Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Alex Noerdin: Pak Menteri Ingin Tanjung Carat Dipercepat
Jakarta, Sumselprov.go.id - - Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api (TAA) hingga kini terus dilakukan Pemprov Sumsel. Progres terbarunya yakni, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghadiri rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution untuk membahas usulan perluasan KEK TAA, Jumat (23/3/2018) di Gedung Ali Wardana Jakarta Pusat. Dalam rapat ini, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin selaku Ketua Dewan Kawasan Ekonomi Khusus Provinsi Sumatera Selatan menjabarkan soal usulan agar pengembangan KEK TAA terintegrasi dengan Tanjung Carat dengan merevisi PP Nomor 51 Tahun 2014 tentang KEK TAA. Seperti diketahui saat ini luas KEK TAA yang ada sebesar 2030 hektare. Sementara agar kawasan ini bisa terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Carat dibutuhkan lagi perluasan lahan sesuai usulan sebesar 2202 hektare. Selain Pelabuhan, kawasan ini nantinya akan dimaksimalkan untuk daerah industri yang meliputi refinery kilang minyak, petro kimia serta industri pengolahan sawit. Usai rapat Gubernur Sumsel mengungkapkan pada dasarnya usulan perluasan lahan untuk Pelabuhan Tanjung Carat mendapat respon positif dari Menteri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. "Tidak ada masalah, kita diminta melanjutkan proses yang sudah ada dan apa yang jadi masalahnya mereka akan bantu. Pak Menteri setuju, malah beliau mau ini dipercepat. Kalau ini proses ini selesai bisa kita launching," ujarnya. Lebih jauh Alex Noerdin mengatakan, pengembangan KEK TAA dan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan impian masyarakat Sumsel sejak lama, karena dipercaya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumsel demi terwujudnya kesejahteraan. Di tempat yang sama Direktur Utama PT. Sriwijaya Mandiri Sumsel, I Gede Surya Negara mengatakan penambahan luas lahan untuk kebutuhan Tanjung Carat ini memang penting dilakukan, karena sangat berkaitan dengan minat para investor yang akan menanamkan investasi di KEK TAA. "Perluasannya sampai ke kawasan reklamasi Tanjung carat. Usulan ini sudah kita lakukan sejak 2014 dan rapat ini juga menentukan soal kepastiannya. Semua prosesnya disini. Pelabuhan Tanjung Carat (Pelabuhan laut dalam) ini harus ada, kalau tidak bagaimana orang mana mau investasi di TAA," ujarnya Senada dikatakan Ketua Project Management Unit KEK TAA, Regina Ariyanti. Menurutnya tidak ada masalah mengenai usulan tersebut dan pihak Kementerian juga telah sepakat. Hanya saja untuk koordinasi selanjutnya, pihaknya diminta memberikan penjelasan berupa jawaban dari Gubernur, apakah usulan yang mereka ajukan tersebut akan terimplementasi dengan baik. "Hasilnya kita diminta bagaimana memastikan bahwa itu nanti benar-benar terimplementasi. Dokumen-dokumen juga dan mengenai investornya siapa semua harus siap. Nah itu nanti akan dijawab pak Gubernur melalui kelengkapan surat. Intinya memastikan kesiapan dari Sumsel saja, posisi kelengkapannya," tutup Regina.(Tribunnews.com) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Gubernur Sumsel Minta INASGOC Tempatkan PB Cabor di Tiap Venue
Palembang Sumselprov.go.id - Memastikan penyelenggaraan event Asian Games tidak ada kendala dari segala persiapan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mengelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama INASGOC di Rumah Dinas Walikota Palembang Sabtu (24/03). Rakor yang berlangsung hampir enam jam tersebut membahas secara rinci kesiapan venue hingga renovasi Sriwijaya Promotion Center untuk Sub-Main Press Center dan sub-International Broadcast Center. Rakor dengan tema Persiapan pelaksanaan Asian Games Dibuka oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin, didampingi Ketua Pelaksana Erick Thohir, Waketum, Sjafrie Sjamsoedsin, Pjs Walikota Palembang, Akhmad Nadjib dan Wakil Ketua Umum KOI, Muddai Madang. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, Rakor yang berlangsung di Kota Palembang ini adalah rapat yang ia tunggu-tunggu, sebab banyak hal yang harus dibahas untuk menyamakan visi dan misi antara Inasgoc dan Panitia Daerah. Menurutnya, kedepan akan mengadakan rapat mingguan dengan Inasgoc di Palembang, baik itu Inasgoc yang ditempatkan di Palembang maupun Inasgoc yang dikirim dari jakarta. Alex meminta kepada Ketua Inasgoc untuk menempatkan Pengurus Besar cabang olahraga (PB cabor) dari 13 cabor di Kota Palembang, dimana dengan adanya PB cabor dapat menghandle setiap venue masing-masing. "Walaupun kita berpengalaman mulai dari PON, Sea Games, ISG, AUG, tapi untuk Asian Games kompetisi terbesar kedua setelah olimpiade pasti masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami minta super visi bantuan pengawasan dari Inasgoc dan dari 13 PB yang cabornya dimainkan disini dan tentunya dari OCA," terangnya Untuk kesiapan venue, Alex menuturkan venue dari 13 cabor yang dipertandingkan hanya roller skate dan panjat tebing yang masih menunggu barangnya datang. Selebihnya selesai semuanya termasuk pula infrastruktur. "Sekarang tinggal periode landscaping dan beutification (tanam rumput, taman dan penghijauan), mulai pengaspalan jalan, membenarkan jalan dan trotoar di Jakabaring yang dilakukan serentak," tuturnya Lebih jauh Alex mengatakan, Provinsi Sumsel miliki Sumber daya manusia yang kuat, terbukti dengan anggaran yang sangat terbatas, APBD yang kecil mampu menjadi tuan rumah perhelatan olahraga bangsa-bangsa dari 45 negara Asia yakni Asian Games yang penyelenggaraanya tinggal 147 hari lagi. "Manusia-manusia kuat itu kita (Provinsi Sumsel), APBD kita kecil tidak akan bisa mendukung karena kita punya program lanjutan yang harus dijalankan dengan susah payah atau istilahnya orang Palembang berdarah-darah meminta sponsor sana-sini. Insha Allah venue di JSC semuanya berstandar international. Kita sudah punya 20 venue digunakan 13 venue," tambahnya "LRT selesai bulan ini. tapi perlu satu bulan untuk conditioning, tes sinyal, tes listrik dan perbaikan jalan dibawah taman . Juni full operation kita dapat delapan train set, satu set nya itu tiga gerbong. saty gerbong berdiri itu bisa 200 orang. Jadi sekali tarik itu 600 orang. Insha Allah semuanya selesai," pungkasnya Sementara Erick Thohir mengatakan tinggal 147 hari menuju Games Times, dimana tidak ada lagi kata mundur kecuali akan menyelesaikan tanggung jawab sebagai panitia Asian Games. Menurutnya tujuan dari workshop ini adalah waktunya melakukan action bukan planning lagi “Untuk itu kita harus satu visi, satu misi sebagai panitia besar, Panitia bersama Jakarta dan Palembang, Inasgoc. Palembang punya expert yang luar biasa selama ini dimana sudah banyak menyelenggarakan event international jika dibandingkan dengan kota lain," tuturnya "Meeting hari ini menginformasikan bahwa kita panitia sudah satu visi dan juga misi, karena kan yang namanyan Asian Games itu di Jakarta dan Palembang. Workshop menjabarkan hal-hal yang harus dilakukan segera bukan planning lagi karena memang sudah tinggal 147 hari. Jadi ini menjadi satu kesatuan," katanya Tim MC Diskominfo Prov Sumsel/HP
Gerakan Global Earth Hour Simbol Aksi Sayang Dengan Bumi.
Palembang, Sumselprov.go.id -- Dalam rangka mendukung sepenuhnya aksi sukarela Global Earth Hour Sekertaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia atasnama Menteri LHK, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM menghimbau seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi aktif melalui aksi nyata dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak terpakai pada Sabtu 24 Maret 2018 pukul 20.30 – 21.30 sebagai tanda penghematan energy dan sekaligus membangun dan mewujudkan Gaya Hidup hemat energi, Jumat (23/03/2018). Himbuan ini juga disampaikan kepada seluruh Pimpinan Kementerianan LHK dan Lembaga Pemerintah baik di Pusat maupun di seluruh daerah di Indonesia, Pimpinan Lembaga Legislatif, Pimpinan Korporasi dan tokoh-tokoh masyarakat di seluruh Indonesia diharapkan dapat mensosialisasikan gerakan nasional dan global ini secara baik. “Mari sukseskan Gerakan Global Earth Hour ini untuk penghormatan terhadap bumi ini, untuk Gaya Hidup Baru dan untuk Peradapan Baru”, ujar Bambang Hendrayono. Earth Hour sendiri adalah gerakan kampanye global yang diinisiasi organisasi pemerhati lingkungan WWF sejak 2007 di Sydney, Australia. Di, Indonesia, Earth Hour baru dirayakan mulai tahun 2009. Gerakan Earth Hour 2018 didukung sekitar 180 negara di dunia, termasuk di Indonesia.Di dalam negeri, WWF Indonesia mencatat ada enam puluh kota yang akan berpartisipasi. Tiga Belas bandara di Tanah Air yang tergabung dalam Angkasa Pura I juga akan berpartisipasi memadamkan lampu selama satu jam. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Dinas Kominfo Sumsel Siap Melaksanakan Ratek Tahun 2018 dan MOU Anti Hoax dan Bebas Narkoba
Palembang Sumselprov.go.id- Dalam rangka menghadapi program pelaksanaan kegiatan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2018, untuk itu Dinas Kominfo akan mengadakan kegiatan Rapat Teknis (Ratek) Bidang dan Dinas Kominfo Kab/Kota Se-Sumatera Selatan di Ruang Rapat Kominfo Sumsel, Kamis (22/3/2018). Pelaksana Tugas(Plt) Kepala Dinas Kominfo Prov. Sumsel, Inanda Karina menyampaikan bahwa hal yang berbeda dari Ratek 2018 adalah adanya penandatanganan MoU terkait dengan anti hoax dan bebas narkoba. "Setiap anggota yang bertugas pada ratek yang memiliki ide-ide terkait bidang diharapkan dapat menuangkan idenya dengan tujuan agar pemerintah dapat menyediakan sarana teknis untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut'',ungkapnya. Selain itu, beliau berharap agar notulen dapat melakukan persiapan untuk melaksanakan tugasnya nanti dengan baik agar hasil Ratek dapat diketahui masyarakat dengan jelas. Rapat Persiapan Ratek dihadiri seluruh Panitia Pelaksana, seluruh Pejabat dan ASN serta Non ASN seluruh Bidang Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumsel. MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/PE
Sumsel
Kominfo Sumsel Didukung Kim Menolak Hoax
Palembang Sumselprov.go.id. Pelaksana Tugas(Plt) Kadis Kominfo Provinsi Sumsel, Dr. Inanda Karina Astari yang di dampingi Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik, Amrullah S,STP. beserta Kasi Bidang PIP menerima Ketua Kim Sumatera Selatan, Prof. Isna Wijayanti dan anggota Kim, Dr. Ratu di Ruang Kerja Plt Diskominfo, Rabu (21/03/2018). Dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan pelayanan informasi ke masyarakat maka akan dilakukan koordinasi rapat mengenai hasil rencana formatur pembentukan kim pusat yang merupakan hasil Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) Tingkat Nasional pada November 2017 lalu. Plt Diskominfo Inanda mengatakan terkait dengan kegiatan Asean Games 2018 dan antisipasi berita hoak yang banyak tersebar di masyarakat, untuk itu berharap kim dapat menjadi mitra pemerintah dalam proses sosialisasi informasi, terutama dalam usaha penurunan perkembangan hoak melalui deklarasi ke masyarakat. “Darurat hoak seperti darurat narkoba, sehingga jangan disepelekan. Masyarakat harus cerdas menyikapi info atau berita yang beredar. Jangan langsung ditelan mentah-mentah tapi cari dulu kebenaranya”,ujarnya. Kabid PIP Provinsi Sumsel, Amrullah S,STP. Perkembangan Kim yang baik dapat membantu peningkatan kuantintas dan kualitas dalam pembangunan bidang Kominfo dalam hal layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat. "Kim diharapkan dapat berperan aktif untuk memproduksi berita positif dalam antisipasi hoak”,ungkapnya Selaku ketua Kim Sumatera Selatan, Prof. Isna Wijayanti menambahkan bahwa direncanakan akan dibentuk Kelompok Informasi Masyarakat Sumsel pada 8 Kabupaten yang belum dibentuk kim dari 17 Kabupaten yang ada di Sumatera Selatan. "Kim akan berkoordinasi dengan Kominfo mengenai data perkembangan forum kim Sumsel kedepannya", pungkas Ketua Kim. Tim MC Diskominfo Prov. Sumsel/FS/PE
Sumsel
RAPAT KOORDINASI PERSIAPAN POSKO KARHUTBUNLA TAHUN 2018
Palembang, Sumselprov.go.id -- Rapat Koordinasi Persiapan Posko Karhutbunla tahun 2018 di posko BPBD Provinsi Sumatera Selatan yang dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Selatan bapak H. Iriansyah, S.Sos, SKM, M. Kes, rapat terdiri dari lintas sektor terkait seperti Kepala Dinas Perkebunan, Kadisops LANUD, Dir.reskrimsus, Biro OPS Polda Sumsel, Dinas Lingkungan Hidup, Balai PPI dan Karhutla, Dinas Sosial, Sinarmas Grup, Ketua GAPKIAPHI dan Dinkes. Ada sembilan Kabupaten/Kota yang rawan Karhutla di Provinsi Sumatera Selatan seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muaraenim, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kabupaten Pali, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). "Karhutla tidak boleh terjadi, kalau terjadi nama baik Indonesia dipertaruhkan, dan Asian Games bisa gagal," tegasnya, Rabu (21/3). Gubernur telah menetapkan siaga darurat bencana asap melalui sk n0. 102/KPTS/BPBD-SS/2018 tanggal 1 Februari 2018, Staf Khusus Gubernur Bidang Iklim menyampaikan bahwa konsep dan perancangan sudah baik seperti disampaikan oleh Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Selatan ada 42 desa rawan Karhutbunla yang harus di jaga dan di antisipasi agar tidak terjadi kebakaran. Dalam rapat pertama koordinasi persiapan posko Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan (karhutbunla). Semua unsur, baik pemerintah, TNI/Polri, pihak perkebunan, dan masyarakat akan dilibatkan dalam pembentukan posko lapangan. Setidaknya, akan terdapat 750 posko lapangan yang tersebar di 9 kabupaten/kota yang rawan karhutlah. "Bersasarkan perkiraan BMKG, curah hujan mulai berkurang pada Mei (2018). Untuk itu, seluruh unsur terkait akan bersama-sama merencanakan dan menanggulangi (karhutla)," ungkapnya. Menurutnya, dengan adanya kerjasama dan kekompakan dari semua unsur menjadi kunci utama kesuksesan mengantisipasi dan mencegah karhutlah. "Mudah-mudahan upaya dan usaha mencegah dan menjaga karhutlah akan berhasil," harapnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Pemprov Sumsel Dukung Penuh Pembangunan Sutet 275 kV Betung-Kenten
Palembang Sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin menerima General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan Dadi Murihno di Ruang Rapat Gubernur, Selasa (20/03). Kehadirannya ini sehubungan dengan rencana Pembangunan Sutet 275 kV Betung-Kenten di Kabupaten Banyuasin. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mendukung penuh pembangunan Sutet 275 kV, apalagi sesuai peruntukan kedepan akan dirasakan masyarakat Provinsi Sumsel. Alex menghimbau untuk segera mempercepat pembangunan, dimana harus serius dan diselesaikan segera mungkin. Dalam proses pembangunannya Alex berharap PLN membentuk tim kecil dan teknis yang melibatkan Camat dan Kepala Desa yang letaknya dilewati proses pengerjaan. Perihal pengadaan tanah untuk kepentingan umum, Alex juga berpesan agar Bupati Banyuasin mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga masing-masing tapak tower. "Jadi jangan main-main, harus serius selesaikan segera mungkin. Ini sudah didukung oleh Gubernur. Ikuti saja peraturannya silakan bentuk tim kecilnya libatkan camat, dari 6 kecamatan dan Kades dari 26 desa. All out selesaikan ini, berdasarkan Undang- Undang," Ungkapnya General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan Dadi Murihno menuturkan, pihaknya berencana untuk membangun transmisi dari Betung-Kenten. Ia mengucapkan terimakasih atas dukungan Gubernur Sumsel dimana saat ini, PLTU Sumsel 5 di Bayung Lincir sudah beroperasi, dan juga telah membangun transmisi dari Sumsel 5 ke betung yang juga telah beroperasi. " Terimakasih atas dukungan Pak Gubernur, karena terkait lahan bisa diselesaikan dengan lancar," tuturnya Adapun dalam kesempatan ini, ia mengungkapkan akan berencana untuk meneruskan dari Betung menuju Kenten. Dikatakannya, disamping untuk perkuatan sistem kota Palembang khususnya melayani kebutuhan KEK Tanjung Api-Api, juga akan penambahan suplai dan PLTU Sumsel 5 (2×150MW), fleksibilitas operasi dan pemeliharaan "Transmisi yang akan dibangun diperkirakan sepanjang 80 km, dimana disitu melalui titik tower sekitar 179 titik dengan luasan total sekitar 7,6 hektare hanya di satu kabupaten yakni Kabupaten Banyuasin," ungkapnya Sedangkan mengenai proses ganti rugi lebih jauh Dadi menjelaskan, didalam proses pembangunan transmisi sesuai peraturan Undang-Undang melakukan pembebasan ganti rugi untuk tanah tapak tower, termasuk tanam tumbuh yang berada di dalam tanah tapak tower. "Ada yang berukuran 20×20 meter ada 25×25 meter tergantung tipe tower yang dilewati," tambahnya "Oleh karena itu kami telah menyampaikan dokumen rencana pengadaan tanah. dan mungkin selanjutnya meminta petunjuk dari Gubernur supaya bisa keluar izin penetapan lokasi sekaligus pengadaan tanah berikutnya, supaya pembangunan transmisi bisa berjalan lancar," pungkasnyaMC Diskominfo Prov Sumsel/FS/HP
Sumsel
Sekda Buka Rakor Pemetaan Rumah Bersubsidi 2018 dan 2019 di Sumsel
Palembang Sumselprov.go.id- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Nasrun Umar membuka rapat koordinasi pemetaan rencana pembangunan rumah bersubsidi tahun 2018 dan tahun 2019 di Provinsi Sumsel yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI di Grand Ballroom Hotel Aston Palembang, Kemarin Selasa (20/3). Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan bertujuan untuk memetakan rencana penerbitan Kredit Kepemilikan Apartement (KPA) bersubsidi dalam rencana pembangunan rumah murah sebagai upaya mewujudkan program 1 juta rumah tahun anggaran 2018. Kegiatan ini menghadirkan narasumber di antaranya Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan, Dr. Ir. Eko D. Heripoerwanto, Direktur Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Jasa Konstruksi, Ir. Bastian S. Sihombing, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumsel, Ir. Basyaruddin Ahmad, serta para peserta yang meliputi Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Kabupaten/Kota se-Sumsel, Asosiasi Pengembang, perwakilan perbankan dan lainnya. Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar mengatakan, pembangunan perumahan masih menghadapi tantangan berat terutama terkait dengan masih besarnya backlog (kekurangan ketersediaan rumah layak huni) yang mencapai 7,6 juta unit rumah (Tahun 2014) berdasarkan konsep penghunian dan backlog sebesar 13,5 juta unit rumah (Tahun 2014) berdasarkan konsep kepemilikan. Menurutnya, menjawab persoalan backlog dan memberikan kemudahan akses memperoleh rumah bagi masyarakat sebagai hak dasar warga negara tersebut, pemerintah meluncurkan program pembangunan satu juta rumah. "Saya mengharapkan rapat koordinasi ini dapat melahirkan rumusan-rumusan yang membawa kemajuan dan perbaikan di bidang perumahan dan tersosialisasikannya kebijakan program sejuta rumah serta mensinergikan kebijakan pembiayaan perumahan dengan pemerintah daerah, asosiasi pengembang, perbankan dan lembaga lainnya," harapnya. Lanjut Sekda, untuk mendukung program satu juta rumah pemerintah telah memberikan berbagai macam fasilitas bantuan pembiayaan perumahan, antara lain pemberikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bunga Kredit Perumahan (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Pembebasan Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk rumah sederhana tapak dan rusunami dan pemberian PSU untuk rumah sederhana tapak. "Mari bersama kita wujudkan tujuan dari UUD RI 1945 pasal 28 H ayat 1 yaitu bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat," ajaknya.Sementara itu, Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan, Eko D. Heripoerwanto mengatakan, pihaknya telah memberikan fasilitas dan berbagai kemudahan melalui bantuan pembiyaan perumahan. "Selain itu, Kementerian PUPR juga menggelar rakor serupa yang diselenggarakan di 10 Provinsi di Indonesia dalam rangka pemetaan rencana pembangunan rumah murah," terangnya. MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/HP
Sumsel
Menangkal Berita Hoax, Diskominfo Sumsel Rakor bersama Subdit Cyber Crime Polda Sumsel.
Palembang Sumselprov.go.id -Dalam rangka penanganan Hoax di Media Sosial dan Pencegahan Tindak Pidana Khusus di Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan mengadakan Rapat Koordinasi bersama Direktorat Khusus Cyber Crime Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. di Ruang Rapat Diskominfo, Rabu (21/3/2018) DR. Inanda Karina Astari Fatma, selaku Pelaksana Tugas Kadis Kominfo Sumsel, mengungkapkan tujuan dari rakor ini adalah untuk melaksanakan salah satu program dari Dinas Kominfo yaitu diseminasi komunikasi dan informasi publik khususnya dalam penyampaian informasi ke masyarakat melalui media sosial. Lanjut Inanda, masyarakat harus cerdas menyikapi info atau berita yang beredar. Jangan langsung ditelan mentah-mentah tapi cari dulu kebenaranya. "Kalau masyarakat ragu akan kebenaran info yang beredar bisa bertanya melalui akun media sosial kami baik facebook maupun instagram di KominfoSumsel Anti Hoax. Silakan buka media sosial kominfo tersebut, di sana kami juga posting berita-berita yang mana hoax yang mana yang benar," ujarnya Untuk itu dalam waktu dekat Dinas Kominfo Prov. sumsel akan bersinergi dengan Kepolisian dan pihak terkait akan membentuk satgas anti hoax dan tindak pidana khusus. Kominfo Sumsel sudah mempunyai media tersendiri dalam menerima pengaduan tentang berita hoax melalui akun facebook KominfoSumsel. AntiHoax dan banyak lagi kegiatan yang akan menjadi program serius Dinas Kominfo Sumsel. Ditambahkan Kasubdit II Ditrekrimsus, AKBP I Wayan Sudarmaya, SH, S. IK, MH. menuturkan tentang intensnya kepolisian baik dari Pusat maupun kepolisian di daerah dalam menyikapi keamanan dan ketertiban di masyarakat khususnya pencegahan berita hoax di akun medsos serta tindak pidana khusus lainnya. "Ini menjadi Perhatian khusus dan menjadi atensi pihak Kepolisian Daerah Sumsel sudah membentuk Satgas khusus berita Hoax dan SARA terutama menjelang Pilkada dan Asian Games 2018 yang akan datang" pungkasnya Hadir dalam Rakor ini seluruh pejabat eselon III dan IV serta tenaga ASN dan non ASN di lingkungan Dinas Kominfo Prov. Sumsel. MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ/PE