Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Tangkai Lomba MTQ Tingkat Provinsi Bertambah
Ogan Ilir, Sumselprov.go.id -- Tangkai lomba Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 ditambah. Sebelumnya tujuh tangkai lomba menjadi sembilan tangkai lomba. Penambahan ini arahan dari LPTQ Nasional. Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Ansori Hijazi mengatakan, pihaknya siap melaksanakan anjuran penambahan tangkai lomba MTQ dari LPTQ Nasional. “Dua tangkai lomba yang ditambah ialah qiro’at murottal dan qiroatul sab’ah,” ujar Ansori kepada GLOBALPLANET.news, Sabtu (10/3/2018). Jadi, lanjut dia, total sembilan tangkai lomba itu adalah qiro'at sab'ah, qiro'ah murottal, fahmil Qur'an, Khotib, tafsir Qur'an 30 juz, M2Q, tahfiz 5 - 10 juz, dan tahfiz 10 - 20 juz. “Lokasi perlombaan ialah kompleks perkantoran terpadu Pemkab OI, Masjid Agung An-Nur, Masjid Abdul Wahab Bajumi, Ponpes Raudhatul Ulum, Ponpes Al Ittifaqiyah dan LPMP,” ujarnya. Untuk penginapan, masih dikatakan dia, para peserta lomba dan offical sudah dipersiapkan secara matang di beberapa hotel penginapan serta rumah warga. “Panitia MTQ tahun 2018 ini, gabungan dari Provinsi Sumsel dan Pemkab OI yang berjumlah 270 orang. Rinciannya dewan hakim dan panitera berjumlah 100 orang, panitia dari Provinsi Sumsel 20 orang dan dari Pemkab OI berjumlah 150 orang,” tuntasnya seraya berharap kegiatan MTQ ini berjalan lancar sukses. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Kompak Ajak Masyarakat Sukseskan Asian Games
Palembang, Sumselprov.go.id - - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin dan Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Palembang, Akhmad Najib kompak mengajak masyarakat untuk menyukseskan perhelatan Asian Games 2018. Hal ini disampaikan kedua pejabat nomor satu di Sumsel dan Kota Palembang ini pada acara sosialisasi Asian Games di rumah dinas Wali Kota Palembang, Jumat (9/3/2018) malam. Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menuturkan, pihaknya mengajak semua stakeholder berpartisipasi dalam perhelatan Asian Games 2018 yang sebentar lagi akan berlangsung di Jakarta dan Palembang. Bahkan, tidak hanya masyarakat, gubernur juga mengajak semua stakeholder mulai dari wali kota dan jajarannya, unsur TNI dan Polri serta semua masyarakat, untuk meningkatkan partisipasinya di Asian Games. “Menyukseskan Asian Games merupakan tanggungjawab semua pihak. Karena ini pertaruhan bagi Sumsel dan Palembang jadi Asian Games harus sukses,” ujarnya. Menurut gubernur, perhelatan Asian Games banyak memberi manfaat kepada Sumsel, Palembang dan masyarakat. Adanya Asian Games perekonomian Palembang semakin meningkat dan Sumsel mendapatkan berbagai fasilitas seperti LRT, jalan tol, dua jembatan musi, rumah sakit, perluasan bandara, dan lain sebagainya. “Masih banyak lagi keuntungannya, dan semuanya kita dapatkan karena Asian Games,” katanya. Sementara, Pjs Wali Kota Palembang, Akhmad Najib menuturkan, sebagai hospitality dalam penyelenggaraan Asian Games, Kota Palembang melakukan persiapan dengan matang. Dimana, semua stakeholder, mulai dari OPD, camat, lurah hingga RT dan masyarakat dilibatkan dalam rangka mensukseskan Asian Games dan rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Palembang lebih fokus pada aspek kebersihanan sebagai bentuk dukungan perhelatan Asian Games,” ujarnya. Ditambahkannya, selain bersih aspek keamanan juga dinilai sangat penting dibenahi oleh pemerintah Palembang dalam menyambut Asian Games. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melanjutkan program gotong royong setiap minggu pagi, dan menjalin komunikasi dengan semua unsur masyarakat agar Palembang tetap zero konflik (GLOBALPLANET.news) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Grand Final Pemilihan Putri Indonesia 2018 Digelar, Menko PMK Puan Maharani Dipercaya Menjadi Salah Satu Juri
Jakarta Sumselprov.go.id. - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menjadi juri dalam Grand Final Pemilihan Putri Indonesia 2018 di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jumat (9/3) malam. Selain Menko Puan, tampak beberapa juri Grand Final Pemilihan Putri Indonesia 2018 adalah Menteri maupun Kepala Lembaga, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. Ada juga juri yang mewakili berbagai latar belakang. Diantaranya Wakil Ketua YPI bidang Organisasi dan Pendidikan Kusumadewi Sutanto, penggiat otomotif profesional Johnny Dharmawan, Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw, Miss Universe 2007 Riyo Mori, serta Senior Corporate Communication PT Mustika Ratu Tbk dan Head of Communication Yayasan Puteri Indonesia Mega Angkasa. Dalam proses penjurian, salah satu finalis Putri Indonesia dari D.I Yogyakarta, Dilla Fadiela mendapat kesempatan menjawab pertanyaan dari Menko Puan. "Selamat kepada 6 (enam) putri yang sudah masuk ke enam besar. Deg-degan semua?", tanya Menko PMK Puan Maharani. Selanjutnya Menko Puan menyampaikan pertanyaan yang disebut merupakan pertanyaan yang berasal dari BNN (Badan Narkotika Nasional). "Jadi pertanyaannya dari Bapak Ali Johardi, dari BNN. Ganja adalah salah satu tumbuhan zat adiktif yang dikenal paling umum di negara kita. Sekiranya saja di lingkungan keluarga dekat Anda pemakai ganja, bagaimana Anda bisa mendeteksinya. Silahkan", tanya Menko Puan. Mendengar pertanyaan dari Menko Puan, Dilla Fadiela langsung memberikan jawaban. "Yang saya dapati jika seseorang itu mengonsumsi ganja adalah biasanya dia terlihat gelisah dan mudah cemas. Kemudian dia akan tidak bisa bekerja secara dengan baik, lalu dia juga mudah lupa, dan biasanya segala hal yang dia kerjakan tidak mudah konsentrasi", ujar Dilla menjawab pertanyaan Menko PMK. Pemilihan Putri Indonesia 2018 sendiri diikuti oleh 39 dari seluruh 34 provinsi. Pada tahap awal dilakukan seleksi untuk memilih 11 finalis dari 39 finalis yang ada. Pada tahap seleksi selanjutnya, dari 11 finalis yang sudah lolos, panitia menyaring finalis yang masuk posisi 6 besar. Mereka antara lain perwakilan D.I Yogyakarta (Dilla Fadiela), Bangka Belitung (Sonia Fergina), Sumatera Selatan (Berliana), Kalimantan Barat (Wilda Octaviana), Banten (Vania Fitryanti), dan Jawa Tengah (Kidung Paramadita). Keenam finalis ini selanjutnya akan diuji kemampuan dan pengetahuannya oleh dewan juri melalui berbagai pertanyaan. Mulai dari pertanyaan seputar Asian Games, sektor ekonomi prioritas, perilaku korupsi, regulasi industri pariwisata, hingga persekusi. Pada tahap selanjutnya, 6 finalis kembali disaring menjadi 3 finalis. Yang terpilih adalah finalis yang berasal dari Bangka Belitung (Sonia Fergina), Kalimantan Barat (Wilda Octaviana), dan Banten (Vania Fitryanti). Hingga akhirnya Sonia Fergina (Bangka Belitung) terpilih menjadi Putri Indonesia 2018 dan berhak mendapatkan mahkota. Posisi runner up 1 diraih oleh Vania Fitryanti (Banten). Sementara posisi runner up 2 diraih oleh Wilda Octaviana (Kalimantan Barat). Apresiasi juga diberikan kepada finalis yang berhasil menjadi pemenang putri atribut. Diantaranya adalah 1. Putri Indonesia Busana Tradisional Terbaik : Sulawesi Selatan (Berliana Permatasari) 2. Putri Indonesia Berbakat : Aceh (Nadia Puspa Dewi) 3. Putri Indonesia Intelegensia : DKI Jakarta 4, Bangka Belitung, Sumatera Barat 4. Putri Indonesia Persahabatan : Sulawesi Barat (Humaira Husnul) 5. Putri Indonesia Favorit Kepulauan : Sumatera Utara (Sri Bunga Rizky), Jawa Barat (Tria Devita), Kalimantan Selatan (Putri Intan), Sulawesi Utara (Stevany Carolin), Bali (Mira Cynthia Dewi) dan Maluku (Leinda Wattimena). Pemilihan Putri Indonesia sendiri telah diselenggarakan sejak 1992 oleh Yayasan Puteri Indonesia. Tema yang tahun ini diangkat adalah "Indonesia Inspirasiku, Pesona Tanah Pasundan - Bumi Parahyangan". Tema ini terinspirasi dari keindahan, kekayaan alam dan budaya Jawa Barat. Selain itu, tema Indonesia Inspirasiku diangkat untuk menjadi motivasi perempuan mulai dari remaja dan wanita muda agar turut aktif berpartisipasi dalam berbagai bidang yang ada. MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ/M
Sumsel
Presiden Ingatkan Pentingnya Kedisipilinan dan Pengawasan Dalam Pembangunan Infrastruktur
Jakarta Timur, Sumselprov.go.id- Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak ada pengurangan spesifikasi dalam proyek pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang mengakibatkan jatuhnya material tol yang berada di kawasan Cawang. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara setelah menerima laporan langsung dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono terkait kecelakaan kerja yang mencederai tujuh pekerja tersebut. "Jangan membuat isu-isu seperti itu. Baru saja tadi saya telepon ke Menteri PU mengenai progres perkembangan Becakayu, tidak ada pengurangan spesifikasi," tegas Kepala Negara usai meresmikan pembangunan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Jumat, 9 Maret 2018. Meski demikian, Presiden tetap mengingatkan dua hal penting yang harus diutamakan dalam pelaksanaan proyek pembangunan Tol Becakayu maupun infrastruktur lainnya, yaitu kedisiplinan dan pengawasan. "Pertama masalah kedisiplinan dalam bekerja, yang kedua ada pengawasan, supervisi yang rutin melihat mengecek, mengontrol memonitor. Itu paling penting di situ," ungkap Presiden. Kedisiplinan merupakan hal yang harus dijalankan para pekerja yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur, seperti penggunaan sabuk pengaman dan pemasangan peralatan yang sesuai aturan. “Saya beri contoh, harusnya kalau kita kerja malam, pagi sampai siang itu tidur,” kata Kepala Negara. Presiden mengharapkan para pekerja dapat lebih meningkatkan kedisplinan mereka dalam bekerja sehingga membantu mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja. "Harus lebih ketat lagi karena menurut saya kita tidak disiplin," ucap Presiden. Terkait pengawasan, Presiden telah menginstruksikan kepada para pemilik proyek maupun pengembang agar memiliki direktur atau setidaknya level manajer yang mengurusi keselamatan kerja. "Internal ada yang mengawasi kemudian eksternal Komite Keselamatan Konstruksi juga mengawasi," tutur Presiden. MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ
Sumsel
Sekda Pimpin Rapat Pembentukan Tim Teknis Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan
Palembang, Sumselprov.go.id - - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, H Nasrun Umar memimpin Rapat Pembentukan Tim Teknis Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan di Ruang Rapat Bina Praja, Kamis (8/3/2018). Rapat ini membahas rencana pembentukan tim teknis perizinan dari setiap dinas-dinas terkait untuk meningkatakan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Menurut Sekda, pengembangan dan perkembangan PTSP saat ini telah memasuki babak baru. Karena itu ada beberapa hal yang harus dipenuhi yaitu memberikan pelayanan yang maksimal. Dijelaskannya hingga saat ini PTSP Provinisi Sumsel pernah 3 kali berturut-turut meraih peringkat kedua nasional setelah Jawa Timur pada tahun 2012, 2013 dan 2014. Untuk mempertahankan prestasi ini Nasrun meminta kepada semua OPD untuk menyetujui pembentukan tim teknis perizinan ini secepatnya. Bagi instansi yang belum mengirimkan wakilnya untuk menjadi anggota tim diwajibkan segera mengirimkan tim teknis sesuai batas waktu yang ditentukan yaitu Rabu, 14 Maret 2018 mendatang. "Kalau bisa jangan lama-lama, dua kali rapat tim ini bisa selesai dibentuk," ujarnya. Mengenai hal-hal lain yang lebih spesifik menurut Nasrun sebaiknya dibahas dengan melibatkan langsung kepala OPD bersangkutan sehingga lebih efektif. Terkait hal itu Sekda juga meminta kepada kepala PTSP untuk melakukan koordinasi dengan masing-masing OPD untuk keperluan pembicaraan tingkat lanjut. “Tim teknis akan diberikan insentif, karena di tangan beliau-beliau ini lah sebuah perizinan dapat diterima atau ditolak,” jelas Sekda singkat. Dalam rapat ini sebanyak 18 perwakikan Perangkat Daerah ikut hadir. Sementara itu Sekda Sumsel memimpin rapat ini dengan didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel (Tribunnews.com) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Pemprov Sumsel Kupas Tuntas Arah Kebijakan RKPD 2019
Palembang, Sumselprov.go.id - - Upaya menyelaraskan kebijakan pembangunan pusat dan daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat yang bertajuk Sinkronisasi untuk rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun 2019. Bertempat di Griya Agung Rabu (07/03), kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto, dan Bupati/Walikota Se- Provinsi Sumsel. Pola pikir arah kebijakan pembangunan Provinsi Sumsel tahun 2019 merujuk pada lima kebijakan diantaranya arahan pusat (RPJMN 2005-2019) dan RKP 2019, arahan RPJPD Provinsi Sumsel (2005-2025), kemudian arahan tata ruang, capaian RPJMD 2013-2018 dan yang terakhir Pilpres dan Pileg. Gubernur Sumsel mengatakan, arah kebijakan pembangunan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019 ini adalah tanggung jawab semua stakeholder memikul amanah membangun daerah. Menurut Alex, terget angka yang telah ditetapkan itu, sudah dikaji secara mendalam bukan angka kira-kira yang harus dicapai. "Artinya Pemerintah Pusat memerintahkan kepada kita itu harus dipenuhi semuanya, kalau kita (stakeholder) lihat itu kan ada infrastruktur, pembangunan ekonomi, pengurangan kemiskinan dan seterusnya. Tidak sulit menjadi Bupati atau Walikota, Saya mengatakan ini karena Saya pernah menjadi Bupati, anda ikutin saja ini ditambah kreativitas sendiri. Ayo bersaing kalau kita mau maju harus kompetitif," ungkapnya Alex menghimbau, untuk Pejabat Sementara Bupati maupun Walikota harus mempersiapkan sejak dini dan bertanggung jawab nanti bersama Pemerintah daerah yang terpilih. "Supaya ada kesinambungan, disini digodok untuk mensinkronkan. Ini baru awal kebijakan saja diawasi dari awal sampai akhir, merumuskan arah kebjikan pun melibatkan semua pihak. Kalau semua sudah mencapai target itu saja, Sumsel akan melejit maju," tambahnya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes. dalam laporannya secara rinci menguraikan, Sinkronisasi yang dilakukan ini adalah sebagao panduan bagi seluruh stakeholder di Provinsi Sumsel dalam menyusun RKPD 2019 mendatang. Dikatakannya, Rancangan Tema dan Prioritas Nasional RKP 2019 untuk prioritas nasional bertemakan pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas. Diantaranya, meliputi pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, kemudian pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman, peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri dan jasa produktif. Selanjutnya, pemantapan ketahanan energi, pangan, dan ketahanan sumber daya air. Stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu. " Sasaran RPJMN gini rasio 0,36 untuk tingkat kemiskinan mencapai 7-8%. TPT 4-5% sedangkan IPM 71,98 %" tuturnya Sedangkan untuk arahan nasional pengembangan Sumsel tahun 2019, Lebih jauh Eko melaporkan, proyeksi tahun 2019 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7% dengan tingkat kemiskinan maksimal 13% dan tingkat pengangguran terbuka maksimal 4%. Arahan RPJPD Sumsel tahun 2005-2025 (tahap keempat 2018-2023 memantapkan pertumbuhan ekonomi dan menegaskan arah pembangunan ekonomi. Memantapkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, pembangunan yang berorientasi pada pemanfaaatan sumber daya yang berkelanjutan, pembangunan pemerintahan yang adil, jujur, bersih dan bertanggung jawab. "Isu strategis pembangunan tahun 2019 pendidikan dan kesehatan berkualitas serta integrasi jaminan kesehatan, pengurangan kemiskinan, infrastruktur dan konektivitas, peningkatan produktivitas, nilai tambah daya saing dan hilirisasi pertanian, pasca Asian Games, reformasi birokrasi, stabilitas keamanan, pemilu legislatif dan pemilu kepresidenan," pungkasnya (Tribunnews.com) MC Diskominfo Prov.sumsel/CleY
Sumsel
Presiden Sampaikan Ucapan Hari Perempuan Internasional
Sumselprov.go.id Gersik- Tiap tanggal 8 Maret, masyarakat internasional memperingati Hari Perempuan Internasional. Sejak tahun 1977, peringatan tersebut diresmikan sebagai perayaan tahunan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperjuangkan hak perempuan dan perdamaian dunia. Untuk itu, saat menyerahkan bantuan sosial berupa Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, dan Pangan Rastra, Presiden Joko Widodo turut menyampaikan ucapan kepada para ibu dan perempuan yang hadir di GOR Tri Dharma Gresik, Jawa Timur, pada Kamis, (8/3/2018). "Saya ingin mengucapkan selamat Hari Perempuan Internasional kepada para ibu yang hadir di sini, kepada seluruh perempuan Indonesia yang saya banggakan dan hormati," ujarnya. Ucapan yang sama juga ia unggah pada akun Twitter pribadinya usai acara. Dalam cuitannya itu, ia turut menyampaikan harapannya bagi perempuan-perempuan Indonesia. "Saatnya perempuan makin aktif berkarya dan bisa mendapatkan hak-haknya untuk kehidupan lebih tenteram, makmur, dan kehidupan yang semakin berkeadilan," tulisnya. Mc Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ
Sumsel
Presiden Serahkan 1.250 PKH dan 1.170 KIP di Gresik
Jawa Timur Sumselprov.go.id, -Dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Timur, Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 1.250 penerima di GOR Tri Dharma Gresik, Jawa Timur, pada Kamis, (8/3/2018). Penerima yang hadir dalam acara tersebut berasal dari Kecamatan Gresik sebanyak 643 orang, Kecamatan Kebomas 282 orang, dan Kecamatan Manyar 325 orang. Dalam program PKH tersebut tiap keluarga diberikan bantuan sebesar Rp1,89 juta tiap tahunnya. Dalam sambutannya, Kepala Negara mengingatkan agar masyarakat menggunakan bantuan sebagaimana mestinya. "Saya titip Ibu-Ibu, bahwa uang dana yang ada di Program Keluarga Harapan ini untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak kita. Beli rokok boleh? Tidak, sampaikan ke Bapak, ini hanya untuk gizi dan pendidikan anak-anak kita," kata Kepala Negara. Masih di tempat yang sama, Presiden juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 1.170 penerima. Jumlah tersebut terdiri atas 425 siswa SD, 355 siswa SMP, 175 siswa SMA/SMK, serta Paket A dan B sebanyak 40 orang. Kartu Indonesia Pintar ini yang SD mendapatkan dana Rp450 ribu, yang SMP Rp750 ribu, yang SMA/SMK Rp1 juta," ucap Presiden. Dalam acara tersebut hadir juga 500 orang guru yang telah menerima sertifikasi profesi. Presiden pun memberikan ucapan selamat kepada mereka. "Saya sampaikan selamat kepada guru bersertifikasi di Kabupaten Gresik. Kalau sudah dapat sertifikat dapat tunjangan _kan_ ya?" kata Kepala Negara. Mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Idrus Marham dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ/M
Sumsel
Piala Gubernur Kaltim Berhasil Diboyong Laskar Wong Kito ke Bumi Sriwijaya.
Palembang, Sumselprov.go.id. - Merupakan Euforia keberhasilan Sriwijaya FC menjadi juara Piala Gubernur Kaltim 2018. arak-arakan penyambutan trofi juara PGK 2018 bermulai dari Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin II dan diteruskan ke jalan H. Burlian, Pasar Cinde, Jembatan Ampera, sebelum berakhir di halaman Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Kamis (8/3/2018) Pawai itu dilakukan demi mengapresiasi perjuangan skuat juara sekaligus menyenangkan masyarakat pecinta Sriwijaya yang sudah lama menantikan gelar bagi Laskar Wong Kito itu. Selaku Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex mengaku bangga dengan keberhasilan LAskar Wong Kito menjuarai Piala Gubernur Kaltim 2018. Ini untuk mengapresiasi perjuangan skuat tim dan sekaligus menyenangkan masyarakat pencinta SFC yang sudah cukup lama menanti-nantikan adanya gelar juara, semangat untuk menggelar arak-arakan ini lebih kepada bentuk apresiasi ke masyarakat, yang selama ini tak kenal henti memberikan dukungan ke Laskar Wong Kito. "Kemenangan ini juga menjadi awal yang baik bagi tim kita sebelum benar-benar berkompetisi di Liga 1. Semangat dan kegembiraan dalam arak-arakan ini diharapkan terus berlanjut dengan tambahan gelar Piala Liga dan Copa musim ini," ujarnya. "Kemenangan di Piala Gubernur Kaltim menjadi awal yang baik bagi tim sebelum berlaga kompetisi di Liga 1 Indonesia 2018. Kita harus terus menjaga semangat dan dukungan yang berlanjut sampai kompetisi berputar bersama Piala Indonesia musim ini, pungkas Dodi. Ditambahkan Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pecinta SFC dan masyarakat Palembang umumnya Sumsel yang sangat antuasias hari. “Suatu sambutan yang diluar perkiraan karena tidak menyangka pemain juga tidak menyangka disambut masyarakat meriah,” kata RD. RD melanjutkan ini penting untuk catatan semua terutama pemain bahwa ini bukan akhir dari perjuangan, tapi merupakan awal “Ekspektasinya begitu besar, terlalu tinggi yang diinginkan masyarakat dan tugas kita realisasikan dengan prestasi,” tutup RD Tim Mc Diskominfo Prov Sumsel/FS