Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sinergi Membangun Fondasi Bangsa, Inovasi Hj. Feby Deru Bawa PAUD Sumsel ke Level Nasional
INDRALAYA – Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bunda PAUD Provinsi Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, hadir langsung dalam acara Penyerahan Apresiasi Bunda PAUD se-Sumatera Selatan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.Acara yang berlangsung di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumsel pada Kamis (22/1/2026) ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun fondasi pendidikan sejak dini.Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para Bunda PAUD di wilayah Sumatera Selatan yang dinilai sukses menggerakkan sumber daya dan melakukan inovasi dalam perluasan akses serta peningkatan mutu layanan PAUD di daerah masing-masing.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Sidak SPPBE : Pastikan Tak Ada Ruang Bagi Mafia Pengoplos LPG
Ogan Ilir. Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru melakukan inspeksi langsung ke PT Pirantinusa Energi Persada yang berlokasi di Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (22/01/2026).Kunjungan tersebut merupakan respons cepat Pemerintah Provinsi Sumsel atas terungkapnya kasus pengoplosan gas LPG bersubsidi 3 kilogram ke tabung LPG nonsubsidi 12 kilogram di wilayah Palembang.Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa praktik pengoplosan gas sangat merugikan masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang seharusnya menjadi penerima manfaat LPG bersubsidi.Oleh karena itu, Pemprov Sumsel berkomitmen memastikan seluruh rantai distribusi LPG berjalan sesuai ketentuan dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.PT Pirantinusa Energi Persada merupakan anak perusahaan PT Sumsel Energi Gemilang yang memperoleh pasokan LPG dari PT Pertamina Patra Niaga. Di fasilitas tersebut, gas LPG diproses melalui Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) sebelum didistribusikan ke agen-agen resmi yang telah terdaftar secara legal.Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Herman Deru melihat secara langsung proses pengisian tabung gas, mulai dari penimbangan, pengisian, hingga sistem pengamanan tabung. Peninjauan dilakukan bersama Direktur PT Radekatama Pirantinusa, Deddy Nugraha, serta sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumsel.Herman Deru menyampaikan bahwa keterlibatan Pemprov Sumsel dalam perusahaan tersebut menjadi alasan penting dilakukannya pengawasan secara langsung guna memastikan operasional berjalan sesuai standar.Ia menekankan bahwa akurasi takaran gas serta kepatuhan terhadap prosedur operasional merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.“Jangan sampai masyarakat dirugikan, baik dari sisi jumlah isi gas maupun ketersediaannya di lapangan,” tegas Herman Deru.Di akhir kunjungannya, Gubernur kembali mengimbau masyarakat agar menggunakan LPG sesuai peruntukannya dan tidak menyalahgunakan gas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Sumsel
Wagub Sumsel Cik Ujang Tegaskan Komitmen 'Sumsel Bersinar' Saat Deklarasi Anti Narkoba di kab Lahat
Lahat — Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menghadiri acara Deklarasi Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba) yang digelar di GOR Bukit Tunjuk, Kabupaten Lahat, Kamis (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba yang kini telah menyasar hingga ke pelosok desa.Dapam sambutannya, Wagub Cik Ujang menegaskan bahwa bahaya narkoba saat ini tidak lagi mengenal batas wilayah dan lapisan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan benteng pertahanan yang kuat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni desa. Ia berharap deklarasi ini menjadi acuan dan momentum bagi para wali kota dan bupati di Sumsel untuk memperkuat upaya pencegahan narkoba di daerah masing-masing.“Seluruh kepala desa yang hadir hari ini harus mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal narkoba, dengan menyusun rencana aksi nyata di wilayahnya masing-masing. Sumsel Bersinar, Sumsel Bersih dari Narkoba, harus kita wujudkan bersama,” tegasnya.Sementara itu, Bupati Lahat sekaligus Ketua APKASI, Bursah Zarnubi, menyampaikan bahwa deklarasi ini sejalan dengan program Kementerian Desa dan merupakan bentuk kehadiran negara hingga ke tingkat desa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang bersih dari narkoba.Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dalam arahannya mengibaratkan narkoba dan judi online sebagai musuh bangsa yang tidak terlihat, namun sangat berbahaya. Ia menegaskan dukungan penuh Kementerian Desa terhadap upaya pencegahan narkoba melalui penguatan kegiatan positif di desa. “Jika kita bersatu dan konsisten melawan narkoba, Insya Allah Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” ujarnya.Kepala BNN RI, Sujudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kategori rawan narkoba, termasuk Sumsel yang masuk kategori siaga dan memerlukan intervensi prioritas.Turut hadir Wakapolda Sumsel Rony Samtana, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, Bupati OKU Teddy Meilwansyah, Wali Kota Prabumulih H. Arlan, Wawako Pagar Alam Bertha Edhar, Wawako Banyuasin Netta Indian, Para Kepala OPD Pemprov Sumsel
Sumsel
Pemprov Sumsel Kejar Penyelesaian Blank Spot Jalur PALI–MURA Sebelum Lebaran
Palembang. Pemprov Sumsel terus mendorong percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur listrik dan telekomunikasi, khususnya di wilayah yang masih mengalami blankspot jaringan, seperti pada ruas jalan penghubung Kabupaten PALI–Musi Rawas.Untuk itu, Gubernur Sumsel Herman Deru diwakili Asisten III Bidang Administrasi & Umum, H. Zulkarnain diampingi Kepala Dinas Kominfo Prov Sumsel Rika Efianti bersama PT. PLN, PT. Telkomsel, PT. Musi Hutan Persada melaksanakan Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Survey Blank Spot Area Sepanjang Jalan Simpang Lima Pendopo Kab. Pali Cecar - Kab. Musi Rawas yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sumsel Command Center (Rabu, 21/1/2026).Dalam arahannya HD melalui Zulkarnain menegaskan bahwa Blankspot di Sumsel masih tergolong banyak, sedangkan masyarakat menuntut pemerataan pembangunan jaringan listrik dan internet.Ia berharap PT PLN dapat mendukung terkait arahan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru agar pembangunan jaringan listrik dan internet dapat segera terealisasi, khususnya pada ruas jalan penghubung PALI–Musi Rawas, sebagaimana telah disampaikan melalui surat resmi Gubernur.Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel Rika Efianti, SE, MM menyampaikan bahwa pihaknya juga menerima arahan dari Komisi I DPRD Sumsel terkait belum tersedianya BTS di kawasan Simpang 5 PALI untuk bisa diselesaikan."Blankspot pada ruas jalan PALI–Lubuklinggau ini diharapkan selesai sebelum arus mudik lebaran sehingga mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat saat berkendara” jelasnya.Ia menambahkan, audiensi Telkomsel dengan Gubernur Sumsel sebelumnya telah menghasilkan survei lokasi rencana pembangunan tower BTS yaiti di Simpang Unit 9 dan Simpang Menara Pantau 33.Namun pembangunan jaringan listrik maupun telekomunikasi, termasuk pendirian tower BTS, memerlukan izin khusus dari Kementerian Kehutanan, mengingat sebagian wilayah berada dalam kawasan hutan lindung.Terkait hal tersebut, disepakati akan dilaksanakan survei lapangan pada Jumat (21/1/2026) untuk memetakan kebutuhan jaringan listrik dan telekomunikasi di sepanjang jalur Cecar–PALI.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Dorong KDEKS Sumsel Masifkan Edukasi Ekonomi Syariah Hingga ke Akar Rumput
PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, meminta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumatera Selatan untuk melakukan langkah nyata dalam memasyarakatkan ekonomi syariah. Hal ini ditegaskannya saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus KDEKS Sumsel di Ruang Tamu Gubernur, Rabu (21/1).Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru menekankan bahwa KDEKS tidak boleh hanya menjadi simbol organisasi, melainkan harus menjadi motor penggerak yang turun langsung ke lapangan. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai manfaat perbankan dan ekosistem ekonomi syariah perlu ditingkatkan secara signifikan.“Tugas utama KDEKS adalah bagaimana membuat masyarakat semakin tertarik dan memahami manfaat ekonomi syariah. Ini adalah bagian dari syiar. Oleh karena itu, seluruh pilar kekuatan syariah, mulai dari BSI, Bank Sumsel Babel Syariah, hingga perbankan syariah lainnya harus terlibat aktif dan bersinergi,” tegas Herman Deru.Gubernur juga menyarankan agar KDEKS bergerak secara terstruktur dan membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak agar program kerja yang dicanangkan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.Menanggapi arahan tersebut, Direktur Eksekutif KDEKS Sumsel, Shofwan Hadi, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi. Ia melaporkan bahwa pasca penetapan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi internal.“Kami telah melaksanakan rapat internal untuk mematangkan Rencana Aksi Daerah (RAD). RAD ini merupakan turunan langsung dari program Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Pusat yang akan menjadi kompas kami dalam mengembangkan ekosistem halal dan keuangan syariah di Sumatera Selatan,” ujar Shofwan.Dengan adanya RAD tersebut, KDEKS Sumsel optimistis dapat mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi syariah di Bumi Sriwijaya, selaras dengan visi nasional menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Gubernur dan Wagub Sumsel Pimpin Rakor dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas
Palembang — Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan memimpin Rapat Koordinasi sekaligus penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, bertempat di Griya Agung, Rabu (21/1/2026).Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menekankan pentingnya introspeksi dan evaluasi kinerja dari waktu ke waktu. Menurutnya, berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih patut disyukuri, namun tidak boleh membuat jajaran pemerintah merasa puas dan terlena di zona nyaman.“Tugas bapak ibu adalah bekerja untuk hasil maksimal. Kondisi keuangan daerah mungkin tidak mewah, tapi itu bukan alasan untuk tidak produktif. Masyarakat menagih janji yang disampaikan oleh kita semua,” tegasnya.Gubernur juga meminta seluruh perangkat daerah fokus pada capaian nyata yang dirasakan masyarakat. Pelayanan publik harus dimaksimalkan dengan memanfaatkan seluruh potensi pendanaan, termasuk kolaborasi dengan sektor swasta. “Saya butuh produk, bukan hanya proses. Persembahkan kinerja terbaik karena kepercayaan sudah diberikan kepada bapak ibu semua yang hadir dsini ,” ujarnya.Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H. Edward Candra menyampaikan apresiasi atas arahan dan kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur yang konsisten mendorong pembangunan daerah. Rapat ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen pimpinan dan jajaran agar pelaksanaan tugas semakin terarah, terukur, serta selaras dengan visi dan misi Sumatera Selatan.Perjanjian kinerja yang ditandatangani merupakan kontrak kinerja tahunan antara Gubernur dengan kepala OPD yang berorientasi pada hasil, sedangkan Pakta Integritas menjadi komitmen bersama dalam menjaga akuntabilitas dan integritas pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan.Rapat koordinasi ini dihadiri oleh para asisten, staf ahli, serta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Terima Audiensi DPD PDIP Sumsel, Tegaskan Sinergi untuk Kepentingan Masyarakat
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru menerima audiensi Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Taman Kenten Palembang, Selasa (20/1/2026).Audiensi tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus pengenalan kepengurusan baru DPD PDIP Sumsel untuk masa bakti lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan ucapan selamat datang serta apresiasi atas kehadiran jajaran pengurus PDIP.“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran kepengurusan yang telah dipercaya mengemban amanat dalam jabatan masing-masing. Ini sebuah kehormatan bagi saya menerima pengurus DPD PDIP Sumsel malam ini,” ujar Herman Deru.Menurutnya, hubungan antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan PDIP selama ini berjalan seiring dan sefrekuensi, terutama dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan demi kepentingan masyarakat.Herman Deru juga menyampaikan program strategis pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin. Secara administratif, proyek tersebut telah final dan kini menunggu penyelesaian lahan serta waktu pelaksanaan saja.Ia berharap Pelabuhan Tanjung Carat dapat mulai beroperasi pada tahun 2030. Gubernur juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan konektivitas infrastruktur, khususnya di wilayah desa, serta pentingnya pemahaman masyarakat mengenai kewenangan jalan desa, kabupaten, provinsi, hingga nasional.Sementara itu, Ketua DPD PDIP Provinsi Sumsel, H. Devi Suhartoni menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut bertujuan mempererat hubungan serta memohon arahan dan pembinaan politik dari Gubernur Sumsel.“Kami sangat menghormati Bapak Gubernur sebagai tokoh pembina politik di Sumatera Selatan. Dengan memiliki sembilan fraksi di DPRD Sumsel, tentu banyak hal yang dapat kami lakukan untuk kepentingan masyarakat. Jika ada kekurangan, mari kita diskusikan bersama untuk menghasilkan keputusan terbaik,” ujarnya.Turut hadir Para jajaran dan Pengurus DPD PDIP Provinsi Sumsel, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Selatan.
Sumsel
Pertama di Dunia! Herman Deru Groundbreaking Pembangunan Pabrik Bio-Avtur Berbasis Kelapa di Banyuasin Sumsel
BANYUASIN .Sumatera Selatan kembali mencatatkan sejarah di panggung energi terbarukan global. Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan pabrik bahan baku Bio-Avtur PT Green Power Palembang di Kawasan Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Selasa (20/1/2026).Langkah ini bukan sekadar pembangunan industri biasa, melainkan tonggak inovasi dunia karena menjadi pabrik pertama yang mengolah kelapa menjadi bahan baku bahan bakar pesawat (Bio-Avtur) yang ramah lingkungan.Gubernur HD menegaskan bahwa proyek ini adalah bukti nyata komitmen Sumatera Selatan dalam memimpin transisi energi di Indonesia."Kita sadar energi fosil akan habis. Inilah masa depan kita. Banyuasin dipilih karena potensi kelapanya yang luar biasa serta keramahan warganya. Ini adalah hilirisasi nyata yang akan mengangkat martabat petani kelapa kita," ujar Herman Deru setelah meninjau lokasi dengan mengendarai sepeda motor bersama rombongan.Pabrik yang berdiri di atas lahan 3 hektar dengan luas bangunan 9.500 m² ini diproyeksikan mulai beroperasi pada April 2027. Dengan nilai investasi awal mencapai Rp310 miliar, fasilitas ini mampu memproduksi 30.000 ton CCO (Crude Coconut Oil) per tahun atau sekitar 100 ton per hari sebagai bahan baku utama Bio-Avtur.Selain aspek lingkungan, kehadiran PT Green Power Palembang membawa angin segar bagi lapangan kerja di Sumsel. Diperkirakan lebih dari 500 tenaga kerja akan terserap dalam operasional pabrik ini."Saya minta pegawainya utamakan warga lokal sini. Saya berharap pabrik ini berkembang pesat dan menjadi warisan abadi bagi kemajuan ekonomi Banyuasin," tambahnyaBupati Banyuasin, H. Askolani, menyebut hari ini sebagai hari bersejarah. Mengingat Banyuasin adalah penghasil kelapa terbesar ke-6 di Indonesia, keberadaan pabrik ini memangkas rantai logistik dan menjamin keberlanjutan bahan baku.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Sekda Sumsel Tegaskan Sinergi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan GSMP dan Program MBG
Palembang — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra memimpin Rapat Penguatan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan, Selasa (20/1/2026).Edward menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel berada di atas rata-rata nasional, yakni sebesar 5,20 persen. Meski demikian, pemerintah daerah tetap melakukan mitigasi berkelanjutan terhadap berbagai tantangan, termasuk dampak pemangkasan dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam memperkuat GSMP yang telah didukung oleh berbagai pihak. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pembibitan, penguatan produksi pangan lokal, serta perhatian kepada rumah tangga miskin agar selaras dengan pelaksanaan Program MBG."Saat ini, target penerima manfaat MBG di Sumsel sebanyak 2,5 juta orang, dengan realisasi sekitar 1,5 juta penerima. Dari target 808 dapur MBG, baru 589 dapur yang telah beroperasi. Pemerintah terus memperluas jangkauan penerima dan menambah dapur layanan sesuai arahan Badan Gizi Nasional" jelas EdwardSekda menekankan bahwa pasokan bahan pangan MBG diharapkan bersumber dari desa setempat sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat rantai pasok pangan di Sumatera Selatan."Kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bulog dan pelaku usaha, agar memperkuat kolaborasi dan business matching guna menjamin ketersediaan serta stabilitas harga bahan pangan. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan GSMP dan Program MBG" tegas Edward.Sementara itu, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, mengapresiasi peran Sumsel sebagai daerah penghasil pangan nasional yang mampu menjaga inflasi dan menekan ketergantungan impor.Perwakilan Deputi Bank Indonesia Wilayah Sumsel, Adi Wicaksono juga menegaskan kesiapan BI untuk berkolaborasi mendukung program prioritas pemerintah.Turut hadir Para Kepala OPD Pemprov Sumsel