Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Pembangunan KEK TAA Mulai menggeliat
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pembangunan kawasan ekonomi khusus Tanjung Api-Api (KEK TAA) mulai bergerak cepat. Di awal tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan mulai membangun pelabuhan pendukung operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api. Pada tahap pertama ini, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Perhubungan Prov Sumsel, Uzirman Irwandi mengatakan, pihaknya baru mennggarap lahan seluas 2 hektar sebagai pendukung pelabuhan. Untuk mengetahui kedalaman perairan tersebut. "Ujicoba yang dilakukan baru untuk kapal berukuran 50 meter," ungkapnya, Kamis (25/1). Menurutnya, uji coba kedalaman perairan cukup penting dilakukan. Mengingat perkembangan KEK TAA kedepannya. Setelah tahap uji coba tersebut dianggap selesai. Pihaknya akan melakukan uji coba dengan kapasitas kapal yang lebih besar. "Uji coba ini akan meningkat, karena ini baru tahap awal," katanya. Pelabuhan pendukung ini secara Detailed Enginering Desain (DED) dibuat seluas lima hektar. Namun baru akan dibangun secara minimal dua hektar dahulu. [rhd/Rmol] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Lagi, Sumsel Jadi Tuan Rumah Event Internasional ICC MAB 2018
Palembang , Sumselprov.go.id -- Tidak hanya event-event olahraga Internasional saja digelar di Provinsi Sumsel akan tetapi pada tanggal 23 sampai 28 Juli 2018 nanti, Palembang kembali dipercaya jadi tuan rumah event internasional yakni International Coordinating Council of the Man and The Biosphere Programme (ICC MAB). ICC MAB merupakan pertemuan tahunan Internasional yang berlangsung di Palembang seperti MAB-UNESCO, Palembang Landscape Festival yang digagas oleh Mitra Green Growth Sumsel dan Regional Landscape Kabupaten yang dikoordinir oleh Bupati Kabupaten Muba. Kegiatan ini sendiri sangat disambut baik Gubernur Sumsel Alex Noerdin. "Kegiatan ini bagus ditambah lagi Sumsel, Kota Palembang menjadi hostnya,"ujar Alex Noerdin saat menerima Executive Director Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Y. Purwanto DEA di Griya Agung Palembang, Jumat (26/1). Di samping itu, orang nomor satu di Sumsel tersebut juga memberikan sedikit arahan untuk kegiatan yang akan diikuti oleh 120 Negara tersebut. "Untuk acara ini nanti lakukan persiapan yang matang sehingga acara ini benar-benar bisa berjalan dengan lancar. Dan jangan lupa juga harus perlu dukungan sponsor,"himbaunya. Sementara itu, Purwanto mengatakan, sebelumnya telah di sepakati bersama bahwanya Indonesia akan menjadi Host untuk kegiatan ini, dan Sumsel khususnya Kota Palembang yang dipilih. "Kegiatan ini sendiri pertama kalinya di Asia dan juga di Indonesia,"terangnya. Untuk pelaksanaannya, lebih jelas Purwanto mengatakan akan dilaksanakan di Hotel Novotel Palembang yang diikuti dari 130 Negara pada tanggal 23 sampai 28 Juli 2018 mendatang dengan di dukung oleh beberapa pihak seperti KLHK, LIPI dan Pemprov Sumsel dan private sector. "Nanti juga ada beberapa event seperti Internasional Conference, Exhibition dan talk show. Ini juga sudah yang ke 30 tahun ICC MAB Meeting,"tutupnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Investor Bangun Pipa Gas Bumi TAA- Muntok
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menerima perwakilan Operation Director PT. Lima Pasifik Energi, terkait investasi di bidang pembangunan infrastruktur pipa transmisi gas bumi ruas Palembang Tanjung Api Api - Muntok di di Griya Agung, Jum'at (26/01). Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyambut baik minat PT Lima Pasifik Energi. Menurut Alex, pembangunan pipanisasi gas bumi ruas Palembang Tanjung Api Api - Muntok lebih cepat lebih baik, mengingat batas akhir yang telah ditetapkan April mendatang harus sudah membuat feasibility study dan Front end Engineering Design. Dikatakannya, momentum itu tidak selamanya ada oleh sebabnya harus diambil tindakan yang cepat. Ia menuturkan pembangunan pipanisasi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) cukup yang simple saja, tidak harus yang bermacam-macam. "PT Lima Pasifik Energi kalau berminat ayo, mungkin PT Lima Pasific ini di atas ekspetasi kita segerakan saja, bulan April itu deadline sudah membuat feasibility study dan Front end Engineering Design. Kita buat kesepakatan kalau memang PT ini mempunyai kemampuan untuk membuat feasibility study dan Front end Engineering Design," ungkapnya Dalam kesempatan ini pula, Alex memamerkan pusat pertumbuhan ekonomi Sumsel yakni Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api (KEK TAA) yang saat ini menjadi lirikan para investor. Ia berharap investasi PT Lima Pasifik Indonesia tidak hanya berhenti di pembangunan pipa gas saja melainkan kerjasama yang bisa dilanjutkan ke KEK TAA. "Silakan PT Lima Pasifik Indonesia beserta mitra berinvestasi di Tanjung Api-Api, selain pembangunan pipa gas. Sebab KEK TAA ini jauh lebih baik dari Special Economic Zone dimanapun berada," pungkasnya Sementara Operational Director PT Lima Pasifik Energi M. Effendi dalam paparanya mengatakan, Kompetensi PT Lima Pasifik Energi dalam mengelola usaha gas mendorong untuk membentuk badan usaha yang secara fokus dan profesional. Dimana, sumber daya dan aset serta jaringan bisnis ada menjadi modal utama untuk mengembangkan dalam koridor nilai-nilai keberhasilan usaha Minyak dan Gas Bumi. "Misi PT Lima Pasifik Energi menyediakan pasokan Gas Bumi melalui pipa secara terpadu mulai dari Lapangan Gas dan atau Regasifikasi hingga ke offtaker yang berkepentingan, kemudian untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan," tuturnya Di akhir paparannya Effendi menambahkan, terkait fasilitas yang dibutuhkan dari Pemerintah Provinsi Sumsel adalah izin prinsip pemasangan jalur diruas jalan Tanjung Api-Api sebagai landasan hukum bagi pelaksanaan pemasangan pipa gas bumi. "Kami juga membutuhkan Right of Ways Bapak Gubernur, terkait izin penggunaan atau pembebasan lahan jalur pipa gas ruas Palembang- Tanjung Api Api," pungkasnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Wagub: Diharapkan Raperda Nanti Meminimalisir Kerusakan Lingkungan Hidup
Palembang, Sumselprov.go.id -- Wakil Gubernur Sumsel Ir HIshak Mekki MM menyatakan dengan diajukannya 2 Raperda usul inisiatif dewan ini merupakan salah satu manivestasi kerja keras serta kesungguhan DPRD Provinsi Sumsel untuk melaksanakan salah satu fungsinya yaitu fungsi legislasi dalam upaya melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk mendukung suksesnya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Selatan. Mengenai raperda tentang perubahan kedua atas peraturan daerah Nomor 3 tahun 2011 tentang pajak daerah memerlukan gambaran mengenai dasar perluasan objek pengenaan PBB-KB untuk sektor usaha ekonomi di bidang industri, perkebunan, pertambangan, dan kehutanan, serta besaran perhitungan tarif pengenaan PBB-KB pada sektor tersebut. “Disamping itu pembahasan Raperda ini agar dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, untuk itu kami menyarankan agar dapat dikonsultasikan dengan Kementerian Dalam Negeri cq Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah,” ungkap Ishak Mekki pada penyampaian pendapat gubernur terhadap dua Reperda Inisiatif Paripurna DPRD Sumsel, Kamis (25/1/2018). Selain itu menurut Ishak sebagaimana dimaklumi bahwa pajak daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undangundang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bahwa salah satu jenis pajak provinsi adalah pajak bahan bakar kendaraan bermotor yaitu berupa semua jenis bahan bakar cair atau gas yang digunakan untuk kendaraan bermotor, “ katanya. Pemungutan pajak bahan bakar kendaraan bermotor menurutnya dilakukan oleh penyedia bahan bakar kendaraan bermotor yaitu produsen dan/atau importir bahan bakar kendaraan bermotor, baik untuk dijual maupun untuk digunakan sendiri berdasarkan harga jual bahan bakar kendaraan bermotor sebelum dikenakan pajak pertambahan nilai, meliputi pertamax, premium, solar, gas dan sejenisnya yang disediakan atau dianggap digunakan untuk kendaraan bermotor, termasuk bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan di air. Berdasarkan ketentuan Pasal 31 Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 tentang pajak daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2017, Pemerintah Provinsi Sumsel telah menetapkan tarif dasar pengenaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 7,5 persen. Hal ini dirasakan belum optimal sehingga akhir-akhir ini mengalami kesulitan dalam mencapai target penerimaan, disamping adanya beberapa kendala dan hambatan dalam pelaksanaan di lapangan baik mengenai perhitungan dasar pengenaan maupun dalam penetapannya. Memperhatikan kondisi tersebut, lanjutnya diperlukan adanya pengaturan / peninjauan kembali terhadap Perda Nomor 3 Tahun 201 1 khususnya mengenai pajak bahan bakar. “Kami menyambut baik usul inisiatif DPRD Provinsi Sumatera Selatan terhadap perubahan peraturan daerah ini, mengingat keberhasilan pemungutan pajak daerah sangat tergantung pada kerja sama dan kerja keras kita semua termasuk dukungan DPRD yang terhormat,” katanya. Mengenai Raperda tentang pengelolaan dan pelestarian ekosistem gambut menurutnya Provinsi Sumatera Selatan memiliki lahan gambut terluas kedua di Pulau Sumatera setelah Provinsi Riau yang tersebar di lima kabupaten yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Musirawas, dan Muaraenim. “Sebagaimana diketahui bahwa lahan gambut sangatlah penting artinya karena merupakan sistem penyangga kehidupan yang berfungsi sebagai sumber air, sumber pangan dan menjaga kekayaan aneka ragam hayati, dan berfungsi sebagai pengendali iklim global. Di samping itu juga lahan gambut berperan dalam menjaga dan memelihara keseimbangan lingkungan. Secara hidrologi, ekosistem lahan gambut sangat penting dalam sistem kawasan hilir suatu daerah aliran sungai karena kemampuannya menyerap air sampai dengan 13 kali bobotnya,” katanya. Sehubungan dengan hal tersebut maka idealnya pembangunan perekonomian yang memanfaatkan lahan untuk perkebunan dan pertanian haruslah berwawasan lingkungan sehingga dapat menciptakan “pembangunan berkelanjutan”. Untuk itu semua pihak yang terkait dalam menyusun rencana pembangunan agar selalu memperhatikan aspek lingkungan dengan menyeimbangkan antara pemeliharaan lingkungan dengan pemenuhan kebutuhan manusia, dimana manusia memerlukan kebutuhan sandang, pangan, dan papan yang diperoleh dari alam. Sedangkan alam itu sendiri haruslah dilestarikan sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sebagaimana dimaklumi menurutnya bahwa hutan dan/atau lahan merupakan sumber daya alam yang sangat potensial untuk dimanfaatkan bagi pembangunan dan juga sebagai penyangga ekosistem yang kondisinya terus menurun akibat eksploitasi serta kebakaran hutan/lahan sehingga perlu dijaga kelestariannya dan dikelola dengan baik guna menunjang pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Selain itu penyebab utama kebakaran hutan dan lahan tersebut adalah akibat dari faktor alam dan faktor manusia karena tidak sengaja, lalai maupun kesengajaan. Oleh karena itu dalam pemanfaatan lahah gambut harus lebih berhati-hati, saat ini lahan gambut makin lahan, penebangan hutan, perambahan, dan kebakaran hutan/lahan. Selama ini menurutnya cukup banyak peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah di bidang pengelolaan, pengendalian dan pelestarian lingkungan hidup termasuk pengelolaan ekosistem gambut mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri dan berbagai surat edaran, akan tetapi pelaksanaan pengendalian dan pelestarian ekosistem gambut masih dirasakan sangat rendah yang disebabkan adanya ulah pihak yang kurang bertanggung jawab sehingga masih banyak terjadi/ditemukan kerusakan lingkungan termasuk kerusakan lahan gambut. Sesuai ketentuan Pasal 45 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut, ditegaskan bahwa kegiatan pemanfaatan ekosistem gambut dengan fungsi lindung yang telah mendapat izin usaha dan belum ada kegiatan di lokasi, wajib menjaga fungsi hidrologis gambut dan dalam hal pemegang izin tidak melaksanakan kewajiban menjaga fungsi hidrologis gambut tersebut selama 2 tahun, maka izin usaha tersebut dicabut oleh pemberi izin. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan pengendalian terhadap pemanfaatan lahan gambut, namun masih banyak ditemukan pihak-pihak tertentu yang telah memperoleh izin akan tetapi tidak melaksanakan kewajiban menjaga fungsi hidrologis. "Untuk itu diharapkan dengan terbentuknya Raperda ini nantinya kita semua dapat melakukan pengawasan dan pembinaan secara lebih intensif agar kerusakan lingkungan hidup khususnya lahan gambut dapat diminimalisir. Selanjutnya kami menyarankan agar terhadap Raperda ini dapat dilakukan pengkajian yang mendalam dengan melibatkan para ahli, organisasi perangkat daerah, unit kerja dan instansi terkait sehingga tujuan dan sasaran pembentukan Raperda ini dapat tercapai, tentunya dengan tetap memperhatikan aspek kewenangan, lembaga/institusi yang bertanggung jawab untuk pelaksanaannya dan keselarasan dengan peraturan perundang undangan yang lebih tinggi,” katanya. Sedangkan Wakil Ketua DPRD Sumsel H Chairul S Matdiah SH MHKes mengatakan pendapat Gubernur Sumsel mengenai dua raperda tersebut akan ditanggapi DPRD Sumsel yang akan disampaikan Badan Pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Sumsel dalam rapat paripurna, Kamis (1/2/2018) yang akan datang(sripoku.com) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Giliran Tenaga Medis Terkagum-Kagum Saksikan Progres Asian Games
Palembang, Sumselprov.go.id -- Setelah sebelumnya Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengundang para pelajar ke Griya Agung untuk mengikuti sosialisasi Asian Games, Jumat (26/1) giliran tenaga medis yang disosialisasi. Dikatakan pelopor sekolah gratis tersebut, sosialisasi Asian games ke XVIII ini sangat perlu disosialisasikan karena masih banyak diantara masyarakat yang belum paham betul apa manfaat dari Asian Games bagi pembangunan daerah. Sebenarnya, kata Alex pesta olahraga tersebut berdampak besar bagi pembangunan daerah Provinsi Sumsel. "Salah satunya kita mempunyai Light Rail Transit (LRT), kalau tidak ada Asian Games tidak ada LRT. Selain itu ada dua fungsi LRT, diantaranya menyelesaikan kemacetan dan kedua untuk mengakut para atlet, official dan para tamu dari luar mulai dari Bandara SMB II menuju Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Jadi tidak ada Asian Games tidak ada LRT," ujar Gubernur Alex Noerdin pada Sosialisasi Asian Games ke XVIII Tahun 2018 kepada Para Medis dan Tenaga Kesehatan se-Provinsi Sumsel. Di samping itu, Alex menjelaskan membangun satu daerah tidak mungkin cukup menggunakan dana sendiri, bahkan APBD sendiri tidak akan pernah cukup. "Saya Alhamdulillah sudah 2 kali Bupati dan Insya Allah 2 kali menjadi Gubernur, jadi saya tahu persis berapa besar untuk membangun daerah,"lanjutnya. Oleh karena itu, dengan cara mencari para investasi dari luar namun harus kenal dulu dengan Provinsi Sumsel. Jadi untuk memperkenalkan Sumsel dengan langkah pertama mempromosikan dengan jalur yang cepat melalui olahraga. "Kita pernah menjadi tuan rumah seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004, Sea Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013 dan Asean University Games 2014. Hingga sampai sekarang ada 39 event Internasional yang dilaksanakan di Sumsel,"sambung Alex. Provinsi Sumsel menjadi dan dipercaya melaksanakan event-event Internasional karena kondusifitas daerah. Alhamdulillah belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan antar umat beragama. Bahkan zero konflik Provinsi Sumsel sudah mendunia. Lebih membanggakan lagi, Alex menyebutkan Sumsel sudah memiliki JSC yang bertaraf Internasional dengan mempunyai 20 venue di sekitarnya. Satu-satunya Kota Olahraga di dunia yang terintegrasi di tengah kota. Apalagi, diungkapkan Mantan Bupati Muba 2 periode itu bahwa infrastruktur pendukung hampir selesai seperti LRT dan ditambah lagi tiga ruas jalan tol, Musi IV dan Musi VI, Rumah Sakit, fasilitas air bersih, kapasitas perluasan bandara, underpas/flyover dan lainnya. Selain itu juga, JSC juga dibangun rumah ibadah dari lima agama berbeda yang sedang di bangun berdampingan. Sehingga, dari 34 Provinsi di Indonesia hanya dua Kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018 yaitu Jakarta dan Palembang. Tentu penyelenggaraan Asian Games juga menjadikan Palembang sebagai kota wisata olahraga di Indonesia sehingga berdampak pada meningkatnya kujungan wisata. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nurainy mengatakan, ada kurang lebih dari 1.700 orang yang hadir dari tenaga kesehatan dan para medis. Diantaranya perawat, bidan, ahli gizi dan lainnya. "Kami sebagai tenaga kesehatan siap mendukung Asian Games 2018,"tutupnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Presiden Jokowi Yakini ASEAN-India Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kawasan
Sumselprov.go.id New Delhi, Presiden Joko Widodo meyakini ASEAN-India dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Samudera Hindia yang akan mendukung terciptanya kemakmuran dan stabilitas di lingkar Indo-Pasifik.Kamis(25/1/2018) Keyakinan tersebut bukanlah tanpa sebab, melihat banyaknya potensi yang dimiliki ASEAN dan India. Salah satunya jumlah penduduk yang mencapai hampir dua miliar jiwa. "Dari angka tersebut, penduduk usia produktif mencapai hampir 1,5 miliar," ungkap Presiden Jokowi dalam Sidang Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan ASEAN-India yang digelar Kamis, 25 Januari 2018, di Hotel Taj Diplomatic Enclave, New Delhi, India. Selain itu, optimisme pertumbuhan ekonomi dunia juga memiliki peran yang cukup penting di mana diperkirakan naik menjadi 3,7 persen pada tahun 2018 dari 3,6 persen pada tahun 2017. Presiden Jokowi pun mengapresiasi kerja sama ASEAN-India yang telah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi masing-masing negara. Bahkan ekonomi ASEAN diprediksi tumbuh 5 persen sedangkan ekonomi India diperkirakan tumbuh 7 persen pada tahun 2018. "Berkat kerja kita bersama, ekonomi tumbuh positif di atas pertumbuhan ekonomi global," ucap Presiden Jokowi. Meski demikian, masih ada sejumlah kondisi global yang belum stabil yang harus dihadapai ASEAN dan India. Mulai dari pesimisme pelemahan ekonomi global pada jangka panjang hingga meningkatnya kecenderungan proteksionisme di berbagai negara. Oleh karena itu, Presiden mengajak ASEAN bersama-sama dengan India untuk melanjutkan perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang akan mewakili hampir setengah populasi dunia, 31,6% dari GDP global, dan 28,5% perdagangan dunia. Kepala Negara juga menyatakan kesiapan Indonesia dan ASEAN untuk bekerja sama dengan India dalam rangka menemukan _landing zones_ yang pragmatik agar upaya perluasan dan pendalaman _supply chain_ di kawasan RCEP dapat terwujud. "Indonesia menyerukan perlunya mengintensifkan upaya menyelesaikan perundingan RCEP pada tahun 2018," ujar Presiden Jokowi.Mc Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ
Sumsel
LRT Jangan Jadi Mubazir Setelah Asian Games
Palembang, Sumselprov.go.id -- Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan pusat memiliki rasa tanggungjawab moral bagaimana agar Light Trail Transit (LRT) tidak mubazir setelah Asian Games 2018. “LRT adalah transportasi di Palembang harus dimanfaatkan dan dioptimalkan dengan regulasi-regulasi yang mengharuskan , bagaimana orang mau menggunakan LRT,” katanya, Kamis (25/1). Pihaknya menghimbau, bagaimana masyarakat sampai ke stasiun LRT itu dengan mudah. “Kalau dengan susah, sudah pada males, akhirnya nbegitu, jadi bukan pada sisi masyarakat tapi perusahaan LRT kedepan bagaimana memberikan kenyamanan kepada masyarakat,” katanya. Soal penambahan jalur LRT, dia mengaku belum tahu programnya kedepan seperti apa. Sebelumnya Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan kesiapan dukungan prasarana dan sarana dari Kemenhub baik di Jakarta dan Palembang untuk acara Asian Games ke-18 yang akan digelar pada tahun 2018. Beberapa dukungan tersebut diantaranya pengembangan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang, Kereta Bandara Soekarno Hatta, serta pemberian bantuan bus rapid transit (BRT). Sekjen Sugihardjo mengatakan bahwa kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Palembang hari ini dalam rangka mengecek kesiapan sejumlah fasilitas untuk Asian Games 2018, sekaligus memastikan dukungan Kemenhub dalam penyiapan prasarana dan sarana yang akan dipergunakan sebagai fasilitas dalam acara Asian Games, antara lain meningkatkan kapasitas layanan bandara, baik bandara Soetta dan bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Lebih lanjut Sekjen Sugihardjo menjelaskan beberapa peningkatan layanan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II mulai dari perluasan paralel taxi way dari 42 m x 31.5 m menjadi 165 m x 23 m, kemudian perluasan kargo dari luas 400 m2 menjadi 2234 m2, perluasan apron dengan kondisi eksisting 94.434 m2 menjadi 124.021 m2, serta penambahan garbarata sebanyak 3 unit menjadi 8 unit. “Untuk bandara di Palembang, kapasitas terminal juga kita perluas dari 3.2 juta pax/tahun menjadi 4 tahap sampai tahap ultimate sebesar 15 juta pax/tahun,” kata Sugihardjo. Terkait LRT Palembang, Sekjen Kemenhub menjelaskan bahwa konstruksi LRT ditargetkan selesai pada bulan Februari 2018 sepanjang 23,5 km dengan 13 stasiun yang menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sampai Stadion Jaka Baring. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2017 progres pembangunan LRT mencapai 39% dari target sebesar 34%. “LRT target selesainya pada Februari 2018. Setelah Februari ada commisioning test yaitu test track sarananya selama 3 bulan. Sehingga keseluruhan dari sisi prasarana, sarana dan sistem operasinya akan siap operasi pada bulan Juni 2018,” terang Sugihardjo. Selain itu, Sugihardjo juga menjelaskan dukungan Kemenhub lainnya melalui transportasi darat, yaitu pemberian bantuan bus rapid transit (BRT) kepada Pemerintah Kota Palembang mulai tahun 2009 sebanyak 15 unit, tahun 2015 sebanyak 50 unit, dan tahun 2016 sebanyak 39 unit. “Total bis yang sudah kita berikan sebanyak 104 bus mulai tahun 2009 sampai dengan 2016 dan nanti pada saat Asian Games 2018 kita berencana untuk menyewa sekitar 250 bus untuk digunakan di Jakarta dan Palembang, karena kalau kita berikan lagi dan setelah acara selesai tidak terpakai akan mubazir,” jelas Sekjen. Dukungan lain pada sisi darat adalah pengadaan dan pembangunan pengaturan persimpangan dengan menggunakan teknologi informasi (ATCS) di kota Palembang dan pemasangan perlengkapan jalan. Lebih lanjut untuk menyambut kedatangan serta fasilitas angkutan bagi peserta Asian Games yang datang di Bandara Soekarno Hatta, Kemenhub sudah menargetkan kereta Bandara Soekarno Hatta selesai pada Juli 2017 sesuai arahan Presiden Jokowi. “Kata kuncinya karena target Juli 2017 sementara Asian Games 2018 maka disimpulkan kereta bandara bisa untuk menunjang pergerakan dari pusat kota ke bandara atau atlet yang baru datang dari bandara ke pusat kota,” ujar Sugihardjo. Sekjen Sugihardjo juga memberikan apresiasi kepada jajarannnya di Kemenhub yang telah bekerja keras untuk mensukseskan persiapan penyelenggaraan Asian Games tahun 2018. “Saya yakin dengan dukungan dan kerja keras semua, kita optimis bahwa ini semua akan tercapai dan kami sebagai Pimpinan dari Kemenhub memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran dari Kemenhub baik di Perkeretaapian, Darat dan Udara sudah bekerja dengan all out,” ujar Sugihardjo.#osk/BP
Sumsel
Ishak Mekki: Pembangunan Ini Harus Memberikan Kontribusi yang Besar
Palembang, Sumselprov.g.id - - Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Haji Djapri di Jalan Mayor Salim Batubara Lorong Amal 1125 RT. 034, RW. 009 Kelurahan 20 Ilir D-1 Kecamatan Ilir Timur 1 (Sekip Pangkal) Palembang. Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan Masjid Haji Djapri yang nantinya akan digunakan bagi masyarakat dan sekitarnya. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki memberikan apresiasi kepada keluarga besar Haji Djapri yang berinisiatif bersepakat untuk menggunakan tanah bagi pembangunan Masjid, semua ini adalah untuk kepentingan umat dan masyarakat disekitarnya. "Saya harapkan dengan pembangunan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya masyarakat Kota Palembang,"ujarnya. Keluarga ini merupakan salah satu contoh yang peduli kepada orang lain dengan mewakafkan tanah bagi orang banyak sehingga bermanfaat. Tentunya tanah yang sangat berarti bagi keluarga ini namun dengan ikhlas diberikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, orang nomor dua di Sumsel ini berharap pembangunan Masjid ini berjalan dengan lancar dan doakan agar proses pelakasanan pembangunan tidak ada hambatan. Jika sudah terbangun tentunya sangat bermanfaat sekali. "Saya harap setelah Masjid selesai untuk dilakukan kegiatan yang baik, sehingga keberadaan Masjid ini betul-betul dapat memberikan kontribusi yang besar sehingga mencetak kader yang berakhlak baik nantinya,"ungkap Ishak Mekki. Sementara itu, selaku Ketua Yayasan Al-Ikhlas Sekip, F. Ridho mengatakan, bahwa lokasi pembangunan Masjid ini sebelumnya ada sebuah rumah panggung yang berumur puluhan tahun. Sekitar tahun 2017 lalu, rumah yang didirikan pada tahun 1949 an yang sudah tidak dihuni lagi ini roboh sehingga sepakat rembuk keluarga untuk menghibahkan dalam pembangunan Masjid. "Maka dari itu, kami mengundang semua masyarakat disini untuk menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Haji Djapri, dan semoga dalam pembangunannya berjalan dengan lancar,"ujarnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Ketua Komisi X DPR RI: Tidak Ada Lagi yang Perlu Ditakutkan #Tinjau Persiapan Asian Games di JSC
Palembang Sumselprov.go.id- Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja spesifik ke komplek Jakabaring Sport City (JSC), Kamis (25/1). Usai berkeliling meninjau fasilitas venue untuk Asian Games di kawasan tersebut, Djoko mengaku tak ada lagi yang perlu ditakutkan terkait persiapan Sumsel sebagai tuan rumah. Pernyataan anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat itu diungkapkannya saat gelar diskusi singkat di Griya Agung. " Dari siang berputar di komplek Jakabaring, saya yakin saya harus memberikan apresiasi atas kerja keras Sumsel. Saya kaget dengan persiapan yang sebentar tapi Sumsel sudah membuktikan dedikasinya yang besar. Tidak ada yang perlu ditakutkan dan kengerian kalau ini tidak jadi," tegasnya. Namun demikian, Djoko tetap berpesan meski progres pembangunan venue sudah sedemikian rupa Sumsel menurutnya tetap harus disiplin menyediakan fasilitas sesuai standar internasional. Dia tidak menginginkan standar yang tidak sesuai menjadi alasan dan kambing hitam bagi para atlet yang kalah bertanding. "Semua harus sesuai, lihat sarana prasarana seperti tempat makan, tempat tinggal atlet dan tempat makan," jelasnya. Menurutnya pesta ini tinggal beberapa bulan lagi. Saat Panja beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah diyakinkan oleh Gubernur terkait persiapan ini. Karena itu diapun berpesan agar persiapan yang dilakukan terus dilakukan mengingat perhelatan ini bukan hanya mempertaruhkan nama Sumsel namun bangsa Indonesia. "Yang tak kalah penting juga kita harus menjaga prestasi untuk merebut medali sebanyak-banyaknya. Paling tidak masuk 8 besar atau bahkan 7 besar," jelasnya. Selain mengingatkan soal standar internasional, rombongan ini juga berpesan kepada pemerintah daerah Sumsel mengenai landskap sekitar kawasan JSC dan ragam kegiatan pendukung saat perhelatan digelat. Semisal atraksi kesenian apa yang akan disajikan untuk menyambut para tamu dari 45 negara tersebut. Sementara itu, Sekda Sumsel Nasrun Umar yang ditugaskan menggantikan Gubernur Sumsel yang berhalangan hadir mengatakan, sangat bangga atas kehadiran rombongan Komisi X DPR RI ke Sumsel. Padahal dia tahu betul jadwal setiap anggota yang super padat. "Ini kebanggan kami karena di sela kesibukan masih sempat ke JSC. Ini merupakan kunjungan kesekian kali dan pasti memberi dan pesan mendalam bagi kami sebagai tuan rumah. Semoga dengan kunjungan ini menambah keyakinan kami Palembang dan Sumsel untuk melakukan persiapan sebaik mungkin," jelasnya. Untuk diketahui jelas Nasrun, saat ini progres pembangunan JSC sangat menggembirakan. Mulai dari venue bowling, venue dayung venue menembak, voley pantai, panjat tebing dan athletik sudah rampung. "Bahkan di JSC telah berdiri Politeknik Olahraga Indonesia. Di JSC juga ada 5 tempat ibadah berdampingan. Ini menunjukka bahwa sumsel adalah daerah yang zero konflik. Oleh sebab itulah banyak event internasional digelar disini,"paparnya. Dalam rangka persiapan ini, diakuinya banyak dana APBN yang dikucurkan ke Sumsel hingga Rp68 triliun. Ada LRT, underpass dan fly over. Dana itu sangat besar dibandingkan 33 provinsi lain. " Tapi bagaimanapun kami tetap butuh support Komisi X DPR RI. Kunjungan ini sangat positif karena paling tidak kami dikoreksi berikan petunjuk, sarana dan masukan untuk penyempurnaan agar Asian Games terlaksana dengan baik," ujarnya. Selain Ketua Komisi X DPR RI, Djoko Udjianto, anggota lain yang ikut hadir dalam rombongan itu di antaranya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H.A.R Sutan Adi Hendra, kemudian mantan petenis terkenal Indonesia Yayuk Basuki, Sri Melyana Venna Melinda, Mustafa Kamal, Anas Thahir, Dedi Wahidi, Sofyan Tan dan beberapa anggota lainnya. Usai kunjungan ke JSC dan berdiskusi singkat di Griya Agung, rombongan ini langsung bertolak kembali ke Jakarta. HP. Mc Diskominfi Prov Sumsel/FS