Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Dandrem  044/GAPO, Lakukan Patroli Sungai Pantau Wilayah Karhutla Sumsel
04 Feb 2018 Dilihat 34x

Dandrem 044/GAPO, Lakukan Patroli Sungai Pantau Wilayah Karhutla

Palembang, Sumselprov.go.id -- Untuk mengoptimalisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan, Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari jajaran Korem 044/Gapo dipimpin langsung oleh Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP melakukan patroli melalui jalur sungai guna memantau wilayah rawan terhadap Karhutla, Sabtu (3/2/2018). Patroli ini menggunakan  Speedboat mulai start dari Dermaga Bekangdam II/Swj dengan menelusuri daerah-daerah rawan kebakaran di pinggiran sungai musi yang meliputi wilayah Ogan Ilir, Banyuasin hingga ke wilayah Pali. Dan untuk memantau wilayah di daratan, sesekali rombongan Tim Patroli Karhutla turun dengan menggunakan Motor Trail yang dibawanya untuk menjangkau wilayah darat yang rawan Karhutla. Patroli Karhutla secara terpadu yang dilakukan Korem 044/Gapo ini dilakukan untuk mendukung program Provinsi Sumatera Selatan bebas asap, khususnya menjelang perhelatan Asian Games pada bulan Agustus 2018 nanti. Selain meningkatkan patroli secara intensif guna mengantisipasi Karhutla, para peserta dalam perjalanan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dan hutan. Sosialisasi yang dilakukan berupa bahaya dan ancaman melakukan pembakaran lahan dan himbauan agar masyarakat meninggalkan cara membuka lahan dengan pembakaran. Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. disela-sela kegiatan mengatakan, kebiasaan masyarakat dalam membuka lahan dengan cara membakar harus dihindari dengan terus melakukan sosialisasi maupun melakukan patroli agar kebakaran tidak terjadi, karena dampak kebakaran lahan ini cukup luas, ini sangat berbahaya dan cara-cara lama membuka lahan dengan dibakar harus ditinggalkan.  “Karhutla yang dapat menyebabkan kabut asap berdampak buruk tidak hanya pada materi, namun juga imaterial berupa gangguan kesehatan, untuk itu kita harus bersama-sama menjaga wilayah kita ini jangan ada kebakaran,” jelas Danrem. Selain itu, Danrem juga menyampaikan, dalam rangka antisipasi Karhutla selain melakukan patroli secara intensif ke wilayah rawan Karhutla, dirinya akan terus berkoordinasi dengan Satgas Karhutla Sumsel yang terdiri dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni serta instansi lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan, apalagi pada tahun ini di Palembang akan digelar Asian Games.  "Sosialisasi terus ditingkatkan, begitu juga pengawasan dan patroli, beberapa hari terakhir cuara mulai panas, ini harus diantisipasi bersama," pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/Nopri(BPBD)

Baca Detail
Presiden Harap UI Jadi Penopang Ekosistem Nasional Dalam Hadapi Era Persaingan Sumsel
04 Feb 2018 Dilihat 116x

Presiden Harap UI Jadi Penopang Ekosistem Nasional Dalam Hadapi Era Persaingan

Sumselprov.go.id Jakarta- Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasihnya kepada Universitas Indonesia (UI) yang telah melahirkan banyak sumber daya manusia unggul bagi Indonesia. Menurut Presiden, di Kabinet Kerja, saat ini UI memiliki lulusan terbanyak dibanding dengan perguruan tinggi lainnya. Sabtu(4/2) Di awal sambutannya dalam acara Dies Natalis ke-68 UI di Balairung Kampus UI, Depok, Jawa Barat, pada Jumat, 2 Februari 2018, ia memperkenalkan jajarannya yang merupakan alumnus UI. Secara berturut-turut, yakni Darmin Nasution, Puan Maharani, Sri Mulyani, Nila Moeloek, Sofyan Djalil, dan Bambang Brodjonegoro. "Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Indonesia. Sebab Universitas Indonesia lah penyumbang terbanyak menteri-menteri di Kabinet Kerja. Sampai saat ini ada enam alumni UI yang sekarang membantu saya di Kabinet Kerja," ucapnya yang langsung disambut tepuk tangan. Selain keenam menterinya, Presiden Joko Widodo juga menyebut tiga alumnus UI lainnya yang kini turut berperan di dalam pemerintahan. Ketiganya ialah Moeldoko, Sukardi Rinakit, dan Johan Budi. "Ini menunjukkan Universitas Indonesia itu gudangnya orang-orang pintar. Universitas Indonesia itu sumbernya para pejuang pembangunan. Universitas Indonesia itu sumber inspirasi dan sumber energi untuk satu tujuan yaitu mencapai Indonesia maju," sambungnya. Indonesia yang maju tentu dibangun salah satunya oleh para sumber daya manusia yang unggul. Manusia yang di satu sisi bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar rakyat, tapi di sisi lain juga mampu memenangkan kompetisi global. Di era persaingan global ini, adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengambil peranan penting. Sebab, ilmu dan teknologi itu sendiri terus berkembang dengan cepat. Maka itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa saat ini kita butuh sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan itu. "Kita tidak bisa mengisolasi diri dari perkembangan tersebut," ucapnya. Perkembangan teknologi dalam praktiknya memengaruhi semua lanskap kehidupan, baik itu ekonomi, sosial-budaya, hingga politik nasional maupun internasional. Dirinya menyebut apabila lanskap ekonomi dan sosial-budaya berubah, maka perguruan tinggi juga harus bersiap untuk berubah. "Pasti agenda penelitian juga perlu mengalami perubahan, kurikulum dan metode pendidikan juga harus berubah, kompetensi SDM yang dibutuhkan juga berubah, cara kerja organisasi juga harus menyesuaikan," ujarnya. Tidak ada pilihan lain agar Indonesia menjadi lebih baik selain melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud ialah perubahan pada pola pikir, cara kerja, model organisasi, produktivitas, kedisiplinan nasional, dan inovasi. "Saya yakin bahwa pendidikan tinggi adalah organisasi yang paling sempurna sebagai rujukan reformasi tersebut," tuturnya. Oleh karenanya, kepada UI secara khusus dan perguruan tinggi lain pada umumnya, Presiden Joko Widodo berharap agar dunia akademis mampu menjadi penopang ekosistem nasional dalam menghadapi era persaingan ini. Tak hanya kepada jajarannya di pemerintahan, ia juga mengajak perguruan tinggi untuk tidak lagi terjebak pada rutinitas semata. "Inovasi adalah kata kunci. Jangan lagi terjebak dalam rutinitas. Cara-cara baru harus dikembangkan. Keinginan mahasiswa dan dosen untuk berinovasi harus ditumbuhkan," ujarnya. Selain itu, perguruan tinggi pun juga dimintanya untuk menjalankan pendidikan dengan cara-cara baru, inovasi, dan kreativitas. Demikian halnya dengan kurikulum dan agenda riset yang harus dibenahi untuk disesuaikan dengan teknologi dan kebutuhan baru. "Saya paham agenda perubahan selalu tidak mudah. Tetapi, saya yakin UI bisa melakukannya. Menjadi contoh bagi lahirnya inovasi-inovasi dalam berorganisasi. Menjadi contoh dalam kurikulum dan metode pendidikan yang melahirkan SDM unggul dan kompetitif. Menjadi contoh dalam riset dan hilirisasi yang menyejahterakan rakyat dan memenangkan Indonesia dalam persaingan global," Presiden menambahkan. Mengakhiri sambutannya, Presiden menyatakan keyakinannya bahwa UI mampu memberi lebih banyak lagi kontribusi bagi kemajuan Indonesia seperti yang dicitakan. "Selamat ulang tahun ke-68. Dirgahayu Universitas Indonesia. Pandulah Indonesia menuju masa depan nan jaya," tutupnya. Tampak hadir dalam acara tersebut, Kepala DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Agraria Tata Ruang Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.   MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ/M

Baca Detail
HUT PERADI, Gubernur Jualan Asian Games Sumsel
04 Feb 2018 Dilihat 168x

HUT PERADI, Gubernur Jualan Asian Games

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memaparkan progres kesiapan dan tujuan pelaksanaan Asian Games XVIII tahun 2018 di Palembang kepada DPC Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Palembang pada malam puncak peringatan HUT PERADI ke XIII Provinsi Sumsel di Griya Agung Palembang, Jum'at malam (2/2).  "Saya tidak cerita tentang Peradi atau tentang penegakan hukum, saya mau jualan tentang Asian Games mumpung yang hadir disini banyak yang dari luar Sumatera Selatan," ujar Alex kepada seluruh anggota PERADI. Lanjut Gubernur Sumsel Alex Noerdin, pelaksanaan Asian Games bukan tujuan utama, melainkan sebagai alat untuk mencapai tujuan pembangunan Sumsel. Menurutnya, dengan event olahraga Internasional itu Sumsel berhasil menyerap dana pembangunan infrastruktur total sebanyak Rp 68 triliun, jauh lebih besar dari APBD Sumsel yang hanya Rp 8 triliun lebih. "Zero Konflik modal utama kita sebagai tuan rumah Asian Games, kemudian kedua kita berpengalaman menyelenggarakan event internasional mulai dari tahun 2011 sebagai tuan rumah Sea Games. Selain itu, modal kita adalah Jakabaring Sprot City komplek olahraga berstandar internasional," terang Alex. Lebih jauh dikatakannya untuk membangun suatu daerah akan sangat sulit jika dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana APBD. Karena itu, pemerintah daerah perlu menarik dana dari luar baik melalui investasi maupun bantuan dari pihak ketiga. Untuk itu tujuan utama Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games yakni mempromosikan Sumsel kepada dunia untuk menarik minat investor menanamkan modalnya di Sumsel. "Kita Sumatera Selatan bukan Provinsi terbesar dan terkaya di Indonesia tapi kita Provinsi yang memiliki semangat paling tinggi untuk maju," tegasnya. Ketua DPC PERADI Kota Palembang, Hj. Nurmala mengatakan, mewakili seluruh anggota PERADI pihaknya sangat bangga dan mengapresiasi keberhasilan Gubernur Alex Noerdin yang telah berhasil membawa Sumsel lebih maju dan dikenal bukan hanya di tingkat nasional namun juga di tingkat Internasional melalui berbagai event olahraga yang di gelar. "Kami semua PERADI sangat mengapresiasi pak gubernur, di bawah kepemimpinan bapak Gubernur Alex Noerdin kita PERADI siap mendukung suksesnya pelaksanaan Asian Games di Palembang," tegasnya. Nurmala menambahkan, HUT PERADI sebenarnya jatuh pada tanggal 21 Desember, karena begitu banyak rangkaian kegiatan yang kita laksanakan sehingga puncak peringatan HUT PERADI baru di laksanakan sekarang.  "Terima kasih kepada bapak Gubernur yang telah mengizinkan kita menggunakan Griya Agung sebagai tempat dilaksanakannya acara HUT PERADI," ungkapnya. Lanjut Nurmala, pihaknya sangat senang HUT PERADI kali ini tidak hanya dihadiri para advokad saja melainkan berbagai lapisan masyarakat juga turut hadir seperti dari perguruan tinggi dan masyarakat lainnya. Selain itu, HUT kali ini dihadiri juga ketua DPC PERADI dari daerah lain seperti Jambi, Lampung, Bangka Belitung dan lainnya. "Kita sangat berharap pada peringatan HUT kali ini dapat memberikan cerita baru untuk dibagikan kepada PERADI di daerah lainnnya, khususnya tentang Asian Games yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan," pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Dirjen PPI: Segera Registrasi Kartu Prabayar Jangan Tunggu Batas Akhir Sumsel
03 Feb 2018 Dilihat 473x

Dirjen PPI: Segera Registrasi Kartu Prabayar Jangan Tunggu Batas Akhir

Cirebon, Sumselprov.go.id --  Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli meminta masyarakat untuk tidak menunda registrasi menjelang batas akhir. "Hingga saat ini sudah 181 juta pelanggan yang registrasi, ikuti jangan ditunda-tunda. Jangan mepet registrasi menjelang batas akhir (red: 28 Februari 2018), karena akan ada kesibukan trafik data disaat banyak yang akan registrasi," jelasnya kepada mahasiswa peserta Kuliah Umum "Pembangunan Infrastruktur dalam Ekonomi Digital" di Universitas Muhammadiyah Cirebon, Jumat (2/2/2018). Dirjen Ramli menambahkan kebijakan registrasi kartu prabayar merupakan upaya pemerintah untuk menjamin keamanan pelanggan dan masa depan ekonomi digital. "Di samping itu, kita telah memasuki era revolusi ke-4 dimana banyak transaksi dilakukan secara elektronik dan melalui handphone untuk transaksi perbankan, jual beli juga pembayaran," tambahnya. Senada dengan Dirjen PPI, Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI)  Merza Fachys menjelaskan manfaat registrasi ulang salah satunya negara mulai tertib di bidang telekomunikasi. "Selain itu registrasi ini juga diharapkan bisa mencegah terjadinya penipuan yang kerap kali dilakukan melalui handphone," katanya. Merza juga mengingatkan agar masyarakat tidak perlu khawatir akan keamanan data pribadinya. "Masyarakat tidak perlu khawatir datanya disalahgunakan, karena operator terikat peraturan pemerintah yang ketat, dan semua operator harus memiliki ISO 27001 untuk menjaga keamanan data pelanggan," pungkas Merza. (VE/Kominfo) MC Diskoinfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Dua Rangkaian Kereta LRT Datang Maret Sumsel
03 Feb 2018 Dilihat 177x

Dua Rangkaian Kereta LRT Datang Maret

Palembang, Sumselprov.go.id -- Light Rail Transit (LRT) Kota Palembang akan segera dilakukan uji coba pengoperasiannya. Setelah, rangkaian gerbong tahap pertama sampai di Kota Palembang. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT Palembang, Sunarto mengatakan, rangkaian kereta yang diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA), tidak lama lagi akan datang ke Kota Pempek. Pada tahap pertama, sebanyak 2 rangkaian gerbong. "Tahal pertama akan didatangkan dua rangkaian pada akhir Maret," ungkapnya, Kamis (1/2). Dia menambahkan, kapasitas penumpang pada satu gerbong diperkirakan dapat mengangkut hingga 536 orang. Menurutnya, kecepatan kereta yang telah didesain sekitar 100km/jam. Akan diatur mempunyai kecepatan maksimum yang menyesuaikan dengan kondisi track atau jalur lintasan. "Untuk beberapa lengkung kecepatan kereta dibatasi hanya 35 km/jam, dan untuk lengkung 80 meter kecepatan kira-kira hanya 27 km/jam,” paparnya.[sri/Aan Wahyudi] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Antisipasi Karhutla, Dandim 0402/OKI Dirikan Posko dan Pos Pantau Karhutla Sumsel
03 Feb 2018 Dilihat 31x

Antisipasi Karhutla, Dandim 0402/OKI Dirikan Posko dan Pos Pantau Karhutla

Palembang, SUMselprov.go.id -- Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah teritorial Kodim 0402/OKI, Komandan Kodim 0402/OKI Letkol Inf Seprianizar, S.Sos. memerintahkan jajarannya untuk membangun Posko dan Pos Pantau siaga Karhutla dengan melibatkan instansi terkait yang ada di wilayahnya. Posko dan Pos Pantau siaga Karhutla yang telah dibangun secara swadaya dengan Babinsa sebagai inisiator ini, Dandim 0402/OKI Letkol Inf Seprianizar, S.Sos. melakukan pengecekan di wilayah Kec. Inderalaya Utara Kab. Ogan Ilir guna memberikan motifasi dan semangat serta sebagai tanggungjawab di Komandonya terhadap tindakan yang telah diperbuat oleh anggota pada Jumat (2/1/2018), dimana daerah ini merupakan wilayah yang rawan terhadap Karhutla setiap tahunnya. Dalam pengecekannya, Letkol Inf Seprianizar, S.Sos. melakukan pengecekan terhadap bangunan Posko maupun Pos Tinjau berupa personel yang melakukan siaga dan perlengkapan yang sudah tersedia berupa alat komunikasi, alat pemadam kebakaran dan alat transportasi. Dari beberapa tempat yang telah dicek, masih terdapat Posko maupun Pos Pantau yang belum tersedia perlengkapan, hal ini akan dilengkapi berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya. Komandan Kodim 0402/OKI Letkol Inf Seprianizar, S.Sos. mengatakan, Posko dan Pos Pantau Karhutla ini dibentuk sebagai upaya pencegahan secara dini terhadap terjadinya Karhutla di wilayahnya, dan pembangunan Posko maupun Pos Pantau inipun secara swadaya masyarakat dengan Babinsa sebagai inisiator. “Nantinya dalam operasional Babinsa bersama masyarakat dan instansi terkait seperti BPBD, Polres Ogan Ilir, Manggala Agni dan Pemadam Kebakaran setempat akan melakukan siaga selama 1 x 24 jam setiap hari,” terangnya. Lebih lanjut Dandim 0402/OKI mengungkapkan, dalam waktu dekat tepatnya pada minggu kedua Februari akan dilaksanakan apel gelar pasukan yang terlibat dalam kegiatan Karhutla bertempat di halaman Kantor Bupati Ogan Ilir, dan dilanjutkan pada minggu ketiganya akan dilaksanakan latihan bersama dari Manggala Agni. “Pada bulan Februari ini akan dilaksanakan apel dan latihan bersama. Dan untuk di Posko maupun Pos Pantau yang perlengkapannya belum lengkap akan dikoordinasikan kepada Pemda OI, BPBD Prov. Sumsel dan Perusahaan untuk pemenuhan peralatan dan perlengkapan,” terangnya.(Sumber : KOREM 044 GAPO @PENREM) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Mampu Tahan Beban 35 Ribu Ton, Jembatan Musi VI Sudah Capai 60% Sumsel
03 Feb 2018 Dilihat 53x

Mampu Tahan Beban 35 Ribu Ton, Jembatan Musi VI Sudah Capai 60%

Palembang, Sumselprov.go.id -- Dengan kabel seling atau hanger yang terbuat dari baja sebagai pengangkat beban, dipastikan Jembatan Musi VI akan kuat menahan beban. Nanti, jika sudah bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun empat, jembatan tersebut dipastikan mampu menahan beban maksimal hingga 35 ribu ton. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi VI Joko Saputra mengatakan, untuk satu kabel seling tersebut bisa menahan beban seberat 3.400 ton. Sedangkan Jembatan Musi VI sendiri terdapat sebanyak 36 kabel seling. “Artinya puluhan ribu ton bisa ditopang oleh jembatan itu (Musi VI-red),” kata Joko, Kamis (1/2). Dikatakan Joko, kabel seling tersebut mampu bertahan 50-100 tahun. Namun begitu tetap perlu perawatan setiap tahunnya agar tidak lekas rusak. Adapun kabel seling yang digunakan diimpor dari Cina. Joko mengatakan, progres jembatan yang menghubungkan Jalan SM Mansyur di wilayah Kecamatan Ilir Barat (IB) II dengan Jalan Faqih Usman di Kecamatan Seberang Ulu I ini sudah mencapai 60 persen dari rencana 59 persen. Saat ini pengerjaan tahap pertama telah selesai dan masuk tahap kedua. “Penyambungan tengah berjalan. Sekarang ini kendalanya hujan. Kalau hujan, kita tidak berani kerja. Perkiraan waktunya satu bulan dan pengecoran pada Februari,” jelasnya. Pengerjaan lainnya pada tahap kedua ini, lanjut Joko, jalan akses Jembatan Musi VI ditambah landscape, ornamen serta art lighting atau semacam lampu yang ada di jembatan. Selain itu landscape atau taman pagar serta pengaman di proyek. Jembatan ditargetkan selesai dan bisa dilewati pada Juni atau Juli untuk Asian Games mendatang. “Akses jalan pendekat ada sebagian belum bebas. Sekarang proses pembayaran pembebasan lahan. Semua berjalan beriringan,” tutur Joko. Ia mengatakan, jembatan tersebut memiliki panjang 1.125 meter dengan lebar 11,50 meter. Tinggi kendaraan yang bisa melewati jembatan maksimal lima meter. Sedangkan jalan akses pendekat total 550 meter di Ilir dan 225 meter di Ulu. Jembatan tersebut berada 13 meter dari permukaan air sungai Musi dengan menghabiskan dana total Rp563 miliar. “Jembatan ini mirip dengan jembatan yang ada di Vietnam. Jika jalan ini selesai bisa mengalihkan pengendara dari Jembatan Ampera kira-kira 40 persen,” pungkasnya.#rio MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Ketua Tim BAP DPD RI Apresiasi Capaian Opini WTP Sumsel  Sumsel
03 Feb 2018 Dilihat 156x

Ketua Tim BAP DPD RI Apresiasi Capaian Opini WTP Sumsel

Palembang, Sumselprov.go.id - -Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar menerima kunjungan kerja dari Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Ruang Rapat Bina Praja Provinsi Sumsel, Jumat (2/2). Adapun kunjungan DPD RI kali ini dalam rangka rapat kerja BAP DPD RI untuk tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Tahun 2016/2017 pada Pemprov Sumsel. Dalam kunjungan tersebut ada 12 anggota BAP DPD RI yang hadir dipimpin oleh Ketua Tim BAP DPD RI Ayi Hambali.  Pada kesempatan itu, Sekda Sumsel Nasrun Umar melaporkan kondisi mengenai cara Pemprov Sumsel menyikapi hasil dari pemeriksaan Perwakilan BPK Sumsel atas laporan keuangan Pemprov Sumsel.  Disampaikannya ada dua agenda, pertama tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI tahun 2016/2017, kedua sistem standar akuntansi pemerintah daerah berbasis accrual pada Pemprov Sumsel.  "Kami laporankan bahwa sejak tahun 2014, 2015, dan tahun 2016 Pemprov Sumsel telah mendapat opini WTP. Alhamdulilah 2014 sampai 2016 mendapat opini WTP, dan semua itu tidak terlepas dari kerjasama stakeholder yang ada di OPD Provinsi Sumsel,"ujarnya.  Nasrun menyampaikan, berdasarkan peraturan BPK RI nomor 2 tahun 2010 tentang pemantauan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan BPK. Pelaksanaannya yang dapat berupa jawaban penjelasan paling lambat 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan.  Upaya Pemprov Sumsel menyikapi hal tersebut, jelas dia dengan menunjuk Inspektorat daerah untuk mendampingi tim BPK selama melakukan pemeriksaan. Melakukan pembahasan dan pemantauan temuan hasil pemeriksaan secara intensif selama pelaksanaan pemeriksaan dari TIM BPK. Kemudian membentuk TIM terpadu (terdiri dari beberapa OPD) guna tindak lanjut efektif.  Di dalam paparan nya, Nasrun juga menyebutkan berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 64 tahun 2013 tentang penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual pada pemerintah daerah. Tata kelola keuangan pemerintah mulai tahun 2015 dan seterusnya mengalami perubahan dari sebelumnya berbasis cash toward accrual menjadi accrual basic.  "Mudah-mudahan atas kunjungan dari BAP DPD RI membawah angin segar bagi Pemprov Sumsel," tutup Nasrun.  Sementara itu, Ayi Hambali mengatakan, sesuai konstitusi bahwa DPD RI melakukan rapat dipusat dan di daerah. "Kali ini kami sedang melakukan rapat di daerah salah satunya ke Provinsi Sumsel, terima kasih kepada Pemprov Sumsel atas fasilitasnya,"katanya.  Dalam rapat tersebut, Ayi memberikan apresiasi kepada Pemprov Sumsel beserta seluruh kabupaten/kota se Sumsel karena di tahun 2017 mendapat Opini WTP. "Alhamdulillah pada tahun 2017 semuanya Opini WTP, terkecuali masih ada satu Kabupaten,"ungkapnya.  Pasa kesempatan ini, Ayi juga meminta Kepala Daerah masing-masing Kabupaten/Kota untuk melaporkan hasil pada rapat tersebut.  Hadir juga pada rapat ini, Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara Syarif Hidayat, Sekda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Husin, Sekda Ogan Ilir Herman, Inspektur Kota Palembang Gusmah Yuzar dan Inspektur Muba R.E Aidil Fitri. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Terintegrasi LRT, Jalur Tranportasi Berubah Sumsel
02 Feb 2018 Dilihat 257x

Terintegrasi LRT, Jalur Tranportasi Berubah

Palembang, Sumselprov.go.id -- Segera beroperasionalnya LRT (light rail transit) akan berdampak pada operasional angkutan umum di Palembang. Salah satu yang membutuhkan penyesuaian yakni rute transportasi dalam kota. Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Agus Supriyanto, menjelaskan, saat LRT beroperasional memang akan ada perubahan jalur transportasi. “Sistem transportasi nanti dibuat terintegrasi,” ujarnya, kemarin. Khusus untuk BRT Transmusi, tak hanya berhenti mengangkut penumpang di halte haltenya, tapi juga menyambut penumpang LRT. Bus Transmusi menjadi transportasi massal yang beroperasi di jalan protokol. Untuk bus kota, saat ini tersisa 50 unit lagi. “Izin trayeknya habis tahun ini semua. Setelah itu, digantikan dengan Transmusi,” bebernya. Sedang angkutan kota (angkot), jumlahnya sudah berkurang banyak. Kalaupun masih banyak, hanya di jalur protokol tertentu seperti Plaju dan Kertapati. “Angkot juga sudah mulai kita alihkan ke trayek baru. Yang ditawarkan, rute menuju perumahan seperti ke Perumahan Talang Kelapa, Perumdam, Kuburan Cina, dan lainnya. Atau jalan-jalan kecil sampai ke rute pinggiran,” ungkap Agus. Diakuinya, trayek baru memang belum banyak peminatnya. Tapi dia yakin akan berkembang. Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Jalan Dishub Sumsel, Fansuri menambahkan, moda transportasi harus saling terintegrasi satu sama lain . Dengan begitu, akan memberikan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat pengguna jasa. LRT sebagai salah satu moda utama dapat berfungsi maksimal jika terintegrasi secara baik dengan angkutan lanjutannya (feeder). “Salah satu feeder yang dapat dioptimalkan yaitu angkutan perkotaan yang ada saat ini,” imbuhnya. Kepala Bidang (Kabid) Perkeretaapian Dishub Sumsel, Afrian Joni, menambahkan, uji coba kereta LRT direncanakan awal Maret nanti. Sebelum Asian Games, kereta itu sudah siap dioperasionalkan. LRT Palembang menggunakan tarif perintis atau public service obligation. Artinya, operasional kereta ini akan disubsidi pemerintah. Setiap tahun, pemerintah akan mengalokasikan dana subsidi mendukung operasional LRT tersebut. “Untuk tarif sudah fix Rp5.000 per penumpang,” imbuhnya. Dana subsidi itu untuk menutupi kebutuhan biaya listrik, petugas, pemeliharaan, kebersihan dan lainnya. Besaran pasti biaya operasional per tahun belum bisa dipastikan. Tapi dipastikan tembus miliaran rupiah. Tanpa subsidi dan hanya mengandalkan pendapatan dari tiket, tentu operasional LRT Palembang tak bisa maksimal. “Tapi kita juga belum tahu berapa lama subsidi ini akan diberikan pemerintah,” cetus Afrian. Seandainya subsidi disetop, bukan tidak mungkin tarif penumpang LRT akan naik. Namun, untuk sementara, tarif  Rp5.000 per penumpang itu flat. Artinya, penumpang naik dari stasiun mana saja dan akan ke mana ongkosnya senilai itu. Namun ada wacana khusus penumpang yang naik dari stasiun Bandara SMB II, tarifnya akan lebih mahal. “Tapi berapa besar tarifnya akan dirapatkan lagi, saat ini belum fix,” ujarnya. Degan tarif terjangkau, Afrian meyakini kalau LRT ini akan menjadi transportasi massal alternatif pilihan masyarakat. Namun, pihaknya menyadari kalau operasional kereta ini tetap membutuhkan dukungan dari moda transportasi darat lainnya. “Perlu adanya konektivitas transportasi. Dalam waktu dekat, hal itu akan dirapatkan dengan berbagai pihak terkait,” tukasnya. Saat ini, kereta LRT belum selesai dikerjakan PT Inka di Madiun. “Doakan saja semuanya lancar,” kata Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi. Targetnya, operasional LRT Palembang dilakukan sebelum pelaksanaan Asian Games nanti. Ditambahkan Vice President (VP) Public Relation PT KAI, Agus Komarudin, untuk kereta LRT direncanakan tiba di Kota Palembang awal Maret nanti. Pengiriman dilakukan PT Inka secara bertahap. “Dari 8 trainset yang dipesan PT KAI, akan dikirim dulu dua trainset,” bebernya. Agus menjelaskan, satu trainset (rangkaian) terdiri dari tiga gerbong. Dengan begitu, total ada 24 kereta untuk LRT Palembang. Ia memastikan, sebelum dikirim ke Palembang, kereta akan terlebih dahulu diuji coba PT Inka. “Setelah dinyatakan laik jalan, baru dikirim,” imbuhnya. Agus memastikan, kereta yang dibuat tipenya electrical multiple unit. “Sejenis kereta listrik, bukan komuter seperti yang ada di Jakarta,” tuturnya. Dia menegaskan, LRT Palembang harus sudah beroperasi Juni mendatang. Selama Asian Games, kereta ini untuk armada angkut para atlet dan ofisial peserta. Setelah event olahraga tingkat Asian itu berakhir, fasilitas ini dioperasionalkan secara komersil untuk umum. (yun/fad/ran/ce1) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.