Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Dukung Asian Games 2018, BPBD Sumsel Rapat Bersama Tim Pengarah BNPB Pusat
Palembang Sumselprov.go.id -Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Provinsi Sumatera Selatan(Sumsel) kedatangan Tim Pengarah dan Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat. Kegiatan ini dipusatkan di Posko Satgas di Kantor BPBD Sumatera Selatan, Jum'at (25/5/2018) Ketua Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel, H. Iriansyah, S. Sos, S.KM, M.Kes melaporkan gambaran dan situasi kondisi siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan, serta bencana alam lainnya. "Berkaitan dengan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di Tahun 2018 khususnya dalam mengahadapi Asian Games, sangat diperlukan sarana dan prasarana salah satunya penambahan heli", ujar Iriansyah. Tim pengarah BNPB Pusat yang hadir terdiri dari Hj. Rahmawati Husein, Ph. D dan Prof.ir H. Sarwono. MSC memberikan apresiasi kepada Sumatera Selatan dengan tim penanggulangan bencana baik di Provinsi Sumsel maupun di Kota/Kabupaten. "Untuk semua yang disampaikan terutama dalam hal sarana dan prasarana akan dibawa ke Pusat untuk ditindak lanjuti dalam penganggaran. Untuk itu sangat dibutuhkan hasil dari monev ini, Plan A, B dan C akan disiapkan khususnya dalam pencegahan ", ungkap Rahmawati. Hadir dalam acara koordinasi ini selain perwakilan Satgas Posko Karhutla Prov. Sumsel, juga hadir Danlanud, mewakili Kapolda dan Pangdam, dari Badan Meteorologi dan Geofisika Sumsel, perwakilan BPBD Kab/Kota dan stake holder. Dinas Kominfo Sumsel dihadiri mewakili Kepala Dinas, Kabid. Pengelolaan Informasi Publik beserta jajaran Tim Media Center. MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ
Sumsel
Siswa Palm Kids Kunjungi Griya Agung, Gubernur Sumsel Alex Noerdin Dihadiahi Jembatan Ampera
Palembang, Sumselprov.go.id -- Suasana di Griya Agung tampak berbeda dari biasanya, Kamis ( 24/5/2018) pagi. Rumah Dinas Gubernur yang biasanya tenang itu berubah ramai oleh kunjungan dan ramah tamah ratusan siswa-siswi dari TK & SD Palm Kids serta SMP Tiara Nusantara Palembang. Tingkah pola anak-anak yang menggemaskan tak urung membuat Gubernur Sumsel Alex Noerdin larut dalam kegembiraan. Tak hanya berkunjung, anak-anak ini juga unjuk kebolehan bernyanyi serta melakukan tanya jawab langsung dengan gubernur kebanggaan mereka. Adapun tema yang diusung dalam kunjungan siswa Palm Kids kali ini adalah "10 Tahun Membangun Sumsel". Ketua Yayasan Palm Kids School dan SMP Tiara Nusantara, Wilius Ruslim mengungkapkan bahwa sangat bangga dan berterima kasih karena telah disambut sedemikian rupa di Griya Agung. Selain ingin mengenalkan langsung sosok Gubernur pada anak didiknya, Wilius juga mengatakan kedatangan mereka ini juga dalam rangka memenuhi materi studi anak didik mereka. "Kami bangga sekali bisa diterima di sini. Ini suatu kehormatan bisa bertatap muka langsung dengan gubernur. Semoga Gubernur berkenan ngobrol langsung dengan para siswa. Diskusi ini berkaitan dengan tema pelajaran mereka mengenai kota dan susunan pemerintahan," jelasnya. Benar saja, saat tanya jawab dimulai anak-anak mulai dari TK, SD hingga SMP ini berebut mengacungkan tangan untuk bertanya langsung dengan gubernur. Dengan menggunakan Bahasa Inggris yang fasih, anak-anak ini berhasil membuat Gubernur Sumsel tersenyum. Selain ditanya soal bagaimana Sumsel bisa menjadi tuan rumah Asian Games, para siswa ini juga tak sungkan menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi. Seperti misalnya berapa jumlah saudara Gubernur, apakah gubernur berpuasa penuh, Alex juga ditanya soal apa yang membuatnya termotivasi menjadi seorang gubernur. Puas bertanya dan menonton video tentang apa itu Asian Games dan segala progresnya anak-anak ini memberikan kejutan untuk Gubernur Alex Noerdin. Ya, anak-anak ini menghadiahi gubernur replika Jembatan Ampera berwarna merah hasil buatan mereka sendiri. Sementara itu Gubernur Sumsel Alex Noerdin, mengatakan sangat senang dengan kunjungan para siswa Palm Kids ini. Menurutnya melihat anak-anak yang cerdas dan pintar berbahasa Inggris ini mengingatkan pada kedua cucu perempuannya Alleta dan Athali yang kebetulan baru mendapat penghargaan juara debat. Saat diskusi, Alex juga menjawab pertanyaan anak-anak ini dengan Bahasa Inggris yang tak kalah fasih. Menurutnya banyak alasan yang membuatnya ingin menjadi gubernur salah satunya yang utama adalah mensejahterakan warga Sumsel dan membawa Sumsel menjadi provinsi terdepan di Indonesia. Begitupun saat ditanya soal bagaimana ia membagi waktu antara keluarga dan padatnya tugas sebagai gubernur. Alex mengaku memang harus pintar mengatur waktu karena keduanya sama-sama penting. Meski tanggungjawabnya sebagai gubernur sangat besar, namun keluarga menurutnya sesuatu yang tetap harus diprioritaskan. "Keluarga adalah yang utama. Jadi memang harus pintar mengatur waktu antara tugas dan keluarga. Nah tadi ada yang bertanya saya anak ke berapa? Saya ini ada 7 saudara dan saya adalah anak tertua," tambahnya. Selanjutnya Alex juga memaparkan dengan fasih, saat salah seorang siswa menanyakan kenapa Sumsel bisa ditunjuk menjadi tuan rumah pesta olahraga Asian Games ke-18. Menurutnya ada tiga alasan utama Sumsel bisa terpilih. Pertama karena Sumsel zero konflik. Sampai saat ini diakuinya belum pernah dan jangan sampai terjadi konflik atau kerusuhan antar umat beragama. Kemudian yang kedua adalah Sumsel telah banyak pengalaman menyelenggarakan berbagai event olahraga berkelas internasional. Sejak tahun 2011 tercatat tak kurang ada 42 event yang sudah digekar di Sumsel, sebut saja seperti Sea Games, ISG, hingga Asian university Games. Terakhir yang ketiga karena Sumsel punya fasilitas olahraga yang lengkap di Jakabaring Sport City. Di kawasan ini tercatat ada 20 venue olahraga berstandar internasional. Disinggung mengenai bagaimana cara mendidik cucunya agar berprestasi, Alex memberikan sedikit bocoran. Selain memberikan target dan memacu mereka selalu giat belajar, yang terpenting adalah perhatian orang tua. " Pendidikan, kasih sayang orang tua dan lingkungan yang penuh cinta. Itulah rahasianya. Didiklah anak-anak dengan cinta," pesannya pada guru-guru Palm Kids dan orang tua murid yang kebetulan ikut hadir dalam kunjungan tersebut. Sumber : TribunSumsel.com MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Raih Nilai UN Tertingi Pertama dan Ketiga di Sumsel, Dua Siswa SMP Ini Cuma Pakai Trik Sederhana
Palembang, Sumselprov.go.id -- Menjadi peraih nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat di Provinsi Sumsel, tidak membuat Frederik Hansonlangsung jumawa. Siswa dari SMP Ignatius Global School (IGS) Palembang ini mengaku sebelumnya ia telah melakukan persiapan secara intensif selama satu bulan menjelang pelaksanaan UN SMP 2018 beberapa waktu lalu. "Selama satu bulan saya melakukan persiapan secara intensif baik di rumah maupun di sekolah." "Setiap harinya saat pulang sekolah pukul 16.00 WIB saya hanya istirahat sebentar setelah itu lanjut belajar lagi hingga malam," ungkapnya saat ditemui di sekolah, Kamis (24/5/2018). Tak hanya itu, ia mengaku hanya beristirahat sebentar saja untuk makan dan mandi saja, selebihnya diisi dengan membaca, belajar dan mengerjakan soal-soal. Bahkan, ungkap Frederik, lebih memilih membaca ketimbang bermain handphone selama satu bulan menjelang pelaksanaan UN. "Saya hanya menargetkan mendapatkan nilai rata-rata setiap pelajaran sebesar 90 saja. Tetapi ternyata saya mampu memiliki nilai tertinggi di Sumsel," ujarnya dengan nada senang. Mendapatkan nilai tertinggi bukanlah tujuan utama bagi anak tunggal dari pasangan Suharto dan Rita Wati ini. Pasalnya ia tidak pernah mendapatkan juara di kelas selama duduk dibangku sekolah hingga saat ini. "Pelajaran kesukaan saya fisika, bahasa inggris dan matematika." "Dan saya pernah menjadi juara kontes literasi sains di Unsri beberapa waktu yang lalu. Selain itu saya hanya baca buku dan mengerjakan soal try out (TO) saja," ujarnya. Hal yang sama juga dikatakan teman satu kelasnya, Bernard Lesley Efendy yang juga mendapatkan nilai tertinggi nomor tiga di Provinsi Sumsel dengan nilai 383,00. Meski memiliki kelemahan di bahasa Indonesia tidak membuat dirinya merasa putus asa untuk terus belajar hingga berhasil masuk tiga besar sebagai siswa mendapatkan nilai tertinggi. "Kalau saya belajar tidak ada trik khusus, hanya ditekuni saja setiap pelajarannya meskipun saya tidak menyukainya," ungkapnya. Dalam pelaksanaan UN tingkat SMP-MTs 2018 ini, Frederik sendiri mampu mendapatkan nilai yang bervariasi, untuk bahasa Indonesia sendiri sebesar 96, pelajaran matematika 100, IPA 95 dan bahasa inggris 94. Sedangkan Bernand sendiri pada pelajaran bahasa Indonesia mampu mendapatkan nilai 100, matematika 100, IPA 95 dan Bahasa Inggris 88. (Yuliani) Sumber : TribunSumsel.com MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Pangdam II Sriwijaya, Cegah Terorisme Di Sumsel Selalu Lakukan Koordinasi
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto mengaku, pihaknya selalu melakukan koordinasi untuk mencegah aksi terorisme di Sumatera Selatan (Sumsel) . “Kami membawahi lima provinsi , lima Kapolda sehingga sampai saat ini alhamdulilah setiap sore atau pagi , kami selau melakukan kegiatan evaluasi melalui What Ups, misalnya saya sampaikan ke Kapolda ayo kita patroli, sore mereka sudah tahu, korem-korem lain juga melakukan hal yang sama dengan kapoldanya,” katanya, Kamis (24/5). Dan terakhir aksi terorisme di Jambi dan sudah ditangkap ,” Itu mantan narkoba dan kriminal, dan agak aneh orangnya ditangkap, saya piker itu harus dicari apa permasalahnnya , itu ngawur bacok begitu saja, enggak ada hati sama sekali,, “ katanya. Karena itu pihaknya meningkatkan pengamanan bersama TNI dan Polri untuk seluruh wilayah Sumsel. “Untuk karhutlah kami sudah dua kali , apel kesiapsiagaan dan secara umum kami siap, tinggal bagaimana masyarakatnya, kalau masyarakatnya punya kesadaran untuk tidak membakar lahan sembarangan akan lebih baik,” katanya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY (#osk/BP)
Sumsel
Jangan Saling Hujat, Presiden Jokowi: Gunakan Medsos Untuk Hal Yang Positif
Presiden Jokowi bertemu dengan perwakilan pelajar SMA se-Jabar, di Taman Dirgantara, Majalengka, Kamis (24/5) siang. (Foto: Humas/Jay) Majalengka, Sumselprov.go.id -- Usai melakukan pendaratan perdana di Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan pengurus OSIS SMA/SMK dan pelajar berprestasi se-Majalengka, di Taman Dirgantara, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5) siang. Dalam kesempatan itu Presiden berpesan agar para pelajar menjalankan tugas utamanya untuk belajar. Mereka semua, tegas Presiden, adalah pemimpin-pemimpin di sekolah-sekolahnya. “Ketua OSIS berarti kan jadi pemimpin di sekolahnya. Yang (ketua) pramuka juga, yang (ketua) rohis juga sama,” kata Presiden Jokowi. Untuk itu, Presiden meminta para pelajar yang hadir dalam kegiatan ini agar mengingatkan kepada teman-teman mereka mengenai penggunaan media sosial (medsos). “Media sosial itu digunakan untuk hal-hal yang positif. Jangan sampai saling mencela, jangan sampai saling menghujat, jangan sampai saling menjelekkan, jangan sampai saling memfitnah,” pesan Presiden. Media sosial, pinta Kepala Negara, harusnya digunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Kepala Negara, mau cari ilmu di media sosial sekarang ini juga sangat mudah. Kerja Keras Terkait dengan cita-cita para pelajar itu, Presiden Jokowi mengingatkan, perlunya kerja keras untuk mencapainya, di samping kedisiplinan dan melakukan hal-hal yang produktif. “Kesempatannya besar tetapi tantangannya juga besar, kesempatannya besar tetapi hambatan-hambatan di depan yang harus kita lalui juga besar. Tapi dengan wajah-wajah cerah seperti ini, saya meyakini insyaallah negara ini akan menjadi negara yang lebih baik dari hari ini,” ujar Presiden Jokowi. Mengutip kalkulasi Mckinsey Global Institute, Bank Dunia, juga Bappenas, Presiden Jokowi mengemukakan bahwa negara Indonesia nanti di 2045 diprediksi akan menjadi ‘Indonesia Emas’ dimana pendapatan per kapita diharapkan mencapai 8 kali lipat dari sekarang yang masih di angka 29.000 dolar AS. Artinya, lanjut Presiden, Negara Indonesia akan menjadi 5 besar negara dengan ekonomi yang kuat. Tapi Kepala Negara mengingatkan, itu hanya bisa dicapai kalau semua bekerja keras, bersatu, rukun, menjaga persaudaraan, serta menjaga ukhuwah islamiyah dan menjaga ukhuwah wathaniyah. “Tidak boleh anak-anakku semuanya pesimistis. Kita harus optimistis menuju ke Indonesia ke depan yang lebih baik,” pungkas Kepala Negara. Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Mendikbud Muhadjir Effendy, Staf Khusus Presiden Abdul Ghofarrozin, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (FID/ES) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Dinas Dukcapil Prov.Sumsel Gandeng OPD Manfaatkan Data Kependudukan
Palembang, Sumselprov.go.id – Menjalankan amat Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2015 tentang Persyaratan, Ruang Lingkup dan Tata Cara Pemberian Hak Akses serta Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduk Elektronik (KTP-el) khususnya terkait pemanfaatan data kependudukan untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sumatera Selatan lakukan kerjasama pemanfaatan data kependudukan dengan OPD terkait di Sumatera Selatan. Kerjasama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama antara Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Selatan, Drs. Reinhard Nainggolan, M.Si dengan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Hj. Neng Muhaiba, MM. Penandatangan Kerjasama tersebut dilaksanakan disela Acara Pembukaan Rapat Teknis Pemutakhiran Data untuk Penunjang Data Pilkada Serentak Tahun 2018 yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Dukcapil Prov.Sumsel, Jalan Kapten Anawar Sastro Nomor 1640 Palembang. Kamis (24/05/2018). Seusai penandatanganan ini, sekaligus diserahan User Name ID Hak Akses dari Plt. Kepala Dinas Dukcapil Prov.Sumsel kepada Perwakilan dari Bappenda, Kepala UPTD Puslia Bappenda Prov.Sumsel, Jufriadi. Dalam wawancara singkat dengan Tim Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Prov.Sumsel, Plt. Kepala Dinas Dukcapil, Drs. Reinhard Nainggolan, M.Si mengatakan “ Perjanjian Kersama (PKS) dengan Dinas Bappenda yaitu perjanjian pemanfaatan data kependudukan di Sumatera Selatan terutama dalam hal ini untuk menjaring pajak progresiv kendaraan yang ada di Sumatera Selatan, yang selama ini agaka mengalami hambatan “, ujar Coki sapaan akrab Plt. Kadis Dukcapil Prov.Sumsel. “Dengan adanya pemanfaatan data ini jelas dalam satu keluarga pasti ketahuan berapa jumlah kendaraan yang dimiliki dan tidak bisa dimanipulasi lagi dengan memanfaatkan data NIK Kependudukan”, lanjut Coki. “Dari PKS ini dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak progressive yang akhir-akhir ini mulai meningkat. Bahwanya dengan adanya data ini Bappenda tingkal klik dan bisa lihat bahwa satu orang harus satu kendaraan, kalua dua pasti ketahuan. Dan PKS ini merupakan Program Kerjasama yang ketiga di Indonesia setelah sebelumnya di Provinsi Bangka Belitung dan Aceh”, pungkas Coki mengakhiri wawancara singkatnya. Sementara Kepala UPTD Puslia Bappenda Provinsi Sumatera Selatan, Jufriadi menyampaikan “Manfaat dari PKS ini kami ingin menjaring kendaraan-kendaraan yang belum termasuk dalam pajak progressive karena pajak progressive itu dikenakan dengan nama dan alamat yang sama. Dengan adanya PKS ini Bappenda bisa meminimalisir data-data yang ada sudah sesuai dgn data NIK Kependudukan yang ada”, Ujar Jufriadi. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/PE
Sumsel
Jelang Pilkada, Disdukcapil Sumsel Adakan Ratek Pemutakhiran Data
Palembang Sumselprov.go.id- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Prov. Sumsel menyelenggarakan Rapat Teknis (Ratek) Pemutahiran Data Tahun 2018 yang bertemakan ajakan untuk mensukseskan pilkada serentak tahun 2018 dengan data yang valid di Aula Disdukcapil Prov. Sumsel, Kamis-Jumat, 24 s.d. 25 Mei 2018, dengan menerapkan metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktik. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu, meningkatkan kualitas data administrasi kependudukan dengan sasaran untuk mewujudkan sumber data dan informasi kependudukan yang akurat bagi publik dan pemerintah, serta meningkatnya ketertiban administrasi kependudukan untuk pembangunan demokrasi. Rapat ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Disdukcapil Prov. Sumsel, Drs. Reinhard Nainggolan, M. Si. Beliau menyatakan bahwa seluruh institusi yang terlibat dalam pelaksanaan pilkada serentak Tahun 2018 wajib komit secara konstitusional untuk mensukseskan penyelenggaraanya dengan maksimal dan aman. “Salah satu kunci utama terselenggaranya pilkada yang sukses dan berkualitas adalah tersedianya data kependudukan yang akurat dan terkini”, ujarnya. Reinhard menjelaskan bahwa hanya ada satu data yang dapat digunakan sebagai basis data awal dalam penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada serentak, yaitu data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Apabila Bawaslu memerlukan data penduduk by name, by NIK, by address, wajib melalui mekanisme MoU dan PKS dengan Kemendagri”, ungkapnya. Menurutnya, untuk kepentingan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, Pemilu Legislatif 2019. Dan Pemilu Presiden, maka perekaman dan pencetakan e-KTP harus diselesaikan sebelum pelaksanaan Pemilu Legislatif 2019. “Persyaratan penduduk wajib pilih untuk menggunakan hak konstitusionalnya wajib memiliki e-KTP”, jelasnya. Beliau menghimbau agar Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Disdukcapil di daerah untuk bekerja keras secara cerdas untuk melakukan terobosan dan inovasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga target perekaman dan pencetakan e-KTP dapat selesai tepat waktu. “Saya berharap agar para peserta rapat dapat mengaplikasikan informasi dan ilmu yang diterima di instansi tempat bekerja masing-masing”. pungkasnya. Turut hadir sebagai narasumber, Ditjen Dukcapil Kemndagri RI, yang diwakilkan oleh Erikson Manihuruk, dan 51 orang peserta yang terdiri atas pejabat struktural, adb dari Disdukcapil, dan Kepala Disdukcapil seluruh kab/kota se-Sumsel. Dalam kegiatan ini juga diadakan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Bapenda Prov. Sumsel dan Disdukcapil Prov. Sumsel. Dalam sesi pertama rapat ini dibahas beberapa kendala yang masih dihadapi terkait data kependudukan, diantaranya data kependudukan yang ganda, kesalahan nama, kesalahan alamat, kesalahan nomor NIK dan KK, masalah perekaman dan pencetakan e-KTP dan lainnya. "Saya berharap agar setelah rapat ini ada penyelesaian untuk semua masalah terkait data kependudukan", tegas Erik. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE/ Cley
Sumsel
Kota Pagar Alam Apresiasi Sosialisasi LAPOR!-SP4N Prov Sumsel
Pagar Alam Sumselprov.go.id-Tim Percepatan Sosialisasi Aplikasi Pengaduan LAPOR!-SP4N Provinsi Sumatera Selatan yang didampingi Konsultan Kemenpan-RB dari Transformasi-GIZ, Kurniawan beserta Tim lainya kembali adakan Sosialisasi yang dilaksanakan di gedung besemah satu setda kota pagar alam, Rabu(23/5/2018) Setelah melaksanakan sosialisasi di Kabupaten Lahat kemarin, hari ini kegiatan sosialisasi dilanjutkan tim-2 ke kota pagar alam. dalam kunjungan ini Tim Prov. Sumsel disambut Kepala Dinas Kominfo Pagar Alam, Hery Mulyono, AP. MSi beserta jajaran lain nya, diantaranya, Inspektur kota pagar alam, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Bapak Rasuki,SH dan kasubbag bantuan hukum dan HAM Hikmalia, SH, kabag ortala Drs. Agus Ama,MM Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah(Sekda) Drs. H. safrudin, M.Si didampingi oleh seluruh asisten sekda kota pagar alam beserta para Inspektur, Kepala Dinas, Badan, dan juga Pejabat terkait dilingkungan Setda Kota Pagar Alam. Dalam sambutanya Sekda Kota Pagar Alam, Safrudin menyambut baik kegiatan Sosialisasi LAPOR! -SPAN ini, "dengan adanya kegiatan sosialisasi ini semoga dapat cepat terhubung dan seluruh OPD dapat mmenjalankanya, khususnya pada masyarakat Kota Pagar Alam dapat dengan mudah memberikan masukan, saran maupun segala pengaduan" ungkapnya Selaku Konsultan dari Kementerian Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dari Tranformasi GIZ, Kurniawan, menjelaskan bahwa LAPOR! -SP4N ini merupakan pengelolaan layanan aspirasi dan pengaduan Online Masyarakat maupun instansi merupakan sistim pengelolaan pengaduan pelayanan publik Nasional, " baru sekitar 6 Kabupaten/Kota yang sudah terhubung, dan Pagar Alam merupakan salah satu Kota yang belum terhubung aplikasi LAPOR! -SP4N semoga kedepanya ini dapat dengan segera terealisasi" harap Kurniawan. tim sangat mengapresiasi pemerintah kota pagar alam tekait SK LAPOR!-SO4N kota pagar alam yang sudah ditandatangani oleh Walikota Pagar Alam. Ditambahkan Kasi Pengelolaan Opini dan Aspirasi Publik Bidang PIP, Rosa Linda yang mewakili Kadis Kominfo Provinsi Sumsel, menghimbau kepada OPD dan lnstansi terkait khususnya di Kota Pagar Alam agar dapat secepatnya berkoordinasi dengan Tim Lapor sp4n provinsi sumsel sepeti lnspektorat, dan Humas dan juga di bagian Hukum agar dapat segera terhubung dengan LAPOR! -SP4N. "ini merupakan kunjungan dari Tim percepatan keterhubungan LAPOR-SP4N yang berdasarkan Surat edaran Nomor 04 Tahun 2016, dan juga berdasarkan Surat Sekretaris Daerah Nomor 061/1051/Diskominfo/2018 Tanggal 11 Mei 2018 beserta Surat tugas dari Kominfo Provinsi Sumsel" tutup Rosa MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/RL
Sumsel
Menteri Keuangan: THR Sebesar Take Home Pay, Gaji ke-13 Sebesar Gaji Pokok Plus Tunjangan
Menkeu Sri Mulyani didampingi Menteri PANRB Asman Abnur mengumumkan besaran THR dan gaji ke-13, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5) siang. (Foto: Rahmat/Humas). Jakarta, Sumselprov.go.id -- Seusai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan telah ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) mengenai pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyampaikan keterangan mengenai besaran THR dan gaji ke-13 itu. “Yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah bahwa Tunjangan Hari Raya dibayarkan tidak hanya dalam bentuk gaji pokok, namun termasuk di dalamnya adalah tunjangan keluarga, tunjangan tambahan dan tunjangan kinerja,” kata Menkeu kepada wartawan, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5) siang. Dengan demikian, lanjut Menkeu, Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit TNI, dan Polri, akan mendapatkan THR yang hampir atau sama dengan take home pay mereka satu bulan. Adapun untuk gaji ke-13, menurut Menkeu, akan dibayarkan sebesar gaji pokok, tunjangan umum, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja. Untuk pensiun ke-13, tambah Menkeu, dibayarkan sebesar pensiun pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan tambahan penghasilan. “Seperti tadi disampaikan oleh Bapak Presiden yang berbeda tahun ini adalah bahwa pensiunan mendapatkan THR, karena tahun lalu pensiunan tidak mendapatkan THR,” tegas Menkeu. Awal Juni Untuk pembayaran THR dan gaji ke-13 itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sehingga bisa dilakukan seluruh proses oleh satuan kerja. Pengajuan permintaan pembayaran THR oleh satuan kerja kepada kantor pelayanan perbendaharaan negara, lanjut Menkeu, dapat dimulai pada akhir Mei ini, sehingga diharapkan dapat dilakukan seluruh pembayarannya hingga selesai pada awal Juni. “Dengan demikian seluruh PNS, TNI, Polri, dan termasuk pensiunan akan mendapatkan THR sebelum Hari Raya Idulfitri, yaitu berakhir pada awal Juni. Jadi mulai pembayarannya adalah akhir bulan ini sampai dengan awal Juni,” jelas Sri Mulyani. Adapun untuk gaji ke-13, menurut Menkeu, direncanakan pengajuan permintaan pembayarannya oleh satuan kerja kepada kantor pelayanan perbendaharaan negara dilakukan pada akhir bulan Juni dan berakhir atau dibayarkan pada awal bulan Juli. Dengan demikian, jelas Menkeu, gaji ke-13 itu baru akan diterima bulan Juli, karena gaji ke-13 sesuai dengan kebijakan selama ini ditujukan agar ASN (Aparatur Sipil Negara), PNS, Polri, dan TNI bisa membantu terutama untuk anak-anak sekolah mereka. Untuk Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, menurut Menkeu, dapat menyelaraskan waktu pembayarannya sesuai yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Namun beban pemberian THR dan gaji ke-13 itu, lanjut Menkeu, menjadi tanggungan APBD setempat. “Ini diatur dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan, dan selama ini memang sudah dilakukan untuk pembayaran THR dan gaji ke-13,” tegas Menkeu. (MAY/RAH/ES) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY