Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Pj. Elen Setiadi Tandatangani Perjanjian Kerjasama BUMN dan BUMD pada Sektor Pertambangan dan Pengelolaan Sampah
Jakarta. Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi, S.H, M.S.E, menghadiri secara langsung Penandatanganan Perjanjian Kerjasama BUMN dan BUMD pada Sektor Pertambangan dan Pengelolaan Sampah, bertempat di Gedung Juang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia(RI) Kuningan Jakarta, Kamis (22/8/2024) pagi. Pada kegiatan yang diinisiasi oleh Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) tersebut bertujuan untuk memperoleh komitmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam peningkatan perekonomian lokal. Usai menghadiri acara itu, Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sebelumnya telah menjalin kesepakatan bersama dengan PT Bukit Asam, Tbk (PTBA) pada tanggal 6 Mei 2024, untuk mendukung program prioritas pembangunan dan pengembangan bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Sumsel
Sekda Edward Candra Ikuti Rakor Bersama Wamentan RI Percepat Akselerasi PAT di Sumsel
Palembang - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Drs. H. Edward Candra, MH menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Areal Tanam (PAT), Pompanisasi, dan Pembinaan Penyuluh Provinsi Sumsel dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono B. Eng,.MM. MBA di Gedung Sudirman, Makodam II Sriwijaya, Kamis (22/08/2024). Dalam sambutannya Edward memaparkan bahwa Sumatera Selatan mempunyai Luas Baku Sawah berdasarkan Keputusan Menteri ATR-BPN LBS Tahun 2019 sebesar 470.602 Hektar dan 73 %-nya merupakan Lahan Rawa dan berdasarkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor : 446.1/SK-PG.03.03/V/2024 tanggal 31 Mei 2024 Luas Baku Sawah Sumatera Selatan menjadi seluas 519.484 Hektar (bertambah 48.880 Hektar). "Peningkatan produksi padi menjadi sangat penting karena komoditi ini merupakan komoditi pangan pokok masyarakat Indonesia. Angka konsumsi beras di Sumatera Selatan setiap bulan rata-rata sebesar 70.000-72.500 Ton, sehingga dari produksi Sumatera Selatan tersebut terdapat Surplus rata-rata sebesar 600.000-700.000 Ton. Akan tetapi, komoditi beras masih menjadi salah satu komoditi penyumbang inflasi di Provinsi Sumatera Selatan"ungkapnya Lanjutnya ia menyampaikan bahwa produksi padi Sumatera Selatan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2023, produksi padi Sumatera Selatan tercatat sebesar 2.832.774 ton GKG sehingga menjadikan Provinsi Sumatera Selatan sebagai penghasil beras terbesar kelima setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Pencapaian produksi padi Sumatera Selatan sampai dengan saat ini belum maksimal mengingat Indeks Pertanaman (IP) masih sebesar 1,13. Untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) tersebut dibutuhkan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur pertanian terutama jaringan irigasi, tingkat penerapan teknologi ditingkat petani dan harga jual komoditi pertanian. Lahan rawa yang dioptimalkan tahun 2024 di Provinsi Sumatera Selatan melalui kegiatan Optimasi Lahan Rawa seluas 72.993 Hektar yang tersebar di 5 kabupaten, yaitu Ogan Komering Ilir seluas 51.762 Hektar, Banyuasin seluas 12.000 Hektar, Muara Enim seluas 2.400 Hektar, Ogan Ilir seluas 1.831 Hektar dan OKU Timur seluas 5.000 Hektar. Program pompanisasi dan tumpang sisip padi gogo adalah upaya pemerintah dalam mempercepat akselerasi perluasan tanam (PAT) untuk memperkuat produksi nasional yang sempat turun akibat cuaca ekstrem. Sementara itu Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono B. Eng,.MM. MBA menegaskan salah satu tujuan utamanya datang ke Sumsel adalah menyamakan sense of urgensi. " lahan rawa ini kan kebalikan dari lahan yada hujan pada saat musim hujan dia tergenang air nah musim kemarau nya nanam sehingga kita lakukan konstruksi sehingga dimusim penghujan bisa ditanami, jadi target kita bagaimana konstruksinya selesai sehingga nanti pada oktober turun hujan petani yang biasanya tidak menanam jadi menanam"jelasnya. Karena itu untuk menjaga ketahanan pangan dan Perluasan Areal Tanam (PAT) pihaknya menggencarkan upaya melalui Pompanisasi, Optimalisasi Lahan Rawa serta Tusip Padi Gogo. Dengan demikian diharapkan tiap daerah tidak hanya surplus pangan, namun juga dapat menyanggah daerah-daerah di sekitarnya lalu dipenghujung sambutannya ia menyempatkan bagi para penyuluh pertanian yang hadir untuk menyampaikan keluhan dan kendala nya selama program ini berjalan. Hadir dalam kesempatan tersebut Panglima Daerah Militer II/ Sriwijaya, Mayjen TNI M. Naudi Nurdika, S.I.P., M.Si, M.Tr (Han), Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alamsyah, STP. M.T., Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Percepatan Peningkatan Produksi, Prof. Ir. M. Arsyah, SP., M.Si., P.hD, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Optimasi Lahan dan Pompanisasi, Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto, S.Sos, Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia Holding Company, Rahmad Pribadi, BBA. MPA, Direktur Utama PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang, Dr. Ir. Daconi Khotob, MM,.Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Elis Nurhayati, SE.AK., M.AK serta Kepala Dinas Pertanian TPH Provinsi Sumsel, Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono, M.Si.
Sumsel
Sekda Sumsel Dampingi Wamentan RI Kunker ke PT Pusri
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra mendampingi Wakil Menteri Pertanian Sumsel, Sudaryono, B. Eng., M. M., MBA., melakukan kunjungan kerja ke PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) Palembang, Kamis, (22/8/2024). Wamentan Sudaryono mengajak Pupuk Indonesia termasuk didalamnya PT Pusri untuk tidak hanya fokus pada koorporasi managementnya saja tapi juga turut mendukung tanggung jawab moral dan sosial yang pada akhirnya dapat mendukung produksitivitas pangan di Indonesia. "Kita mengajak sama-sama, pupuk Indonesia, bulog, kementan,dan kementerian lain termasuk juga ESDM untuk menjadi bagian kesatuan meningkatkan produktivitas pertanian kita, "ujarnya. Sudaryono katakan kinerja berorientasi untung adalah hal yang baik, namun kita ingin memaknai hal ini bukan hanya sampai disitu, tapi PT Pusri diajak untuk turut memonitor distribusi dan kendala yang ada di lapangan. Sementara itu, Dirut PT Pusri Palembang, Daconi Khotob, melaporkan terkait susunan komisaris, profil perusahaan, sebagai pabrik pupuk pertama di Indonesia, mekanisme penyaluran pupuk subsidi, dan rencana pengembangan PT Pusri periode 2024-2030 berupa efisiensi biaya produksi dan emisi. Turut hadir Kepala Dinas pertanian tanaman pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono.
Sumsel
Melza Elen Setiadi : “Women and Childern Crisis Center” langkah Kongkret Penanganan dan Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Palembang. Penjabat (Pj) Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel Melza Elen Setiadi menghadiri sekaligus melaunching Pelayanan “Women and Childern Crisis Center dan Seminar Kekerasan Perempuan dan Anak di RSUP dr. Mohammad Hosein Palembang” di Graha Eksekutif Lantai 8 RSMH Palembang, (22/8/2024). dr. Nur Adibah, Sp,.FM selaku ketua pelaksana menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah agar kita semua dapat lebih aktif dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, serta sebagai langkah awal untuk bersama-sama melindungi hak-hak perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan. menanggapi hal tersebut Pj. Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel Melza Elen Setiadi dalam sambutannya mengatakan Pendirian Women and Childern Crisis Center ini merupakan langkah kongkret yang sangat penting dalam upaya kita bersama untuk menangani dan mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. “sebagai salah satu kelompok yang rentan dalam masyarakat, perempuan dan anak membutuhkan perlindungan yang khusus, dan kehadiran pusat krisis ini adalah wujud nyata dari komitmen kita untuk memberikan perhatian dan perlindungan tersebut” jelas Melza. saat ini kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi isu serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari kita semua, sebab tidak hanya karena dampaknya yang merusak kehidupan individu dan keluarga tetapi juga karena hal ini menyentuh nilai-nilai kemanuasian yang sudah di junjung tinggi. dalam kegiatan ini juga di hadiri oleh Pj. Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumsel Desy Edward Candra, Dirut RSMH Palembang Siti Khalimah, Sp,.KJ,.MARS, Kadis PPPA Fitriana, S.Sos,.M.Si, Forkopimda, dan para kepala OPD di Lingkungan Pemprov Sumsel.
Sumsel
Pemprov Sumsel Jalin Kerjasama Pembangunan PLTS 300 Megawatt Bersama Perusahaan Asal China
Palembang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) berasama perusahaan asal China dalam hal ini Tebian Electric Apparatus (TBEA) Co. Ltd menjalin kerjasama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Provinsi Sumsel dengan kapasitas 300 Megawatt (MW) yang ditandai dengan penandatangan komitmen bersama, bertempat di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Rabu (21/8/2024) siang. Penandatanganan komitmen bersama dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sumsel Elen Setiadi dan Direktur Marketing, TBEA Co.,Ltd. Alex Chen Chuan. Pj Gubernur Elen Setiadi menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap rencana ini. Menurut dia, kerja sama strategis yang dimulai dengan komitmen bersama ini, menandai langkah maju dalam memanfaatkan solusi energi terbarukan dan pengembangan sumber daya energi bersih.
Sumsel
Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi Terima Kunjungan BNN Provinsi Sumsel
Palembang.Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi menerima Kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel Tri Julianto Djatiutomo.,S.I.K., MM, dalam kunjungan tersebut didampingi oleh Kepala bidang Pemberantasan dan Intelijen Kombes Pol Irzan Haryono.Ruang Tamu Gubernur, Palembang (21/08/2024). Elen Setiadi menyampaikan bahwa wilayah sumsel adalah wilayah pesisir sehingga sumsel menjadi wilayah lintas peredaran narkotika yang mana terkoneksi ke beberapa Provinsi lain sehingga pentingnya deteksi dini dalam pencegahannya. "Kami mendorong untuk pencegahan serta pemberantasan Narkotika di Wilayah Sumsel, apresiasi terhadap BNNP Sumsel atas kerja keras dalam penanganan narkotika"ungkapnya Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel Tri Julianto Djatiutomo.,S.I.K., MM bahwa Sumsel masuk dalam 10 besar penyalahgunaan narkotika sehingga pentingnya kolaborasi dan sinergi ke semua pihak untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba di Sumsel. "Dari kegiatan random sampling dibeberapa tempat hiburan hasilnya bahwa banyaknya masyarakat yang terindikasi pengguna narkoba, perlu kami laporkan pak bahwa Rehabilitasi kapasitasnya cukup terbatas sehingga pentingnya deteksi dini"paparnya Ia melanjutkan bahwa Sumsel masuk 7 daerah prioritas dalam pemantauan narkotika dari BNN dan dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke wilayah Sumsel. Turut Hadir Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sumsel Drs.H. Sunarto M.si dan OPD Lainnya.
Sumsel
Sekda Sumsel Pimpin Rapat Pembahasan draft final Concept Note Result based Payment REDD+ GCF Output 2
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Edward Candra memimpin Rapat Pembahasan draft final Concept Note Result based Payment REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 antara Pemprov Sumsel dan Lembaga Perantara Yayasan Relung Indonesia yang akan diajukan ke Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di Ruang Rapat Sekda Sumsel, Rabu, (21/8/2024). REDD+ merupakan inisiatif global dengan desain pemberian insentif kepada negara berkembang untuk menanggulangi deforestasi dan degradasi hutan yang merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca. Dalam kesempatan itu, Sekda Sumsel, Edward Candra memastikan persiapan draft final Concept Note Result based Payment REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 dan memimpin diskusi antar OPD terkait. Skema REDD+ memiliki cakupan yang luas termasuk konservasi, manajemen hutan lestari, dan peningkatan stok hutan karbon sehingga dapat mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang juga akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. REDD+ juga mementingkan keterlibatan masyarakat, masyarakat adat dan komunitas tradisional sebagai pemangku kepentingan yang harus dipastikan jaminan haknya untuk tinggal di dalam dan sekitar hutan. Sementara itu, Perwakilan dari Lembaga Perantara Yayasan Relung Indonesia, Astarina, menyampaikan paparan tentang draft final Concept Note Result based Payment REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 bertema "Optimalisasi Pengelolaan Hutan Lestari dan Aksi iklim dalam mendukung capaian NDC di Sumatera Selatan". "Ruang Lingkup Program/Kegiatan yaitu pengurangan deforestasi dan degradasi hutan, peningkatan perlindungan keanekaragaman hayati, pengurangan deforestasi dan degradasi hutan, pengembangan arsitektur REDD+ dan Penguatan implementasi NDC, " Ujarnya. Sasaran program ini yaitu tercapainya pengurangan emisi gas rumah kaca yang sigrifikan melalui peningkatan kapasitas teknis dan perencanaan pengelolaan hutan. serta penanggulangan kebakaran hutan yang lebih efektif. "Tujuannya yaitu memulihkan lahan kritis dan mengembangkan arsitektur REDD+, meningkatkan perlindungan keanekaragaman hayati, peningkatan aksi mitigasi dan adaptasi pada tingkat tapak, memberikan dampak yang positif dan berkelanjutan bagi lingkungan dan ekonomi lokal, dan mendukung pencapaian target NDC Indonesia,"pungkasnya. Hadir dalam kesempatan itu Para Kepala OPD Sumsel.
Sumsel
Kunjungi Karang Dapo Empat Lawang, Melza Elen Setiadi : Manfaatkan Potensi Sumber Daya Alam yang Ada
Empat Lawang. Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Sumsel Melza Elen Setiadi kembali meneruskan kunjungan kerja ke kabupaten Empat Lawang, tepatnya di desa Karang Dapo Lama kecamaran Sikap Dalam, pada Rabu (21/08/24). Kunjungan kerja ke desa Karang Dapo Lama itu bertujuan untuk pembinaan sekaligus penilaian 10 program pokok PKK oleh TP PKK Sumsel. Selain juga untuk melihat secara langsung pelaksanaan 10 program pokok PKK di daerah. “Juga sebagai evaluasi bagi kami TP PKK provinsi sebagai dasar dalam penentuan kebijakan, program dan kegiatan di masa mendatang. Saya harapkan masyarakat mau memanfaatkan potensi sumber daya alam seperti ikan, sebagai makanan sehari-hari karena protein ikan sangat bagus untuk dikonsumsi terutama anak-anak batita, maupun balita yang masih dalam pertumbuhan”, kata Melza.
Sumsel
DTS, Persiapkan Talenta Digital dalam Peningkatan Peluang Kerja Menuju Indonesia Digital
Palembang. Dalam rangka pengembangan pembangunan talenta Digital (Digital Talent Centre) di wilayah Sumsel, Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi menerima Kunjungan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMD) Kementerian Kominfo RI Dr. hary Budiarto., M.kom. Palembang, (21/08/2024). Seperti diketahui Indonesia Emas 2045 memiliki Visi Indonesia menjadi Top 5 Ekonomi Dunia, dalam Visi Indonesia Digital 2045 SDM Digital menjadi salah satu komponen utama dalam ekosistem mencapai indonesia Digital yang salah satu pilarnya adalah masyarakat digital. Maka dari itu pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) dipandang sangat perlu untuk dilaksanakan di Sumsel mengingat program ini secara signifikan memberikan dampak positif terhadap peningkatan peluang kerja dan pendapatan bagi masyarakat luas. Elen Setiadi menyampaikan menyambut baik atas rencana adanya pusat pelatihan Digital Talent Scholarship ( DTS) di Sumsel yang mana ia meyakini bahwa perkembangan dunia teknologi sangat pesat dan merubah semua kegiatan ke arah digitalisasi. "Mempersiapkan talenta digital itu sangat baik, tentu kami Pemprov Sumsel sangat mendukung sehingga akan kami siapkan untuk lahannya, kedepan tinggal menyesuaikan sesuai kebutuhan dan kami support karna semuanya akan berpacu pada digitalisasi"ungkapnya Ia melanjutkan tinggal kedepan bagaimana mempersiapkan skema program yang akan dijalankan sehingga kedepan tinggal implementasi sesuai target yang diinginkan sehingga segera bisa dilaksanakan di Wilayah Sumsel. Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMD) Kementerian Kominfo RI Dr. hary Budiarto., M.kom menyampaikan wilayah Sumsel masuk wilayah yang prioritas untuk dibangun, maka berharap bisa membangun Pusat Pengembangan Talenta Digital guna mempersiapkan SDM yang cakap Digital dalam penyerapan talenta digital pada dunia kerja/industri kedepan. "Akan dibuat pelatihan soffskil dibidang IT yakni Digital Talent Center (DTC) sehingga mengakomodir dan membentuk SDM yang bisa bekerja dengan baik sehingga nanti ijazah nya bisa digunakan untuk bekerja pada industri dan lainnya" Ia menjelaskan tahapan pengembangan talenta digital dengan Ekosistem digital yang dapat dijalankan seperti Mindset Digital, Digital Literacy, Basic Digital Skill, Intermediate and Advance Digital Skill, Digital Leader dan Digital Specialist. Turut Hadir Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Imam Suwandi., S.ST., AK, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumsel Rika Efianti S.E., MM dan Kepala BPSDM Sumsel Prof.Dr.H.M. Edwar Juliartha., S.Sos.,MM.