Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
HUT IBI ke-74: Ketua TP PKK Sumsel Hj Feby Deru Ikuti Fun Walk bersama 1800 Bidan
Palembang. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-74, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar acara Jalan Santai (Fun Walk) bertajuk "Sehat Bersama Bidan Indonesia". Acara yang penuh semangat ini dipusatkan di halaman DPRD Provinsi Sumsel pada Minggu (8/06/2025), dan turut dimeriahkan oleh kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj. Feby Herman Deru.Sebanyak 1.800 peserta membanjiri area Fun Walk, menunjukkan antusiasme tinggi dari para bidan serta masyarakat yang peduli akan kesehatan.Ketua IBI Sumsel, Hj. Tuti Rusdiana, menjelaskan bahwa Fun Walk ini bertujuan untuk mewujudkan kebersamaan di antara seluruh bidan dan meningkatkan kesehatan fisik maupun mental mereka. "Selamat ulang tahun IBI, terus semangat dan menjaga kebugaran serta kekompakan seluruh bidan di Indonesia," ungkap Hj. Tuti Rusdiana.Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebugaran bagi para bidan yang sehari-hari berdedikasi melayani kesehatan masyarakat. Kehadiran Ketua TP PKK Sumsel dan dukungan dari berbagai pihak menunjukkan apresiasi terhadap peran vital bidan dalam sistem kesehatan di Sumatera Selatan.Turut hadir Staf Ahli TP PKK Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang dan para bidan se Provinsi Sumsel.
Sumsel
Gubernur Herman Deru dan Wagub Cik Ujang (HDCU) Kompak Rayakan Idul Adha 1446 H di Griya Agung Palembang
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang melaksanakan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah secara berjamaah di halaman Griya Agung Palembang, Jumat (6/06/2025). Ibadah suci ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Selatan.Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan doa bagi seluruh saudara-saudari yang sedang menunaikan ibadah haji 1446H/2025M. "Mudah-mudahan mendapatkan haji yang mabrur dan mabruroh," ucapnya. Beliau juga mendoakan agar bagi yang belum berkesempatan, dapat segera melaksanakan ibadah haji di tahun-tahun berikutnya.Selanjutnya ia mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha serta menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. "Atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah Sumsel menyampaikan Minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan bathin," ujarnya.HD juga mengungkapkan kebahagiaannya melihat peningkatan jumlah hewan qurban dari tahun ke tahun. Menurutnya, hal ini tidak hanya menunjukkan semakin kuatnya semangat berbagi dan saling memberi di kalangan masyarakat, tetapi juga menjadi indikator bahwa kondisi ekonomi di Sumatera Selatan terus membaik.Yang mana bertindak sebagai khotib dan imam Sholat Idul Adha 1446 Hijriah kali ini adalah Ustadz Dr. Abdul Kher, LC., M.Ag. Dalam khotbahnya, Ustadz Abdul Kher mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa taat kepada Allah SWT dan konsisten dalam melaksanakan amal saleh demi meraih keberkahan.Pelaksanaan Sholat Idul Adha berjamaah ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran pemerintah dengan masyarakat, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah perayaan hari besar Islam.Turut hadir Sekda Sumsel Edward Candra, Ketua TP PKK Prov Sumsel Hj. Feby Herman Deru dan Para OPD lainnya
Sumsel
Herman Deru Resmikan 3.077 PPPK Tahap 1 Pemprov Sumsel, Tekankan Tanggung Jawab dan Harus Inovasi
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara langsung meresmikan 3.077 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1 di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel formasi tahun anggaran 2024, bertempat di The Sultan Convention Center Palembang, Kamis (05/06/2025).Peresmian PPPK tahap 1 ini merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Sumsel Nomor :6070/KPTS/BKD.1/2025 Memutuskan dan menetapkan Terhitung Mulai Tanggal 1 Mei 2025 Mengangkat Menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja.Pada peresmian ini Herman Deru selaku pembina kepegawaian di lingkungan Pemprov Sumsel, secara simbolis memberikan SK Pelantikan kepada pegawai PPPK tertua dengan umur 57 tahun 4 bulan dengan NI-PPPK 19671208202511006 dan dilanjutkan dengan pemberian SK Pelantikan kepada pegawai PPPK termuda dengan umur 24 tahun dengan NI-PPPK 20012142025212002.Melalui moment ini, Herman Deru menekankan 4 hal penting diantaranya Bersyukur, Mengerti Hirarki, Tanggung Jawab dan Inovatif."Pertama-tama selamat untuk kalian semua yang telah diresmikan menjadi PPPK dihari ini, sebagai pembina kepegawaian di Provinsi ini saya menuntut kalian semua yang baru saja dilantik ini untuk bersyukur, tanggung jawab, inovatif dan mengerti hirarki," tegas Herman Deru.Menurutnya para PPPK tahap pertama yang dilantik pada hari ini patut bersyukur dikarenakan dapat dilantik bertepatan dengan Hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah."Kalian diresmikan dihari yang spesial di bulan haji tepat pada 9 Dzulhijah dan semoga doa-doa saudara kita yang sedang melangsungkan ibadah haji disana menyertai kita semua dala peresmian hari ini," ujarnyaHerman Deru menegaskan bahwa bekerja dengan tanggung jawab penuh sangat diperlukan sebagai Aparatul Sipil Negara yang bertugas sebagai pelayan masyarakat."Sebagai ASN kita harus tau medan kerja dimana salah satunya hirarki jabatan, hirarki golongan dan hirarki kepangkatan dari semua itu yang terpenting adalah tanggung jawab karena kita berhadapan dengan masyarakat yang ingin serba cepat untuk dilayani," ucapnya.Selanjutnya ia juga mengingatkan kepada seluruh PPPK yang baru saja dilantik untuk tidak tinggi hati setelah dilantik, karena menurutnya banyak diantara mereka yang dilantik terdapat teman-teman yang lain masih menunggu kejelasan."Saya berpesan untuk tidak tinggi hati setelah dilantik ini, jangan menang tapi kita merendahkan orang lain karen dari 3.077 yang dilantik hari ini ada teman-teman kalian juga yang masih menunggu kejelasan," imbuhnya.Herman Deru juga mengungkapkan dirinya tengah mengupayakan dan sedang berkoordinasi dengan PT. Taspen Palembang terkait uang pensiun bagi para PPPK."Kebetulan pada pelantikan ini ada pihak PT. Taspen, sebelumnya saya juga telah membicarakan bagaimana PPPK ini bisa mendapatkan uang pensiun itu sedang di usahakan dan diformulasikan bagaimana nanti itu bisa terwujud," ujarnya.Diakhir, Herman Deru menekankan para PPPK harus inovatif dan masing-masing individu harus ada produk inovasi."Ingat dalam melayani amsyarakat jangan asal kerja dan kita harus inovatif dan setiap individu harus mempunyai produk inovasi," tandasnya.Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H. Edward Candra dalam laporannya mengatakan sebanyak 56 orang tenaga buruh, 117 orang tenaga kesehatan dan 2.804 orang tenaga teknis yang diresmikan sebagai PPPK tahap 1 Pemprov Sumsel."Sebelumnya Pemprov Sumsel sudah ada 8.095 PPPK setelah diresmikan hari ini maka PPPK di Lingkungan Pemprov Sumsel menjadi 11.170 orang," jelasnya.Edward mengatakan untuk seleksi PPPK tahap ke 2 sedang di proses oleh BKN sebanyak 2.998 orang."Pada tahap pertama kemarin ada yang disebut dengan R2 dan R3 yang ikut seleksi ikut PPPK tahap pertama tapi belum ada formasinya itu ada 4.208 orang yang masih menunggu kebijakan dari Pemerintah," tandasnya.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Dorong Dekranasda Sumsel Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Budaya
Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, menekankan pentingnya peran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel sebagai penggerak utama dalam meningkatkan ekonomi kreatif dan budaya di wilayahnya. Hal ini disampaikannya saat melantik pengurus Dekranasda Sumsel periode 2025–2030 di Griya Agung Palembang, Rabu sore (4/6/2025).Gubernur Herman Deru secara khusus meminta jajaran pengurus yang baru dilantik untuk fokus pada tiga aspek krusial: meningkatkan keterampilan perajin lokal, membuka akses pasar yang lebih luas, dan memfasilitasi permodalan bagi para pelaku usaha kerajinan."Setelah pelantikan ini, tugas para pengurus tidak ringan. Mereka harus siap menjalankan tugas utama, yakni mengasah keterampilan perajin, memperluas akses pasar, dan membantu permodalan,” ujar Herman Deru.Ia juga menyoroti pentingnya semangat kebersamaan dan pengelolaan yang baik dalam menghadapi tantangan di industri kerajinan. Menurutnya, bahkan industri besar sekalipun bisa runtuh jika manajemennya buruk, namun industri kecil justru bisa kuat jika dikelola dengan semangat kebersamaan, layaknya sapu lidi.Gubernur Herman Deru juga melihat peluang besar dalam kemitraan antara Dekranasda dengan Koperasi Desa Merah Putih, sebuah instruksi dari Presiden. Ia yakin, jika kemitraan ini terjalin, potensi kerajinan di desa-desa terpencil akan dapat dikembangkan secara maksimal. Ia pun mengajak seluruh kabupaten/kota di Sumsel yang belum memiliki Dekranasda untuk segera menampilkan kerajinan khas daerahnya.Mengingat kunjungannya ke Ogan Ilir, Herman Deru terkesan dengan semangat tinggi para perajin meskipun terkendala peralatan usang dan kesulitan akses modal. "saya berharap Dekranasda dapat segera membantu menyelesaikan masalah ini, mengingat kerajinan tidak hanya terbatas pada aksesori, tetapi juga mencakup peralatan dapur dan lainnya, " Pintanya.Lebih lanjut, HD menginstruksikan agar mitra Dekranasda tidak hanya fokus pada promosi produk, tetapi juga menyediakan fasilitas penunjang seperti gedung. Ia menutup arahannya dengan mengingatkan para pengurus untuk memaknai filosofi Jawa ‘rame ing gawe sepi ing pamrih’, yang berarti aktif bekerja tanpa pamrih, serta untuk terus membina dan menggali potensi perajin lokal, dan bangga dengan kekayaan produk daerah.Sementara itu, Ketua Dekranasda Sumsel, Hj. Febrita Lustia HD, menegaskan bahwa Dekranasda sebagai organisasi nirlaba memiliki peran strategis dalam melestarikan warisan budaya melalui regenerasi perajin unggul, peningkatan daya saing produk, serta membangun jejaring dan akses pasar hingga ke pasar global.Ia optimistis bahwa susunan pengurus baru yang mencerminkan semangat kolaboratif lintas sektor akan membawa dampak nyata dalam lima tahun ke depan.
Sumsel
Pemprov Sumsel Raih Opini WTP Ke-11 Berturut - turut dari BPK RI, HD : Bukti Kepercayaan Publik pada Sumsel
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) menghadiri Rapat Paripurna XIV (14) DPRD Prov. Sumsel dengan agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Prov. Sumsel atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2024.Dimana pada laporan tersebut Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke- 11 atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Opini WTP ini disampaikan dan diserahkan langsung oleh Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI, SARJONO S.E., Ak., M.B.A., CA, CSFA kepada Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru dan Ketua DPRD Prov. Sumsel, Andie Dinialdie, SE., MM.Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pemerintah provinsi yang telah berhasil menjaga tata kelola keuangan daerah secara transparan dan akuntabel."Capaian WTP tahun ini menjadi yang ke-11 kalinya secara berturut-turut bagi Pemprov Sumsel. Opini WTP ini bukan sekadar pencapaian administratif, namun menjadi simbol kepercayaan publik terhadap integritas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar HD.HD melanjutkan laporan keuangan yang akurat dan transparan menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pembangunan strategis seperti penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pelayanan publik yang merata.Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah selalu mengacu pada prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas, sesuai dengan amanat undang-undang, termasuk UU Keuangan Negara, UU Perbendaharaan Negara, dan UU HKPD.Pemerintah Provinsi Sumsel juga berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi dari BPK sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan berkelanjutan terhadap pengelolaan keuangan daerah.“Kami akan terus berupaya mempertahankan standar tinggi pengelolaan keuangan dan meningkatkan kualitas layanan publik demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan,” tambahnya.HD berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus bekerja secara profesional, inovatif, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.Sementara itu, Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI, Sarjono mengatakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah merupakan pemeriksaan monitoring yang dilaksanakan BPK setiap tahun atau setiap awal semester I.Dia menyampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan pelaksanaan rencana aksi atas tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaam sebelumnya BPK memberikan Opini WTP atas laporan keuangan Pemprov Sumsel tahun 2024.Sarjono mengatakan pencapaian ini menandai keberhasilan dalam memperathankan Opini WTP untuk kesebelas kalinya secara berturut - turut."Kami memberikan apresiasi Pak Gubernur ini capaian yang luar biasa kesebals kali mendpatakan Opini WTP,"ucapnya.Menurut Sarjono prestasi ini hendaknya memotivasi semua jajaran Pemrov Sumsel untuk berupaya meningkatkan akuntabilitas, transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.Turut hadir Para Anggota DPRD Sumsel, Sekda Sumsel Edward Candra dan Para Kepala OPD Sumsel.
Sumsel
Wagub Sumsel Dorong PERPADI Berinovasi dan Tidak Bergantung pada Satu Usaha
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang menerima audiensi Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (DPD PERPADI) dalam rangka silaturahmi di Ruang Tamu Wakil Gubernur Sumsel (Rabu, 4/6/2025).Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Perpadi Sumsel, Kamijo Sujoko menyampaikan maksud kedatangannya bahwa kehadiran dirinya bersama pendamping lainnya untuk melaporkan bahwa saat ini para pengusaha penggelingan padi yang ada di Sumsel tengah menghadapi permasalahan terkait dengan Harga Gabah yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat."Saya beserta rombongan mengucapkan terimakasih telah menerima kami. Kami hadir hari ini untuk melaporkan bahwa saat ini pengusaha penggilingan padi sedang mengalami permasalahan. Kami kualahan pak dengan kebijakan harga gabah Rp6.500 kami pengusaha kecil tidak mampu bersaing dengan pengusaha besar", tuturnya.Ia juga menyampaikan permasalahan pokok yang dihadapi oleh pengusaha penggilingan padi ialah pada mesin penggilingan dimana masih banyak pengusaha kecil ini masih menggunakan penggilingan yang lama.Berkaitan dengan hal tersebut, ia berharap kepada Pemerintah Provinsi untuk dapat membantu Perpadi dalam merevitalisasi mesin penggilingan yang ada, guna bisa bersaing dengan pengusaha besar."Kami mengusulkan tentang revitalisasi penggilingan yang ada di Sumsel. Untuk kondisi saat ini kami kualahan pak. Apalagi jika penggilingan kami tidak memenuhi standar kami tidak bisa bekerja sama dengan Bulog. Harapan perpadi ini kedepan jangan sampai penggilingan kecil ini mati", ucapnya.Menanggapi apa yang disampaikan Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang mengatakan terkait dengan kebijakan harga Pemerintah Provinsi Sumsel tidak dapat merubahnya akan tetapi Pemprov Sumsel akan hadir membantu dalam bal lainnya, seperti memberikan bantuan bibit dan peralatan pertanian."Terkait harga 6.500 itu sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat yang tidak bisa kita ubah. Kebijakan pak presiden pak prabowo satu harga di seluruh Indonesia merupakan kebijakan yang tujuannya baik, mau meningkatkan kehidupan masyarakat agar tidak kena tekan oleh para pengkulak", ucapnya.Cik Ujang juga mengatakan akan hadir dalam menanggapi permasalahan dengan meninjau langsung lokasi penggilingan yang dimiliki oleh anggota Perpadi Sumsel."Kami akan survey kesana semoga nantinya dengan hasil peninjaun ini akan bisa kita beri bantuan. Apa yang pak wagub bisa usahakan bantu melalui dinas - dinas akan kita berikan untuk keperluan perpadi", ujarnya.Selain itu, Cik Ujang juga memotivasi Ketua beserta Anggota Perpadi Sumsel untuk bisa menyesuaikan dan memperbarui mesin penggilingan yang dimiliki mengikuti perkembangan jaman. Serta memiliki usaha lain seperti ternak ayam, bebek dan lainnya tidak hanya bergantung pada usaha penggilingan padi saja."Perpadi harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman jika kita tidak mengikuti kita akan kalah. Saya juga menyarankan perpadi tidak hanya punya usaha pada penggilingan padi saja, tapi juga harus mempunyai usaha lain seperti ternak ayam, bebek dan lainnya agar usaha yang dimiliki semakin maju dan berkembang", tutup Cik Ujang diakhir pertemuan.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Sekda Sumsel Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Kemendagri
Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Edward Candra mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2025 diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri RI, bertempat di Command Center Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (04/06/2025).Rapat ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir. Melalui rapat ini ia megatakan ada sejumlah agenda nasional yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah diantaranta, penyediaan lahan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaksanaan program 3 juta rumah, pembentukan koperasi Merah Putih dan pelaksanaan program kesehatan gratis dan pendidikan unggulan Garuda (SUGAR).Selanjutnya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah diharapkan segera menyediakan minimal tiga lokasi lahan untuk pembangunan dapur umum MBG (Menu Bergizi Gratis) guna mendukung penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat rentan.“Lahan ini bisa berasal dari aset milik pemda atau desa, yang kemudian akan digunakan sementara oleh Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Sumsel
Wagub Cik Ujang Ikuti Rakor Virtual Percepatan Swasembada Pangan Hadapi Kemarau 2025
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Swasembada Pangan dalam Menghadapi Musim Kemarau 2025 secara virtual.Rakor yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) ini diikuti oleh seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) se-Indonesia. Wagub Cik Ujang mengikuti rakor dari Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (03/06/2025).Dalam rakor tersebut, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian sekaligus Pelaksana Tugas (Plt), Husnain, menyampaikan beberapa langkah strategis dalam mempercepat tanam guna menjaga swasembada pangan di tengah potensi musim kemarau.Langkah-langkah tersebut meliputi identifikasi potensi tanam di berbagai wilayah, identifikasi ketersediaan benih dan alat mesin pertanian (alsintan), penyusunan jadwal tanam yang terencana, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala.Partisipasi Wakil Gubernur Cik Ujang dalam rakor ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.Pemprov Sumsel akan menindaklanjuti arahan dan strategi yang disampaikan oleh Kementan dan Kemendagri untuk memperkuat upaya percepatan tanam di tingkat daerah. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait di tingkat kabupaten/kota juga akan diintensifkan guna memastikan implementasi strategi ini berjalan efektif dan efisien.Diharapkan, dengan langkah-langkah antisipatif dan koordinasi yang kuat, Sumatera Selatan dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan produksi pangan meskipun dihadapkan pada tantangan musim kemarau tahun 2025.Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendy.
Sumsel
Herman Deru bersama Konsulat AS, Bahas Prioritas Pembangunan dan Potensi Investasi di Sumatera Selatan
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) menerima Konsulat Amerika Serikat untuk Sumatera, Mr. Bernard Uadan didampingi Wakil Konsul Politik dan Ekonomi, Suraj Mungara dalam rangka silaturahmi serta mendengarkan program prioritas pembangunan dan challenges di Provinsi Sumatera Selatan. Pertemuan berlangsung di Ruang Tamu Gubernur Sumsel (Selasa, 3/6/2025).Dalam kesempatan baik itu, HD menceritakan beberapa program prioritas pemerintah daerah dibawah kepemimpinannya serta visi dan misi dirinya dalam membuat Sumatera Selatan menjadi lebih baik lagi.Adapun program prioritas yang disampaikan HD dalam kesempatan tersebut diantaranya Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 98%, Mencetak 100.000 Sultan Muda, Pembangunan Pelabuhan Samudera, Menjadikan Sumsel sebagai Health Tourism, serta Penanganan Permasalahan Ilegal Drilling di Sumatera Selatan.Menjabarkan apa yang disampaikan HD menceritakan bahwa pada periode kedua kepemimpinannya, Dirinya menargetkan akan mencetak 100.000 Pengusaha muda atau Sultan Muda di Sumatera Selatan."Cerita tentang dunia usaha dijabatan kedua ini saya punya target untuk membentuk 100.000 pengusaha muda, sultan muda dengan jumlah 100.000 tapi ini tentu tidak mudah karena fashion orang kita ini lebih cenderung menjadi pekerja bukan berwawasan wiraswasta dan ini yang harus diubah mindsetnya", tutur HD.HD juga menyampaikan bahwa saat ini dirinya tengah berjuang dalam mendorong terwujudnya sumsel memiliki pelabuhan samudera. Dimana dirinya menilai bahwa Pelabuhan Samudera merupakan salah satu jalan dalam meningkatkan perekonomian di Sumatera Selatan."Sumsel ini lebih kurang 3 kali luasnya dibanding jawa barat tapi tidak punya pelabuhan samudra, jadi saat ini saya sedang bekerja keras untuk mewujudkan itu. Kalau dilihat dari komoditas kopi kita luasnya nomor 3 didunia, Sawit 4 juta hektar, Karet 1,4 juta hektar, sawah 519.000 hektar artinya jika kita punya pelabuhan tentu ini sangat menguntungkan petani tidak dibebani ongkos yang harus ke provinsi lain yang akan meningkatkan perekonomian sumsel", ungkap HD.Dalam dunia kesehatan HD mengatakan bahwa dirinya memiliki mimpi besar dalam menjadi Sumatera Selatan sebagai destinasi wisata kesehatan atau Sumsel Health Tourism agar masyarakat Sumsel tidak perlu lagi keluar negeri untuk berobat."Saya juga punya cita - cita besar tentang kesehatan ini, saya ingin Sumsel menjadi tempat wisata kesehatan atau Sumsel Health Tourism. Jadi sekarang disetiap rumah sakit itu harus ada spesialis pelayanan masing - masing. Jika memang memungkinkan bolehla Amerika membantu untuk mendirikan rumah sakit disini", tutur HD.Lebih lanjut terkait dengan GSMP dan UHC yang mencapai 98%, Konsulat Amerika Serikat untuk Sumatera, Mr. Bernard Uadan memberikan apresiasinya atas kinerja yang telah dilakukan Herman Deru. Ia menilai apa yang telah dilakukan serta capaian yang diperoleh merupakan bentuk komitmen nyata dari Pemerintah Provinsi dalam memberikan perlindungan kesehatan serta menjadikan sumsel mandiri pangan.Ia juga sangat mengapresiasi atas informasi yang disampaikan HD terkait dengan permasalahan Ilegal Drilling yang sedang dihadapi serta upaya dan kendala Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menyelesaikannya."Terkait infromasi ilegal driling saya sangat mengapresiasi pak gubernur telah menjelaskan permasalahan ini. kita akan komunikasikan dengan pemerintah pusat dijakarta beserta informasi lainnya dan semoga sumsel semakin maju. Saya harap kedepan kita dapat menghasilkan keuntungan untuk sumsel", ungkapnya.Diakhir pertemuan HD berharap pertemuan tersebut dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang tengah dihadapi serta menjadi jembatan agar potensi - potensi yang dimiliki Sumatera Selatan dapat mendatangkan investor untuk berinvestasi ke Sumatera Selatan."Harapan saya dengan audiensi ini dapat disampaikan kepada pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk mengatasi permasalah yang dihadapi serta menjembatani bagi investor yang berminat untuk berinvestasi di Sumatera Selatan dengan potensi yang ada", tutup HD mengakhiri pertemuan.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel.