Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Tarif LRT Palembang Bakal Ditetapkan di Kisaran Rp5.000 Sumsel
22 Apr 2018 Dilihat 428x

Tarif LRT Palembang Bakal Ditetapkan di Kisaran Rp5.000

Jakarta,Sumselprov.go.id  --  Kementerian Perhubungan menyatakan pemerintah berencana menetapkan tarif light rail transit  (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan, di kisaran Rp5.000. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, mengatakan tarif ini dinilai sesuai dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat. "Kalau kami melakukan pergerakan itu ada dua, pertama adalah waktu, kedua adalah biaya. Masyarakat bisa memilih mana waktu yang paling singkat, mana yang paling murah," kata Zulfikri dikutip Antara, Jumat (20/4). Tarif Rp5.000 akan diperuntukkan bagi LRT dalam kota (commuter). Sementara rute sampai Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II berkisar Rp20 ribu. Tarif akan berlaku sementara lantaran pada pengoperasian awal LRT masih mendapat bantuan subsidi public service obligation (PSO) dari Kementerian Perhubungan. Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan tarif murah diberikan agar masyarakat bisa menggunakan moda transportasi itu dari hari-ke hari, tak hanya pada saat tertentu saja. "Kami pemerintah pusat dan daerah ingin sekali LRT menjadi 'lifestyle' baru bagi masyarakat Palembang, dan menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam hal angkutan massal," ucap dia. Palembang diketahui bakal menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki LRT sebagai alat transportasinya. Saat ini rangkaian yang terdiri dari tiga kereta dan sudah tiba di Pelabuhan Boom Baru akan terus diuji, baik statis, dinamis hingga uji beban. Diharapkan pengujian dapat selesai pada Juli mendatang. Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin mengatakan LRT diharapkan bukan sekadar menjadi penunjang transportasi untuk mengangkut atlet dan rombongan dari Bandara ke Jakabaring. Melainkan moda transportasi itu dapat juga menjadi solusi kemacetan. "LRT juga solusi kemacetan karena berdasarkan studi kami, Palembang akan macet total pada 2020. Oleh karena itu dilaksanakan sekarang transportasi massal," kata Alex. (aal/ CNN Indonesia) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Progres Sesuai Rencana, Menhub: LRT Palembang Akan Beroperasi Awal Juli Sumsel
22 Apr 2018 Dilihat 214x

Progres Sesuai Rencana, Menhub: LRT Palembang Akan Beroperasi Awal Juli

Menhub saat menghadiri acara Penerimaan Trainset LRT Sumatra Selatan, di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Jumat (20/4). (Foto: Kemenhub)   Palembang, Sumselprov.go.id -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai, progres pembangunan proyek kereta ringan Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Untuk itu, ia minta pengoperasian LRT di Palembang bisa dipercepat. “Saya gembira sekali trainset ini sudah hadir, artinya progres yang kita rencanakan itu berjalan sesuai dengan rencana. Bahkan kami berinisiatif kalau bisa penyelesaiannya itu lebih cepat, bukan pertengahan Juli tapi awal Juli,” kata Menhub saat menghadiri acara Penerimaan Trainset LRT Sumatra Selatan, di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Jumat (20/4). Trainset yang di produksi oleh PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun itu selanjutnya akan diuji dengan beberapa tes, yaitu tes statis, tes dinamis dan terakhir akan dilakukan tes riil untuk menguji LRT agar laik beroperasi. Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri yang hadir dalam kesempatan itu menambahkan, bahwa progres pembangunan fisik secara kesuluruhan sudah mencapai 89,1%. “Dari rencana keseluruhan panjang stase LRT sepanjang 23,4 km sampai dengan hari ini 20 April 2018, realisasi progres fisik sudah mencapai 89,1%. Kondisi ini melebihi target yang seharusnya 84%,” jelas Zulfikri. Selain untuk mendukung terselenggaranya perhelatan akbar Asian Games 2018 pada Agustus mendatang, beroperasinya transportasi LRT ini diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat Palembang terutama untuk menyelesaikan kemacetan. “Kita concern agar LRT bisa bermanfaat bagi masyarakat. Artinya LRT bisa menyelesaikan masalah kemacetan terutama untuk ke airport. Kami berikan suatu tarif seringan mungkin sehingga warga Palembang bisa menggunakan ini tidak hanya weekend tapi keseharian,” ucap Menhub. Turut hadir pada kegiatan ini Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, PJS Walikota Palembang Akhmad Najib, Ketua Komisi VI DPR RI Hafisz Tohir, dan Ketua INASGOC Erick Tohir. (Humas Kemenhub/ES) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Siap-siap 2020 Palembang Akan Macet Total Sumsel
22 Apr 2018 Dilihat 230x

Siap-siap 2020 Palembang Akan Macet Total

Palembang, Sumselprov.go.id -- Prediksinya Gubernur Sumsel itu berdasarkan studi dan kajian yang telah dilakukan pemerintah provinsi Sumsel. Berdasarkan studi, Palembang akan macet 2020 oleh karenanya kita laksanakan sekarang tranportasi masal,” ujar Alex pada launching LRT di Pelabuhan Bombaru, Palembang. (20/4). Menurutnya, proyek Light Rail Transit (LRT) atau kereta cepat yang tengah dalam pengerjaan sekarang ini menjadi moda transportasi masal dan solusi untuk mengatasi kemacetan di Palembang. Jika rampung, LRT bukan hanya transportasi bagi atlet dan official Asian Games tetapi juga transportasi masal bagi masyarakat Sumsel. Lanjut dikatakannya, melalui moda transportasi masal LRT ini akan menjadikan masyarakat Sumsel merubah kultur yang lebih baik. Masyarakat akan menajadi lebih disiplin, antri, turut menjaga kebersihan dan kenyamanan dari insfrastruktur. Karena disini kita akan disiplin, antri menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan dan lain-lain, jadi ini insfrastruktur yang merubah kultur,” pungkasnya.[rik] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menhub : Light Rail Transit (LRT) Menjadi Life Style Bagi Wong Kito Sumsel
21 Apr 2018 Dilihat 347x

Menhub : Light Rail Transit (LRT) Menjadi Life Style Bagi Wong Kito

Palembang, Sumselprov.go.id –  Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kementerian Perhubungan resmi menerima dua Trainset Light Rail Transit (LRT) di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Jumat (20/04/2018). Penerimaan dua trainset LRT tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Ketua INASGOC, Erick Thohir dan Mantan Pimpinan Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex Noerdin dan Hafisz Tohir.  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginginkan Light Rail Transit (LRT) dapat menjadi life style di perkotaan Palembang. Dimana menurutnya, LRT ini banyak manfaatnya tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi tetapi juga untuk mengatasi kemacetan bagi masyarakat.  "LRT ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, LRT ini juga bisa menyelesaikan masalah kemacetan terutama kalau mau ke airport. Kita akan terapkan tarif yang sesuai dengan masyarakat, "tuturnya Dia juga mengingatkan kepada PT Waskita Karya meski target dipercepat  untuk bisa berkerja secara baik, profesional, menjaga keselamatan dan keamanan serta memeperhatikan hal-hal lainnya. “Saya yakin anda bisa melaksanakan sebagaimana diusulkan oleh Gubernur Sumsel. Atas nama Kementerian Perhubungan sangat mengapresiasi dan berterimakasih untuk semua pihak, semoga kita bisa melayani masyarakat Sumsel dengan baik. Semoga Palembang menjadi satu contoh bagi kota-kota lain yang ada di Indonesia," pungkasnya dalam kata sambutan Sementara Gubernur Sumsel Alex Noerdin menambahkan, membangun LRT ini banyak perjuangan, berkat kerja keras dan bersungguh-sungguh akhirnya moda transportasi modern pertama di Indonesia ini hadir di Provinsi Sumsel.  "Ini impian seluruh masyarakat provinsi Sumsel, Alhamdullilah kita yang pertama mewujudkannya," singkat Alex dalam kata sambutannya Gubernur Sumsel Alex Noerdin  juga meminta penyelesaian  LRT dipercepat. Ia meminta secara khusus sebulan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 kereta ringan tersebut sudah selesai dikerjakan.  "Saya minta sebulan sebelum Asian Games LRT sudah selesai, dan sudah bisa kita gunakan. Jangan terlalu mepet selesainya kami tak sabar lagi mau naik LRT," katanya.  Untuk diketahui sebelumnya, trainset Light Rail Transit (LRT), sudah tiba pada hari Rabu (11/04) pagi. Kedatangan 2 trainset (6 gerbong) ini lebih cepat dari perkiraan awal pada tanggal 13 Apri. Tanggal 6 April 2018 trainset LRT Sumsel sudah berada di stasiun Madiun dan Sabtu 7 April 2018 sampai di stasiun Tanjung Priok Jakarta, kemudian diteruskan menuju Pelabuhan Boom Baru. Setelah itu, Menhub dan Gubernur Sumsel melakukan peninjauan di dalam kereta. Mereka nampak puas dengan fasilitas di dalamnya.  Total train set untuk  LRT Palembang mencapai delapan rangkaian kereta dengan total gerbong sebanyak 24 unit. Kemudian, masing-masing train set terdiri atas tiga kereta (gerbong) dengan kapasitas penumpang sekitar 200 s.d. 300 orang per kereta yang dilengkapi dengan air conditioner (AC) dan CCTV serta Wi-Fi gratis. LRT tersebut menggunakan mesin berasal dari Jerman yang rangkaiannya disupervisi langsung oleh tim perusahaan Bombardier. Berdasarkan informasi yang didapat dari INKA, ini merupakan produk termodern yang pernah mereka produksi. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
AG 2018 Akan Mencatat Sejarah Baru Sumsel
21 Apr 2018 Dilihat 198x

AG 2018 Akan Mencatat Sejarah Baru

Palembang Sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin,  menyambut baik kedatangan Tim Media Rakyat Merdeka di Griya Agung, Jumat,  (20/4). Kunjungan ini bertujuan untuk mengundang Gubernur Sumatera secara langsung sebagai pembicara di Forum Grup Diskusi (FGD) Asian Games 2018 Mei mendatang.   Ketua panitia FGD Asian Games 2018, Supratman, mengatakan undangan ini terkait dengan penilaian terhadap Sumsel yang sudah sangat siap sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018.  "Pak Alex mendukung acara kami dan akan mengupayakan untuk hadir", ungkapnya.  Selama kegiatan ini berlangsung, Gubernur Sumsel memaparkan kepada Tim Media Rakyat Merdeka seputar kesiapan Sumatera Selatan sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018.  "Kegiatan-kegiatan olahraga yang sebelumnya telah dilaksanakan di Sumsel memberikan banyak pengalaman yang baik untuk Sumsel dalam mempersiapkan Asian Games 2018", ujarnya. Beliau menambahkan bahwa menjadikan Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games 2018 melalui proses awal yang tidak mudah, dan melalui usaha tersebut membuat seluruh negara islam di Asia mendukung Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games (AG) 2018.  "Pertama kali dalam sejarah, Asian Games yang menyebutkan dua kota sebagai tuan rumahnya yaitu di Asian Games 2018", ungkapnya.  Selain itu, beliau juga menunjukan beberapa video tentang progres pembangunan Jakabaring Sport Center dari awal dibangun hingga berhasil mewujudkan konsep JSC sebagai Green Sport Center. "Kalau kita mau, kita pasti bisa", pungkasnya.  Turut mendampingi kegiatan ini, Pemimpin umum Rakyat Merdeka, Iswara Darmayana,  Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka, Ratna Susilowati, Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel, IGB Surya Negara, Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel, Basyaruddin Ahmad, Plt.  Kadis Kominfo Sumsel,  Dr. Inanda Karina Astari Fatma.  Tim MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/FS/TM   

Baca Detail
Hari ini Peluncuran Train Set LRT Sumsel, Termodern Karya Anak Bangsa Sumsel
21 Apr 2018 Dilihat 251x

Hari ini Peluncuran Train Set LRT Sumsel, Termodern Karya Anak Bangsa

Palembang, Sumselprov.go.id -- Hari ini dua train set (rangkaian kereta) Light Rail Transit (LRT) diluncurkan. Dua train set ini sudah tiba di Palembng sejak Rabu (11/4). "Untuk launching train set ini sesuai jadwal pukul 15.30 di Boom Baru," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Nelson Firdaus saat dikonfirmasi by phone, Kamis (19/4). Lebih lanjut ia menjelaskan, semua persiapan sudah siap. Silakan lihat langsung ke Boom Baru kalau mau lihat. Kalau untuk acara akan dihadiri Gubernur Sumsel, Menteri Perhubungan dan pejabat terkait lainnya. "Acaranya diawali doa, lalu pembangunan LRT oleh PPK. Dilanjutkan dengan sambutan Gubernur dan sambutan dari Menteri Perhubungan." "Lalu baru dilakukan penekanan tombol sirine yang menandakan secara simbolis," bebernya. Setelah peluncurkan secara simbolis baru melakukan peninjauan trainset. Kemudian malam harinya sekitar pukul 23.00 atau 24.00 trainset ini akan dibawa dari Boom Baru ke Depo Jakabaring menggunakan multi axle trailer. Train set LRT Sumsel dikerjakan PT Industri Kereta Api (INKA Persero). Keseluruhan ada delapan train set terdiri dari 24 gerbong yanb bakal dikirim hingga Juni. Masing-masing train set tiga gerbong kapasitas kurang lebih 200 sampai 300 orang. Per gerbong, dilengkapi dengan Air Conditioner (AC). Selain itu demi kenyamanan bagi penumpang dilengkapi juga CCTV dan Wifi gratis. Kereta rel ringan Sumsel menggunakan mesin yang berasal dari Jerman yang rangkaiannya di supervisi langsung oleh tim perusahaan Bombardier. Berdasarkan informasi yang didapat dari PT INKA, ini merupakan produk prototipe termodern yang pernah mereka produksi. Singgahi Dua Stasiun Penjabat Pembuat Komitmen Proyek LRT Sumsel, Suranto menuturkan dikarenakan beban satu kereta terlalu besar jika melewati Jembatan Ampera maka pemindahan train set ini melalui Jembatan Musi II. Satu gerbong itu nantinya diangkut pakai satu trailer dan saat ini sudah disiapkan untuk dibawa ke Depo Jakabaring. Usai dibawa ke Depo Jakabaring barulah akan dilakukan test and commitioning untuk memastikan sistem, baik prasarana maupun sarananya berjalan baik. Untuk tes itu tentunya tidak dilakukan di sepanjang jalur LRT mulai dari Depo hingga ke Bandara SMB II, melainkan hanya dua stasiun terlebih dahulu yang disinggahi yakni menyinggahi Stasiun OPI Mall dan Stasiun Jakabaring. "Jadi itu dilakukan untuk menyesuaikan sistem yang ada di rel maupun di kereta. Baik rel maupun keretanya menjadi teknolgi yang pertama kali di Indonesia." "Line atau jalur dibangun oleh PT Waskita dan kereta dibangun oleh PT INKA. Sehingga perlu waktu untuk ujicoba agar bisa matching," katanya. Operasional nantinya per 20 menit antara jarak kereta berikutnya. Artinya jika tertinggal kereta harus menunggu kereta berrikutnya dengan lama waktu 20 menit kemudian. "Kereta ini berhentinya sebentar yaitu hanya 30 detik di masing-masing stasiun, jadi penumpang harus cepat." "Sedangkan di stasiun awal dan akhir yaitu di SMB II dan OPI Mal berbentinya 5 - 6 menit," katanya. (nda) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Restorasi Hutan Bisa Bangkitkan Perekonomian Sumsel
21 Apr 2018 Dilihat 191x

Restorasi Hutan Bisa Bangkitkan Perekonomian

Palembang, Sumselprov.go.id -- Restorasi bentang lahan menjadi sebuah proses panjang untuk mengembalikan fungsi ekologi dan meningkatkan kesejahteraan manusia yang berada pada lahan yang mengalami deforestasi dan degradasi. Restorasi berkaitan erat dengan berbagai kebijakan nasional terkait perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Pada tingkat global, komitmen untuk melakukan restorasi terwujud dalam kerangka Bonn Challenge sebagai tantangan global untuk merestorasi 150 juta hutan dan lahan terdegradasi sebelum tahun 2020. Di Sumsel sendiri, restorasi hutan dan bentang lahan merupakan bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi hijau yang sudah dicanangkan melalui Peraturan Gubernur Sumatera Selatan nomor 21/2017 tentang Rencana Induk Pertumbuhan Ekonomi Hijau Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan RESTORE+, konsorsium yang terdiri dari World Agroforestry Center (ICRAF), WRI Indonesia, WWF Indonesia dan diprakarsai International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), melaksanakan Lokarya Menuju Restorasi Bentang Lahan Berkelanjutan di Sumsel. “Mari Satukan komitmen, pemikiran, moral dan daya untuk konservasi, restorasi dan rehabilitasi hutan untuk anak cucu dan nenek moyang dengan sumpah Talang Tuwo” ujar Pimpinan Dewan Pertumbuhan Hijau dan Koordinator Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Sumselatera Najib Asmani, Kamis (19/4/2018). Kegiatan RESTORE+, menghubungkan pembelajaran yang diperoleh dari kegiatan restorasi di tingkat tapak dengan kajian ilmiah yang dapat berkontribusi pada proses perumusan kebijakan di tingkat nasional dan global. Untuk mencapai tujuan tersebut, informasi dari kegiatan di tingkat tapak yang bersifat partisipatif namun terpisah dihimpun dengan menggunakan pendekatan urun daya atau crowdsourcing. Salah satu peneliti dari ICRAF Andree Ekadinata menyampaikan pendekatan urun daya ini bermaksud mengintisarikan aspirasi masyarakat luas dan pemangku kepentingan serta berkontribusi untuk pemantauan dan evaluasi. “Nantinya informasi yang didapatkan akan digunakan dalam melakukan kajian ilmiah, pemodelan kebijakan restorasi. Kajian terkait diharapkan menghasilkan berbagai skenario kebijakan restorasi yang mempertimbangkan dampak lintas sektor seperti kesejahteraan masyarakat setempat, pembangunan ekonomi, ketahanan pangan, penyediaan energi dan perlindungan keanekaragaman hayati," katanya. Sedangkan peneilti dari WRI Indonesia Satrio Wicaksono menyampaikan, sangat perlu untuk menjadikan restorasi ini sebagai sebuah gerakan “Diperlukan inovasi ristek untuk mendukung keberhasilan restorasi, misalnya dengan metode urun daya atau crowdsourcing yang saat ini akan dibangun melalui Restore+,” ungkapnya (Tribunsumsel.com) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Ready to Beat Malaria, Keluarga Sehat, Keluarga Bebas Malaria Sumsel
21 Apr 2018 Dilihat 217x

Ready to Beat Malaria, Keluarga Sehat, Keluarga Bebas Malaria

Palembang, Sumselprov.go.id -- Penyakit Malaria perlu dikendalikan karena Menyebabkan kematian, kesakitan dan berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB). Selain sangat mempengaruhi pertumbuhan anak dan generasi muda bangsa, penyakit ini juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah karena meningkatkan pengeluaran keluarga akibat malaria, serta mempengaruhi investasi melalui parawisata dan produktifitas pekerja. Penyakit malaria menjadi salah satu masalah kesehatan di beberapa kab.kota di Provinsi Sumatera Selatan. Terdapat setidaknya 10 kab/kota yang rutin melaporkan adanya kasus malaria. Wilayah tersebut merupakan wilayah endemis malaria, dimana sebagian besar penduduk mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian/perkebunan dan pertambangan sehingga kemungkinan kontak terhadap vektor lebih besar. Berdasarkan keputusan menteri kesehatan nomor 293/menkes/sk/i tahun 2009 tentang eliminasi malaria, bahwa target eliminasi malaria di wilayah sumatera yaitu tahun 2020. untuk mencapai hal tersebut maka berbagai upaya telah dilakukan untuk pengendalian malaria, mulai dari penemuan kasus, pemeriksaan mikroskopis, pengobatan yang tepat dan cepat serta pengendalian vektor. “Pengendalian malaria tidak bisa diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan. Perlu bantuan dan kerjasama lintas sektor dan lintas program dalam upaya percepatan eliminasi malaria” Ujar Bpk. H. Fery Yanuar Selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Sumsel Pada pembukaan acara Eliminasi Malaria di Hotel 1O1, 18 April 2018. Acara Lintas Sektor Eliminasi Malaria menghadirkan Narasumber subdit malaria, Subdit Vektor dan BPP Kementerian Kesehatan RI, Bappeda Provinsi Sumsel,BPMD Provinsi Sumsel, Dinas Pertanian Provinsi Sumsel dan dinkes prov.sumsel. Peserta dari instansi pemerintah dan swasta 10 kab/ kota prov.sumsel (OKU, OKUT, OKUS, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Lubuk Linggau, Muratara dan PALI) Menurut salah satu peserta, Drs. SAPRIOMA, M.Si, Camat Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, dalam paparannya menyampaikan, Jumlah penderita malaria Tahun 2017 sebanyak 13 penderita dari Jumlah penduduk sebesar 2078 Sedangkan pada Tahun 2018 sebanyak 0 penderita dari Jumlah penduduk 2021 dengan upaya yang telah dilakukan adalah Pendistribusian Kelambu, Penyuluhan cara-cara memakai kelambu, Penyuluhan bahaya penyakit Malaria, Penyemprotan rumah (Dinkes Propinsi), Pengobatan Malaria, Gotong royong melalui program jum’at bersih dan Aktivasi kelompok jumantik. Pada kesimpulannya Saprioma mengatakan “Perlu peningkatan peran desa dalam mendukung program Sumatera Selatan bebas malaria tahun 2020 dan dengan keterbatasan kemampuan desa, diperlukan sinergitas dan dukungan lintas sektoral, baik pemerintah tingkat atas maupun pihak swasta/dunia usaha”. Berdasarkan laporan Puskesmas di Kab/Kota, Jumlah kasus malaria yang diperiksa secara mikroskopis tahun 2017 yaitu sebanyak 30.345 kasus. Dari pemeriksaan tersebut jumlah  positif  menderita malaria sebanyak 808 kasus dengan nilai API sebesar 0,10 per 1000 penduduk,  nilai  ini termasuk dalam kategori kasus malaria rendah (low case incidence). Kegiatan pengendalian malaria harus terintegrasi dengan berbagai sektor dan program, hal ini dikarenakan berbagai faktor resiko berpengaruh terhadap kejadian kasus malaria seperti kondisi geografis yang memungkinkan berkembangnya vektor, adanya perkembangbiakan jentikAnopheles di persawahan, kebersihan lingkungan, adanya bekas lahan pertambangan terbengkalai dan lainnya. Sebagai upaya untuk mendukung akselerasi eliminasi malaria di Sumsel, maka perlu dilakukan reorientasi bagi seluruh sektor yang terkait untuk mendukung percepatan eliminasi malaria tahun 2020. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Simulasi LRT Akan Dilakukan Awal dan Akhir Juli 2018 Sumsel
20 Apr 2018 Dilihat 183x

Simulasi LRT Akan Dilakukan Awal dan Akhir Juli 2018

Palembang, Sumselprov.go.id -- Komisi V DPRD RI meninjau pembangunan Light Rail Transit di Palembang. "Kami kemari untuk melihat sarana prasarana yang ada di Sumsel untuk Asian Games in," ujar Anggota Komisi V, Ibnu Munzir saat meninjau LRT, Kamis (19/4/2018). Lebih lanjut ia mengatakan, ada titik-titik sumber ekonomi yang harus diperhatikan di sini, misal ada yang terhubung dengan pasar, transportasi lain seperti bus dan transportasi laut juga. Sementara itu Direktur Prasarana Perkeretaapian, Zamrides menjelaskan, lintasan LRT ini sepanjang 23.4 KM. Ada 13 stasiun dan satu depo. Untuk stasiun yang di Ampera dibawahnya ini terhubung dengan angkutan umum dan juga angkutan laut. Di sini kan pusatnya keramaian ada pasar dan lain-lain jadi bisa terkoneksi antara jalur LRT, angkutan umum dan laut. "Untuk simulasi nanti akan dilakukan awal Juli hingga akhir Juli," bebernya (Tribunsumsel.com). MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.