Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
HD : Pentingnya Dukungan BOS bagi Pesantren Penyelenggara Pendidikan Formal, Terutama Jenjang Aliyah
Palembang, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian Sumsel yang berhasil menempati posisi kedua nasional dalam penilaian lembaga pendidikan pesantren.Menurutnya capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa pesantren di Sumatera Selatan telah berperan aktif dan diakui dalam sistem pendidikan formal nasional.“Menjadi nomor dua nasional berarti kita berhasil mengungguli banyak provinsi besar lainnya, termasuk di Pulau Jawa. Ini bukti bahwa pesantren kita sudah dikenal dan diakui,” ujar HD saat menerima audiensi Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan di Ruang Rapat Gubernur (Rabu, 29 Oktober 2025).Terkait hal tersebut, Ia meminta agar capaian ini turut disebarluaskan di seluruh pesantren di Sumsel melalui publikasi dan pemasangan spanduk penghargaan tersebut.“Penghargaan ini tidak mungkin diraih tanpa kerja keras para petugas lapangan dan pengelola pesantren di setiap daerah, maka dari itu saya harap ini dapat dipublikasikan disetiap Ponpes di Sumatera Selatan” tegas HD.Selanjutnya HD mengatakan bahwa pondok pesantren kini telah menjadi bagian dari pendidikan formal yang harus mendapatkan perhatian setara dengan lembaga pendidikan lainnya. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan BOS Daerah (Bantuan Operasional Sekolah) bagi pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal, terutama pada jenjang Aliyah.“Saya ingin mulai tahun 2026, data santri Aliyah bisa masuk untuk diberikan bantuan per siswa per bulan, secara by name by institution. Ini bentuk keseriusan Pemprov Sumsel dalam mengakui pesantren sebagai institusi pendidikan formal,” jelasnya.Selain itu, HD juga mendorong agar pesantren mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi informasi (IT) agar dapat mengikuti perkembangan jaman dan meningkatkan daya saing para santri.“Di era digital ini, kalau santri tidak menguasai teknologi, maka akan sulit bersaing. Pesantren juga harus adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkap HD.Sementara itu, Pimpinan Ponpes Aulia Cendikia Palembang, KH. Hendra Zainudin Al Qodiri, menagatakan pihaknya berencana menggelar Doa Seribu Santri di Griya Agung sebagai bentuk syukur atas penghargaan nasional yang diterima oleh Gubernur Sumsel.Selain itu, Hendra juga menyampaikan beberapa aspirasi dari PWNU Sumsel, antara lain permintaan rehabilitasi berat kantor NU, penandatanganan prasasti kantor baru, serta bantuan mobil operasional.Ia juga mengundang Gubernur untuk hadir dan membuka kegiatan Seminar Pesantren Ramah Anak dan Pelatihan Santri Terampil yang akan digelar pada 8 November 2025, sekaligus pembacaan doa syukuran atas Anugerah Ponpes Award yang diperoleh Gubernur Sumsel Herman Deru atas kepedulian dan perhatian besarnya terhadap dunia pesantren di Sumatera Selatan.HD juga meminta agar Kegiatan Syukuran yang direncanakan dapat dirangkaikan dengan Penyerahan Bantuan BOS Daerah kepada Seluruh Pondok Pesantren dan Launching Program GSMP Goes To Pondok Pesantren.
Sumsel
Gubernur Sumsel Apresiasi Kinerja Bea Cukai Sumbagtim dalam Pemusnahan Barang Milik Negara Tahun 2025
Palembang, – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri Press Conference sekaligus kegiatan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) di bidang Kepabeanan dan Cukai Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Timur, Rabu (29/10/2025).Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur atas capaian kinerja luar biasa yang berhasil ditorehkan sepanjang tahun ini. Ia menilai langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan menjadi bukti nyata dari komitmen bersama dalam menekan peredaran barang-barang ilegal yang merugikan negara.“Hari ini kita melihat sebuah prestasi luar biasa dari jajaran Bea Cukai Sumbagtim. Ini adalah bentuk nyata dari kerja keras dan sinergi yang patut diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Upaya ini bukan hanya menegakkan aturan, tapi juga melindungi masyarakat dari dampak barang-barang terlarang yang tidak sesuai dengan ketentuan cukai,” ujar Gubernur.Lebih lanjut, Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh unsur Forkopimda, termasuk TNI, Polri, dan instansi terkait dalam menjaga ketertiban distribusi barang di wilayah Sumatera Selatan yang memiliki cakupan wilayah luas.“Ini adalah tantangan yang bisa dijawab melalui kerja sama lintas sektor. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat agar peredaran barang ilegal dapat ditekan secara signifikan. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk selalu taat membayar cukai sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur, Agus Yulianto, dalam laporannya mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya berhasil mencatat capaian gemilang di berbagai aspek, mulai dari penerimaan negara, pelayanan dan fasilitas industri, hingga pengawasan serta penegakan hukum.Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan dari seluruh satuan kerja di wilayah Sumatera Bagian Timur. Nilai total barang yang dimusnahkan mencapai Rp19,32 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan lebih dari Rp10,44 miliar.Adapun barang-barang yang dimusnahkan meliputi rokok ilegal, minuman beralkohol, pakaian bekas, serta berbagai barang larangan dan pembatasan lainnya.Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Ferdinan Lengkong, Plt. Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumsel Darmayanti, serta sejumlah pejabat perwakilan instansi vertikal dan unsur Forkopimda Sumatera Selatan.
Sumsel
Wagub Sumsel H. Cik Ujang: ASN Unggul Wujudkan Pelayanan Publik Profesional dan Adaptif
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menegaskan pentingnya menciptakan aparatur sipil negara (ASN) yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Hal ini disampaikannya saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXI Tahun 2025 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sumatera Selatan.Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pelatihan ini, serta kepada BPSDMD Sumsel yang dinilai berhasil menyelenggarakan kegiatan dengan baik.“Pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan aparatur pemerintah yang unggul. ASN harus mampu memberikan pelayanan yang profesional, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Cik Ujang.Menurutnya, profesionalisme aparatur menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Melalui peningkatan kompetensi manajerial dan kepemimpinan strategis, diharapkan para peserta mampu menjamin akuntabilitas jabatan dan meningkatkan kinerja satuan kerja di instansi masing-masing.Wagub juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin perubahan di lingkungan kerja masing-masing.“Saya yakin pembekalan yang diperoleh akan memperkaya wawasan dan kemampuan Saudara sekalian. Jadilah pemimpin yang mampu berinovasi dan menginspirasi,” tutupnya.Dengan penuh semangat, Wagub secara resmi menutup kegiatan tersebut dan melepas para alumni untuk berkarya demi kemajuan bangsa dan negara.Dikesempatan yang sama, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Dr. Tr. Erna Irawati, S.Sos., M.Pol.Adm menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh peserta pelatihan yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian program selama tiga bulan terakhir.“Saya sangat bangga dengan bapak dan ibu yang telah menyelesaikan semua penugasan. Ini membuktikan bahwa bapak ibu layak untuk melangkah ke tahap berikutnya. Ini bukan akhir, melainkan awal untuk mempertahankan momentum yang telah dicapai,” ujarnya.Erna menjelaskan, selama proses pelatihan yang berlangsung peserta telah dibekali empat kompetensi pokok, yakni Mengelola diri sendiri, Mengelola orang lain, Mengelola pekerjaan, dan Mengelola perubahan.Ia menegaskan pentingnya peran pemimpin untuk proaktif menghadapi perubahan - perubahan yang berada di lingkungan kerja masing-masing. Serta ia mengingatkan bahwa Akuntabilitas dan integritas harus menjadi landasan utama dalam kepemimpinan."Jadilah contoh bagi bawahan dengan mempertanggungjawabkan setiap ucapan dan kinerja sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.Selain itu, Erna juga menyoroti pentingnya komunikasi publik dan personal branding bagi para aparatur sipil negara, khususnya para pemimpin diera digital saat ini.“Membangun komunikasi dan branding yang kuat sangat penting. ASN harus mampu membangun citra positif dan konsisten di berbagai media. Gunakan media sosial secara bijak untuk mencitrakan pemerintahan yang baik kepada publik,” pesannya.Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan, Prof. DR. H. M. Edwarjuliartha, S.Sos., M.M dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan berlangsung selama tiga bulan sejak 7 Juli hingga 28 Oktober 2025, dengan enam tahapan pembelajaran dan jumlah peserta pelatihan sebanyak 28 peserta, terdiri dari ASN di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan serta satu peserta dari Provinsi Jambi.Turut hadir Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang, Heni Sri Wahyuni, S.Kom., M.T.I dan Para Kepala BKPSDM Kab/Kota Se Sumsel.
Sumsel
Penuh Keakraban, Herman Deru Sambut Kajati Baru Dr. Ketut Sumedana dan Lepas Dr. Yulianto ke Badiklat Kejaksaan RI
Palembang. Malam penuh keakraban mewarnai acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan di Griya Agung Palembang, Senin (27/10/2025) malam. Dr. Yulianto, SH., MH. resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Dr. Ketut Sumedana, SH., MH.Dr. Yulianto dipromosikan untuk mengemban tugas baru sebagai Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) pada Kejaksaan Republik Indonesia. Sebagai penggantinya, posisi Kajati Sumsel kini diisi oleh Dr. Ketut Sumedana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dalam sambutannya menyampaikan perasaannya yang "terbagi dua" atas pergantian pimpinan Korps Adhyaksa di wilayahnya."Satu sisi kita kehilangan (Pak Yulianto), satu sisi kita mendapatkan Kajati yang baru yang luar biasa. Saya sudah lama mengenali dan mengetahui rekam jejak beliau melalui media sosial," ujar Gubernur Herman Deru.Gubernur secara khusus memberikan apresiasi atas capaian-capaian Dr. Yulianto selama menjabat, terutama dalam upaya penyelamatan aset daerah. Herman Deru menyebut, salah satu capaian signifikan adalah keberhasilan Kejati Sumsel di bawah kepemimpinan Yulianto dalam mengembalikan beberapa aset milik Pemerintah Provinsi Sumsel yang selama ini kasusnya berlarut-larut. Aset tersebut kini telah selesai dan diserahkan kembali kepada Pemprov Sumsel.Kepada Kajati yang baru, Dr. Ketut Sumedana, Herman Deru berharap agar sinergi antara kejaksaan dan pemerintah daerah dapat terus berlanjut."Kami berharap kepada Kajati yang baru, Dr. Ketut Sumedana, untuk dapat membantu berbagai program-program pembangunan yang berkesinambungan di Sumatera Selatan," tambahnya.Sementara itu, Dr. Yulianto dalam pidato perpisahannya menyampaikan rasa terima kasih dan kesan mendalam terhadap Bumi Sriwijaya."Saya sangat terkesan dengan Provinsi Sumsel, terutama dengan tingginya toleransi masyarakat yang sangat tinggi, serta dukungan dari seluruh masyarakat Sumsel dalam menjalankan tugas. Terima kasih bapak/ibu yang telah men-support tugas-tugas kami," ungkap Dr. Yulianto.Acara pisah sambut ini dihadiri oleh berbagai unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh masyarakat Sumatera Selatan, mencerminkan kuatnya sinergi antara Kejaksaan Tinggi dengan seluruh stakeholder di daerah.Turut hadir para Kepala Forkopimda Sumsel
Sumsel
Angka 5,42 Persen Itu Nyata!” — Herman Deru Bangga Ekonomi Sumsel Tumbuh dari UMKM
Palembang, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar 5,42 persen merupakan capaian yang nyata, berkualitas, dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Semarak UMKM Sriwijaya 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang Indah Mall (Sabtu, 25/10/2025).“Pertumbuhan ekonomi Sumsel ini bukan hanya karena sektor industri atau pertambangan. Angka 5,42 persen ini nyata karena dihasilkan dari kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan yang memberikan stimulan langsung kepada pelaku usaha,” ujar HD.Menurutnya, pertumbuhan yang hanya ditopang oleh sektor besar seperti tambang atau migas sering kali tidak berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumsel fokus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan otentik dengan memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.HD juga mengapresiasi peningkatan jumlah pelaku UMKM yang kini semakin banyak menjadi nasabah perbankan, sebagai bukti meningkatnya literasi dan inklusi keuangan masyarakat. “Data terakhir menunjukkan ada sekitar 600 ribu pelaku UMKM di Sumsel. Tantangan kita sekarang adalah memperluas dan memperkuat basis pelaku usaha ini agar lebih produktif,” ucap HD.Dalam kesempatan tersebut, HD juga mendorong agar kolaborasi lintas sektor tidak berhenti di hulu, tetapi terus berlanjut hingga tahap pengolahan produk hilir, termasuk sektor rempah yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi. “Belanda dan Portugis datang ke Indonesia karena rempah. Artinya, kita punya kekayaan luar biasa yang harus kita kelola agar bernilai tambah tinggi,” tegas HD.Diakhir sambutannya HD menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia dan seluruh mitra perbankan atas dukungannya terhadap penguatan UMKM di daerah.Dalam kesempatan yang sama, HD juga menyerahkan penghargaan pada GSMP Award yang diberikan kepada masyarakat yang telah menyelenggarakan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) pada berbagai kategori.Selain itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj. Feby Deru, turut menerima penghargaan sebagai Mitra Kerja Terkolaboratif dari Bank Indonesia Perwakilan Sumsel.Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menegaskan komitmen BI untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel yang inklusif dan berkelanjutan.“Berdasarkan data terkini, perekonomian Sumatera Selatan masih mampu tumbuh sebesar 5,42 persen, sebuah capaian yang patut diapresiasi di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru,” ujar Bambang.Ia menilai, berbagai inovasi dan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berhasil menjaga daya tahan ekonomi, terutama melalui penguatan sektor pertanian, perkebunan, dan industri olahan. “Kita sering lupa bahwa rempah-rempah yang menjadi alasan bangsa lain datang ke negeri ini selama ratusan tahun adalah potensi besar yang kita miliki. Kini saatnya kita kelola dengan lebih baik,” tambahnya.Untuk memperkuat peran UMKM, BI Sumsel menginisiasi gerakan ‘Seribu Sultan UMKM Sumatera Selatan’ guna melahirkan pelaku usaha lokal yang naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi baru. Salah satu produk unggulan yang diangkat adalah kopi Semendo, yang memiliki potensi besar namun belum termanfaatkan optimal.Selain itu, BI Sumsel menghadirkan 39 pelaku UMKM unggulan hasil kurasi daerah yang menampilkan berbagai produk wastra dan kuliner lokal, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan daya saing dan pengembangan ekonomi hijau. “Kami ingin agar UMKM Sumsel juga mengembangkan produk ramah lingkungan, baik dari bahan baku alami maupun proses produksinya,” jelas Bambang.Ia menambahkan, Bank Indonesia akan terus menjalankan kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif untuk mendukung pembiayaan sektor produktif. “Penurunan suku bunga dan berbagai insentif bagi perbankan diharapkan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Kami mengajak seluruh perbankan untuk berperan aktif memperkuat perekonomian daerah,” pungkasnya.Turut hadir Anggota DPR RI Komisi XI, Bertu Merlas, Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Ibu Hj. Feby Herman Deru, Ketua TP PKK Kota Palembang, Ibu Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Buka Festival Rempah 2025: Angkat Kekayaan Alam Sumatera Selatan ke Panggung Nasional
Palembang,— Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara resmi membuka Festival Rempah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Oktober 2025, dan menjadi ajang untuk memperkenalkan sekaligus merayakan kekayaan rempah khas dari berbagai daerah di Bumi Sriwijaya bertempat di PTC Mall Jumat (24/10/2025)Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas terselenggaranya festival ini. Ia menegaskan bahwa rempah bukan hanya bagian dari warisan budaya, tetapi juga potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat Sumsel.“Festival Rempah 2025 ini menjadi momentum bagi para bupati dan wali kota di Sumatera Selatan untuk lebih melek terhadap kekayaan rempah yang kita miliki. Jadikan daerah kita sebagai penghasil dan penggerak komoditas rempah. Banyak manfaat dari rempah, baik untuk kebutuhan sendiri maupun sebagai produk unggulan yang bisa menarik pasar luar,” ujar Gubernur.Herman Deru juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mencintai dan memberdayakan kekayaan alam Sumsel.“Mari kita dayagunakan sumber daya kita yang melimpah. Jangan sampai kekayaan ini tidak dimanfaatkan. Rempah bukan hanya soal rasa, tapi juga identitas daerah dan peluang ekonomi,” tambahnya.Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Feby Deru dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Festival Rempah tidak sekadar menjadi ajang pameran, melainkan bentuk nyata kebanggaan terhadap hasil bumi Sumatera Selatan.“Kami di PKK tidak hanya ingin membantu memasarkan rempah, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap hasil rempah yang merupakan identitas daerah kita. Tahun ini kami juga melibatkan ICSB dan para pelaku UMKM kuliner dengan tema Asian Food agar potensi rempah kita bisa dikemas lebih modern dan menarik,” jelas Feby Deru.Festival Rempah 2025 dimeriahkan oleh stand-stand dari PKK kabupaten dan kota se-Sumsel, serta berbagai tenant UMKM dari ICSB Sumatera Selatan yang menampilkan beragam olahan rempah, mulai dari bumbu masakan tradisional hingga produk inovatif berbasis herbal.Acara pembukaan juga dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, di antaranya Walikota Lubuk Linggau Rachmat Hidayat, Bupati Muara Enim Edison, Bupati Banyuasin Askolani, Walikota Prabumulih H. Arlan, Bupati OKU Teddy Meilwansyah, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, Bupati OKI Muchendi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Rachmat Wibowo, para Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Sumsel, serta Koordinator ICSB Sumsel Samanta Tivani HD.Dengan semangat kebersamaan dan rasa bangga terhadap kekayaan daerah, Festival Rempah 2025 menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, PKK, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengangkat rempah Sumatera Selatan ke tingkat yang lebih tinggi — bukan hanya sebagai bahan dapur, tetapi juga simbol identitas dan daya saing daerah.
Sumsel
Sekda Sumsel Hadiri Rapat Paripurna XXIV DPRD Sumsel, Bahas Raperda tentang Kesejahteraan Lansia dan Pembinaan Ideologi Pancasila
Palembang,— Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra menghadiri Rapat Paripurna XXIV (24) DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Jumat (24/10/2025).Rapat paripurna kali ini membahas pendapat Gubernur Sumatera Selatan terhadap penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sumsel mengenai dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni Raperda tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Raperda tentang Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.Dalam kesempatan tersebut, Sekda Edward Candra hadir mewakili Gubernur Sumsel dan menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada anggota DPRD Sumsel mengenai adanya pembahasan dua raperda ini sangat penting untuk memperkuat pembangunan karakter masyarakat Sumatera Selatan yang inklusif dan berkeadilan.Para lansia adalah bagian penting dari masyarakat yang harus kita jaga dan hormati. Melalui raperda ini, kita ingin memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian, layanan kesehatan yang layak, serta kesempatan untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial,” ujar Edward Candra.“Raperda tentang kesejahteraan lanjut usia menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kelompok lansia agar tetap produktif, sehat, dan sejahtera di masa tua mereka. Sementara raperda tentang pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan adalah langkah strategis untuk memperkuat semangat persatuan dan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika zaman,” ujarnya.Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan legislatif dalam melahirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat serta memperkuat nilai-nilai luhur bangsa.Rapat berlangsung diikuti oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, anggota DPRD, serta jajaran sekretariat dewan.
Sumsel
Feby HD : Jambore Kader PKK, Wadah Pererat Silaturahmi Perkuat Pemahaman 10 Program Pokok PKK
Palembang,— Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Deru, secara resmi membuka Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Aston Palembang, Kamis (23/10). Acara ini dihadiri oleh para Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, Staf Ahli TP PKK, serta sejumlah pejabat dari OPD terkait.Dalam sambutannya, Feby HD menegaskan bahwa kegiatan jambore bukan hanya menjadi ajang berkumpul bagi para kader, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pemahaman terhadap 10 Program Pokok PKK.“Ajang ini sangat penting, karena selain menjaga silaturahmi, kita juga membina masyarakat di wilayah masing-masing agar lebih memahami dan mengamalkan 10 program PKK,” ujar Feby.Ia menambahkan, para kader di daerah harus mampu mengajak masyarakat untuk aktif bersosialisasi, berkreasi, dan menjadi lebih produktif dalam membangun keluarga yang berdaya dan sejahtera.“Melalui jambore ini, saya harapkan para kader semakin memahami cara menggerakkan masyarakat dan keluarga agar lebih kreatif dan mandiri,” lanjutnya.Pada kesempatan tersebut, Feby HD juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah Kriya Nusa. Untuk itu, ia mengajak seluruh kabupaten dan kota agar berkontribusi aktif dan menampilkan potensi terbaik daerahnya dalam ajang tersebut.Pelaksanaan Jambore Kader PKK 2025 ini mengusung semangat “Bersama Kader PKK Kita Perkuat Semangat Kebersamaan, Kreativitas, dan Motivasi Membangun Keluarga Berdaya dan Sejahtera untuk Sumsel Menuju Indonesia Emas 2045.”Dengan semangat kebersamaan yang kuat, kegiatan Jambore Kader PKK 2025 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan peran strategisnya sebagai motor penggerak pembangunan keluarga menuju masyarakat Sumsel yang lebih maju dan sejahtera.Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli TP PKK Sumsel Lidyawati Cik Ujang, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman, Kadis PMD Sumsel Deva Octavianus, serta para Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Sumatera Selatan dan sejumlah pejabat perwakilan OPD.
Sumsel
HD Lakukan Groundbreaking Duplikat Jembatan Pulau Rimau, Penghubung Strategis 3 Kecamatan dan 29 Desa
Banyuasin. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) , secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan jembatan Duplikat Jembatan Tanah Kering dan Peningkatan Jalan Poros Pulau Rimau - Selat Penuguan Kab. Banyuasin. Bertempat di Desa Mukut Kecamatan Pulau Rimau Kab. Banyuasin, Kamis (23/10/2025).Jembatan yang berlokasi di Desa Mukut Kecamatan Pulau Rimau ini akan menjadi penghubung strategis."Dengan Mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim pembangunan Duplikat Jembatan Tanah Kering dan Peningkatan Jalan Poros Pulau Rimau - Selat Penuguan, Saya nyatakan resmi dimulai", ucap HDDalam sambutannya HD menyampaikan bahwa Jabatan politik yang dipilih oleh rakyat, seperti presiden, gubernur, memiliki tanggung jawab untuk melayani dan mewakili kepentingan rakyat.Seperti halnya groundbreaking pembangunan jembatan dan Peningkatan jalan ini merupakan bentuk melayani pada rakyat. Ditambahkan HD Banyuasin ini sangat luas sama luasnya dengan Provinsi Gorontalo.Pemprov Sumsel telah memberikan Bantuan sebesar 176 Milyar untuk Kab. Banyuasin, dan uang tersebut adalah uang rakyat yang salah satunya didapat dari pembayaran pajak."Untuk itulah mari kita bersama sama disiplin membayar pajak , jangan kita termasuk yang menikmati segala infrastruktur sementara kita tidak membayar pajak. Contohnya saja jumlah kendaraan di Sumsel ini ada 4 juta, sementara yang membayar pajak hanya 1 juta", ujar HDHD juga menjelaskan meskipun kondisi keuangan kita saat ini terbatas tetapi tidak mengurangi pelayanan pada masyarakat. "Mengenai pemotongan keuangan ke daerah saya berupaya tenang dan berpikir bagaimana mencari solusi agar masyarakat dapat sejahtera" Ujarnya.Sementara itu, Bupati Banyuasin H. Askolani dalam sambutannya menegaskan bahwa hari ini adalah hari sangat bersejarah bagi masyarakat pulau rimau, tidak ada kata yang banyak saya ucapkan hanya mengucapkan ribuan terimakasih kepada Bapak Gubernur Sumsel yang telah memberikan bantuan pada Kab. Banyuasin."Tahun ini melalui dana bantuan khusus Gubernur, Banyuasin mendapatkan Bantuan 176 milyar lebih, yg terdiri dari 25 poros jalan, dan 2 untuk jembatan" jelasnya.Ditambahkan Askolani bahwa jembatan ini melintasi 3 kecamatan 29 Desa, Nilai kontrak kurang lebih 25.000.000.000,- (Dua puluh lima milyar rupiah) Yang bersumber dari Bantuan Gubernur Sumsel bersifat khusus dan APBD Banyuasin.Sementara itu warga bernama Ishak menyampaikan ucapan rasa syukur dan terimakasih pada gubernur Sumsel dan bupati Banyuasin atas rencana pembangunan jembatan. "Jembatan ini dibangun tahun 1990, adalah urat nadi segala aktifitas warga disini. Semoga Bapak semua selalu diberikan kesehatan" Tutup IshakTurut hadir Forkompimda Kab Banyuasin, Para Ka. OPD Prov. Sumsel dan Kabupaten Banyuasin