Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Sekda Edward Candra Tekankan Perbaikan Tata Kelola Arsip: Hasil Audit Kearsipan Internal Harus Jadi Cermin Perangkat Daerah Sumsel
20 Nov 2025 Dilihat 2481x

Sekda Edward Candra Tekankan Perbaikan Tata Kelola Arsip: Hasil Audit Kearsipan Internal Harus Jadi Cermin Perangkat Daerah

Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, menghadiri acara Penyerahan Hasil Audit Sistem Kearsipan Internal Tahun 2025 di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Acara penting yang menekankan tertib administrasi ini dilaksanakan di Graha Bina Praja, Kamis (20/11/2025).Dalam sambutannya, Edward Candra menegaskan bahwa Audit Sistem Kearsipan Internal merupakan instrumen penting untuk menilai sejauh mana perangkat daerah (PD) mampu mengelola arsip sesuai dengan standar yang berlaku."Hasil audit ini tentu tidak hanya sekadar angka atau peringkat, tetapi harus menjadi cermin bagi kita semua untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pengelolaan arsip," ujar Edward Candra.Beliau berharap seluruh perangkat daerah yang menerima hasil audit dapat menindaklanjuti temuan dan rekomendasi dengan langkah nyata. "Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk memperbaiki kekurangan," tekannya.Plt. Kepala Dinas Kearsipan Sumsel, Zulkarnain, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan audit ini bertujuan utama untuk mewujudkan pengelolaan kearsipan yang lebih baik dan terciptanya tertib arsip yang berkesinambungan.Zulkarnain merinci bahwa Dinas Kearsipan telah melaksanakan audit sistem kearsipan eksternal di 17 kabupaten/kota yang telah ditetapkan oleh tim pengawas, serta audit internal di 41 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).Lebih lanjut, dalam rangka mendorong profesionalisme dan kinerja, Dinas Kearsipan juga telah mengadakan Pemilihan Arsiparis Teladan pada tanggal 23 dan 24 Oktober 2025, yang diikuti oleh 42 peserta dari LKD Provinsi, LKD Kabupaten/Kota, dan Perangkat Daerah.Acara penyerahan hasil audit ini turut dihadiri oleh Para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel, menunjukkan komitmen kolektif untuk meningkatkan mutu kearsipan demi mendukung akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.

Baca Detail
Gubernur Sumsel Herman Deru Hadiri Rakor Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Pemberantasan Korupsi Sumsel
20 Nov 2025 Dilihat 2656x

Gubernur Sumsel Herman Deru Hadiri Rakor Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Pemberantasan Korupsi

Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera Selatan yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Griya Agung, Rabu (19/11/2025) siang.Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Pimpinan KPK RI, Dr. Johanis Tanak, SH. M.Hum, Direktur Korsup Wilayah II, Brigjen Pol. Bahtiar Ujang Purnama, Kasatgas Korsup Pencegahan, Untung Wicaksono, Kasatgas Korsup Penindakan, Kuswanto, serta tim Satgas Pencegahan dan Penindakan, Norce Sitanggang, Rusfan, Muhammad Daffa dan Sultan.

Baca Detail
Ketua BKOW Sumsel Lidyawati Cik Ujang Kunjungan Kerja ke BKOW Provinsi Jatim Sumsel
20 Nov 2025 Dilihat 2573x

Ketua BKOW Sumsel Lidyawati Cik Ujang Kunjungan Kerja ke BKOW Provinsi Jatim

Surabaya - Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Selatan (Sumsel), Lidyawati Cik Ujang, melaksanakan kunjungan kerja ke BKOW Jawa Timur (Jatim), Rabu (19/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, Lidyawati hadir bersama para pengurus BKOW Sumsel. la menegaskan bahwa agenda ini ditujukan untuk mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama antara BKOW Sumsel dan BKOW Jatim.

Baca Detail
Sekda Sumsel Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi Area Pengadaan Barang dan Jasa yang Digelar KPK RI Sumsel
20 Nov 2025 Dilihat 2517x

Sekda Sumsel Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi Area Pengadaan Barang dan Jasa yang Digelar KPK RI

Palembang,  — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, menghadiri Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Area Barang dan Jasa yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Kegiatan ini berlangsung di Griya Agung Palembang dengan mengusung tema “Pengadaan Barang dan Jasa yang Berbasis Perencanaan yang Akuntabel dan Berkesinambungan”. Rabu (19/11/2025)Dalam Rakor ini yang memberikan materi adalah Untung Wicaksono Selaku Kasatgas Korsup Pencegahan KPK RI, Kuswanto Kasatgas Korsup Penindakan KPK RI, beserta kepala BPKP  Perwakilan Sumsel Supriyadi SE,Ak.MM.Rakor ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan sistem pengadaan yang transparan, efisien, dan bebas dari praktik koruptif. Dalam kegiatan tersebut, para peserta dari berbagai unsur Pemprov Sumsel dan kota/ kabupaten sesumsel berdiskusi mengenai strategi penguatan tata kelola pengadaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.Melalui kegiatan yang diinisiasi KPK RI ini, diharapkan Pemprov Sumsel beserta pemerintah kota dan kabupaten di Sumsel semakin mampu memperkuat pencegahan korupsi dengan perencanaan yang matang serta kolaborasi yang berkesinambungan antarinstansi dalam pengadaan barang dan jasa.Kegiatan ini diikuti oleh Sekda Kota Kabupaten Se-sumsel, Kepala Pengadaan Barang dan Jasa kota kabupaten sesumsel, Kadis PU Kota Kabupaten Se-sumsel,Kadis Kesehatan Kota Kabupaten Se-sumsel,Kadis Pendidikan Kota Kabupaten Se-sumsel. Beserta Pejabat yang mewakili.

Baca Detail
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Sekda Edward Candra Paparkan Inovasi Digital Pemprov Sumsel di Uji Publik KIP 2025 Sumsel
19 Nov 2025 Dilihat 2592x

Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Sekda Edward Candra Paparkan Inovasi Digital Pemprov Sumsel di Uji Publik KIP 2025

Jakarta, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sumsel, H. Edward Candra, mengikuti Presentasi Uji Publik Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi (KI) Pusat RI ini berlangsung di Jakarta, Selasa (18/11/2025).Partisipasi ini merupakan implementasi nyata dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Pemprov Sumsel terus berupaya mengembangkan strategi dan penguatan kualitas pelayanan informasi bagi masyarakat.Dalam paparannya, Sekda Edward Candra menyampaikan komitmen tinggi Pemprov Sumsel dalam meningkatkan akses keterbukaan informasi publik, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh data dan informasi secara langsung, cepat, dan akurat."Pemprov sumsel terus berusaha bagaimana mencipatakan pemerintahan yang terbuka dan transparan"ungkapnyaEdward Candra memaparkan beberapa aplikasi berbasis website yang disediakan Pemprov Sumsel untuk memudahkan akses informasi masyarakat,di antaranya adalah Website Dasboard Sumsel (https://dashboard.sumselprov.go.id/ ) Menyediakan informasi yang akurat dari berbagai perangkat daerah (OPD), Website SIGA ( http://siga.sumselprov.go.id/ ) Menyajikan informasi data-data sektoral yang berkaitan dengan perlindungan gender dan anak  Dan Website Giwang ( https://giwang.sumselprov.go.id/ ) Berfungsi sebagai pusat informasi terintegrasi yang mencakup destinasi wisata, kuliner, budaya, akomodasi, kegiatan acara, hingga potensi ekonomi kreatif di Sumsel.Para penguji dalam uji publik ini terdiri dari berbagai akademisi dan lembaga, di antaranya Syawaludin dari Komisi Informasi Pusat RI, Priyatno dari UNHAN RI, dan Budi Utami dari Universitas Taruma Negara.Keikutsertaan dalam uji publik ini menunjukkan keseriusan Pemprov Sumsel dalam mencapai predikat Badan Publik Informatif dan meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan daerah melalui transparansi informasi.Turut mendampingi Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan Rika Efianti, S.E., M.M.

Baca Detail
Herman Deru: Pengembangan Posyandu Penting, Tapi Tupoksi Dasar Harus Jadi Pangkal Sumsel
19 Nov 2025 Dilihat 2550x

Herman Deru: Pengembangan Posyandu Penting, Tapi Tupoksi Dasar Harus Jadi Pangkal

Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru selaku Penasehat Tim Pembina Posyandu Sumatera Selatan menegaskan kembali pentingnya memahami esensi dan tujuan dasar keberadaan Posyandu, yakni memberikan pelayanan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya bayi, balita, ibu hamil, dan lansia.Hal itu disampaikan dirinya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Tim Posyandu Tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang diselenggarakan di Hotel Beston (Selasa, 18/11/2025).Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengawali sambutannya dengan menekankan bahwa kader Posyandu harus menjalankan tugas dengan riang gembira dan penuh keikhlasan, sebagaimana simbol semangat yang sering tercermin melalui lagu-lagu “Anak Sehat” yang identik dengan kegiatan Posyandu.“Tujuan pokok lahirnya Posyandu adalah membantu kaum lemah. Jangan sampai inti pelayanan ini terabaikan,” tegas HD.HD juga mengingatkan bahwa perkembangan tugas Posyandu mengalami perluasan melalui Permendagri terbaru. Jika sebelumnya Posyandu berfokus pada kesehatan, kini terdapat penambahan menu layanan lain yang sifatnya pengembangan. Namun, Herman Deru mengingatkan agar penambahan itu tidak dilakukan secara terburu-buru dan melupakan tugas pokok dari fungsi posyandu sendiri.“Permendagri tetap kita jalankan, tetapi maksimalkan dulu tupoksi yang sudah ada. Jangan dipaksa ditambah. Saya hadir untuk memastikan tidak ada perbedaan persepsi. Orientasi awal tetap sama yaitu melayani kelompok rentan,” ujar HD.Di masa kepemimpinannya, Sumsel pernah meraih penghargaan sebagai provinsi dengan penurunan stunting terbaik, bahkan di tahun 2025 Sumsel menjadi provinsi dengan prevalensi stunting terendah nomor dua secara nasional.“Itulah kenapa rakor ini diadakan. Kita ingin memastikan apa yang sudah baik tetap berjalan, dan pengembangan dilakukan sambil berjalan, termasuk rekrutmen kader baru,” ucap HD.Ia meminta pesan tersebut diteruskan hingga ke kabupaten/kota. Menurutnya, setiap daerah memiliki persoalan berbeda, sehingga skala prioritas harus disesuaikan dengan kebutuhan wilayah masing-masing.Terkait penambahan menu layanan, Herman Deru meminta setiap daerah melakukan validasi data dan laporan setelah rakor. Pengembangan harus tetap mempertimbangkan mana yang paling penting dan mendesak. mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga layanan sosial lainnya.Lebih lanjut, ia meminta Ketua Tim Pembina Posyandu Sumsel mendalami sumber pendanaan Posyandu agar lebih jelas dan terarah. Ia menyinggung bahwa sejak menjabat pada 2018, fokusnya pada Posyandu telah membuahkan hasil nyata, salah satunya penurunan stunting yang signifikan.Menutup arahannya, Herman Deru juga menyatakan kesiapan Sumsel menyambut health tourism dengan memperkuat seluruh sektor pelayanan dasar, termasuk Posyandu sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat.Sementara itu, Ketua TP PKK Prov. Sumsel sekaligus Ketua Tim Posyandu Sumsel, Hj. Feby Deru dalam laporannya menyampaikan bahwa Posyandu saat ini telah mengalami transformasi besar. Jika sebelumnya identik dengan layanan kesehatan ibu, bayi, dan lansia, kini Posyandu mengemban peran lebih luas melalui 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.“Posyandu bukan lagi hanya urusan kesehatan. Sudah ada enam bidang SPM yang melibatkan berbagai OPD terkait sebagai mitra. Para kader pun kini memiliki tugas spesifik sesuai bidang masing-masing,” disampaikan Feby Deru dalam laporannya.Ia melanjutkan bahwa Rakorda tersebut diikuti oleh Tim Pembina Posyandu dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Selatan yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi lintas sektor, menyusun serta mengevaluasi program kerja, memperkuat kerja sama antara Tim Pembina Posyandu mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga desa serta memastikan pelaksanaan Posyandu sesuai regulasi yang berlaku.Disampaikannya juga bahwa saat ini beberapa wilayah di Sumsel telah mulai menerapkan layanan sesuai SPM, seperti program bedah rumah, penyediaan kotak sampah, dan APPAR. Namun, diperlukan penyamaan persepsi agar implementasi Posyandu lebih terarah dan sesuai standar.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel.

Baca Detail
Gubernur Sumsel Resmikan Pavilion BSI RO III Palembang, Dorong Sinergi Majukan Ekonomi Daerah Sumsel
19 Nov 2025 Dilihat 3459x

Gubernur Sumsel Resmikan Pavilion BSI RO III Palembang, Dorong Sinergi Majukan Ekonomi Daerah

Palembang — Gubernur Sumatera Selatan meresmikan Pavilion Bank Syariah Indonesia (BSI) Region Office III Palembang yang bertempat di Pavilion BSI RO III Palembang, Selasa (18/11/2025). Peresmian ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi sektor perbankan syariah dengan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel.Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel menyampaikan apresiasi atas kehadiran BSI yang selama ini menjadi mitra strategis dalam layanan perbankan di Sumatera Selatan.“Satu kehormatan bagi kami, Bank BSI melayani masyarakat di Sumatera Selatan. Saat ini 88 persen masyarakat kita sudah paham perbankan, namun belum sepenuhnya memahami literasi perbankan. Karena itu kami berharap BSI dapat menjadi mitra kuat, terutama dalam memperluas pemahaman keuangan syariah,” ujarnya.Gubernur juga menyinggung rencana pemerintah provinsi untuk mendorong lahirnya generasi Sultan Muda, sebuah program penguatan ekonomi generasi muda Sumsel. “Program Sultan Muda tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan sektor perbankan, termasuk BSI,” tegasnya.Ia menambahkan, komoditas kopi Sumsel yang menjadi unggulan daerah juga menjadi perhatian. Gubernur berharap BSI dapat turut mendukung pembangunan pelabuhan sebagai proyek strategis yang akan memperkuat distribusi kopi dan produk daerah lainnya. “Pelabuhan ini nantinya akan menjadi kebanggaan berlabel Sumatera Selatan. Harapan kami, BSI ikut berperan aktif dalam mewujudkan hal ini,” katanya.Sementara itu, Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, menegaskan bahwa BSI memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi daerah.“BSI harus mendukung program Gubernur dalam distribusi kopi dan menciptakan Sultan-Sultan Muda di Sumatera Selatan. Akses keuangan harus kita bangun dan diperkuat melalui sinergi seluruh sektor keuangan,” ujar Arifin.Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan komitmen BSI untuk memberikan kontribusi nyata melalui peresmian pavilion tersebut.“Semoga Pavilion BSI RO III Palembang dapat mencapai target yang telah ditetapkan dan berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.Acara peresmian turut dihadiri para kepala OPD dan pejabat terkait lainnya, menandai komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah serta meningkatkan pelayanan perbankan bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Baca Detail
Herman Deru Apresiasi Pengembangan Desa Wisata, Dorong Inovasi dan Pelestarian Kearifan Lokal Sumsel
19 Nov 2025 Dilihat 2520x

Herman Deru Apresiasi Pengembangan Desa Wisata, Dorong Inovasi dan Pelestarian Kearifan Lokal

Palembang - Gubernur Sumatera Selatan  Herman Deru mengapresiasi digelarnya acara Anugerah Pesona Desa Wisata Sumatera Selatan 2025 dan Launching Calender of Event bertempat di Ballrom Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (18/11/2025).“Kenapa saya hadir di sini? Karena acara ini memiliki makna besar dan membuat saya tertarik. Saya ingin memberikan apresiasi kepada dinas terkait, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Herman Deru.Ia juga memberikan penghormatan kepada para pegiat pariwisata desa yang berhasil mengembangkan destinasi wisata meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, seperti infrastruktur dan teknologi informasi. Menurutnya, desa-desa tetap mampu menunjukkan potensi besar sebagai destinasi unggulan.Herman Deru berharap produk dan inovasi desa wisata yang dilombakan dapat menjadi pemicu bagi peningkatan daya tarik wisata di Sumsel.“Strofoam itu hanya simbol, piala ini mungkin sederhana, tapi menunjukkan kalian memiliki karya yang luar biasa,” katanya.Herman Deru mengatakan agenda rutin di Kabupaten OKU Selatan Sriwijaya Ranau Grand Fondo (SRGF) yang memanfaatkan kekayaan alam seperti danau dan suasana sejuk, kearifan lokal ditambah keramah tamahaan masyarakatnya.Menurutnya, kekayaan alam tidak akan berarti tanpa upaya aktif dalam pengembangannya. Hal yang sama berlaku bagi desa-desa pemenang anugerah.“Event ini sangat mendorong artinya ada kolaborasi antara pariwisata, seni, dan budaya. Kita bersyukur memiliki kearifan lokal yang harus terus dijaga,” ujarnya.Dia menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan penghargaan ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap desa-desa wisata. Selain sebagai penilaian, award ini diharapkan menjadi sarana promosi bagi desa penerima penghargaan.“Setelah terkenal, bagaimana kita mempertahankan ketenarannya dengan terus berinovasi. Selamat atas penerima award dan kerja kerasnya selama ini,"tutupnya.Selanjutnya Herman Deru didampingi pejabat pendamping lainnya menyerahkan piagam penghargaan kepada Desa - Desa penerima anugerah.Adapun Daftar Desa Penerima Anugerah yaitu Kategori Homestay Pemenangnya adalah Juara 1 (Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir), Juara 2 (Desa Wisata Gunung Dempo, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam), Juara 3 (Homestay Eriska, Kecamatan Lubuklinggau, Kota Lubuklinggau);Kategori Kelembagaan Pemenangnya adalah Juara 1 (Desa Wisata Gunung Dempo, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam), Juara 2 (Kampung Gerabah Maju Bersama, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang), Juara 3 (Kampung Lele, Kelurahan Silir, Kecamatan Semandang, Kota Palembang);Kategori Utility untuk Pendukung Desa Wisata Pemenangnya adalah Juara 1 (Plumeria Ecopark, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim), Juara 2 (Desa Serambi, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat), Juara 3 (Desa Wisata Gunung Dempo, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam);Kategori Daya Tarik Pengunjung Pemenangnya adalah Juara 1 (Desa Wisata Gunung Dempo, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam), Juara 2 (Desa Bukit Ulu, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara), Juara 3 (Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim), Juara Harapan 1 (Desa Napa Licin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara), Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan), Juara Harapan 2 (Desa Mekar Jadi, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin), Juara Harapan 3 (Desa Padang Ratu, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah);Kategori Suvenir Pemenangnya adalah Juara 1 (Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Jakabaring Kota Palembang), Juara 2 (Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir), Juara 3 (Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim); Juara Harapan 1 (Kampung Gerabah Maju Bersama, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang), Juara Harapan 2 (Desa Bukit Ulu, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara), Juara Harapan 3 (Desa Mekar Jadi, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin);Kegiatan tersebut dirangkaikan juga dengan peluncuran Kalender of Event (CoE) Tahun 2026 yang diluncurkan langsung oleh Gubernur Herman Deru.Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Plt. Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si., mengatakan bahwa Kalender tersebut memuat sekitar 200 event daerah berskala nasional dan internasional yang berasal dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan."Dengan penguatan desa wisata dan penyusunan CoE merupakan strategi pemerintah provinsi untuk meningkatkan daya tarik wisatawan, membuka peluang ekonomi baru, serta memperluas pasar pariwisata Sumsel di tingkat nasional dan global", ujarnya.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel dan Para Perwakilan Desa Penerima Anugerah Pesona Desa Wisata.

Baca Detail
Gubernur Sumsel Paparkan Inovasi Program Mangrove sebagai Kandidat Penerima Satyalancana Wirakarya Sumsel
19 Nov 2025 Dilihat 2293x

Gubernur Sumsel Paparkan Inovasi Program Mangrove sebagai Kandidat Penerima Satyalancana Wirakarya

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memaparkan program unggulan Pemprov Sumsel dalam rangka penilaian calon penerima Satyalancana Wirakarya bidang pemerintahan, khususnya di sektor pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kelautan serta perikanan. Paparan tersebut disampaikan di Griya Agung, Selasa (18/11/2025).Dalam kesempatan itu, Gubernur Herman Deru membawakan paparan berjudul “Jaring Mangrove Meraup Rupiah Menuju Ekonomi Pesisir Sejahtera”, yang menekankan pentingnya rehabilitasi mangrove dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.“Saya menghormati kinerja tim yang hadir hari ini, yang bekerja secara independen. Kepada jajaran Pemprov Sumsel, saya selalu tekankan agar kita bekerja dengan sebaik-baiknya. Peluang meraih penghargaan dari pemerintah pusat ini harus menjadi motivasi, bahwa kita tidak boleh berdiam diri. Kita bekerja sepenuh hati demi masyarakat,” tegas Herman Deru.Ia mengisahkan bagaimana gagasan inovasi rehabilitasi mangrove di Sumsel mulai tumbuh pada masa pandemi Covid-19, sebagai upaya menggerakkan kembali ekonomi masyarakat pesisir. Pemerintah daerah kemudian membentuk kelompok kerja mangrove di tingkat provinsi, Forum DAS Sumsel, hingga Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LPDHD) di wilayah Sungsang agar upaya pelestarian alam dapat berjalan serentak dan melibatkan masyarakat.Sebagai bentuk penguatan program, Gubernur juga mengeluarkan instruksi kepada perangkat daerah terkait untuk  Melakukan sosialisasi dan kampanye, Memberikan bimbingan teknis kepada masyarakat, Melaksanakan rehabilitasi mangrove secara terpadu bersama Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Dinas Lingkungan Hidup.Ketua Setmilpres, Kol. Caj. Sandi S.IP., M.Si., yang turut hadir, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Gubernur Sumsel dalam menghadirkan terobosan-terobosan baru bagi daerah.“Ini sudah kesekian kalinya kami bertemu dengan Bapak. Beliau semakin melaju berkarya sejak menjadi bupati hingga kini menjadi gubernur. Tidak pernah berhenti berinovasi. Semoga ini bisa menjadi hadiah terindah bagi Bapak yang baru saja berulang tahun,” ujarnya.Menurutnya, sosok Herman Deru dikenal visioner sejak memimpin daerah dan berkali-kali menjadi nomine penerima penghargaan nasional.Sementara itu, Hanafi S.Si., M.Eng., perwakilan tim pengusul penghargaan dari Kemendagri RI, menjelaskan bahwa Gubernur Sumsel dinilai layak sebagai calon penerima Satyalancana Wirakarya berkat kontribusi dan inovasi dalam pengembangan kelautan dan perikanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.Ia menegaskan bahwa proses administrasi penghargaan melibatkan empat lembaga—KPK, Kepolisian, Kejaksaan, dan BIN—serta diverifikasi melalui surat Mendagri. “Proses ini memastikan calon penerima benar-benar memiliki rekam jejak yang bersih dan kontribusi yang nyata. Verifikasi lapangan juga akan dilakukan, dan Sumsel menjadi contoh yang relevan karena ekosistem pesisirnya memberikan dampak signifikan bagi ekonomi masyarakat dan kelestarian mangrove,” jelas Hanafi.Acara ini turut dihadiri Kepala Bappeda Regina Ariyanti, Kadis Kehutanan Koimudin, Kadis Kelautan dan Perikanan Aries Irwan Wahyu, serta sejumlah pejabat lainnya.

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.