Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Wagub Sumsel Targetkan Jembatan Musi V Bisa Dilintasi Saat Mudik Lebaran 2026 Sumsel
07 Feb 2026 Dilihat 2281x

Wagub Sumsel Targetkan Jembatan Musi V Bisa Dilintasi Saat Mudik Lebaran 2026

Palembang.  Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang Optimis   Jembatan Musi V sudah dapat dilintasi saat arus mudik Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Musi V di kawasan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang, Jumat (6/2/2026).Dalam peninjauan tersebut, Wagub Sumsel melihat secara langsung kondisi fisik jembatan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Ia memastikan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Cik Ujang juga meminta kepada pihak pelaksana agar dilakukan percepatan pada bagian-bagian pekerjaan yang masih belum rampung, sehingga jembatan dapat segera difungsikan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada momentum mudik Lebaran tahun 2026.

Baca Detail
Flyover JPL 99 Muara Enim Segera Dibangun, Sekda Edward Candra Matangkan PKS Lintas Instansi Sumsel
06 Feb 2026 Dilihat 2441x

Flyover JPL 99 Muara Enim Segera Dibangun, Sekda Edward Candra Matangkan PKS Lintas Instansi

PALEMBANG. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, memimpin rapat koordinasi pembahasan perumusan draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pembangunan Flyover JPL 99 di perlintasan sebidang wilayah Kabupaten Muara Enim. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Bina Praja, Jumat (6/2/2026).Pembangunan Flyover JPL 99 ini merupakan proyek strategis yang bertujuan untuk mengurai kemacetan serta meningkatkan aspek keselamatan transportasi di perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi titik krusial di Kabupaten Muara Enim.Dalam arahannya, Sekda Edward Candra menekankan pentingnya detail teknis dalam draf PKS agar pelaksanaan di lapangan tidak menemui kendala administratif. Rapat ini secara khusus membedah pembagian peran antar instansi yang terlibat, meliputi PT KAI Terkait teknis operasional dan izin di area lintasan kereta api, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Terkait standarisasi konstruksi dan integrasi jalan nasional dan Pemkab Muara Enim & Pemprov Sumsel: Terkait dukungan lahan, perizinan daerah, dan koordinasi kewilayahan."Kita ingin memastikan bahwa setiap pihak memahami betul apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Percepatan ini bukan hanya soal fisik bangunan, tapi juga kepastian hukum melalui PKS yang matang agar pembangunan Flyover JPL 99 ini segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Edward Candra.Rapat ini menjadi langkah krusial dalam menyatukan persepsi sebelum naskah kerja sama final ditandatangani. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menunjukkan komitmen kuat dalam meminimalkan hambatan teknis yang sering muncul pada proyek lintas instansi di perlintasan sebidang.Dengan adanya Flyover JPL 99, diharapkan arus logistik dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Muara Enim tidak lagi terhambat oleh frekuensi perjalanan kereta api yang tinggi di wilayah tersebut.Turut hadir Asisten II Pemprov Sumsel Basyarudin Akhmad , M.Sc, Kadishub Sumsel H. Musni Wijaya, S.Sos., M.Si dan OPD lainnya

Baca Detail
Gubernur HD Pastikan  Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah  MiniFootball Asian Championship 2026 Sumsel
06 Feb 2026 Dilihat 2086x

Gubernur HD Pastikan Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah MiniFootball Asian Championship 2026

Palembang.  Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima audiensi Pengurus Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) terkait rencana pelaksanaan MiniFootball Asian Championship 2026 di Palembang. Audiensi tersebut berlangsung di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Jumat (6/2/2026).Dalam suasana yang penuh keakraban, Gubernur Herman Deru menanyakan secara langsung kesiapan panitia, khususnya terkait infrastruktur pertandingan serta akomodasi bagi para peserta dan ofisial yang akan datang dari berbagai negara Asia. Ia menegaskan pentingnya kesiapan sejak dini agar ajang internasional ini dapat berjalan lancar dan memberikan kesan terbaik.Pada kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada President International Minifootball Federation (IMF), Al Dousari, yang hadir langsung di Palembang. Gubernur menyatakan bahwa Sumatera Selatan siap menjadi tuan rumah dan mendukung penuh penyelenggaraan MiniFootball Asian Championship 2026.“Kami menyambut baik kepercayaan ini. Sumatera Selatan, khususnya Palembang, siap menjadi tuan rumah yang baik dan ramah bagi seluruh delegasi,” ujar Herman Deru.MiniFootball Asian Championship 2026 direncanakan akan berlangsung pada 24 April hingga 4 Mei 2026 dan dipusatkan di kawasan Jakabaring Sport City, yang selama ini dikenal sebagai ikon sport tourism Sumsel.Sementara itu, Al Dousari menyambut positif rencana penyelenggaraan kejuaraan tersebut di Palembang. Ia mengapresiasi kesiapan pemerintah daerah serta menyampaikan kesan positif terhadap keramahan masyarakat Sumatera Selatan.Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel Alfajri Zabidi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Novian Aswardhani, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Baca Detail
Kewenangan Provinsi,  Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Rehabilitasi Irigasi di Lahat, Tinggal Tunggu Arahan Kementerian Sumsel
05 Feb 2026 Dilihat 2033x

Kewenangan Provinsi, Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Rehabilitasi Irigasi di Lahat, Tinggal Tunggu Arahan Kementerian

Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Kabupaten Lahat. Hal ini terlihat saat Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, H. Edward Candra, mengikuti rapat rencana rehabilitasi daerah irigasi kewenangan provinsi yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Lahat, bertempat di Command Center, Kamis (5/1/2026).Dalam rapat tersebut, Sekda Edward Candra menegaskan bahwa Pemprov Sumsel memberikan atensi khusus terhadap usulan rehabilitasi empat irigasi di Kabupaten Lahat. Menurutnya, keberadaan irigasi yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.“Pemprov Sumsel telah berkoordinasi dengan BPKP serta Kementerian PUPR. Dari hasil koordinasi tersebut, rehabilitasi irigasi ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Oleh karena itu, kami kembali menyurati kementerian melalui Gubernur sebagai bentuk keseriusan dalam mewujudkan harapan masyarakat Lahat,” ungkapnya.Kementerian Dalam Negeri melalui rapat tersebut menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang ditempuh Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Lahat. Kemendagri juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian PUPR untuk memperoleh arahan teknis terkait pelaksanaan rehabilitasi irigasi.Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setjen Kemendagri, R. Ghani Muhammad, menyampaikan bahwa rencana rehabilitasi irigasi dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku."Pembangunan irigasi di Kabupaten Lahat memiliki potensi besar dalam meningkatkan indeks pertanaman dan mendukung upaya swasembada pangan di Sumatera Selatan. Pentingnya sinergi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Pertanian, agar pelaksanaan program berjalan optimal dan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan", ujar Ghani.Rapat tersebut turut diikuti secara virtual oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir.

Baca Detail
Sejarah Baru Terukir! Satu Tahun HDCU, Kemiskinan Sumsel Akhirnya Tembus Satu Digit (9,85%) Sumsel
05 Feb 2026 Dilihat 2199x

Sejarah Baru Terukir! Satu Tahun HDCU, Kemiskinan Sumsel Akhirnya Tembus Satu Digit (9,85%)

Palembang. Provinsi Sumatera Selatan mencetak sejarah baru di awal tahun 2026. Dalam Rakor Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan yang digelar di Griya Agung, Kamis (5/2), Gubernur Sumsel H. Herman Deru  secara resmi mengumumkan bahwa angka kemiskinan di Bumi Sriwijaya berhasil menyentuh angka 9,85%.  Pencapaian ini menandai keberhasilan Sumsel yang selama bertahun-tahun, seolah "terjebak" dalam zona kemiskinan dua digit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tren penurunan kemiskinan di Sumsel sempat mengalami pasang surut: Sept 2018: 12,82% Sept 2019: 12,56% Sept 2021: 12,79% (Dampak Pandemi) Sept 2022: 11,95% Maret 2023 : 11,78% Maret 2024: 10,51% Maret 2025: 10,15% Namun, akselerasi signifikan terjadi tepat di satu tahun masa kepemimpinan HDCU. Kebijakan agresif pemerintah provinsi berhasil memangkas angka tersebut secara drastis hingga menyentuh 9,85 persen di awal 2026. Penurunan kemiskinan yang drastis ini dinilai sebagai hasil dari pertumbuhan ekonomi yang merata, di mana sektor-sektor padat karya seperti pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.   Berbagai program strategis dicanangkan seperti Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) mengubah pola pikir dari pembeli menjadi penghasil pangan  , Pengendalian Inflasi mellaui operasi Pasar murah yang masif,  Swasembada Pangan dengan memastikan kesediaan stok di daerah, dan Pembangunan  Infrastruktur merata di daerah. Didampingi Wakil Gubernur H. Cik Ujang, Gubernur HD tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari kerja keras kolektif ("keroyokan") antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. “Hari ini saya merasa sangat berbinar. Cita-cita besar kita agar kemiskinan Sumsel menjadi satu digit akhirnya terwujud. Angka 9,85% ini bukan sekadar statistik, tapi bukti nyata bahwa upaya kita selama ini membuahkan hasil.  Dan ini merupakan kado terindah di Tahun Pertama Kepemimpinan HDCU” ujar HD dengan nada haru. Turut hadir Para Bupati/ Walikota dan OPD lainnya

Baca Detail
Sekda Edward Candra Tekankan Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan Sumsel
04 Feb 2026 Dilihat 2276x

Sekda Edward Candra Tekankan Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan

Palembang — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Edward Candra, membuka Rapat Teknis Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun Anggaran 2027 antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten/Kota Bidang Sumber Daya Air. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Musi Lantai 3 Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumsel, Rabu (4/2/2026).Sekda Edward Candra menyampaikan apresiasi Gubernur Sumsel H. Herman Deru atas terselenggaranya rapat teknis tersebut.Ia berharap melalui forum ini dapat disusun perencanaan program dan kegiatan yang terkoordinasi serta selaras, khususnya untuk tahun 2027 di bidang sumber daya air.“Wilayah Sumatera Selatan memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar. Kita memiliki banyak sungai dan daerah aliran sungai. Potensi air yang melimpah ini perlu ditata dan dikelola dengan baik agar muaranya benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.Menurut Edward, pengelolaan sumber daya air tidak hanya sekadar membiarkan air mengalir, tetapi memastikan ketersediaan air yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Hal ini sejalan dengan target pemerintah pusat menuju Indonesia Emas 2045, di mana ketahanan air menjadi salah satu pondasi utama pembangunan nasional.Ia juga menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk Gubernur Sumsel, memberikan perhatian besar terhadap ketahanan pangan. Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah basis produksi beras nasional memiliki keterkaitan erat antara ketahanan pangan dan ketahanan air.“Oleh karena itu, perencanaan dan pengelolaan sumber daya air di Sumsel harus benar-benar terintegrasi dan berkelanjutan, demi mendukung ketahanan pangan dan pembangunan daerah ke depan,” tutupnya.

Baca Detail
Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Rakornas GNPIP 2026, Herman Deru: Bukti Nyata Kita Lumbung Pangan Nasional! Sumsel
04 Feb 2026 Dilihat 2246x

Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Rakornas GNPIP 2026, Herman Deru: Bukti Nyata Kita Lumbung Pangan Nasional!

Palembang.  Provinsi Sumatera Selatan kembali mempertegas posisinya sebagai aktor utama ketahanan pangan di Indonesia.  Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, menyatakan kesiapannya untuk menyambut peserta Rakornas Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Panen Raya yang dijadwalkan pada 11 Februari 2026 mendatang. Kepastian ini terungkap usai Gubernur menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel, Bambang Pramono, di Ruang Tamu Gubernur, Rabu (4/2/2026)."Kita sangat wellcome. Sumsel saat ini berada di peringkat ke-3 produksi pangan nasional, dan Kabupaten Banyuasin adalah juara pertama dalam produktivitas hasil pangan. Kita ingin pemerintah pusat melihat langsung etos kerja luar biasa petani kita yang berhasil membawa Sumsel melompat dari peringkat 5 ke peringkat 3 nasional," tegas HD dengan antusias.Ia menambahkan bahwa persiapan matang tengah dilakukan. Rangkaian acara nantinya akan diperkuat dengan agenda Panen Raya bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait guna menunjukkan ekosistem pangan Sumsel yang solid dan etos kerja petani di Sumsel.Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa Rakornas GNPIP ini akan menjadi ajang kolaborasi besar. Rencananya, sejumlah tokoh nasional seperti Menko Perekonomian dan beberapa Wakil Menteri dijadwalkan hadir untuk melakukan temu wicara langsung dengan para pelaku pangan.Ia menjelaskan Poin Utama Kegiatan (11 Februari 2026) mendatang  yakni Rakornas GNPIP, Panen Raya serta Temu Wicara yaitu dialog strategis antara petani/pelaku usaha dengan Menko Perekonomian.Dengan status sebagai "Juara Pengendalian Inflasi", Sumatera Selatan optimis Rakornas ini akan memperkuat sinergi antara kebijakan moneter Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.Di kesempatan itu juga HD langsung menghubungi Bupati Banyuasin Askolani untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait pelaksanaan Rakornas tersebut.Turut hadir Para Kepala OPD

Baca Detail
Hadapi Karhutla dan Krisis Iklim, Pemprov Sumsel Perkuat Program Landscape for Land for Life Sumsel
04 Feb 2026 Dilihat 2177x

Hadapi Karhutla dan Krisis Iklim, Pemprov Sumsel Perkuat Program Landscape for Land for Life

Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra membuka Rapat Konsultasi Tingkat Provinsi Sumatera Selatan terkait capaian dan tindak lanjut Program Sustainable Landscape for Land for Life, yang digelar di Grand Atyasa Palembang, Rabu (4/2/2026).Dalam sambutannya, Sekda Edward Candra mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai momentum refleksi bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Ia menekankan pentingnya penguatan program hingga ke tingkat kabupaten dan kota, mengingat perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan, mulai dari sulitnya memprediksi musim hingga meningkatnya bencana hidrometeorologi dan karhutla.“Melalui rapat konsultasi ini, kita berharap lahir masukan dan rekomendasi nyata untuk mendukung penanganan karhutla, distribusi air bersih, serta keberlangsungan iklim di Sumatera Selatan,” ujarnya.Sementara itu, Plt. Kepala Bappeda Sumsel Dody Eka Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada ICRAF atas dukungan program Landscape for Land for Life yang dinilai membantu pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan jangka panjang menuju Sumsel Mapan 2045, khususnya dalam integrasi isu iklim dan pengembangan pertanian cerdas iklim.Direktur ICRAF Andre Eka Dinata juga mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terjalin dengan Pemprov Sumsel. Menurutnya, penetapan locus ketahanan iklim dan keberlanjutan hutan di Sumsel menjadi kontribusi positif bagi lingkungan hidup daerah.Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BRIDA Sumsel Regina Ariyanti, Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Koimudin, serta para pejabat dan perwakilan instansi terkait.

Baca Detail
Gubernur Herman Deru Tinjau Lokasi Abrasi Sungai Lematang Sumsel
04 Feb 2026 Dilihat 2067x

Gubernur Herman Deru Tinjau Lokasi Abrasi Sungai Lematang

Palembang.  Selepas menghadiri sedekah dusun di Desa Muara Lematang, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meninjau Sungai Lematang untuk melihat secara langsung kondisi abrasi sungai, Selasa (3/2/2026).Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap dampak abrasi yang terjadi di sepanjang aliran Sungai Lematang. Kondisi abrasi yang terus terjadi dikhawatirkan dapat mengancam pemukiman warga serta infrastruktur di sekitarnya.Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Herman Deru berdialog dengan masyarakat setempat dan menerima laporan terkait kondisi terkini abrasi sungai. Ia juga menampung aspirasi warga terkait harapan adanya penanganan konkret untuk mencegah abrasi semakin meluas.

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.