Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sekda Edward Candra Pimpin Apel Gabungan, Soroti Kinerja ASN dan Dorong Inovasi di Pemprov Sumsel
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, memimpin apel gabungan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, yang diikuti oleh para kepala OPD beserta jajarannya. Apel berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sumsel. Kamis, 17/07/2025.Dalam amanatnya, Edward Candra menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar formalitas, melainkan momen untuk merefleksikan dan mengukur kinerja yang telah berjalan. Ia berharap adanya perubahan kinerja yang signifikan guna meningkatkan efektivitas dan mendorong terciptanya inovasi-inovasi baru."Memacu semangat kita, perlu kita ketahui budaya kerja yang autopilot harus kita akhiri," tegasnya. Edward Candra menyoroti keluhan Gubernur Sumsel beberapa waktu terakhir mengenai kinerja yang lamban dan minim inisiatif. "Seolah dijalankan autopilot, jabatan ada, anggaran ada, tapi dampaknya samar-samar. Kalau tidak kita rubah, bukan hanya stagnan bahkan ketinggalan," ungkap Sekda, mendorong adanya gebrakan nyata.Edward Candra juga menyoroti serapan anggaran APBD 2025 yang masih rendah, yaitu 27,32%. Selain itu, potensi pendapatan daerah yang stagnan juga menjadi perhatian. Ia mengajak seluruh jajaran untuk lebih proaktif dan "jemput bola" dalam membuka potensi-potensi baru."Program yang top down, kita butuh ide-ide yang punya ide, inovasi. Kami butuh Bapak/Ibu yang memiliki inisiatif," pesannya.Ia juga mengingatkan pentingnya sikap dan etika, menyusul adanya laporan mengenai arogansi dan komunikasi yang buruk di beberapa OPD. "Kita ingin semua ASN dikenal dengan integritas dan komunikasi yang baik ," ujarnya.Di sesi akhir upacara, Sekda Edward Candra menyampaikan ucapan terima kasih kepada sekitar 100 ASN di lingkungan Pemprov Sumsel yang telah menyelesaikan tugasnya dan memasuki masa purnabakti.Ia mengapresiasi segala dedikasi dan upaya mereka selama masa pengabdian.Apel gabungan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh ASN di lingkungan Pemprov Sumsel untuk meningkatkan kualitas kinerja, berinovasi, dan memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Perkuat Transparansi dan Sinergi, Gubernur Herman Deru Pimpin Rapat Sinkronisasi Peran CSR di Sumsel
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, memimpin rapat penting untuk menyinkronkan dan meningkatkan transparansi peran Corporate Social Responsibility (CSR) di Sumatera Selatan. Rapat ini, yang bertujuan memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah Sumsel, dilaksanakan di Griya Agung Palembang. Rabu,16/07/2025.Gubernur Herman Deru menyatakan bahwa CSR merupakan salah satu sumber yang diharapkan masyarakat untuk mendukung program-program di daerah, baik fisik maupun non-fisik. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi berinisiatif melakukan sinkronisasi agar alokasi CSR lebih transparan dan terarah."Kita selama ini tidak termonitor apa, berapa, dan di mana saja. Tentu kita akan ada perencanaan yang jelas, tapi selama ini calon pemberi (CSR) ini berlaku pasif. Maka hadirnya Strnas PK menjadi angin segar guna untuk memberikan arahan semua guna transparansi CSR," ungkap Herman Deru.Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program CSR agar tidak tumpang tindih, tepat sasaran, dan mendukung agenda strategis pemerintah daerah. Ini menjadikan CSR bukan hanya bentuk bantuan sosial yang sporadis, tetapi bagian dari strategi pembangunan yang berkelanjutan.Sementara itu Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc, mengajak semua pihak untuk memperkuat forum komunikasi antara BUMN, BUMD, dan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan dengan menyediakan data yang transparan, rencana kerja yang sinergis, dan mekanisme pelaporan yang akuntabel guna memastikan transparansi CSR di Sumsel."Selama ini CSR yang dijalankan oleh BUMN dan BUMD berjalan masing-masing, sesuai dengan proposal yang masuk pada masing-masing perusahaan. Ke depan, kami akan mengadakan Musrenbang bagi seluruh perusahaan guna sinkronisasi program pada RPJMD Sumsel," papar Basyaruddin Akhmad.Ia menambahkan bahwa selama ini program CSR yang paling dominan dijalankan adalah Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang didukung oleh Bank Indonesia, Bank Sumsel Babel, dan BRI. Selain itu, program bedah rumah juga menjadi fokus CSR.Dalam upaya meningkatkan monitoring dan transparansi, Basyaruddin Akhmad juga memperkenalkan aplikasi terbaru bernama SIAP TANJAK (Sistem Informasi Alokasi Pendanaan Tanggung Jawab Korporasi). Aplikasi ini dirancang untuk memonitor proyek CSR, total dana yang direncanakan, status verifikasi, sertifikasi, data pelaporan, awarding, dan sebagainya.Rapat dilanjutkan dengan sesi interaktif tanya jawab antara pemerintah provinsi dan perwakilan berbagai perusahaan BUMN, BUMD, serta swasta.Turut hadir Koordinator Harian Stranas Pencegahan Korupsi KPK RI Didik Mulyanto, Tenaga Ahli Stranas Pencegahan Korupsi KPK RI Sudrajat dan Para perwakilan BUMN,BUMD dan Swasta.
Sumsel
Wagub CU : Pemprov Sumsel Dukung Pembangunan TPI Agar Nelayan Sumsel Sejahtera, Produktif dan Lebih Modern
Wakil Gubernur Sumsel H. CIK Ujang menerima audiensi Himpunan Nelayan seluruh Indonesia provinsi Sumsel bertempat di Ruang Tamu Wagub, Rabu (16/7/2025).Himpunan Nelayan bertugas membantu serta mensupport nelayan di Sumatera Selatan. Selama ini Nelayan termarjinalkan dan kurang diperhatikan kesejahteraannya saat ini."Saat ini kami mengharapkan pemerintah Sumsel dapat membangun TPI (Tempat pelelangan Ikan) yang terpusat .Sehingga semakin dapat menggali potensi perikanan yang ada di Sumsel " ujar Gunawan selaku ketua himpunan Nelayan Seluruh Indonesia provinsi Sumsel.Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur Sumatera Selatan menyambut baik kehadiran Himpunan Nelayan dan masukan dari himpunan Nelayan guna membangun bagian perikanan dan kelautan di wilayah Sumatera Selatan ."Saya memberikan atensi atas kegiatan silaturahmi hari ini. Kami akan usahakan masukan bapak ibu terkait hal yang disampaikan tentunya sama sama guna membangun Sumsel. Pemerintah memahami kendala yang ditemui nelayan namun memang dalam hal ini, asal memang mengikuti regulasi yang tepat."ungkap H. CIK Ujang.Tidak lupa Cik Ujang berharap kepada nelayan agar mengikuti regulasi sesuai anjuran pemerintah. jangan sampai lebih mengikuti oknum atau tengkulak dalam penjualan ataupun penggunaan bahan bakar dalam proses penangkapan ikan."Semoga nelayan kedepan lebih produktif dan modern, kita tentu tidak bisa menghindari kemajuan teknologi dan persaingan terhadap harga dan hasil perikanan asalkan mengikuti peraturan dan regulasi yang dibuat oleh pemerintah. Mohon dukungannya untuk membuat tempat pelelangan ikan agar kita semakin maju dan terdepan nantinya", ujar Cik UjangTurut Hadir Asisten III H. Zulkarnain
Sumsel
Gubernur Sumsel Sambut Baik Kerja Sama Perhiptani Bersama PT. Malaka dan Changfa Dalam Meningkatkan Produksi Pangan di Sumsel
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel ) H. Herman Deru menyambut baik kerja sama antara PT. Melaka dan PT. Changfa Group dalam mendukung Peningkatan Produksi dalam upaya pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan."Saya tertarik pada tawaran dari PT Malaka dan Changfa, saya mengharapkan dari pertemuan ini ada penajaman dan kerja sama yang dilakukan bersama Perhimpunan Penyuluhan Pertanian Indonesia (Perhiptani) dapat membantu meningkatkan produksi pangan di Sumsel," kata Herman Deru saat menerima audiensi PT Cangfa dan PT Malaka di Asrama Haji, Senin (14/07/2025).Herman Deru mengatakan Produksi Eksisting dari 519.000 luas sawah di Sumsel mendapatkan hasil panen 3 juta ton gabah kering giling. Dimana rata-rata per hektar menghasilkan 5,7 ton."Artinya dalam setahun itu satu kali panen, nah saya berharap melalui kerja sama kerja sama teknologi ini dapat meringankan sarana produksinya yang dalam hal ini, pupuk, benih agar petani untung," ujarnya.Herman Deru menjelaskan dari 17 Kabupaten dan Kota di Sumsel permaslahan yang terjadi di lapangan berbeda-beda. Oleh karena itu, pentingnya peran para penyuluh menjadi navigator pagi para petani dengan adanya kerja sama ini dapat menjadi harapan besar bagi kita untuk meningkatkan produksi pangan di Sumsel."Persoalan di lahan ini berbeda-beda dari 17 Kabupaten/Kota ada faktor alam atau cuaca, ada juga yang panen 3 kali karena irigasinya baik dan distribusi pupuk yang memadai serta alsintan dan SDM nya juga memadai. Maka dari itu penyuluh ini saya harap bisa menjadi jembatan bagi kepala daerah bupati dan walikota. Jadi setelah ini PT. Changfa dan Malaka lakukan pertemuan dengan Bupati dan Walikota," imbuhnya.Herman Deru mengatakan dengan alat yang ada saat ini dapat mengerjakan lahan sawah seluas 6 hektar per hari."Alat yang ada saat ini dapat sehari itu paling tidak 6 hektare per hari, saya harap dengan kerja sama teknologi ini dapat memahami kondisi di lapangan," ujarnya.
Sumsel
Sesuai Harapan, DPRD Sumsel Terima Jawaban Gubernur dari Wagub Cik Ujang, Bahas Lanjutan 3 Raperda Lewat Pansus
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang diwakili oleh Wakil Gubernur H. Cik Ujang, menghadiri Rapat Paripurna ke-17 DPRD Provinsi Sumsel. Agenda rapat kali ini adalah mendengarkan tanggapan atau jawaban Gubernur Sumsel atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumsel terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Sumsel. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, S.E., ini berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel. Senin, 14/07/2025.Dalam jawabannya, Wakil Gubernur H. Cik Ujang menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel sependapat dengan pernyataan Fraksi Golkar terkait implementasi Perda tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak agar berlaku secara efektif."Sejalan dengan pandangan Fraksi Golkar, alokasi anggaran akan diprioritaskan dalam pembiayaan APBD dan RPJMD serta segera ditindaklanjuti. Penyusunan indikator terkait akan disusun dengan mempedomani peraturan Undang-Undang terkait," ungkapnya.Wakil Gubernur Cik Ujang menyatakan bahwa dari delapan pandangan yang disampaikan oleh fraksi-fraksi, Pemerintah Provinsi telah berusaha memberikan jawaban sebaik-baiknya dan selengkap-lengkapnya."Apabila terdapat kekurangan, kiranya dapat dibahas dengan dinas terkait pada rapat Panitia Khusus berikutnya," tambahnya.Di akhir rapat, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie memberikan kesempatan kepada seluruh anggota DPRD Sumsel untuk memberikan tanggapan atas jawaban yang disampaikan oleh Wakil Gubernur. Anggota DPRD Sumsel, yang diwakili oleh fraksi-fraksi, menyatakan bahwa jawaban yang diberikan sudah sesuai dengan harapan.Selanjutnya, rapat dilanjutkan dengan agenda pembentukan Panitia Khusus (Pansus) yang terdiri dari berbagai fraksi, untuk membahas lebih lanjut ketiga Raperda tersebut.Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan Fitriana, S.Sos., M.M., Kadishub Sumsel Arinarsyah JS, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Hadiri Pembukaan Rakernas Perhiptani 2025: Penyuluh adalah Navigator Pertanian
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Tahun 2025 yang digelar di Asrama Haji Palembang (Senin, 14/7/2025).Dalam sambutannya, Herman Deru meminta agar para penyuluh pertanian dapat bekerja dengan semangat dan ikhlas dalam menjalankan tugas-tugas organisasi dalam mendampingi para petani."Kita telah mendengar pencerahan luar biasa dari Ketua Umum, bagaimana organisasi ini harus dijalankan dengan sukacita, dengan semangat pengabdian yang tulus," ujar HD.HD juga merespon terkait dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang pengangkatan Penyuluh Pertanian Daerah menjadi pegawai yang dibiayai langsung oleh Kementerian Pertanian. HD menilai bahwa hal tersebut merupakan langkah yang disambut baik oleh Pemerintah Daerah, akan tetapi dirinya memberikan saran agar mekanisme pengendaliannya tetap berada pada daerah."Kita paham bagaimana kepala daerah harus berkoordinasi dengan instansi vertikal. Maka harus ada kejelasan soal penilaian kinerja dan pengendalian penyuluh pertanian, karena daerah yang tahu kondisi lapangan secara langsung," tegas HD.HD juga mengatakan bahwa profesi penyuluh pertanian merupakan pekerjaan mulia karena berperan langsung dalam menjamin ketahanan pangan bangsa. Terlebih dalam konteks kebijakan Presiden RI yang menegaskan stop impor sejak 2024, peran penyuluh semakin penting dalam mendukung swasembada pangan.Selanjutnya melalui Rakernas yang dilaksanakan HD berharap bisa menghasilkan terobosan baru untuk meningkatkan nilai dan jumlah produksi pertanian di Indonesia."penyuluh sebagai navigator dalam pertanian. Jika kita sadar bahwa penyuluh adalah navigator, maka kita harus memberi arahan yang baik agar pertanian di Indonesia bisa melaju kencang sesuai dengan apa yang diharapkan," Ungkap HD.Di akhir sambutan, HD mengusulkan agar tim Satu Data Pertanian Pusat bisa bersinergi dengan Perhiptani sebagai pihak yang paling mengetahui kondisi lapangan. Ia juga mendorong percepatan penerapan Perda Ahli Fungsi Lahan untuk menunjang peningkatan produksi pangan.Semantara itu, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, DR. Widi Arsanti, SP.,MP menyampaikan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional dalam waktu sesingkat-singkatnya sebagaimana menjadi arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kementerian Pertanian terus melakukan langkah-langkah strategis yang terintegrasi dalam blueprint program kerja nasional."percepatan swasembada pangan harus didukung dengan pendampingan intensif terhadap petani. Oleh karena itu, optimalisasi peran penyuluh pertanian menjadi aspek krusial yang terus diperkuat. Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah pengalihan status penyuluh pertanian dari daerah ke pusat. Proses ini sudah hampir selesai, dengan 99% pemadanan data telah dilakukan,” ungkapnya.Sebanyak 37.811 penyuluh pertanian dari seluruh Indonesia akan secara resmi dialihkan ke pusat. Pengalihan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas kerja penyuluh dalam mendampingi petani, khususnya dalam menerapkan teknologi pertanian modern, memperluas akses informasi, dan mendorong peningkatan produktivitas.Ia juga mengatakan selama proses pengalihan berlangsung, para penyuluh diharapkan tetap menjalankan tugasnya dengan optimal. “Insentif khusus juga akan diberikan kepada penyuluh pertanian yang berprestasi, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Kebijakan insentif ini akan terus dilanjutkan hingga tahun 2026 mendatang", ungkapnya.Selanjutnya HD beserta Pejabat pendamping lainnya menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama antara Perhiptani dengan PT. Malaka.Turut hadir Ketua Umum Perhiptani, DR. Isran Noor, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Bupati Banyuasin, DR. H. Askolani, S.H.,M.H, Sekda Ogan Ilir, H. Muhsin, ST., MM., M.T dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Apresiasi Warga Air Batu Lestarikan Tradisi Budaya Ruwat Desa
Air Batu Banyuasin. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan tradisi sedekah bumi atau ruwat desa di Latar Angkringan Devi Susanto, Kelurahan Air Batu, Banyuasin. (Minggu, 13/7/2025)Gubernur HD memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan masyarakat Air Batu yang masih setia menjaga dan melestarikan budaya lokal. Ia menyebut kegiatan ruwat desa bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga sarana menjalin silaturahmi, memperkuat nilai gotong royong, serta menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda.“Kegiatan ini tentunya bisa memberikan dampak positif diantaranya menjalin silaturahmi. Melalui kegiatan ini panitia mengumpulkan semua warga desa dari semua kesibukannya agar bisa berkumpul setidaknya satu tahun sekali untuk saling berkumpul dan bersilaturahmi", ucap HD.HD menambahkan ditengah derasnya arus modernisasi, upaya menjaga kesenian seperti wayangan menjadi penting agar tidak hilang ditelan zaman. Ia juga mengajak seluruh pihak, khususnya Pemerintah Daerah untuk terus berperan aktif menjaga dan mengembangkan kearifan lokal.Kegiatan yang sepenuhnya digelar dengan dana swadaya masyarakat ini turut menginspirasi Gubernur untuk memberikan bantuan senilai Rp10 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya tersebut. Bahkan, di akhir sambutannya, Gubernur Deru ikut memeriahkan suasana dengan menyanyikan sebuah lagu yang diiringi gamelan tradisional.Tak hanya itu, Gubernur juga secara simbolis menyerahkan santunan kepada 100 anak yatim piatu dari sekitar wilayah Kelurahan Air Batu.Dalam kesempatan yang sama Ketua Pelaksana, Devi Susanto melaporkan bahwa kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1447 H dilakukan sekaligus bersama kegiatan ruwatan desa atau sedekah bumi yang rutin dilaksanakan di Kelurahan Air Batu setiap tahunnya yang dibiayai melalui dana gotong royong dari semua Warga Air Batu." Karena kami diwasiatkan oleh mbah kami bahwasanya budaya itu dilestarikan. kewajiban harus dilaksanakan. Kami berusaha menjaga apa yang menjadi kewajiban kami sebagai umat muslim dan kewajiban kami dalam melestarikan kebudayaan kami", ucapnya.Ia juga menyampaikan harapan warga Air Batu, semoga jalan bisa diperbaiki agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman seperti desa - desa lainnya.Sebagai tanda telah dilaksanakannya ruwatan desa atau sedekah bumi, HD beserta warga Kelurahan Air Batu berbondong - bondong membawa arak - arakan kelokasi pemecahan kendi.Turut hadir Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P, Para Kepala OPD Prov. Sumsel, Anggota DPRD Kab. Banyuasin, M. Ari Hegar, Camat Talang Kelapa, Salinan, S.Sos., MM, Lurah Air Batu induk, Wahyuni, S.Sos.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Ingatkan IKAWARA Tentang Pentingnya Komitmen Promosi dan Pelestarian Budaya Lokal
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) menegaskan pentingnya komitmen dalam melestarikan dan mempromosikan budaya lokal sekaligus pariwisata daerah, khususnya Danau Ranau.Hal tersebut disampaikannya pada acara Silaturahmi bersama Ikatan Keluarga Warkuk Ranau (IKAWARA) Palembang dan Sekitarnya yang dilaksanakan di Hotel Swarna Dwipa Palembang pada Sabtu (12/7/2025).Herman Deru mengungkap bahwa pemerintah telah mengambil langkah dalam melestarikan dan mengenalkan budaya lokal beserta pariwisatanya, salah satunya melalui event olahraga berkelas internasional yaitu Sriwijaya Ranau Gran Fondo."Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga sebagai upaya mengangkat budaya masyarakat sekitar Danau Ranau. Ini sebuah upaya dari pemerintah untuk membuat lebih terkenalnya Danau Ranau yang kita punya, diawali dengan Sriwijaya Ranau Gran Fondo,” ujar HD dalam sambutannya.Melanjutkan sambutannya, Herman Deru mengatakan akan pentingnya menjaga jati diri budaya lokal di tengah derasnya arus budaya asing. Menurutnya, budaya asing seringkali menggoda dengan kepraktisannya, namun masyarakat tidak boleh hanyut dan justru harus bangga serta menjaga warisan leluhur.“Kita boleh tahu budaya orang, tapi jangan sampai ikut-ikutan sampai melanggar norma budaya yang kita punya. Kita harus tahu jati diri kita, asal kita dari mana. Karena jati diri lebih berharga dari apapun yang kita punya,” tegas HD.Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus mengembangkan acara kebudayaan agar memperkuat identitas bangsa, serta menanamkan nilai-nilai penghormatan terhadap keberagaman.“Kita hormati saja budaya asing, karena kita adalah kita. NKRI berasal dari beragam budaya yang saling kita hormati perbedaannya. Karena perbedaan itu pula kita menjadi satu yaitu Indonesia,” tambahnya.Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Keluarga Warkuk Ranau (IKAWARA) Palembang, Ir. H. Mirson Farizal, mengungkapkan IKAWARA sudah terbentuk sejak dua tahun lalu dan memiliki visi dan misi besar yaitu menjaga eksistensi budaya Warkuk Ranau.“Melalui IKAWARA, Kami bertekad untuk terus mengangkat budaya Warkuk Ranau agar tidak tenggelam dimakan zaman. Terkait Sriwijaya Ranau Gran Fondo Inisiasi Bapak Gubernur, kami mengapresiasi, ini bentuk nyata dukungan terhadap promosi pariwisata lokal. Kami juga siap mendukung setiap program kerja bapak Gubernur dalam memajukan Sumatera Selatan,” pungkasnya.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel, Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Para Tokoh Pemuda IKAWARA.
Sumsel
Edward Candra Harap Rakor Rumuskan Komitmen Peran Aktif dalam Pencegahan dan Pengendalian Karhutlahbun
Palembang. Sekda Sumsel H. Edward Candra menghadiri Rapat Koordinasi dan Komitmen bersama dalam pencegahan,pengendalian dan penggulangan kebakaran hutan,kebun dan lahan di lahan gambut Sumatera Selatan bertempat di Hotel Harper Palembang. Sabtu (12/7/2025)Saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menetapkan Status Keadaan Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran hutan dan Lahan dengan Nomor: 366/KPTS/BPBD-SS/2025 tanggal 17 Juni 2025.Dengan status siaga ini, Pemprov Sumsel sudah dapat mengerahkan segala daya upaya dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertahanan Provinsi Sumsel Herdi Apriansyah S.STP. MM, mengajak pemerintah pusat,pemerintah kabupaten kota dan para pelaku usaha turut serta menjaga lingkungan yang ada di area sumatera Selatan karena saat ini menurut BMKG Wilayah Sumatera Selatan curah hujan sedang menurun.Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan atensi dalam penanganan dalam penanggulangan kebakaran hutan kebun dan lahan di lahan gambut di daerah Provinsi Sumatera Selatan." Tentunya kita tidak bosan untuk sama sama selalu bersinergi guna mengurangi dan menanggulangi kejadian kebakaran hutan,kebun dan lahan di Lahan Gambut Provinsi Sumatera Selatan.". ujar Edward."Llebih lanjut dijelaskannya, Lahan Gambut Di Sumatera Selatan kurang lebih 1,2 Jt hektar, sehingga ketika memasuki musim kemarau kita selalu saling mengingatkan untuk sama sama mencegah dan mengurangi kejadian Kebakaran hutan. Sesuai presentase sebesar 90 persen terjadinya kebakaran hutan di lahan gambut ini akibat ulah kelalaian manusia."Maka dari itu kita saling mengingatkan baik pemerintah pusat,pemerintah daerah,dinas terkait dan juga aparat penegak hukum untuk sama sama bersinergi dalam mencegah terjadinya kebakaran di lahan konsensi gambut ini. Tentunya pemerintah tidak tinggal diam selalu mengingatkan masyarakat untuk membuka lahan tanpa menggunakan metode membakar", ungkap Edward.Edward juga meminta kepada semua untuk dapat merumuskan dan berperan aktif dalam melakukan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan, Kebun dan lahan. Dan salah satu bentuk dukungan yaitu penandatangan komitmen bersama pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, kebun dan lahan yang akan dilaksanakan pada hari ini.Turut Hadir Direktur Perlindungan dan pengelolaan Ekosistem Gambut Kementrian Lingkungan Hidup RI Ir. Edi Nugroho Santoso , para Kepala OPD Provinsi Sumsel.