Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Audit LKPD Dimulai, Sekda Instruksikan Seluruh OPD Proaktif Dukung Tim BPK Perwakilan Sumsel
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Edward Candra, MH melaksanakan Entry Meeting Pemeriksaan terinci BPK RI Prov. Sumsel atas LKPD Prov. Sumsel Tahun 2025 di Ruang Rapat Bina Praja Prov. Sumsel (Senin, 6/4/2026).Dalam kesempatan tersebut, Sekda memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan dukungan penuh selama proses pemeriksaan berlangsung. Beliau menekankan bahwa kelancaran audit sangat bergantung pada transparansi dan kecepatan penyediaan data dari setiap instansi."Saya minta seluruh Kepala OPD dan jajaran untuk kooperatif. Pastikan data dan informasi yang dibutuhkan tim BPK tersedia dengan akurat. Saya juga berharap Bapak dan Ibu sekalian mudah dihubungi agar proses pekerjaan ini berjalan lancar dan tepat waktu," ujar Sekda dalam arahannya kepada jajaran pemerintah daerah.Sekda juga menegaskan semoga dengan dilaksanakannya audit atau pemeriksaan tersebut semoga hasilnya seperti dengan apa yang diharapkan mencapai Target Opini WTP, ini merupakan wujud nyata akuntabilitas tata kelola keuangan daerah kepada masyarakat."Harapan meraih WTP dapat terwujud jika kita semua proaktif dan menjalin komunikasi yang baik dengan Tim BPK Sumsel. Mari kita laksanakan proses ini dengan sebaik-baiknya," tutup Sekda.Sementara itu, Wakil Penanggung Jawab TIM BPK Sumsel, Wenny Lia menyampaikan bahwa tujuan pemeriksaan dilakukan untuk Menyesuaikan Laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintah (SAP); Kecukupan pengungkapan sesuai dengan pengungkapan yang diatur dalam SAP; Kepatuhan Terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan; dan Efektifitas sistem pengendalian intern.Selain itu ia juga menyampaikan bahwa waktu pemeriksaan dilakukan selama 30 hari sejak 6 April s/d 8 Mei 2026. Selama proses tersebut dirinya berharap kepada semua instansi untuk memberikan dukungan cepat dalam menyelesaikan proses audit.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Sekda Sumsel Edward Candra Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi 2026 dan Evaluasi Program 3 Juta Rumah
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Kegiatan ini diikuti secara virtual melalui Sumsel Command Center, Senin (6/4/2026).Rapat yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI tersebut dipimpin langsung oleh Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, serta menghadirkan arahan khusus dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian memaparkan kondisi inflasi terkini secara nasional sebagai acuan bagi seluruh kepala daerah:Inflasi Bulanan (Month-to-Month) Tercatat sebesar 0,41% pada Maret 2026 terhadap Februari 2026. Angka ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.Inflasi Tahunan (Year-on-Year): Tercatat sebesar 3,48% pada Maret 2026 terhadap Maret 2025. Angka ini terpantau lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi tahunan pada periode yang sama di tahun 2025.Pemerintah pusat menekankan agar daerah mewaspadai beberapa sektor utama yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada Maret 2026, di antaranya Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau kemudian Sektor Transportasi.Selain pembahasan inflasi, Rakornas ini juga menjadi ajang evaluasi sejauh mana dukungan Pemerintah Daerah dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah. Program strategis nasional ini memerlukan sinergi dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota, terutama terkait penyediaan lahan, kemudahan perizinan, dan sinkronisasi data penerima manfaat.Melalui Rakornas ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Sumsel, sekaligus memastikan program pembangunan hunian rakyat berjalan sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Sumsel
Mengenang 40 Hari Wafatnya Alex Noerdin, Wagub Cik Ujang : Beliau Pemimpin Visioner yang Dicintai Rakyat
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang menghadiri acara pembacaan Yasin dan Tahlil dalam rangka mengenang 40 hari wafatnya Almarhum H. Alex Noerdin bin H. M. Noerdin Pandji. Acara khidmat tersebut berlangsung di Masjid Raya Taqwa, Palembang, pada Minggu (5/4/2026).Dalam sambutannya, Wagub Cik Ujang menyampaikan bahwa kehadiran para pelayat yang memadati masjid merupakan bukti nyata besarnya rasa cinta dan penghormatan masyarakat terhadap sosok mantan Gubernur Sumsel dua periode tersebut. Menurutnya, almarhum semasa hidup dikenal sebagai pemimpin yang memiliki dedikasi luar biasa dan etos kerja tinggi.Lebih lanjut, Cik Ujang mengenang sosok Alex Noerdin sebagai arsitek pembangunan modern di Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa warisan pembangunan dan program-program pro-rakyat yang dicetuskan almarhum masih sangat dirasakan manfaatnya hingga saat ini.“Saya sendiri melihat betapa visionernya beliau dalam membangun Sumsel. Berbagai program dirasakan langsung oleh masyarakat, begitu juga dengan keberhasilan membawa event-event skala nasional maupun internasional ke daerah kita. Kami, mewakili Pemerintah Provinsi Sumsel, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepemimpinan dan pengabdian beliau,” tambahnya.Hadir juga putra sulung almarhum, H. Dodi Reza Alex Noerdin, beserta keluarga besar dan kerabat dekat. Suasana semakin syahdu dengan tausiah yang disampaikan oleh penceramah kondang, Ustaz Das’ad Latief, yang memberikan penguatan spiritual bagi keluarga yang ditinggalkan serta para jamaah yang hadir.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Gubernur Herman Deru Tinjau Dampak Kebakaran Sumur Minyak, Prioritaskan Keselamatan dan Kepastian Usaha
MUBA – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, meninjau langsung lokasi kebakaran sumur minyak masyarakat di area Hak Guna Usaha (HGU) PT Hindoli, Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Jumat (3/4/2026).Insiden kebakaran tersebut terjadi pada aktivitas sumur minyak ilegal di lahan HGU PT Hindoli. Peristiwa dilaporkan terjadi pada Selasa malam (31/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Api diduga berasal dari salah satu sumur minyak ilegal di area tebing yang kemudian menyambar tempat penampungan minyak mentah di sekitarnya.Kondisi itu menyebabkan api dengan cepat merembet mengikuti aliran minyak hingga ke area bawah tebing. Akibatnya, sejumlah fasilitas dan aset di sekitar lokasi turut terbakar, termasuk kendaraan operasional serta warung milik warga.Menanggapi insiden tersebut, Herman Deru menegaskan pentingnya membangun hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi bersama.“Pada prinsipnya, simbiosis mutualisme harus saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat. Kita juga harus mempertimbangkan bahwa usaha pokok Cargill adalah perkebunan, sehingga mungkin perlu pembatasan wilayah yang sudah terlanjur terbakar. Sumur rakyat ini dibatasi terlebih dahulu, kemudian ditingkatkan ke jenjang pembicaraan yang solusinya bisa berbentuk business to business (B-to-B), sehingga perusahaan tidak dirugikan dan masyarakat tetap bisa bekerja,” ujarnya.Ia menambahkan, momentum kebakaran tersebut harus dijadikan evaluasi untuk penataan ke depan, termasuk pendataan lahan terdampak serta aktivitas masyarakat yang disinyalir belum memiliki izin resmi.“Momentum kebakaran ini kita jadikan evaluasi terlebih dahulu, sambil menata berapa luas lahan yang terdampak serta aktivitas usaha masyarakat yang diduga belum memiliki izin. Ide dari Bupati sudah baik dan solutif, tinggal kita siapkan landasan aturannya karena ini menyangkut penanaman modal asing (PMA),” jelasnya.Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga memastikan kondisi masyarakat sekitar tetap terlayani dengan baik. Ia menyebutkan terdapat 92 rumah di sekitar PT Hindoli yang telah difasilitasi cukup baik oleh perusahaan.“Pendidikan dan kesehatan sudah kita cek, masyarakat mendapatkan pelayanan dengan baik. BPJS dari Dinas Kesehatan Muba juga berjalan dengan baik sehingga koordinasi layanan tetap terjaga,” tambahnya.Selain meninjau titik kebakaran, Herman Deru juga mengunjungi sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi, seperti Sekolah Yayasan Pendidikan Tanjung Dalam dan klinik kesehatan masyarakat. Ia juga melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al Muhajirin, Desa Tanjung Dalam.
Sumsel
Harmoni Wastra Sumsel: Membawa Tradisi Menuju Panggung Elegan dan Berkarakter
Palembang. Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen pelestarian budaya, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menghadiri kemeriahan Fashion Show Wastra Sumsel yang diinisiasi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel. Acara yang memamerkan kemilau kain khas daerah ini berlangsung megah di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (2/04/2026).Ketua Dekranasda Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian acara ini merupakan puncak dari semangat kolaborasi. Sebelumnya, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan diskusi aktif yang melibatkan seluruh penggerak PKK dari Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan."Semangat Dekranasda tidak pernah surut untuk memajukan UMKM Sumsel melalui semangat pemberdayaan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya kolektif melestarikan wastra kita," ujar Hj. Feby Deru dengan penuh optimisme.Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan dalam kesempatan ini juga memberikan penghargaan khusus kepada para perajin yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga napas budaya Sumatera Selatan. antara lain, Nurkasih (KATON Art Gallery), Roudho: Perajin perhiasan etnik, Ujang Ismail: Sosok di balik keindahan benang songket yang berkualitas, Kemas Muhammad Ali: Maestro perajin Songket dan Udin Abdullah: Pelestari kain Tanjung.Kehadiran Gubernur Herman Deru dalam acara ini menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi terus mendukung penuh inovasi produk lokal. Fashion show ini bukan sekadar pameran busana, melainkan pernyataan bahwa kain tradisional Sumsel memiliki kelas tersendiri yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional dengan balutan desain yang modern namun tetap etnik.Acara ditutup dengan penampilan Fashion show Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se Sumsel dan Para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel dengan menggunakan yang berbagai wastra Sumsel.Turut hadir Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang dan Para OPD lainnya
Sumsel
Gubernur Herman Deru Hadiri Dharma Santi Nyepi 2026, Perkuat Toleransi dan Kerukunan di Sumsel
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menghadiri kegiatan Dharma Santi dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 (Tilem Kesanga) Tahun 2026 yang digelar di Pura Sriwijaya, Kamis (2/4/2026).Kehadiran Gubernur menjadi wujud nyata dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap keberagaman serta kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat.Dalam suasana penuh kekeluargaan, Dharma Santi menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai toleransi antar umat beragama.Dalam sambutannya, Herman Deru mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya dapat hadir bersama masyarakat dalam momen kebersamaan tersebut. Ia menegaskan bahwa Sumatera Selatan yang kaya akan suku, budaya, dan agama, mampu menjaga kondisi daerah tetap kondusif dan dikenal sebagai wilayah dengan “zero conflict”.“Ini menjadi kekuatan kita bersama. Keberagaman yang ada justru menjadi solusi dalam menciptakan kedamaian. Kita patut bangga, adat dan budaya, termasuk adat Bali di Sumsel, tetap terjaga keasriannya,” ujarnya.Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa perayaan Nyepi tidak hanya menjadi momen sakral bagi umat Hindu, tetapi juga sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, menjaga kedamaian, serta mempererat persatuan.Sementara itu, Pengawas Persatuan Adat Bali Sumatera Selatan, I Gusti Bagus Suryanegara menjelaskan bahwa Dharma Santi merupakan rangkaian dari Hari Raya Nyepi yang mengandung makna menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengukuhkan pengawas dan pengurus Perkumpulan Adat Bali Sumatera Selatan periode 2025–2028, dengan I Made Sutama sebagai ketua terpilih.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Sumsel Shandi Nugroho, Kajati Sumsel Ketut Sumedana, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim, serta para pejabat dan masyarakat yang hadir.
Sumsel
Akselerasi Pelabuhan Tanjung Carat, HD Tekankan Legal Aspek dan Target Waktu kepada PT Bukaka
Palembang.Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menerima audiensi jajaran direksi PT Bukaka Teknik Utama Tbk di Griya Agung, Palembang, Kamis (2/4/2026). Pertemuan ini membahas penguatan sinergi dalam percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai gerbang utama komoditas di Sumatera Selatan.Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa secara administratif, rencana pembangunan sudah memasuki tahap final. Namun, ia mengingatkan agar seluruh proses pembenahan dokumen dilakukan dengan saksama demi menghindari kendala hukum di masa depan."Kami menyambut baik kerja sama ini, namun saya ingatkan agar legal aspek harus diikuti dengan sangat baik. Kita sudah memiliki perencana dan gambaran yang jelas. Semua langkah harus sesuai aturan agar tidak ada masalah di kemudian hari," tegas Herman Deru.Ia menaruh harapan besar agar PT Bukaka bersama tim konsorsium dapat mewujudkan pelabuhan ini bukan sekadar untuk estetika wilayah, melainkan sebagai legacy besar yang menjawab kebutuhan nyata distribusi komoditas daerah."Kita harus berpedoman pada time schedule yang ketat. Saya ingin kita selaras dalam langkah untuk melanjutkan cita-cita besar daerah ini. Mari kita cermati setiap tahapan agar target terwujud tanpa kesalahan," tambahnya.Sementara itu, Direktur Portofolio PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Budi Hartono, memaparkan profil perusahaan yang telah berdiri sejak 1978 tersebut. Ia juga menjelaskan rekam jejak investasi infrastruktur berskala nasional yang pernah ditangani perusahaan sebagai modal kuat dalam mendukung proyek di Sumsel.Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, beserta jajaran kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Sumsel.
Sumsel
Antisipasi Karhutla 2026, Sekda Sumsel Edward Candra Ikuti Rakor Bersama Kemenko Polkam RI
Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Desk Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.Pertemuan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI ini diikuti secara virtual di Sumsel Command Center, Kamis (2/4/2026).Rapat tersebut fokus pada upaya mengaktualisasikan kembali peran Desk Koordinasi Penanganan Karhutla guna memastikan kesiapan seluruh instansi terkait dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.Dalam kesempatan itu, pemerintah pusat menekankan pentingnya mempertajam rencana aksi di wilayah rawan. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah persiapan Apel Kesiapsiagaan Karhutla yang direncanakan akan dipusatkan di dua provinsi utama, yaitu Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kalimantan Barat (Kalbar).Selain kesiapan personel, Rakor juga menekankan tiga pilar utama dalam penanganan Karhutla tahun 2026, yakni Upaya Pencegahan Melalui deteksi dini dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Selain itu ada upaya penegakan Hukum berupa Tindakan tegas bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan secara sengaja.Juga ada Mekanisme pertanggungjawaban dan pemulihan dampak lingkungan akibat kebakaran.
Sumsel
Wagub Sumsel Cik Ujang Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Baitul Huda di OKU Timur
Belitang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali Masjid Baitul Huda di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, pada Rabu (1/4/2026).Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat dalam memperbarui sarana ibadah yang telah berdiri selama puluhan tahun.Dalam sambutannya, Wagub Cik Ujang menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini bukan sekadar fisik bangunan, melainkan simbol penguatan keimanan di tengah masyarakat. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan warga Desa Mekar Jaya yang menunjukkan kekompakan luar biasa."Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Mekar Jaya. Semoga semangat ini semakin kuat dan kompak dalam menyelesaikan pembangunan masjid ini," ujar Cik Ujang.Sebagai bentuk dukungan nyata, Wagub Cik Ujang juga memberikan bantuan stimulan berupa100 sak semen dan 100 batang besi ukuran 8Tak hanya itu, ia juga mengajak jajaran pejabat Pemkab OKU Timur dan pemerintah desa untuk turut berkontribusi aktif dalam percepatan pembangunan masjid tersebut.Ketua Panitia Pembangunan, H. Tuhana, menjelaskan bahwa Masjid Baitul Huda sudah berdiri selama 30 tahun. Mengingat kondisi bangunan yang sudah kurang nyaman untuk beribadah, masyarakat sepakat melakukan rehabilitasi total melalui musyawarah.Pembangunan masjid baru ini direncanakan seluas 17 m2 dengan estimasi total biaya mencapai Rp 1,2 Miliar."Selama enam tahun terakhir, warga secara swadaya mengumpulkan iuran wajib Rp 50 ribu per bulan hingga terkumpul Rp 210 juta yang disimpan di BSI. Alhamdulillah, tepat setelah Idul Fitri, hari ini bisa dilaksanakan peletakan batu pertama bersama Bapak Wagub," ungkap Tuhana.Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati OKU Timur, H. M. Adi Yuda, berpesan kepada masyarakat agar setelah bangunan ini selesai, semangat gotong royong tidak lantas pudar."Jika nanti sudah selesai dibangun, tugas kita bersama adalah memakmurkan masjid ini. Pertahankan rasa memiliki terhadap aset desa ini agar manfaatnya terasa hingga generasi mendatang," pungkasnya.