Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Bulog Bagikan 51.000 Ton Beras Gratis di Seluruh Sumsel Ini Syarat Mendapatkannya Sumsel
24 Jan 2018 Dilihat 275x

Bulog Bagikan 51.000 Ton Beras Gratis di Seluruh Sumsel Ini Syarat Mendapatkannya

Palembang, Sumselprov.go.id -- Dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga beras,  Perum Bulog divre Sumsel dan Babel Kucurkan 51.000 ton beras lewat Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra). acara tersebut telah diresmiskan kemarin, (17/1). yang dihadiri perwakilan Gubernur Sumatra Selatan. “Dalam seminggu ini isunya mengenai tentang harga beras naik dimana-mana, maka dari itu perum bulog bersama dengan pemerintah bergerak cepat meluncurkan Bansos Rastra hari ini. Yang akan di distribusikan di seluruh Sumsel ,”ujar H. Bakhtiar, Kepala Perum Bulog drive Sumsel. Saat di temui di GBB Sukamaju, Palembang. Sementara itu, Gubernur Sumatra Selatan melalui bidang asisten perekonomi. Drs Yohannes HT mengatakan menyambut baik atas inisiatif Bulog "Gubernur sangat mengapresiasi atas ide besar bulog sumsel meluncurkan Bansos Rastra  ini. Untuk menstabilkan harga beras yang lagi naik saat ini,"ujarnya. Untuk Bantuan Sosial Beras Sejahterah (Bansos Rastra) sendiri, Perum bulog Sumsel telah menyiapkan 4.200 ton beras per bulan atau sebanyak 51.000 ton beras selama program berlangsung. Program Bansos berlangsung sampai Desember 2018. Dalam peluncuran Bansos Rastra  kemarin, telah dilakukan pengiriman tahap pertama sebanyak 48.134 Kg beras yang akan didistribusikan di kabupaten Ogan ilir dan Banyuasi. Dan selanjutnya akan di distribusikan ke daerah-daerah Sumsel lainnya. Jumlak penerima Bansos Rastra sekitar 4.250 KPM perbulan. dan bantuannya untuk tahun ini berbeda dengan tahun lalu. "Kalau dahulu masyarakat membayar 1.600 per kilo dengan jatah 15 kg. Sekarang masyarakat mendapatkan beras 10 kg secara gratis,"lanjut bakhtiar. dalam penerapannya masyarakat Sumsel akan mendapatkan beras 10 Kg per bulan seperti dikutif dari Sripoku.com. Nantinya setelah Bansos Rastra  telah berjalan 2 bulan, akan berubah menjadi Bantuan Pakan Non Tunai(BPNT). Mekanismenya, seluruh sumsel masyarakat akan menerima kartu merah putih. Dan kartu tesebut dapat digunakan untuk menukarkan/menggeseknya diwarung. secara langsung masyarakat akan mendapatkan beras sebanyak 10 Kg. Bakhtiar mengharapakan dalam tiga sampai empat bulan ini, beras yang di distribusikan oleh perum bulog baik Bansos Rastra maupun BPNT bisa mencukupi kebutuhan masyarakat sumsel sampai akhir februari atau awal maret.  MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Jadi Pembicara dalam Diskusi GovPay, Alex Noerdin Ungkap Kunci Keberhasilan Sumsel Sumsel
24 Jan 2018 Dilihat 220x

Jadi Pembicara dalam Diskusi GovPay, Alex Noerdin Ungkap Kunci Keberhasilan Sumsel

Jakarta, Sumselprov.go.id - - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin menghadiri kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh GovPay di Hotel Mulia Senayan Jakarta, Selasa (23/01). Pada diskusi ini Gubernur Sumsel menjadi pembicara dengan Topik Diskusi “tentang Keberhasilan Pembangunan Provinsi terutama dalam mendorong terwujudnya Smart Cities, antara lain melalui Penerapan Sistem Digital, Sistem Pembayaran Elektronik dan Teknologi Perkotaan lainnya”. Pada kesempatan tersebut Gubernur Sumsel menjadi pembicara bersama Gubernur Kalimantan Utara Lambrie dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Pada diskusi ini semua Gubernur memaparkan bagaimana keberhasilan pembangunan Provinsinya masing-masing. Sumatera Selatan dipilih sebagai salah satu narasumber karena melihat kemajuan Sumatera Selatan dalam membangun provinsinya. Terlebih Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 bersama dengan Jakarta. Dua periode kepemimpinan Alex Noerdin dinilai telah membawa nama Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi yang diperhitungkan di Indonesia dan di mata dunia untuk menarik investasi. Masing masing provinsi memaparkan hasil kemajuan. Saat paparan Gubernur Sulawesi Selatan menonjolkan pembangunan nya dalam bidang sains dan pertanian. Sedangkan Kalimantan Utara sebagai provinsi baru membuktikan bahwa mereka mampu mengejar ketertinggalannya dalam bidang birokrasi dan pembangunan daerahnya. Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan, banyak memaparkan bagaimana kunci melakukan Pembangunan suatu daerah dengan dana yang terbatas dari pemerintah. Dijelaskan Alex caranya pemerintah daerah harus ada dana investasi dari luar. Maka dari itu Sumatera Selatan memperkenalkan dirinya dengan event olahraga nasional dan internasional. Sampai akhir 2017 ada puluhan event internasional diadakan di Jakabaring Sport City, satu-satunya komplek olahraga terpadu di dunia ada Sumsel. Yang lebih membanggakan adalah penggunaan Hydrogen car saat Asian Games 2018 mengalahkan Tokyo yang baru akan realisasi pada tahun 2020. Dengan adanya Asian Games dan event olahraga seperti ini menurut Alex tentu memacu dana pusat untuk membangun infrastruktur di Sumsrl, sehingga ikut menarik investasi ke Bumi Sriwijaya. "Tujuan utama Sumsel adalah Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api dan pelabuhan laut dalam Tanjung Carat, yang akan menjadi alat untuk mensejaterahkan rakyat Sumsel," ujar Alex. Sementara itu Ketua Gubernur seluruh Indonesia Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa beberapa Gubernur dari provinsi lain sempat bertanya kepadanya. Kenapa selalu Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan yang diundang dan kenapa selalu di Jakarta, padahal di daerah lain juga banyak yang bagus.  Hal itu menurutnya memang tak lain karena keberhasilan yang sudah dilakukan masing-masing gubernur di Sumsel dan Sulsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
KEK Sumsel Terintegrasi Dengan Pelabuhan Samudera Sumsel
24 Jan 2018 Dilihat 262x

KEK Sumsel Terintegrasi Dengan Pelabuhan Samudera

Palembang, Sumselprov.go.id -- Kawasan Ekonomi Khusus Sumatera Selatan terintegrasi dengan pelabuhan samudera Tanjung Carat, Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin. "Kawasan tersebut merupakan satu kesatuan dan itu sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas di Jakarta beberapa waktu lalu," kata Sekda Sumsel Nasrun Umar di Palembang, Selasa.  Oleh karena itu, pembangunan kedua proyek nasional itu tidak dapat dipisahkan, keduanya saling mendukung.  Dia mengatakan, KEK antara lain untuk mengelola hasil produk unggulan Sumsel. Sementara pelabuhan samudera untuk mengirim barang daerah ini termasuk hasil KEK ke luar negeri.  "Untuk KEK saat ini sedang dimaksimalkan pembebasan lahan agar kawasan tersebut cepat berkembang," ujarnya.  Memang, lanjut sekda, lahan yang sudah dibebaskan sekitar 66,14 hektare menggunakan dana pemerintah. Namun untuk pembebasan selanjutnya telah diserahkan pada BUMD yakni PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS).  "Perusahaan daerah itulah yang ditugaskan mengembangkan kawasan ekonomi khusus dan pelabuhan samudera," kata sekda seperti dikutif dari Antaranews. Menurutnya, yang jelas kawasan itu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga harus secepatnya terwujud.  Sementara Dirut PT SMS IGB Surya Negara mengatakan, dalam mengembangkan kawasan itu pihaknya bekerja sama dengan PT Tanjung Carat.  "Untuk pelabuhan samudera sendiri sedang proses reklamasi," kata dia. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Kunjungan Delegasi BNPB Bersama Kalaksa BPBD Provinsi Sumsel, Riau, Kalbar, Ke Pertemuan EMA Australia Sumsel
24 Jan 2018 Dilihat 225x

Kunjungan Delegasi BNPB Bersama Kalaksa BPBD Provinsi Sumsel, Riau, Kalbar, Ke Pertemuan EMA Australia

Australia, Sumselprov.go.id -- Bersama-Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan H. Iriansyah dari Australia mengabarkan bahwa hasil pertemuan dengan Emergency Management Australia (EMA)–BNPB nya Australia sangat positif. “Kami mendapatkan banyak pelajaran dan berbagi pengalaman khususnya dalam sektor informasi data dan informasi dini penanganan kebencanaan,” kata H. Iriansyah kepada berazam melalui percakapan WhatsApp, Selasa (23/1). H. Iriansyah besama kepala BNPB Willem Rampangilei beserta beberapa Kalaksa yang sejak tanggal 20 Januari berada di Australia mengaku banyak menimba ilmu khususnya cara mencegah serta menanggulangi asap. “Banyak ilmu yang kita dapat untuk diterapkan di Indonesia dan mereka juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan Indonesia didalam penanganan bencana selama ini, khususnya bencana kabut asap yang sangat menggangu negara tetangga. Dan Alhamdulillah dalam 2 tahun ini kita sudah berhasil mengatasinya,” ujar H. Iriansyah sebagaimana disampaikan Kaban BNPB Willem Rampangilei. Menurut H. Iriansyah, topografi Provinsi Sumsel yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga sudah bekerja keras selama beberapa tahun ini agar bisa bebas dari bencana asap. Alhamdulillah dua tahun ini sudah berhasil mewujudkannya. “Kaban BNPB mengucapkan terima kasih atas sambutan dan respon yang diberikan pihak EMA Australia dalam kerjasama ini. Kedepan BNPB dan EMA akan miningkatkan kerjasamanya dibidang Pusdalops dengan pihak EMA Australia,” terang H. Iriansyah. Kunjungan delegasi RI (DERLI) ke negeri Kangguru yang dipimpin oleh kaban BNPB Willem Rampangilei merupakan kunjungan yang baru kali pertama sejak berdirinya BNPB. “Bagi kami para Kalaksa BPBD kunjungan ini sangat bermanfaat sekali dan baru kali ini dilakukan sejak berdirinya BNPB. Dukungan yang telah diberikan oleh Kepala BNPB dan Gubernur Sumsel Bapak H. Alex Noerdin  selama ini kepada BPBD  Provinsi Sumsel akan kami jadikan spirit untuk bekerja lebih baik lagi dimasa mendatang. Semoga ilmu yang kami dapat ini bisa kami terapkan dalam menjalankan tugas-tugas kami didalam menangani kebencanaan di daerah,” H. Iriansyah bangga dan semangat dalam menjalani tugas yang diberikan. Rombongan dipimpin langsung Kepala BNPB Wiliem Rampangilei didampingi Sestama BNPB Dody Ruswandi, Irtama Bintang dan direktur Kedaruratan dan Direktur Hubungan Luar Negeri BNPB serta tiga kalaksa BPBD Provinsi: Riau, Sumsel dan Kalbar. Sebelumnya dipublish media ini, rombongan Delegasi RI (DELRI) bertolak ke Sydney, Australia, Sabtu (20/01/2018) sore guna berbagi pengalaman dalam penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Setibanya di Canbera, rombongan Delegasi BNPB Indonesia diterima secara resmi oleh Dubes RI di Canbera Chiristiarto Legowo di Wisma Indonesia di Canbera. Rombongan DELRI dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Willem Rampangilei. Turut ikut mendampingi dalam rombongan Pejabat eselon 1 BNPB yaitu Sestama BNPB Dody Ruswandi, Irtama BNPB Bintang dan PLT Deputy Kedaruratan BNPB serta beberapa Direktur BNPB. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel H. Iriansyah juga turut serta di antara rombongan DELRI tersebut. Selain itu, rombongan berikut memboyong Kepala Badan BPBD Provinsi Riau dan Kalimantan Barat. H. Iriansyah menyebutkan,  Dubes sangat apresiasi dengan keberhasilan Indonesia dalam penanggulan Karhutla, khususnya BNPB yang selalu memberikan Supporting kepada daerah-daerah yang rawan bencana Karhutla. “Dubes sangat apresiasi dengan keberhasilan Indonesia dalam penanggulan Karhutla, khususnya di Provinsi Sumsel yang selama ini menjadi topik internasional khususnya Singapura dan Malaysia,” ujar Kepala BPBD Provinsi Sumsel, H. Iriansyah melalui pesan whatsapp yang dikirim ke media ini, Minggu (21/01/2018). H. Iriansyah menyampaikan, pada kesempatan itu Dubes juga mengatakan bahwa Provinsi Sumsel yang selama ini menjadi topik internasional khususnya Singapura dan Malaysia dalam tahyn 2016 dan 2017 telah berhasil menjadikan Sumsel bebas asap. Sementara itu, kata H. Iriansyah, Pimpinan delegasi rombongan Williem Rapangilei mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik dari pihak KBRI di Canbera. “Kerjasama yang baik ini terjadi tentu berkat komunikasi yang baik antara BNPB dengan Pihak Kedutaan RI di Canbera,” ucap Williem. H. Iriansyah mengatakan, kunjungan ini berlangsung 20 hingga 25 Januari 2018. Kunjungan ini dalam upaya meningkatkan kapasitas SDM dan peralatan baik Sarana dan Prasarana (Sarpra) memadai dalam mencegah kebakaran hutan. “BNPB mengunjungi beberapa lokasi yakni Emergency Management Australia (EMA), Department Foreign Affairs and Trade (DFAT), dan New South Wales Fire Services,” sebut H. Iriansyah.*** MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Program PKT Untuk Memperkuat  Peredaran Uang Di Desa Sumsel
24 Jan 2018 Dilihat 283x

Program PKT Untuk Memperkuat Peredaran Uang Di Desa

Palembang, Sumselprov.go.id -- Dalam Kunjungan Kerja (Kunker)-nya ke Palembang, Presdien Jokowi mengecek program Padat Karya Tunai (PKT) yang dikerjakan di Desa Banyu Urip, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel, Senin (22/01/2018). "Ini (PKT) akan dikerjakan kurang lebih 50 hari, dan yang bekerja saat ini berjumlah 125 orang dengan gaji Rp90 ribu perminggu," ujar Presiden Jokowi, dilansir setkab.go.id, Selasa (23/01/2018). Nantinya, tambah Presiden, akan dikucurkan anggaran sebesar Rp41 miliar untuk 180 program PKT dan Swakelola. Harapannya, dengan dilakukannya pemeliharaan dan perbaikan terhadap irigasi, maka dapat meningkatkan produksi di daerah tersebut. Presiden juga menjelaskan, bahwa program PKT dan Swakelola tersebut, dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan diawasi atau dikontrol oleh balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). "Kita harapkan dengan gajian setiap minggu, peredaran uang di daerah atau desa, akan semakin meningkat. Begitu juga konsumsi daya beli, diharapkan akan semakin meningkat, sambil menunggu sawah seluas 230.000 hektar yang akhir Februari ini mulai panen raya," ungkap Presiden. Program Padat karya ini, menurut Kepala Negara, dikerjakan di semua provinsi dalam rangka memperkuat peredaran uang yang ada di daerah dan mendorong peningkatan daya beli konsumsi di masyarakat desa serta perbaikan infrastruktur pengairan agar menjadi lebih baik. Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensos Idrus Marham, Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko, dan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin (Globalplanet.news) MC Diskominfo Pov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Sumsel Butuh Regulasi Lahan Gambut Sumsel
24 Jan 2018 Dilihat 267x

Sumsel Butuh Regulasi Lahan Gambut

Palembang, Sumselprov.go.id -- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Ishak Mekki mengakui kalau perlu adanya regulasi yang mengatur lahan gambut di provinsi Sumsel. “Perlu ada peraturan supaya tidak terbakar lagi khan , kalau terbakar lihat beberapa tahun ini jadi bencana nasional dan sangat mengganggu, kalau itu sudah ada perda , ada kepastian hukum , saya rasa ini berdampak positip, setelah disahkan kedepan,” katanya usai rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (22/1). Menurutnya, dalam aturan ini baik perorangan dan korporasi juga diatur agar lahan gambut kedepan tidak terbakar oleh perorangan dan korporasi. Apalagi dia melihat, raperda tentang lahan gambut perlu dibuat karena selama ini lahan gambut di Sumsel banyak terbakar apalagi lahan gambut ini di Sumsel banyak di daerah terutama di OKI, Banyuasin, Muba. Sebelumnya, DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui badan pembentukan peraturan daerah (BP3) DPRD Sumsel mengajukan dua usulan rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD Sumsel dalam rapat paripurna XXXIX DPRD Sumsel, Senin (22/1). Rapat paripurna sendiri di pimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel M Yansuri dan di damping jajaran Wakil Ketua DPRD Sumsel lainnya dan dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki dan jajaran. Menurut pelapor badan pembentukan badan pembentukan peraturan daerah (BP3) DPRD Sumsel HAskweni Spd mengatakan, berdasarkan Keputusan DPRD Provinsi Sumatera Selatan Nomor 121 Tahun 2018 tentang Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018, DPRD Provinsi Sumatera Selatan mengusulkan 3 (tiga) Raperda Inisiatif DPRD. Pada kesempatan ini DPRD Provinsi Sumatera Selatan mengajukan 2 (dua) Raperda Inisiatif untuk dilakukan pembahasan. Dua Rancangan Peraturan Daerah tersebut adalah Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Raperda tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah. Mengenai Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut menurutnya, provinsi Sumatera Selatan memiliki lahan gambut terluas kedua di Pulau Sumatera setelah Provinsi Riau. Luasnya meliputi 16,3 0/0 (enam belas koma tiga persen) dari luas wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Kawasan gambut tersebut tersebar di 5 (lima) Kabupaten yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan luas 768.501 ha, Musi Banyuasin dengan luas gambut 340.604,48 ha, Banyuasin dengan luas 252.706,52 ha, Musi Rawas seluas 34.126,00 ha dan Muara Enim seluas 24.104,00 ha. Selain itu, kawasan gambut di Provinsi Sumatera Selatan memiliki ketebalan yang bervariasi yakni antara 50-400 cm yang termasuk pada kategori dangkal hingga dalam. Selanjutnya 98,6% termasuk kategori gambut dangkal hingga sedang dan 3,2°/o atau 45.009 ha merupakan gambut dalam yang terdapat di 3 (tiga) Kabupaten yaitu Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muara Enim. Menurutnya, lahan gambut merupakan ekosistem yang mudah rusak dan apabila telah rusak, sulit untuk dapat kembali seperti kondisi semula (memiliki sifat irreversible). Kerusakan ekosistem gambut berdampak besar terhadap lingkungan setempat (in situ) maupun lingkungan sekelilingnya (ex situ). “Kejadian banjir di hilir Daerah Aliran Sungai merupakan salah satu dampak dari rusaknya ekosistem gambut. Secara fungsional, hutan rawa gambut merupakan sumber daya aIam yang bersifat multifungsi. Hutan rawa gambut juga bersifat unik karena menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna termasuk jenis-jenis endemik yang hanya ditemukan dan sangat bergantung pada hutan rawa gambut,” katanya. Di Provinsi Sumatera Selatan menurutnya, pemanfaatan lahan gambut juga terjadi, dan saat ini lahan gambut tersebut makin terancam keberadaannya karena berbagai aktivitas manusia. Aktivitas manusia tersebut terutama disebabkan dari kegiatan alih guna lahan, penebangan hutan, perambahan, dan kebakaran hutan. dan lahan. Akibat tekanan ini, lahan gambut di Provinsi Sumatera Selatan telah mengalami alih fungsi atau deforestasi sebesar 2.318.2 ha per tahun sejak tahun 2000 sampai dengan tahun 2005. “Menyadari pentingnya peran dan fungsi lahan gambut, sebagai salah satu jenis lahan basah, maka pengelolaan lahan gambut perlu dilakukan secara tepat guna dan terpadu. Agar pernanfaatan lahan gambut di masa mandatang tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah, maka diperlukan pengaturan mengenai perlindungan dan pengadaan ekosistem gambut,” katanya. Selain itu, tujuan dari Raperda ini yaitu memberikan legitimasi kepada Pemerintah daerah untuk segera bergerak secara aktif dan responsif untuk menanggulangi bencana kebakaran lahan dan hutan terutama di lahan gambut dengan cara merestorasi gambut dan dengan adanya Peraturan Daerah mengenal Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut dirasakan penting, perlu, dan mendesak untuk meiindungi ekosistem dan spesies yang ada di lahan gambut Sumatera Selatan. #osk/BP MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY

Baca Detail
Presiden Minta Pembangunan LRT Segera Dirampungkan Sumsel
23 Jan 2018 Dilihat 204x

Presiden Minta Pembangunan LRT Segera Dirampungkan

Palembang, Sumselprov.go.id -- Presiden Jokowi, memberikan apresiasi terharap persiapan Palembang dalam mengahadapi perhelatan Asian Games 2018. Salah satunya, persiapan venue di Palembang yang dinilai sudah rampung semuanya. Kendati demikian, Presiden Jokowi memiliki satu permintaan terkait persiapan Kota Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018, yakni harus merampungkan LRT sebagai akses transportasi dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SBM) II, menuju Jakabaring Sport City (JSC).  "Tidak ada masalah, semuanya sudah rampung. Tinggal transportasi dari bandara ke Jakabaring saja yang harus dirampungkan, itu saja," kata Presiden Jokowi, usai membuka Kongres Nasional ke 30 dan Mejelis Permusyawaratan Anggota ke 29 PMKRI di Gedung Olahraga Dempo, Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Senin (22/01/2018). Usai membuka Kongres Nasional ke 30 dan Majelis Permusyawaratan Anggota ke 29  Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Presiden Jokowi langsung melanjutkan Kunkernya ke Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin untuk menghadiri acara Padat Karya PUPR.(GLOBALPLANET.news)  MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY  

Baca Detail
Tinjau Padat Karya, Jokowi Harapkan Ada Peningkatan Perekonomian Sumsel
23 Jan 2018 Dilihat 194x

Tinjau Padat Karya, Jokowi Harapkan Ada Peningkatan Perekonomian

Banyuasin, Sumselprov.go.id - - Usai menghadiri Peresmian Pembukaan Kongres XXX dan MPA XXIX Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Senin (22/1) di Jakabaring, Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin meninjau pelaksanaan program padat karya tunai yang berada di Desa Urip Kabupaten Banyuasin. Selain untuk meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ditargetkan pada akhir Januari 2018 akan panen raya sebanyak 230.000 ribu hektar. Padat karya tunai ini akan dikerjakan diseluruh di Indonesia dan diharapkan dapat meningkatkan daya beli yang ada di wilayah masing-masing. "Dalam jangka waktu 50 hari ini dikelola oleh perkumpulan petani pakai air yang diawasi oleh balai Kementerian PU. Saat ini ada 180 titik yang ada di Sumsel dengan total anggaran 41 miliar dipakai untuk padat karya tunai dan swakelola diharapkan dengan pemeliharaan irigasi dan perbaikan irigrasi dan dapat ditingkatkan, semuanya akan dikelola seperti ini juga nantinya,"ujar Jokowi. Menurut Jokowi dengan upah 90.000 per orang diharapkan para pekerja ini dapat gaji per minggu dan dapat menjadi perputaran ekonomi di wilayah ini sehingga nantinya dapat meningkatkan baik itu dalam segi infrastruktur ataupun dari segi perekonomian. "Dengan adanya pendapatan dan yang pasti akan ada peredaran uang sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian dengan adanya peningkatan daya beli dan konsumsi di masyarakat yang ada di pedesaan wilayah ini, dan nantinya tentu akan diberlakukan di suruh Indonesia," ungkap jokowi  Sebelumnya, Kepala Negara terlebih dahulu membagikan bantuan sosial berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat Kota Palembang dan sekitarnya di SMA Negeri 1. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Sekda Hadiri Pembukaan Orientasi CPNS Kanwil Kemenkumham Sumsel 2018 Sumsel
23 Jan 2018 Dilihat 249x

Sekda Hadiri Pembukaan Orientasi CPNS Kanwil Kemenkumham Sumsel 2018

Palembang, Sumselprov.go.id - - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Nasrun Umar menghadiri acara Pembukaan orientasi CPNS Kanwil Kemenkumham Sumsel 2018, di Griya Agung, Senin (22/1). Dalam kesempatan itu Nasrun berpesan kepada mereka yang terpilih benar-benar mendedikasikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara. Nasrun Umar juga mengucapkan selwmat atas kelulusan 610 orang CPNS yang akan segera bertugas di Sumsel. Mereka ini terdiri dari S1 49 orang sementara sisanya merupakan lulusan SMA sisanya. "Kalian patut bersyukur telah terpilih. Setelah disumpah dedikasikanlah diri kalian untuk kepentingan bangsa dan nrgara," jelasnya. Dikatakan Sekda menyandang status CPNS dan PNS adalah hal yang tidak mudah. Perlu loyalitas dan menjaga pribadi agar tidak tercela. Paling tidak butuh waktu satu tahun untuk meningkatkan status dari CPNS menjadi PNS.   Sekda juga meyakini dengan rekrutmen yang transoaran dan akuntabel tanpa dipungut biaya seperti yang sudah rilakukan akan menghasilkan SDM yang terbaik.  "Harapan kita satu tahun, dididik dalam prajabnas, kemudian dievaluasi maka akan menghasilkan PNS-PNS yang berkulitas. Dengan PNs yang berkualitas maka visi misi negara ini akan tercapai," ujarnya. Sementara itu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia  Yasonna Laoly dalam teleconfrence mengatakan, di Indonesia ada 17.526 CPNS yang dapat menjadi  energi baru di Kemenkumhan.  Diapun meminta semua yang terpilih untuk  mendarmabaktikan diri bagi nusa dan bangsa. Seeta selalu menjaga sikap kejujuran dan kerja keras dan menjadi SDM yang memiliki dedikasi tinggi. Lebih jauh Yasonna meminta seluruh CPNS yang baru ini dapat melaksanakan dan mampu bekerja profesional, akuntabel, bertanggungjawab serta inovatif. Dia juga berpesan agar mereka yang terpilih inkli bisa menjadi bagian dari anak bangsa yang memberikan informasi terbaik bagi bangsa. Caranya dengan mengikuti tahapan-tahapan pendidikan. Selain Sekda Provinsi Sumsel, pembukaan acara ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian dan HAM,  H Sudirman D Hury.   MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.