Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Buka Rakerda WALUBI, Gubernur HD Minta Jaga Persatuan Antar Umat Beragama Sumsel
29 Jan 2019 Dilihat 402x

Buka Rakerda WALUBI, Gubernur HD Minta Jaga Persatuan Antar Umat Beragama

Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengajak seluruh umat Buddha di Sumsel terus menjaga persatuan dan menjalin kebersamaan baik sesama pemeluk agama Buddha maupun dengan umat beragama lainnya.  Menurut Herman Deru, persatuan yang terjalin dengan kebersamaan antar umat beragama menjadi sangat penting guna mendukung suksesnya pembangunan bidang keagamaan di Sumsel, ditambah lagi, Sumsel sudah dikenal sebagai suatu Provinsi di Indonesia yang Zero Konflik terbukti tidak ada kerusuhan antar umat beragama dan semua hidup berdampingan dengan damai. "Kebersamaan antar umat buddha sangat penting begitu juga kebersamaan umat Buddha dengan umat beragama lainnya. Kita di Sumatera Selatan ini suatu Provinsi di Indonesia yang Zero Konflik, semua hidup berdampingan dengan damai. Bahkan, Ada suatu desa di Sumsel  yang didalamnya berisikan beragam umat dari berbagai agama yang hidup damai berdampingan". ungkap Herman Deru. Ajakan menjalin persatuan antar sesama itu disamapaikan Gubernur H. Herman Deru saat membuka Rapat Kerja Daerah DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Provinsi Sumsel dengan tema "Meningkatkan Persatuan Umat Buddha Sumatera Selatan" berlangsung di Ballroom Hotel Aston Palembang, Senin (28/1/2019). Lanjut Herman Deru, semua ajaran agama tentu didalamnya mengajarkan tentang tentang kebaikan. Untuk itu, Gubernur mengapresiasi digelarnya Rakerda WALUBI yang dihadiri langsung  Ketua Umum DPP WALUBI, Dra. Siti Hartati Murdaya. "Saya salut mereka punya inisiatif untuk mempersatukan umatnya guna menyambung kebersamaan dengan umat beragama lainnnya. Karena ini sinergi dengan program pemerintah hingga saya hadiri langsung bersama Kapolda dan Pangdam II Sriwijaya," terangnya. "Semua umat beragama di Sumsel punya ide ide baik mulai dari para ulama muslim, umat Buddha, Hindu, Kristen dan lainnya semua punya nafas yang sama untuk menjaga kesatuan NKRI," lanjut Deru. Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha, Kementerian Agama RI, Drs. Supriadi MPD yang juga hadir di Rakerda WALUBI Sumsel mengharapakan dengan Rakerda yang dilaksanakan itu dapat menghasilkan rumusan program kerja WALUBI Sumsel yang bersinergi dengan pemerintah. "Dengan program kerja yang dilaksanakan, WALUBI akan menampakan karyanya untuk kemajuan Indonesia. Mari kita tingkatkan kebersamaan," ujar Supriadi. Sementara itu, Ketua Umum DPP WALUBI, Dra. Siti Hartati Murdaya mengatakan, WALUBI merupakan sebuah wadah dari berbagai organisasi umat Buddha. Bahkan, sejumlah organisasi umat Buddha dari beberapa negara sudah mengakui bergabung dalam wadah organisasi umat Budha WALUBI. "Sungguh berbahagia menjadi umat Buddha di Indoensia. Saya mengajak umat Buddha untuk mari bersama lebih serius lagi menyikapi kehidupan yang semakin maju saat ini," ajak Siti Hartati Murdaya. Rakerda DPD WALUBI Provinsi Sumsel itu diikuti delegasi dari 8 majelis umat Buddha se-Sumsel dan perwakilan dari 4 DPD WALUBI Kabupaten dan Kota se-Sumsel. Hadir dalam kesempatan itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Zulkarnain Adinegara, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Anto Mukti Putranto, TGUPP Bidang Hubungan Antar Agama, K.H. Amiruddin Nahrowi (Cak Amir), Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumsel, Aflatun Mucthar, dan Ketua DPD WALUBI Provinsi Sumsel, Karto Wibisono.  MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD

Baca Detail
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya: Ketua Baru Harus Bawa Organisasi PWI Lebih Baik Sumsel
28 Jan 2019 Dilihat 181x

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya: Ketua Baru Harus Bawa Organisasi PWI Lebih Baik

Palembang, Sumselprov.go.id --  Mewakili Gubernur Sumsel H. Herman Deru,  Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya membuka secara resmi Konfrensi Provinsi (Konferprov) PWI  Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2019, Sabtu (26/1) di Asrama Haji Palembang. Dalam kesempatan itu, mantan Bupati OI tersebut mengatakan Konferprov PWI (Persatuan Wartawan indonesia) Sumsel tahun ini memang luar biasa karena kegiatan ini diikuti dengan jumlah peserta terbanyak. “Pemprov Sumsel tentu sangat mendukung kegiatan ini." "Kami (HDMY) juga mengharapkan bantuan dari insan pers baik itu media cetak, elektronik maupun online yang ada di Sumsel,” ungkap Mawardi. Mawardi berharap dalam pemilihan Ketua PWI Sumsel yang baru untuk tahun ini dapat berjalan lancar. “Semoga nanti yang terpilih menjadi ketua baru, harus membawa PWI Sumsel lebih baik kedepannya,” tutupnya. Sementara itu, diketahui empat nama calon ketua  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)  Sumatera Selatan  (Sumsel) siap memperebutkan 463 suara anggota biasa dari Konferprov tersebut. Masing-masing yakni Jon Heri dari SKU Jembatan Informasi, Aan Sartana dari Antara Sumsel, Firdaus Komar dari Berita Pagi dan Hadi Prayogo dari Sriwijaya Post/Tribun Sumsel. Kegiatan yang dipusatkan di gedung serba guna Asrama Haji Palembang ini dibuka dengan sidang pleno pertama oleh Ketua Umum PWI, Atal S. Depari. Dikatakan Atal dengan terlaksananya Konfrensi Provinsi Sumsel, maka menjadi tantangan bagi ketua terpilih kedepan, untuk membawa PWI Sumsel lebih baik lagi. "Ini luar biasa banyak sekali dan calon yang muncul untuk membenahi PWI Sumsel kedepan." "Kita berharap konfrensi ini dapat berjalan lancar dan daerah ini bisa mendapatkan ketua yang dapat membawa organisasi ini lebih baik lagi kedepan," ungkapnya seperti dikutif dari tribunnews.com Melalui Konferprov PWI Sumsel ini juga, ia berharap seluruh anggota diharapkan dapat memberikan rasa nyaman pada pelaksanaan konfrensi yang dilaksanakan hari ini. Kedepan, Atal berharap PWI Sumsel dapat sejalan dengan visi misi PWI Pusat, sesuai dengan motonya PWI zaman now. Artinya PWI harus mengikuti kondisi zaman digital. "Kita harus bisa beradaptasi dengan digital sekarang, dan sudah menjadi tugas ketua PWI Sumsel untuk memberikan pendidikan yang mumpuni bagi seluruh anggotanya," ujarnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Gubernur Herman Deru: Jika Bandara Gatot Subroto Jadi Komersil, yang Menikmatinya Orang Sumsel Sumsel
28 Jan 2019 Dilihat 170x

Gubernur Herman Deru: Jika Bandara Gatot Subroto Jadi Komersil, yang Menikmatinya Orang Sumsel

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan, H.  Herman Deru mengakui, Sumatera Salatan sangat diuntungkan jika Bandara Gatot Subroto Way Tuba Provinsi Lampung difungsikan sebagai bandara komersil. Hal tersebut diungkapkanya ketika melakukan lawatan ke Bandar Lampung, Sabtu (26/1/2019). “Kenapa Sumsel begitu kencang, mendesak agar bandara ini segera dioperasikan ?" "Karena yang bakal menikmatinya orang Sumsel. Berhubung yang paling dekat dengan bandara ini tiga OKU, yakni OKU Timur, OKU Selatan, OKU Induk serta OKI." "Karena itu saya sebagai Gubernur sangat berharap ini segera dioperasionalkan,” tegasnya. Dikatakannya, progres rencana penggunaan bandara Gatot Subroto sebagai bandara komersial belum lama ini telah dibahas di Jakarta dengan melibatkan Kementerian Perhubungan, Mabes TNI AD, serta Pemda Way Kanan, Pemerintah provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Dalam rapat tersebut, lanjut  Herman Deru, dilakukan paparan sejumlah pembangunan dikawasan bandara, diantaranya yang perlu dilakukan yakni perbaikan pada bagian runway, apron dan perbaikan terminal penumpang. Serta rencana pengembangan kawasan sekitar bandara ini dimasa yang akan datang. “Ya, kemarin hasil rapat dengan angkatan darat, kementerian perhubungan, TNI Khususnya KASAD sepakat untuk mengoperasikan Bandara Gatot Subroto itu menjadi fungsi komersilnya akan dilaksanakan pada Maret 2019." "Jadi Insya Allah bulan maret nanti sudah operasional,” tegasnya Dikatakan  Herman Deru, kenapa harus bulan Maret, dikarenakan ada sejumlah fasilitas yang harus dilakukan perbaikan serta memodifikasi terhadap ruang tunggu penumpang dan bagian terminal.  Dimana sebelumnya digunakan untuk militer diubah menjadi ruang tunggu nuansa sipil. Disamping itu, lanjut dia, ada juga perbaikan pada bagian landasan runway agar lebih mulus lagi. “Tadinya ruang tunggu untuk militer jadi ruang tunggu nuansa sipil. Dan kebanyakan yang akan mengunakan itu nantinya penumpang sipil,” tandasnya seperti dikutif dari tribunnews.com Dilain piha,k Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, H Nelson Firdaus yang ikut hadir mewakili Gubernur Sumsel H.  Herman Deru dalam rapat dengan KASAD dan Kementerian Perhubungan membahas progress Lanut Gatot Subroto tersebut. Ia sempat menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel sangat mendukung penuh Lapangan Undara Angkatan Darat (Lanudad) Gatot Subroto Way Kanan Lampung dibuka untuk penerbangan komersil. Mengingat Kabupaten sekitarnya baik di Provinsi Lampung maupun Sumsel akan mendapatkan dampak positif jika Lanudad ini dibuka untuk penerbangan sipil.  "Pada intinya Pemerintah Provinsi  Sumatera Selatan sangat mendukung dan akan diuntungkan jika Lanudad ini di buka untuk penerbangan umum." "Mengingat letaknya cukup dekat dengan Kabupaten OKU, OKU Timur dab OKU Selatan," jelasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Sumsel dan Lampung Berencana Bangun Ekonomi Regional, Buat Integrasi Terminal Hasil Pertanian Sumsel
28 Jan 2019 Dilihat 174x

Sumsel dan Lampung Berencana Bangun Ekonomi Regional, Buat Integrasi Terminal Hasil Pertanian

Palembang, Sumselprov.go.id -- Sebagai daerah yang bertetangga dekat, Provinsi Sumatera Selatan dengan Provinsi Lampung akan membangun satu kekuatan ekonomi regional melalui pembuatan terminal hasil pertanian. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam lawatannya ke Provinsi Lampung, Sabtu (26/1) di Bandar Lampung. Menurut Herman Deru, Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan tidak dapat dipisahkan karena kedua daerah ini sebelumnya satu provinsi. Terlebih potensi yang dimiliki keduanya juga nyaris tidak jauh berbeda yakni pertanian. Karena itu dirinya bersama dengan gubernur Lampung akan sinergi mengintegrasikan kekuatan ekonomi dengan membangun terminal hasil pertanian. Masalah ini juga sempat diperbincangkannya dengan Gubernur Lampung terpilih Arinal Djunaidi. “Kita akan bersama dengan Provinsi Lampung. Potensi ini akan kita jadikan sebagai kekutan ekonomi regional. Tadi dengan Gubernur Lampung. Kita bicarakan integrasi pembuatan terminal hasil pertanian,” tegasnya seperti dikutif dari Tribunnews.com Hal lainnya yang dibahas lanjut Herman Deru terkait dengan perbatasan. Dimana dirinya sebagai gubernur akan memperhatikan masalah pembangunan disekitar perbatasan, karena kawasan terluar atau perbatasan dengan provinsi tetangga merupakan wajah atau eltalase bagi Sumsel. “Gerbang perbatasan Sumsel dengan Bengkulu, dengan lampung Lampung akan kita bangun karena ini merupakan etalase dari Sumsel,” terangnya. Herman Deru menegaskan pembangunan dikawasan perbatasan tidak cukup hannya dalam bentuk fisik atau tugu saja. Namun kesejahteraan masyarakat didaerah terluar juga diperhatikan, karena akan menjadi tolak ukur daerah tetangga tekait dengan masalah kesejahteraan warga Sumsel secara umum. “Sejahteranya masyarakat Sumsel akan dinilai orang lain dari melihat masyarakat disekitar perbatasan. Kerena itu tentu kita akan fokus agar tidak ada pandangan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Konferensi PWI Paling Spektakuler Dan Paling Panjang Sumsel
28 Jan 2019 Dilihat 177x

Konferensi PWI Paling Spektakuler Dan Paling Panjang

Palembang, Sumselprov.go.id -- Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan (Sumsel) 2019 menjadi pesta demokrasi wartawan paling spektakuler. Tidak hanya menjadi konferensi terbesar sepanjang tahun, proses yang dilaksanakan pun paling panjang, yang pernah dilaksanakan PWI Sumsel. Dimulai dari hari Sabtu (26/1/19) pukul 08.00 WIB, konferensi yang diikuti empat calon ketua PWI Sumsel untuk periode 2019-2024, baru selesai pukul 05.10 WIB, Minggu (27/1/19). Dari hasil putaran kedua pemilihan calon Ketua PWI tersebut, Firdaus Komar berhasil memperoleh suara sebanyak 199 suara, mengungguli Jon Heri yang memperoleh peraihan suara sebanyak 109 suara. Ketua PWI Sumsel H. Oktaf Riady menerangkan, proses Konferprov PWI Sumsel tahun ini benar-benar menjadi proses demokrasi paling spektakuler, seperti yang disampaikan Wakil Gubernur Sumsel, H. Mawardi Yahya saat membuka Konferensi, karena dihadiri seluruh perwakilan daerah, kegiatan yang dipusatkan di Asrama Haji Palembang ini menjadi Konferensi terpanjang yang memakan waktu hingga jam 5 pagi. "Kita mulai jam 8 pagi dan baru selesai besoknya jam 5 pagi, nonstop. Artinya proses ini menjadi proses paling panjang," sampainya. Oktaf yang kini menjabat Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Pusat ini berharap, proses panjang yang dihadapi seluruh anggota PWI, dapat menciptakan calon pemimpin PWI lima tahun kedepan yang dapat sejalan dengan apa yang di programkan PWI Pusat, dalam menciptakan profesionlisme wartawan kedepan. "Saya berharap ketua PWI terpilih, dapat sejalan dengan program PWI Pusat, tentang profesionlisme wartawan itu terus digiatkan, melalui pendidikan wartawan," imbuhnya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan kepengurusan PWI Sumsel kedepan, dalam menciptakan profesionalisme wartawan melalui pendidikan, seperti safari jurnalistik dan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW). Karena, tantangan wartawan kedepan semakin berat dan wartawan akan dituntut bekerja lebih baik dengan profesionlisme. "Sekarang ini masyarakat bisa melaporkan, jika berita tidak benar maka mereka akan mengadukan perkara itu ke Polisi, dan wartawan kedepan bisa dijerat melalui Undang-undang (UU) ITE, dan UU lain," sampainya. Oktaf juga berharap, ketua terpilih kedepan, selain harus bisa membenahi tertib administrasi dan menjadikan organsiasi ini besar, tuntutan profesionalisme menjadi hal utama yang paling penting. Dimana, PWI Sumsel juga bisa aktif menggelar diskusi-diskusi pers dan mendatangkan ahli-ahli yang dapat memberikan pengetahuan seluruh anggota PWI Sumsel. "Intinya kedepan pengurus dapat mengayomi anggota dan membela kepentingan anggota," tandasnya. Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Herman Deru Akui Kualitas Berita Metro TV Sudah Teruji Sumsel
28 Jan 2019 Dilihat 314x

Herman Deru Akui Kualitas Berita Metro TV Sudah Teruji

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru berharap kehadiran kantor baru Metro TV membuat televisi swasta nasional ini lebih maju dan menjadi satu-satunya stasiun televisi yang menyajikan berita dengan caranya sendiri. Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri syukuran kantor baru Metro TV Biro Sumbagsel, yang berada di kawasan Jl. Kikim 1 Blok S No. 07, RT. 026, RW 07 Kelurahan Demang Lebar Daun, Jumat (25/01). Menurut Herman Deru, Metro TV adalah stasiun televisi yang membantu penyebaran informasi tentang Provinsi Sumsel, dimana Provinsi ini adalah provinsi yang sangat terkenal dengan penyelenggaraan-penyelenggaraan international baik itu event-event olahraga ataupun kesenian dan budaya. “Tempat ini bagus untuk usaha, tidak salah Metro TV berkantor disini. Yang paling penting pesan saya selama ini kualitas Metro TV telah teruji menjadi satu-satunya televisi berita yang masih istiqomah dengan caranya sendiri,” ungkapnya Ia sempat kilas balik 2006 lalu, ketika Ia masih menjabat sebagai Bupati OKU Timur. Saat itu ia ingat ada yang namanya Kaukus Regional atau Belanja Sumba (Bengkulu, lampung, Jambi, Sumsel, Bangka Belitung) yang mempunyai gerakan sangat positif terhadap pergerakan ekonomi. “Saya minta Metro TV yang akan merajut ini kembali, mudah-mudahan ini menjadi sesuatu kekuatan regional yang tetap bertumpu pada kekuatan ekonomi dimana banyak sekali potensi khususnya pertanian yang 100 % dimiliki oleh rakyat,” tambahnya Diakhir kata sambutannya, suami dari Febrita Lustia ini juga berpesan agar ada keseimbangan berita di Metro TV sehingga terus melekat di hati rakyat. “Metro TV di tempat yang sederhana di darat tapi luar biasa di udara mudah-mudahan Metro TV melekat di hati masyarakat. Sajian pertama yang dicari adalah metro tv, dan itu salah satunya adalah Saya,” pungkasnya Sementara Pemimpin Redaksi Metro TV Pusat Don Bosco Selamun mengatakan, tugas Metro TV adalah menjaga Indonesia dimana seluruh isi, jiwa dan napas yang keluar dari Metro tv atau media grup adalah menjaga Indonesia. “Kami disini termasuk menjaga Indonesia dan menjaga Provinsi Sumsel, Kami akan membesarkan Sumsel,” tambahnya TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Hari Gizi Nasional Momentum Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Sumsel
26 Jan 2019 Dilihat 215x

Hari Gizi Nasional Momentum Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Palembang, Sumselprov.go.id – Arah pembangunan kesehatan saat ini dititik beratkan pada upaya promotif preventif yang dinilai dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih luas dan lebih efisien dari sisi ekonomi. Sbagai investasi utama pengembangan sumberdaya manusia, pembangunan kesehatan yang berkelanjutan mutlak diperlukan, dimana salah satu komponen utamanya adalah melalui perbaikan gizi masyarakat, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan Kekurangan gizi yang terjadi pada masa janin dan anak usia dini akan berdampak pada perkembangan otak dan rendahnya kemampuan kognitif yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dan keberhasilan pendidikan. Selain itu kurang gizi yang diawali pada masa kehidupan juga berdampak pada peningkatan resiko gangguan metabolik yang berujung pada kejadian penyakit tidak menular pada usia dewasa, seperti Diabetes type II, Stroke, Penyakit Jantung dll. Kepala Dinas Kesehatan Prov.Sumsel yang dalam hal ini diwakili Sekretaris Dinas, dr. H. Trisnawarman, M.Kes mengatakan Hari Gizi Nasional ke-59 tahun 2019 mengangkat sub tema “ Keluarga Sadar Gizi, Indonesia Sehat dan Produktif”, dengan Slogan “Gizi Seimbang, Prestasi Gemilang”. Selanjutnya Trisnawarman menyampaikan hari ini Dinas kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Selatan melakukan kegiatan Pengukuran Tensi, Penyuluhan Kesehatan, Pemeriksaan Index Massa Tubuh (IMT) gizi para karyawan  (ASN dan Honorer) di lingkungan Dinas Kesehatan Prov. Sumsel. Kegiatan ini di laksanakan di Aula Dinas Kesehatan Prov. Sumsel. Jumat (25/01/2019). “Perayaan Hari Gizi Nasional dipusatkan di Jakarta, puncak acaranya dirayakan tadi malam (24/01/2019) dengan kegiatan Simposium, Seminar, Workshop dan juga tentang gizi yang lainnya. Adapun tujuan dari peringatan Hari Gizi Nasional ke-59 tahun 2019 adalah untuk menurunkan angka kematian ibu, bayi dan juga angka stunting nasional termasuk kita provinsi”, ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Prov. Sumsel. Dijelaskan oleh Trisnawarman angka stunting di Provinsi Sumatera Selatan sudah lebih rendah dari nasional tetapi untuk kedepan diharapkan lebih rendah lagi dari indikator nasional. Dari hasil Riskesdas status presentasi stunting Sumatera Selatan yaitu 22 %. Untuk Kabupaten yang memiliki angka stuting tinggi yaitu Muratara, Muara Enim dan Ogan Komering Ilir, untuk tahun ini kabupaten fokus penurunan angka stunting yaitu kabupaten OKI dan Muara Enim . Tahun depan Muratara. “Untuk Peringatan Hari Gizi Nasional di provinsi dilakukan kegitan rangkaian acara dari Hari Gizi Nasional yaitu pemerikasaan kesehatan sementara untuk kabupaten kota Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sumsel sudah menghimbau agar Kabupaten/kota juga melakukan rangkaian kegiatan acara seperti pemeriksaan kesehatan bagi warganya, penimbangan dan status gizi balita di Posyandu”, pungkas Tris pada Tim MC Diskominfo Prov. Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY Foto Ferly Sandy

Baca Detail
Pemprov Sumsel Bergerak Cepat Entaskan Kemiskinan Sumsel
26 Jan 2019 Dilihat 186x

Pemprov Sumsel Bergerak Cepat Entaskan Kemiskinan

Wagub Sumsel Studi Banding ke Jateng SEMARANG Sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meminta peran aktif dari seluruh kepala derah bupati dan walikota untuk  sinerji dengan pemerintah provinsi dalam hal upaya menekan angka kemiskinan. “Sekuat apapun gubernur dan wakil gubernur dalam mengentaskan kemiskinan, kalau tidak didukung oleh bupati dan walikota akan sama saja dan sulit terwujud," ungkap Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya disela-sela lawatannya ke kantor Gubernur Jawa Tengah yang diterima langsung oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, Kamis (24/1). Menurut Mawardi, Pemerintah Provisi Sumatera Selatan dibawah kepemimpinan Gubernur H Herman Deru tidak main-main dalam hal upaya mengentaskan kemiskinan di Sumsel. Mengingat angka kemiskinan di Sumsel di atas angka Nasional. Keberhasilan Provinsi Jawa Tengah menjadi percontohan bagi  beberapa daerah, salah satunya Pemprov Sumsel. “Karena itu kita ingin belajar ke  Jawa Tengah ini,  formula apa yang digunakan sehingga dapat berhasil dalam menurunkan angka kemiskinan," bebernya. Mantan Bupati Ogan Ilir dua periode ini menambahkan, pihaknya berkomitmen ada perubahan di Sumsel dengan tetap  fokus mengentaskan kemiskinan masyarakatnya. Karena itu dia meminta dukungan  dari Bupati dan Walikota beserta wakilnya untuk mengentaskan kemiskinan di daerahnya masing-masing melalui sejumlah program pembangunan fisik dan non fisik serta melalui pemberdayaan  ekonomi kerakyatan. "Antara Gubernur dengan bupati dan walikota harus sejalan. Mudah mudahan ilmu yang didapat dari Jateng dapat diterapkan di Sumsel dan cita cita kita menurunkan kemiskinan menjadi satu digit akan tercapai," harapnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin didampingi Kepala Bappeda Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan faktor terkait penurunan tingkat kemiskinan di Pemprov Jateng yakni BPNT berjalan dengan lancar disalurkan ke rumah tangga. "Selain itu juga adanya faktor Inflasi Umum sebesar 0,57 persen, peran strategi TPID, NTP sebesar 103,31 persen serta adanya kenaikan upah minimum Rp 119.065 atau naik 8,71 persen dibandingkan UMP tahun 2017,” ungkapnya Ia menambahkan, kemiskinan di Jateng bukan di area perkotaan melainkan juga ada  di kelurahan dan pedesaan. Melalui sejumlah program yakni adanya Kartu Jateng sejahtera, Jamkesmas PBI Non Kuota, Penanganan rumah tidak layak huni, Bantuan Siswa Miskin (BSM), Kartu Tani, Kartu Nelayan serta kredit usaha dengan bunga rendah. “Kita terimakasih  banyak atas kunjungan Wagub Sumsel dan kepala daerah kabupaten/kota di Sumsel ini," tandasnya.     MC Diskominfo Prov. Sumsel/FS Sumber  : Humas Pemprov Sumsel    

Baca Detail
Resmikan RPHH Modern Gandus, Gubernur Himbau Pemkot Jamin Kehigienisan Daging Sumsel
25 Jan 2019 Dilihat 173x

Resmikan RPHH Modern Gandus, Gubernur Himbau Pemkot Jamin Kehigienisan Daging

Palembang sumselprov.go.id- Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ruminansia didirikan agar setiap daging yang dikonsumsi oleh masyarakat terjamin kesehatan dan kehigienisannya. Kita targetkan pengembangan RPH dapat mengurangi bahkan menghentikan import daging dari Luar Negeri. Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya saat meresmikan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ruminansia Modern Gandus, Kamis (24/1) siang. “Orang-orang yang berwisata ke Palembang membutuhkan supply daging yang jelas asal dan jelas pengelolaannya. Sehingga para penjual daging dipasaran dalam Kota Palembang harus selektif dalam mengelola daging,” katanya. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Palembang harus mengelola dan mengecek secara selektif dan profesional asal muasal daging yang masuk dari luar daerah. Termasuk juga asal sapi atau kerbau yang akan dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH) harus melewati tahapan pengecekan kesehatan hewan. “Masyarakat juga perlu mendapat pengetahuan tentang asal muasal daging, karena ini terkait dengan kesehatan hewan dan daging, dan tata cara pemotongan hewan yang islami atau tidak sehingga tidak diragukan kehalalannya,” jelasnya. Ia menghimbau Pemkot Palembang untuk terus mengoptimalkan penggunaan RPH Modern Gandus, dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat belum maksimal dan halal. "Sejauh ini, pemerintah kota Palembang telah mampu melaksanakan pemotongan hewan dengan sehat dan hala, kedepannya Pemprov juga akan membantu pengadaan  lokasi RPH Unggas,” ungkapnya. Sementara itu, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Samsul Maarif meminta agar Pemprov Sumsel melalui OPD terkait untuk membuat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan serifikasi halal untuk  RPH Modern Gandus. Nomor Kontrol Veteriner (NKV) adalah sertifikasi sebagai pengakuan Internasional bahwa  daging yang dipotong RPH ini layak dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat. “NKV dan sertifikasi halal bagi RPH untuk memunculkan daya saing yang sehat di pasaran karena telah banyak negara luar yang ingin memasukkan produknya ke Indonesia,” jelas Samsul Maarif. Ia mengatakan bahwa RPH yang baik adalah yang memiliki rumah peristirahatan sebelum hewan disembelih untuk kesejahteraan hewan tersebut. “Kebutuhan daging nasional sebanyak 660 ribu ton per tahun, sementara dalam negeri sendiri hanya mampu menyumbang sebesar 50,66 persen atau hanya mampu memenuhi 401 ribu ton daging,” katanya. Menambahkan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti mengatakan selain RPH Modern yang berdiri di kawasan seluas 10 hektar, juga terdapat kantor Dinas Pertanian, UPTD Kesehatan Hewan, juga laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner. Pihaknya juga akan menerbitkan Perda No 2 Tahun 2019 tentang kesehatan hewan. “Kapasitas RPH Modern Gandus dapat melakukan pemotongan hewan sebanyak 200 hingga 400 ekor per hari atau sekitar 40 persen diantaranya dapat memenuhi kebutuhan daging di kota Palembang,” ujarnya. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE/ Foto: AD

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.