Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Safari Ramadhan Pj Gubernur Fatoni Bersama Forkopimda Sumsel di Masjid Al- Askariyah Sukarami Palembang
Palembang. Melanjutkan Safari Ramadhan yang dilaksanakan selama Bulan Suci Ramadhan 1445H di masjid sekitar Kota Palembang, kali ini Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni bersama Forkopimda Provinsi Sumsel melaksanalan safari ramadhan di Masjid Al- Askariyah, Kecamatan Sukarami Palembang, Selasa (22/3/2024). Dalam sambutannya Fatoni mengingatkan semua hadirin untuk selalu menjaga keimanan kita agar tetap semakin meningkat dan bertambah. "Kegiatan ini tentu selain untuk beribadah juga meningkatkan silaturahmi diantara kita" ujar Fatoni Selain itu, Fatoni juga menyampaikan bahwa pada Lebaran Idul Fitri Tahun ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyediakan program mudik gratis untuk masyarakat yang hendak pulang kampung pada hari raya Idul Fitri 1445H. Melalui Gerakan Mudik Gratis Serentak se Sumsel (GMGSS), Pemprov Sumsel menyediakan moda transportasi Bis untuk rute dalam Provinsi dan Luar Provinsi Sumatera Selatan.
Sumsel
Pj Gubernur Sumsel Inisiasi Gerakan Perlindungan Pekerja Rentan Serentak Se-Sumsel
Palembang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan perhatian kepada para pekerja rentan seperti petani, nelayan, peternak, dan pedagang kaki lima, melalui program Gerakan Perlindungan Pekerja Rentan Serentak Se-Sumsel. Program Gerakan Perlindungan Pekerja Rentan Serentak Se-Sumsel (GPPRSS) yang diinisiasi oleh Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sumsel Agus Fatoni, merupakan langkah nyata sinergi Pemprov Sumsel bersama BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas cakupan peserta. Salah satu wujud dari program tersebut yakni dengan menyerahkan santunan jaminan kematian melalui BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Agus Fatoni saat menerima kunjungan silaturahmi Direktur kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin dan jajaran, bertempat di Griya Agung, pada Jum’at (22/3/20224) Siang. Fatoni mendorong adanya partisipasi aktif para pemangku kepentingan dalam memperkuat program GPPRSS, Menurutnya, hal ini sangat penting bagi pekerja rentan, yang membutuhkan perlindungan rasa aman dan tenang dari risiko sosial dan ekonomi yang dihadapi selama bekerja, seperti kecelakaan dan kematian. “Jadi tadi sudah dijelaskan bagaimana kondisinya, kemudian kita juga sudah memberikan solusi dan langkah-langkah apa yang akan kita lakukan, serta terobosan-terobosan baru, insya Allah di sumsel ini akan dilaunching gerakan serentak bersama BPJS Ketenagakerjaan, sehingga semuanya akan bergerak di semua level, karena kita punya tanggung jawab bersama,” terangnya Fatoni berharap Gerakan ini nantinya, dapat memberikan kemanfaatan bagi perlindungan pekerja rentan di Provinsi Sumsel. Oleh sebab itu pula, Fatoni mengatakan perlu adanya sinergi antar pemangku kepentingan dalam menyukseskan program tersebut. “Nanti kita bagi tugas saja, apa yang menjadi tugasnya pemprov dan apa yang menjadi tugasnya kabupaten/kota, hingga ke desa, gerakan yang kita mulai secara bersama-sama ini merupakan tugas mulia, untuk melindungi masyarakat kita, pekerja kita, agar bisa mendapatkan penghidupan yang terjamin,” katanya Lebih jauh Fatoni menguraikan, melalui GPPRS ini juga akan mengajak perusahaan maupun masyarakat pekerja, untuk memastikan diri terlindungi dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kita tahu di Provinsi Sumsel ini banyak sekali perusahaan-perusahaan besar dan kita akan sasar kesana, perusahaan juga kita akan bangkitkan kesadaran bahwa ini tanggung jawab bersama. Tugas besar ini kalau kita bagi semakin kecil ke unit-unit maka akan semakin ringan, dari yang ringan itulah nanti yang tidak tertangani dari level bawah akan diangkat ke level atasnya,” tandasnya Sementara Direktur kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Sumsel yang telah memberikan perhatian penuh kepada Pekerja Rentan, bahkan BPJS Ketenagakerjaan menyambut baik dan akan bersinergi dengan Pemprov Sumsel untuk percepatan launching Gerakan Perlindungan Pekerja Rentan Serentak Se-Sumsel. “Jadi beberapa hal tadi sangat konkrit dan ada ide yang sangat brilian dari Bapak Gubernur, sebenarnya ini memang harus dibuat dari bawah menjadi satu gerakan bersama, gaungnya kecil dari daerah tapi besar untuk semua,” tambahnya.
Sumsel
Pj Gubernur Sumsel Letakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni
Palembang. Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni melakukan peletakan batu pertama pembangunan baru rumah layak huni atas nama Tafri bertempat di kelurahan Sungai Medang, kecamatan Kecambai, Prabumulih, Jumat, (22/3/2024). Peletakan batu pertama dilakukan bersama Pj Walikota Prabumulih, H. Elman, S. T., M. M., Kepala Kajati Sumsel diwakili Asisten Pidana Militer Kejati Sumsel, Kol. Chk Askari, SH, MM., dan Dirut BSB, Achmad Syamsudin. Atas bantuan CSR Bank Sumsel Babel. Tafri selaku salah satu masyarakat yang rumahnya diperbaiki mengaku senang dan merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini akan terus dilakukan dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan 50 paket sembako untuk masyarakat sekitar oleh Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni. Turut hadir Direktur Operasional BSB, Arief Yulianto dan Para Kepala OPD Sumsel.
Sumsel
Pj Gubernur Fatoni Dorong Akselerasi Program Prioritas Daerah Melalui Website Posko Ekonomi Prabumulih
Palembang. Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni meLaunching dan mengapresiasi Website Posko Ekonomi Kota Prabumulih, Penanganan Kemiskinan Ekstrem, Inflasi dan Stunting bertempat di Pendopo Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Jumat (22/3/2024). Fatoni harapkan inovasi dan terobosan ini bisa ditiru masyarakat lain. Dengan begitu seluruh program prioritas pemerintah dapat terkoordinasi, dapat dimonitor dengan baik dan dapat ditindaklanjuti jika ada masalah. "Ini sebagai bentuk keterbukaan informasi dan bisa akses dan diketahui secara luas. Serta merupakan tindak lanjut percepatan program prioritas yang telah dicanangkan bersama, " Ujarnya. Penanggulangan bencana karhutla dan banjir, penanganan stunting, penanganan kemiskinan ekstrem, pemilu dan pilkada dan kegiatan lainnya yang perlu jadi prioritas telah tercapai dengan baik berkat kerjasama kita semua, tambahnya. "Capaian Provinsi Sumsel cukup membanggakan kemudian yang diraih ini perlu kita ditingkatkan. Pertumbuhan ekonomi kita tertinggi kedua di Sumatera, inflasi cukup terkendali, IPM baik, penurunan stunting terbaik nasional dan juga kemiskinan ekstrem yang mengalami penurunan tercepat di Pulau Sumatera, " Jelasnya Fatoni mengajak semua pihak bekerjasama dan berkolaborasi dalam percepatan program prioritas daerah. Setiap Gerakan-gerakan serentak terus kita lakukan, antara lain Gerakan Bedah Rumah Serentak, pembangunan sanitasi serentak, dan penanganan stunting serentak dengan orang tua angkat serentak. "Mari kita maksimalkan kebaikan dan informasinya disebarluaskan ke masyarakat sehingga publikasi pembangunan dan inovasi Sumsel akan menutupi berita hoax dan hate speech yang beredar, " Katanya. Penanganan stunting serentak dengan orang tua asuh diharapkan akan membuat Sumsel terbebas dari stunting. Disamping itu, hal ini juga perlu dilakukan dengan edukasi pencegahan stunting sedini mungkin pada ibu hamil dan remaja yang akan menikah. Pj Walikota Prabumulih, H. Elman, S. T., M. M., melaporkan berdirinya website posko ekonomi ini diinisiasi atas saran dan masukan dari Forkopimda dalam rangka mendukung program pemerintah pusat dan daerah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi dan menurunkan stunting. "Kami mencoba hal ini dan sudah dilakukan. Posko ekonomi ini memiliki data akurat by name by address dan diharapkan jika ada pelaporan maka akan ada tindak lanjut, " Katanya. Platform ini digunakan untuk memantau langsung perkembangan penanganan kemiskinan ekstrem, inflasi, dan stunting oleh instansi terkait dan dapat diakses melalui perangkat Android. Dengan data dan hasil monitoring yang disampaikan oleh OPD terkait sehingga kelengkapan dan ketepatan informasi di website ini tetap terjaga. Diungkapnya, di Prabumulih terdapat 127 KK rakyat miskin, diantaranya 7 rumah ada yang benar-benar tidak layak huni di tanah sendiri dengan didukung CSR BSB, dan juga akan ada bantuan perbaikan rumah dari Baznas dan Pertamina. "Tujuan posko ekonomi ini kita bisa melihat apa isi data yang dibutuhkan dan update di websitenya. Sehingga OPD terkait bisa melihat dan menjalankan program-program yang tepat sasaran sesuai permasalahan yang ada, " Katanya. Kepala Kajati Sumsel diwakili Asisten Pidana Militer Kejati Sumsel, Kol. Chk Askari, SH, MM., ungkapkan platform ini sebagai pusat informasi dan kolaborasi serta wujud kesungguhan Forkopimda untuk menuntaskan program prioritas nasional bersama sehingga pertumbuhan ekonomi dapat terjaga lebih baik. "Dengan Website ini kita mendapatkan ruang untuk berkolaborasi antar pemangku kepentingan dan masyarakat dalam menyelesaikan masalahnya. Manfaatkan posko ekonomi ini untuk menjadi bermanfaat bagi masyarakat Prabumulih dan masyarakat umum, " Pungkasnya. Turut hadir PJ Sekretaris Daerah Kota Prabumulih Aris Priadi, S.H., M.Si, Forkopimda Kota Prabumulih, Direktur Operasional BSB, Arief Yulianto, Para Kepala OPD Sumsel.
Sumsel
Sekda Supriono Ingatkan OPD/Dinas Selalu Update Data Agar Masyarakat Mudah Mengakses Informasi yang Dibutuhkan
Palembang, 22 Maret 2024. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan , Ir. S.A Supriono membuka Rapat Koordinasi (Rakor) peningkatan kualitas keterbukaan informasi publik Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Rapat Bina Praja Prov. Sumsel. Dalam kesempatan itu, ia berharap raport penilaian keterbukaan informasi publik Pemerintah Provinsi Sumsel tahun 2024 dapat lebih baik dibanding tahun sebelumnya. "Tentunya hal tersebut dapat tercapai jika kita semua dapat bekerja secara maksimal dalam melakukan updating data terkait dengan Keterbukaan Informasi Publik. Maka saya harap setelah selesai kegiatan ini, Bapak/Ibu sekalian dapat selalu mengupdate data dan bekerja dengan baik serta tepat waktu dalam melaporkan ke pusat", ungkapnya. Ia juga menilai bahwa saat ini masyarakat membutuhkan sebuah wadah atau portal besar yang mudah untuk diakses agar mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan, dimana wadah tersebut harus memiliki informasi lengkap dari keseluruhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sumsel disetiap dashboardnya. Berkaitan dengan belum adanya portal tersebut, Ia meminta agar seluruh sekretaris OPD untuk sementara harus proaktif untuk melaporkan updating data ke Dinas Kominfo agar keterbukaan publik ini dapat terlaksana dengan baik. "Semua kegiatan harus diupdate dan komunikasi harus lancar antar satu sama lain, Saya harap para sekretaris untuk dapat mencermati semua peraturan tentang keterbukaan informasi publik ini. Hal - hal berkaitan dengan updating data yang belum baik dapat dikoordinasikan agar menjadi lebih baik lagi", ujarnya. Mengakhiri sambutannya ia berharap semua peserta dapat mengikuti kegiatan asistensi peningkatan keterbukaan informasi publik sebaik - baiknya. Sementara itu, Kadis kominfo Prov. Sumsel, Rika Efianti, SE, MM melaporkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ditahun 2023 mengalami penurunan yang sebelumnya ditahun 2022 Informatif menjadi belum masuk kualifikasi. Berkaitan hal tersebut, Rika menyampaikan bahwa saat ini PPID Sumsel menerima kedatangan Tim Asistensi Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri dalam rangka rapat koordinasi asistensi peningkatan kualitas keterbukaan informasi publik pemerintah provinsi sumatera selatan tahun 2024. "Adapun tujuannya yaitu pengimplementasian undang - undang No. 14 Tahun 2008 untuk mewujudkan peningkatan kualitas PPID sebagai pusat pelayanan informasi bagi masyarakat sumsel demi terwujudnya sumsel informatif", ungkap Rika dalam rapat. Turut hadir Tim Asistensi Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, A. ErnawatiAB, S.E., M.A, Fitri Yulia Ekawaty, S.E, Hasta Tama Tasman, S.Tr.IP, Putri Bunga Kasih, S.Tr.IP dan Para Sekretaris OPD dilingkungan Pemprov Sumsel.
Sumsel
Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Sumsel, Pj Gubernur Agus Fatoni Launching Calendar Of Event South Sumatra 2024Â
Palembang. Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Sumsel Edward Chandra secara resmi launching Calender Of Event South Sumatra 2024. Launching ini berbarengan dengan launching kegiatan Road to Festival Sriwijaya 2024, yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel (Disbudpar) di Pelataran Monpera Palembang, Kamis (21/3/2024). Dalam kesempatan itu Pj Gubernur Agus Fatoni dalam sambutannya yang dibacakan Edward Chandra sangat mengapresiasi dan mendukung Launching Calender Of Event South Sumatra 2024 ini. Menurutnya momen ini harus terus dilanjutkan dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja bersama. Pembentukan ekosistem pariwisata yang baik dapat dirintis melalui gotong royong antar stakeholder terkait dan pemanfaatan teknologi. "Kita mempunyai potensi yang besar untuk masuk ke industri ini, baik di bidang kuliner, bidang kerajinan, fashion dan masih banyak lagi. Semoga ini bisa memberikan dampak positif dalam mengembangkan dan menarik minat wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Selatan," ujarnya. Bersamaan peluncuran Calender Of Event South Sumatra 2024 ini diadakan pula event Festival Sriwijaya yang telah masuk sebagai Karisma Event Nusantara (KEN) 2024 yang akan dilaksanakan pada 21-23 Juni 2024. Dalam kegiatan tersebut akan digelar berbagai pertunjukan antara lain Kongres Kebudayaan Sumatera Selatan, Srivijaya Writers Festival, Sriwijaya Heritage Walk, Pertunjukan Sendratasik "The Spirit of Sriwijaya, hingga Pertunjukan Seni Budaya dari 71 Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dan Pameran Ekonomi Kreatif. "Untuk itu Saya mengajak mari sama-sama kita ramaikan dan sukseskan event tersebut," tambahnya. Agus Fatoni mengharapkan berbagai event wisata yang digelar harus mengandung unsur apa yang dilihat, apa yang yang dilakukan dan apa yang dihasilkan sehingga dapat memuaskan para wisatawan yang datang untuk menghasilkan efek ganda pada berbagai sektor yang ada di Sumatera Selatan masyarakat dapat tumbuh signifikan. “Diharapkan event ini akan mendapatkan dampak ekonomi bagi masyarakat seperti pedagang kaki lima, warung kelontongan, hingga bisnis kelas atas seperti restoran, perhotelan,” imbuhnya. Begitupun bagi para pelaku ekonomi diharapkan dapat mengatur strategi untuk meningkatkan nilai keuntungan dari usaha mereka, Serta berpartisipasi mensukseskan event yang diselenggarakan. "Mari kita ciptakan suasana kondusif sehingga tamu kita betah tinggal di Sumatera Selatan untuk menyaksikan kegiatan yang kita selenggarakan," harapnya. Di penghujung sambutannya, Edward Chandra mengharapkan kegiatan inj menjadi media promosi berbagai jenis produk Sumsel. "Sekali lagi selamat dan sukses atas diselenggarakannya Launching Calender Of Event South Sumatra 2024 , semoga kegiatan ini bisa membangun ekonomi UMKM untuk lebih berkembang dan maju dan dapat dikenal sampai ke tingkat nasional maupun internasional," jelasnya. Launching ini ditandai dengan pemukulan rebana dilanjutkan dengan pelepasan balon sebagai rangkaian dari Road to Festival Sriwijaya 2024. Calender Of Event South Sumatra 2024 merupakan sarana promosi untuk mendorong Daerah Kabupaten dan Kota menyelenggarakan kegiatan berkualitas dan konsisten dalam pelaksanaannya.
Sumsel
Buka Forum Konsultasi RKPD 2025, Sekda Supriono Sampaikan 4 Program Prioritas Pembangunan Daerah
Palembang. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Sekda Prov. Sumsel, Ir. S.A Supriono menghadiri dan membuka Forum Konsultasi Publik RKPD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025 dilaksanakan di Ruang Rapat Dapunta Hyang Lantai III Bappeda Prov. Sumsel pada kamis, 21/3/2024. Dalam forum tersebut disampaikan oleh Sekda Prov. Sumsel, Ir. S.A Supriono bahwa ada 4 (empat) program prioritas pembangunan daerah untuk tahun 2025, yaitu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Meningkatkan Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan, Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana, Meningkatkan Reformasi Birokrasi dan Trantibum. Dilanjutkannya dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) harus dilakukan pembahasan serta diskusi yang melibatkan semua unsur pemerintah dan masyarakat tentang semua permasalahan dan potensi yang ada di Sumsel yang harus diselaraskan dengan rencana kerja nasional dan tema pembangunan daerah tahun 2025. "RKPD yang kita buat akan lebih baik jika didasarkan oleh usulan dari berbagai pihak dan setiap lapisan masyarakat", ujar Sekda. Ia juga melaporkan bahwa ditahun 2023 Pemprov Sumsel telah berhasil mencapai beberapa capaian yang cukup baik diantaranya Pertumbuhan Ekonomi Sumsel tahun 2023 berada diatas nasional dengan angka 5,08% menjadikan Sumsel tertinggi kedua dipulau Sumatera; dan Terkendalinya Inflasi Sumsel pada Februari 2024 dengan angka 3,15% yang mengalami penurunan dibandingkan bulan Januari 2024 sebesar 3,35%. Namun demikian, Sekda meminta agar RKPD Tahun 2025 dapat mengakomodir beberapa permasalahan yang harus menjadi perhatian, diantaranya Tingkat kemiskinan Sumsel yang masih lebih tinggi dibanding nasional sebesar 11,78% ditahun 2023, Tingkat Kemiskinan Ekstrim Tahun 2023 1,29% yang masih berada diatas nasional, dan Stunting yang belum mencapai target nasional. "Terhadap indikator yang belum baik tersebut perlu kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta strategi yang tepat, efektif, dan efisien untuk mengatasinya secara cepat", ungkap sekda dalam forum. Selain itu, Sekda juga mengungkap bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menetapkan beberapa target yang harus dicapai pada tahun 2025 yaitu Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh sebesar 6% ; PDRB per Kapita (ADHB) naik menjadi Rp80,77 - Rp80,99 juta; Tingkat kemiskinan turun menjadi 9,37 - 10,37% ; Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,83 - 3,95% ; Indeks Modal Manusia sebesar 0,53 ; dan Giro Rasio turun menjadi 0,316 - 0,320. Adapun Tema Pembangunan Tahun 2025 yaitu Penguatan Daya Saing Daerah Menuju Sumatera Selatan Yang Unggul dan Terdepan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov. Sumsel, Regina Ariyanti dalam forum tersebut. Ia juga mengungkap dalam capaian indikator makro tahun 2023 yang lalu, masih terdapat beberapa target yang belum tercapai diantaranya Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif, Indeks Pembangunan Gender, Indeks Pemberdayaan Gender, dan Indeks Reformasi Birokrasi. Dimana ia berharap semoga semua target indikator tersebut dapat tercapai pada tahun - tahun selanjutnya. Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel dan Para Kepala Bappeda 17 Kab/Kota (secara virtual).
Sumsel
Kelola JSC Secara Mandiri, Setneg Studi Banding Regulasi Tata Kelola Wisma Atlet oleh Pemprov Sumsel
Palembang. Sekda Sumsel, Ir. S. A. Supriono menerima Kunjungan Tim Kementerian Sekretariat Negara dalam rangka Koordinasi dan Studi Banding Proses Peralihan Pengelolaan Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang bertempat di Ruang Rapat Sekda Sumsel, Kamis, (21/3/2024). Supriono ungkapkan pengelolaan komplek JSC murni dikelola oleh BUMD dan pengelolaannya dikomersilkan untuk mendukung tata kelola JSC. Diungkapnya, JSC didirikan untuk mendukung terlaksananya perhelatan olahraga Asean Games dengan investasi dana Triliunan Rupiah untuk sekitar 22 venue olahraga. "Pengelolaan JSC ini dialihkan kepada BUMD agar komplek JSC dapat dikelola dengan baik. Kita mengetahui bahwa banyak daerah membangun komplek olahraga dan akhirnya terbengkalai dan tidak terpakai sehingga cenderung mangkrak, " Ujarnya. Oleh sebab itu, agar hal ini tidak terjadi Pemprov Sumsel mendirikan BUMD PT JSC untuk pengelolaan komplek olahraga ini secara profesional dengan wakil Pemerintah yaitu komisaris dalam perusahaan tersebut. "Dengan berdirinya BUMD itu kami memberikan kewenangan secara penuh dalam pengelolaannya bahkan Pemda juga sewa jika ingin menggunakannya, " Jelasnya. Ada beberapa tempat yang disewakan di Komplek JSC antara lain dining Hall dan semua venue juga disewakan ke umum untuk kegiatan apapun dan bisa juga untuk rekreasi yang dananya didapatkan melalui biaya parkir. "Dan alhamdulillah, komplek JSC ini terpelihara dengan baik namun dengan perjanjiannya jika terjadi kerusakan yang prinsip tidak dplapat ditanggulangi JSC itu berarti kami investasi pada penyertaan modal disana," Tambah Supriono. Bahkan, PT JSC juga direncanakan akan diubah menjadi perseroda kedepannya menyesuaikan regulasi terbaru. Sehingga semua pemerintah kab/kota di Sumsel juga dapat berinvestasi sebagai pemilik modal. "Pengelolaan Wisma Atlet di JSC biasanya dipergunakan untuk berbagai event olahraga dan lainnya termasuk juga dimanfaatkan untuk event-event khusus tertentu, " Tandasnya. Kepala Biro Umum Setneg RI, Haikal Deni Mansyur, mengungkapkan tujuan kegiatan ini ingin melakukan studi pendahuluan terkait pengelolaan wisma atlet di PT JSC dalam hal pemanfaatan infrastruktur untuk pengelolaan Wisma Atlet di Jakarta. "Kami ingin pahami regulasinya setelah untuk Asean Games dan bagaimana pengelolaannya jika untuk disewakan bagi. Dan ingin mengetahui mekanisme tata kelola BUMD dan pemanfaatnya setelah diserahkan dari Kementerian PUPR ke Pemprov dan pemprov ke BUMD, " Tuturnya. Turut hadir Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.S., Kadispora Sumsel, H. Rudi Irawan, S.Sos., dan Kadis Perkim Sumsel, Ir. H. Novian Aswardani, ST. MM.
Sumsel
Pertumbuhan Ekonomi Diatas Nasional dan Inflasi Terjaga, Pj Gubernur Sumsel A Fatoni Ingatkan Daerah Untuk Tidak Lalai
Palembang. Pj Gubernur Sumsel, A. Fatoni dalam Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) dan Capacity building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Se- Sumatera Selatan menyampaikan bahwa Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan saat ini berada diatas angka Nasional serta Inflasi yang cukup terkendali. "Saat ini, tingkat inflasi Sumatera Selatan mengalami inflasi bulan Februari 2024 sebesar 0,01% (mtm) dibandingkan pada bulan sebelumnya Januari 2024 mengalami deflasi sebesar 0,08%, dan dengan inflasi tahunan menurun 3,15% secara year on year (yoy) dari inflasi bulan sebelumnya 3,35% (yoy). Tingkat inflasi tahunan ini masih di atas target capaian nasional tahun 2024 yaitu 2,5±1% dan di atas tingkat inflasi nasional di bulan Februari yang tercatat sebesar 2,75%", ungkap A. Fatoni di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (20/3/2024). Dilanjutkannya Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan III-2023 tercatat tumbuh sebesar 5,08% (yoy), lebih baik dibandingkan dari pertumbuhan ekonomi nasional (4,94%; yoy). Berkaitan dengan hal yang disampaikan, Ia berharap agar TPID Provinsi dan TPID di 17 Kabupaten/Kota Se-Sumatera Selatan untuk tidak lalai, terutama para bupati/walikota dan stakeholders baik vertical maupun horizontal, diharapkan Peran serta kerjasama dan sinergi berbagai pihak dapat tetap terjaga dan lebih ditingkatkan. Ia juga mengingatkan kepada seluruh TPID di 17 Kabupaten/Kota bahwa Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 H merupakan momen yang krusial yang dapat mempengaruhi inflasi dengan naiknya harga dari beberapa komoditas yang cenderung mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat. "Maka dari itu beberapa komoditi yang mengalami kenaikan dan perlu mendapat perhatian seperti komoditi pangan antara lain: cabai merah, daging ayam ras, cabe rawit dan telor ayam", tuturnya. Berkaitan dengan Championship TP2DD Wilayah Sumatera Tahun 2024, A. Fatoni berharap dapat memaksimalkan pengisian Championship TP2DD tahun 2024 dengan sungguh-sungguh, sehingga kita dapat menunjukkan dampak positif upaya yang telah dilakukan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, efisiensi birokrasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antar daerah. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sumsel, Ricky P Gozali menyampaikan rekomendasinya terkait dengan stabilitas harga dan digitalisasi daerah, diantaranya Mendorong partisipasi pemda sumsel dalam program Championship 2024 dan mengidentifikasi program kerja yang dilakukan selama tahun 2023 dalam mendorong digitalisasi daerah beserta dokumentasinya untuk dilaporkan dalam Program Championship 2024, Mendorong implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan penerbitan ketentuan pendukung, serta menyusun program inovasi di daerah dalam meningkatkan PAD, Terus berkoordinasi bersama Bank RKUD untuk mendorong digitalisasi daerah untuk menyediakan layanan digital dan meningkatkan literasi masyarakat. Turut hadir Sekda Prov. Sumsel, Ir. S.A. Supriono, Direktur Utama Bank Sumsel, Babel, Achmad Syamsudin, Plt. Kepala Bagian Perencanaan dan Perundang-Undangan Inspektorat Jenderal Kemendagri RI, M. Rivai Seknun, S.STP, Para Bupati/Walikota Se-Sumsel dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.