Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Herman Deru Dukung PLN Mobile Color Run 2025, Ajak Masyarakat Hidup Sehat
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menunjukkan komitmennya terhadap gaya hidup sehat masyarakat dengan menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan PLN Mobile Color Run 2025.Hal ini disampaikan Deru saat menerima audiensi General Manager PT. PLN Unit Induk Distribusi S2JB (Sumsel, Jambi, dan Bengkulu), Adhi Herlambang, beserta jajarannya di Ruang Tamu Gubernur, Kantor Gubernur Sumsel, Jumat, (23/5/2025).Pertemuan yang juga bertujuan mempererat silaturahmi ini membahas persiapan akhir PLN Mobile Color Run 2025 yang akan diselenggarakan pada Minggu, 25 Mei mendatang.Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru berharap acara ini tidak hanya sukses dalam pelaksanaannya, tetapi juga dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya dalam menginspirasi gaya hidup aktif dan sehat.Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID S2JB, Adhi Herlambang, secara langsung mengundang Gubernur Herman Deru untuk turut memeriahkan acara tersebut. Undangan ini merupakan bentuk apresiasi serta harapan agar kehadiran Gubernur dapat menambah semarak dan jangkauan acara.“Kehadiran Bapak Gubernur diharapkan dapat memberikan semangat bagi para peserta dan menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif PLN dalam mempromosikan gaya hidup sehat,” ujar Adhi Herlambang.Dukungan Herman Deru terhadap PLN Mobile Color Run 2025 sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
Sumsel
Gubernur Herman Deru dan Sekda Sumsel Laksanakan Sholat Jumat Berjamaah di Masjid Al Hayza
Palembang, Sumatera Selatan – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H. Edward Candra melaksanakan ibadah Sholat Jumat berjamaah di Masjid Al Hayza yang terletak di komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (23/05/2025).Kehadiran Gubernur dan Sekda dalam sholat Jumat berjamaah ini merupakan kegiatan rutin yang menunjukkan kedekatan pemimpin dengan masyarakat serta komitmen dalam menjalankan ibadah. Momen ini juga menjadi sarana silaturahmi antara para pejabat pemerintah provinsi dengan para pegawai dan masyarakat umum yang turut melaksanakan sholat di masjid tersebut.Usai melaksanakan sholat, Gubernur Herman Deru tampak berinteraksi dengan beberapa jamaah, menunjukkan keakraban dan kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, DR. DRS. H. Sunarto, M.Si, dan Para Jamaah lainnya
Sumsel
Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel
Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel Ricky P. Gozali beserta jajarannya di Griya Agung, Kamis (22/05/2025).Dalam kesempatan itu Ricky menjelaskan kehadirannya untuk berpamitan sebab masa tugasnya di Palembang-Sumsel selama hampir 2 tahun telah usai dan akan bertugas di tempat yang baru sebagai Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta."Saya berterima kasih atas kesediaan bu Feby menerima kehadiran kami dan semua pihak. Tugas saya di sini digantikan oleh pak Bambang Pramono yang sebelumnya adalah Kepala Group Departemen Komunikasi Perwakilan BI Sumsel. Terima kasih atas jalinan kerjasama yang baik antara BI dan PKK Sumsel selama ini ", terangnya.Menanggapi hal ini, Feby mengucapkan selamat bertugas di penempatan yang baru juga berterima kasih atas dukungan BI selama ini kepada pemprov Sumsel khususnya PKK Sumsel."Selamat bertugas di jabatan yang baru untuk pak Ricky. Terima kasih atas dukungannya selama ini, utamanya dalam pengembangan dan pembinaan UMKM bersama PKK Sumsel", kata Feby.
Sumsel
Herman Deru: BKMT Harus Hadir hingga Desa dan Jadi Pelopor Manfaat untuk Umat
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) didampingi Ketua TP PKK Prov. Sumsel, Hj. Feby Herman Deru menghadiri pelantikan pengurus wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sumatera Selatan periode 2025-2030 di Griya Agung (Kamis, 22/5/2025).Dalam sambutannya, HD mengucapkan selamat kepada Ketua Pengurus Wilayah BKMT Provinsi Sumatera Selatan beserta Para Anggota yang baru saja dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Pusat BKMT, Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Arts."Kita baru saja menyaksikan peristiwa yang sangat sakral bagi wanita di Sumsel dengan telah dilantiknya kepengurusan BKMT sumsel. Saya ucapkan selamat kepada ibu halipah yang telah dilantik, kembali dipercaya untuk menjadi ketua BKMT Sumsel periode 2025-2030", ucap HD.Terkait dengan 3 (tiga) Kab/kota di Provinsi Sumatera Selatan yang belum dibentuk BKMT, dirinya akan segera menginformasikan kepada Bupati/Walikotanya agar segera dibentuk.Dalam menjalankan tugas pertama sebagai BKMT Sumsel yang baru saja dilantik, HD menyarankan agar kepengurusan dapat untuk merajut kepengurusan majelis taklim pada tingkatan Kabupaten, Kecamatan, dan Kelurahan/Desa sehingga bisa lebih dikenal dan terlihat ditengah masyarakat.HD juga meminta agar BKMT ikut berperan menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan bermanfaat bagi organisasi itu sendiri.Selanjutnya HD meminta agar BKMT dapat menjaga kekompakan dalam berorganisasi dan tidak adanya perbedaan arah tujuan sehingga BKMT tetap hanya ada satu dan tidak ada BKMT lainnya."Saya salut, BKMT ini selama berdiri tidak ada konflik internal dan saya harap ini dapat dijaga jangan sampai ada organisasi BKMT lainnya", tutur HD.Sementara itu Ketua Umum BKMT Pusat, Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Arts menjelaskan bahwa anggota BKMT saat ini berjumlah kurang lebih 1 juta orang se Indonesia. Dengan jumlah tersebut ia berharap BKMT harus memiliki peran strategis dalam menghadapi permasalahan serta memberikan solusi bagi pemerintah Indonesia, khususnya Sumatera Selatan.Ia juga melaporkan bahwa BKMT sudah berdiri sejak 1 Januari 1981. Dimana dalam pembentukannya BKMT bertujuan untuk meningkatkan kualitas mutu pembelajaran di majlis taklim dengan membentuk forum bersama sebagai wadah komunikasi antar sesama majlis taklim.Seiring berjalan nya waktu, BKMT makin dikenal oleh masyarakat. Sehingga BKMT berkeinginan agar majlis taklim lebih bermartabat, bukan hanya sebagai tempat belajar mengajar keislaman, namun memberikan kontribusi dan peranannya untuk umat dan masyarakat.Maka dari itu, Ia meminta kepada BKMT Sumsel yang baru saja dilantik untuk ikut berperan secara independen bekerja sama dengan pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi oleh masyarakat khususnya di wilayah Sumatera Selatan.Dalam kesempatan yang sama, Ketua BKMT Sumsel terpilih, Dr. Hj. Halipah, SP.T.H.T., M.M mengucapkan terimakasih karena dipercaya kembali sebagai ketua BKMT Sumsel periode 2025-2030."Saya mengucapkan terimakasih karena masih diberikan amanah kembali kepada saya sebagai pemimpin. Kami berkomitmen dalam mensyiarkan agama Islam kami akan melakukan usaha - usaha dengan inovasi yang relevan dengan perkembangan jaman. Seperti Meningkatkan kualitas pengurus pengajar dan metode pengajaran pendidikan, Membina kesadaran berbangsa dan bernegara serta meningkatkan kualitas para anggota majelis taklim", tuturnya.Turut hadir Anggota DPD RI, Dr. Ratu Tenny Leriva, M.M, Ketua DWP Prov. Sumsel, Hj. Desy Kasnayati Edward, Wakil Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si, dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Pimpin Rakor Percepatan Opla dan Cetak Sawah, HD:Ayo Kita Dorong Jika Ada Hambatan Segera Kita Selesaikan Bersama
Palembang, Sumatera Selatan – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan produksi pangan dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) percepatan kegiatan Optimasi Lahan (Opla) dan Cetak Sawah tahun 2025. Rakor yang dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Nur Alamsyah l, S.STP.,M.T., dipimpin oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi Wakil Gubernur H. Cik Ujang di Ruang Rapat Bina Praja, Kamis (22/05/2025).Rakor ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas dan koordinasi antar berbagai pihak terkait, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga instansi vertikal dan perguruan tinggi, demi kelancaran dan efektivitas program Opla dan Cetak Sawah. Fokus utama dalam rapat ini adalah memastikan kesiapan lahan yang clean and clear sehingga proses pengerjaan dapat berjalan tanpa hambatan.Gubernur Herman Deru dalam arahannya menyampaikan bahwa terpilihnya Sumsel sebagai salah satu target utama program Opla dan Cetak Sawah secara nasional bukan hanya karena kekayaan alam yang dimiliki, namun juga karena kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengimplementasikan program tersebut."Kita harus betul-betul siap. Kerja kita ditargetkan 25% atau dari 3 juta gabah kering yang ada saat ini. Intensifikasi dan ekstensifikasi sangat penting, maka bagaimana kita mengelola ini dengan baik. Ayo kita dorong, jika ada hambatan, segera kita selesaikan bersama," tegas Gubernur HD.Lebih lanjut, Gubernur Deru menekankan bahwa Sumsel telah membuktikan kekuatannya dalam swasembada pangan. Sebelumnya, Sumsel berada di peringkat ke-8 nasional sebagai penghasil padi, dan kini telah berhasil naik ke peringkat ke-5. Dengan adanya program Opla dan Cetak Sawah yang dipercepat ini, Sumsel menargetkan untuk dapat mencapai peringkat ke-3 nasional sebagai produsen padi.Sementara itu, Dirjen PSP Kementan Andi Nur Alamsyah l, S.STP.,M.T., menyatakan komitmen penuh Kementan untuk mendukung pelaksanaan program Opla dan Cetak Sawah di Sumsel. Ia menyampaikan bahwa target Corporate Social Responsibility (CSR) untuk program ini di Sumsel pada tahun 2025 adalah seluas 150.000 hektar. Adapun progres kontrak Survey, Investigation, and Design (SID) tahap I telah mencapai 5.000 hektar dan tahap II seluas 11.400 hektar, sehingga percepatan pelaksanaan kontrak menjadi krusial untuk mencapai target yang diinginkan."SID akan menjadi penentu dalam pengelolaan cetak lahan sawah. Pastikan percepatan SID-nya, sehingga Senin, kabupaten/kota bisa menjalankan kontrak SID. Untuk semua tenaga teknisnya, kami siap membantu, silakan tentukan pilihannya, tentu kami bantu. Untuk Sumsel, gunakan E-Katalog saja agar jalannya cepat," ujar Dirjen Andi, memberikan arahan dan solusi kepada para peserta rapat yang berasal dari berbagai kabupaten/kota serta perwakilan universitas.Dirjen Andi juga menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pelaksanaan program ini, serta mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi secara aktif. Pemanfaatan E-Katalog diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan dalam program Opla dan Cetak Sawah.Rakor ini dihadiri oleh para Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel, perwakilan dari Universitas di Sumsel yang memiliki keahlian di bidang pertanian, serta para pejabat terkait dari Pemprov Sumsel dan Kementan. Semangat kebersamaan dan optimisme terlihat jelas dalam rapat ini, menunjukkan kesiapan Sumsel untuk mengakselerasi program Opla dan Cetak Sawah demi mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat dan mencapai target produksi padi nasional.Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono dan para Kepala OPD Kab/Kota.
Sumsel
Herman Deru Apresiasi Guru TK Bentuk Pondasi Generasi Emas Hadapi Bonus Demografi 2045
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyampaikan apresiasinya kepada Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Provinsi Sumsel atas dedikasinya dalam mendidik calon generasi emas. Apresiasi ini diberikan saat perayaan Dirgahayu IGTKI-PGRI Sumsel ke-75 Tahun yang berlangsung di Grand Atyasa Palembang, Kamis (22/5/2025).Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru menyoroti pentingnya peran para guru TK. "Saya mengapresiasi kinerja IGTKI PGRI Sumsel, tugas bapak/ibu sekalian lebih berat dari segala hierarki kependidikan," ujarnya. Ia menekankan pentingnya mempersiapkan masa depan anak-anak sejak dini sebagai pondasinya.Selain itu, HD juga mengaitkan peran guru TK dengan potensi bonus demografi Indonesia pada tahun 2045, di mana lebih dari 60 persen penduduk akan berada di usia produktif. Menurut HD, Mayoritas dari mereka saat ini adalah siswa didik yang sedang mengenyam pendidikan TK atau PAUD."Sukses atau tidak peralihan bonus demografi tergantung persiapan generasi emas ini. Artinya bonus ini harus dipersiapkan dengan baik karena tantangan mendidik anak sangat berat," jelasnya.Meski demikian, Herman Deru mengingatkan bahwa tugas utama pendidikan tetap berada pada orang tua di rumah. "Ibu adalah madrasah utama bagi putra putrinya," tegasnya.Oleh karena itu, ia berharap para guru TK dapat memahami betul karakter siswa didik, tidak memaksakan minat bakat, namun menggiring mereka untuk menghadapi tantangan ke depan dan menjadi anak-anak produktif. "Selamat HUT IGTKI PGRI Sumsel," pungkasnya.Ketua IGTKI PGRI Sumsel, Hj Kurniati menjelaskan bahwa HUT IGTKI kali ini menjadi momen penting untuk bersilaturahmi antar guru-guru TK se-Sumsel.Mengusung tema "Guru Taman Anak-Anak Bermartabat, Anak Indonesia Hebat Mendukung Wajib Belajar 13 Tahun Dimulai dari Taman Anak-Anak", IGTKI PGRI Sumsel berkomitmen sangat mendukung program pemerintah tersebut. "Diharapkan usia belajar anak sudah dimulai sejak anak usia dini," katanya.Senada dengan itu, A. Sundari yang mewakili Ketua PGRI Sumsel, berharap HUT IGTKI ini akan semakin menambah semangat para guru, khususnya guru TK, untuk terus berkreasi dan kreatif dalam mendidik anak-anak Indonesia yang hebat.Acara ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Sumsel, Hj Feby HD, Ketua Kormi Sumsel, Samantha Tivani HD, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel, Fitriana
Sumsel
Edward Candra Dorong Daerah Rampungkan Road Map Kependudukan 2025–2029
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Edward Candra, M.H., menghadiri sekaligus membuka Workshop Penyusunan dan Evaluasi Peta Jalan (Road Map) serta Pemetaan dan Proyeksi Pembangunan Kependudukan 2025–2029 diselenggarakan di Kantor BKKBN Provinsi Sumsel (Kamis, 22/5/2025).Dalam sambutannya, Sekda menegaskan pentingnya momentum penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk mengintegrasikan aspek kependudukan ke dalam rencana pembangunan.“Saya minta kepada Bappeda Provinsi, Bappeda kabupaten/kota, serta Dinas KB kabupaten/kota untuk memasukkan indikator-indikator bidang urusan pemerintahan kependudukan ke dalam RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026,” tegasnya.Ia juga menyampaikan bahwa dalam mewujudkan pembangunan daerah yang ideal, khususnya di bidang kependudukan, dibutuhkan peta jalan yang terstruktur dan berkelanjutan. Peta Jalan Kependudukan 2025–2029 dirancang dengan lima sasaran besar yang terdiri dari 30 indikator utama, yaitu Pengendalian kuantitas penduduk, Peningkatan kualitas penduduk, Penataan dan persebaran mobilitas penduduk, Pembangunan keluarga berkualitas, Penataan data dan informasi kependudukan."Kelima sasaran ini menjadi pilar utama dalam dokumen Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK)", ucapnya.Sekda menegaskan bahwa Peta Jalan ini bukan hanya panduan teknis, tetapi juga pedoman strategis bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun strategi pembangunan kependudukan yang berkelanjutan hingga 2045.“Implementasi lima pilar ini ke dalam GDPK 2025–2045, dan secara jangka menengah dalam bentuk Peta Jalan 2025–2029 yang juga memuat Rencana Aksi, menjadi kunci untuk mendukung optimalisasi bonus demografi yang sedang kita alami saat ini,” jelasnya.Terkait laporan yang disampaikan oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Doddy Asihnyoto, SE, MAPS pada sambutannya dimana dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, sebanyak 12 daerah telah menyelesaikan penyusunan dokumen Peta Jalan Kependudukan. 4 (empat) diantaranya dalam proses penyusunan dan 1 (satu) masih dalam tahap diskusi.Sekda meminta seluruh kabupaten/kota dapat menyusun dokumen tersebut selaras dengan visi dan misi daerah. "Dalam roadmap harus tertuang secara jelas langkah-langkah implementasi serta target capaian yang ingin diraih,” tutup Sekda.Kegiatan workshop tersebut diikuti oleh peserta dari 17 Kab/Kota Se Sumatera Selatan dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 22 Mei 2025.Turut hadir Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk Kementerian BKKBN RI, Lina Widya Astuti, SKM., MAPS dan Para Perwakilan dari OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Ketua TP PKK Sumsel Hadir Meriahkan Festival Hari Pendidikan 2025
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) diwakili Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Zulkarnain, SE, MM menghadiri Festival Hari Pendidikan diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) unit Dinas Pendidikan Prov. Sumsel di PTC Mall Palembang (Rabu, 21/5/2025).Dalam sambutannya, Zulkarnain menyampaikan pentingnya pendidikan tidak hanya sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan keberanian untuk bermimpi."Pendidikan adalah tentang membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebajikan, serta melatih keberanian anak-anak untuk bermimpi dan berkarya," ujarnya.Festival ini menghadirkan beragam lomba antar pelajar yang merupakan simbol apresiasi terhadap semangat belajar dan kreativitas anak muda Sumsel.Kepada para peserta lomba, Zulkarnain berpesan agar terus semangat dan tidak takut mencoba. “Tunjukkan yang terbaik, jadikan momen ini sebagai pengalaman berharga dalam perjalanan hidup kalian,” pesannya.Sementara itu, Ketua DWP Unit Dinas Pendidikan Prov. Sumsel, Nuli Aryanti Zulkarnain melaporkan bahwa kegiatan Festival Hari Pendidikan merupakan bagian dari dukungan nyata DWP Sumsel terhadap Program 100 Hari Kerja HD-CU, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan."Tujuannya adalah salah satunya membangkitkan rasa nasionalisme persatuan masyarakat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan dan membanguna masyarakat yang adil dan makmur. Agar menghasilkan generasi muda yang cerdas dan berahlak mulia serta bermartamabat", ungkapnya.Lanjutnya kegiatan Festival Hari Pendidikan dimeriahkan dengan 3 (tiga) jenis kegiatan lomba yaitu Lomba Mewarnai Tingkat TK, Lomba Stand Kuliner Kab/Kota se sumsel diikuti oleh SMA/SMK se sumsel, dan lomba peragaan busana nasional yang berpasangan diikuti oleh SMA/SMK se sumsel."Jumlah peserta yang berpartisipasi pada ajang kali ini yaitu lomba mewarnai 55 murid TK binaan DWP dan PKK Provinsi Sumsel, stand kuliner 18 peserta mewakili 17 kab/kota se sumsel dan lomba peragaan busana nasional 40 peserta berpasangan", ucapnya melaporkan.Kegiatan Festival Hari Pendidikan Tahun 2025 makin meriah dengan hadirnya Ketua TP PKK Prov. Sumsel, Hj. Feby Herman Deru didampingi Anggota DPD RI, dr. Ratu Tenny Leriva, M.M dalam kegiatan tersebut yang juga sekaligus melaunching Majalah Sekolah Maju.Usai melaunching Ketua TP PKK Prov. Sumsel, Hj. Feby Herman Deru didampingi Anggota DPD RI, dr. Ratu Tenny Leriva, M.M dan para pejabat lainnya meninjau langsung kegiatan Lomba Stand Kuliner Kab/Kota se sumsel sekaligus mencicipi masakan yang disajikan.Turut hadir Ketua DWP Prov. Sumsel Hj. Desy Kasnayanti Edward, dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Herman Deru Gandeng ASITA Sumsel Kembangkan Destinasi Wisata Kreatif dan Berdaya Saing
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menekankan pentingnya peran aktif dan inovatif Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (ASITA) Sumatera Selatan dalam memajukan pariwisata Sumsel.Penegasan ini disampaikan Herman Deru saat menghadiri pelantikan pengurus DPD ASITA Sumsel periode 2025-2030 di Hotel Boston Palembang, Rabu (21/5/2025).Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru mengingatkan ASITA agar tidak berpuas diri atau mengalami "star syndrome" yang dapat menghambat penggalian potensi baru. Ia juga menegaskan bahwa ASITA tidak bisa beroperasi secara "auto pilot," mengingat Sumsel memiliki tantangan berbeda dengan daerah lain yang memiliki keindahan alam yang sudah mapan seperti Bali."Kita harus membangun minat orang ke Sumsel dengan alternatif lain kecuali keindahan alam, misalnya Sumsel Health Tourism. Ini tidak mudah dan pasti butuh waktu. Harus ada implementasi besar dalam mewujudkan Sumsel Health Tourism,” tegas Herman Deru.Menurut HD, Sumsel harus kreatif dalam membangun destinasi wisata baru, termasuk ide Sumsel Health Tourism atau menyediakan opsi wisata lain, seperti wisata edukatif. Herman Deru juga meminta pengurus baru ASITA untuk membangun pola pikir yang mengajak orang ke Sumsel, baik untuk perjalanan singkat maupun jangka panjang.Ketua DPD ASITA Provinsi Sumsel terpilih, Feby Yoland Effendy, mengemukakan komitmen ASITA untuk menjadikan Sumsel sebagai destinasi wisata kelas dunia, sejalan dengan tema pelantikan "Sinergitas Membangun Pariwisata Sumsel Berdaya Saing Global."“Untuk itu, diperlukan sinergitas dan kolaborasi dalam berbagai sektor pariwisata di ekosistem pariwisata, antara lain pemerintah, akademisi, industri bisnis, media, dan lainnya," ujar Feby.Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Sumsel, H. Affandi Udji, turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi ASITA dalam pertumbuhan pariwisata Sumsel dan berharap pengurus baru dapat melahirkan inovasi serta terobosan baru.Sebagai bentuk komitmen sinergitas, juga dilakukan penandatanganan MoU kerja sama pengembangan pariwisata Sumsel antara DPD ASITA Sumsel dengan Tribun Sumsel dan Polsri.Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel,Nopianto, S.Sos, M.M., dan para Kepala OPD Sumsel.