Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Sumsel Tekankan Pembentukan Karakter dan Mental Tangguh Pemuda dalam Retret Jilid II Laskar Pandu Satria 2025
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menjadi Inspektur Upacara Pembukaan Retret Pemuda Laskar Pandu Satria Jilid II Tahun 2025 yang digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Palembang (Kamis, 6/11/2025).Kegiatan yang diinisiasi oleh Gubernur Sumsel ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan perwakilan pelajar SMA dan SMK dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.Retret ini bertujuan membentuk karakter, meningkatkan disiplin, serta menanamkan semangat solidaritas dan jiwa kepemimpinan di kalangan generasi muda.Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di Bumi Perkemahan ini. Apa yang sudah kita lakukan di kuartal sebelumnya menunjukkan hasil luar biasa. Retret ini penting karena menjadi sarana pembinaan pemuda melalui berbagai metode, baik dari unsur TNI, Pramuka, maupun Polri serta Pengajar lainnya” ujar HD.HD menegaskan bahwa retret bukan hanya sebatas pembinaan fisik, tetapi juga merupakan upaya membentuk mental dan karakter guna mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi tahun 2045.“Secara kuantitatif, Indonesia akan memiliki lebih dari 67 persen penduduk usia produktif pada 2045. Namun, kita tidak hanya menyiapkan dari sisi jumlah, tapi juga kualitasnya. Pemuda Sumsel harus menjadi garda terdepan, bukan penonton,” tegas HD.Gubernur juga mengajak para peserta untuk menjadi pelopor kebaikan di lingkungan masing-masing dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.“Kalian harus menjadi penguasa IT, bukan korban IT. Jadilah mentor di lapangan, pemuda berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” tambah HD.Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga berpesan kepada para orang tua peserta agar mempercayakan sepenuhnya proses pendidikan kepada panitia selama kegiatan berlangsung.“Tempat ini adalah tempat menggembleng pemuda menuju kesuksesan. Percayakan anak-anak kalian kepada panitia penyelenggara, dan biarkan mereka fokus ditempa menjadi pribadi yang lebih tangguh,” pungkas HD.Diakhir sambutannya HD mengatakan dengan semangat kebersamaan, Retret Laskar Pandu Satria Jilid II Tahun 2025 diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi muda Sumsel yang disiplin, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel, Rudi, selaku Ketua Satuan Tugas Retret Laskar Pandu Satria Jilid II, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pembinaan dan Pemberdayaan Pemuda Sumsel.“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman nilai moral dan etika bermasyarakat, membentuk karakter disiplin dan solidaritas, serta menumbuhkan komitmen pemuda dalam pembangunan daerah,” jelasnya.Rudi menambahkan, sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Pramuka diharapkan dapat membangun karakter dan semangat juang sejati di kalangan peserta.“Kami berharap peserta retret ini menjadi teladan dan penggerak kegiatan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.Ia juga melaporkan bahwa 100 peserta yang mengikuti retret berasal dari SMA/SMK Se Sumatera Selatan dimana para peserta akan didik selama satu pekan sejak tanggal 5 - 14 Nopember 2025 di Bumi Perkemahan Pramuka Gandus Palembang.Turut hadir Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian, Ketua Komisi V DPRD Prov. Sumsel Alwis Gani, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Dr. Haryo Sughiartono, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel H. Riza Fahlevi, dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Pemprov Sumsel Bahas Kuota BBM, Sekda Tekankan Pentingnya Subsidi Tepat Sasaran
PALEMBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. Edward Candra, M.H., memimpin langsung Rapat Pembahasan Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) di Ruang Rapat Bina Praja, Kamis (6/11) sore.Rapat tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sumsel untuk mencari solusi terhadap kemacetan kendaraan yang masih terjadi akibat antrean panjang ke daratan di sejumlah SPBU di wilayah Sumatera Selatan.Dalam Rapat tersebut, Sekda Edward Candra menegaskan perlunya langkah konkret dalam mengendalikan distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran. “Kita harus memastikan subsidi BBM diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Pengendalian ini penting agar tidak terjadi ketimpangan dan penyalahgunaan,” ujarnya.Sekda juga menambahkan bahwa harga BBM non-subsidi saat ini setara dengan sekitar 2,5 liter BBM bersubsidi, sehingga diperlukan kesadaran bersama dalam penggunaan bahan bakar sesuai peruntukannya.Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumsel, di antaranya Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumsel Hendriansyah, ST., M.Si., dan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Henny Yulianti, S.IP., MM., serta perwakilan dari PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas.Melalui rapat ini, diharapkan Pemerintah Provinsi Sumsel bersama stakeholder terkait dapat merumuskan kebijakan dan mekanisme pengendalian kuota BBM yang lebih efektif, sekaligus mengurangi dampak sosial seperti kemacetan akibat antrean panjang di SPBU.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Gelontorkan Rp. 40 Miliyar Bantu Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Empat Lawang
Empat Lawang - Perhatian Gubernur Sumsel H Herman Deru pada pembangunan infrastruktur di Provinsi Sumsel tidak diragukan lagi. Seperti di Kabupaten Empat Lawang Gubernur Herman Deru memberikan bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) Tahun 2025 sebesar Rp. 40.994.969.153 Miliar.Bantuan tersebut diperuntukan bagi pembangunan ruas jalan yang ada di Kabupaten Empat Lawang termasuk Peningkatan Jalan Lingkar Kota Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.Usai menghadiri lPekan Daerah XVI Kontak Tani Nelayan (PEDA XVI KTNA) Provinsi Sumsel di Lapangan Pulo Mas Kabupaten Empat Lawang. Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, Forkopimda Empat Lawang meninjau Lanjutan Peningkatan Jalan Lingkar Kota Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Kamis (6/11/2025).Herman Deru mengatakan dalam pembangunan di Provinsi Sumsel ini tidak cukup Pemprov Sumsel saja tapi juga perlu dukungan semua pihak."Jadi Bagaimana kita menjadikan bangunan Sumsel ini melibatkan semua pihak baik itu TNI/Polri, PU, masyarakat dan semuanya terlibat,"terangnya.Herman Deru menyambut baik atas inisiatif Bupati Empat Lawang untuk membuat jalan lingkar hal ini tentu mempermudah akses mobilitas bagi masyarakat."Titik ini saya dengan pak Kapolda, pak Bupati , Forkopimda Empat Lawang dan semua pihak meninjau inisiatif Pak Bupati untuk membuat lingkar kota yangKita mulainya,"terangnya.Herman Deru mengatakan bantuan khusus Gubernur yang digelontorkan ini sebagiannya dibangunkan jalan lingkar ini. Bahkan agar capat penyelesaianya Herman Deru intrusikan kepada Kepala Dinas PU Provinsi Sumsel untuk membantu menyelesaikannya di tahun depan."Dari sebagian bantuan itu di bangunkan jalan lingkar ini. Tahun depan saya bilang kepada Kepala Dinas PU Provonsi Sumsel untuk bantu selesaikan jalan ini,"ucapnya.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Ajak Petani Sumsel Masuk Era Pertanian Modern Berbasis Hilirisasi
Empat Lawang – Pekan Daerah XVI Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA XVI KTNA) Sumatera Selatan tahun ini menjadi momentum penting bagi para pelaku pertanian untuk menunjukkan inovasi sekaligus memperkuat posisi Sumsel sebagai lumbung pangan nasional. Hal itu disampaikan Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru saat menghadiri langsung pembukaan kegiatan yang digelar di Lapangan Pulo Mas, Kabupaten Empat Lawang, Kamis (6/11/2025).Dalam sambutannya, Herman Deru menyebut PEDA bukan sekadar ajang pameran produk pertanian, tetapi menjadi pesta besar para petani untuk memamerkan kemampuan dan pencapaiannya. Menurutnya, adanya rangkaian dari hulu hingga hilir menunjukkan bahwa petani Sumsel semakin siap bersaing dalam pasar modern.“Kita hadiri PEDA KTNA ini sebagai pestanya para petani. Mereka unjuk gigi dari semua produk hulu sampai hilirisasinya. Ini luar biasa,” tegas Herman Deru.Dia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena produksi pangan di Sumsel terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Beras dan jagung menjadi sektor unggulan yang paling terlihat sebagai penopang swasembada pangan nasional.“Beras meningkat tajam, jagung meningkat tajam, dan nilai tukar petani juga meningkat,” tambahnya.Empat Lawang sebagai tuan rumah disebut memiliki kehormatan serta peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerahnya. Wilayah ini diyakini mampu tumbuh pesat di sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan bila dikelola secara terintegrasi dan melibatkan hilirisasi.“Mari kita jadikan Empat Lawang bukan hanya dikenal dengan tumbuhan tradisionalnya, tapi petani yang modern dan punya jiwa enterpreneur,” kata Herman Deru.Gubernur juga menekankan bahwa KTNA merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki jangkauan dan kapasitas besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya petani. Namun dukungan pemerintah kabupaten/kota sangat diperlukan untuk memastikan pendampingan berjalan efektif.“Saya himbau 17 kabupaten/kota menggandeng potensi SDM KTNA agar bisa mendorong kemajuan sektor pangan secara merata,” ujarnya.Herman Deru mengapresiasi KTNA Sumsel yang terus konsisten mempertahankan Sumsel sebagai salah satu provinsi penyumbang pangan terbesar nasional. Menurutnya, pengakuan tersebut harus dibarengi kerja nyata yang semakin kuat.“Dengan nama besar ini tentu diiringi kerja keras dan kerja besar,” tegasnya.Dia juga meminta pemerintah daerah untuk lebih serius dalam mengembangkan sektor hilirisasi hasil panen agar nilai jual petani meningkat, bukan hanya terpaku pada perluasan lahan.“Kita jadikan momentum ini agar petani melaju tumbuh lebih tinggi, bukan hanya luas lahannya, tapi nilai tukar petaninya,” tandasnya.Sementara Ketua KTNA Nasional, Yadi Sofyan Noor menambahkan bahwa Sumsel menjadi salah satu dari lima provinsi penyumbang swasembada pangan nasional. Hal ini merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi petani di daerah tersebut.Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad menyebut KTNA sebagai wadah penting dalam pembentukan jejaring dan kolaborasi antar petani untuk menciptakan pertanian yang semakin efisien dan berdaya saing.
Sumsel
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemprov Sumsel Serahkan Bantuan Sarana Perdagangan untuk 1.812 UMKM
Palembang. Dalam upaya nyata mendorong pertumbuhan ekonomi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, menghadiri acara penyerahan bantuan sarana perdagangan bagi pelaku UMKM di 17 kabupaten/kota. Palembang. Bertempat di Halaman Kantor Dinas Perdagangan Prov Sumsel, Kamis 6/11/2025.Sekda Edward Candra menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud perhatian serius dari Pemprov Sumsel untuk meningkatkan daya saing UMKM di tengah tantangan ekonomi."Bantuan ini adalah wujud perhatian Pemprov Sumsel. Kami berharap sarana ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga UMKM di Sumsel akan terus eksis dan berkembang," ungkapnya.Beliau juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk memanfaatkan program pemerintah lainnya, seperti Koperasi Merah Putih, sebagai sarana pendukung dalam pengembangan usaha.Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Henny Yulianti, S.IP., MM., menjelaskan bahwa UMKM memegang peranan krusial dalam penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka kemiskinan, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.Bantuan ini diberikan kepada 1.812 orang pelaku UMKM yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Jenis bantuan yang diserahkan meliputi etalase, payung, tenda, vacuum sealer cup, dan sarana perdagangan lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung operasional usaha."Ini merupakan bagian dari program Pemprov Sumsel untuk menciptakan 100.000 Sultan Muda. Kami berharap bantuan ini mampu membantu dan mempercepat kemajuan pelaku UMKM, sekaligus merupakan bagian dari upaya kami dalam mewujudkan target tersebut," jelas Henny.Turut hadir para perwakilan UMKM 17 Kab/Kota
Sumsel
Hadiri Seminar Desa Narkoba, Wagub Cik Ujang: Desa Harus Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Cik Ujang, menghadiri seminar bertema 'Desa Narkoba' yang diselenggarakan oleh Harian Sumeks (Sumatera Ekspres) di Palembang, Rabu malam (5/11/2025).Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap ancaman narkoba di tingkat pedesaan.Dalam sambutannya, Wagub Cik Ujang menyampaikan peringatan keras mengenai meluasnya peredaran narkoba hingga ke pelosok desa."Dahulu, kita menganggap bahwa desa adalah tempat yang aman dan jauh dari pengaruh narkoba. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba ini telah menyusup ke sendi-sendi kehidupan masyarakat desa," ujar Cik Ujang.Ia menegaskan bahwa situasi ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. "Tidak ada satu pun wilayah yang benar-benar terbebas dari ancaman narkoba jika kita tidak waspada dan tidak bersatu dalam pencegahannya," tambahnya.Wagub menjelaskan, melalui Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), Pemerintah Provinsi bersama masyarakat berupaya memperkuat ketahanan sosial dan budaya di tingkat desa. Ia berharap desa dapat menjadi garda terdepandalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.Dalam kesempatan yang sama, Bupati Musi Banyuasin (Muba), H. Toha, turut memberikan penekanan pada pentingnya peran perangkat desa."Semangat pemberantasan narkoba tidak dapat dilaksanakan jika para perangkat desa dan pemerintah desa tidak memiliki semangat yang sama," jelas Bupati Toha.Menurutnya, berbagai aturan, kegiatan, dan sumber dana yang diberikan tidak akan berfungsi dengan baik apabila perangkat desa, terutama kepala desa, tidak memiliki semangat untuk memerangi narkoba di wilayah masing-masing."Kami mengharapkan untuk secara bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkotika di wilayah Musi Banyuasin," harapnya, menyerukan kolaborasi total dalam upaya pencegahan.Acara seminar ini diharapkan dapat menghasilkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, media, dan perangkat desa untuk menciptakan lingkungan pedesaan yang bersih dari narkoba.Turut hadir para kepala OPD
Sumsel
Antusias Tinggi, Peserta Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2025 Lampaui Target
Palembang. Antusiasme masyarakat terhadap ajang Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SRGF) dan Festival Danau Ranau XXIV Tahun 2025 semakin membara. Hingga Rabu (5/11), jumlah peserta yang telah mendaftar tercatat mencapai 1.600 orang, melampaui target awal sebanyak 1.500 peserta.Antusiasme tinggi tersebut terungkap dalam Rapat Pemantapan Penyelenggaraan SRGF dan Festival Danau Ranau yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sekda Sumsel), Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., di Ruang Rapat Bina Praja (Rabu, 5 November 2025).Dalam arahannya, Sekda Sumsel menegaskan bahwa rapat ini merupakan tahap akhir dari seluruh rangkaian persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan.“Ini rapat pemantapan yang sudah beberapa kali kita lakukan. Saya kira ini rapat terakhir. Selanjutnya tinggal hal-hal teknis yang bisa dikomunikasikan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Edward Candra.Ia menambahkan, SRGF dan Festival Danau Ranau merupakan agenda tahunan unggulan kerja sama Pemprov Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). Kegiatan ini bukan hanya ajang olahraga dan pariwisata, tetapi juga sarana untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat.“Event ini punya multiplier effect luar biasa. Peminatnya tinggi, dari target 1.500 peserta kini sudah lebih dari 1.600 dan masih mungkin bertambah,” jelasnya.Menurut Edward, dampak positif kegiatan ini sudah mulai dirasakan masyarakat setempat. Sektor UMKM, penginapan, dan homestay mengalami lonjakan permintaan signifikan, bahkan sebagian besar sudah penuh dipesan.“Kita ingin acara ini tidak tanggung. Harapannya sukses, peserta nyaman, masyarakat berkesan. Kalau ada peserta dari luar daerah, kesan baik itu bisa dibawa pulang. Karena itu, persiapan harus benar-benar matang,” tegasnya.Sekda juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk kesiapan rute, keamanan penonton, hingga fasilitas kesehatan di sepanjang jalur yang akan dilalui peserta.“Berkaca dari tahun sebelumnya, kita tahu apa yang perlu diperbaiki. Soal rute harus jelas, penonton diawasi dengan ketat agar peserta aman dan masyarakat juga terhibur,” ujarnya.Rangkaian kegiatan Sriwijaya Ranau Gran Fondo dan Festival Danau Ranau XXIV Tahun 2025 akan digelar pada 14–15 November 2025. Sejumlah agenda menarik telah disiapkan, di antaranya Gala Dinner, Lomba Gran Fondo dengan start pukul 06.10 WIB, serta Festival Danau Ranau yang dimeriahkan dengan pagelaran seni tari dan musik dari 19 kecamatan di OKU Selatan.Sementara itu, Sekda OKU Selatan, H.M. Rahmatullah, S.STP., MM, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Gubernur Sumsel dan seluruh pihak yang terlibat.“Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Sumsel atas dukungannya di tengah keterbatasan anggaran. Ini adalah upaya bersama untuk mempromosikan potensi wisata yang bukan hanya milik OKU Selatan, tapi juga kebanggaan Sumsel,” ungkap Rahmatullah.Ia juga menuturkan bahwa sinergi antara Pemkab OKU Selatan, TNI, Polri, BPBD, dan seluruh elemen masyarakat berjalan baik untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berlangsung aman dan sukses.“Homestay sudah penuh, masyarakat antusias, dan kami yakin kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi wisata, tapi juga menggerakkan perekonomian sekitar Danau Ranau,” pungkasnya.Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, jalur yang akan dilalui peserta terus dibenahi. Beberapa titik yang masih memerlukan perbaikan ditargetkan rampung paling lambat 10 November 2025, dengan dukungan sinergi antara Dinas PU Kabupaten dan Provinsi serta pembersihan jalur oleh BPBD.
Sumsel
Wagub Sumsel : Jadikan Forum Emas Khatulistiwa Wadah Pererat kebersamaan
Palembang — Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menerima audiensi Forum Emas Khatulistiwa di ruang tamu Wakil Gubernur. Rabu (5/11/2025)Pertemuan yang dipimpin H Maramis ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai ajang silaturahmi serta penyampaian draf pengurus Forum Emas Khatulistiwa Sumsel.Forum Emas Khatulistiwa sendiri merupakan wadah yang beranggotakan berbagai etnis dan kalangan masyarakat dari beragam suku di Sumatera Selatan. Dalam kesempatan itu, perwakilan forum juga menyampaikan rencana pelantikan pengurus yang akan digelar di Griya Agung.Wagub Cik Ujang menyambut baik kehadiran Forum Emas Khatulistiwa dan memberikan dukungan penuh atas rencana kegiatan tersebut. Ia berharap pelantikan dan seluruh agenda forum dapat berjalan lancar serta menjadi wadah yang mempererat kebersamaan dan kerukunan antarwarga di Sumatera Selatan.Acara ini Dihadiri perwakilan Kesbangpol dan Pejabat terkait.
Sumsel
Antisipasi Puncak Bencana, Polda dan Pemprov Sumsel Gelar Apel Siaga Hidrometeorologi
Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Edward Candra, menghadiri Apel Kesiapan dalam rangka Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel di Halaman Mapolda Sumsel, Rabu (5/11/2025).Apel kesiapan ini merupakan bagian dari kegiatan serentak yang diselenggarakan di seluruh Indonesia, bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan perangkat dalam menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang.Dalam amanat yang disampaikan oleh Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol. M. Zulkarnain, S.I.K., M.Si., ditekankan bahwa apel ini sangat penting untuk memastikan kesiapsiagaan personil dalam menghadapi potensi bencana seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, serta potensi bencana lainnya."Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai negara dengan risiko bencana yang tinggi. Dampak bencana alam tersebut bukan hanya kerugian harta dan ekonomi, namun juga dapat menimbulkan trauma bagi masyarakat," ujar Wakapolda.Wakapolda juga mengingatkan bahwa periode puncak bencana hidrometeorologi di Indonesia diperkirakan terjadi mulai November 2025 hingga Februari 2026. Periode ini membawa kerawanan tinggi terhadap bencana banjir, tanah longsor, hingga kemungkinan erupsi gunung berapi.Kehadiran Sekda Edward Candra dalam apel ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel untuk bersinergi penuh dengan TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terkait dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana, demi meminimalisir risiko dan kerugian di tengah masyarakat.Turut hadir para Kepala Forkopimda lainnya