Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Mampu Tahan Beban 35 Ribu Ton, Jembatan Musi VI Sudah Capai 60% Sumsel
03 Feb 2018 Dilihat 103x

Mampu Tahan Beban 35 Ribu Ton, Jembatan Musi VI Sudah Capai 60%

Palembang, Sumselprov.go.id -- Dengan kabel seling atau hanger yang terbuat dari baja sebagai pengangkat beban, dipastikan Jembatan Musi VI akan kuat menahan beban. Nanti, jika sudah bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun empat, jembatan tersebut dipastikan mampu menahan beban maksimal hingga 35 ribu ton. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi VI Joko Saputra mengatakan, untuk satu kabel seling tersebut bisa menahan beban seberat 3.400 ton. Sedangkan Jembatan Musi VI sendiri terdapat sebanyak 36 kabel seling. “Artinya puluhan ribu ton bisa ditopang oleh jembatan itu (Musi VI-red),” kata Joko, Kamis (1/2). Dikatakan Joko, kabel seling tersebut mampu bertahan 50-100 tahun. Namun begitu tetap perlu perawatan setiap tahunnya agar tidak lekas rusak. Adapun kabel seling yang digunakan diimpor dari Cina. Joko mengatakan, progres jembatan yang menghubungkan Jalan SM Mansyur di wilayah Kecamatan Ilir Barat (IB) II dengan Jalan Faqih Usman di Kecamatan Seberang Ulu I ini sudah mencapai 60 persen dari rencana 59 persen. Saat ini pengerjaan tahap pertama telah selesai dan masuk tahap kedua. “Penyambungan tengah berjalan. Sekarang ini kendalanya hujan. Kalau hujan, kita tidak berani kerja. Perkiraan waktunya satu bulan dan pengecoran pada Februari,” jelasnya. Pengerjaan lainnya pada tahap kedua ini, lanjut Joko, jalan akses Jembatan Musi VI ditambah landscape, ornamen serta art lighting atau semacam lampu yang ada di jembatan. Selain itu landscape atau taman pagar serta pengaman di proyek. Jembatan ditargetkan selesai dan bisa dilewati pada Juni atau Juli untuk Asian Games mendatang. “Akses jalan pendekat ada sebagian belum bebas. Sekarang proses pembayaran pembebasan lahan. Semua berjalan beriringan,” tutur Joko. Ia mengatakan, jembatan tersebut memiliki panjang 1.125 meter dengan lebar 11,50 meter. Tinggi kendaraan yang bisa melewati jembatan maksimal lima meter. Sedangkan jalan akses pendekat total 550 meter di Ilir dan 225 meter di Ulu. Jembatan tersebut berada 13 meter dari permukaan air sungai Musi dengan menghabiskan dana total Rp563 miliar. “Jembatan ini mirip dengan jembatan yang ada di Vietnam. Jika jalan ini selesai bisa mengalihkan pengendara dari Jembatan Ampera kira-kira 40 persen,” pungkasnya.#rio MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Ketua Tim BAP DPD RI Apresiasi Capaian Opini WTP Sumsel  Sumsel
03 Feb 2018 Dilihat 202x

Ketua Tim BAP DPD RI Apresiasi Capaian Opini WTP Sumsel

Palembang, Sumselprov.go.id - -Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar menerima kunjungan kerja dari Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Ruang Rapat Bina Praja Provinsi Sumsel, Jumat (2/2). Adapun kunjungan DPD RI kali ini dalam rangka rapat kerja BAP DPD RI untuk tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Tahun 2016/2017 pada Pemprov Sumsel. Dalam kunjungan tersebut ada 12 anggota BAP DPD RI yang hadir dipimpin oleh Ketua Tim BAP DPD RI Ayi Hambali.  Pada kesempatan itu, Sekda Sumsel Nasrun Umar melaporkan kondisi mengenai cara Pemprov Sumsel menyikapi hasil dari pemeriksaan Perwakilan BPK Sumsel atas laporan keuangan Pemprov Sumsel.  Disampaikannya ada dua agenda, pertama tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI tahun 2016/2017, kedua sistem standar akuntansi pemerintah daerah berbasis accrual pada Pemprov Sumsel.  "Kami laporankan bahwa sejak tahun 2014, 2015, dan tahun 2016 Pemprov Sumsel telah mendapat opini WTP. Alhamdulilah 2014 sampai 2016 mendapat opini WTP, dan semua itu tidak terlepas dari kerjasama stakeholder yang ada di OPD Provinsi Sumsel,"ujarnya.  Nasrun menyampaikan, berdasarkan peraturan BPK RI nomor 2 tahun 2010 tentang pemantauan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan BPK. Pelaksanaannya yang dapat berupa jawaban penjelasan paling lambat 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan.  Upaya Pemprov Sumsel menyikapi hal tersebut, jelas dia dengan menunjuk Inspektorat daerah untuk mendampingi tim BPK selama melakukan pemeriksaan. Melakukan pembahasan dan pemantauan temuan hasil pemeriksaan secara intensif selama pelaksanaan pemeriksaan dari TIM BPK. Kemudian membentuk TIM terpadu (terdiri dari beberapa OPD) guna tindak lanjut efektif.  Di dalam paparan nya, Nasrun juga menyebutkan berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang standar akuntansi pemerintah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 64 tahun 2013 tentang penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual pada pemerintah daerah. Tata kelola keuangan pemerintah mulai tahun 2015 dan seterusnya mengalami perubahan dari sebelumnya berbasis cash toward accrual menjadi accrual basic.  "Mudah-mudahan atas kunjungan dari BAP DPD RI membawah angin segar bagi Pemprov Sumsel," tutup Nasrun.  Sementara itu, Ayi Hambali mengatakan, sesuai konstitusi bahwa DPD RI melakukan rapat dipusat dan di daerah. "Kali ini kami sedang melakukan rapat di daerah salah satunya ke Provinsi Sumsel, terima kasih kepada Pemprov Sumsel atas fasilitasnya,"katanya.  Dalam rapat tersebut, Ayi memberikan apresiasi kepada Pemprov Sumsel beserta seluruh kabupaten/kota se Sumsel karena di tahun 2017 mendapat Opini WTP. "Alhamdulillah pada tahun 2017 semuanya Opini WTP, terkecuali masih ada satu Kabupaten,"ungkapnya.  Pasa kesempatan ini, Ayi juga meminta Kepala Daerah masing-masing Kabupaten/Kota untuk melaporkan hasil pada rapat tersebut.  Hadir juga pada rapat ini, Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara Syarif Hidayat, Sekda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Husin, Sekda Ogan Ilir Herman, Inspektur Kota Palembang Gusmah Yuzar dan Inspektur Muba R.E Aidil Fitri. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Terintegrasi LRT, Jalur Tranportasi Berubah Sumsel
02 Feb 2018 Dilihat 303x

Terintegrasi LRT, Jalur Tranportasi Berubah

Palembang, Sumselprov.go.id -- Segera beroperasionalnya LRT (light rail transit) akan berdampak pada operasional angkutan umum di Palembang. Salah satu yang membutuhkan penyesuaian yakni rute transportasi dalam kota. Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Agus Supriyanto, menjelaskan, saat LRT beroperasional memang akan ada perubahan jalur transportasi. “Sistem transportasi nanti dibuat terintegrasi,” ujarnya, kemarin. Khusus untuk BRT Transmusi, tak hanya berhenti mengangkut penumpang di halte haltenya, tapi juga menyambut penumpang LRT. Bus Transmusi menjadi transportasi massal yang beroperasi di jalan protokol. Untuk bus kota, saat ini tersisa 50 unit lagi. “Izin trayeknya habis tahun ini semua. Setelah itu, digantikan dengan Transmusi,” bebernya. Sedang angkutan kota (angkot), jumlahnya sudah berkurang banyak. Kalaupun masih banyak, hanya di jalur protokol tertentu seperti Plaju dan Kertapati. “Angkot juga sudah mulai kita alihkan ke trayek baru. Yang ditawarkan, rute menuju perumahan seperti ke Perumahan Talang Kelapa, Perumdam, Kuburan Cina, dan lainnya. Atau jalan-jalan kecil sampai ke rute pinggiran,” ungkap Agus. Diakuinya, trayek baru memang belum banyak peminatnya. Tapi dia yakin akan berkembang. Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Jalan Dishub Sumsel, Fansuri menambahkan, moda transportasi harus saling terintegrasi satu sama lain . Dengan begitu, akan memberikan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat pengguna jasa. LRT sebagai salah satu moda utama dapat berfungsi maksimal jika terintegrasi secara baik dengan angkutan lanjutannya (feeder). “Salah satu feeder yang dapat dioptimalkan yaitu angkutan perkotaan yang ada saat ini,” imbuhnya. Kepala Bidang (Kabid) Perkeretaapian Dishub Sumsel, Afrian Joni, menambahkan, uji coba kereta LRT direncanakan awal Maret nanti. Sebelum Asian Games, kereta itu sudah siap dioperasionalkan. LRT Palembang menggunakan tarif perintis atau public service obligation. Artinya, operasional kereta ini akan disubsidi pemerintah. Setiap tahun, pemerintah akan mengalokasikan dana subsidi mendukung operasional LRT tersebut. “Untuk tarif sudah fix Rp5.000 per penumpang,” imbuhnya. Dana subsidi itu untuk menutupi kebutuhan biaya listrik, petugas, pemeliharaan, kebersihan dan lainnya. Besaran pasti biaya operasional per tahun belum bisa dipastikan. Tapi dipastikan tembus miliaran rupiah. Tanpa subsidi dan hanya mengandalkan pendapatan dari tiket, tentu operasional LRT Palembang tak bisa maksimal. “Tapi kita juga belum tahu berapa lama subsidi ini akan diberikan pemerintah,” cetus Afrian. Seandainya subsidi disetop, bukan tidak mungkin tarif penumpang LRT akan naik. Namun, untuk sementara, tarif  Rp5.000 per penumpang itu flat. Artinya, penumpang naik dari stasiun mana saja dan akan ke mana ongkosnya senilai itu. Namun ada wacana khusus penumpang yang naik dari stasiun Bandara SMB II, tarifnya akan lebih mahal. “Tapi berapa besar tarifnya akan dirapatkan lagi, saat ini belum fix,” ujarnya. Degan tarif terjangkau, Afrian meyakini kalau LRT ini akan menjadi transportasi massal alternatif pilihan masyarakat. Namun, pihaknya menyadari kalau operasional kereta ini tetap membutuhkan dukungan dari moda transportasi darat lainnya. “Perlu adanya konektivitas transportasi. Dalam waktu dekat, hal itu akan dirapatkan dengan berbagai pihak terkait,” tukasnya. Saat ini, kereta LRT belum selesai dikerjakan PT Inka di Madiun. “Doakan saja semuanya lancar,” kata Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi. Targetnya, operasional LRT Palembang dilakukan sebelum pelaksanaan Asian Games nanti. Ditambahkan Vice President (VP) Public Relation PT KAI, Agus Komarudin, untuk kereta LRT direncanakan tiba di Kota Palembang awal Maret nanti. Pengiriman dilakukan PT Inka secara bertahap. “Dari 8 trainset yang dipesan PT KAI, akan dikirim dulu dua trainset,” bebernya. Agus menjelaskan, satu trainset (rangkaian) terdiri dari tiga gerbong. Dengan begitu, total ada 24 kereta untuk LRT Palembang. Ia memastikan, sebelum dikirim ke Palembang, kereta akan terlebih dahulu diuji coba PT Inka. “Setelah dinyatakan laik jalan, baru dikirim,” imbuhnya. Agus memastikan, kereta yang dibuat tipenya electrical multiple unit. “Sejenis kereta listrik, bukan komuter seperti yang ada di Jakarta,” tuturnya. Dia menegaskan, LRT Palembang harus sudah beroperasi Juni mendatang. Selama Asian Games, kereta ini untuk armada angkut para atlet dan ofisial peserta. Setelah event olahraga tingkat Asian itu berakhir, fasilitas ini dioperasionalkan secara komersil untuk umum. (yun/fad/ran/ce1) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Jelang Asian Games, Kunjungan Wisatawan ke Sumsel Meningkat Sumsel
02 Feb 2018 Dilihat 187x

Jelang Asian Games, Kunjungan Wisatawan ke Sumsel Meningkat

(Kiri ke kanan) Miriam dari Belanda, Roger dari Inggris, dan Hendry dari Italia berfoto di Benteng Kuto Besak (BKB) ketika berjalan-jalan, Senin (7/3/2016) siang.   Palembang, Sumselprov.go.id -- Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan merilis kunjungan wisatawan yang melakukan plesiran ke Sumsel pada periode 2017, Kamis (1/2/2018). Seperti tahun-tahun sebelumnya kunjungan para wisatawan  meningkat di akhir tahun. Pada bulan Desember jumlah wisman yang datang ke Sumsel mencapai 1.274 orang, jumlah ini meningkat 22,38 persen di bandingkan bulan November 2017 yang sebanyak 1.041 wisman. Angka itupun juga meningkat jika di banding dengan bulan Desember tahun 2016 yakni sebesar 11,17 persen atau naik dari 1.146 menjadi 1.274. Dari data yang dipaparkan peningkatan tersebut merupakan hal unik yang terjadi yakni di setiap akhir tahun jumlah wisaman yang berkunjung di Sumsel selalu meningkat. “Ya, ini seperti siklus tersendiri, banyak wisman untuk berkunjung ke Sumsel di akhir tahun,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumsel, Yos Rusdiansyah saat di jumpai di kantornya, Kamis (1/2). Yos mengakui jika siklus meningkatnya kedatangan wisman ke-Sumsel sering terjadi hanya di bulan Desember atau akhir tahun. “Pada tahun 2016 di bulan November sebanyak 1.021 wisman berkunjung dan meningkat pada bulan Desember nya menjadi 1.146. Sedangkan di tahun 2017 pada bulan November kunjungan wisman sebanyak 1.041 dan meningkat di bulan Desembernya menjadi 1.247 wisman. Ini membuktikan bahwa setiap akhir tahun kunjungan wisman selalu meningkat", Ujarnya. Sementara itu, Malaysia tetap menjadi negaranpenyumbang  wisatawan terbanyak yang berkunjung ke Indonesia, di Bulan Desember 2017 saja sebanyak 627 warga Malaysia datang berkunjung. “Diurutan ke dua ada Wisatawan Singapura sebanyak 186 orang, dan urutan ketiga wisatawan  dari Cina sebanyak 42 orang", ujarnya. Menurutnya, Yos berharap di tahun 2018 ini kunjungan Wisman bisa lebih meningkat lagi. “Apa lagi nantinya ada even besar Asian Games, akan banyak wisatawan khususnya yang berasal dari Negara peserta event olahraga terbesar Asia berkunjung ke Palembang,” pungkasnya(Sumber : Sripo.com). MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Sekda Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi di KPK, Simpulkan Tiga Poin Penting Pencegahan Korupsi di Sumsel Sumsel
02 Feb 2018 Dilihat 161x

Sekda Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi di KPK, Simpulkan Tiga Poin Penting Pencegahan Korupsi di Sumsel

Jakarta, Sumselprov.go.id -- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar menghadiri rapat koordinasi pencegahan dan penindakan korupsi terintegrasi diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan, Kamis (1/2).  Rapat koordinasi tersebut bertujuan menyerap informasi terkait kondisi di daerah. Dengan harapan adanya pemahaman serupa terkait program pencegahan dan penindakan korupsi terintegrasi termasuk area mana saja yang menjadi fokus pembenahan. Peserta rapat koordinasi meliputi 10 provinsi di Indonesia yakni Provinsi Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.  Semua daerah diwakili para Sekda dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah terkait.  Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengatakan, terhadap pencegahan korupsi di daerah khususnya di wilayah Sumsel, pada akhirnya nanti akan berada pada satu posisi dimana keberhasilannya akan ditentukan oleh tiga poin penting yakni komitmen pimpinan daerah. Kemudian bagaimana membudayakan integritas aparatur pemerintah di Provinsi Sumsel sehingga tanggungjawab, transparansi dan akuntable dapat mengiringi setiap tugas dan fungsi yang mereka lakukan terhadap pekerjaannya, serta penguatan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). “Tiga poin penting ini menjadi kesimpulan saya, poin yang terakhir tadi adalah APIP sangat penting dan harus dijadikan yang terdepan,” tegasnya. Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif mengatakan kunci utama keberhasilan pencegahan korupsi dan pembenahan tata kelola di pemerintah daerah merupakan komiten bersama seluruh stakeholder. “Jadi bukan hanya kepala daerahnya, tapi juga harus disertai dukungan dan komitmen kuat dari jajaran perangkat daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan stakeholder lainnya,” ujar Laode pada pembukaan rakor. Sementara itu, juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, beberapa fokus area pembenahan di daerah yang dibahas dalam rakor meliputi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Caranya dengan mendorong pemda membangun e-planning yang terintegrasi dengan e-budgeting, penganggaran barang dan jasa dengan penerapan e-procurement, kemudian pembenahan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), penguatan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan penerapan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Menurutnya, rakor tersebut merupakan upaya awal pencegahan dengan mendorong pembenahan tata kelola pemerintah secara konsisten dan komprehensif di 10 Provinsi pada tahun 2018, hasil pemetaan akan dijadikan rencana aksi dengan langkah perbaikan bersama. “KPK akan terus memantau kemajuan rencana aksi dengan monitoring dan evaluasi," pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Presiden Tegaskan Kunjungan ke Afghanistan Sesuai Amanat Konstitusi Sumsel
02 Feb 2018 Dilihat 149x

Presiden Tegaskan Kunjungan ke Afghanistan Sesuai Amanat Konstitusi

Sumselprov,go.id Jakarta- Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Afghanistan dan sejumlah kawasan Asia Selatan beberapa waktu lalu merupakan amanat konstitusi yang harus ditunaikan. Konstitusi negara kita menyebut bahwa Indonesia wajib mendukung upaya perdamaian dunia.Rabu (31/1/2018) Di Afghanistan sendiri, Presiden dan jajarannya aktif mendorong dan mengusulkan langkah-langkah yang dilakukan untuk membangun perdamaian di sana. Sementara di Bangladesh, pemerintah juga terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rakhine State di Cox's Bazar. "Menjadi kewajiban kita untuk ikut menjaga perdamaian dunia. Itu memang diamanatkan oleh konstitusi," tuturnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 31 Januari 2018. Selain itu, meskipun disebut dapat membahayakan dirinya, kunjungannya ke Afghanistan juga merupakan keinginannya untuk dapat membalas kunjungan yang dilakukan Ashraf Ghani dan istrinya dalam kesempatan terpisah ke Indonesia. "Presiden Ashraf Ghani sudah ke sini. Yang kedua, Ibu Negara Rula Ghani juga ke sini. Jadi kalau kita ke sana itu ingin kunjungan balik dan ini akan ditindaklanjuti oleh Pak Wapres di bulan Februari ini," ucapnya. MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ    

Baca Detail
Rumah Tua Bersejarah Di Kawasan 3-4 Ulu Harus Di Selamatkan Sumsel
02 Feb 2018 Dilihat 637x

Rumah Tua Bersejarah Di Kawasan 3-4 Ulu Harus Di Selamatkan

Palembang, Sumselprov.go.id -- Dinas Kebudayaan Kota Palembang dipimpin Kabid Cagar budaya dan permuseuman Abdul Gani bersama Kasi Registrasi Cagar Budaya , H Rijal SH didampingi Kasi Permuseuman dan Bangunan Bersejarah Nyimas Ulfah Aryeni bersama Wanda Lesmana, Penggiat Budaya Dirjen Kebudayaan RI melakukan pendataan bangunan dan benda tua serta bersejarah yang berada di kawasan 3-4 Ulu Palembang, Masjid Jamik Sungai Lumpur 10 Ulu, Kampung Arab Albahrad Al Barajan di 10 Ulu, Palembang , Rabu (31/1). Satu persatu rumah-rumah tua di kawasan tersebut di data termasuk rumah H Anang (Alm) tempat singgah Presiden Soekarno bersama istrinya Inggit saat usai pengasingan dari Bengkulu. Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Tegoeh mengatakan kalau inventarisir yang dilakukan pihaknya terutama seluruh rumah dan bangunan tua yang usianya 50 tahun. Rumah H Anang (Alm) tempat singgah Presiden Soekarno bersama istrinya Inggit saat usai pengasingan dari Bengkulu. “Kita data, kita katagorikan apa bangunan ini,” katanya,. Dan tahap selanjutnya menurutnya akan didaftarkan sebagai cagar budaya. “Sementara kita data dulu, bangunan-bangunan ini.Dengan pendataan ini kita verifikasi dulu hasilnya usulkan ke menjadi salah satu layak atau tidaknya jadi cagar budaya sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku,” katanya. Wanda Lesmana, Penggiat Budaya Dirjen Kebudayaan RI mengatakan lebih dari 10 rumah tua termasuk rumah transit yang rumahnya mirip dengan rumah pengasingan Presiden Soekarno bersama istrinya Inggit di Bengkulu yang menjadi rumah milik (Alm) H Anang di kawasan 3-4 Ulu Palembang. “Rumahnya mirip dengan rumah pengasingan bung Karno di Bengkulu tapi ukurannya lebih kecil saja, jadi Bung Karno habis dari pengasingan di Bengkulu dengan ibu Inggit sebelum jadi presiden balik ke Palembang karena H Anang, H Akil itu kawannya Bung Karno, nah ini rumah H Akil yang paling kayo, saudagar bagian pabrik segala macam disini juga, kalau H Anang rumahnya didepan dan dia beliau suka shalat di Masjid Jamik 3-4 Ulu, bung Karno kalau ke Palembang numpang shalat di situ juga , “ katanya. Rumah H Anang (Alm) tempat singgah Presiden Soekarno bersama istrinya Inggit saat usai pengasingan dari Bengkulu. Jadi menurutnya, kawasan 3-4 Ulu diakuinya sangat besar nilai sejarahnya termasuk ada rumah kayu yang sudah tua yang dulu adalah tempat tinggal Menteri agama pertama asal Palembang/ Menteri agama ke4 , yang juga Ulama masyumi yang namanya menjadi nama jalan yaitu KH.Azhari, kini rumah tersebut tidak berpenghuni dan tak terurus. Malahan di bawah rumah tersebut dijadikan kandang kambing oleh warga setempat. Diakuinya untuk menjadikan destinasi wisata di kawasan tersebut perlu di lengkap jalan yang bagus, penerangan “Intinya pihak Pemkot Palembang harus mengunjungi kawasan ini dan segera melestarikan warisan ini ,” katanya. Sedangkan cucu H Anang, Abdurahman alias Maman mengatakan umur rumah milik kakeknya ini H Anang dibangun tahun 1937 dan pernah disinggahi Bung Karno bersama istrinya Inggit usai pengasingan di Bengkulu. “Aku nempati rumah ini belakangan, dulu rumah ini kosong, ,” katanya.#osk/ BP MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Masya Allah! Momen Gerhana Bulan Total di Palembang Serasa Malam Lebaran, Bikin Takjub Sumsel
02 Feb 2018 Dilihat 158x

Masya Allah! Momen Gerhana Bulan Total di Palembang Serasa Malam Lebaran, Bikin Takjub

Palembang, Sumselprov.go.id -- Masyarakat Indonesia, khususnya kota Palembang kini sedang menikmati  fenomena 'seumur hidup' yakni gerhana bulan total yang diprediksi puncaknya akan terjadi pada Kamis (1/2/2018) dinihari. Fenomena gerhana bulan pun mulai terjadi pukul 18.30 WIB. Di kota Palembang, masyarakat memanfaatkan momentum ini dengan mengadakan sejumlah kegiatan, sepeti nonton bareng (nobar) gerhana bulan di sejumlah objek wisata, seperti di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Danau Jakabaring dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Banyak pula masyarakat yang menjadikan momen gerhana bulan total ini dengan beribadah dan mendekatkan diri dengan Tuhan yang Mahakuasa. Masjid-masjid yang memiliki basis jamaah dalam jumlah besar, seperti Masjid Agung Palembang, menggelar takbiran, salat gerhana dan tausiyah. Gema takbir layaknya malam 1 Syawal menggema di sejumlah masjid. Di masjid di lingkungan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya misalnya, meski di objek wisata ini akan mengadakan nobar gerhana bulan total, namun para pengunjung diajak untuk mengadakan doa bersama sebelum menyaksikan supermoon. "Katanya kan gerhana bulan terakhir tahun 1866, sekarang 2018 baru muncul lagi. Sayang kan kalau dilewatkan," ujar Sisil, seorang pengunjung di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Rabu (31/1/2018).  Pantauan TribunSumsel.com, fenomena gerhana bulan di kota Palembang menginjak fase Penumbra pada pukul 19.30 WIB, di mana bulan tampak berwarna putih cerah sbegaian. Satu jam kemudian, gerhana bulan menginjak fase Blood Moon di mana bulan berwarna merah membara pada pukul 20.30 WIB. Saat ini cuaca di kota Palembang pun masih tampak sedikit mendung, namun warga tetap antusias menyaksikan detik-detik gerhana bulan total (Sumber : TRIBUNSUMSEL.COM) MC Diskominfo Prov. Sumsel/Cley

Baca Detail
Seribu Kamera Lebih Pantau Test Event Asian Games 2018 Sumsel
02 Feb 2018 Dilihat 292x

Seribu Kamera Lebih Pantau Test Event Asian Games 2018

Jakarta, Sumselprov.go.id -- Menyambut pelaksanaan Test Event Asian Games 2018 pada 8-15 Februari nanti, Ketua Pengarah Asian Games Jusuf Kalla meresmikan Main Operation Center (MOC) Rabu (31/1). MOC akan menjadi mata Panpel Asian Games alias INASGOC selama kegiatan pemanasan Asian Games 2018 berlangsung. Perangkat baru ini ditempatkan di ruangan “KAKA” berukuran 10 meter x 15 meter yang ada di lantai dasar Markas INASGOC di Senayan, Jakarta Pusat. Di dalamnya ada 24 monitor dioperasikan tenaga profesional yang diambilkan dari karyawan INASGOC, 16 televisi berukuran 32 inch nempel di kanan-kiri dinding mengapit layar berukuran jumbo. MOC yang bersebelahan dengan Center Operation Command (COC) merupakan ruang kendali dan pemantau INASGOC untuk Games Operation, Administration, Support, dan Security. “Dalam rangka menyambut invitation tournament sebagai ajang test event, MOC ini diresmikan dan menjadi pusat kontrol seluruh kegiatan terkait Asian Games. Informasi yang tersedia di MOC ini sangat penting karena semua terpantau langsung dan bisa diambil tindakan jika terjadi sesuatu yang penting,” terang Jusuf Kalla yang saat peresmian didampingi Ketua KONI Tono Suratman, Ketua KOI yang juga Ketua INASGOC Erick Thohir, Wakil Ketua INASGOC Syafrie Syamsudin, CdM Asian Games Komjen (Pol) Syafruddin, dan Sesmenpora Gatot Dewa Broto. Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden RI ini menjelaskan, MOC bisa memantau kegiatan tidak hanya di Senayan tapi juga sampai di airport. Semua bisa dikontrol. Siapa naik mobil apa, plat nomornya berapa, akses yang akan dilalui macet atau tidak. Jika ada kecelakaan, terjadi di mana. Peralatan ini juga menjangkau di athlete village. Ditambahkan Direktur IT dan Telekomunikasi INASGOC Edi Prabowo, untuk meng-cover semua kegiatan atlet dan ofisial kontingen juga masyarakat di area venus Asian Games 2018 pihaknya menggandeng bendera instansi. Tujuannya memanfaatkan kamera yang sudah terpasang untuk bisa diakses. (kmd/Sumex) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.