Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Agenda 100 Hari Menuju Asian Games 2018
Jakarta, Sumselprov.go.id -- Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) terus menggeber persiapan dan kesiapan penyelenggaraan, termasuk sejumlah agenda 100 hari jelang Asian Games. Asian Games berlangsung 18 Agustus hingga 2 September 2018. INASGOC masih memiliki PR (Pekerjaan Rumah) karena sampai kini gaung penyelenggaraan masih minim, khususnya di lapisan masyarakat menengah ke bawah. Nah, 100 hari menuju penyelenggaraan, INASGOC telah menyiapkan beberapa kegiatan yang diharapkan bisa membuat Asian Games lebih menggema. Dari mulai parade Asian Games, peluncuran desain medali, hingga torch relay. "Jadi dari mulai 10 Mei, yang juga bertepatan dengan 100 Hari menuju Asian Games, tiga hari berikutnya kami akan menggulirkan parade Asian Games pada 13 Mei," kata Ketua INASGOC Erick Thohir dalam acara Road to Asian Games di Hotel Le Meredien, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu. "Kemudian pada 29 Juni, kami mulai meluncurkan desain medali yang sudah jadi dan ada lagu yang dimunculkan nanti. Kebetulan kami sudah membuat 13 lagu untuk Asian Games. Pada 1 Juli lalu ada fun run, yang merupakan pure difungsing OCA setelah mengitari ke seluruh negara dan ditutup dengan torch relay yang berlangsung 15-18 Agustus," tuturnya. Menurutnya, kegiatan Torch relay rencananya bakal dilangsungkan dengan mengitari 53 kota dengan menempuh jarak total kurang lebih 18 km. "Kota yang akan dilewati nanti merupakan kota yang memiliki value buat Indonesia dan hampir semua punya sejarah seperti Palembang, Banten, Banyuwangi, hingga Raja Ampat," katanya. (mcy/krs) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Hari Lanjut Usia Nasional, Indonesia Masuk 5 Besar Jumlah Lansia Terbanyak di Dunia
Palembang, Sumselprov.go.id -- Dalam rangka Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tingkat Nasional Tahun 2018, maka diadakan Seminar Nasional Kesehatan Lanjut Usia di Griya Agung, Rabu (9/5/2018). Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel, Nasrun Umar mengatakan, seminar ini dihadiri perwakilan dari 34 Provinsi, pesertanya ada lansia dan LSM serta lintas sektor terkait. Acara ini diawali dengan senam bersama lansia dan skrining kesehatan lansia. lalu dilanjutkan dengan seminar, tema yang diangkat yaitu "Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia" dengan Sub Tema Bidang Kesehatan "Lansia Sehat Mandiri di Wujudkan Dari Keluarga Sehat". Nasrun menjelaskan, Indonesia ini termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah lanjut usia terbanyak di dunia seperti dikutif dari TribunSumsel.Com Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2010, jumlah lanjut usia di Indonesia 18,1 Juta jiwa (7,6 persen dari total penduduk). Lalu pada tahun 2014 jumlah lansia menjadi 18,781 Juta jiwa dan diperkirakan pada tahun 2025 jumlahnya akan mencapai 36 Juta jiwa, sedangkan penduduk usia lanjut di Sumsel berjumlah 529,713 Jiwa atau 6.6 perseb dari total penduduk Sumsel. Sementara itu Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek mengatakan, bahwa untuk cek kesehatan secara berkala yang bertujuan deteksi dini dan menjaga kesehatan bisa di Posbindu. Lalu kalau butuh penanganan lebih lanjut bisa ke Puskismas atau di rujuk ke Rumah Sakit. "Tolong bagi diri sendiri sejak muda diperhatikan kesehatan maupun kehidupanya. Rencanakanlah kesehatan sejak dini misal dengan BPJS," ungkapnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Alex Noerdin: Palembang Fokus Promosikan Asian Games 2018
Jakarta, Sumselprov.go.id -- Jelang 100 hari pelaksanaan Asian Games 2018, persiapan dan kesiapan Sumsel sebagai tuan rumah diklaim sudah matang. Pada rapat ke-9 koordinasi komite Inasgoc bersama OCA di Jakarta, Selasa (09/05), Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan Palembang kini lebih fokus pada promosi Asian Games 2018. Alex mengaku tidak akan terlalu banyak membahas mengenai kesiapan infrastruktur dan lainnya. Namun fokus saja pada promosi Asian Games 2018 agar lebih semarak dan gebyar bagi masyarakat luas. Pada rapat persiapan yang ke-9 kalinya ini, yang juga merupakan rapat terakhir persiapan, Gubernur Alex Noerdin mengatakan persiapan infrastruktur Palembang sudah selesai. Hal ini kata Alex sesuai sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Jokowi, kepada orang nomor satu di Sumsel ini, untuk mensosialisasikan Asian Games 2018 di dua wilayah yaitu Sumatera dan Kalimantan. Pada kesempatan ini juga di hadapan para peserta rapat, sang pelopor sekolah gratis dan sekolah gratis ini menjelaskan Palembang menyiapkan transportasi yang ramah lingkungan dan ternyaman bagi para atlit dan official Asian Games. Transportasi tersebut memanfaatkan teknologi canggih berupa electric car dan hydrogen car. "Electric Car dan hydrogen car tersebut dapat digunakan untuk mengangkut atlit dan official dari bandara menuju ke wisma atlit di Jakabaring Sport City dalam waktu beberapa menit saja", jelasnya. Selain itu, tersedia juga kereta layang ringan ( Light Rail Transit LRT) menempuh jarak 24 kilometer. Lebih lanjut, mantan Bupati Muba dua periode ini menambahkan, "Palembang adalah kota pertama yang menggunakan electric car dan hydrogen car, mendahului Jepang, yang akan menggunakan mobil dengan teknologi yang sama pada perhelatan Tokyo 2020", ujarnya. Hadir dalam rapat ke-9 koordinasi komite Inasgoc dan OCA sekaligus membuka acara tersebut adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada kesempatan ini Jusuf Kalla menyampaikan Indonesia, dalam hal ini Jakarta dan Palembang siap melaksanakan perhelatan akbar olahraga negara-negara se-Asia ini," Jakarta dan Palembang siap melaksanakan Asian Games 2018, dengan terus melaksanakan pembenahan infrastruktur," ujarnya seperti dikutif dari TribunSumsel.com Selain dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalia, beberapa menteri juga tampak turut serta, diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Mulyono, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani. Juga dihadiri petinggi OCA Tzunekazu Takeda, Ketua Inasgoc Erick Thohir, Ketua KOI Rita Subowo, dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Menkes: Meski Sudah Lansia, Bukan Berarti Berhenti Produktif
Palembang, Sumselprov.go.id -- Rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (Halun) 2018 di Palembang tahun ini benar-benar spesial. Selain digelar secara nasional melibatkan 34 provinsi, kegiatan yang ditandai dengan Seminar Nasional Kesehatan Lansia ini juga dihadiri langsung Menteri Kesehatan (Menkes) RI,Prof Dr. dr Nila Farid Moeloek, SPM, Rabu (9/5) di Griya Agung. Dalam sambutannya, Menkes RI mengajak semua lapisan masyarakat untuk memahami pentingnya seorang lansia. Menurutnya meski sudah lansia bukan berarti seseorang itu berhenti produktif. Untuk menciptakan lansia yang produktif inilah Menkes mengimbau agar keluarga dapat memanfaatkan perannya mengarahkan lansia menjadi sosok yang mandiri. "Lansia yang sehat hanya bisa diwujudkan dari keluarga yang sehat. Dan kami dari Kementerian menginginkan para lansia ini menjadi lansia yang sehat. Karena meskipun lansia, mereka tetap punya peran dalam bangsa ini," jelasnya. Saat lansia dikatakan Menkes, umumnya memang sudah memiliki minimal satu penyakit yang menyertai, namun demikian hal ini bisa dicegah. Dengan BPJS menurutnya tentu tidak akan banyai pengeluaran yang dihabiskan. "Semakin minimal penyakit itu akan lebih baik. Makanya kita kuatkan dalam hal pencegahannya," tambah Menkes. Sementara itu, Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat melalui Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI drg Kartini Rustandi M.Kes mengungkapkan secara alami proses menjadi tua mengakibatkan lansia mengalami kemunduran fisik dan mental. Sehingga masalah kesehatan menjadi hal yang sangat mendasar bagi para lansia. Untuk itu diperlukan upaya menyeluruh untuk meningkatkan status kesehatan lansia tersebut melalui peningkatan upaya promotif dan preventif. Hal ini bertujuan mempertahankan kondisi sehat dan kualitas hidupnya selama mungkin. "Bentuk perhatian pemerintah kepada lanjut usia adalah pencanangan tanggal 29 Mei sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Hari ini dapat digunakan sebagai momen meningkatkan kesadaran, perhatian masyarakat terhadap lansia dengan cara melakukan sosialisasi dan kampanye mengenai kesejahteraan lansia termasuk lansia itu sendiri," paparnya. Mengenai seminar nasional lanjut Kartini, kali ini dilaksanakan dengan tema "Memperkuat Hubungan Lintas Generasi dalam Mewujudkan Lansia yang Sehat, Mandiri dan Produktif". Acara seminar tersebut telah didahului dengan beragam kegiatan seperti senam bersama lansia, dan skrining kesehatan lansia. "Seminar ini dihadiri oleh perwakilan 34 provinsi, pesertanya mencapai 700 orang meliputi lansia, LSM, serta lintas sektoral terkait. Selain seminar ada juga kunjungan ke Puskesmas, Posyandu dan RSMH," tambahnya. Melalui kunjungan lapangan itu diharapkan dapat menumbuhkan inspirasi dan motivasi bagi provinsi lain dalam melakukan penguatan kualitas pelayanan kesehatan bagi lansia. Di tempat yang sama, Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar yang hafir mewakili Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengungkapkan sangat gembira menjadi tuan rumah seminar nasional. Diapun mengajak agar semua masyarakat meningkatkan perhatian, kasih sayang dan cinta terhadap orang tua sebagai wujud melembagakan nilai-nilai sosial di dalam masyrakat agar selalu meneladani dan menghargai keberadaan para lanjut usia. Dikatakannya penduduk Indonesia termasuk 5 besar negara dengan jumlah lansia terbanyak di dunia. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 jumlahnya mencapai 18,1 juta jiwa. Dan pada tahun 2014 menjadi 18, 78 juta jiwa. Diperkirakan pada 2025 jumlah ini akan meningkat mencaoai 36 juta jiwa. Sementara di Sumsel diperkirakan mencapai 529.713 jiwa atau 6,6% dari total penduduk. Dalam kesempata ini Sekda mengajak semua warga mengapresiasi keberadaan para lansia, karena sebelumnya mereka ini juga ikut berkontribusi bagi pembangunan. Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Gerakan Menuju Lansia yang sehat, mandiri, aktif dan produktif diharapkan lansia ini bisa berdaya guna dan sejahtera di masa tua. Berkaitan dengan seminar itu Nasrun Umar berharap seminar itu dapat bisa lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku keterampilan individu, keluarga dan organisasi lainnya. "Kami pemerintah provinsi Sunsel bersama pemerintah kabuoaten/kota terkait UU No.36 tahun 2009, dalam upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia berupaya terus meningkatkan kases masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Ini terlihat dari jumlah puskesmas dari jumlahnya 200 an menjadi 341 puskesmas tersebar di 17 kabupaten dan kota. Kemudian RSUD dan RS swasta di setiap kabupaten/kota. Bahkan sebentar lagi tahun ini juga RSUD Provinsi Sumsel akan segera dioperasionalkan," tutupnya.(Tribunnews.com) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Dukung Asian Games 2018, PT INKA Segera Uji Coba Kereta LRT Sumatera Selatan
Madiun, Sumselprov.go.id -- Produsen Kereta Api Indonesia, PT INKA (Persero) akan melakukan pengujian kereta Light Rail Transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan di awal Mei 2018. LRT Palembang ini akan menjadi moda transportasi terbaru di Indonesia untuk mendukung Asian Games 2018 yang digelar di Palembang pada Agustus mendatang. “Uji coba ini merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum nanti Kereta LRT Palembang benar-benar siap beroperasi dan Masyarakat dapat digunakan untuk mendukung mobilitas dan percepatan konektivitas masyarakat di Palembang," Kata Direktur Produksi PT Inka (Persero), Bayu Waskito saat meninjau pabrik pembuatan Kereta LRT di Madiun pada Senin (07/05/2018). Untuk mendukung proses uji coba, lanjut dia, PT INKA telah mengirimkan 2 trainset ke Palembang pada awal April 2018. Pengiriman 6 trainset berikutnya akan dilakukan pada Juni 2018, sebagai kelengkapan dari total keseluruhan 8 trainset LRT Palembang tersebut. "Saat keadaan penuh, kereta mampu membawa sekitar 379 penumpang, baik penumpang yang duduk maupun penumpang yang berdiri," ujarnya. Bayu mengungkapkan, kereta yang tergolong teknologi baru di Indonesia ini menggunakan material badan kereta (carbody) berupa aluminium double skin atau ekstrusi. Dengan kecepatan rata-rata kereta LRT (Design Speed) adalah 100 km/jam dengan Operational Speed 80 Km/Jam. “Nilai tambah dari sisi material yang dipakai antara lain kereta menjadi semakin ringan sehingga memenuhi syarat dioperasikan pada jalur rel atas (elevated track ) dan carbody anti karat," jelas dia. Dari sisi kenyamanan, selain AC (air conditioning), pada LRT ini juga dipasang kaca jendela dari jenis safety glass (tempered) dan dilaminasi anti UV 60% sehingga mampu mengurangi radiasi sinar matahari langsung. Bila dibandingkan dengan kereta terdahulu seperti Kereta Rel Listrik (KRL), LRT ini akan menjadi kereta pertama di Indonesia dengan pengambilan sumber daya berada di bawah menggunakan third rail, tidak seperti KRL yang berada di atas melalui pantograf. “Sistem ini selalu dipasok listrik arus searah sehingga di atas kereta nanti tidak ada jalur kabel yang menambah kesan semrawut kota” imbuhnya. Bayu menambahkan, sebagai manufaktur sarana perkeretaapian satu-satunya di Asia Tengggara, tingkat kandungan dalam negeri untuk produk LRT ini sekitar 45%. Untuk pengerjaannya, PT INKA memanfaatkan tenaga kerja lokal sebanyak ± 1500 pekerja. Sementara nilai kontrak untuk pengadaan LRT ini tercatat sebesar Rp 388 miliar. "PT INKA siap mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang dengan menghadirkan moda transportasi baru bagi para atlet khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya,” tegas Bayu. (*Tribunbisnis) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Dukungan Seperti Inilah yang Diharapkan Jokowi untuk Pelaksanaan Asian Games 2018
Jakarta, Sumselprov.go.id -- Asian Games 2018 merupakan kesempatan emas sekaligus momentum terbaik bagi kita untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia. Tahun ini, Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah bagi ajang kompetisi olahraga tertinggi di Asia ini yang secara resmi akan dibuka pada 18 Agustus 2018. Dengan mempertandingkan 40 cabang olahraga yang akan diikuti oleh para atlet dari 45 negara peserta, dapat dipastikan bahwa semua mata akan tertuju kepada Indonesia selama penyelenggaraan berlangsung. Maka, bukan hal yang berlebihan bila Presiden Joko Widodo memberi perhatian ekstra bagi persiapan Asian Games edisi ke-18 ini. Jokowi juga berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam pesta olahraga bangsa Asia tersebut. "Seluruh masyarakat, dunia usaha, kemudian pemerintah, dan pemerintah daerah semuanya harus memberikan dukungan kepada event besar karena ini menyangkut nama besar negara kita, menyangkut nama besar bangsa kita, semampu yang mereka miliki," ujarnya seperti dikutif dari Tribunnews.com "Misalnya toko-toko memberikan diskon untuk nanti pada saat Asian Games. Kemudian masyarakat mengadakan lomba-lomba baik di sekolahan, di kampung, atau di kabupaten dan kota masing-masing. Saya kira ini akan memberikan dukungan yang besar pada event besar Asian Games 2018." MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Palembang Butuh 3000 CPNS, Utamanya Dua Tenaga Ini
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pemerintah Kota Palembang hingga saat ini belum menerima informasi terkait penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungannya. Padahal, berdasarkan informasi, akan ada penerimaan sekitar 200 ribu CPNS di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Badan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Kota Palembang, Ratu Dewa via telp, Selasa (8/5/18). "Belum ada informasi terkait adanya penerimaan CPNS," jelasnya. Dewa menyampaikan sudah mendengar informasi tekait rencana penerimaan CPNS yang akan dilaksanakan pada bulan Mei 2018 ini. "Pemkot Palembang mengajukan sebanyak 3.000 CPNS. Kami masih menunggu balasannya," ungkapnya. Dewa berharap pengajuan yang dilakukan pihaknya segera mendapat balasan. Karena, kebutuhan tenaga guru dan medis di Palembang sudah sangat mendesak. "Sampai saat ini masih menunggu kabar dari Kemenpan. Karena pengajuan penerimaan CPNS ini bukanlah kali pertama dilakukan kami lakukan," ulasnya. Seperti diketahui, pada gelombang pertama, ada sebanyak 17.521 CPNS diterima untuk Kementerian Hukum dan HAM. Pada gelombang kedua, ada sebanyak 17.928 formasi untuk mengisi jabatan pada 30 kementerian, 30 lembaga negara, dan 1 pemerintah provinsi, yakni Pemprov Kalimantan Utara. Total CPNS diterima pada 2 gelombang pada tahun 2017 sebanyak 35.449 dari 1,2 juta pendaftar. [rhd] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Tim OCA Jajal Minum dari Keran di Kawasan Wisma Jakabaring Sport City, Ini Hasilnya
Palembang, Sumselprov.go.id -- Perwakilan Olympic Council Asia berkesempatan minum air dari keran langsung di potable water yang ada di kawasan Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC), Selasa (8/5). Yakni Director Asian Games Departemen Olympic Council Asia Haider Farman yang ditemani Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Selatan H Akhmad Yusuf Wibowo yang mencoba minum dari potable water. Dari OCA, selain Haider, juga hadir Director General & Technical Husain Al Musallam, Medical Commite Chairman Dr M Jegathesan, Manager of Doping Control Nadiah Al Shamali, Director Asian Games Department Haider Farman, Director International & NOC Relations Vinor Kumar Tiwari, serta Member Departemen International Relations & Protocol Izdhar Ceasaria. Rombongan disambut Kadispora Sumsel Akhmad Yusuf Wibowo, Kadis PU Cipta Karya Sumsel Basyaruddin Ahmad, Kadis Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy, Direktur Utama PT JSC, Bambang Supriyanto dan tim. Perwakilan OCA melakukan kunjungan ke Palembang sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 18 Agustus-2 September mendatang. Selain Wisma Atlet, beberapa venue didatangi langsung oleh rombongan ini. Kunjungan diawali di Sport Science, Wisma Atlet, Dinning Hall, Rusunawa dan dilanjutkan ke venue Sepak Takraw, Roller Skate, Panjat Tebing, Boling, Rusunami dan lain sebagainya. Director Asian Games Departemen Olympic Council Asia Haider Farman mengatakan jelang 100 hari Asian Games, OCA sengaja meninjau venue, wisma atlet dan lain sebagainya. Ia menyebutkan semua sangat bagus. Termasuk ruangan, fasilitas Dinning Hall sangat bagus, kapasitasnya juga cukup. “Di Jakarta juga sangat bagus. Keduanya (Jakarta dan Palembang) bagus,” kata Haider di sela kunjungannya di Venue Sepak Takraw Jakabaring Sport City. (Tribunnews.com) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Palembang Macet Parah, Satlantas Wacanakan Terapkan 3 in 1 di Sudirman Hingga Jakabaring
Palembang, Sumselprov.go.id -- Satuan Lalulintas Polresta Palembang mewacanakan penerapan 3 in 1 untuk kendaraan pribadi yang melintas di ruas Jalan Jenderal Sudirman hingga Jakabaring. Kasat Lantas Polresta Palembang, Kompol Andi Baso Rahman. Perbaikan Jembatan Musi II dan Jembatan Ampera sangat mempengaruhi kemacetan yang terjadi di kota Palembang, beberapa hari terakhir. Selain itu, dengan terus bertambahnya jumlah transportasi online di kota Palembang, semakin memperparah terjadinya kemacetan. Untuk itu, setelah perbaikan kedua jembatan ini selesai, Andi mengaku, bersama Forum Lalulintas ia akan mengkaji lalulintas di Kota Palembang menjelang Asian Games. Terkhusus bagi kendaraan yang masuk ke jalur utama dari dan menuju ke Ampera. "Moda transportasi umum kita ini belum diminati oleh masyarakat, mereka lebih memilih menggunakan transportasi pribadi," jelasnya. Sejumlah terobosan lalulintas harus dilakukan jelang perhelatan Asian Games. Jangan sampai nanti saat Asian Games malah macet. Karena itu ditawarkanlah solusi penerapan 3 in 1 bagi mobil-mobil yang melintas di kawasan Simpang Charitas Jalan Sudirman hingga turunan flyover Jakabaring , Jalan Gubernur HA Bastari. "Tapi ini juga nantinya ada kelemahan, yaitu timbulnya Joki-joki. Untuk itu kita tengah melakukan koordinasi," katanya. Andi juga menawarkan, sistem nomor polisi ganjil genap bagi kendaraan yang akan melintas dari dan menuju Jembatan Ampera. Sistem ini bisa diberlakukan setiap hari kecuali sabtu dan minggu. "Jakarta sudah menerapkan ini kan. Masyarakat Palembang harus dipecut untuk menjalankan program ini," ungkapnya. Selain dua solusi tersebut, Andi juga menginginkan agar menambah jumlah traffic light dibeberapa persimpangan agar dapat menahan laju kendaraan yan hendak melintas. "Kita harus ada terobosan-terobosan menjelang Asian Games mendatang. Jangan sampai saat Asian Games malah macet," tegasnya. Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian, dan Operasional Dinas Perhubungan kota Palembang, Marta Edison menuturkan Macet parah memang terjadi di Kota Palembang selama beberapa hari terakhir semakin parah. Dua jembatan yang dijadikan akses pengendara untuk melintas dari kawasan Seberang Ilir ke Seberang Ulu atau sebaliknya tengah dalam perbaikan dan revitalisasi. Jembatan Musi II ditutup total oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V selama 10 hari. Perbaikan platdeck yang korosi ini sudah berjalan selama empat hari, sehingga masyarakat harus masih bersabar selama enam hari kedepan. Begitu pula di kawasan Jembatan Ampera, yang dijadikan sebagai akses utamapun tengah mengalami revitalisasi. Memang tak sampai ditutup total. Saat ini BBPJN V yang tengah membuat pedestrian diatas Jembatan Ampera ini harus sedikit memakan jalan di atas jembatan Ampera karena ditutupi oleh seng-seng. Adanya perbaikan jalan di kawasan protokolpun tambah memperparah kemacetan ini. "Kerusakan jalan juga berpengaruh. Sepanjang jalan protokol itukan jalannya ada yang dikikis untuk diperbaiki," kata Marta. Hal ini juga diperparah dengan jumlah kendaraan di kota Palembang yang terus mengalami peningkatan. "Ada lubang sedikit sajakan pelan kendaraan ini. Apalagi banyak sekali jumlah kendaraan ini," jelasnya. Marta meminta masyarakat untuk bersabar. Setelah dilaksanakan perbaikan ini, jalan-jalan di kota Palembang akan menjadi mulus, sehingga tidak menimbulkan lagi kemacetan. (str) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY