wilayah karna wilayah pegunungan."Satgas percepatan koperasi merah putih tingkat provinsi sudah siap. Kami sudah siap untuk menjalankan misi besar agar ada pemerataan ekonomi di desa di setiap desa ada agen, yang tadinya mencarinya ke kota, kini dapat dicari di desa-desa," tambahnya.Acara diakhiri dengan dialog interaktif antara Menko Zulkifli Hasan dan para kepala desa/kelurahan, membahas kendala dan solusi dalam menjalankan koperasi desa.Keberhasilan Sumsel dalam program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam upaya meningkatkan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat.Turut hadir Menteri Koperasi RI Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Kepala Badan Nasional RI Arief Prasetyo Adi, Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, Bupati/Walikota Se Sumsel dan Seluruh Kepala desa/ kelurahan se Sumsel.
Sumsel
HD Dampingi Para Menteri Tinjau Musbangkelsus di Banyuasin
Banyuasin. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, mendampingi sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi, dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, meninjau Musyawarah Pembangunan Kelurahan Khusus (Musbangkelsus) untuk pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih Talang Keramat. Acara ini berlangsung di Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, pada Selasa, (27/5/2025)Musyawarah ini diikuti oleh 192 orang pendiri koperasi dari Kelurahan Talang Keramat. Agenda utama musyawarah adalah penentuan Ketua dan pengurus koperasi kelurahan Merah Putih Talang Keramat, dengan penekanan pada pemilihan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memahami kepengurusan koperasi.Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya menentukan jenis usaha yang akan memberikan keuntungan bagi masyarakat dalam pelaksanaan koperasi Merah Putih."Koperasi ini nanti kita pikirkan usaha apa yang akan menguntungkan, dan nanti akan disediakan platform pinjaman maksimal Rp 3 M," ujar Zulkifli Hasan.Senada dengan itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, menjelaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih ini merupakan inisiasi dari Presiden Prabowo. Tujuannya adalah untuk memastikan peredaran uang tidak hanya terpusat di ibu kota, namun juga dapat menjangkau daerah-daerah hingga tingkat kelurahan dan desa, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Sumsel
Wagub Sumsel Dukung Penguatan Koperasi sebagai Pilar Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat
Palembang, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ketahanan pangan dan penggerak ekonomi kerakyatan.Hal ini disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Kepala Badan Pangan Nasional, H. Arief Prasetyo Adi, ST, MT, Ph.D. (hc) dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A., di Koperasi Kelurahan Merah Putih Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang (Selasa, 27 Mei 2025).Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan dan unit usaha di Koperasi Kelurahan Merah Putih Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang.Dalam kunjungan tersebut, Wagub Sumsel mengapresiasi keberadaan Koperasi Kelurahan Merah Putih Sukodadi yang telah menjadi model pemberdayaan masyarakat melalui berbagai unit usaha produktif diantaranya budidaya jamur tiram, perikanan, peternakan kambing, bank sampah, produksi sabun cuci, hingga logistik sembako.“Koperasi seperti ini adalah wujud nyata kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah provinsi sangat mendukung agar koperasi tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh pesat, menjadi kekuatan ekonomi lokal,” ujar Cik Ujang.Wagub menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat dalam mendorong koperasi sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan.Dalam kesempatan yang sama, Walikota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si, melaporkan bahwa hingga saat ini sudah terbentuk koperasi merah putih di seluruh 107 kelurahan di Palembang, mencapai 100% dari total kelurahan.“selain itu, Palembang juga tercatat memiliki 93.137 UMKM aktif yang bisa menjadi potensi besar dalam mendukung ekonomi daerah,” kata Ratu Dewa.Ditambahkannya pula untuk meningkatkan kualitas koperasi, Pemkot Palembang juga rutin mengadakan pelatihan dan pengembangan usaha bagi anggota koperasi.Sementara itu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Sukodadi, Nanang Taat, menyampaikan harapannya agar koperasi dapat tumbuh berkelanjutan dan semakin dekat dengan industri pangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. “Kami ingin koperasi ini tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga berlari kencang dengan dukungan dari industri pangan,” ujarnya.Selain itu, Nanang juga menekankan pentingnya pengembangan sektor perikanan untuk mendukung penurunan angka stunting dan mendukung pertumbuhan anak-anak di Sumatera Selatan. Ia berharap keberhasilan Koperasi Merah Putih Sukodadi dapat menjadi inspirasi bagi koperasi lain di Provinsi Sumatera Selatan.Dalam kesempatan itu diadakan juga sesi tanya jawab terkait dengan koperasi merah putih dan cara pengembangan budidaya ikan yang dijawab langsung oleh Kepala Badan Pangan Nasional dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI.Turut hadir Para kepala OPD Provinsi Sumsel, dan Para Pengurus Koperasi.
Sumsel
Wagub Cik Ujang Buka ICC-OSH 2025, Tekankan Pentingnya Budaya K3 yang Adaptif
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menyampaikan bahwa pembangunan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik merupakan salah satu kunci penting dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul.Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada sebuah acara Indonesian Conference and Competition Occupational Safety and Health ( ICC-OSH) yang diselenggarakan oleh lembaga pengembangan SDM prima karya Kementerian ketenagakerjaan dan PJK3 PT. Wahana Kendali Mutu, Ballroom Hotel Arya Duta Senin (26/05/2025).Wagub Cik Ujang menekankan pentingnya penerapan manajemen K3 yang efektif dan efisien di setiap perusahaan. Ia berharap para peserta acara dapat memanfaatkan bimbingan dari para narasumber untuk merumuskan arah K3 yang lebih baik, sehingga potensi kelalaian yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja dapat diminimalisir."Prinsip K3 wajib dilakukan oleh setiap perusahaan dan karyawan guna meningkatkan pencegahan kecelakaan kerja," tegas Wagub. Beliau juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, termasuk dalam hal pengelolaan limbah, demi menekan angka kecelakaan kerja.Lebih lanjut, Wagub Cik Ujang mengajak seluruh pihak terkait untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kemandirian berbudaya K3 di lingkungan kerja masing-masing.Sementara itu, Ketua Komite Pelaksana Indonesian Conference and Competition Occupational Safety and Health (ICC-OSH) 2025 menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui pemahaman dan penerapan K3 yang adaptif terhadap perubahan iklim (climate change)."Para pekerja harus dilindungi oleh regulasi yang ada. Kami juga ikut mendorong kepedulian masyarakat terhadap pengaruh perubahan iklim. Dan tagline kita saat ini yakni 'K3 Unggul, Bumi yang Terselamatkan'," paparnya.Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang berasal dari 45 perusahaan dan berbagai kampus. Selain sosialisasi dan diskusi, acara ini juga menggelar kompetisi yang diharapkan dapat menghasilkan karya-karya inovatif dari para pekerja terkait penerapan K3 di lingkungan kerja mereka.Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran dan implementasi budaya K3 di berbagai sektor industri dan pendidikan di Sumatera Selatan dapat semakin meningkat, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif, serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan.Turut hadir Dirjen Pembinaan pengawasan ketenagakerjaan keselamatan dan kesehatan kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI Fahrurozi, S.H.,MA, Pembicara Dosen Unsri Prof. Tan Malaka dan para tenaga kerja lainnya.