Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Wooow Sumatera Selatan Bakal Punya  Wisata Kebun Raya Sumsel
28 Apr 2018 Dilihat 238x

Wooow Sumatera Selatan Bakal Punya Wisata Kebun Raya

Palembang, Sumselprov.go.id -- Danau Ulak Lia yang terletak di Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu,di  tahun 2019 mendatang akan dikembangkan secara maksimal sebagai lokasi wisata kebun raya. Hal itu segera direalisasikan setelah Plt Bupati Muba Beni Hernedi  dan Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI Dr Didik Widyatmoko meninjau langsung objek wisata yang memiliki panorama alam yang indah dan alami. Dikatakan Didik Widyatmoko LIPI siap mendukung keinginan Pemkab Muba membangun kebun raya di Danau Ulak Lia sebagai kantongnya konservasi flora dan fauna khas Muba yang lokasinya sangat dengan kota namun  masih alami. "Kebun raya sebagai tempat konservasi nantinya akan kita isi koleksi yang terdokumentasi dan danaunya kita bisa isi dengan kegiatan aquatik", ungkap Didik Jumat (27/4) usai meninjau lokasi Danau Ula Lia Dia menjelaskan, sudah ada 32 kebun raya yang berdiri di Pemkab Pemkot dan Pemprov yang tujuan kegiatannya untuk konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. "Pariwisata menjadi pilar perekonomian nasional, jika kebun raya selesai dibangun tentu akan mendongkrak perekonomian masyarakat dan Danau Ulak Lia akan cantik dengan sendirinya," tandasnya. Sementara itu Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan Danau Ulak Lia merupakan bagian dari master plan pengembangan potensi wisata di Muba untuk kedepannya, yang mana nanti akan dijadikan pusat wisata. Oleh karenanya, Pemkab telah menyiapkan 20 Hektar lahan untuk pembentukan kebun raya di Danau Ulak Lia. "Luasnya hutan di Muba membuat kami khawatir tanamannya hilang begitu saja, Jangan sampai anak-anak kita hanya taunya kebun sawit. oleh karna itulah kami menginginkan adanya kebun raya di dekat wisata air Ulak Lia,"  ujarnya.[sri] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Inasgoc Gelar Rakor Antisipasi Gangguan Karhutla Saat Asian Games 2018 Dan Apresiasi Usulan Pemprov Sumsel Sumsel
28 Apr 2018 Dilihat 217x

Inasgoc Gelar Rakor Antisipasi Gangguan Karhutla Saat Asian Games 2018 Dan Apresiasi Usulan Pemprov Sumsel

Palembang, Sumselprov.go.id – Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk antisipasi dan pengendalian kebakaran hutan yang bisa mengganggu jalannya Asian Games 2018.  Rapat koordinasi dipimpin Sekretaris Jenderal Inasgog Eris Herryanto . Rakor  digelar di Kantor Inasgoc, Wisma Serbaguna Senayan (WSG), Jakarta, Kamis 26 April 2018. Dalam rapat koordinasi tersebut dibicarakan soal pembagian tugas untuk mengantisipasi dan pengendalian kebakaran hutan di Sumatera Selatan sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018.  "Kami ingin sukses penyelenggaran tentunya, salah satunya langkah untuk mencapai itu adalah mencegah kebakaran hutan ini. Agar tidak timbul hal yang bisa mengganggu atlet pada saat Asian Games nanti di Sumsel. Rapat koordinasi ini untuk mencari siapa, bertugas apa untuk mencegah kebakaran hutan ini," kata Sekretaris Jenderal Inasgoc, Eris Herryanto Asian Games akan dilaksanakan pada 18 Agustus-2 September 2018, di mana saat-saat tersebut dinilai sangat rawan dengan kebakaran hutan. Soalnya periode Juli-September merupakan puncak musim kemarau di Sumsel.  Oleh karena itu Inasgoc melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dari Pemda Sumsel, Riau, dan Jambi, dan Badan Restorasi Gambut, juga Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, perusahaan-perusahaan yang terlibat, serta BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). "Kami menyiapkan pertandingan maupun penyelenggaraan Asian Games tentunya akan sia-sia jika terjadi kebakaran hutan dan membuat situasi maupun kualitas udara di tempat-tempat pertandingan ini menjadi buruk. Tentunya para atlet tidak akan mau melaksanakan pertandingan. Oleh karena itu, jadi hal yang penting bahwa kita harus mencegah terjadinya kebakaran hutan, dan bila terjadi kebakaran dengan cepat menanggulanginya," ucap Eris menambahkan.  Semntara Kepala Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia, Nazir Foead mengatakan jika sesuai arahan Presiden, strategi pemerintah dalam mengatasi kebakaran hutan ini ditingkatkan pada langkah preventif kegiatan restorasi gambut. Menurut dia, dari data Kementerian Perekonomian tercatat jika kegiatan preventif itu secara pembiayaan lebih kecil dibandingkan biaya pemadaman. "Pembiayaannya sampai 25 kali lipat lebih kecil dibanding biaya pemadaman kebakaran hutan dan biaya pemulihan ekonomi dari kebakaran. Ini yang kita lakukan, langkah preventif," katanya.  Menurutnya, daerah Sumsel memiliki lahan gambut yang tidak sedikit dan bila sudah terbakar, maka pemadamannya lebih sulit dibandingkan hutan tanah mineral. Terkadang bahkan tidak bisa dipadamkan bila api sudah sampai kebawah. Pihaknya mengaku sudah melakukan langkah preventif seperti membasahi lahan gambut agar tidak sulit terbakar.   "Tapi dalam musim kemarau panjang, bisa saja gambutnya cukup kering di lapisan atas, dan bisa terbakar kalau dibakar. Makanya kami melakukan sosialisasi dan bantuan ke petani dalam pengolahan lahan tanpa bakar. Ini yang sudah kami garap dan hasilnya cukup baik," tutur Nazir. Ketua Tim Restorasi Gambut Sumsel, Najib Asmani menambahkan jika kondisi Sumsel saat ini memang masih musim hujan, tapi Juli-September nanti sudah mulai masuk puncaknya kemarau. Dari 2017 memang ada peningkatan, tapi itu bukan di lahan gambut kebakarannya. Menurutnya yang paling sulit di deteksi adalah jika kebakaran terjadi di malam hari. Karena baru bisa terdeteksi oleh helikopter jika sudah ada titik api merahnya.  "Ada beberapa kesulitan, tapi yang paling besar adalah mendeteksi spot kebakaran di malam hari. Jika terjadi, maka sulit helikopter mencari, jadi kalau terjadi kebakaran jam 8 harus menunggu cahaya api dulu. Lalu, kalau heli terbang ada kejadian asap, kendalanya kami belum memiliki alat komunikasi (air to ground) yang untuk memberitahukan petugas di darat. kami sudah berusaha cari pihak-pihak bisa meminjamkan, jadi jika ada titik api bisa langsung diberitahukan," ucap Najib. Menurut Najib, pihaknya sudah mendata bahwa dari 170 desa yang rawan kebakaran itu, ada 47 desa yang jika kebakaran asapnya masuk ke Palembang. Makanya sesuai arahan Inasgoc itu yang pihaknya kawal dan antisipasi betul. Ke-47 titik itu ada di 4 kabupaten yakni di Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Bayuasin, serta satu lagi meski bukan lahan gambut tapi sering kebakaran karena banyak lahan terlantar ada di Ogan Ilir.  "Tapi semua itu kondisinya saat ini baik. Sudah 100 persen bisa diatasi sesuai SOP semua. Kami juga membuat sosialisasi dengan membuat 755 posko. Jika meningkat pada saat puncaknya maka kemungkinan bisa ditambah. Kita akan mengawal pada daerah-daerah yang rawan kebakaran. Sedangkan tim patroli kita itu sebanyak 7.645 orang, termasuk masyarakat yang sudah kita latih agar trampil," tutur Najib.   Bukan hanya tim Satgas penanggulangan kebakaran hutan, tapi menurutnya Sumsel juga menyiapkan Satgas doa. Satgas doa ini bertugas untk berdoa setiap hari sejuta Alfatehah. "Bukan hanya dari muslim tapi juga dari agama lainnya. Alhamdulillah dampak dari spiritual ini berdampak baik," pungkas Najib. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Sukseskan Asian Games 2018 dan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasioal, BPBD Prov.Sumsel Gelar  Pelatihan Penggunaan Pompa Pemadam Karhutla Sumsel
27 Apr 2018 Dilihat 197x

Sukseskan Asian Games 2018 dan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasioal, BPBD Prov.Sumsel Gelar Pelatihan Penggunaan Pompa Pemadam Karhutla

Palembang, Sumselprov.go.id – Dalam rangka kesiapsiagan menghadapi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan  (Karhutla) guna  mensukseskan Asian Games 2018 serta Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan  gelar  pelatihan penggunaan pompa pemadam kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Selatan. Acara dibuka oleh Kalksa BPBD Prov.Sumsel yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan H. Syaipudin, SE. Kegiatan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari dimulai tanggal 25 April sampai dengan 27 April 2018, yang berlangsung di Kantor BPBD Prov.Sumsel. Kamis (26/04/2018). Pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan H. Syaipudin, SE mengatakan, mengingat kondisi geologis dan geografis wilayah Sumatera Selatan yang berupa dataran tinggi di bagian barat dan dataran rendah di bagian timur, ini memungkinkan dapat terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan. Bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi menimbulkan permasalahan yang begitu komplek, berupa beban psikologis, kerugian harta benda bahkan korban jiwa, selain itu juga terganggunya perekonomian di wilayah yang kena bencana. Pelatihan penggunaan pompa pemadam kebakaran hutan dan lahan ini bertujuan untuk meningkatkan kemapuan personil dalam penggunaan pompa pemadam kebakaran dalam menghadapi kebakaran nhutan dan lahan, kata H. Syaipudin. “Selain itu untuk mengoptimalkan kinerja peran dan fungsi masing-masing instansi terkait sebagai antisipasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan”, lanjut Kepala Bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Prov.Sumsel. Diharapkan melalui pelatihan ini akan dapat membantu upaya penyelesaian persoalan yang dihadapi dalam menangani masalah bencana terutama kebakaran hutan dan lahan, amrilah kita berupaya dan berusaha untuk mengurangi resiko akibat dari bencana karhutla”, pungkas H.Syaipudin. Dalam kegiatan tersebut para peserta diberika penjelasan secara teori dan praktek tentang prosedur menggunakan pompa pemadam kebakaran yang disampaikan oleh para narasumber yang berasal dari Korem 044 Garuda Dempo dan Manggala Agni.  Peserta berjumlah 60 orang yang terdiri dari Korem 044/GAPO, POLRI, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Satpol PP, dan BPBD Kabupaten yang rawan Karhutlabun. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Kagum Terobosan 'Samsat Cepat' ,20 Tim Samsat NTT Belajar Di Sumsel Sumsel
27 Apr 2018 Dilihat 211x

Kagum Terobosan 'Samsat Cepat' ,20 Tim Samsat NTT Belajar Di Sumsel

PALEMBANG,Sumselprov.go.id— Dalam rangka kegiatan koordinasi konsultasi dan studi banding terkait pengelolaan Samsat di Provinsi Sumsel yang merupakan salah satu provinsi terdepan di indonesia dan provinsi sumsel sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018 Tim Samsat NTT melakukan lawatannya di Bumi Sriwijaya. “Kami bersama sama Tim yang membawa 20 orang yang terdiri dari para kepala UPT pendapatan pengelola keuangan dan aset daerah, para Kasat Lantas Polda NTT berserta Kepala Cabang jasa Raharja NTT Ari wisno handoyo berserta staf dan kasi BPKB kompol Eliana Papote, SIK Polda NTT Beserja jajaran, ujar kepala BPPKAD Provinsi Nusa Tenggara Timur Drs. Hali Lanan Elias. Ditambahkan Drs. Hali Lanan Elias dalam kunjungan kerja dan study banding ke prov sumsel ini kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala bapenda prov sumsel hj, Dra. Neng Muhaibah, Kasi Stnk Polda Sumsel Kompol Andi Kumara Sik dan Kepala UPTB Samsat palembang II Pemprov Sumsel Herryandi Sinulingga, AP, beserta Kepala cabang Jasa Raharja prov sumsel dan jajaran yang telah menyambut kami dan telah berbagi ilmu. “Seperti Layanan SAMSAT salah satunya penerapan layanan SAMSAT CEPAT (Clean Efektif, Profesional, Akuntabel, dan Transparan ) yang telah dijalankan berdasarkan SOP ( standart operasional prosedur Layanan) khusunya Di point Layanan Samsat Palembang I dan Samsat Palembang II yang sempat kami tinjau langsung dan proses pembayaran Pajak Tahunan dengan syarat lengkap dapat diproses hanya 3 menit,” tuturnya. Hal-hal inovasi percepatan layanan dan penambahan point layanan untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kenderaan bermotor dan administrasi kenderaan bermotor di kantor Bersama SAMSAT ini lanjutnya akan kami terapkan baik samsat corner, samsat payment point bank sumsel babel, samsat keliling dan samsat desa/ keluarahan yang telah ada di Prov Sumsel akan kami contoh dan kami akan terapkan juga nantinya di provinsi NTT tegasnya. Ditempat yang sama, Kepala UPTB palembang II Herryandi Sinulingga, AP membenarkan bahwa kujungan kerja Tim Samsat NTT melaksanakan studi banding ke Kantor Layanan Samsat Palembang II dan setelah Usai kunjungan Dimaksud di kantor Layanannya , Sinulingga bersama sama Tim Pembina Samsat prov Sumsel mensosialisasikan Sumsel Sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018 dengan membawa serta Para Rombongan Samsat NTT keliling Ke Venue- Venue Olahraga Yang berlokasi Diwilayah Kerjanya Jakabaring. “mengingat kota Palembang prov Sumsel sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018 dan Tamu kami Tim Samsat NTT meminta untuk dapat Masuk Ke stadiun Bola Kaki Kebanggan Wong Sumsel Base Came “SRIFIJAYA FC “ itupun kita layani selaku Tuan Rumah dan mereka bangga sekali dapat masuk dan menyempatkan photo bareng di beberapa Venue Olah Raga yang berstandart Internasional dalam Satu Kawasan pusat Olahraga Sumsel dan mereka bangga menginjakan kaki mereka di bumi sriwijaya dan mereka juga bangga bahwa Sumsel sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018, ” pungkas SInulingga. iniberita.co.id (riil) Tim Mc Diskominfo Prov Sumsel  

Baca Detail
Palembang Akan Menjadi Tuan Rumah The 30th Session International Co-Ordinating CounCil Of The Man And The Biosphere Programme (ICC-MAB) Sumsel
26 Apr 2018 Dilihat 267x

Palembang Akan Menjadi Tuan Rumah The 30th Session International Co-Ordinating CounCil Of The Man And The Biosphere Programme (ICC-MAB)

Palembang, Sumselprov.go.id – Provinsi Sumatera Selatan kembali dipercaya menjadi tuan rumah event  internasional The 30th Session International Co-Ordinating Council Of The Man And The Biosphere Programme (ICC-MAB) yang akan berlangsung di Palembang, 23 sampai dengan 28 Juli 2018 mendatang. Terkait dengan rencana Kota Palembang sebagai Tuan Rumah The 30th Session ICC-MAB, dimana salah satu agendanya menetapkan Taman Nasional Sembilang sebagai Cagar Biosphere,  Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan rapat koordinasi dengan Tim MAB LIPI yang diadakan di Ruang Rapat Sekda  Kantor Pemerintah Sumatera Selatan  Jalan Kapten A Rivai Palembang, Rabu (25/04/2018). Rapat dipimpin langsung oleh   yang Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan diwakili Staf Khusus BidangPerubahan Iklim , Dr. Najib Asmani. Dalam arahannya Najib Asmani menyampaikan ICC-MAB  merupakan pertemuan tahunan internasional yang berlangsung di Palembang, progress pertama sidang ke 30 ICC-MAB, pada tanggal 23 Juli 2018 yang akan datang dan yang kedua Festival Landscape yang digagas oleh Mitra Green Growth Sumsel dengan tiga agenda kegiatan  Seminar Internasional, Sarahsehan dan Forum Landscape se- Indonesia. Yang ketiga Regional Landscape Kabupaten yang dikoordinir oleh Bupati Kabupaten Musi Banyuasin. dengan agenda kegiatan sama dengan Festval Landscape  tetapi level tingkat kabupaten, untuk kegiatan yang keempat  Balai Lingkungan Hidup dan Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menyelenggarakan Seminar Restorasi Gambut dan Karhutla di bulan Juli, ujar Najib Asmani. Sementara Executive MAB-Unesco Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  (LIPI)  Prof.Y Purwanto DEA mengatakan sebelumnya telah disepakati bersama bahwa Inonesia akan menjadi  tuan rumah untuk kegiatan ini, dan Sumsel khususnya Kota Palembang yang dipilih . “Kegiatan ini sendiri pertama kali di Asia dan juga di Indonesia”, terangnya. Untuk pelaksanaannya, lebih jelas Purwanto mengatakan akan dilaksanakan di Hotel Novotel Palembang yang akan diikuti dari 130 Negara pada tanggal 23 sampai 28 Juli 2018 mendatang dengan didukung beberapa pihak seperti LKHK, LIPI dan Pemprov.Sumsel serta Private Sector. Sejak tahun 1970 baru empat negara sebagai penyelenggara dan Indonesia adalah negara kelima sebagai penyelenggara di luar Paris dan tentu saja ini sangat membanggakan karena pertemuan ini adalah pertemuan Internasional Council yang anggotanya lebih dari 120 negara walaupun nanti member statesnya  adalah 34 negara  tapi kalau bisa hadir 60 persen sudah lebih 60 negara yang akan hadir. Pertemuan ini masuk dalam katagori II dari UN yang membahas MAB –Unesco misi utamanya adalah pembangunan yang berkelanjutan dan berkesimbangan antara cost alam dan manusia dan diterapkan dalam  pengembangan cagar biosphere di Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki 11 cagar biosphere dan In Sya Allah Juli akan bertambah tiga dan salah satunya adalah Taman Nasional Sembilang dan Berbak Sembilang yang ada di Sumatera Selatan dan Jambi.  Pertemuan ini akan menjadi peluang agar Indonesia menjadi pemimpin dan ini sangat strategis jika kita bisa memimpin selama 3 tahun kedepan dan juga pengakuan peran Indonesia didalam kancah pergaulan untuk pengembangan cagar biosphere. “Nantinya juga ada beberapa event seperti International Confrence, Exhibition dan juga Talk Show “, pungkasnya. Rapat Koordinasi Persiapan ini dihadiri  perwakilan dari Bappeda Prov.Sumsel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Prov.Sumsel, Kepala Dinas Kehutanan Prov.Sumsel,  Dinas Kominfo Prov.Sumsel, Forum DAS/Akademisi, IDH, LTKL, Balai TNBS, Balai TN Berbaak Sembilang, BKSDA Sumsel, Balai Litbang Prov.Sumsel, ZSL-Kelola Sindang, Cendekia (ICC-MAB). MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Kominfo Sumsel Integrasikan Aptika Melalui Bimtek Sumsel
24 Apr 2018 Dilihat 251x

Kominfo Sumsel Integrasikan Aptika Melalui Bimtek

Palembang Sumselprov.go.id- Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan mendampingi Direktorat E-Bussiness Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dalam menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan sosialisasi layanan Aplikasi dan Informatika (Aptika) terintegrasi pertama kali di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 23-24 April 2018 di Graha Bina Praja. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Inanda Karina Astari Fatma mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah wujud komunikasi yang baik antara Kominfo Sumsel dengan Kemenkominfo terkait pengoptimalan pelayanan publik di bidang pemerintahan maupun swasta berbasis online.  “Kita berharap, kegiatan ini dapat mendukung pembangunan Sumsel menuju Smart Province yang seimbang dengan kemajuan infrastruktur yang pesat”, ujarnya.  Lanjutnya, beliau menyatakan bahwa Bimtek ini dapat mengoptimalkan konsep pembangunan melalui pengintegrasian seluruh pelayanan publik dari seluruh daerah di Sumsel di satu sistem pelayanan online. Menurutnya, sehubungan dengan peningkatan kualitas sumber daya, Kominfo Sumsel telah mempersiapkan command center yang akan menjadi pusat informasi dan pengaplikasian layanan aplikasi online yang disosialisasikan dalam bimtek ini.  “Untuk melaksanakan Program layanan Kominfo.go.id yang telah disediakan oleh Kemenkominfo, maka perlu sosialisasi yang baik kepada seluruh OPD yang ada di Sumsel”, ungkapnya. Menambahkan, Direktorat E-Bussiness Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Azhar Hasyim, menyampaikan bahwa dalam kegiatan ini akan diinformasikan beberapa perkembangan yang telah dilakukan oleh pihak Kemenkominfo dalam pelayanan publik antar pemerintah, masyarakat, maupun swasta.  “Target jangka pendek kegiatan ini adalah penggunaan aplikasi dapat dilakukan dengan baik, salah satunya pelaksanaan distribusi surat dapat dilakukan secara elektronik melalui website instansi”, ungkapnya. Beliau berpendapat bahwa 14 jenis layanan yang telah dikembangkan oleh Kemenkominfo perlu untuk dikembangkan di daerah-daerah di Indonesia, termasuk  di Sumatera Selatan. Program layanan Kominfo.go.id, diantaranya terdiri dari siMaya, siCantik, dan siMantra.  Melalui kegiatan ini akan memudahkan semua pihak dalam menggunakan pelayanan online. “Semua instansi yang akan melakukan pelaporan dalam pelayanan online, dapat mendaftar melalui sistem online di layanan Diskominfo atau Kemenkominfo”, pungkasnya.  Turut hadir Sekda Prov. Sumsel, H. Nasrun Umar, SH., untuk membuka pelaksanaan kegiatan ini. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE  

Baca Detail
Keterbukaan Informasi Kunci Kemajuan Daerah Sumsel
23 Apr 2018 Dilihat 336x

Keterbukaan Informasi Kunci Kemajuan Daerah

Palembang Sumselprov.go.id – Salah satu kunci pembangunan daerah atau kemajuan daerah adalah bagaimana Pemerintahan dapat mengelola dan menyampaikan informasi kepada publik atau memiliki keterbukaan informasi publik . Sehingga tidak terjadi kesalahan informasi yang akhirnya akan berpengaruh pada persepsi dan dukungan publik kepada pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Hal tersebut diungkapkan Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan, sebelum membuka secara resmi acara sosialisasi Tugas dan Kewenangan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Induk dan PPID Pembantu pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dalam Keterbukaan Informasi Publik, Kamis (19/04/2018), di Gedung Auditorium Pemkab Musi Rawas. Dikatakan Bupati, sistem keterbukaan informasi Publik melalui PPID merupakan hal yang baru dan akan diterapkan di daerah ini, walaupun ada beberapa daerah yang telah lebih dulu menerapkannya. "Namun ini akan menjadi awal yang baik bagi Pemkab Mura untuk menunjang kemajuan daerah dengan memberikan informasi kepada Publik," terangnya. Untuk itu, Bupati mengharapkan seluruh Pimpinan OPD dan Aparatur Sipil Negara diminta untuk sama-sama memahami kegiatan ini untuk menyampaikan setiaap informasi baik program maupun kegiatan dengan memanfaatkan teknologi yang ada. "Tidak ada alasan lagi untuk tidak menyampaikan informasi," tegas Hendra. Selain itu, Bupati juga menekankan agar Pejabat dan ASN yang telah diberi amanah untuk dapat mengelola anggaran dan program dapat mempedomani 6 azas diantaranya Transparansi, Akuntabilitas, kondisional, Partisipasi, Kesamaan hak, dan Kesingkronisasi hak. Bupati juga mengharapkan OPD terkait dapat berpartisipasi dalam memberikan informasi dan dapat melengkapi dokumen-dokumen. "Dengan gotong royong bersama untuk membangun musi rawas menjadi lebih baik," katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Mura, H Bambang Hermanto melalui Sekretaris, M Rozak dalam laporannya mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan mengacu pada PP No 61 Tahun 2010, Permendagri No 03 tahun 2017. Selain itu juga berdasar pada Peraturan Bupati Musi Rawas No 25 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di Kabupaten Musi Rawas, dengan tujuan untukpemantapan tugas dan kewenangan PPID Induk dan Pembantu pada OPD dalam rangka Keterbukaan Informasi Publik. Kegiatan Sosialisasi ini juga menghadirkan 3 narasumber, diantaranya Kepala Bidang Fasilitas Pengaduan dan pengelolaan informasi pusat penerangan Sekretariat Jendral Kementerian Dalam Negeri, DR Handayani Ningrum, yang membedah Permendagri No 3 tahun 2017 tentang Pedoman Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. Selanjutnya Kepala Bagian Pelayanan Informasi Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Soekartono, S.IP yang membedah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang -Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Narasumber terakhir yaitu dari Kabid Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Propinsi Sumatera Selatan, Amrullah, SSTP, M.Si yang mengangkat tema tentang Tugas dan Fungsi PPID dalam Keterbukaan Informasi Publik. Sosilalisasi ini juga dihadiri dan diikuti oleh Wakil Bupati Musi Rawas , Hj Suwarti, Sekertaris Daerah Musi Rawas, Seluruh Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD serta Camat di Lingkungan Pemkab Musi Rawas. Selain itu, acara ini dihadiri oleh Kepala Diskominfo Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara. (TIMESINDONESIA) MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ

Baca Detail
Ribuan Kepala Teknik Tambang Antusias Dengarkan Gubernur Fresh Money Asian Games Sumsel
22 Apr 2018 Dilihat 199x

Ribuan Kepala Teknik Tambang Antusias Dengarkan Gubernur Fresh Money Asian Games

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gelaran Asian Games yang tinggal beberapa bulan lagi, membuat Gubernur Sumsel Alex Noerdin makin gencar melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan pesta olahraga terakbar se Asia tersebut ke berbagai kalangan. Jumat (20/4) malam misalnya, Alex kembali mensosialisasikan berbagai manfaat Asian Games ke kalangan Kepala Teknik Tambang dan Inspektur Tambang dari pemegang IUP Mineral dan Batubara, Batuan dan Logam serta  perusahaan jasa pertambangan di Provinsi Sumsel. Dikatakan Alex Sumsel ini memiliki kekayaan SDA yang luar biasa, dimana 45,45 persen batubara di Indonesia ada di Sumsel. Bukan hanya batubara, Sumsel diakuinya memiliki  gas serta minyak bumi yang melimpah bahkan bisa sampai menerangi negara tetangga Singapura. "Contohnya minyak bumi, Sumsel ini sudah ada sejak zaman Belanda. Kita punya CBM dan lain sebagainya ini luar biasa, tapi itu saja belum cukup untuk menjadi daerah yang utama," jelasnya. Diakui Alex, dibandingkan daerah lainnya Sumsel masih memiliki keterbatasan akses tidak seperti Kalimantan dan beberapa daerah lainnya yang mudah menyalurkan hasil kekayaan mereka. Hal inilah yang mendesak Sumsel untuk giat mempromosikan diri agar infrastruktur penunjang bisa cepat diwujudkan. "Asal tahu saja, untuk membangun daerah perlu dana besar. Tidak mungkin membangun hanya dengan mengandalkan dana APBD, harus ada fresh money  dari luar," jelasnya. Untuk itulah sejak kepemimpinannya, Alex bertekad terus mempromosikan Sumsel dan memilih bidang olahraga sebagai alat. Tak sia-sia berkat keteguhan dan komitmen yang kuat, Sumsel kini makin dipercaya menjadi penyelenggara berbagai event olahraga baik nasional maupun internasional. Sejak 2011 hingga tahun 2017 tak kurang sudah ada 42 event kelas Asia bahkan Asia Pasifik dan dunia diselenggarakan di Jakabaring Sport City (JSC). " Semua masih terawat di Jakabaring Sport City. Bahkan setelah SEA Games jumlah venue yang ada makin lengkap sekarang. Ini boleh dibandingkan dengan provinsi lain yang sudah menggelar PON," tambahnya Demikian halnya soal Asian Games, dikatakan Alex bukanlah satu-satunya tujuan Sumsel melainkan hanya alat untuk memancing  berbagai pembangunan infrastruktur. Tanpa merebut posisi sebagai tuan rumah Asian Games, Sumsel diakuinya tak akan berkembang pesat seperti sekarang. "Karena terpilih jadi tuan rumah Asian Games, banyak pula infrastruktur penunjang yang dibangun pemerintah misalnya 4  Jembatan, fly over, underpass bahkan yang paling fenomenal adalah LRT," ujarnya. Hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah tapi membutuhkan perjuangan extra. setidaknya ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi agar daerah bisa berkembang dan makin dikenal seperti Sumsel. Pertama yakni kondusifitas Sumsel yang zero konflik, pengalaman menyelenggarana event olahraga internasional dan  serta memiliki fasilitas yang lengkap. "Disini tidak ada demo anarkis, jadi investor mau kesini.  Lagipula fasilitas olahraga kita lengkap bersta dar internasional sehingga wajar kalau Sumsel jadi tuan rumah Asian Games," jelasnya. Lebih jauh Alex pun mengapresiasi ribuan pekerja tambang yang hadir tadi malam. Karena menurutnya merekalah pahlawan dalam membangun Sumsel. Tanpa mereka mustahil pendapatan  daerah Sumsel bisa meningkat. Di tempat yang sama, Kepala ESDM dan Pertambangan Sumsel Robert Herry mengatakan bahwa ribuan tamu yang datang ke Griya tadi malam adalah orang-orang penting yang sangat menentukan jalannya roda pertambangan  di Sumsel. "Melalui kesempatan yang baik ini, pas rasanya mereka juga disosialisasi Asian Games agar mereka tahu manfaat Asian Games dan orogresnya sejauh ini," jelas dia. Selama ini di tengah berbagai kesibukan, para Kepala Teknik Tambang mungkin hanya mendengar selintas tentang Asian Games. Namun kali ini mereka akhirnya bisa menyaksikan langsung arahan gubernur sekaligus mengenai progres pembangunan yang sudah berjalan. [sri] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Gubernur Sumsel Alex Noerdin Sosialisasikan Asian Games Kepada Masyarakat se-Kecamatan Sako Sumsel
22 Apr 2018 Dilihat 324x

Gubernur Sumsel Alex Noerdin Sosialisasikan Asian Games Kepada Masyarakat se-Kecamatan Sako

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin bersilaturahmi dan mensosialisasikan Asian Games XVIII tahun 2018 kepada masyarakat se-Kecamatan Sako Palembang di Gedung Serbaguna Metasari, Sako Palembang, (20/4). Nampak hadir juga Pjs. Wali Kota Palembang, Akhmad Najib, Camat Sako, Achmad Iryanto serta ribuan masyarakat se-Kecamatan Sako. Dalam kesempatan silaturahmi itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan tentang manfaat yang besar diperoleh Provinsi Sumsel sejak ditetapkannya Palembang sebagai tuan rumah Asian Games XVIII. Sejumlah keberhasilan pembangunan tersebut dipaparkan Alex Noerdin dalam bentuk video progres report Asian Games dan video pembangunan fasilitas manasik haji di Asrama Haji Palembang. "Sebelumnyo aku minta maaf ke masyarakat Sako sekalian ini, kareno dak biso lamo bersilaturahmi nak nyambut kedatangan Kapolri dan Panglima TNI di Bandara, habis itu jam 4 kagek ado penerimaan secara resmi 2 Trainset LRT di Boombaru," ujar Alex kepada masyarakat Sako yang hadir. Setelah menampilkan sejumlah video tentang Asian Games di Palembang, Gubernur Alex Noerdin langsung bertolak menuju Bandara SMB II Palembang. Sosialisasi Asian Games dilanjutkan Pjs. Wali Kota Palembang, Akhmad Najib. Dalam sambutannya Akhmad Najib mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Sako Palembang menjaga keamanan dan kerukunan bersama-sama terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak dan Asian Games XVIII. "Kita menjaga kerukunan, tidak boleh ada konflik di Palembang ini, kita sudah lihat sendiri apa yang di paparkan pak Gubernur tentang pembangunan di Sumatera selatan ini, mulai dari infrastruktur jalan dan jembata, LRT, fasilitas olahraga hingga pembangunan Asrama Haji Palembang yang menjadi asrama haji terbaik di Indonesia dengan kelengkapan fasilitas manasik haji," ujarnya. Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Sako Palembang Darwin Johan mengatakan, masyarakat Kecamatan Sako sangat merasa bangga dan mengapresiasi keberhasilan Gubernur Alex Noerdin membangun Sumsel, khususnya Kota Palembang yang banyak mengalami kemajuan melalui berbagai pembangunan infrastruktur menyambut Asian Games. "Jujur saja, kami sering mendengar setiap kelompok masyarakat berkumpul pasti yang di bicarakan tentang Gubernur Alex Noerdin. Alangke hebatnyo bapak Gubernur kito ini, banyak nian pembangunan di Palembang ini," pungkasnya (Tribunnsumsel.com). MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.