Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Jelang AG 2018, Kementerian PUPR Wajib Bangun/Rehabilitasi Sarana Olahraga Berikut Sumsel
04 Apr 2018 Dilihat 97x

Jelang AG 2018, Kementerian PUPR Wajib Bangun/Rehabilitasi Sarana Olahraga Berikut

Jakarta, Sumselprov.go.id -- Dalam rangka mempercepat pembangunan/rehabilitasi prasarana dan sarana olahraga serta prasarana dan sarana pendukung dalam persiapan penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 dan Asian Para Games III Tahun 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 16 Maret 2018 telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan/Rehabilitasi Prasarana dan Sarana Olahraga serta Prasarana dan Sarana Pendukung dalam Persiapan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 dan Asian Para Games III Tahun 2018 (tautan: Inpres Nomor 3 Tahun 2018). Inpres Nomor 3 Tahun 2018 itu ditujukan kepada: 1. Menko Bidang PMK; 2. Menko Polhukam; 3. Mensesneg; 4. Mendagri; 5. Menlu; 6. Menkumham; 7. Menkeu; 8 Mendikbud; 9. Menristekdikti; 10. Menteri Kesehatan; 11. Menteri Sosial; 12 Menteri Perindustrian; 13. Menteri Perdagangan; 14. Menteri PUPR; 15. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan; 16. Menhub; 17. Menkominfo; 18. Menteri BUMN; 19. Menteri Pariwisata; 20. Menpora; 21. Menkop dan UKM; 22. Menteri PPN/Kepala Bappenas; 23. Sekretaris Kabinet; 24. Panglima TNI; 25. Kapolri; 26 Kepala BEKRAF; 27. Kepala BPKP; 28. Kepala LKPP; 29. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan; 30. Gubernur DKI Jakarta; 31. Gubernur Sumsel; 32. Gubernur Jabar; dan 33. Gubernur Banten. Melalui Inpres ini, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) untuk memberikan fasilitas dan dukungan teknis penganggaran yang diperlukan dalam rangka persiapan penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 dan Asian Para Games III Tahun 2018 sesuai dengan kemampuan negara; dan b. memberikan fasilitas teknis kepabeanan yang diperlukan dalam rangka persiapan penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 dan Asian Para Games III Tahun 2018 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pembangunan Prasarana dan Sarana Olahraga Dalam Inpres ini, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengalokasikan anggaran dan melaksanakan pembangunan/rehabilitasi prasarana dan sarana cabang olahraga di DKI Jakarta meliputi olahraga jetski, berlayar, bulutangkis, dan pencak silat; di kawasan Jakabaring, Palembang, untuk cabang olahraga squash di kompleks Gelora Olahraga Bung Karno, tribun VIP cabang olahraga bola voli pantai, cabang olahraga menembak dan dayung, venue cabang olahraga skateboard, dan  menyediakan peralatan electronic starting. Selain itu, Presiden juga menginstruksikan Menteri PUPR untuk mengalokasikan anggaran dan melaksanakan rehabilitasi venue cabang olahraga sepakbola di Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang, Bekasi), Stadion Patriot Candrabhaga (Bekasi), Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung), Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Kota Bandung), serta venue latihan cabang sepakbola di Lapangan Sepakbola dan Sarana Olahraga ITB (Bandung), Lapangan Padjajaran (Bogor), Stadion Jati Padjajaran (UNPAD, Sumedang), dan Lapangan Persikabo (Cibinong, Bogor). Presiden juga menginstruksikan Menteri PUPR untuk mengalokasikan anggaran dan melaksanakan pembangunan/rehabilitasi landasangan landing, take off, serta sarana pendukung menuju venue cabang olahraga paragliding di Pasir Sumbul, Cianjur; venue olahraga canoe slalom di Bendung Rentang, Majalengka; venue kompetisi dan latihan untuk penyelenggaraan Asian Para Games III Tahun 2018 di Gelora Bung Karno, Senayan; dan pembangunan parker bertingkat dan coffee tea house di  kawasan Gelora Bang Karno. Pendanaan pelaksanaan percepatan pembangunan prasarana dan sarana olahraga serta sarana pendukung dalam persiapan penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 ini, menurut Inpres Nomor 3 Tahun 2018, dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2018, dan Asian Para Games III Tahun 2018 dibebankan pada APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta sumber lain yang tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Instruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan,” bunyi akhir Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2018, yang dikeluarkan di Jakarta, pada 16 Maret 2018. (Pusdatin/ES) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Badan Restorasi Gambut RI Apresiasi Kesiapan Pemprov Sumsel Cegah Karhutla Sumsel
04 Apr 2018 Dilihat 253x

Badan Restorasi Gambut RI Apresiasi Kesiapan Pemprov Sumsel Cegah Karhutla

Palembang, Sumselprov.go.id -- Demi menjaga Sumsel bebas kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat koordinasi khusus Karhutla tahun 2018 bersama FKPD Provinsi Sumsel, OPD Provinsi Sumsel terkait, serta Satgas Karhutla Provinsi Sumsel dan Instansi terkait lainnya termasuk sektor swasta, di Griya Agung Palembang, Senin (2/4). Kepala Badan Restorasi Gambut RI, Nazir Foead dihadapan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Misalnya dengan melakukan pembangunan Infrastruktur pembasahan lahan gambut sebanyak 1000 unit, kemudian dukungan terhadap program yang membantu petani khususnya dalam pembersihan lahan pertanian tanpa membakar, serta melakukan pemasangan alat monitoring tingkat kelembapan lahan gambut yang  sudah dipasang di berbagai titik seperti di Kabupaten OKI yang menjadi salah satu daerah rawan Karhutla. Dalam rakor, Nazir Foead juga sempat menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel dan instansi terkait di Sumsel lainnya yang sudah melakukan pencegahan Karhutla sejak beberapa tahun terakhir. "Kalau dibandingkan dengan Provinsi lain, dilihat dari turunnya jumlah hotspot (Titik Api) Sumatera Selatan memang terdepan dan menjadi juaranya se-Indonesia raya ini," ujarnya. Sementara itu, Deputi II Kantor Staf Kepresidenan RI, Yanuar Nugroho, mengatakan, hasil Rakornas Pencegahan Karhutla menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan secara menyeluruh termasuk sektor swasta. Menurutnya, secara nasional hotspot memang sudah diturunkan sangat signifikan namun langkah antisipasi harus terus dilakukan terutama menjelang Asian Games Agustus mendatang. "Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin mendapatkan masukan dari pemerintah daerah, tentang apa yang dibutuhkan di pemerintah pusat, segera laporkan ke kami dan akan kita bantu untuk melakukan komunikasi lintas kementerian, yang pasti Presiden tidak mau ada asap sama sekali selama Asian Games nanti," tegasnya. Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Carlo B Tewu mengatakan, Kemenko Polhukam telah melakukan evaluasi terhadap pencegahan Karhutla hingga ditetapkan 12 Provinsi rawan se-Indonesia. Menurut Carlo B Tewu, dari 12 Provinsi tersebut baru 4 Provinsi yang sudah menetapkan siaga darurat salah satunya Provinsi  Sumsel.  "Untuk itu, kita sangat mengapresiasi sekali kesiapan Sumatera Selatan  mengantisipasi dan mencegah Karhutlah khususnya menghadapi Asian Games nanti," ucapnya. Kepala Pelaksana BNPB Provinsi Sumsel, Iriansyah dalam laporannya mengatakan, sinkronisasi dan koordinasi antar intansi terkait yang digelar sebagai langkah pencegahan karhutla di Sumsel guna suksesnya Asian Games 2018 di Palembang tanpa kabut asap. Peserta rakor meliputi para kepala daerah Bupati dan Walikota dari 9 Kabupaten dan Kota rawan Karhutlah di Sumsel yakni Kabupaten OKI, Banyuasin,Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Muara enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, dan OKU Selatan. "Kondisi yang harus diantisipasi sembilan daerah rawan Karhutla yakni khususnya pada Juni, Juli, dan Agustus merupakan puncak musim kemarau hingga diperkirakan meningkatnya jumlah titik hotspot, untuk itu kita harapkan seluruh daerah yang rawan Karhutlah membentuk satgas karhutla di setiap desa- desa yang dianggap rawan," pungkasnya.[rel/rik] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Alex Minta 9 Bupati dan Walikota Rawan Karhutla Tidak Tinggalkan Tempat Sumsel
04 Apr 2018 Dilihat 314x

Alex Minta 9 Bupati dan Walikota Rawan Karhutla Tidak Tinggalkan Tempat

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta kepada seluruh kepala daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk tidak meninggalkan daerah masing-masing sejak memasuki musim kemarau yang diperkirakan pada Juni, Juli dan Agustus 2018 mendatang. “Seluruh kepala daerah, bupati dan walikota tidak boleh meninggalkan tempat tanpa izin Gubernur, termasuk para camat dan kepala desa harus selalu berada di tempat mengantisipasi terjadinya Karhutla,” tegas Alex usai rapat koordinasi khusus karhutla 2018 bersama FKPD Provinsi Sumsel, OPD Provinsi Sumsel terkait, serta Satgas Karhutla Provinsi Sumsel dan Instansi terkait lainnya termasuk sektor swasta, di Griya Agung Palembang, Senin (02/04). Pelopor sekolah gratis ini mengatakan, terdapat empat daerah rawan Karhutla di Bumi Sriwijaya, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin. Sedangkan lahan gambut terluas berada di Kabupaten OKI, dimana 60 persen lahan gambut tersebut berada di wilayah konsesi Perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) di Kabupaten OKI. Untuk itu, pihak APP sudah melakukan berbagai langkah antisipasi pencegahan karhutla mulai dari kelengkapan fasilitas hingga pendanaan. “Kalau 60 persen lahan gambut sudah dapat diatasi oleh APP, artinya kerja kita sudah sedikit ringan tinggal 40 persennya lagi,” ungkap mantan Bupati Muba dua periode ini. Alex juga menambahkan, dari empat kabupaten yang rawan karhutla semua sudah melakukan langkah antisipasi pencegahan mulai dari perencanaan, kelengkapan fasilitas termasuk posko pemantauan hotspot atau titik api. Kepala Badan Restorasi Gambut RI Nazir Foead mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Misalnya dengan melakukan pembangunan Infrastruktur pembasahan lahan gambut sebanyak 1000 unit, kemudian dukungan terhadap program yang membantu petani khususnya dalam pembersihan lahan pertanian tanpa membakar. “Lalu, melakukan pemasangan alat monitoring tingkat kelembapan lahan gambut yang sudah dipasang di berbagai titik seperti di Kabupaten OKI yang menjadi salah satu daerah rawan karhutla,” ungkapnya. Nazir juga sempat menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel dan instansi terkait di Sumsel lainnya yang sudah melakukan pencegahan karhutla sejak beberapa tahun terakhir. “Kalau dibandingkan dengan Provinsi lain, dilihat dari turunnya jumlah titik api Sumsel memang terdepan dan menjadi juaranya se-Indonesia raya ini,” tuturnya. Sedangkan, Deputi II Kantor Staf Kepresidenan RI Yanuar Nugroho, mengatakan, hasil rakornas pencegahan karhutla menegaskan penanganan harus dilakukan secara menyeluruh termasuk sektor swasta. Secara nasional titik api memang sudah diturunkan sangat signifikan namun langkah antisipasi harus terus dilakukan terutama menjelang Asian Games. “Kami ingin mendapatkan masukan dari pemerintah daerah, tentang apa yang dibutuhkan di pemerintah pusat, segera laporkan ke kami dan akan kita bantu untuk melakukan komunikasi lintas kementerian, yang pasti Presiden Jokowi tidak mau ada asap sama sekali selama Asian Games nanti,” tegasnya. Di kesempatan sama, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam Carlo B Tewu mengatakan, Kemenko Polhukam telah melakukan evaluasi terhadap pencegahan Karhutla hingga ditetapkan 12 provinsi rawan se-Indonesia. Dari jumlah tersebut baru 4 provinsi yang sudah menetapkan siaga darurat salah satunya Sumsel. “Untuk itu, kita sangat mengapresiasi sekali kesiapan Sumsel mengantisipasi dan mencegah Karhutlah khususnya menghadapi Asian Games nanti,” ujar dia. Sementara itu, Kepala Pelaksana BNPB Provinsi Sumsel Iriansyah dalam laporannya mengatakan, sinkronisasi dan koordinasi antar intansi terkait yang digelar sebagai langkah pencegahan karhutla di Sumsel guna suksesnya Asian Games 2018 di Palembang tanpa kabut asap. “Kondisi yang harus diantisipasi sembilan daerah rawan Karhutla yakni khususnya pada Juni, Juli dan Agustus merupakan puncak musim kemarau hingga diperkirakan meningkatnya jumlah titik hotspot, untuk itu kita harap seluruh daerah yang rawan Karhutlah membentuk satgas karhutla di setiap desa-desa yang dianggap rawan,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Alex Noerdin:  LRT Siap Mendukung Asian Games 2018 Sumsel
03 Apr 2018 Dilihat 365x

Alex Noerdin: LRT Siap Mendukung Asian Games 2018

Palembang SumselProv.go.id.- Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi antara Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin dan INASGOC Maret lalu (24/03), yaitu mengenai pelaksanaan rapat koordinasi mingguan yang bertujuan meningkatkan koordinasi kerja mengenai perkembangan masing-masing cabang olahraga dalam persiapan menuju Asian Games 2018. Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC) melakukan rapat koordinasi bertema Model Venue Exercise Meeting di Dining Hall, Jakabaring Sport City, Senin (2/4) tentang segala perspektif penyelenggaraan Asian Games 2018. Gubernur Sumsel mengungkapkan bahwa Sumsel telah menyiapkan LRT sebagai sarana transportasi yang siap mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 menjadi lebih efisien. Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang ditarget selesai dan dapat segera uji coba April mendatang, dan 2 Gerbong LRT akan sampai Palembang 15 April mendatang. “LRT siap, maka dari Bandara ke Jakabaring Sport Center hanya 25 menit”, lanjutnya. Proses perbaikan jalan akibat pembangunan LRT kemungkinan membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan. Hingga saat ini tahap pembangunan LRT sudah sampai pada tahap finishing dan uji coba kelistrikan. Wakil Ketua Umum INASGOC, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, menambahkan bahwa selain masalah transportasi, rapat ini juga membahas tentang visualisasi kinerja dari masing-masing cabang olahraga terkait kendala dan kesiapan yang perlu di koordinasikan. “Fungsi-fungsi dari INASGOC akan memberikan dukungan berupa solusi-solusi yang mendukung pengadaan perbaikan pada teknis yang masih belum berfungsi secara maksimal”, ungkapnya. Lanjutnya, beliau berharap bahwa harus ada pembagian zona pintu masuk yang berstandar internasional untuk setiap orang yang akan masuk ke Jakabaring Sport Center (JSC) agar lokasi pelaksanaan Asian Games 2018 tetap dalam kondisi yang aman. Rapat ini menyatukan semua departemen untuk menciptakan sinergi kerja yang baik antara Palembang dan Jakarta. “Test Event dapat dilakukan untuk menguji kesiapan venue dan mekanisme pelaksanaan Asian Games 2018”, pungkasnya. Rapat ini rencananya akan dilaksanakan selama dua hari yaitu 2-3 April 2018. Turut hadir dalam rapat ini diantaranya, Head of Monitoring INASGOC, Mayjen Purn Meris Wiryadi, Deputy I Games Operation, Harry Warganegara, Direktur Government Relation, Raja Perlindungan Pane, Main Operation Center, Kolonel CHB Sarwono, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Am. Putranto, S.Sos, Direktur Sport Departemen, Wisnu Wardana, Direktur Venue and Environment Departemen, T. Arlan. P. Lukman, dan Danrem 044 Garuda Dempo, Kolonel Inf. Iman Budiman, SF, Kadispora Sumsel, Ahmad Yusuf Wibowo, Plt. Kadis Kominfo, Dr. Inanda Karina, beserta Kepala Bidang lainnya diantaranya Kabid PIP, Kabid TIK dan Persandian, dan Kabid Statistik. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE/Cley

Baca Detail
Catat! Jangan Sampai Ada Asap Selama Asian Games Sumsel
03 Apr 2018 Dilihat 337x

Catat! Jangan Sampai Ada Asap Selama Asian Games

Palembang, Sumselprov.go id -- Langkah antisipasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjelang Asian Games 2018 terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel.  Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi khusus Karhutla tahun 2018 bersama FKPD Provinsi Sumsel, OPD Provinsi Sumsel terkait, serta Satgas Karhutla Provinsi Sumsel dan Instansi terkait lainnya termasuk sektor swasta, di Griya Agung Palembang, Senin (2/4). Rakor yang dipimpin Gubernur Sumsel Alex Noerdin tersebut dihadiri langsung Kepala Badan Restorasi Gambut RI, Nazir Foead, Deputi II Kantor Staf Kepresidenan RI, Yanuar Nugroho, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Carlo B Tewu, serta Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Zulkarnain. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, terdapat 4 daerah rawan Karhutla di Sumsel yakni Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Muba, dan Banyuasin. Sedangkan lahan gambut terluas berada di Kabupaten OKI, di mana 60 persen lahan gambut tersebut berada di wilayah konsesi Perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) di Kabupaten OKI. Untuk itu, pihak APP sudah melakukan berbagai langkah antisipasi pencegahan Karhutla mulai dari kelengkapan fasilitas hingga pendanaan. "Setelah kita lihat kesiapan mereka terhadap pencegahan Karhutla sudah sangat luar biasa. Jadi, Kalau 60 persen lahan gambut sudah dapat diatasi oleh APP, artinya kerja kita sudah sedikit ringan tinggal 40 persennya lagi," ungkap Alex.  Lebih lanjut Alex Noerdin mengatakan, dari 4 Kabupaten yang rawan Karhutla semua sudah melakukan langkah antisipasi pencegahan mulai dari perencanaan, kelengkapan fasilitas termasuk posko pemantauan hotspot (Titik Api).  Alex menginstruksikan, seluruh kepala daerah rawan Karhutla untuk tidak meninggalkan daerah masing-masing sejak memasuki musim kemarau diperkirakan pada bulan Juni, Juli dan Agustus mendatang. "Seluruh kepala daerah Bupati dan Wali Kota tidak boleh meninggalkan tempat tanpa izin Gubernur, termasuk para Camat dan Kepala Desa harus selalu berada di tempat mengantisipasi terjadinya Karhutla," tegas Alex. Kepala Badan Restorasi Gambut RI, Nazir Foead mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Misalnya dengan melakukan pembangunan Infrastruktur pembasahan lahan gambut sebanyak 1000 unit, kemudian dukungan terhadap program yang membantu petani khususnya dalam pembersihan lahan pertanian tanpa membakar, serta melakukan pemasangan alat monitoring tingkat kelembapan lahan gambut yang  sudah dipasang di berbagai titik seperti di Kabupaten OKI yang menjadi salah satu daerah rawan Karhutla. Dalam rakor, Nazir Foead juga sempat menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel dan instansi terkait di Sumsel lainnya yang sudah melakukan pencegahan Karhutla sejak beberapa tahun terakhir. "Kalau dibandingkan dengan Provinsi lain, dilihat dari turunnya jumlah hotspot (Titik Api) Sumatera Selatan memang terdepan dan menjadi juaranya se-Indonesia raya ini," ujarnya. Sementara itu, Deputi II Kantor Staf Kepresidenan RI, Yanuar Nugroho, mengatakan, hasil Rakornas Pencegahan Karhutla menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan secara menyeluruh termasuk sektor swasta. Menurutnya, secara nasional hotspot memang sudah diturunkan sangat signifikan namun langkah antisipasi harus terus dilakukan terutama menjelang Asian Games Agustus mendatang. "Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin mendapatkan masukan dari pemerintah daerah, tentang apa yang dibutuhkan di pemerintah pusat, segera laporkan ke kami dan akan kita bantu untuk melakukan komunikasi lintas kementerian, yang pasti Presiden tidak mau ada asap sama sekali selama Asian Games nanti," tegasnya. Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Carlo B Tewu mengatakan, Kemenko Polhukam telah melakukan evaluasi terhadap pencegahan Karhutla hingga ditetapkan 12 Provinsi rawan se-Indonesia. Menurut Carlo B Tewu, dari 12 Provinsi tersebut baru 4 Provinsi yang sudah menetapkan siaga darurat salah satunya Provinsi  Sumsel. "Untuk itu, kita sangat mengapresiasi sekali kesiapan Sumatera Selatan  mengantisipasi dan mencegah Karhutlah khususnya menghadapi Asian Games nanti," ucapnya. Kepala Pelaksana BNPB Provinsi Sumsel, Iriansyah dalam laporannya mengatakan, sinkronisasi dan koordinasi antar intansi terkait yang digelar sebagai langkah pencegahan karhutla di Sumsel guna suksesnya Asian Games 2018 di Palembang tanpa kabut asap. Peserta rakor meliputi para kepala daerah Bupati dan Walikota dari 9 Kabupaten dan Kota rawan Karhutlah di Sumsel yakni Kabupaten OKI, Banyuasin,Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Muara enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, dan OKU Selatan. "Kondisi yang harus diantisipasi sembilan daerah rawan Karhutla yakni khususnya pada Juni, Juli, dan Agustus merupakan puncak musim kemarau hingga diperkirakan meningkatnya jumlah titik hotspot, untuk itu kita harapkan seluruh daerah yang rawan Karhutlah membentuk satgas karhutla di setiap desa- desa yang dianggap rawan," pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Ribuan Dokter Ahli Bedah Indonesia Puji Alex Noerdin Sumsel
03 Apr 2018 Dilihat 270x

Ribuan Dokter Ahli Bedah Indonesia Puji Alex Noerdin

Palembang, Sumselprov.go.id -- Lagi-lagi Gubernur Sumsel mengundang decak kagum atas prestasi yang ditorehkannya. Hal itu terbukti dalam Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Ahli Bedah Indonesia (PABI) dan Pengukuhan Ahli Bedah dengan tema Peningkatan Mutu Profesional Ahli Bedah dalam Kepengurusan PABI 2018-2021 yang di hadiri ribuan Dokter Ahli Bedah Indonesia di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Senin (2/4). Kegiatan ini di buka langsung oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin dengan memukul gong secara simbolis. Kali ini gubernur didampingi Ketua Umum PP PABI Urif Murtedjo, Ketua Pelaksana Kongers Nasional (PABI) Firmansyah serta pengurus Kongres Nasional lainnya. Pada kesempatan tersebut Gubernur Sumsel Alex Noerdin tak lupa mengucapkan selamat datang kepada para peserta PABI di Palembang Ibu Kota Provinsi Sumsel, yang juga tuan rumah Asian Games 2018. Sebelum pulang ke daerah masing-masing, Gubernur Alex Noerdin berpesan untuk menikmati kuliner khas Kota Palembang seperti mie celor, pempek, martabak har seperti jangan lupa membeli oleh-oleh khas yaitu Songket Palembang. Gubernur Alex Noerdin bahkan tidak menyianyiakan kesempatan ini untuk mensosialisasikan Asian Games yang  tinggal hitungan hari. Gaya yang khas saat memberikan paparan yak urung membuat peserta kongres terpukau. Di hadapan ribuan dokter yang tergabung dalam  PABI  Alex mengupas tentang banyak hal mulai dari pembangunan infrastruktur, progres persiapan Asian Games hingga keberhasilan Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games 2018.  Kenapa Palembang di pilih menjadi tuan rumah Asian Games? Gubernur Alex Noerdin menyatakan ada satu hal yang menjadi dasar utama, dan alasan utama Sumsel terpilih sebagai tuan rumah Asian Games, karena Sumsel merupakan daerah zero konflik. Bahkan diakuinya hingga kini Alhamdulilah tidak pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan umat beragama di Sumsel.  Dia juga menuturkan bahwa Asian Games itu bukan tujuan, melainkan sebagai alat mencapai tujuan. Apa tujuannya? Alex mengatakan adalah pembangunan infrastruktur. "Kita mendapat empat ruas jalan tol, Light Rail Transit (LRT), Musi IV dan Musi VI, underpas/flyover, rumah sakit, perluasan bandar udara, rumah sakit, fasilitas air bersih dan lainnya. Insyallah kalau semua selesai Palembang akan menjadi kota tercantik di Indonesia,"ungkapnya disambut dengan tepuk tangan oleh para peserta kongres. Sementara, menanggapi kegiatan Kongres Nasional PABI dan persiapan Asian Games 2018, salah satu peserta Dokter Ahli Bedah yang berasal dari Provinsi Jawa Barat Yuda menilai kongres Nasional ini bagus, meriah dan berjalan lancar.  Yuda bahkan mengakui paparan Gubernur Alex Noerdin sangat bagus sekali. Menurutnya, cara mempromosikan Asian Games ke kancah Nasional dan Internasional patut diacungi jempol. "Saya mendengar paparan apalagi mempromosikan Asian Games sangat bagus sekali sehingga Sumsel kini terkenal di Dunia,"ujar saat diwawancara. Hal yang sama juga diungkapkan Dokter Ahli Bedah Wiargitha Ketut yang berasal dari Provinsi Bali. Menurutnya  paparan Gubernur Alex Noerdin hebat sekali. Dirinya bahkan juga mengaku terpukau setelah melihat progres mulai dari infrastruktur bahkan persiapan venue yang ditampilkan dalam video progres Asian Games. Dia juga mengatakan beberapa waktu lalu pernah berkunjung ke Jakabaring dengan melihat langsung venue-venue persiapan Asian Games 2018. "Wah luar biasa sekali, saya waktu itu pernah liat langsung ke Jakabaring. Saya melihat Venue-venue persiapan Asian Games sangat luar biasa, tidak ada daerah di satu area seperti di Jakabaring," pungkasnya.[rel/rik] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Pemprov Sumsel dan KPK Bahas Rencana Aksi 2018 Sumsel
03 Apr 2018 Dilihat 230x

Pemprov Sumsel dan KPK Bahas Rencana Aksi 2018

Palembang, Sumselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi  Republik Indonesia (KPK RI) melakukan rapat koordinasi membahas Rencana Aksi 2018 di Bina Praja Pemprov Sumsel, Senin (02/04/2018). Pembahasan Rencana Aksi kali ini difokuskan pada sektor Sumberdaya Alam (SDA) meliputi, Perkebunan, Pertambangan, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan untuk mengoptimalkan penerimaan daerah provinsi Sumatera Selatan. Rapat dipimpin Sekertaris Daerah (Sekda) Sumsel, H Nasrun Umar, Kepala Satuan Tugas (Satgas) II Unit Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK, Dian Patria dan Koordinator Wilayah 2 Koordinator dan Supervisor Pencegahan) KPK RI, Adlinsyah M Nasution. Sekda Sumsel, H Nasrun Umar dalam sambutannya mengungkapkan, Provinsi Sumsel menjadi provinsi terkaya ke-5 di Indonesia yang memiliki potensi SDA yang berlimpah. Salah satu sektor andalan Sumsel adalah Energi dan Mineral. “Pengelolaan SDA menjadi tantangan bagi Sumsel untuk dapat lebih dioptimalkan agar taraf hidup masyarakat Sumsel juga lebih meningkat,” ungkap Nasrun. Menurut dia, tantangan pengelolaan SDA akan semakin kompleks ke depan. “Namun kami optimis yang paling sulit sekalipun dapat diatasi dengan koordinasi yang baik antara KPK dan instansi terkait,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Satgas III Unit Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK, Dian Patria menyampaikan, sejumlah permasalahan yang menjadi fokus KPK di sektor Sumber Daya Alam meliputi korupsi penyalahgunaan wewenang, perizinan dan alih fungsi lahan baik di sektor pertambangan, perkebunan, kelautan dan perikanan. “Kami memberikan sejumlah rekomendasi terkait permasalahan sektor SDA di Kabupaten/kota di Sumsel yang nantinya akan direview kewajiban dari pemegang izin lingkungan melalui rencana aksi yang nantinya bermuara pada penerapan sanksi bagi yang melanggar,” jelasnya.  MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Jelang UNBK Gubernur Sumsel Memberikan Support Untuk Pelajar Kelas XII Sumsel
03 Apr 2018 Dilihat 332x

Jelang UNBK Gubernur Sumsel Memberikan Support Untuk Pelajar Kelas XII

Palembang-Sumselprov.go.id Sekitar 8000an pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XII se-Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), memadati Palembang Sport Convention Center (PSCC) untuk mengikuti try out. Try out ini sendiri diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel untuk mempersiapkan diri sekaligus menyiapkan mental menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).  UNBK yang disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Gubernur Sumsel Alex Noerdin memberikan dukungan penuh atas terselenggarnya try out ini, sekaligus Ia memberikan semangat untuk seluruh pelajar agar menggunakan kesempatan sebaik mungkin.  "Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin, semoga sukses untuk anak-anakku sekalian. Nah yang ada disini adalah yang beruntung, tapi bagi yang belum mempunyai kesempatan ini bisa belajar sendiri, melalui bimbingan-bimbingan dikotanya masing-masing. Semangat untuk anak-anakku sekalian, setelah itu berjuang kembali melanjutkan sekolah masuk ke universitas, untuk pendidikan yang lebih baik," Tuturnya  Dalam kesempatan ini Alex juga menyampaikan, untuk seluruh pelajar harus berbangga berada di Provinsi yang saat ini menjadi lirikan dunia. Sebab hanya ada dua kota yang menjadi saksi penyelenggaraan event olahraga international, dimana hadir kembali setelah 1962 lalu yakni Asian Games 2018 mendatang.  "Masyarakat Sumsel harus bangga bahwa provinsi Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games, sebab dari Asian Games inilah Provinsi Sumsel mempunyai Light Rail Transit (LRT) pertama di Indonesia, ditambah lagi tiga ruas jalan tol, Musi IV dan Musi VI, Rumah Sakit, fasilitas air bersih, kapasitas perluasan bandara, underpas/flyover dan lainnya,"ungkapnya  Dikatakan Alex, Modal utama yang dimiliki provinsi Sumsel selain Jakabaring Sport City (JSC) yang miliki venue berstandar international, zero konflik tidak adanya kerusuhan antar etnis, budaya, bahkan yang paling sakral adalah agama. Terbukti di Provinsi Sumsel juga dibangun rumah ibadah dari enam agama berbeda yang sedang di bangun berdampingan. "Modal utama kita Provinsi Sumsel ini dipercaya melaksanakan event-event Internasional karena kondusifitas daerah. Alhamdulillah belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan antar umat beragama. Bahkan zero konflik Provinsi Sumsel sudah menjadi perhatian dunia," ungkapnya "Kalau tidak ada Asian Games tidak ada LRT. Selain itu ada dua fungsi LRT. Suatu daerah dipercaya oleh 45 negara Asia dimana ada macan dunia (Jepang, Korea, China) menjadi tuan rumah penyelenggaraan event terbesar didunia setelah sudah pasti daerah itu aman dan damai," terangnya. Lebih jauh pelopor sekolah gratis dan berobat gratis ini mengungkapkan, Jakabaring telah berpengalaman untuk penyelenggaraan event olahraga mulai dari PON 2004, Sea Games 2011, 3rd Islamic Solidarity Games 2013 dengan peserta 52 negara, 17th Association of South East Asian Nations (ASEAN) University Games pada 2014. Sejak saat itu 42 event olahraga bertaraf Asia, Asia Pacifik bahkan dunia bermain di JSC. "Banyak yang tidak percaya, tapi berkat persatuan dan kesatuan serta ridho Allah, Alhamdulillah inilah provinsi Sumsel yak menjadi lirikan dunia, dan membuat daerah lain iri," pungkasnya Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Drs Widodo menambahkan, dari try out ini diharapkan pelajar lebih percaya diri mengerjakan soal UNBK nanti.  Untuk soal try out (TO) ini sendiri Ia mengatakan, dibuat oleh guru-guru berprestasi dan terbaik untuk diukur setara dengan UNBK. "TO ini bukan sebagai barometer hanya kesiapan mental agar pelajar bisa menghadapi ujian itu biasa saja," pungkasnya  MC Diskominfo Prov Sumsel/FS

Baca Detail
Gubernur Akan Pimpin Rakorsus Percegahan Karhutbunlah 2018 Sumsel
02 Apr 2018 Dilihat 291x

Gubernur Akan Pimpin Rakorsus Percegahan Karhutbunlah 2018

Palembang, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumsel Alex Noerdin akan memberikan pengarahan pada  Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) Provinsi Sumatera Selatan  Tahun 2018, di Griya Agung Palembang, Senin (02/04/2018). Rakorsus ini akan dihadiri akan dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyrakat Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan,  Irjend Pol. Carlo Brix Tewu, Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial  Ekonomi dan Budaya Strategis Kantor Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho , Deputi Penanganan  Darurat BNPB RI, Menteri Pertanian RI, Kepala Badan Restorasi Gambut RI,  Panglima Kodam (pangdam), Kepolisian Daerah (Kapolda), Forum Pmpinan Daerah Prov.Sumsel, Ketua DPRD Sumsel, Dan Satgas Karhutla Prov.Sumsel, Para Bupati Wilayah Karhutlah, Pimpinan Perusahaan, NGO dan Mitra Green Growth. Pada 2017, pemerintah prov.Sumsel telah melakukan berbagai upaya untuk menekan terjadinya karhutlah. Upaya itu meliputi penyampaian informasi peringatan dan deteksi dini (datahotspot) melalui web sipongi.menlhk.go.id, patroli rutin dan patroli terpadu pengendalian karhutlah, sosialisasi serta penyuluhan bahaya karhutlah Upaya pemadaman melalui darat dan udara juga telah dilakukan, termasuk penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), pelatihan serta pembentukan brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan (brigdalkarhutla) di tingkat tapak juga pemegang konsesi, serta penguatan sarana dan prasarana pengendalian karhutlah Propinsi Sumatera Selatan dengan luas sekitar 8,8 juta hektar,dimana sekitar 3,5 juta hektar merupakan kawasan hutan,dan terdapat1,4 juta hektar adalah Kawasan gambut yang rawan kebakaran. Berdasarkan data Citra Satelit Landsat 8 OLI TIRS dan Citra Satelit Sentinel 2, kebakaran padaTahun 2015 mencapai 736.536,00 hektar dengan total 27.043 hotspot,dan 43,21 persen kebakaran berada di lahan gambut. Pada tahun 2016 luas kebakaran turun hanya seluas 978,00 hektar turun 99,87 persen dan 973,00 hotspot,terjadi di lahan gambut sebesar 17,38%; Tahun 2017 kebakaran meningkat menjadi 9.286 hektar dengan1.212 hotspot, dan yang terbesar terdapat pada lahan mineral sebesar 91,33 persen, dan gambut sekitar 8,67 persen. Memang pada tahun 2017relatif lebih panas dibandingkan tahun 2016. Keberhasilan penurunan titik hotspot pada tahun 2016 dan tahun 2017,merupakan prestasi terbaik yang telah dilaksan akan oleh tim pengendalian kebakaran Hutan dan lahan dibawah komando Komandan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Komandan Korem 044 Garuda Dempo dan tentunya dukungan dari semua instansi vertical termasuk TNI POLRI dan OPD terkait dilingkungan  Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,dan tentunya juga berkat Redho dan Pertolongan dari Allah Subhanallahutaalah, walaupun berdasarkan evaluasi yang disampaikan oleh Dan satgas ada Pemerintah Kabupaten yang belum optimal dalam memberikan dukungan dalam pelaksanaan pengendalian kebakaran hutan kebun dan lahan. MC diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.