Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sekda Sumsel Tinjau Pemetaan Kompetensi dan Potensi ASN
PALEMBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra meninjau pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, bertempat di Kantor BKN Regional VII Palembang, Rabu (16/9/2026).Dalam kunjungan tersebut, Sekda Sumsel melihat secara langsung pelaksanaan profiling ASN sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperoleh gambaran kompetensi, potensi, serta kapasitas aparatur di lingkungan Pemprov Sumsel.Profiling ASN diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam pengelolaan manajemen ASN yang lebih terarah, objektif, dan sesuai dengan kompetensi masing-masing aparatur.H. Edward Candra menilai, pemetaan kompetensi dan potensi ASN penting dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik kepada masyarakat.Ia juga berharap seluruh proses profiling dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi peningkatan kinerja aparatur serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan profesional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKD Sumsel Ismail Fahmi beserta pejabat yang mewakili.
Sumsel
Herman Deru Dorong Penyelesaian Permasalahan Jalan Tol Trans Sumatera di Wilayah Sumsel
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima audiensi Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Pemerataan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah I Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Syahrudin, di Griya Agung, Selasa (15/9/2026).Audiensi tersebut membahas monitoring serta percepatan penyelesaian pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan.Dalam kesempatan itu, Syahrudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Gubernur Herman Deru, dalam mendorong percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembangunan jalan tol.Sementara itu, Herman Deru mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebenarnya dapat mendelegasikan proses tersebut kepada pemerintah kabupaten/kota, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. “Kenapa ini tidak kita lakukan, Karena kita menginginkan akselerasi. Sehingga ini masih kita handel agar penyelesaian ruas jalan tol ini dapat cepat diselesaikan dan masyarakat segera bisa menikmati ruas jalan tol tersebut,” ujar Herman Deru.Herman Deru juga mengingatkan agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan, termasuk persoalan sertifikat kepemilikan tanah, dapat diselesaikan secara bijak dan mengedepankan kepentingan masyarakat.Herman Deru juga meminta agar seluruh pihak memiliki jadwal kerja (time schedule) yang jelas sehingga proses penyelesaian pengadaan tanah dapat segera dituntaskan. Ia berharap pada November mendatang tahapan yang diperlukan sudah dapat dilaksanakan.Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menekankan beberapa hal yang harus menjadi perhatian, antara lain:Memastikan ketersediaan pendanaan untuk proses pengadaan tanah, Memastikan data persil tanah benar dan akurat, dan Memastikan data tanaman/tumbuhan di atas lahan telah diverifikasi dengan baik serta Memastikan masyarakat memperoleh ganti kerugian yang setara dan sesuai, sehingga tidak menimbulkan rasa ketidakadilan.
Sumsel
Herman Deru: Kolaborasi dan Kerja Keras Bersama Jadi Kunci Penanggulangan Karhutla Sumsel
Palembang. Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat melalui sinergi seluruh pihak. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat mengikuti Rakor Teknis Penanggulangan Karhutla Prov. Sumsel Tahun 2026 Kantor BPBD Sumsel, Selasa (15/9/2026).“Alhamdulillah, kerja keras seluruh satgas pemadaman sudah optimal dan hasilnya sudah terlihat. Kontribusi water bombing hanya sekitar 10 persen, artinya kontribusi masyarakat dan satgas darat sangat berperan dalam penanganan Karhutla ini,” ujar Herman Deru.Menurutnya, perhatian Pemerintah Pusat terhadap kondisi Karhutla di Sumsel juga menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan koordinasi dalam menghadapi ancaman kebakaran.“Hari ini kita mendapat perhatian khusus dengan kedatangan Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB. Ini menunjukkan bahwa penanganan Karhutla menjadi perhatian bersama,” katanya.Herman Deru juga menyoroti Kondisi geografis wilayah yang relatif rendah menyebabkan asap yang menganggu aktivitas masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mencermati indikator kualitas udara (ISPU) sebagai salah satu pertimbangan dalam mengambil kebijakan, termasuk kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kondisi tidak memungkinkan belajar tatap muka.Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya konsolidasi dan integrasi data dalam penanggulangan Karhutla."Pengelolaan data yang terintegrasi akan membantu pemerintah dalam mengorganisasikan penanganan secara lebih baik, termasuk dalam menentukan prioritas dan mengalokasikan sumber daya secara tepat", ujar Menhut.Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla Sumsel yang dinilai telah bekerja maksimal."Keberhasilan memadamkan sekitar 404,22 hektare lahan merupakan capaian luar biasa. Meski demikian, kontribusi satgas darat tetap perlu terus dioptimalkan", kata Suharyanto.Turut hadir Forkopimda Sumsel, Sejumlah Bupati/Walikota yang sempat hadir dan Para Kepala OPD.
Sumsel
Hadiri Rakor Bersama Menko Polkam, Pemprov Sumsel Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla
PALEMBANG — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Perkembangan Penanganan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara virtual, Selasa (15/9/2026). Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Djamari Chaniago.Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari Chaniago menekankan pentingnya konsistensi dan akurasi data antarinstansi. Hal ini bertujuan agar informasi luasan lahan yang terbakar dapat diakses publik secara terbuka, sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal melalui koordinasi ketat lintas unsur."Harus segera kita rangkumkan data secara tepat, termasuk kasus yang sudah ditangani dan segera kita sampaikan kepada masyarakat atas penanggulangan dan penanganan yang kita laksanakan. Terima kasih atas semua tim yang terlibat," tegas Menko Polkam.Dalam rakor tersebut dipaparkan pembaruan data Karhutla dari berbagai wilayah. Khusus untuk Provinsi Sumatera Selatan, data per 14 September 2026 mencatat Titik Hotspot: 116 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, Titik Api (Fire Spot): 20 titik ditemukan, Estimasi Luas Terbakar: ±404,22 hektare dengan Capaian Pemadaman: Total 319,97 hektare berhasil dipadamkan, terdiri dari pemadaman Satgas Darat (289,97 ha) dan Satgas Udara/water bombing (30 ha) dan Sisa Area Terbakar: 84,25 hektare yang ditargetkan rampung dipadamkan hari ini.Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Sumsel.
Sumsel
Samakan Persepsi Agar GSMP Lebih Terarah dan Berkelanjutan Lewat Ngopi Bareng Bank Indonesia
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menghadiri kegiatan "Ngopi Bareng GSMP" yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Senin (14/9/2026). Acara yang mengusung tema “Tata Kelola Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang Kolaboratif, Efektif, dan Berkelanjutan” ini digelar sebagai wadah memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan."GSMP sudah berjalan dari 2021 dan sudah memberikan hasil. Kita bersyukur berbagai pihak telah menjalankan GSMP. Ke depan, kita berpikir agar GSMP lebih terarah dan terukur," ujar Cik Ujang dalam sambutannya.Ia juga mengajak para akademisi pertanian untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan sektor pangan daerah, salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan lahan rawa. Menurutnya, kajian mendalam mengenai lahan rawa sangat krusial agar dapat diubah menjadi lahan pertanian produktif sekaligus menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Sejak awal digulirkan, GSMP terbukti efektif menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah dan sumber daya lokal, yang secara perlahan mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif.Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, menyambut positif kolaborasi yang terjalin. Ia menyebutkan bahwa program ini berpotensi besar untuk dikolaborasikan dengan pengembangan ekosistem rantai pasok guna mendukung Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (PSN-MBG)."GSMP yang mulanya program untuk mengubah mindset masyarakat kini bertransformasi menjadi ekosistem rantai pasok yang lebih menyeluruh dan sistematis untuk pengendalian inflasi melalui ketahanan pangan," jelas Bambang.Sebagai agenda inti dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula Pengukuhan dan Pelantikan Forum Kemitraan Sinergi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan serta Pembentukan Tim Pendampingan Terpadu Gerakan Sumsel Mandiri Pangan untuk mengawal keberlanjutan program di lapangan.Turut hadir para Kepala OPD
Sumsel
Sekda Sumsel Hadiri Pengukuhan DPD PP PAUD, Wujudkan Penguatan Pendidikan dan Karakter Anak Sejak Dini
PALEMBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan (Sumsel) H. Edward Candra menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Sumsel masa bakti 2025–2030 yang berlangsung di Griya Agung, Senin (14/9/2026).Dalam sambutannya, Sekda Sumsel H. Edward Candra menyampaikan ucapan selamat dari Gubernur Sumsel H. Herman Deru kepada seluruh pengurus yang dikukuhkan. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting karena menjadi salah satu fondasi utama dalam pembentukan karakter anak.“Anak usia dini merupakan pondasi penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, PP PAUD diharapkan dapat menjadi rumah bagi para penyelenggara PAUD, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” ujarnya.Edward menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen untuk terus mendampingi serta mendukung melalui kebijakan dan program yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini dan pembentukan karakter generasi penerus.Ia juga mengajak seluruh pengurus PP PAUD untuk terus membangun koordinasi dan sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.Sementara itu, Bunda PAUD Sumsel sekaligus Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD PP PAUD Sumsel yang telah dikukuhkan. Ia berharap para pengurus dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.Feby HD juga menekankan pentingnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak, termasuk pemenuhan gizi, imunisasi, pencegahan stunting serta penguatan pola asuh atau parenting bagi para orang tua.Menurutnya, pola pengasuhan anak saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, orang tua perlu terus mendapatkan pendampingan dan pemahaman dalam memberikan asupan gizi yang baik serta membangun kebiasaan positif bagi anak sejak dini.Ketua DPD PP PAUD Sumsel Dessy Edward Candra menyampaikan komitmennya untuk membangun kemitraan yang solid dengan Pemprov Sumsel, khususnya bersama OPD terkait. Ia berharap sinergi tersebut dapat memperkuat penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di Sumsel.Kegiatan pengukuhan turut dihadiri para kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel beserta pejabat yang mewakili.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Dukung Film Istimewa, Wujudkan Ruang Setara bagi Penyandang Disabilitas
PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri kegiatan nonton bareng film Istimewa di XXI Palembang Indah Mall, Sabtu (12/9/2026).Film Istimewa mengangkat kisah nyata dan pesan tentang kehidupan serta perjuangan penyandang disabilitas. Kehadiran Gubernur Herman Deru menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap karya yang membawa pesan edukatif sekaligus mendorong terwujudnya kesetaraan bagi masyarakat penyandang disabilitas.Usai menyaksikan film tersebut, Herman Deru menyampaikan bahwa kisah yang ditampilkan memberikan motivasi dan pengingat bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan dan kemampuan yang setara dengan masyarakat lainnya.“Kita baru saja disuguhi motivasi bahwa kita sama dengan kaum difabel. Saya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada sutradara, produser, para pemain, crew, dan teman-teman dari Masyarakat Berdaya,” ujar Herman Deru.Ia berharap film Istimewa dapat menjadi karya edukatif yang mampu memperkuat hubungan antara penyandang disabilitas dengan masyarakat umum.Herman Deru juga menegaskan komitmen Pemprov Sumsel untuk terus memberikan ruang dan kesempatan bagi penyandang disabilitas, termasuk dalam bidang pekerjaan.“Pemprov Sumsel selalu memfasilitasi tempat dan ruang pekerjaan terbaik bagi kaum disabilitas,” tegasnya.Sementara itu, Abdullah Mansuri yang mewakili Production House (PH), pemain, dan crew film Istimewa, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.“Kami atas nama PH, pemain dan crew yang terlibat mengucapkan terima kasih atas sambutannya. Ini provinsi pertama bioskop bisa ditemani oleh gubernur dan ibu gubernur,” ungkapnya.Menurut Abdullah, film Istimewa merupakan kisah nyata yang dekat dengan kehidupan penyandang disabilitas. Ia berharap kehadiran film ini dapat menjadi awal bagi lahirnya karya-karya berikutnya yang melibatkan dan memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak penyandang disabilitas di Sumatera Selatan.“Semoga setelah film ini, anak-anak istimewa, anak-anak disabilitas di Sumsel bisa membuat film kedua, ketiga dan seterusnya,” harapnya.Kegiatan nonton bareng ini turut dihadiri para kepala OPD dan pejabat yang mewakili, serta masyarakat dan penonton dari berbagai kalangan dan komunitas.Melalui dukungan terhadap film Istimewa, Pemprov Sumsel menunjukkan komitmennya untuk terus membangun lingkungan yang inklusif, membuka kesempatan yang setara, serta memastikan penyandang disabilitas dapat berkarya dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Sumsel
Gubernur Sumsel Resmikan Kelopak Lapan, Dorong Ekonomi dan Kuliner Lokal
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara resmi mengapresiasi Grand Opening pusat kuliner Kelopak Lapan di kawasan Seduduk Putih, Palembang, Sabtu (12/9/2026). Kehadiran destinasi baru ini dinilai memperkaya wisata kuliner sekaligus berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi daerah.Herman Deru mengaku terkesan dengan konsep serta arsitektur Kelopak Lapan yang dinilainya amat representatif. Ia optimistis lokasi strategis ini mampu menjadi daya tarik utama warga Palembang."Bangunannya luar biasa. Ini memberikan kesempatan membuka lapangan pekerjaan yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi angka pengangguran," ujar Herman Deru. Ia juga berpesan agar pengelola tetap menyajikan menu tradisional khas daerah di samping hidangan modern.Owner Kelopak Lapan, Rizal, menyampaikan rasa bahagianya atas kehadiran Gubernur beserta rombongan. Kehadiran orang nomor satu di Sumsel tersebut menjadi dorongan semangat bagi seluruh tim untuk terus berkembang dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Peresmian ini turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Feby Herman Deru serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.
Sumsel
Sekda Sumsel Apresiasi Aksi Dokter ICU se-Indonesia Bawakan Teater Dulmuluk di PIT PERDICI ke-17
Palembang— Suasana Griya Agung Palembang pada Jumat (11/8/2026) malam terasa berbeda dari biasanya. Ratusan tenaga medis yang sehari-hari berjibaku menyelamatkan nyawa di ruang perawatan intensif (ICU), sukses menyuguhkan panggung kesenian lokal yang memukau.Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Edward Candra, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Malam Kebudayaan yang diinisiasi oleh Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia (PERDICI) tersebut. Malam apresiasi ini merupakan rangkaian dari Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-17 PERDICI.Acara ini dimeriahkan dengan suguhan paduan suara, tari-tarian tradisional, hingga puncak acara berupa pementasan teater khas Sumatera Selatan, Dulmuluk. Menariknya, panggung lakon Dulmuluk malam itu diperankan langsung oleh para dokter dari PERDICI."Jadi sangat wajar dan relevan jika pertunjukan Dulmuluk malam ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Sumsel masih tetap hidup, dicintai, dan dilestarikan oleh berbagai kalangan, termasuk oleh para pahlawan medis kita," puji Edward Candra dalam sambutannya.Lebih lanjut, Edward menyebut bahwa perpaduan antara pertemuan ilmiah kedokteran berskala nasional dengan panggung apresiasi budaya ini sangat sejalan dengan nilai historis dan filosofis Sumatera Selatan. Ia merunut pada sejarah kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang. Pada masanya, Sriwijaya tidak hanya dikenal sebagai pusat armada maritim, tetapi juga diakui dunia sebagai episentrum tumbuhnya ilmu pengetahuan sekaligus kebudayaan."Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-17 PERDICI ini. Saya mengajak seluruh peserta untuk turut mempelajari pesona tumbuh kembang kebudayaan di Sumatera Selatan selama berada di sini," tambahnya.Turut hadir memeriahkan malam penuh keakraban tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Sumsel, Hj. Ratu Tenny Leriva, yang juga memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal.Menutup arahannya, Sekda Sumsel kembali menekankan pentingnya sinergi dari seluruh elemen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. "Semangat untuk menampilkan dan merawat budaya ini harus terus kita jaga dan lestarikan bersama," tutup Edward.