Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Pemprov Sumsel Raih Opini WTP Ke-11 Berturut - turut dari BPK RI, HD : Bukti Kepercayaan Publik pada Sumsel
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) menghadiri Rapat Paripurna XIV (14) DPRD Prov. Sumsel dengan agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Prov. Sumsel atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2024.Dimana pada laporan tersebut Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke- 11 atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Opini WTP ini disampaikan dan diserahkan langsung oleh Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI, SARJONO S.E., Ak., M.B.A., CA, CSFA kepada Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru dan Ketua DPRD Prov. Sumsel, Andie Dinialdie, SE., MM.Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pemerintah provinsi yang telah berhasil menjaga tata kelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel."Capaian WTP tahun ini menjadi yang ke-11 kalinya secara berturut-turut bagi Pemprov Sumsel. Opini WTP ini bukan sekadar pencapaian administratif, namun menjadi simbol kepercayaan publik terhadap integritas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar HD.HD melanjutkan laporan keuangan yang akurat dan transparan menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pembangunan strategis seperti penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pelayanan publik yang merata.Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah selalu mengacu pada prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas, sesuai dengan amanat undang-undang, termasuk UU Keuangan Negara, UU Perbendaharaan Negara, dan UU HKPD.Pemerintah Provinsi Sumsel juga berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi dari BPK sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan berkelanjutan terhadap pengelolaan keuangan daerah.“Kami akan terus berupaya mempertahankan standar tinggi pengelolaan keuangan dan meningkatkan kualitas layanan publik demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan,” tambahnya.HD berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus bekerja secara profesional, inovatif, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.Sementara itu, Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI, Sarjono mengatakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah merupakan pemeriksaan monitoring yang dilaksanakan BPK setiap tahun atau setiap awal semester I.Dia menyampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan pelaksanaan rencana aksi atas tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaam sebelumnya BPK memberikan Opini WTP atas laporan keuangan Pemprov Sumsel tahun 2024.Sarjono mengatakan pencapaian ini menandai keberhasilan dalam memperathankan Opini WTP untuk kesebelas kalinya secara berturut - turut."Kami memberikan apresiasi Pak Gubernur ini capaian yang luar biasa kesebals kali mendpatakan Opini WTP,"ucapnya.Menurut Sarjono prestasi ini hendaknya memotivasi semua jajaran Pemrov Sumsel untuk berupaya meningkatkan akuntabilitas, transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.Turut hadir Para Anggota DPRD Sumsel, Sekda Sumsel Edward Candra dan Para Kepala OPD Sumsel.
Sumsel
Wagub Sumsel Dorong PERPADI Berinovasi dan Tidak Bergantung pada Satu Usaha
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang menerima audiensi Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (DPD PERPADI) dalam rangka silaturahmi di Ruang Tamu Wakil Gubernur Sumsel (Rabu, 4/6/2025).Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Perpadi Sumsel, Kamijo Sujoko menyampaikan maksud kedatangannya bahwa kehadiran dirinya bersama pendamping lainnya untuk melaporkan bahwa saat ini para pengusaha penggelingan padi yang ada di Sumsel tengah menghadapi permasalahan terkait dengan Harga Gabah yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat."Saya beserta rombongan mengucapkan terimakasih telah menerima kami. Kami hadir hari ini untuk melaporkan bahwa saat ini pengusaha penggilingan padi sedang mengalami permasalahan. Kami kualahan pak dengan kebijakan harga gabah Rp6.500 kami pengusaha kecil tidak mampu bersaing dengan pengusaha besar", tuturnya.Ia juga menyampaikan permasalahan pokok yang dihadapi oleh pengusaha penggilingan padi ialah pada mesin penggilingan dimana masih banyak pengusaha kecil ini masih menggunakan penggilingan yang lama.Berkaitan dengan hal tersebut, ia berharap kepada Pemerintah Provinsi untuk dapat membantu Perpadi dalam merevitalisasi mesin penggilingan yang ada, guna bisa bersaing dengan pengusaha besar."Kami mengusulkan tentang revitalisasi penggilingan yang ada di Sumsel. Untuk kondisi saat ini kami kualahan pak. Apalagi jika penggilingan kami tidak memenuhi standar kami tidak bisa bekerja sama dengan Bulog. Harapan perpadi ini kedepan jangan sampai penggilingan kecil ini mati", ucapnya.Menanggapi apa yang disampaikan Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang mengatakan terkait dengan kebijakan harga Pemerintah Provinsi Sumsel tidak dapat merubahnya akan tetapi Pemprov Sumsel akan hadir membantu dalam bal lainnya, seperti memberikan bantuan bibit dan peralatan pertanian."Terkait harga 6.500 itu sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat yang tidak bisa kita ubah. Kebijakan pak presiden pak prabowo satu harga di seluruh Indonesia merupakan kebijakan yang tujuannya baik, mau meningkatkan kehidupan masyarakat agar tidak kena tekan oleh para pengkulak", ucapnya.Cik Ujang juga mengatakan akan hadir dalam menanggapi permasalahan dengan meninjau langsung lokasi penggilingan yang dimiliki oleh anggota Perpadi Sumsel."Kami akan survey kesana semoga nantinya dengan hasil peninjaun ini akan bisa kita beri bantuan. Apa yang pak wagub bisa usahakan bantu melalui dinas - dinas akan kita berikan untuk keperluan perpadi", ujarnya.Selain itu, Cik Ujang juga memotivasi Ketua beserta Anggota Perpadi Sumsel untuk bisa menyesuaikan dan memperbarui mesin penggilingan yang dimiliki mengikuti perkembangan jaman. Serta memiliki usaha lain seperti ternak ayam, bebek dan lainnya tidak hanya bergantung pada usaha penggilingan padi saja."Perpadi harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman jika kita tidak mengikuti kita akan kalah. Saya juga menyarankan perpadi tidak hanya punya usaha pada penggilingan padi saja, tapi juga harus mempunyai usaha lain seperti ternak ayam, bebek dan lainnya agar usaha yang dimiliki semakin maju dan berkembang", tutup Cik Ujang diakhir pertemuan.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Sekda Sumsel Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri
Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Edward Candra mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2025 diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri RI, bertempat di Command Center Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (04/06/2025).Rapat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir. Melalui rapat ini ia megatakan ada sejumlah agenda nasional yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah diantaranta, penyediaan lahan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaksanaan program 3 juta rumah, pembentukan koperasi Merah Putih dan pelaksanaan program kesehatan gratis dan pendidikan unggulan Garuda (SUGAR).Selanjutnya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah diharapkan segera menyediakan minimal tiga lokasi lahan untuk pembangunan dapur umum MBG (Menu Bergizi Gratis) guna mendukung penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat rentan.“Lahan ini bisa berasal dari aset milik pemda atau desa, yang kemudian akan digunakan sementara oleh Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Sumsel
Wagub Cik Ujang Ikuti Rakor Virtual Percepatan Swasembada Pangan Hadapi Kemarau 2025
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Swasembada Pangan dalam Menghadapi Musim Kemarau 2025 secara virtual.Rakor yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) ini diikuti oleh seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) se-Indonesia. Wagub Cik Ujang mengikuti rakor dari Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (03/06/2025).Dalam rakor tersebut, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian sekaligus Pelaksana Tugas (Plt), Husnain, menyampaikan beberapa langkah strategis dalam mempercepat tanam guna menjaga swasembada pangan di tengah potensi musim kemarau.Langkah-langkah tersebut meliputi identifikasi potensi tanam di berbagai wilayah, identifikasi ketersediaan benih dan alat mesin pertanian (alsintan), penyusunan jadwal tanam yang terencana, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala.Partisipasi Wakil Gubernur Cik Ujang dalam rakor ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.Pemprov Sumsel akan menindaklanjuti arahan dan strategi yang disampaikan oleh Kementan dan Kemendagri untuk memperkuat upaya percepatan tanam di tingkat daerah. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait di tingkat kabupaten/kota juga akan diintensifkan guna memastikan implementasi strategi ini berjalan efektif dan efisien.Diharapkan, dengan langkah-langkah antisipatif dan koordinasi yang kuat, Sumatera Selatan dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan produksi pangan meskipun dihadapkan pada tantangan musim kemarau tahun 2025.Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendy.
Sumsel
Herman Deru bersama Konsulat AS, Bahas Prioritas Pembangunan dan Potensi Investasi di Sumatera Selatan
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) menerima Konsulat Amerika Serikat untuk Sumatera, Mr. Bernard Uadan didampingi Wakil Konsul Politik dan Ekonomi, Suraj Mungara dalam rangka silaturahmi serta mendengarkan program prioritas pembangunan dan challenges di Provinsi Sumatera Selatan. Pertemuan berlangsung di Ruang Tamu Gubernur Sumsel (Selasa, 3/6/2025).Dalam kesempatan baik itu, HD menceritakan beberapa program prioritas pemerintah daerah dibawah kepemimpinannya serta visi dan misi dirinya dalam membuat Sumatera Selatan menjadi lebih baik lagi.Adapun program prioritas yang disampaikan HD dalam kesempatan tersebut diantaranya Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 98%, Mencetak 100.000 Sultan Muda, Pembangunan Pelabuhan Samudera, Menjadikan Sumsel sebagai Health Tourism, serta Penanganan Permasalahan Ilegal Drilling di Sumatera Selatan.Menjabarkan apa yang disampaikan HD menceritakan bahwa pada periode kedua kepemimpinannya, Dirinya menargetkan akan mencetak 100.000 Pengusaha muda atau Sultan Muda di Sumatera Selatan."Cerita tentang dunia usaha dijabatan kedua ini saya punya target untuk membentuk 100.000 pengusaha muda, sultan muda dengan jumlah 100.000 tapi ini tentu tidak mudah karena fashion orang kita ini lebih cenderung menjadi pekerja bukan berwawasan wiraswasta dan ini yang harus diubah mindsetnya", tutur HD.HD juga menyampaikan bahwa saat ini dirinya tengah berjuang dalam mendorong terwujudnya sumsel memiliki pelabuhan samudera. Dimana dirinya menilai bahwa Pelabuhan Samudera merupakan salah satu jalan dalam meningkatkan perekonomian di Sumatera Selatan."Sumsel ini lebih kurang 3 kali luasnya dibanding jawa barat tapi tidak punya pelabuhan samudra, jadi saat ini saya sedang bekerja keras untuk mewujudkan itu. Kalau dilihat dari komoditas kopi kita luasnya nomor 3 didunia, Sawit 4 juta hektar, Karet 1,4 juta hektar, sawah 519.000 hektar artinya jika kita punya pelabuhan tentu ini sangat menguntungkan petani tidak dibebani ongkos yang harus ke provinsi lain yang akan meningkatkan perekonomian sumsel", ungkap HD.Dalam dunia kesehatan HD mengatakan bahwa dirinya memiliki mimpi besar dalam menjadi Sumatera Selatan sebagai destinasi wisata kesehatan atau Sumsel Health Tourism agar masyarakat Sumsel tidak perlu lagi keluar negeri untuk berobat."Saya juga punya cita - cita besar tentang kesehatan ini, saya ingin Sumsel menjadi tempat wisata kesehatan atau Sumsel Health Tourism. Jadi sekarang disetiap rumah sakit itu harus ada spesialis pelayanan masing - masing. Jika memang memungkinkan bolehla Amerika membantu untuk mendirikan rumah sakit disini", tutur HD.Lebih lanjut terkait dengan GSMP dan UHC yang mencapai 98%, Konsulat Amerika Serikat untuk Sumatera, Mr. Bernard Uadan memberikan apresiasinya atas kinerja yang telah dilakukan Herman Deru. Ia menilai apa yang telah dilakukan serta capaian yang diperoleh merupakan bentuk komitmen nyata dari Pemerintah Provinsi dalam memberikan perlindungan kesehatan serta menjadikan sumsel mandiri pangan.Ia juga sangat mengapresiasi atas informasi yang disampaikan HD terkait dengan permasalahan Ilegal Drilling yang sedang dihadapi serta upaya dan kendala Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menyelesaikannya."Terkait infromasi ilegal driling saya sangat mengapresiasi pak gubernur telah menjelaskan permasalahan ini. kita akan komunikasikan dengan pemerintah pusat dijakarta beserta informasi lainnya dan semoga sumsel semakin maju. Saya harap kedepan kita dapat menghasilkan keuntungan untuk sumsel", ungkapnya.Diakhir pertemuan HD berharap pertemuan tersebut dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang tengah dihadapi serta menjadi jembatan agar potensi - potensi yang dimiliki Sumatera Selatan dapat mendatangkan investor untuk berinvestasi ke Sumatera Selatan."Harapan saya dengan audiensi ini dapat disampaikan kepada pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk mengatasi permasalah yang dihadapi serta menjembatani bagi investor yang berminat untuk berinvestasi di Sumatera Selatan dengan potensi yang ada", tutup HD mengakhiri pertemuan.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Sumsel Andalkan Kopi dan Program Sultan Muda dalam Penilaian Tim OJK
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra menyampaikan potensi besar kopi sebagai komoditas unggulan daerah dalam acara penilaian Tim Penilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap kinerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan. Acara berlangsung secara virtual yang diselenggarakan oleh OJK RI. Palembang, Senin (02/06/2025).Dalam paparannya, H. Edward Candra menyoroti dominasi Sumatera Selatan dalam produksi kopi nasional."Sumsel memiliki potensi komoditas unggulan yaitu kopi, sebagaimana Sumatera Selatan mendominasi produksi kopi nasional sebesar 198 ribu ton dengan luas lahan kopi terbesar di Indonesia yakni 267 ribu hektar," jelasnya.Lebih lanjut, Sekda juga memaparkan program unggulan TPAKD Provinsi Sumatera Selatan, yaitu Program 100.000 Sultan Muda Sumsel dan pendirian Sultan Muda Sumsel Center. Program ini menjadi champion dalam mendorong literasi keuangan, kepemimpinan, dan kemandirian ekonomi di kalangan generasi muda Sumsel.Sementara itu, M. Ismail Riyadi selaku tim Penilai OJK menyampaikan apresiasi kepada tim TPAKD Sumsel atas presentasi kinerja keuangan daerah yang telah melewati tahap pertama dan kedua, dan kini memasuki tahap ketiga untuk asesmen lebih lanjut."Tahun ini merupakan bentuk apresiasi sehingga mampu mendorong TPAKD untuk berkompetisi karena tahun ini diikuti oleh Tim TPAKD se-Indonesia baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota," ujar M. Ismail Riyadi.Ia juga mengapresiasi TPAKD Sumsel yang dinilai telah mengakselerasi keuangan daerah. "Tahap pertama telah melakukan penilaian awal, tahap kedua telah melakukan penentuan teknis. Selamat menyampaikan hasil TPAKD yang telah dicapai," pungkasnya.Penilaian dari OJK ini menjadi momentum penting bagi TPAKD Provinsi Sumatera Selatan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja dalam meningkatkan akses keuangan di daerah.Diharapkan, potensi komoditas unggulan seperti kopi dan program inovatif seperti Sultan Muda Sumsel dapat menjadi daya ungkit dalam memajukan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Turut hadir Kepala Biro Ekonomi Setda Sumsel Hengky Putrawan, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel Basyarudin Achmad.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Buka Piala Gubernur Sepak Bola Antar OPD, Kenang Masa Muda di Lapangan Hijau
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi oleh Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang secara resmi membuka turnamen sepak bola Piala Gubernur antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Acara pembukaan yang meriah ini berlangsung di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang. Senin (02/06/2025).Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru mengenang masa mudanya sebagai seorang pemain sepak bola. "Bahwa saat muda dulu saya berada di barisan pemain ini, saat itu di Dispenda. nah kali ini ada tambahan satu (1) Goal 500.000 bagi pencetak Goal" ujarnya, membangkitkan semangat para peserta.Gubernur menjelaskan bahwa ajang Piala Gubernur ini diselenggarakan bukan semata-mata untuk mencari juara, melainkan yang lebih utama adalah mempererat tali silaturahmi dan menjalin kekompakan di antara seluruh jajaran OPD Pemprov Sumsel."Tak lain tujuannya ialah mempererat tali silaturahmi dan menjalin kekompakan kita semua. Setelah ini, kita adakan antar Parpol semeriah mungkin, tapi sama dengan OPD, pemainnya harus pemain original, bukan pemain bayaran," tambah Gubernur HD, disambut antusias para hadirin.Gubernur juga menyerukan kepada seluruh tim untuk menampilkan permainan yang cantik dan menghibur bagi para penonton dan suporter.Beliau juga mengumumkan rencana penyelenggaraan turnamen serupa antar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan antar partai politik, yang masih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumatera Selatan.Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan Rudi Irawan, S.Sos.,M.Si, melaporkan bahwa turnamen Piala Gubernur kali ini diikuti oleh 28 tim dari berbagai OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.Pertandingan akan berlangsung mulai tanggal 2 Juni hingga 20 Juni 2025 di Stadion Bumi Sriwijaya dan Jakabaring Sport City."Bahwa Piala Gubernur ini merupakan inisiasi Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang dimulai pada tahun 2023. Selain medali dan piala tetap, akan ada penghargaan untuk pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, wasit terbaik, serta jersey terbaik," jelas Kadispora Rudi Irawan.Kemeriahan acara pembukaan terlihat dari antusiasme para pemain dan suporter yang hadir dari berbagai OPD, menunjukkan semangat sportivitas dan kebersamaan yang tinggi. Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkuat soliditas dan sinergi antar instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.Turut hadir Ketua Umum Kormi Sumsel Hj. Samantha Tivani Herman Deru, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumsel dr. Syamsuddin Isaac Suryamanggala, Sp.OG dan Para Kepala OPD lainnya.
Sumsel
Herman Deru Buka Gerbang Internasional Sumsel, AirAsia Siap Terbang dari Palembang ke Kuala Lumpur
Palembang. Harapan masyarakat Sumatera Selatan untuk kembali memiliki akses penerbangan internasional akhirnya terwujud. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang resmi menyandang kembali status bandara internasional, dan maskapai AirAsia siap membuka rute langsung Palembang–Kuala Lumpur mulai September atau Oktober 2025.Kabar gembira ini terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dengan jajaran pimpinan Indonesia AirAsia yang dipimpin oleh Eddy Krismeidi Soemawilaga, Head of Indonesia Affairs and Policy, di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Senin (2/6).Sebelumnya, Bandara SMB II sempat mengalami penurunan status menjadi bandara domestik sejak 2 April 2024. status internasional resmi dikembalikan melalui Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 26 Tahun 2025, yang ditetapkan pada 25 April 2025.“Perjuangan kita untuk mengembalikan status internasional ini adalah bentuk komitmen untuk membuka akses Sumatera Selatan ke manca negara. Terima kasih kepada AirAsia yang merespons cepat dengan rencana pembukaan rute internasional,” ujar HD.Ia juga menekankan manfaat besar bagi masyarakat, dari sisi efisiensi biaya dan waktu. “Dengan dibukanya rute langsung, masyarakat tidak perlu lagi transit di kota lain untuk ke luar negeri. Ini jelas lebih praktis, hemat waktu dan biaya,” tambahnya.Pihak AirAsia menyampaikan saat ini tengah dalam proses perizinan ke Kementerian Perhubungan. Jika lancar, penerbangan sudah bisa dimulai lebih cepat dari jadwal. Rute perdana akan menghubungkan langsung Palembang dengan Kuala Lumpur, baik keberangkatan maupun kepulangan.“Kami berterima kasih atas dukungan penuh Pak Gubernur. Insyaallah kami siap beroperasi segera setelah izin keluar,” ujar Eddy Krismeidi.Sementara itu, General Manager Bandara SMB II, R. Iwan Winaya Mahdar, memastikan bahwa bandara telah siap sepenuhnya. “Kami tidak mengalami kendala teknis. Kapan pun diminta, kami siap layani penerbangan internasional,” tegasnya.Selain membuka konektivitas internasional, Gubernur HD juga meminta jajaran Pemprov untuk lebih gencar mempromosikan potensi Sumsel – terutama sektor pariwisata, budaya, dan kuliner – agar menarik minat wisatawan mancanegara datang ke Bumi Sriwijaya.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang Ajak ICMI Orwil Sumsel, Perkuat Sinergitas Pembangunan Daerah
Palembang– Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, menerima kunjungan silaturahmi pengurus Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Sumatera Selatan beserta jajaran.Pertemuan ini berlangsung di Ruang Tamu Wagub Sumsel pada Senin, (2/6/2025) dalam rangka membangun sinergitas dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.Dalam audiensi ini, ICMI menyampaikan beberapa poin penting, antara lain pembaruan struktur kepengurusan. Dalam kesempatan tersebut, ICMI secara resmi meminta kesediaan Wagub Cik Ujang untuk menjadi Wakil Ketua Dewan Penasihat ICMI Orwil Sumsel. Selain itu, ICMI juga memohon dukungan dari Pemprov Sumsel untuk kegiatan kesekretariatan, operasional, dan berbagai kegiatan sosial yang akan mereka selenggarakan.Menanggapi hal tersebut, Wagub Cik Ujang menyambut baik kedatangan ICMI dan menyampaikan apresiasinya atas tekad ICMI untuk berkontribusi dalam memajukan Sumatera Selatan.Ia menyatakan kesediaannya untuk mendukung kebutuhan ICMI selama sesuai dengan aturan dan kemampuan Pemprov Sumsel. "Pajak mobil yang mati akan kami bantu," ujar Wagub Cik Ujang.Terkait posisi Wakil Ketua Dewan Penasihat, Wagub Cik Ujang menyatakan bahwa hal tersebut memang sudah menjadi aturan dan ia bersedia menerima amanah tersebut.Pertemuan silaturahmi ini diharapkan dapat memperkuat hubungan baik antara Pemprov Sumsel dan ICMI, sehingga program-program pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar. Wagub Cik Ujang juga berharap ICMI dapat terus berkiprah sebagaimana mestinya dalam memajukan daerah.