Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Promosikan Danau Ranau sebagai Danau Ikonik melalui Podcast
OKU Selatan - Usai Dialog Tani, Nelayan, dan Penggiat Pariwisata di Pantai Bidadari OKU Selatan, Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Bupati OKU Selatan Abusama dan Bupati/ Walikota se Sumsel yang hadir melaksanakan Podcast di Pantai Bidadari Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (15/11/2025).Pada Podcast ini Gubernur Herman Deru terua mempromosikan Danau Ranau sebagai danau ikonik dengan cara menarik wisatawan melalui berbagai kegiatan dan event-event baik lokal, nasional dan internasional.
Sumsel
Gubernur HD Serahkan Bantuan Keuangan Khusus Kepada Ribuan Desa di Sumsel
OKU Selatan - Komitmen Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru terhadap pembangunan pedesaan dibuktikannya dengan menyalurkan bantuan keuangan khusus sebesar Rp20 juta untuk setiap desa di Sumsel.Bantuan tersebut bertujuan mendukung pembangunan 2.856 desa di seluruh wilayah provinsi Sumsel dengan total bantuan Rp 57.120.000.000.Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada kegiatan Dialog Tani, Nelayan, dan Penggiat Pariwisata yang berlangsung di Pantai Bidadari OKU Selatan pada Sabtu (15/11/2025).Acara ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari perangkat desa, kelompok tani, pelaku wisata, dan masyarakat.
Sumsel
Kembali Digelar, Ribuan Pesepeda se Indonesia Ikuti Agenda Nasional SRGF 2025
BANDING AGUNG - Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Abusama, S.H., melepas 1.863 peserta Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SRGF) Tahun 2025, Sabtu (15/11/2025). Bertempat di Plaza Icon Danau Ranau Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan.SRGF 2025 merupakan kegiatan yang menggabungkan olahraga dan pariwisata (sport tourism) telah berjalan mulai dari 2018 ini menarik minat pesepeda dari seluruh daerah di Indonesia dengan rute mengelilingi Danau Ranau sejauh 34 km.Dalam sambutan Gubenur Sumsel sampaikan Sriwijaya Ranau Gran Fondo ini adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah, sebagai bentuk suport dalam mengenalkan, mengembangkan wisata alam yang ada."Kesuksesan kegiatan ini berkat dukungan dari berbagai pihak hingga masyarakat Kabupaten OKU Selatan" tegas HD.Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mendukung perkembangan roda perekonomian masyarakat melalui UMKM dan juga bermanfaat untuk mempromosikan berbagai potensi di Kabupaten OKU Selatan mulai dari pariwisata, pertanian, perekonomian hingga perkebunanan."Terimakasih untuk semua jajaran dan masyarakat yang telah memberikan dukungan. Semoga dengan apa yang telah diperbuat bersama-sama ini dapat menarik wisatawan datang ke OKU Selatan, sehingga peningkatan pengunjung yang datang ke OKU Selatan dapat bertambah tinggi dan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat,” ungkapnya.SRGF 2025 kali ini dibagi dalam beberapa kategori antara lain, Men Elite (19–29 tahun), Men Junior (17–18 tahun), Men Master A (30–39 tahun), Men Master B (40–49 tahun), Men Master C (50 tahun ke atas), Women (16+) dan MTB Men (16+)Turut hadir Ketua TP-PKK Prov Sumsel Feby Deru, Wakil Bupati OKUS Misnadi, Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumsel, Bupati Wali Kota se Sumatera Selatan, Ketua dan Anggota DPRD OKU Selatan, Ketua TP PKK OKU Selatan, Sekda, Para Ketua Organisasi Wanita, Para Asisten, Staf Ahli, Para Kepala Instansi Vertikal, Para Kepala OPD, Pimpinan BUMN/BUMD, Para Kepala Bagian, Para Camat, Para Ketua Organisasi, Undangan Lainnya.
Sumsel
Festival Danau Ranau XXIV Ditutup, HD Bangga Geliat UMKM dan Homestay Kian Menjamur
OKU Selatan. Suasana meriah dan sangat mengesankan menyelimuti malam Gala Dinner Opening Sriwjaya Ranau Gran Fondo sekaligus penutupan Festival Danau Ranau XXIV Tahun 2025. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD), hadir langsung dan memberikan apresiasi luar biasa terhadap antusiasme masyarakat serta geliat ekonomi yang tercipta di sekitar Danau Ranau, OKU Selatan, Jumat malam (14/11/2025).HD menyampaikan rasa bangga atas dampak ekonomi yang terasa sejak event olahraga internasional, Sriwijaya Ranau Gran Fondo, rutin dilaksanakan."Danau ini bukan hanya indah di kasat mata, namun pemanfaatan dari danau ini mampu mengaliri sungai-sungai yang mengairi sawah-sawah, sehingga turut membantu Sumsel sebagai lumbung pangan terbesar No. 5 Nasional," ungkap Gubernur.Gubernur Herman Deru menekankan bahwa Danau Ranau bukan hanya menawarkan keindahan, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari menjamurnya geliat ekonomi, mulai dari UMKM, hotel, hingga homestay yang kian diminati wisatawan."Saya berharap ada pemuda-pemudi yang memberikan masukan sehingga Grand Fondo terus berkembang hingga mendunia, karena olahraga sepeda di sini bukan hanya bersepeda, namun juga berkreasi bersama keluarga," tambahnya, mengajak semua pihak untuk memperdalam rasa memiliki dan menjaga keindahan alam Danau Ranau.Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Sumsel, Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa malam penutupan ini adalah puncak rangkaian Festival Danau Ranau XXIV dan Sriwijaya Ranau Gran Fondo."Peserta Danau Ranau Gran Fondo tahun 2025 yang mendaftar mencapai 1.863 orang," ujar Pandji, menunjukkan peningkatan minat menikmati keindahan Danau Ranau dan keramahan masyarakat setempat.Bupati OKU Selatan juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumsel dan para sponsor. Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya sukses mempromosikan wisata dan budaya, tetapi juga mendorong pelaku UMKM bergeliat luar biasa."Kami harap kegiatan ini akan menjadi event tahunan yang diunggulkan sehingga mampu mendorong sektor ekonomi di OKU Selatan," harap Bupati.Acara penutupan ini turut dihadiri oleh para Bupati dan Walikota se-Sumsel serta jajaran Forkopimda Sumsel.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Pimpin Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan Antisipasi Ancaman Banjir Ekstrem di Sumsel
OKU Selatan. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, memimpin langsung Apel Gelar Pasukan dan Simulasi Banjir Provinsi Sumsel Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan AURI Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, pada Jumat (14/11/2025),dalam upaya mempersiapkan kesiapsiagaan personel menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi pada musim hujan.Dalam amanatnya, Gubernur Herman Deru menjelaskan bahwa meskipun kondisi Sumsel saat ini kondusif pasca-kebakaran hutan dan asap, ancaman yang tidak terprediksi adalah musim hujan yang dapat menyebabkan banjir, korban jiwa, dan kerugian harta benda."Musim hujan dengan curah yang tinggi punya ancaman tersendiri, yaitu banjir. Ini perlu diwaspadai agar dapat dimitigasi dan disiagakan," ungkap HD.Gubernur menekankan pentingnya kewaspadaan karena curah hujan yang ekstrem menuntut kesiapsiagaan seluruh elemen tanggap bencana. Beliau juga menyoroti perlunya peningkatan sosialisasi dan kesadaran masyarakat, serta pentingnya memperhatikan tata ruang guna meminimalisir dan memitigasi ancaman bencana."Kenapa kita warning, karena curah hujan yang ekstrem sehingga butuh kesiapsiagaan. Lalu, bagaimana simulasi ketika terjadi bencana?" tambahnya.Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyabahana, menyampaikan bahwa memasuki musim hujan, potensi bencana alam banjir dan tanah longsor menjadi ancaman serius."Tujuan apel ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dan mengoptimalkan peran mereka agar jika terjadi banjir, korban dan aset dapat diselamatkan dengan cepat dan tepat," jelas Iqbal.Apel kesiapsiagaan ini diikuti oleh berbagai elemen tanggap bencana, termasuk personel BPBD, SAR, TNI, POLRI, Ormas Rapi, serta elemen mahasiswa dan relawan. Dalam simulasi tersebut, turut dipamerkan kesiapan peralatan seperti perahu karet, mesin, dan sarana pendukung lainnya.Turut hadir Para Bupati dan Forkopimda Lainnya.
Sumsel
Sekda Sumsel Hadiri Rapat Paripurna XXVI DPRD Sumsel Bahas Jawaban Gubernur Terhadap Raperda APBD 2026
Palembang — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, menghadiri Rapat Paripurna XXVI DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda penyampaian Jawaban Gubernur terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung DPRD Sumsel, Palembang Jumat (14/11/2025).Dalam sambutannya, Sekda Edward Candra menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan rapat serta apresiasi atas pandangan umum yang disampaikan oleh seluruh fraksi DPRD Sumsel.“Alhamdulillah, kita dapat hadir bersama mengikuti Rapat Paripurna ke-XXVI ini. Kami mengapresiasi masukan, kritik, dan saran dari setiap fraksi yang tentu menjadi bahan berharga dalam penyempurnaan Raperda APBD 2026,” ujarnya.Sekda juga menegaskan kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Sumsel dengan pandangan fraksi terkait capaian pagu transfer dari Pemerintah Pusat. Ia berharap sinkronisasi tersebut dapat memastikan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Terkait penurunan alokasi transfer pusat, Sekda menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel telah melakukan penyesuaian pada belanja daerah secara terukur dan tetap memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.Komitmen terhadap Penyempurnaan APBD 2026 Sekda Edward Candra menegaskan bahwa seluruh pandangan serta masukan dari fraksi-fraksi DPRD Sumsel menjadi bahan penting dalam penyempurnaan APBD Tahun Anggaran 2026. Beberapa hal teknis yang memerlukan pembahasan lanjutan akan ditindaklanjuti bersama OPD terkait dalam rapat-rapat komisi di DPRD Sumsel.“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat menghargai seluruh pandangan, masukan, serta dukungan dari Fraksi-Fraksi DPRD. Sinergi eksekutif dan legislatif sangat kami perlukan untuk menyempurnakan kebijakan fiskal daerah dan memastikan APBD 2026 benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujarnya.Di akhir penyampaian, Sekda menegaskan bahwa Rapat Paripurna ke-XXVI ini merupakan tahapan penting dalam proses pembahasan Raperda APBD 2026 sebelum berlanjut ke pembahasan tingkat komisi dan Badan Anggaran DPRD Sumsel."Pemprov berharap seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga APBD Tahun Anggaran 2026 dapat ditetapkan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan serta pelayanan publik di Sumsel, " tandasnya.Rapat Paripurna XXVI ini turut dihadiri para kepala OPD, pejabat terkait, serta anggota DPRD Sumsel.
Sumsel
Sumatera Selatan Raih Penghargaan Presiden: Terbaik II Nasional dalam Penurunan Prevalensi Stunting
Jakarta– Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mencatat prestasi gemilang di kancah nasional. Provinsi Sumsel berhasil meraih Tanda Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia atas pencapaian luar biasa sebagai Terbaik II Tingkat Nasional dalam Penurunan Prevalensi Stunting.Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Subp.FOMC., AIFO-K, di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada Rabu (12/11/2025).Prestasi nasional ini merupakan hasil nyata dari sinergi dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel, H. Herman Deru.Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen dan bekerja keras dalam upaya percepatan penurunan stunting."Kami bersyukur atas pencapaian ini. Penghargaan dari Presiden ini adalah bukti bahwa upaya terpadu yang kita lakukan bersama membuahkan hasil yang positif," ujar dr. H. Trisnawarman setelah menerima penghargaan.Keberhasilan Sumsel dalam menekan angka prevalensi stunting didasari oleh strategi utama Gubernur Herman Deru yang berfokus pada kolaborasi lintas sektor, revitalisasi layanan kesehatan dasar, dan pencegahan dini melalui program berbasis keluarga dan pangan.Strategi tersebut meliputi Pencegahan Dini (Fokus 1000 HPK) melalui Penyuluhan dan peningkatan kesadaran gizi bagi calon ibu, menjamin ketersediaan dan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil dan balita.Selanjutnya, dilakukan Penguatan Layanan Kesehatan Dasar melalui Revitalisasi Posyandu secara masif sebagai garda terdepan pelayanan dan pusat informasi, Meningkatkan Akurasi Pengukuran Gizi dengan membekali kader dan alat ukur memadai (timbangan digital), dan Melaksanakan Gerakan Pemantauan Tumbuh Kembang serentak untuk deteksi dan intervensi dini.Selain itu, Gubernur Herman Deru Memasifkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) untuk mendorong kemandirian pangan keluarga, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi secara berkelanjutan.Untuk mendukung berbagai program tersebut bahkan dilakukan Kolaborasi Lintas Sektor dengan cara Menggerakkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di semua tingkatan, melibatkan Pemda dan organisasi wanita (PKK), mengoptimalkan Satuan Tugas Tenaga Pendamping Keluarga (TPK) (bidan, kader PKK/KB) untuk pendampingan.Selanjutnya mengaktifkan kembali program TNI Manunggal KB Kesehatan untuk menjangkau daerah sulit. Dan Mengalokasikan Anggaran (DAK/APBD) untuk intervensi, termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT).Melalui strategi dan kerja keras kolektif ini, upaya penekanan angka prevalensi stunting di Sumsel telah membuahkan hasil signifikan, yang merupakan indikator penting dalam peningkatan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia daerah.Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025, Angka stunting di Sumatera Selatan menunjukkan penurunan signifikan dari tahun 2021 ke 2024. Pada tahun 2022, prevalensi stunting Sumsel turun menjadi 18,6% dari sebelumnya 24,8% pada tahun 2021, dan pada tahun 2024 angka ini kembali turun menjadi 15,9%.Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Sumsel
Keren!!! Perjalanan Lebih Aman, Gubernur HD Panggil Telkomsel Atasi Hilang Sinyal di Jalur Blankspot Pali - Musi Rawas
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD), menerima silaturahmi General Manager PT. Telkomsel Sumbagsel dalam rangka silaturahmi guna mempercepat penanggulangan wilayah tanpa sinyal (blankspot) di Sumsel. Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (13/11/2025).Dalam pertemuan tersebut, HD yang mengaku sebagai pelanggan pertama Telkomsel, menekankan komitmennya untuk mewujudkan Sumsel sebagai provinsi Zero Blankspot."Kenapa saya panggil Telkomsel, karena saya pelanggan pertama menggunakan Telkomsel. Saya ingin Sumsel ini zero blankspot. Berbagai upaya sudah kita lakukan, namun berbagai tantangan juga dihadapi," tegas Gubernur.HD menyoroti bahwa keluhan masyarakat saat ini telah meluas. Masalah blankspot tidak hanya terjadi di pelosok desa, tetapi juga di jalur perjalanan penting, khususnya di lintas Pali-Cecar, Kabupaten Musi Rawas."Jadi tolong ini direspon demi kemanusiaan. Bayangkan kalau kita malam di jalan sana tidak ada sinyal," ungkap HD.Gubernur juga menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak PLN dan Perkebunan MHP (Musi Hutan Persada) untuk membangun sinergi yang diperlukan demi mendirikan Base Transceiver Station (BTS) di wilayah lintas Pali-Cecar yang masih mengalami blankspot.Menanggapi keluhan Gubernur, Wawan Kuswandono, GM Region Network Operation and Productivity Sumbagsel, menyatakan bahwa Sumsel telah menunjukkan penetrasi signifikan dengan pembangunan 313 site BTS di seluruh wilayah. Pihaknya kini terus menyasar lokasi yang masih mengalami blankspot.Wawan juga menjelaskan bahwa program percepatan pembangunan BTS menggunakan tiga program yakni Program reguler pengajuan ke kantor pusat, Program Desa non-3T, Program BTS Gotong Royong."Untuk keluhan di jalur wilayah Cecar-Pali, kami akan segera melakukan survei titik lokasi yang tidak ada sinyal untuk ditindaklanjuti dengan percepatan pembangunan," tutup Wawan, ia menegaskan kesiapan Telkomsel mendukung visi Zero Blankspot Sumsel..Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Sumsel Rika Efianti, S.E.,M.M dan para jajaran PT. Telkomsel Lainnya
Sumsel
Wagub Sumsel Harap Pemprov Sunsel - BULD DPD RI Perkuat Sinergi Dalam Pembentukan Regulasi yang Berpihak Pada Masyarakat
Palembang— Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menerima kunjungan kerja Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam rangka pemantauan rancangan peraturan daerah (Raperda) dan peraturan daerah (Perda) di Provinsi Sumatera Selatan. Pertemuan berlangsung di Graha Bina Praja, Palembang, Kamis (13/11).Dalam sambutannya, Wagub H. Cik Ujang menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Ketua serta Anggota BULD DPD RI yang hadir. Ia berharap, kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembentukan produk hukum yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.Wagub menegaskan bahwa pembentukan Peraturan Daerah merupakan bagian penting dari pelaksanaan otonomi daerah. Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan ruang dan kewenangan yang lebih luas bagi daerah agar mampu mengatur kebijakannya secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan lokal.“Kami berharap BULD DPD RI dapat terus bersinergi dalam menyempurnakan pembentukan Perda di Sumsel berdasarkan asas pembentukan perundang-undangan yang baik. Dengan begitu, pembangunan di daerah akan berjalan lebih efektif dan merata,” imbuhnya.Sementara itu, Anggota DPD RI asal Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva, dalam paparannya menyampaikan apresiasi atas penyambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Sumsel. Ia menilai Sumsel merupakan daerah strategis yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, sehingga perlu didukung oleh regulasi daerah yang harmonis dan tidak tumpang tindih.“Masih terdapat disharmonisasi regulasi yang berdampak langsung pada kebijakan di daerah. Karena itu, kami di BULD berkomitmen membantu mencari solusi serta menyusun strategi agar regulasi pusat dan daerah dapat berjalan seirama,” tutur Ratu Tenny.Sementara Pimpinan BULD DPD RI, Ir. Stefanus B.A.N, menambahkan bahwa peran DPD RI dalam pemantauan Perda adalah untuk memastikan adanya keselarasan antara kebijakan pusat dan daerah. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dinilai telah menunjukkan arah implementasi yang baik dalam harmonisasi peraturan daerah.“Kami berharap hasil pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan,” ungkap Stefanus.Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kakanwil Kemenkumham Sumsel Maju Amintas Siburian, Karo Hukum Setda Prov. Sumsel Dedi Harapan, SE, SH, M.Si, Kabag hukum kota kabupaten Se-Sumsel serta sejumlah pejabat terkait dari lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.