Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sekda Supriono Pimpin Rapat Pemantapan Peringatan Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan ke-78 Tahun 2024
Palembang, sumselprov.go.id- Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Ir. S. A. Supriono memimpin langsung Rapat Pemantapan Peringatan Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan ke-78 Tahun 2024. Rapat juga diikuti oleh Asisten I Bidang Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat Prov Sumsel, Drs H Edward Chandra, MH beserta para Kepala OPD Prov. Sumsel bertempat di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa (19/3/2024). Pada Rapat tersebut, Sekda memberikan kesempatan kepada peserta rapat untuk membahas bersama guna menentukan tema Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan ke-78 Tahun 2024 dan disepakati bersama dengan tema yaitu "Dengan Semangat Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan ke- 78 Tahun 2024, Menuju Sumsel Maju Terdepan dan Berkelanjutan". Dalam arahannya, Sekda minta seluruh panitia maupun seksi agar mempersiapkan semua kegiatan seperti acara pengobatan gratis dan donor darah, kunjungan ke Panti Sosial, senam dan jalan santai serta adanya lomba kebersihan kantor, lomba gemar makan ikan, Senam jantung sehat dan bersamaan jalan dimana para peserta diberikan kupon dan begitu seterusnya dimana banyak kegiatan pada acara ini harus dipersiapkan dengan membuat time linenya "Terkait lomba seperti lomba kebersihan kantor yang dinilai bukan kemewahan kantor tapi yang dinilai seperti cara menyusun berkas dan nantinya ada polingnya. Nantinya dibuat surat ke dinas-dinas dan pemenangnya diteken oleh PJ Gubernur. Saya juga berharap seperti lomba gemar makan ikan menampilkan hal baru" lanjutnya. "Saya berharap semua seksi harus bertanggung jawab dan sekretariat hanya tempat guna dalam hal tanda tangan dan diharapkan semua surat maupun time line kegiatan schedule dipersiapkan semua instrumen administrasi. Kominfo publikasi, Dishub dan Satpol PP pengamanan dan lalulintas" harap Sekda. Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel.
Sumsel
Tyas Fatoni Sholat Tarawih Berjamaah Dengan Masyarakat Sekitar Pelabuhan Boom Baru Palembang
Palembang, sumselprov.go.id- Meskipun Pj. Gubernur Sumsel, Agus Fatoni berhalangan memenuhi agendanya untuk sholat tarawih berjamaah bersama masyarakat disekitar Masjid Nurul Ikhlas PT. Pelindo yang beralamat di Pelabuhan Boom Baru Palembang, tidak menyurutkan niat dari Pj. Ketua TP PKK Prov. Sumsel, Tyas Fatoni untuk tetap hadir pada giat Safari Ramadhan di pada malam hari ini, Senin (18/3/2024). Melalui kesempatan tersebut Pj. Gubernur Sumsel, Agus Fatoni diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Edward Chandra, MH menyampaikan ucapan maaf dari Pj. Gubernur Sumsel yang tidak dapat hadir dikarenakan adanya agenda lain yang bersamaan. "Kami menyampaikan salam sekaligus permohonan maaf pak Pj. Gubernur Sumsel. Karena beliau masih ada kegiatan lain, sehingga beliau mengutus kami untuk hadir di tengah - tengah ibu / bapak sekalian. Safari Ramadhan ini, merupakan kegiatan yang dilakukan Pemprov Sumsel setiap tahunnya dalam rangka meningkatkan ikatan kita kepada Allah SWT serta meningkatkan silahturahmi antara pemerintah dengan masyarakat", tuturnya saat memberikan sambutan sebelum menjalankan sholat tarawih berjamaah. Ia juga menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu, Pj. Gubernur Sumsel, A. Fatoni sudah pernah hadir di Pelabuhan Boom Baru Palembang untuk meresmikan Renovasi Gedung Terminal Pelabuhan Boom Baru Palembang. Dengan telah diresmikannya gedung tersebut, Edward Chandra berharap semoga dibulan Ramadhan dan menjelang hari Idul Fitri tahun ini, jumlah penumpang dan pengiriman barang melalui pelabuhan Boom Baru Palembang dapat meningkatkan dari tahun sebelumnya. Selain itu, Ia pun menjelaskan bahwa saat ini Pemprov Sumsel tengah menjalankan beberapa program prioritas di Sumsel diantaranya pengendalian inflasi, penanganan stunting, pengentasan angka kemiskinan ekstrim, dan penanggulangan bencana. Berkaitan dengan stunting pemerintah berharap masyarakat untuk ikut serta dalam menghadapi permasalahan tersebut dengan menjadi orang tua asuh bagi balita yang terkena stunting agar penanganan stunting di Sumsel cepat diselesaikan. Usai sholat tarawih berjamaah, Tyas Fatoni bersama Edward Chandra dan para pejabat pendamping melanjutkan agendanya dengan makan malam bersama. Turut hadir Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Palembang, Kol. Laut Sandy Kurniawan, Komisaris Utama PT. Pelindo, Agus Suhartono, Wakil Direktur Utama PT. Pelindo, Hambra, General Manager PT. Pelindo, Nunu Khusnul dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Pj Gubernur Agus Fatoni Harap PWP SS Terus Angkat Potensi Sumsel di Daerah Perantauan
Jakarta, sumselprov.go.id- Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni menghadiri Pelantikan Ketua Umum dan Pengurus Pusat Perkumpulan Wanita Palembang Sumatera Selatan (PWP SS) Masa Bakti Tahun 2024 - 2027 di Pendopo Demang Jalan Kemang Selatan No 18 Jakarta Selatan, Senin (18/3/2024). Pelantikan Ketum dan Anggota PWP SS Masa Bakti 2024 - 2027 di lantik langsung oleh Ketua TP PKK Sumsel sekaligus Pembina Utama PWP SS, Tyas Fatoni. Pada kesempatan ini Pj Gubernur Agus Fatoni mengatakan kehadirannya pada pelantikan ini merupakan bentuk cinta dan sayang kepada organisiasi PWP SS. "Kami hadir disini sebagai bukti sayang dan cinta kami kepada PWP SS,"katanya. Fatoni menilai peran wanita, perempuan dan ibu-ibu sangatla penting, termasuk kompak kuga penting dalam menggerakan organisiasi ini lebih maju dan lebih baik lagi. "Kami bangga dan suprise meski tidak lagi di Sumsel tapi para ibu-ibu ini tetap memikirkan potensi yang ada di Sumsel untuk dikembangkan di daerah perantauannya. Kita tau Sumsel sangat potensial, banyak sekali potensi yang dapat di kembangkan,"ujarnya. Makanya Fatoni ingin Sumsel sebagai provinsi yang besar, tua dan dewasa dengan memiliki potensi yang luar biasa ini harus kembangkan dan di bangun. "Sudah banyak icon dari Sumsel seperti songket, jumputan, makanan khas serta lainnya yang berkembang di masyarakat, saya yakin organisasi ini mampu mendukung itu semua,"ungkapnya. "Kita ingin memajukan Sumsel dan mensejahterakan masyarakat. Saya tau ibu-ibu perantauan ini para pejuang dan ingin sukses maka perannya sangat penting,"ujarnya. Tak hanya itu, keinginan besar Fatoni juga selain membangun dan menyatukan potensi di Sumsel tapi ingin mensejaterahkan masyarakat dan membuat citra Sumsel lebih baik. Sebab menurut Fatoni mengangkat citra Sumsel itu penting, mengingat Sumsel sudah maju dengan masyarakatnya sudah baik, maka ini perlu di angkat bisa juga melalui media sosial. "Sumsel terkenal dengan zero konflik ini juga harus di pertahanakn. Kita butuh kerja keras untuk mencapai semua itu,"katanya. Saat ini Fatoni menjelaskan Pemerintah Sumsel telah melakukan gerakan-gerakan serentak seperti Gerakan Bedah Rumah Secara Serentak se-Sumatera Selatan (GBRSS), Gerakan Pembangunan Sanitasi Serentak se-Sumatera Selatan (GPSSS), Gerakan Penanganan Stunting se-Sumatera Selatan (GPStSS), Gerakan Pengendalian Inflasi se-Sumatera Selatan (GPISS) dan Gerakan Pasar Murah se-Sumatera Selatan (GPMSS). "Program gerakan serentak seperti ini yang kita lalukan agar lebih, efektif, terasa, efisien dan tepat sasaran, maka organisasi juga harus mendukung agar semua yang kita inginkan dapat terwujud,"tutupnya. Sementara itu, Ketua Umum PWP SS, Hj Anisja Djuita memgucapkan terima kasih atas pelantikan yang dilakukan oleh Pj Ketua TP PKK Tyas Fatoni dan di hadiri langsung Pj Gubernur Sumsel "Atas nama pribadi dan Ketum, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur, Kami sangat bangga dan terharu pak Gubernur bisa hadir,"terangnya. Dia mengatakan kepercayaan yang diberikan ini akan di jalankan dengan tanggungjawab dan amanah. Semoga dapat melaksanakan tugas dan amanah dari cita-cita para pendiri dan senior. "Kelurga besar Sumsel di perantauan itu begitu banyak. Meski di tanah rantau kami terus menjalin silaturhami dan tetap mempertahankan kearifan lokal, mereka selalu menyajikan kuliner khas Palembang, dan membantu melestarikan kebudayaan Sumsel,"pungkasnya. Turut hadir, Pj Ketua TP PKK, Tyas Fatoni, Tokoh Masyarakat Sumsel, Anwar Fuadi, Sesepuh PWP-SS, Hj Delima Tatung, Penasehat PWP-SS, Hj Nani Djoko Ketawang, Ketua Bidang III TP PKK Provinsi Sumsel, Desy Kasnayati dan Ketum Tenaga Pembangunan Sriwijaya Dr Sudirman.
Sumsel
Sekda Sumsel Hadiri Rapat Banmus DPRD Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id- Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Ir. S. A. Supriono menghadiri Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Prov. Sumsel Membahas Jadwal Kegiatan Pimpinan dan Anggota DPRD Prov. Sumsel bertempat di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Prov. Sumsel, Senin (18/3/2024). Rapat dipimpin Ketua DPRD Sumsel, Hj. R.A. Anita Noeringhati, S.H., M.H., membahas jadwal kegiatan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumsel dari Bulan Januari s.d. Mei 2024. "Kegiatan ini perlu dilakukan agar kita semua dapat melakukan berbagai program kegiatan," ujarnya. Dalam kesempatan itu, dibahas beberapa hal antara lain rencana pelaksanaan rapat-rapat paripurna LKPJ, pansus, rapim, perumusan penyusunan rekomendasi laporan pansus 1 s.d. 5, pembahasan rekomendasi kunker komisi, penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi, penyampaian jawaban gubernur terhadap pemandangan umum, hingga pengesahan perda. "Saya berharap rapat pansus harus tetap dihadiri BPKAD dan Bappeda yang paham. Dan diharapkan kehadiran Pak Gubernur secara langsung dalam beberapa rapat-rapat terutama terkait LKPJ," ujarnya.
Sumsel
Penuhi Capaian Sanitasi Permukiman di Sumsel, Pemprov Sumsel Kick Off Meeting Program PPSP
Palembang. Kondisi sanitasi di kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan belum dapat dikatakan sudah memadai secara kuantitas maupun kualitas. Terdapat 9 Kabupaten/Kota yang masih berada dibawah capaian Provinsi dan terdapat 3 Kota dan 5 Kabupaten yang berada diatas capaian Nasional dan Provinsi. Untuk itulah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan upaya Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) melalui Kick Off meeting Program PPSP yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan dan Kawasan (PKP) Sumsel Ir. S.A Supriono bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (18/3/2024) Dalam sambutannya Supriono menyampaikan terkait pemahaman Tata ruang, dimana untuk tidak melihat hanya secara makro tapi harus memandang permasalahan ini secara detail, sementara capaian target tidak secara menyeluruh seperti permasalahan penumpukan sampah yang berhubungan langsung dengan sanitasi. "Artinya kita harus mengerti pemahaman tentang sampah yaitu sampah organik maupun non organik dan kemudian residunya serta permasalahannya dan bagaimana penanganan solusinya" ujar Supriono. Ditambahkannya, Pertambahan penduduk terutama di kawasan perkotaan memerlukan ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi permukiman yang baik dan memenuhi syarat agar mampu menunjang kesehatan masyarakat, guna meningkatkan produktivitas serta daya saing daerah" ujar Sekda "Saat ini, di Kota Palembang telah dibangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD- T) Kota Palembang sejak tahun 2017 dengan target layanan 21.700 Sambungan Rumah. Pembangunan SPALD-T tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Australia kepada Pemerintah Indonesia melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI, yang kemudian ditindaklanjuti dengan kesepakatan antara Kementerian PUPR RI, Pemprov Sumatera Selatan, dan Pemerintah Kota Palembang" jelasnya. Lebih lanjut dijelaskan Supriono, ada beberapa tantangan permasalahan sanitasi yang harus kita hadapi yaitu, tingginya target capaian sanitasi di tahun mendatang 2025-2045, regulasi yang belum memadai terutama terkait penanganan, terbatasnya pendanaan, minimnya akses terhadap sanitasi layak, minimnya peran serta masyarakat dan belum efisiennya tata kelola dan kelembagaan. "Dan tentangan utama dalam pencapaian Universal Access uadalah pada penganggaran. Untuk memenuhinya, perlu dilakukan pemutakhiran terhadap dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK), sehingga skala program program yang diusulkan dapat sejalan dengan kebutuhan pencapaian universal acces" jelas Supriono. Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Prov. Sumsel Ir. H. Novian Aswardani dalam laporannya menyebutkan acara ini dilaksanakan untum mensinergikan dan sinkronisasi program kegiatan provinsi dan kabupaten/kota dalam Perencanaan serta implementasi pembangunan sanitasi dan sebagai tindak lanjut pelaksanaan kick off meeting Tingkat Pusat serta persiapan Pelaksanaan kegiatan pendampingan implementasi dan pemutahiran dokumen kab/kota Tahun 2024 Turut hadir Para Narasumber Koordinator sanitasi, Direktorat PKP, Kementerian PPN/Bappenas Ir. Laisa Wahannudin, M. Med.Sc (PH), Tim Project Implementation Unit-Kelembagaan dan Pendanaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman, Para Ketua dan Anggota Pokja PKP dari 17 (tujuh belas) kabupaten/kota se Sumatera Selatan Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
Pj Gubernur Agus Fatoni Apresiasi Rakor OPD Kota Batu Bertema Strategi Penguatan Program Melalui Aplikasi SIPD Dalam APBD
Surabaya, sumselprov.go.id- Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan sekaligus Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Agus Fatoni mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Rapat Koordinasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Batu dengan tema Strategi Penguatan Program Melalui Aplikasi SIPD RI Dalam APBD di Hotel Platinum Surabaya Jawa Timur, Sabtu (16/3/2024). "Kami memberikan apresiais kegiatan ini sehingga apa yang dilakukan pemerintah daerah hasilnya betul-betul dirasakan oleh masyarakar,"katanya. Fatoni memaparkan terkait tentang pengelolaan keuangan daerah, dimana kewenangan kepala daerah sangat kuat hal itu tercantum di dalam UUD nomor 17 tahun 2003 tentang pengelolaan keuangan daerah. Fatoni menjelaskan Presiden selaku pemegang pemerintahan atau kekuasaan terkait didalamnya keuangan negara, kemudian dalam pengelolaan keuangan daerah itu kekuasaan di serahkan kepada Pemerintah Daerah atau Kepala daerah. Maka peran Pak Walikota di Kota Batu sangat besar dalam mengelola keuangan begitu juga di Provinsi yaitu Gubernur kewenangan yang sangat besar termasuk juga dalam mengelola kekayaan daerah yang dipisahkan. "Inila maka dalam pengelolaan keuangan daerah sering di atur dengan Perda atau Keputusan Kepala daerah. Ada pengaturan -pengaturan tertentu yang diatur sendiri oleh daerahnya masing-masing. Maka disinila pentingnya peran pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan baik dari sisi pendapatan, belanja dan lainnya,"ucapnya. Fatoni menyebutkan di dalam prinsip pengelolaan APBD di kenal namanya Money Follows Program, dimana dalam menyusun APBD perlu dipertimbangkan dalam program termasuk kemanfaatan bagi masyarakat. "Jadi bukan sama rata sama rasa, bukan di bagi asal di bagi tetapi perlu memperhatikan prioritas, urusan yang urgent dan capaian yang perlu di capai oleh daerah masing-maaing,"terangnya. Maka pemerintah daerah harus fokus terhadap urusan -urasan yang penting, strategis tanpa harus menganggarkan seluruh program dan kegaitan. Kalau menu di SIPD banyak tapi tidak harus menu itu di gunakan semua. "Di dalam pengelolaan keuangan sinergi itu perlu di lakukan agar pengelolaan keuangan bisa maksimal,"ungkapnya. Selain itu yang perlu dipahami prinsip APBD itu pertama harus disusun sesuai dengan kebutuhan penyelengara. "Pengelolaan APBD disusun sesuai kebutuhan penyelenggaraan urusan pemerintah daerah yang menjadi kewenangan daerah dan kemampuan pendapatan daerah, ini menjadi catatan penting,"katanya. Tak hanya itu Fatoni juga menjelaskan manfaat Belanja Tidak Terduga (BTT) dimana ini memberikan ruang yang dalam persoalan di masyarakat dan pemerintah daerah. Menurutnya penggunaannya BTT ada dua bisa digunakan dari akun BTT itu dan pergeseran anggaran. "Penggunaan BTT untuk mendanai keadaan darurat dalam rangka kebutuhan tanggap darurat bencana, penghentian konflik dan paska konflik, kejadian yang luar biasa, bantuan sosial yang belum di rencanakan sebelumnya,"ungkapnya. Selanjutnya Fatoni menjelaskan terkait SIPD bahwa ditetapkan sebagai aplikasi umum. SIPD ini juga sebagai satu cara untuk mengurangi korupsi, bahkan implementasi SIPD di tujukan agar dapat menjadi wadah untuk menyatukan referensi perencanaan dan keuangan menguhubungkan data perencanaan pemggunaan dan penganggaran keuangan daerah Kabupaten/Kota maupun provinsi serta mempermudah sinkronisasi kebijakan. "Saya ucapkan terima kasih semoga kita terus bersinergi,"tutupnya. Sementara itu, Pj Walikota Kota Batu sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan kehadiran pak Gubernur selaku Dirjen Bina Keuangan Mendagri dapat memberikan arahan terkait pelaksanaan APBD. Dia mengatakan tentunya dengan berbagai program yang penguatan di Kota Batu dan juga terkait dengan isu strategsi dan berbagai program di harapkan bisa mendukung berbagai capaian apa yang diinginkan pemerintah Kota Batu ataupun masyarakat. "Karena sebagai kota yang memiliki keunggulan baik pariwisata, UMKM dan pertanian di harapkan dengan isu strategis tersebut dapat sesuai dengan harapan kita bersama sehingga harapan kita di tahun 2024 lebih baik lagi,"pungkasnya. Turut hadir Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra Sumsel, Edward Candra, Kepala Dinas PUBMTR Sumsel M. Affandi, Plh Kepala Dinas Pendidikan Sutoko, Biro Perekonomian Setda Sumsel Hengky Putrawan serta Kepala OPD Kota Batu.
Sumsel
Pj Gubernur Sumsel yang juga Dirjen Bina Keuda Kemendagri, A Fatoni Jadi Narasumber Di Provinsi Jawa Timur
Surabaya, sumselprov.go.id- Penjabat ( Pj) Gubernur Sumatera Selatan sekaligus Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni memberikan pengarahan dan pembekalan dengan tema Bijak Mengelola Keuangan Pemerintah Daerah Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Prestasi Siswa di Ruang Sabha Nugraha, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Sabtu (16/3/2024). "Ini satu kehormatan saya bisa berdiri disini (Provinsi Jatim) karena wilayah ini sangat besar termasuk Dinas Pendidikannya sangat besar dengan anggaran saja 8,9 triliun,"katanya. Fatoni menyebutkan anggaran yang dimiliki Dinas Pendidikan Provinsi Jatim itu luar biasa, ini pertandanya jumlah siswanya sangat besar, pegawainya besar dan tugasnya yang begitu besar. Oleh karena itu, lanjut Fatoni mengatakan Dinas Pendidikan ini harus di kelola dengan baik dan profesional sehingga harapannya bisa berdampak luas bagi pembangunan Provinsi Jatim. "Bagi saya Jatim ini kampung saya juga. Jatim yang begitu besar, provinsi yang paling diperhitungkan dari segi apapun, maka Dinas Pendidikan mempunyai peran penting,"terangnya. Fatoni mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, dia harap kegiatan seperti ini dapat terus di lakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia. "SDM ini akan menjadi pemimpin di masa mendatang, maka peran Dinas Pendidikan sangat sentral dan penting,"imbuhnya. Selaku Dunia Pendidikan, Fatoni ingatkan Dinas Pendidikan Jatim harus menyiapkan kader-kader yang unggul, maka sangat relevan, bagaimana membentuk SDM yang unggul, adalah peningkatan kapasitas SDM diantaranya pintar, inovatif, cerdas dan kreatif. "Ada tiga menjadi problem di peningkatan kapasiats SDM yakni, kompetensi, komitmen dan kekompakan. Maka penyelesaiaan masalah SDM yaitu mindset, kompetensi, komitmen, kekompakan dan inovasi,"paparnya. Dalam peningakatan kapasitas SDM, lanjut Fatoni perlu juga kecakapan yang di miliki yaitu loyal, totalitas, netral, militan dan profesional. Fatoni ingatkan bagi guru-guru berikan akhlak mental yang kuat bagi anak didik. Artinya siapkan anak didik selain ilmu pengetahuan tapi juga jayang juang atau mental. "Ini tugas kita semua untuk menyiapkan kader-kader kita,"katanya. Pada kesempatan ini juga Fatoni menyampaikan bahwa di gelarnya kegiatan ini agar kinerja pendidikan ini semakin lebih baik. Fatoni menyebutkan salah satu indikator kinerjanya adalah terkait dengan pengelolaan keuangan, jadi realisasi anggaran itu menjadi salah satu ukuran untuk mengukur kinerja. "Kinerjanya baik, realiasi anggaran juga tinggi, maka agar realisasi tinggi diperlukan ilmu yang cukup, komitmen dan motivasi yang tinggi,"ungkapnya. "Maka hari ini diberikan penbekalan kapasitas agar di Dinas Pendidikan Jatim kinerjanya lebih baik termasuk serapan anggarannya lebih baik dan juga output dan outcomenya,"pungkasnya. Sementara itu, Pj Walikota Batu sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pj Gubernur Sumsel di Kota Pahlawan, semoga membawa berkah dan memberikan dampak yang baik khususnya di dunai pendidikan di Jatim. Dia berharap kehadiran beliau memberikan angin segar bagi lingkungan dunia pendidikan Jatim, dimana beliau sebagai Pj Gubernur Agus Fatoni merasakan bagaimana pendidikan terutama pengelolaan keuangan di Dinas Pendidikan. "Kami mendapat tantangan yang luar biasa dimana ruang lingkup 38 kabupaten/kota dengan anggaran 8,9 triliun, ini tanggungjawab yang besar dengan mengelolah anggaran yang besar dan luas wilayah tentu menjadi tantangan tersendiri,"katanya. "Nah ini kesempatan yang baik bagi kami bisa bertemu beliau apalagi saat ini sebagai Pj Gubernur sekaligus Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri RI, kami berharap tahun 2024 semua program kami kedepan berjalan baik lagi dan lancar," tutupnya. Turut hadir, Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra Sumsel, Edward Candra, Kepala Dinas PUBMTR Sumsel M. Affandi, Sekretaris Dinas Pendidikan Jatim, Suhartono serta seluruh jajaran di Dinas Pendidikan Provinsi Jatim
Sumsel
Safari Ramadan, Fatoni Ajak BI Kembangkan Optimisme Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Palembang, sumselprov.go.id- Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni didampingi Pj Ketua TP PKK Sumsel Tyas Fatoni menghadiri Pengajian Ramadhan 1445 H/ 2024 M Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumsel di Lobby Bank Indonesia Prov. Sumsel, Jumat (15/3/2024). Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dan dapat mempermudah pelaksanaan tugas. "Terima Kasih BI telah melaksanakan kegiatan ini. Juga terima kasih atas kerjasama yang telah terbina dengan cukup baik dalam penanganan sosial yang baik, peningkatan berbagai kegiatan produktif yang membawa kebaikan bagi masyarakat, "ungkapnya. Seperti kolaborasi dalam berbagai program tim pengendalian inflasi yang terus dilaksanakan sehingga inflasi di Sumsel cukup terkendali, sambungnya. Dijelaskannya, Pemprov Sumsel juga terus melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi. Antara lain melalui berbagai program gerakan serentak seperti, Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak Se-Sumsel, Gerakan Pasar Murah Serentak Se-Sumsel. Dan juga berbagai Gerakan lainnya yaitu Pembangunan Sanitasi Serentak, Bedah Rumah Serentak, dan telah mencanangkan penanganan stunting serentak Se-Sumsel. Dan yang akan datang dilaksanakan Mudik Gratis Pemprov Sumsel. "Upaya-upaya menjaga ekonomi di Sumsel terus dilakukan, mulai dari pembangunan, dan juga terjaganya iklim kondusif di Sumsel. Terima kasih kepada semua pihak atas semangat dan kerja samanya. Tumbuh kembangkan optimisme semangat berjuang dan mudah memberi sehingga masyarakat optimis dalam menghadapi kehidupannya, "ujarnya. Dalam bulan Ramadan ini, Fatoni mengajak semua pihak menjaga kekeluargaan serta terus melakukan evaluasi diri dalam kebaikan dan memperbaiki diri. Sehingga diharapkan dapat dengan mudah mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga nama baik Sumsel. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Ricky Perdana Gozali melaporkan kegiatan ini merupakan salah satu program Ramadan Berkah Bersama Insan Bank Indonesia (Rabbani) yang dikaitkan dengan program budaya kerja BI dalam memperkuat spritual kepimimpinan dan mempererat kekeluargaan. Selain itu, BI juga akan melaksanakan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) yaitu Bank Indonesia telah menyiapkan kebutuhan uang pecahan yang sesuai untuk masyarakat dan memastikan kesiapan perbankan dalam layanan kas kepada masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2024 bertema bijak gunakan rupiah di bulan penuh berkah. "Kali ini BI Sumsel akan menyediakan layanan penukaran uang pada 145 titik dengan bekerjasama dengan perbankan lainnya sehingga akan mempermudah masyarakat dalam menukar uang," Jelasnya. Selain itu, pihaknya akan melakukan susur Sungai Musi bekerjasama dengan TNI AL dalam menjangkau daerah blank spot yang kesulitan mendapatkan penukaran uang cash. "Kami juga ada BI Peduli mudik yaitu dengan menyediakan penukaran cash keliling di pusat perbelanjaan modern, bandara, stasiun LRT, Rest Area Tol Kayu Agung. Dan cash keliling area BKB, " Tandasnya. Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat berpartisipasi menjaga kestabilan harga pasaran setiap produk dengan cara belanja sesuai kebutuhan tidak berlebihan. "TPID Sumsel akan berusaha agar harga-harga tidak bergerak dengan tinggi. Turut hadir Sekda Sumsel, Ir. S. A. Supriono, Forkopimda Sumsel, Ketua Persatuan Istri Pegawai BI Sumsel, Tias Purianti, dan Para kepala OPD Sumsel.
Sumsel
Dongkrak Investasi Sumsel, Pj Gubernur A. Fatoni Dukung Pengembangan PT OKI Pulp and Paper
Palembang, sumselprov.go.id- Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni menerima kedatangan jajaran direksi PT OKI Pulp and Paper untuk bersilaturahmi di ruang rapat Gubernur, Jumat (15/3/2024) sore. Dalam kunjungan singkat itu A. Fatoni mengungkapkan komitmennya mendukung pengembangan PT OKI Pulp and Paper untuk mendongkrak investasi di Sumsel. Menurut Fatoni dirinya serius mendukung agar investasi di Sumsel meningkat dan lebih baik kedepan. "Kami sangat mendukung semua investasi di Sumsel. Karena itu jika ada kendala kita akan segera carikan solusinya," ujar Pj Gubernur Fatoni. Menurut Fatoni terkait pembukaan penerbangan rute Palembang-Singapura untuk menarik investasi lebih banyak di Sumsel sudah disampaikannya ke Menteri Perhubungan (Menhub). Beberapa rute domestik dari Palembang ke Batam, Semarang dan lainnya sudah mendapat persetujuan. Namun untuk luar negeri masih akan dikaji kembali. "Argumen dari PT Pulp ini bagus sekali. Jika bisa disertai data berapa peluangnya untuk menarik investasi tentu akan menjadi pertimbangan pusat," ujarnya. Sementara itu mengenai kendala realisasi investasi akibat adanya pendangkalan di kawasan Air Sugihan, Pj Gubernur Agus Fatoni mendorong PT Pulp and Paper bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel untuk berkoordinasi ke Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI. Dengan demikian rencana kegiatan pendalaman Alur Muara Sungai Sugihan dalam rangka keselamatan Pelayaran dapat segera direalsiasikan. Sehingga mendukung pertumbuhan investasi di Sumsel. Selain membahas soal investasi, dalam kesempatan itu Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni juga mendorong agar PT OKI Pulp and Paper meluaskan jangkauan CSR mereka tak hanya di ring 1. Namun juga beberapa daerah terdampak kegiatan usaha dari PT OKI Pulp and Paper lainnya. Menurutnya di Pemprov Sumsel ada forum CSR. Iaoun mempersilakan PT OKI Pulp and Paper untuk berkontribusi disana agar CSR yang disalurkan lebih terkoordinir. Sehingga beberapa program-program seperti pengendalian inflasi, penurunan angka stuntkng. penurunan angka kemiskinan dna kemiskinan ekstrem dapat diatas secara bersama-sama dengan efektif. Sementara itu Kuasa Direksi PT OKI Pulp and Paper Mills, Gadang Harto Hartawan menjelaskan bahwa berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) terhitung hingga Q4 Tahun 2024 yakni Nikai investasi existing mills untuk Pabrik Pulp dan Seaport sebesar Rp54.871.899.419.388 dan Pabrik Tissue sebesar Rp11.843.519.396.025 atau total Rp66.715.409.815.413. Adapun proyek pengembangan yang saat ini, pertama yakni rencana investasu project phasa II (pabrik pulp) Rp33.976.130.874.000, kemudian realisasi i vestasu phasa II sebesar Rp9.652.972.744.672. Selanjutnya adalah investasi project phasa III (hilirisasi industri kertas dan tissue ) Rp36.386.130.000.000. "Pengembangan OKI Pulp and Paper ini kita bagi II phasa. Namun untuk pengenbangan phasa III dan IV ada kendala-kendala. Untuk itulah kita sampaikan untuk meminta bantuan Pemda mensupport kami agar dapat melanjutkan proyek pengembangan phasa III senilai Rp36 T lebih," jelas Gadang. Hadir dalam kesempatan itu Direktur PT OKI Pulp and Paper Efendy, Assisten II Pemprov Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Basyaruddin, Kepala Bappeda Sumsel Regina Ariyanti, serta sejumlah Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumsel.