Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Konferensi PWI Paling Spektakuler Dan Paling Panjang

Penulis: Admin Kominfo
28 January 2019 12:23 WIB Dibaca 178 Kali
Konferensi PWI Paling Spektakuler Dan Paling Panjang

Palembang, Sumselprov.go.id -- Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan (Sumsel) 2019 menjadi pesta demokrasi wartawan paling spektakuler. Tidak hanya menjadi konferensi terbesar sepanjang tahun, proses yang dilaksanakan pun paling panjang, yang pernah dilaksanakan PWI Sumsel.

Dimulai dari hari Sabtu (26/1/19) pukul 08.00 WIB, konferensi yang diikuti empat calon ketua PWI Sumsel untuk periode 2019-2024, baru selesai pukul 05.10 WIB, Minggu (27/1/19).

Dari hasil putaran kedua pemilihan calon Ketua PWI tersebut, Firdaus Komar berhasil memperoleh suara sebanyak 199 suara, mengungguli Jon Heri yang memperoleh peraihan suara sebanyak 109 suara.

Ketua PWI Sumsel H. Oktaf Riady menerangkan, proses Konferprov PWI Sumsel tahun ini benar-benar menjadi proses demokrasi paling spektakuler, seperti yang disampaikan Wakil Gubernur Sumsel, H. Mawardi Yahya saat membuka Konferensi, karena dihadiri seluruh perwakilan daerah, kegiatan yang dipusatkan di Asrama Haji Palembang ini menjadi Konferensi terpanjang yang memakan waktu hingga jam 5 pagi.

"Kita mulai jam 8 pagi dan baru selesai besoknya jam 5 pagi, nonstop. Artinya proses ini menjadi proses paling panjang," sampainya.

Oktaf yang kini menjabat Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Pusat ini berharap, proses panjang yang dihadapi seluruh anggota PWI, dapat menciptakan calon pemimpin PWI lima tahun kedepan yang dapat sejalan dengan apa yang di programkan PWI Pusat, dalam menciptakan profesionlisme wartawan kedepan.

"Saya berharap ketua PWI terpilih, dapat sejalan dengan program PWI Pusat, tentang profesionlisme wartawan itu terus digiatkan, melalui pendidikan wartawan," imbuhnya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan kepengurusan PWI Sumsel kedepan, dalam menciptakan profesionalisme wartawan melalui pendidikan, seperti safari jurnalistik dan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW).

Karena, tantangan wartawan kedepan semakin berat dan wartawan akan dituntut bekerja lebih baik dengan profesionlisme.

"Sekarang ini masyarakat bisa melaporkan, jika berita tidak benar maka mereka akan mengadukan perkara itu ke Polisi, dan wartawan kedepan bisa dijerat melalui Undang-undang (UU) ITE, dan UU lain," sampainya.

Oktaf juga berharap, ketua terpilih kedepan, selain harus bisa membenahi tertib administrasi dan menjadikan organsiasi ini besar, tuntutan profesionalisme menjadi hal utama yang paling penting.

Dimana, PWI Sumsel juga bisa aktif menggelar diskusi-diskusi pers dan mendatangkan ahli-ahli yang dapat memberikan pengetahuan seluruh anggota PWI Sumsel.

"Intinya kedepan pengurus dapat mengayomi anggota dan membela kepentingan anggota," tandasnya.

Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel

Bagikan Artikel
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.