Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sinar Mas Mengaji Bersama Berdoa Untuk Kebaikan Lingkungan dan Sumsel
Palembang, Sumselprov.go.id -- Kesadaran pelestarian lingkungan harus digaungkan secara terus menerus oleh semua pihak tanpa terkecuali. Kelestarian lingkungan merupakan modal penting untuk kelangsungan alam. Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin mengungkapkan, kesadaran terhadap kelestarian lingkungan yang digaungkan seperti oleh Pondok Pesantren Aulia Cendekia, menginspirasi pihaknya untuk melakukan hal yang serupa, salah satunya melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang diinisiasi APP Sinar Mas. Melalui progam ini memungkinkan perusahaan memberdayakan masyarakat di dalam dan di sekitar konsesi yang dikombinasikan dengan upaya pelestarian lingkungan sekitar. Masyarakat diarahkan bercocok tanam hortikultura (sayur mayur, buah-buahan), tanaman pangan, peternakan, perikanan, dan olahan makanan untuk konsumsi sendiri atau dijual. APP Sinar Mas memfasilitasi hal tersebut dari hulu hingga ke hilir, mulai dari penyediaan alat, benih, pendampingan, hingga membantu memasarkan produk. Program yang diinisiasi pada pengujung 2015, kini telah menjangkau 191 desa di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat, serta melibatkan hingga 13.814 kepala keluarga sebagai penerima manfaat. Pimpinan Ponpes Aulia Cendekia, Ustaz H Hendra Zainudin menyatakan, pihaknya akan terus terlibat dalam upaya kelestarian lingkungan dan pencegahan Karhutla telah berlangsung lama. Seperti yang dilakukan Senin (9/4/2018) melalui kegiatan mengaji bersama hingga khatam yang didukung Sinar Mas. Kegiatan mengaji ini akan berlangsung hingga Jumat (13/4/2018). “Terima kasih kepada Sinar Mas, dan semoga terus maju,” katanya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Alex Noerdin Tegaskan Tahun 2018 Jadi Taruhan Pengendalian Karhutla
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin mensosialisasikan Asian Games XVIII tahun 2018 kepada seluruh stakeholder pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumsel tahun 2018 di Griya Agung Palembang, Senin (9/4/2018). Sosialisasi ini dilaksanakan untuk membangkitkan semangat semua regu pengendalian Karhutla Provinsi Sumsel dalam pengendalian Karhutla. Pasalnya, di tahun 2018 menjadi tantangan yang berat karena berlangsungnya Asian Games yang harus berjalan sukses tanpa bencana kabut asap. "Walaupun tahun 2016 dan 2017 kita berhasil mencegah Karhutla tetapi tahun 2018 adalah taruhan bagi kita semua karena di 2018 ada Asian Games," ungkap Alex Noerdin. Dalam kesempatan ini Gubernur Alex Noerdin juga menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasihnya kepada kepada semua regu dan satgas Karhutla yang terlibat langsung dalam memadamkan Api di bencana karhutla tahun 2015 lalu. "Atas nama pribadi dan pemerintah Sumsel saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat langsung 2015 lalu. Asian Games berlangsung cukup panjang, 18 Agustus sampai 2 September tahun ini dan itu puncak musim kemarau. Jadi tahun ini menjadi taruhan bagi kita semua mencegah Karhutla," terang Alex Noerdin. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel, Iryansyah dalam laporannya mengatakan, Karhutla tahun 2015 di Sumsel sangat besar dan mengganggu kehidupan masyarakat, total 7.360 hutan dan lahan terbakar. Di tahun 2016 dan 2017 Sumsel berhasil menekan Karhutla hungga 95 persen. Menurutnya, menjelang Asian Games menjadi tantangan bersama dalam pencegahan Karhutla, untuk itu pelasksanaan sosialisasi Asian Games kepada seluruh stakholder pengendalian Karhutla sangat penting dan diperlukan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya event olahraga internasional tersebut. "Sengaja hadir 1300 orang stakeloder pengendalian kebakaran hutan dan lahan untuk mendengarkan arahan dari bapak Gubernur. Kami bertekad siap mensukseskan Asian Games, kami bertekad tahun 2018 tidak ada kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan," tegasnya. Tampak hadir dalam kesempatan sosialisasi Asian Games kali ini, Staf Ahli Gubernur Bidang Pengendalian Bencana, Staf Ahli Gubernur Bidang Perubahan Iklim, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Kepada Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, serta semua regu stakholder pengendalian Karhutla Provinsi Sumsel tahun 2018. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Diskominfo Prov.Sumsel Lakukan Koordinasi Dengan TP4D Kejati Sumsel
Palembang, Sumselprov.go.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan yang dalam hal ini diwakili Kepada Bidang Persandian, Jhon Keneddy didampingi Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Marjoni melakukan koordinasi langsung dengan Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Prov. Sumsel tentang rencana Pembangunan Command Center bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Prov. Sumsel, Senin (09/04/2018). Kepala Bidang Persandian Diskominfo Prov. Sumsel dalam koordinasinya menyampaikan maksud dari kunjungan ini adalah dalam rangka pelaksanaan kegiatan yang ada di Diskominfo tentang rencana pembangunan Command Center agar kiranya dapat terlaksana dengan lancar dan tanpa masalah. “Kami berharap TP4D Kejati bersedia mendampingi pelaksanaan pembangunan Command Center dan nantinya dapat membuat Tim Terpadu dari Diskominfo dan juga Kejati Sumsel yang disahkan dengan Surat Keputusan sehingga proses pelaksanaan pembangunan Command Center dapat didampingi dan dikawal”, ujar Jhon Kennedy. Kasi Prodsarin Abdul Aziz yang juga Ketua Tim III Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Prov. Sumsel menyambut baik dan memberikan apresiasi atas koordinasi yang dilakukan Diskominfo Prov.Sumsel. “TP4D pada prinsifnya siap melakukan pendampingan dan berharap Diskominfo menjadwalkan pertemuan selanjutnya untuk menindaklanjuti koordinasi yang dilakukan hari ini”, kata Abdul Aziz “Jangan takut bekerjasama, kami siap membantu memberikan masukan agar kegiatan pelakasanaan pembangunan command Center ini berjalan lancer, sukses dan tidak ada masalah dikemudian hari”, pungkas Abdul Aziz. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/TM
Sumsel
Alex Noerdin Nyetir Sendiri Golf Car Kelilingi JSC
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin Pagi Senin (09/04), melakukan wawancara lansung bersama dengan International Games Broadcast Services (IGBS) di Venue Shooting Range Jakabaring Sport City. Wawancara Gubernur Sumsel ini sendiri terkait dengan Asian Games News Updates Episode 3 mengenai persiapan Palembang sebagai Co-Host Asian Games 2018. Turut mendampingi Gubernur, Dirut PT JSC Bambang Supriyanto, Dirut Swarna Dwipa Augie Bunyamin, Kadis PU Cipta Karya Basyaruddin Ahmad, Plt Kadis Kominfo Dr.Inanda Karina Astari Fatma, Perawakilan KONI Sumsel. IGBS selanjutnya akan menyiarkannya ke 45 negara peserta Asian Games 2018 Alex mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai persiapan Asian Games Agustus mendatang di Kota Palembang. Bahkan, menurutnya persiapan Palembang jauh lebih baik, mulai dari kesiapan venue yang terintegrasi dan berstandar international yang terletak dalam satu hamparan ditengah-tengah kota atau masyarakat lebih mengenalnya dengan Jakabaring Sport City (JSC) hingga infrastruktur penunjang untuk event olahraga international tersebut. Selanjutnya Alex menuturkan bukanlah hal yang mudah untuk dapat menjadi tuan rumah event international Asian Games, semua itu direbut karena Provinsi Sumsel memiliki pengalaman menyelenggarakan event-event olahraga international sekelas Asia, Asia Pacifik bahkan dunia. " Penyelenggaraan event dimulai dari PON 2004, Sea Games 2011, 3rd Islamic Solidarity Games 2013 dengan peserta 52 negara, 17th Association of South East Asian Nations (ASEAN) University Games pada 2014. Sejak saat itu 42 event olahraga bertaraf Asia, Asia Pacifik bahkan dunia bermain di JSC, jadi pengalaman JSC tidak perlu diragukan lagi,"ungkapnya Lebih jauh Alex mengungkapkan, Modal utama yang dimiliki provinsi Sumsel dan telah diakui dunia, Provinsi Sumsel adalah provinsi yang konsisten menjaga kondusifitas. dimana, tidak ada kerusuhan antar etnis, budaya apalagi agama. Faktanya, Ia menyebut saat ini sedang dibangun enam rumah ibadah dari enam agama secara berdampingan. "Modal utama kita Provinsi Sumsel ini dipercaya melaksanakan event-event Internasional karena kondusifitas daerah. Alhamdulillah belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan antar umat beragama. Bahkan zero konflik Provinsi Sumsel sudah menjadi perhatian dunia," Katanya Kemudian, dikatakan Alex pula berkaitan dengan transportasi yang diperbolehkan untuk mengangkut atlet dan official Asian Games 2018 selama berada di kompleks JSC hanya electric car dan hydrogen car (Zero emission mobility). Dimana Provinsi Sumsel merupakan pertama kali di Indonesia yang akan menggunakannya. lebih membanggakan pula adalah penggunaan Hydrogen car saat Asian Games 2018 mengalahkan Tokyo yang baru akan realisasi pada tahun 2020. "Yang Paling fenomenal adalah Light Rail Transit (LRT) pertama yang menyebrangi sungai yakni Sungai Musi, perjalanan dari bandara sampai JSC itu juga sudah termasuk perjalanan wisata. Sampai ke JSC atlet diangkut dengan hydrogen car. Jadi kita betul-betul memberi kenyamanan untuk para Atlet," tuturnya Usai wawancara Alex mengajak tim dari International Games Broadcast Services (IGBS) mengelilingi JSC, melihat langsung venue-venue hingga ke wisma atlet. Dalam kesempatan ini Alex mengendarai sendiri golf car didampingi oleh Matthew Smith Coordinating Producer IGBS AG. MC Diskominfo Prov.SUmsel/Cley/TM
Sumsel
Didatangi Media Asing, Gubernur Sumsel Pamer Keindahan JSC
Palembang Sumselprov.go.id- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Dr. Inanda Karina Astari Fatma, mendampingi Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin untuk wawancara Asian Games News Update oleh Internasional Games Broadcasting Services (IGBS) di Jakabaring Sport Center (JSC), Senin (9/4). Kunjungan ini terkait peliputan tentang persiapan Palembang sebagai Co-Host Asian Games 2018. Dalam wawancaranya, Alex mengungkapkan berbagai macam keberhasilan Sumsel terutama dalam hal pembangunan dalam rangka menyambut Asian Games 2018. “Sumsel mampu membangun infrastruktur besar-besaran yaitu Light Rail Transit (LRT) pertama di Indonesia, pembangunan fly over, pembangunan ruas jalan tol, penambahan jembatan musi”, ujarnya saat wawancara. Selanjutnya, Beliau mengungkapkan rasa bangganya pada Palembang yang zero konflik. Perwakilan IGBS, Matthew Smith tiba di Palembang Minggu (8/4) dan memulai shooting seputar kota Palembang pada hari yang sama, kemudian dilanjutkan hari kedua untuk penggarapan video wawancara bersama Gubernur Sumsel dengan latar belakang Danau JSC. “What amazing venues”, ungkapnya sesaat sebelum video shooting. Setelah wawancara berakhir, Matt diajak untuk melihat beberapa venue yang ada di JSC dengan mengendarai golf car yang dikemudi langsung oleh Gubernur Sumsel. Turut mendampingi Kepala Dinas PU Cipta Karya, Basyarudin Akhmad, perwakilan KONI Sumsel, perwakilan Diskominfo Sumsel, beserta staf-staf terkait venue-venue yang ada di JSC. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/FS
Sumsel
Komisioner KPID Sumsel Beralih ke Periode 2018-2021
Palembang Sumselprov.go.id- Dalam rangka berakhirnya masa kerja komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Selatan periode 2013-2016. KPID Sumsel melaksanakan acara pisah sambut terkait penyerahan kepengurusan secara seremonial kepada komisioner KPID periode 2018-2021 di Ruang Rapat KPID Sumsel, Jumat Siang, (6/4). Ketua KPID Sumsel periode 2013-2016, Iwan Kesumajaya S.H., M.Hum., menegaskan dalam kata sambutannya agar Komisioner KPID periode 2018-2021 dapat meneruskan pencapaian kerja yang telah ada. “Kinerja KPID harus lebih dikenang dalam skala pemerintahan maupun masyarakat”, ujarnya. Sehubungan dengan usia komisioner KPID baru yang lebih muda, beliau berharap agar pelaksanaan tugas KPID selanjutnya dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi. “KPID baru bekerja dengan tenaga muda sehingga lebih cemerlang dan sesuai harapan Gubernur Sumsel”, tutupnya. Menambahkan, Ketua KPID Sumsel periode 2018-2021, Edi Pornomo, S.T., menyampaikan agar Komisioner lama bersama masyarakat dapat terus mendukung pelaksanaan tugas KPID untuk lembaga penyiaran Sumsel yang tanpa konflik terkait pilkada dan pemilu. “Kami akan membawa penyiaran ke arah yang lebih baik”, ungkapnya. Turut hadir pada acara ini, diantaranya Ketua MUI Sumatera Selatan, H. Ayik Farid, Beberapa Kepala Bidang beserta staf-staf perwakilan dari Diskominfo Sumsel, Staf-staf sekretariat KPID Sumsel, dan Staf-staf komisioner KPID periode 2018-2021. Ditemui usai acara, Sekretaris KPID Sumsel, Nuriah, S. Sos., mengatakan bahwa setelah acara serah terima ini, komisioner yang baru akan fokus pada pembinaan penyiaran Sumsel yang tidak bergantung pada rating tetapi kualitasnya. “Lembaga penyiaran di Sumsel perlu diawasi agar memberikan informasi yang berimbang dan layak kepada masyarakat terutama mengenai politik”, pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE
Sumsel
Alex Ungkap Trik dan Rahasia Memajukan Sumsel ke Litbang Kompas
Palembang Sumselprov.go.id- Meski cukup singkat, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin, masih menyempatkan diri melakukan sesi wawancara dengan Manager Litbang Kompas, Toto Suryaningtyas, mengenai perkembangan pembangunan di Sumsel dan persiapan pelaksanaan pilkada serentak Tahun 2018, di Griya Agung, Jumat malam (6/4). Hadir mendampingi Gubernur Alex Noerdin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Selatan Dr. Inanda Karina Astari Fatma S, Si,.M.Si, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Kabid PKP Diskominfo, Kasubag Humas Provinsi, Biro Umum dan Perlengkapan, beserta OPD lainya di lingkungan Sumsel. Dalam kesempatan itu Alex banyak mengungkapkan soal trik, strategi dan rahasia agar pembangunan daerah Sumsel maju pesat seperti sekarang. " Kalau ditanya motivasi saya apa bisa membangun Sumsel seperti sekarang, secara khusus saya katakan tidak ada. Karena memang tugas dan kewajiban kepala daerah adalah membangun daerahnya. Mensejahtrakan masyarakatnya. Jadi tidak harus dimotivasi siapapun, tapi lahir dari keinginan diri sendiri karena dipercaya sebagai pemikul amanah", jelas Alex saat ditanya Toto soal motivasinya membangun daerah. Hal itu kata Alex, bukan lips service dan basa basi semata, mengingat dirinya sudah paham betul bagaimana membangun sesuatu dari skala terkecil sebagai ASN, baru kemudian menjadi Kepala Dinas hingga dua periode menjadi bupati dan Gubernur. Saya mulai karier dari PNS bukan politisi dari pangkat terendah II B. Kemudian bertahap sedikit-sedikit naik ke atas sampai menjadi gubernur. Motivasi itu ada dalam diri sendiri karena ada amanah yang dipegang", ujarnya. Berdasarkan pengalaman itulah, Alex mengaku tahu betul bahwa untuk bisa membangun daerah menjadi berkembang pesat tidak bisa hanya mengandalkan APBD saja, melainkan harus mendapatkan bantuan dari luar atau ada investor. Nah untuk mendapatkan bantuan dari luar, suatu daerah harus dikenal lebih dulu. "Istilahnya tak kenal maka tak sayang. Jadi syaratnya bagaimana daerah itu dikenal dulu secara baik", ujarnya bersemangat. Untuk memperkenalkan Sumsel ke dunia luar, selama ini Sumsel diakuinya mempromosikan diri melalui jalur olahraga. Sejak PON 2004, kemudian Sea Games 2011 serta ISG 2013 Sumsel giat membangun dan memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada. Bermodalkan kepercayaan diri yang kuat Sumsel bahkan berani menjadi tuan rumah Sea Games pada 2011 silam, meski awalnya banyak yang meragukan. Hanya dalam waktu 11 bulan ditambah cuaca ekstrim, Sumsel berhasil menyulap Jakabaring yang tadinya rawa-rawa menjadi kompleks olahraga berstandar internasional yang kini lebih dikenal dengan sebutan Jakabaring Sport City (JSC). "Hingga sekarang ada 42 event internasional kelas Asia, Asia Pasifik bahkan dunia main di Jakabaring. Boleh lihat sendiri, sejak PON kini fasilitas di Jakabaring terus berkembang tidak seperti eks tuan rumah PON lainnya," tutur Alex. Kini dengan dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games bersama Jakarta, dia makin meyakini kalau Sumsel akan makin dilirik investor. Terlebih saat ini Sumsel juga tak kalah fokus merealisasikan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA yang akan diintegrasikan dengan Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat. "Menjadi tuan rumah Asian Games itu bukan sembarangan, kalau kita sudah dipercaya mereka juga pasti akan percaya kalau kita memang sudah memenuhi segala persyaratan dan infrastruktur yang cukup", jelasnya. Selain pengalaman-pengalaman di atas, serta kelengkapan fasilitas olahraga yang tak perlu diragukan, hal yang tak kalah penting menarik investor menanamkan invetasinya di Sumsel adalah jaminan kondusifitas daerah itu sendiri. "Pengalaman memang penting, tapi yang lebih penting lagi adalah, kondusifitas daerah. Alhamdulillah kerusuhan belum pernah terjadi di Sumsel. Kita zero konflik", imbuhnya. Meski harus bersusah payah menjadi tuan rumah Asian Games, kini masyarakat Sumsel bisa menikmati hasilnya. Karena menurutnya Asian Games bukanlah tujuan tapi alat untuk mencapai tujuan. Dengan adanya Asian Games Sumsel kini memiliki pembangunan infrastruktur yang luar biasa seperti LRT, Fly Over, Underpass, Jalan Tol hingga RS berstandar internasional dan Jembatan Musi "Kita bahkan punya KEK TAA, semua ini untuk siapa kalai bukan kesejahteraan masyarakat Sumsel", tegasnya. Atas dasar itu pula, ketika disinggung mengenai Pilkada dan siapa yang cocok memimpin Sumsel ke depan Alex dengan lugas mengatakan, sosok tersebut haruslah memiliki kemampuan meneruskan kelangsungan pembangunan ini. "Cari gubernur yang tepat, karena membangun semua ini tidak mudah. Saya harus mempertanggungjawabkan ini kepada pemerintah dan pihak swasta yang sudah memberikan bantuan", jelasnya. Adapun gubernur yang tepat menurut versinya adalah, sosok yang mutlak harus mempunyai visi dan visioner serta punya jejaring nasional dan internasional. Ini penting karena akan membawa pengaruh banyak pada pembangunan Sumsel ke depan. "Artinya ia harus punya pendidikan yang cukup untuk itu dan diback up dengan pendidikan yang luar biasa. Juga soal track record. Saya yakin kalau dipegang orang yang tepat Sumsel pasti lebih baik", jelasnya. Sementara itu disinggung soal bagaimana maintenance semua fasilitas ini pasca Asian Games, Alex sudah menyiapkan formula tersendiri. Untuk menjaga keberlangsungan penggunaanya Pemprov kata dia sudah membentuk BUMD khusus yang akan menangani masalah ini. "Seperti main catur, kami sudah mempersiapkan langkah apa saja ke depan. Selain BUMD, kami juga melengkapi JSC dengan Poltek Olahraga, jadi ini benar-benar kita sempurnakan sehingga menjadi alternatif tempat penyelenggaraan semua event olahraga secara comercial dan jadi profit center provinsi", tutupnya. MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/PE
Sumsel
Gubernur Sumsel Alex Noerdin Sabet 2 Penghargaan Sekaligus
Jakarta Sumselprov.go.id –Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H Alex Noerdin menerima penganugeraan Penghargaan Adiparipuma Bakti di Ajang Apresiasi Sindo Weekkly Government Award 2018 yang diselenggarakan oleh pemimpin redaksi Sindo, bertempat di Tambrin Ballroom Hotel Pullman, Kamis malam (5/4) Turut hadir mendampingi Gubernur Alex Noerdin, diantaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumsel Dr Inanda Karina Astari Fatma S.Si,. M.Si dan juga Kepala Bagian (Kabag) Hubungan masyarakat (Humas), Provinsi Sumsel, Muhamad Iqbal Alisyabana beserta pejabat lainya di lingkungna Pemprov Sumsel. Sosok Alex Noerdin dinilai punya sumbangsih dalam kesuksesan baik di Media maupun bidang Olahraga, karena di Sumsel sendiri berbagai ajang multievent yang telah di gelar selama masa pemerintahanya. Seperti SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013, Pekan Olahraga Mahasiswa tingkat ASEAN, hingga Puncaknya akan menjadi tuan rumah atau co-host Asian Games 2018` Dalam kesempatan ini Gubernur Sumsel ini mendapatkan 2 penghargaan sekaligus, “Terima kasih atas penghargaan ini, penghargaan yang mewakili masyarakat Sumsel“ kata Alex Noerdin di pidato singkatnya` MC Diskominfo Prov Sumsel/FS
Sumsel
Diskominfo Sumsel dan BPS Bensinergi lewat Layanan Publik
Palembang Sumselprov.go.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan bersama Dinas Kominfo Provinsi Sumsel menyelenggarakan Rapat Koordinasi daerah bersama jajaran Diskominfo Kabupaten/Kota se-Sumsel yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor BPS Sumsel, kemarin Rabu (4/4/2018). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. Inanda Karina Astari Fatma S. Si,. M. Si mengungkapkan dalam rangka menindak lanjuti Edaran Gubernur terkait Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah dan Peraturan Menteri Kominfo RI tahun 2016 tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Bidang Komunikasi dan Informatika. Lanjut Inanda, tugas dan fungsi Diskominfo berkaitan dengan urusan komunikasi, informatika, maupun statistik sektoral. Dan sistem Pengolahan Publikasi yang menganut Azas Satu Sistem (One Single Data System) guna mengintegrasikan data nasional maupun daerah untuk urusan Statistik. ”Dengan adanya PP Nomor 18 ini, diharapkan dapat mensinergikan dan mengintregrasikan semua layanan Publik OPD di lingkingan Pemprov Sumsel beserta OPD di kabupaten/kota lainya” ,ujar inanda. Masih Inanda menjelaskan terkait Capacity Building Statistik Daerah, kami harapkan selalu supervisi dari BPS Pusat maupun Provinsi untuk dapat saling berkoordinasi, jika modul yang akan digunakan untuk pendidikan dan pelatihan SDM baik Kota maupun Daerah agar dapat dibuat berjenjang mulai dari dasar, menengah hingga advanced. ”Untuk itu Kesiapan karakteristik juga akan menentukan output yang akan dihasilkan oleh masing-masing daerah itu sendiri, baik dari sisi sarana prasarana, Sumber daya alam (SDM) "maupun kelembagaan", ungkapnya Kedepan semua Pimpinan Pemerintah daerah khususnya, untuk dapat mendukung dan selalu berkesinambungan dalam mencapai suatu tujuan, dan yang terpenting dalam kebijakan dan aktivitas maka Daerah Dalam Angka(DDA) kita sepakati menjadi dasar Satu Data yang harus dipublish secara umum", pungkas Kadis Kominfo. Melalui teleconference, selaku Kepala BPS Pusat Dr. Suhariyanto, mengatakan untuk melakukan maping dan treatment terkait capacity building yaitu dengan cara pengiriminan surat yang memuat konten tertentu tentang evaluasi SDM pada masing-masing Diskominfo yang ada. "Setelah mendengar apa yang di paparkan kadis Kominfo Inanda tadi, Saya setuju tentang usulan maping dan treatment terkait capacity building", tutup Kepala BPS. Selain Kadis Kominfo Provinsi Sumsel dan Kepala BPS Sumsel, rapat ini dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se Sumsel, diantaranya Kadis Kominfo Banyuasin, Erwin Ibrahim, Kadis Kominfo Musi Rawas, H. Bambang Hermanto, Kadis Kominfo Kabupaten Pali, Mariono, Kadis Kominfo Ogan ilir, Yohanes, Beserta Kepala Bidang(Kabid) Statistik. Diskominfo Prov Sumsel/Tim MC/SM