Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Sekda Sumsel Dampingi Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVII Kunjungi Kecamatan Gandus Sumsel
24 Jul 2026 Dilihat 93x

Sekda Sumsel Dampingi Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVII Kunjungi Kecamatan Gandus

Palembang – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, mendampingi peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVII dalam kunjungan lapangan ke Kantor Camat Gandus, Palembang, Jumat (24/7/2026).Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran peserta PKN Tingkat I untuk melihat secara langsung praktik penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.Dalam kesempatan itu, Sekda H. Edward Candra menyampaikan bahwa kunjungan lapangan menjadi sarana penting bagi para peserta PKN untuk memperoleh pengalaman nyata terkait implementasi kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat.Ia berharap berbagai praktik baik yang ditemukan selama kunjungan dapat menjadi referensi bagi para peserta dalam mengembangkan kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan pemerintahan di masa mendatang.Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian Bantuan Sosial secara simbolis dan juga pemaparan tentang sekolah rakyat.Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi aparatur sipil negara melalui pembelajaran yang aplikatif dan berbasis pengalaman lapangan.

Baca Detail
Sekda Sumsel Ajak Peserta PKN Angkatan LXVII Kenali Warisan Religi di Bayt Alquran Al Akbar Sumsel
24 Jul 2026 Dilihat 62x

Sekda Sumsel Ajak Peserta PKN Angkatan LXVII Kenali Warisan Religi di Bayt Alquran Al Akbar

Palembang -  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra bersama peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan LXVII melaksanakan kunjungan edukatif ke salah satu ikon religi dan wisata kebanggaan Sumsel tersebut, Jumat (24/7/2026).Dalam kunjungan itu, Edward Candra mengajak para peserta PKN untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan nilai-nilai religius yang dimiliki Sumatera Selatan. Menurutnya, Bayt Alquran Al Akbar bukan hanya menjadi destinasi wisata religi, tetapi juga simbol semangat pelestarian Al-Qur'an melalui seni ukir yang membanggakan masyarakat Sumsel."Melalui kunjungan ini, kami ingin memperkenalkan potensi daerah sekaligus menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang berakar pada budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal," ujar Edward.Para peserta PKN Angkatan LXVII tampak antusias mengikuti penjelasan mengenai sejarah berdirinya Bayt Alquran Al Akbar serta menyaksikan secara langsung ukiran ayat-ayat suci Al-Qur'an berukuran raksasa yang menjadi daya tarik utama tempat tersebut.Kunjungan ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para peserta PKN dalam memahami potensi daerah, sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelestarian budaya serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

Baca Detail
Gubernur Herman Deru Bagikan Kisah Sukses Sejak Muda Kenalkan Tips 3K kepada Sultan Muda Sumsel
24 Jul 2026 Dilihat 88x

Gubernur Herman Deru Bagikan Kisah Sukses Sejak Muda Kenalkan Tips 3K kepada Sultan Muda

Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru membagikan kisah perjalanan hidupnya dalam meraih kesuksesan sejak usia muda pada acara bincang santai bersama Sultan Muda bersama para calon sultan muda, pimpinan lembaga keuangan di Pempek Mama Musi, A. Rivai, Jumat (24)7) sore.Menurutnya  tidak banyak yang tahu jauh sebelum menjadi Gubernur seperti sekarang, waktu usianya 35 tahun Ia bahkan sudah memiliki 5 SPBU. Ia juga bahkan sudah ikut membangun Runway Bandara SMB 2, juga jalan Tol Cipularang.' Orang lihatnya sekarang sukses. Tapi orang tidak tahu dulu sebelum itu saya pernah jual jagung, bawa jagung kemana-mana sampai ke Soak Simpur kesana sini cari pembeli. Pernah juga bersihkan sasis mobil sampai punya ratusan dump truck. Maaf ya maaf sekali ini bukannya sombong tapi ini supaya menginspirasi," jelasnya.Bukan untuk sombong atau  berbangga diri, diri namun Ia ingin memberikan gambaran dan inspirasi bahwa jalan menuju keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui komitmen, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan.Pada kesempatan itu HD juga membagikan pengalaman serta prinsip yang menjadi kunci keberhasilannya dalam membangun usaha saat menjadi narasumber pada kegiatan Bincang Santai Sultan Muda tersebut .Di hadapan para pelaku usaha muda dan calon wirausahawan, Herman Deru menegaskan bahwa kesuksesan dalam dunia bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memulai usaha, tetapi juga oleh komitmen untuk terus menjaga konsistensi, konsekuensi, dan kecepatan dalam beradaptasi.Menurut Herman Deru, banyak pelaku usaha mampu memulai bisnis, namun tidak semuanya mampu mempertahankan dan mengembangkannya. Karena itu, ia menekankan pentingnya menerapkan prinsip 3K, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan."Konsisten saja belum cukup. Yang lebih penting adalah konsekuen terhadap komitmen yang sudah dibangun. Citra atau reputasi usaha juga sangat penting. Dan yang terakhir adalah kecepatan, yakni kemampuan untuk selalu mengikuti perkembangan dan perubahan dunia bisnis agar tetap relevan dan kompetitif," ujar Herman Deru.Ia menjelaskan, dunia usaha terus mengalami perubahan yang sangat cepat sehingga para pelaku UMKM maupun wirausaha muda harus mampu membaca peluang, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta merespons kebutuhan pasar secara tepat waktu.Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga memberikan apresiasi kepada komunitas Sultan Muda yang dinilainya telah menjadi wadah lahirnya pengusaha-pengusaha muda di Sumatera Selatan. Ia berharap organisasi tersebut terus meningkatkan kiprah dan kontribusinya dalam mencetak wirausahawan baru."Saya berharap glory Sultan Muda terus ditingkatkan. Tugas kita bersama adalah menciptakan semakin banyak pengusaha muda yang tangguh dan mampu bersaing," katanya.Untuk mendukung lahirnya lebih banyak pelaku usaha sukses, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, lanjut Herman Deru, akan terus memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui tiga langkah strategis.Pertama, meningkatkan keterampilan calon pengusaha melalui berbagai program pelatihan, termasuk pembentukan lembaga khusus yang menyelenggarakan coaching clinic bagi para wirausahawan.Kedua, membuka akses permodalan dengan menghadirkan berbagai pilihan skema pembiayaan sehingga pelaku usaha dapat memperoleh dukungan modal sesuai kebutuhan dan kapasitas usahanya.Ketiga, membuka akses pasar secara lebih luas. Herman Deru optimistis pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang berjalan sesuai jadwal akan menjadi pintu baru bagi aktivitas ekspor Sumatera Selatan."Insya Allah Tanjung Carat berjalan on schedule. Dengan hadirnya pelabuhan ini, para eksportir Sumatera Selatan tidak lagi bergantung pada daerah lain sehingga peluang pasar akan semakin terbuka," ungkapnya.Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas kewirausahaan, Herman Deru optimistis Sumatera Selatan akan melahirkan lebih banyak pengusaha muda yang berdaya saing, mampu menciptakan lapangan kerja, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Detail
Tekankan Kepemimpinan Kolaboratif, Gubernur Herman Deru Buka Benchmarking PKN Tingkat I di Sumsel Sumsel
24 Jul 2026 Dilihat 142x

Tekankan Kepemimpinan Kolaboratif, Gubernur Herman Deru Buka Benchmarking PKN Tingkat I di Sumsel

Palembang. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menekankan pentingnya kepemimpinan kolaboratif serta akurasi data dalam mengatasi persoalan mendasar daerah, khususnya pengentasan kemiskinan berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).Hal tersebut ditegaskannya saat memberikan keynote speech dalam Pembukaan Benchmarking Kebijakan Dalam Negeri Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVII Tahun 2026 yang berlangsung di Griya Agung Palembang, Jumat (24/7/2026).Dalam arahannya di hadapan para pimpinan instansi dan lembaga negara, Herman Deru menyatakan bahwa seorang pemimpin tidak bisa bekerja sendirian di tengah dinamika dan tuntutan masyarakat yang terus berkembang. Pemimpin dituntut mampu menyatukan frekuensi dari tingkat pusat hingga ke elemen terbawah di lapangan."Kuncinya adalah mengintegrasikan semua kekuatan. Pemimpin harus bisa mengkolaborasikan kedudukan dengan pengalamannya. Garis hierarki sampai tingkat RT harus dirangkul, termasuk bersinergi satu frekuensi dengan TNI dan Polri demi menciptakan rasa aman yang berdampak langsung pada perekonomian," ujar Herman Deru.Ia menambahkan, kunci utama penyelesaian masalah kemiskinan terletak pada diagnosis yang tepat melalui ketepatan data dan validasi langsung ke lapangan, bukan sekadar melihat laporan di balik meja."Tidak mungkin kita bisa mengatasi masalah tanpa diagnosis yang jelas. Jangan hanya melihat dari jendela, tapi turun langsung ke lapangan. Konfirmasi antara laporan dan kondisi riil di masyarakat," tegasnya.Pada kesempatan itu, Gubernur HD juga menceritakan keberhasilan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang lahir saat pandemi COVID-19. Program ini terbukti efektif menekan angka inflasi dan mengubah pola pikir masyarakat dari konsumen menjadi produsen, hingga mengantarkan Sumsel meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Terbaik.Ia menekankan bahwa penanganan kemiskinan tidak selalu harus berupa bantuan materi, melainkan juga sentuhan nonmateri yang memberdayakan.Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI, Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A., mengapresiasi langkah Pemprov Sumsel yang dinilai tepat menjadi lokus pembelajaran para peserta PKN Tingkat I.Ia menilai, Pemprov Sumsel berhasil menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, seperti penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang telah menyasar ribuan unit rumah, serta menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan BPS secara konsisten."Persoalan kemiskinan adalah masalah multidimensional. Peserta PKN I dituntut mampu melihat ini dari berbagai sudut kelembagaan untuk mempercepat penyelesaiannya. Sumsel adalah tempat yang tepat untuk mempelajari kepemimpinan kolaboratif, transformasi perlindungan sosial, hingga pemutusan rantai kemiskinan berbasis ekonomi lokal," jelas Agus.Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan agenda ini secara bertanggung jawab untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkrit dan dapat diterapkan.Dalam laporan pelaksanaannya, Asisten Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Polhukam dan Daerah Wilayah 1 KemenPAN-RB RI selaku Ketua Kelas PKN I LXVII, Istiyadi Insani, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking bertema Kepemimpinan kolaboratif dalam mewujudkan pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat berkelanjutan ini diikuti oleh 42 peserta.Para peserta terdiri dari 10 perwakilan pemerintah daerah (termasuk Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra), serta 32 peserta dari unsur KemenPAN-RB, Kemendes, BIN, Polri, Kejaksaan, dan lembaga negara lainnya.Kegiatan diawali dengan yel-yel semangat angkatan dan Akan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan untuk melihat langsung implementasi kebijakan pengentasan kemiskinan di Sumatera Selatan.Turut hadir Para Kepala OPD Sumsel

Baca Detail
Sambut Kakanwil Baru BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Gubernur Herman Deru Tekankan Edukasi Perlindungan Pekerja Rentan Sumsel
24 Jul 2026 Dilihat 122x

Sambut Kakanwil Baru BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Gubernur Herman Deru Tekankan Edukasi Perlindungan Pekerja Rentan

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang baru, Kuncoro Budi Winarno, di Griya Agung Palembang, Jumat (24/7/2026).Dalam audiensi yang turut dihadiri jajaran pimpinan wilayah dan cabang BPJS Ketenagakerjaan tersebut, Herman Deru menyambut baik kepemimpinan baru ini untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel."Selamat datang dan selamat bergabung menjadi bagian dari anatomi Pemprov Sumsel. Frekuensi dan cara pandang kita dalam menyejahterakan masyarakat harus seirama," ujar Herman Deru.Gubernur memberikan perhatian khusus pada perluasan jaminan sosial di sektor informal. Ia meminta BPJS Ketenagakerjaan makin gencar memberikan edukasi agar pekerja rentan memahami pentingnya perlindungan kerja.Menanggapi hal tersebut, Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Kuncoro Budi Winarno, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemprov Sumsel. Pihaknya berkomitmen memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial dan siap mengawal arahan Gubernur, khususnya dalam menjangkau para pekerja informal di Sumsel.Turut hadir para Kepala OPD

Baca Detail
Buka Webinar KERABAT Seri 22, Ketua TP PKK Sumsel Tekankan Pentingnya Pengasuhan Positif di Era Digital Sumsel
23 Jul 2026 Dilihat 170x

Buka Webinar KERABAT Seri 22, Ketua TP PKK Sumsel Tekankan Pentingnya Pengasuhan Positif di Era Digital

Palembang. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan tantangan era digital.Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Webinar TAMASYA di Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT) Seri 22 Tahun 2026 bertajuk "Pengasuhan Responsif: Penerapan Pengasuhan Positif dan Demokratis" yang diikuti secara daring dari Sekretariat TP PKK Prov. Sumsel, Kamis (23/7/2026).Dalam sambutannya, Feby menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN atas inisiasi program strategis ini. Ia mengaku bangga Sumatera Selatan mendapat kehormatan menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan nasional yang menjangkau peserta dari seluruh Indonesia."Keterlibatan ini menggambarkan komitmen nyata PKK dalam membangun keluarga berkualitas melalui pola pengasuhan yang lebih optimal. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gadget yang memengaruhi pola kehidupan keluarga, kehadiran serta pendampingan langsung dari orang tua sangat mutlak diperlukan agar tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan baik," ujar Feby.Feby menjelaskan bahwa pendekatan pengasuhan yang positif dan demokratis mampu menciptakan hubungan keluarga yang hangat serta penuh kasih sayang. Pola ini mengajarkan anak untuk berani berpendapat, memahami aturan, dan melatih rasa tanggung jawab."Dengan begitu, anak-anak kita dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan pandai bersosialisasi di lingkungannya," tambahnya.Lebih lanjut, Feby menegaskan bahwa PKK terus berkomitmen mendukung pembentukan keluarga berkualitas melalui berbagai program pemberdayaan. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan ketahanan keluarga memerlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak.Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang terlibat, mulai dari kader PKK, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), kalangan akademisi, lembaga mitra, hingga para orang tua."Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat terus berjalan baik, sehingga pesan-pesan pengasuhan positif ini tersampaikan ke seluruh keluarga di Indonesia. Saya berharap materi yang diperoleh hari ini tidak berhenti di peserta, tetapi dapat disebarluaskan ke lingkungan sekitar agar manfaatnya dirasakan lebih luas," pungkas Feby.Ia menutup arahannya dengan mengajak para orang tua untuk menciptakan lingkungan rumah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang demi mendukung tumbuh kembang anak, serta menjadi teladan utama bagi buah hati mereka.Sebagai informasi, Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT) merupakan wadah edukasi pengasuhan daring yang diampu oleh Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan orang tua, pengelola kegiatan Bina Keluarga Balita (PKB/PLKB dan Kader), hingga pengasuh Tempat Penitipan Anak (TPA).Webinar skala nasional ini diikuti oleh jajaran pengurus TP PKK dan Kepala Perwakilan BKKBN dari seluruh Indonesia. Turut hadir Para Kepala OPD Sumsel

Baca Detail
Komisi II DPR RI Kunjungi Sumsel, Wagub Cik Ujang: Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Keberhasilan Program Nasional Sumsel
22 Jul 2026 Dilihat 236x

Komisi II DPR RI Kunjungi Sumsel, Wagub Cik Ujang: Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Keberhasilan Program Nasional

Palembang.  Semangat memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah mewarnai kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke Provinsi Sumatera Selatan yang diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang di Graha Bina Praja, Palembang, Rabu (22/7/2026).Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari agenda pengawasan penyelenggaraan pemerintahan, khususnya terkait pelaksanaan tugas gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah dalam menjalankan program-program prioritas Presiden, termasuk di bidang agraria dan tata ruang.Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Sumatera Selatan sebagai lokasi kunjungan kerja Komisi II DPR RI." Kami memandang kunjungan ini sebagai kesempatan yang sangat baik untuk berdiskusi, menerima masukan, serta memperkuat sinergi dalam menyukseskan berbagai program strategis nasional di daerah," ujar Cik Ujang.Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen menjalankan amanah sebagai wakil pemerintah pusat dengan terus mempererat koordinasi bersama pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi fondasi penting agar setiap kebijakan pemerintah pusat dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Melalui forum tersebut, berbagai isu strategis terkait penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan program direktif Presiden, serta tata kelola agraria dan tata ruang dibahas secara terbuka guna mencari solusi bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi daerah.Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI, Dr. Dede Yusuf M.E., S.T., M.I.Pol.,  berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Sumatera Selatan serta kesejahteraan masyarakatnya.Turut hadir WaBup Ogan Komering Ilir Supriyanto, S.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Lahat Dr. Ir. H. Izromaita, Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman, S.T., M.M., para Kepala OPD Provinsi Sumatera Selatan.

Baca Detail
Herman Deru Gagasi Pembentukan Wadah Nasional Satlinmas dan Gerakan Indonesia Asri Sumsel
21 Jul 2026 Dilihat 199x

Herman Deru Gagasi Pembentukan Wadah Nasional Satlinmas dan Gerakan Indonesia Asri

Palembang. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, menginisiasi pembentukan organisasi induk nasional bagi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) se-Indonesia. Inisiatif ini digagas untuk menaungi anggota Satlinmas yang bertugas hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) agar semakin profesional.Gagasan tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima kunjungan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dan Staf Khusus Jamintel Kejaksaan RI, Adhitya Yusma, di Griya Agung Palembang. Selasa, 21/7/2026.Selain wadah organisasi, pertemuan ini juga menghasilkan beberapa kesepakatan Herman deru mengusulkan agar deklarasi nasional organisasi Satlinmas digelar di Sumatera Selatan bersama provinsi penyangga (Bengkulu, Lampung, Jambi, dan Babel), Satlinmas akan diberdayakan sebagai motor penggerak Gerakan Indonesia Asri melalui program pemilahan sampah nasional yang dimulai dari Sumsel.“Ini merupakan sebuah anugerah karena kita bisa berjumpa dengan saudara-saudara kita dari Provinsi Bangka Belitung. Alhamdulillah Sumsel dan Babel menjadi bagian dari struktur kepengurusan organisasi ini dan saya menyambut baik pembentukannya," ujar Herman Deru.Sementara itu, Staf Khusus Jamintel Kejaksaan RI, Adhitya Yusma, mengatakan pertemuan tersebut juga membahas peluncuran Gerakan Indonesia Asri, sebuah gerakan nasional pemilahan sampah yang akan melibatkan Satlinmas sebagai garda terdepan di tengah masyarakat."Kami membahas satu gerakan penting, yaitu Gerakan Pilah Sampah menuju Indonesia Asri. Gerakan ini akan digawangi oleh Satlinmas sebagai garda terdepan. Atas inisiasi Bapak Gubernur Herman Deru, Jamintel RI Prof. Reda Manthovani, serta Gubernur Bangka Belitung, insyaallah gerakan ini akan dimulai dari Sumatera Selatan untuk Indonesia Asri," ujarnya.Turut hadir para Kepala OPD

Baca Detail
Pimpin Apel Peringatan Hari Koperasi ke-79, Sekda Sumsel Tekankan Transformasi Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan Sumsel
20 Jul 2026 Dilihat 215x

Pimpin Apel Peringatan Hari Koperasi ke-79, Sekda Sumsel Tekankan Transformasi Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, memimpin Apel Gabungan dalam rangka Peringatan Hari Koperasi ke-79 sekaligus Apel Bulanan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Kegiatan ini berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan pada Senin (20/7/2026).Dalam kesempatan tersebut, Sekda Edward Candra membacakan amanat tertulis dari Menteri Koperasi Republik Indonesia. Peringatan Hari Koperasi ke-79 tahun ini menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi koperasi menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan di Indonesia.Pemerintah saat ini tengah fokus pada penciptaan lebih dari 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh penjuru tanah air. Program strategis ini dirancang untuk menjadikan koperasi sebagai pusat pergerakan ekonomi langsung di tengah masyarakat.“Keberadaan KDKMP diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pemasaran produk lokal, sekaligus menghadirkan pelayanan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Edward Candra saat menyampaikan amanat Menteri Koperasi.Selain penguatan ekonomi desa, pemerintah terus mendorong lahirnya koperasi-koperasi modern berbasis teknologi digital demi menjangkau generasi muda, petani, nelayan, serta pelaku ekonomi kreatif. Koperasi sektor produksi kini diarahkan untuk bergerak di berbagai bidang strategis, mulai dari pengelolaan energi, usaha perikanan, hingga industri berbasis masyarakat.Lebih lanjut, tren positif juga terlihat dari mulai berkembangnya koperasi yang digerakkan oleh generasi muda pada sektor ekonomi kreatif dan digital. Koperasi modern ini masuk ke dalam ekosistem industri perfilman, gim, startup, hingga wadah bagi komunitas kreatif dan petani milenial.Melalui sinergi dalam momen Hari Koperasi ke-79 ini, Pemprov Sumsel berkomitmen untuk terus mendukung modernisasi koperasi agar semakin tangguh, adaptif, dan mampu menyejahterakan masyarakat Sumatera Selatan secara merata. Turut hadir para Kepala OPD

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.