Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sekda Sumsel : Guru Ujung Tombak Siapkan Generasi Mura Sumsel Berdaya Saing dan Berakhlak
Palembang, – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sekda Sumsel) H. Edward Candra menghadiri peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 sekaligus Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan yang digelar di Hotel Grand Zuri Palembang, Jumat (31/10/2025).Dalam suasana penuh kehangatan dan rasa syukur, Sekda Sumsel menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi serta pengabdian mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembentuk karakter dan teladan bagi peserta didik,” ujar Edward Candra dalam sambutannya.Ia menegaskan bahwa guru dan tenaga kependidikan merupakan ujung tombak dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam menyiapkan generasi muda Sumatera Selatan yang berdaya saing dan berakhlak mulia.Menurutnya, peringatan Hari Guru Nasional dan pemberian apresiasi ini bukan sekadar seremoni atau penghargaan atas prestasi individu, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan semangat kolektif dalam membangun mutu pendidikan yang semakin baik di Sumsel.“Kepada para penerima apresiasi, saya ucapkan selamat dan sukses. Teruslah menjadi inspirasi bagi rekan seprofesi dan peserta didik. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk berbuat yang terbaik bagi anak-anak bangsa dan kemajuan pendidikan di Sumatera Selatan,” tambahnya.Di akhir sambutannya, Sekda menitipkan pesan khusus kepada seluruh guru di Sumsel.“Selamat Hari Guru Nasional. Saya titipkan masa depan daerah ini di tangan Bapak Ibu semua. Di tangan para guru-lah akan lahir generasi penerus yang membawa Sumsel semakin baik lagi,” ucapnya penuh harap.Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumsel Dra. Orohella Erma, M.I.Kom, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Mondyaboni, SE, S.Kom, M.Si, M.Pd, serta para pejabat dan tamu undangan lainnya.Peringatan HGN 2025 ini menjadi momen yang menggugah semangat dan menumbuhkan rasa bangga atas peran guru dalam mencetak masa depan bangsa. Melalui dedikasi dan kasih tulus mereka, pendidikan di Sumatera Selatan diyakini akan terus tumbuh menuju arah yang lebih baik.
Sumsel
Gubernur Sumsel Lantik Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Periode 2025–2029
Palembang, — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara resmi melantik pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Selatan periode 2025–2029. Pelantikan berlangsung di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang Kamis (30/10/2025).Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan pentingnya semangat kebhinnekaan dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa. Menurutnya, kebhinnekaan menjadi kekuatan utama yang telah membentuk perjalanan bangsa Indonesia sejak masa lalu, masa kini, hingga masa mendatang.“Pembauran kebangsaan merupakan konsep hidup rukun, damai, guyub, dan tenteram di tengah masyarakat yang majemuk. Seseorang dapat disebut membaur ketika mampu hidup bersama tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan demi kepentingan bangsa yang lebih besar, kita punya tugas besar bersama sama tetap menjaga Sumatera seletan sebagai daerah Zero Konflik. ujar Herman Deru.Ia juga menambahkan bahwa semangat pembauran tidak berarti meniadakan identitas pribadi, melainkan menghormati perbedaan dengan tetap menjaga hak-hak individu, termasuk hak beragama dan berkeyakinan.Pada kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus FPK Sumsel periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam memperkuat semangat persatuan di Bumi Sriwijaya.“Selamat bertugas kepada pengurus FPK Provinsi Sumatera Selatan periode 2025–2029 yang baru dilantik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua,” tutupnya.Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel Alfadjri Zabidi dalam laporannya menjelaskan bahwa pembentukan dan keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah.“Melalui FPK, kita berupaya menumbuhkan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis dalam keberagaman. Inilah semangat yang menjadi fondasi kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Alfadjri.Acara pelantikan turut dihadiri oleh Plt. Karo Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumsel Darmayanti, para pejabat terkait, serta undangan dari berbagai unsur masyarakat.Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, kebersamaan, Di Sumatera Selatan yang Zero Konflik.
Sumsel
Hadiri Hari Kontrasepsi Sedunia di Ogan Ilir, HD Apresiasi Penurunan Angka Stunting Sumsel 15,9%
Ogan Ilir. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru, didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru, menghadiri acara Fasilitasi Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) bersama Mitra Kerja. Acara ini diselenggarakan di Ogan Ilir dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, TNI Manunggal KB Kesehatan, Hari Keluarga Nasional ke-32, dan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025. Tanjung Raja, Kamis (30/10/2025).Gubernur Herman Deru dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari faktor ekonomi dan infrastruktur fisik, tetapi juga dari perencanaan keluarga yang matang."Banyak yang berpikir bahwa pembangunan hanya di fisik. Padahal, faktor non-fisik yang lebih penting, dimulai dari perencanaan anak secara dini," ujar Gubernur.Herman Deru mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi Sumsel dalam menurunkan angka stunting (gagal tumbuh pada anak)."Kita mendapatkan penghargaan dalam penurunan stunting hingga di tahun ini turun 15,9%. Tentu ini adalah bakti dan prestasi Bapak/Ibu semua," ungkapnya.Ia menekankan pentingnya keseriusan dalam penanganan stunting. Menurutnya, mencegah lebih baik karena jika sudah terjadi, kasus stunting akan sulit diselesaikan. Oleh karena itu, deteksi dini oleh jajaran KB sangat krusial untuk mencegah kekurangan gizi pada generasi mendatang."Membangun tidak bisa hanya infrastruktur dan ekonomi, namun dimulai dengan penataan pembangunan keluarga," tegasnya.Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga mengapresiasi suksesnya wisuda Sekolah Lansia (Lansia Berdaya) Kabupaten Ogan Ilir yang meluluskan sebanyak 315 orang. Selain itu, dalam rangkaian acara dilaksanakan pula pemberian penghargaan dan sertifikat kepada peserta GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).Wakil Bupati Ogan Ilir, Ardani, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Ogan Ilir sebagai tuan rumah. Ia menekankan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga berencana."Mengingatkan kepada orang tua kewaspadaan stunting sejak perkawinan, kehamilan, kelahiran. Begitu pentingnya merencanakan kehamilan, [demi] pertumbuhan anak-anak yang menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkas Wakil Bupati Ardani.Turut hadir para Kepala OPD
Sumsel
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Gubernur Herman Deru Ajak Mahasiswa PTAI Kawal Kebangsaan dan Keberagaman
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Kongres V Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)/Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia. Acara yang mengusung tema "Konsolidasi Gerakan Mengawal Kebangsaan dan Keberagaman" ini diselenggarakan di Kampus UIN Raden Fatah Palembang pada Rabu, 29 Oktober 2025.Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA., yang bertindak sebagai keynote speaker.Sementara itu, Wamentan RI Sudaryono memberikan motivasi yang mendalam kepada para mahasiswa. Ia mengajak para peserta kongres untuk selalu gigih, terus berjuang, dan berusaha.Menceritakan perjalanan hidupnya, Wamentan Sudaryono mengaku terlahir dari anak petani di desa dan berhasil mencapai posisi Wakil Menteri hanya dengan bekal tekad kuat untuk terus belajar."Selama kita mencoba dan terus menerus, Insya Allah akan mencapai tujuan," ungkapnya.Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa yang hadir dalam kongres ini adalah mahasiswa-mahasiswa pilihan di antara ribuan orang yang berkeinginan menjadi seperti mereka. Oleh karena itu, ia menekankan agar mahasiswa harus memiliki kejelasan tujuan dan pandangan tentang apa yang ingin dicapai di masa depan.Sementara itu Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya peran kampus sebagai pusat peradaban dan estafet kepemimpinan masa depan bangsa.Pada kesempatan pula Herman Deru juga menyinggung sektor pertanian. Ia berharap UIN Raden Fatah Palembang ke depan dapat membuka Fakultas Pertanian untuk memberikan dorongan dan kontribusi nyata dalam bidang pertanian.Gubernur Herman Deru turut membanggakan pencapaian Sumsel di sektor ketahanan pangan. "Alhamdulillah, kita Sumsel sudah melampaui target nasional dalam ketahanan pangan dan menjadi salah satu lumbung pangan nasional," ungkapnya.Mengakhiri sambutannya, Gubernur berharap Kongres V Forum BEM/DEMA PTAI se-Indonesia ini mampu memberikan motivasi serta menjadi landasan pemikiran bagi para mahasiswa dalam rangka pembangunan bangsa di masa mendatang.Turut hadir Walikota Palembang Drs. Ratu Dewa , M.Si dan Forkopimda lainnya
Sumsel
HD : Pentingnya Dukungan BOS bagi Pesantren Penyelenggara Pendidikan Formal, Terutama Jenjang Aliyah
Palembang, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian Sumsel yang berhasil menempati posisi kedua nasional dalam penilaian lembaga pendidikan pesantren.Menurutnya capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa pesantren di Sumatera Selatan telah berperan aktif dan diakui dalam sistem pendidikan formal nasional.“Menjadi nomor dua nasional berarti kita berhasil mengungguli banyak provinsi besar lainnya, termasuk di Pulau Jawa. Ini bukti bahwa pesantren kita sudah dikenal dan diakui,” ujar HD saat menerima audiensi Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan di Ruang Rapat Gubernur (Rabu, 29 Oktober 2025).Terkait hal tersebut, Ia meminta agar capaian ini turut disebarluaskan di seluruh pesantren di Sumsel melalui publikasi dan pemasangan spanduk penghargaan tersebut.“Penghargaan ini tidak mungkin diraih tanpa kerja keras para petugas lapangan dan pengelola pesantren di setiap daerah, maka dari itu saya harap ini dapat dipublikasikan disetiap Ponpes di Sumatera Selatan” tegas HD.Selanjutnya HD mengatakan bahwa pondok pesantren kini telah menjadi bagian dari pendidikan formal yang harus mendapatkan perhatian setara dengan lembaga pendidikan lainnya. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan BOS Daerah (Bantuan Operasional Sekolah) bagi pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal, terutama pada jenjang Aliyah.“Saya ingin mulai tahun 2026, data santri Aliyah bisa masuk untuk diberikan bantuan per siswa per bulan, secara by name by institution. Ini bentuk keseriusan Pemprov Sumsel dalam mengakui pesantren sebagai institusi pendidikan formal,” jelasnya.Selain itu, HD juga mendorong agar pesantren mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi informasi (IT) agar dapat mengikuti perkembangan jaman dan meningkatkan daya saing para santri.“Di era digital ini, kalau santri tidak menguasai teknologi, maka akan sulit bersaing. Pesantren juga harus adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkap HD.Sementara itu, Pimpinan Ponpes Aulia Cendikia Palembang, KH. Hendra Zainudin Al Qodiri, menagatakan pihaknya berencana menggelar Doa Seribu Santri di Griya Agung sebagai bentuk syukur atas penghargaan nasional yang diterima oleh Gubernur Sumsel.Selain itu, Hendra juga menyampaikan beberapa aspirasi dari PWNU Sumsel, antara lain permintaan rehabilitasi berat kantor NU, penandatanganan prasasti kantor baru, serta bantuan mobil operasional.Ia juga mengundang Gubernur untuk hadir dan membuka kegiatan Seminar Pesantren Ramah Anak dan Pelatihan Santri Terampil yang akan digelar pada 8 November 2025, sekaligus pembacaan doa syukuran atas Anugerah Ponpes Award yang diperoleh Gubernur Sumsel Herman Deru atas kepedulian dan perhatian besarnya terhadap dunia pesantren di Sumatera Selatan.HD juga meminta agar Kegiatan Syukuran yang direncanakan dapat dirangkaikan dengan Penyerahan Bantuan BOS Daerah kepada Seluruh Pondok Pesantren dan Launching Program GSMP Goes To Pondok Pesantren.
Sumsel
Gubernur Sumsel Apresiasi Kinerja Bea Cukai Sumbagtim dalam Pemusnahan Barang Milik Negara Tahun 2025
Palembang, – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri Press Conference sekaligus kegiatan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) di bidang Kepabeanan dan Cukai Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Timur, Rabu (29/10/2025).Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur atas capaian kinerja luar biasa yang berhasil ditorehkan sepanjang tahun ini. Ia menilai langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan menjadi bukti nyata dari komitmen bersama dalam menekan peredaran barang-barang ilegal yang merugikan negara.“Hari ini kita melihat sebuah prestasi luar biasa dari jajaran Bea Cukai Sumbagtim. Ini adalah bentuk nyata dari kerja keras dan sinergi yang patut diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Upaya ini bukan hanya menegakkan aturan, tapi juga melindungi masyarakat dari dampak barang-barang terlarang yang tidak sesuai dengan ketentuan cukai,” ujar Gubernur.Lebih lanjut, Gubernur Herman Deru menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh unsur Forkopimda, termasuk TNI, Polri, dan instansi terkait dalam menjaga ketertiban distribusi barang di wilayah Sumatera Selatan yang memiliki cakupan wilayah luas.“Ini adalah tantangan yang bisa dijawab melalui kerja sama lintas sektor. Kami berharap sinergi ini terus diperkuat agar peredaran barang ilegal dapat ditekan secara signifikan. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk selalu taat membayar cukai sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Timur, Agus Yulianto, dalam laporannya mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya berhasil mencatat capaian gemilang di berbagai aspek, mulai dari penerimaan negara, pelayanan dan fasilitas industri, hingga pengawasan serta penegakan hukum.Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan dari seluruh satuan kerja di wilayah Sumatera Bagian Timur. Nilai total barang yang dimusnahkan mencapai Rp19,32 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan lebih dari Rp10,44 miliar.Adapun barang-barang yang dimusnahkan meliputi rokok ilegal, minuman beralkohol, pakaian bekas, serta berbagai barang larangan dan pembatasan lainnya.Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Ferdinan Lengkong, Plt. Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumsel Darmayanti, serta sejumlah pejabat perwakilan instansi vertikal dan unsur Forkopimda Sumatera Selatan.
Sumsel
Wagub Sumsel H. Cik Ujang: ASN Unggul Wujudkan Pelayanan Publik Profesional dan Adaptif
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menegaskan pentingnya menciptakan aparatur sipil negara (ASN) yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Hal ini disampaikannya saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXI Tahun 2025 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sumatera Selatan.Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pelatihan ini, serta kepada BPSDMD Sumsel yang dinilai berhasil menyelenggarakan kegiatan dengan baik.“Pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan aparatur pemerintah yang unggul. ASN harus mampu memberikan pelayanan yang profesional, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Cik Ujang.Menurutnya, profesionalisme aparatur menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Melalui peningkatan kompetensi manajerial dan kepemimpinan strategis, diharapkan para peserta mampu menjamin akuntabilitas jabatan dan meningkatkan kinerja satuan kerja di instansi masing-masing.Wagub juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin perubahan di lingkungan kerja masing-masing.“Saya yakin pembekalan yang diperoleh akan memperkaya wawasan dan kemampuan Saudara sekalian. Jadilah pemimpin yang mampu berinovasi dan menginspirasi,” tutupnya.Dengan penuh semangat, Wagub secara resmi menutup kegiatan tersebut dan melepas para alumni untuk berkarya demi kemajuan bangsa dan negara.Dikesempatan yang sama, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Dr. Tr. Erna Irawati, S.Sos., M.Pol.Adm menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh peserta pelatihan yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian program selama tiga bulan terakhir.“Saya sangat bangga dengan bapak dan ibu yang telah menyelesaikan semua penugasan. Ini membuktikan bahwa bapak ibu layak untuk melangkah ke tahap berikutnya. Ini bukan akhir, melainkan awal untuk mempertahankan momentum yang telah dicapai,” ujarnya.Erna menjelaskan, selama proses pelatihan yang berlangsung peserta telah dibekali empat kompetensi pokok, yakni Mengelola diri sendiri, Mengelola orang lain, Mengelola pekerjaan, dan Mengelola perubahan.Ia menegaskan pentingnya peran pemimpin untuk proaktif menghadapi perubahan - perubahan yang berada di lingkungan kerja masing-masing. Serta ia mengingatkan bahwa Akuntabilitas dan integritas harus menjadi landasan utama dalam kepemimpinan."Jadilah contoh bagi bawahan dengan mempertanggungjawabkan setiap ucapan dan kinerja sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.Selain itu, Erna juga menyoroti pentingnya komunikasi publik dan personal branding bagi para aparatur sipil negara, khususnya para pemimpin diera digital saat ini.“Membangun komunikasi dan branding yang kuat sangat penting. ASN harus mampu membangun citra positif dan konsisten di berbagai media. Gunakan media sosial secara bijak untuk mencitrakan pemerintahan yang baik kepada publik,” pesannya.Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan, Prof. DR. H. M. Edwarjuliartha, S.Sos., M.M dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan berlangsung selama tiga bulan sejak 7 Juli hingga 28 Oktober 2025, dengan enam tahapan pembelajaran dan jumlah peserta pelatihan sebanyak 28 peserta, terdiri dari ASN di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan serta satu peserta dari Provinsi Jambi.Turut hadir Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang, Heni Sri Wahyuni, S.Kom., M.T.I dan Para Kepala BKPSDM Kab/Kota Se Sumsel.
Sumsel
Penuh Keakraban, Herman Deru Sambut Kajati Baru Dr. Ketut Sumedana dan Lepas Dr. Yulianto ke Badiklat Kejaksaan RI
Palembang. Malam penuh keakraban mewarnai acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan di Griya Agung Palembang, Senin (27/10/2025) malam. Dr. Yulianto, SH., MH. resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Dr. Ketut Sumedana, SH., MH.Dr. Yulianto dipromosikan untuk mengemban tugas baru sebagai Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) pada Kejaksaan Republik Indonesia. Sebagai penggantinya, posisi Kajati Sumsel kini diisi oleh Dr. Ketut Sumedana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dalam sambutannya menyampaikan perasaannya yang "terbagi dua" atas pergantian pimpinan Korps Adhyaksa di wilayahnya."Satu sisi kita kehilangan (Pak Yulianto), satu sisi kita mendapatkan Kajati yang baru yang luar biasa. Saya sudah lama mengenali dan mengetahui rekam jejak beliau melalui media sosial," ujar Gubernur Herman Deru.Gubernur secara khusus memberikan apresiasi atas capaian-capaian Dr. Yulianto selama menjabat, terutama dalam upaya penyelamatan aset daerah. Herman Deru menyebut, salah satu capaian signifikan adalah keberhasilan Kejati Sumsel di bawah kepemimpinan Yulianto dalam mengembalikan beberapa aset milik Pemerintah Provinsi Sumsel yang selama ini kasusnya berlarut-larut. Aset tersebut kini telah selesai dan diserahkan kembali kepada Pemprov Sumsel.Kepada Kajati yang baru, Dr. Ketut Sumedana, Herman Deru berharap agar sinergi antara kejaksaan dan pemerintah daerah dapat terus berlanjut."Kami berharap kepada Kajati yang baru, Dr. Ketut Sumedana, untuk dapat membantu berbagai program-program pembangunan yang berkesinambungan di Sumatera Selatan," tambahnya.Sementara itu, Dr. Yulianto dalam pidato perpisahannya menyampaikan rasa terima kasih dan kesan mendalam terhadap Bumi Sriwijaya."Saya sangat terkesan dengan Provinsi Sumsel, terutama dengan tingginya toleransi masyarakat yang sangat tinggi, serta dukungan dari seluruh masyarakat Sumsel dalam menjalankan tugas. Terima kasih bapak/ibu yang telah men-support tugas-tugas kami," ungkap Dr. Yulianto.Acara pisah sambut ini dihadiri oleh berbagai unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh masyarakat Sumatera Selatan, mencerminkan kuatnya sinergi antara Kejaksaan Tinggi dengan seluruh stakeholder di daerah.Turut hadir para Kepala Forkopimda Sumsel
Sumsel
Angka 5,42 Persen Itu Nyata!” — Herman Deru Bangga Ekonomi Sumsel Tumbuh dari UMKM
Palembang, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel sebesar 5,42 persen merupakan capaian yang nyata, berkualitas, dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Semarak UMKM Sriwijaya 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang Indah Mall (Sabtu, 25/10/2025).“Pertumbuhan ekonomi Sumsel ini bukan hanya karena sektor industri atau pertambangan. Angka 5,42 persen ini nyata karena dihasilkan dari kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan yang memberikan stimulan langsung kepada pelaku usaha,” ujar HD.Menurutnya, pertumbuhan yang hanya ditopang oleh sektor besar seperti tambang atau migas sering kali tidak berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumsel fokus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan otentik dengan memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.HD juga mengapresiasi peningkatan jumlah pelaku UMKM yang kini semakin banyak menjadi nasabah perbankan, sebagai bukti meningkatnya literasi dan inklusi keuangan masyarakat. “Data terakhir menunjukkan ada sekitar 600 ribu pelaku UMKM di Sumsel. Tantangan kita sekarang adalah memperluas dan memperkuat basis pelaku usaha ini agar lebih produktif,” ucap HD.Dalam kesempatan tersebut, HD juga mendorong agar kolaborasi lintas sektor tidak berhenti di hulu, tetapi terus berlanjut hingga tahap pengolahan produk hilir, termasuk sektor rempah yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi. “Belanda dan Portugis datang ke Indonesia karena rempah. Artinya, kita punya kekayaan luar biasa yang harus kita kelola agar bernilai tambah tinggi,” tegas HD.Diakhir sambutannya HD menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia dan seluruh mitra perbankan atas dukungannya terhadap penguatan UMKM di daerah.Dalam kesempatan yang sama, HD juga menyerahkan penghargaan pada GSMP Award yang diberikan kepada masyarakat yang telah menyelenggarakan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) pada berbagai kategori.Selain itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj. Feby Deru, turut menerima penghargaan sebagai Mitra Kerja Terkolaboratif dari Bank Indonesia Perwakilan Sumsel.Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menegaskan komitmen BI untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel yang inklusif dan berkelanjutan.“Berdasarkan data terkini, perekonomian Sumatera Selatan masih mampu tumbuh sebesar 5,42 persen, sebuah capaian yang patut diapresiasi di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru,” ujar Bambang.Ia menilai, berbagai inovasi dan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berhasil menjaga daya tahan ekonomi, terutama melalui penguatan sektor pertanian, perkebunan, dan industri olahan. “Kita sering lupa bahwa rempah-rempah yang menjadi alasan bangsa lain datang ke negeri ini selama ratusan tahun adalah potensi besar yang kita miliki. Kini saatnya kita kelola dengan lebih baik,” tambahnya.Untuk memperkuat peran UMKM, BI Sumsel menginisiasi gerakan ‘Seribu Sultan UMKM Sumatera Selatan’ guna melahirkan pelaku usaha lokal yang naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi baru. Salah satu produk unggulan yang diangkat adalah kopi Semendo, yang memiliki potensi besar namun belum termanfaatkan optimal.Selain itu, BI Sumsel menghadirkan 39 pelaku UMKM unggulan hasil kurasi daerah yang menampilkan berbagai produk wastra dan kuliner lokal, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan daya saing dan pengembangan ekonomi hijau. “Kami ingin agar UMKM Sumsel juga mengembangkan produk ramah lingkungan, baik dari bahan baku alami maupun proses produksinya,” jelas Bambang.Ia menambahkan, Bank Indonesia akan terus menjalankan kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif untuk mendukung pembiayaan sektor produktif. “Penurunan suku bunga dan berbagai insentif bagi perbankan diharapkan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Kami mengajak seluruh perbankan untuk berperan aktif memperkuat perekonomian daerah,” pungkasnya.Turut hadir Anggota DPR RI Komisi XI, Bertu Merlas, Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Ibu Hj. Feby Herman Deru, Ketua TP PKK Kota Palembang, Ibu Hj. Dewi Sastrani Ratu Dewa dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.