Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Tim Cluster ke-3 LAPOR!-SP4N meluncur ke Musi Rawas dan Lubuk Linggau
Lubuk Linggau, Sumselprov,go.id -Tim Percepatan Sosialisasi Aplikasi Pengaduan LAPOR!-SP4N Provinsi Sumatera Selatan yang didampingi Konsultan Kemenpan-RB dari Transformasi-GIZ setelah sebelumnya TIm 3 melaksanakan sosialisasi di Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuk Linggau. Senin, (28/5/2018) Tim Provinsi Sumsel dipimpin langsung Kadis Kominfo Sumsel yang diwakili Kasi Pengolahan Infoemasi Publik (PIP) Bidang Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sumsel, Hj. Aminah Marsoit, SE, MM. bersama Konsultan Kemenpan-RB Kurniawan dari Transformasi-GIZ, Inspektorat serta Biro Humas dan Protokol. Tim Cluster Ketiga melakukan kunjungan ke kabupaten Musi Rawas langsung mendampingi dan menyambut mereka Bupati Musi Rawas, H. Hendra Gunawan didampingi Wakil Bupati, Hj. Sunarti serta Kadis Kominfo Musi Rawas, Bambang Hermanto. Kegiatan Sosialisasi ini bertempat di Gedung BLK Disnakertrans Kabupaten Musi Rawas. "Kami selaku Pemerintah Kabupaten Musi Rawas sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Kominfo Sumsel dan Transformasi-GIZ beserta rombongan sudah melakukan sosialisasi ke kabupaten kami", ujar Bupati Hendra Gunawan. Kurniawan selaku pihak Konsultan Kemenpan-RB mengatakan, "Sebelum kita memasuki tahap membuka aplikasi dan bimtek tentang LAPOR!-SP4N sebaiknya segera dibuat SK admin dan pelaksana serta SOP nya terlebih dahulu", tukasnya. Setelah melakukan sosialisasi ke Kab. Musi Rawas, tim Prov. Sumsel siang harinya merapat ke Kantor Walikota Lubuk Linggau di Ruang Menong Sepati yang sudah ditunggu para peserta yang terdiri dari OPD, para Camat dan stakeholder se-kota Linggau. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekda Kota Lubuk Linggau, H. A. Rahman Sani yang didamping Kadis Kominfo Kota Lubuk Linggau, Erwin Armeidi. MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/AZ
Sumsel
Melalui GERMAS, Dinkes Sumsel ajak Masyarakat Hidup Sehat
Palembang Sumselprov.go.id - Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ahmad Rizali, M.A. membuka secara langsung Pertemuan Forum Koordinasi Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Prov Sumsel, di Ruang Rapat Bina Praja, Senin (28/5/2018). Ahmad Rizali mengungkapkan bahwa Koordinasi bersama Germas ini merujuk pada ajakan untuk melaksanakan pola hidup sehat. “Pemerintah Provinsi Sumsel terus melakukan berbagai upaya untuk mengajak masyarakat untuk hidup sehat”, ujarnya dalam kata sambutanya. Gaya hidup dan pola hidup tidak sehat menyebabkan penyakit tidak menular menjadi muncul. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperhatikan pola hidupnya, agar tercipta tubuh yang sehat tidak berpenyakit. “Banyak hal yang bermanfaat dari gerakan masyarakat hidup sehat, diantaranya mendeteksi dan melaksanakan pencegahan penyakit lebih awal. Dengan hidup sehat produktifitas akan terjaga dan biaya kesehatan dapat ditekan”, ungkap dari Staf Ahli Gubernur ini. Melanjutkan Rizali menyampaikan bahwa masalah kesehatan amat melekat dalam hidup masyarakat karena hampir 30% keuangan pegawai digunakan untuk menunjang kesehatan. Dan dengan adanya GERMAS maka masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif. “Para peserta yang hadir harus mengambil informasi melalui kegiatan ini dan menyampaikannya ke masyarakat luas, khususnya dimulai dari orang-orang terdekat,” pungkasnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, mengatakan, pertemuan ini merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sesuai instruksi Presiden tentang gerakan masyarakat. Menurutnya, banyak hal yang bermanfaat dari gerakan masyarakat hidup sehat diantaranya mendeteksi dan melaksanakan pencegahan penyakit lebih awal. Dengan hidup sehat produktivitas akan terjaga dan biaya kesehatan dapat ditekan sehingga mempengaruhi kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan menjadi lebih baik. “Semakin sehat populasi yang ada, maka angka harapan hidup masyarakat juga meningkat, dan melalui GERMAS dapat dibentuk kehidupan yang produktif dengan umur yang panjang”, ungkapnya. Penyakit yang disebabkan oleh pola hidup tidak sehat harus diperangi, karena semakin banyak masyarakat yang berpenyakit maka tingkat kesejahteraan masyarakat semakin menurun. “Kematian paling banyak disebabkan oleh penyakit yang tidak menular, yang adanya harus dilakukan pencegahan sedini mungkin. Slaah satu caranya yaitu dengan GERMAS”, jelasnya. Beliau mengajak agar masyarakat dapat jeli melihat gejala-gejala penyakit yang berbahaya, sehingga adanya dapat segera ditangani dan penanganannya dapat dilakukan bersama-sama GERMAS dan instansi-instansi terkait. “Sebab untuk menjadi sehat itu baik, sehat dalam segala aspek baik jasmani dan rohani”, pungkasnya. Tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini yakni dengan harapan segala kegiatan di bidang kesehatan khususnya di wilayah Sumsel melalui anggaran pembangunan nasional dapat berjalan dengan lancar dan sukses terutama yang bertujuan untuk peningkatan kesehatan masyarakat. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ FS/PE
Sumsel
500 Pesepeda di Sumsel Dukung Asian Games Lewat Gowes
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gemuruh pesta olahraga Asian Games terus menggema di Bumi Sriwijaya lewat berbagai dukungan masyarakat Sumatera Selatan. Tak terkecuali bagi para kaum olahragawan yang siap mensukseskan pesta olahraga terbesar se Asia tersebut. Benar saja, sebanyak 500 pesepeda dari berbagai klub Sumatera Selatan yang tergabung dalam Masyarakat Sepeda Indonesia (MSI) Sumsel dan juga Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sumsel bakal mendukung dan siap mensukseskan Asian Games melalui sosialisasi Gowes yang bakal digelar pada 3 Juni 2018 mendatang di Palembang. Menariknya, Gowes yang bakal start dari Monpera Palembang ini juga berbarengab dengan Peringatan Hari Sepeda Sedunia 2018 yang digelar serentak di seluruh dunia termasuk Indonesia. “Ya jadi MSI dan KOSTI yang menginisiasi kegiatan ini sekaligus mensosialisasikan dan mendukung Asian Games di Palembang bersama para klub sepeda di Sumsel,”ujar Ketua MSI Sumsel Ahmad Hertawan dalam keterangan persnya, Sabtu (26/5) malam. Lanjut Hartawan, bahwa peringatan hari sepeda sedunia ini kali pertama digelar sejak dinobatkannya 3 Juni sebagai peringatan hari sepeda sedunia oleh pertemuan Perserikatan Bangsa Banga (PBB) di New York beberapa waktu lalu. Bahkan, resolusi ini diadopsi oleh konsesus 193 negara anggota dan dideklarasi oleh PBB. “Dan ini juga dalam rangka mendukung Palembang hidup sehat dan menuju go green. Ke depan kita berharap kepada pemerintah terkait agar menyediakan rute khusus bagi pesepeda,”harapnya. Senada dengan itu dikatakan Ketua Panitia Gowes Hari Sepeda Sedunia sekaligus sosialisasi Asian Games Ansori Toyib mengatakan bahwa kegiatan ini sedikitnya bakal diikuti 500 pesepeda dari berbagai klub sepeda di Sumsel termasuk MSI dan KOSTI. “Karena ini momen Ramadan jadi kita mulai pukul 16.00 start dari Monpera dengan jarak sekitar 4 KM dan kembali ke BKB,”jelasnya. Lanjutnya, pada Gowes tersebut para pesepeda akan memakai baju koko dengan mengedepankan aturan lalu lintas. Termasuk saat lampu merah, semua pesepeda turun dari sepeda dan menunggu lampu hijau untuk lanjut. Sehingga diharapkan juga mampu menjadi pelopor kedisplinan berlalu lintas. “Dan pada acara ini juga kita menggelar buka bersama dan membagikan takjil bagi pada pengguna jalan di BKB dan juga Monpera,”pungkasnya. #sug MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Puncak Kemarau Diprediksi Agustus, Saat Asian Games
Palembang, Sumselprov.go.id -- Suhu di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Agustus nanti atau saat Asian Games diperkirakan cukup panas karena bersamaan dengan puncak kemarau. Sementara untuk saat ini kondisi lingkungan di Sumsel aman namun tetap waspada. Meski berada di puncak kemarau diprediksi tidak mengganggu jalannya Asian Games di Palembang karena berbagai antisipasi sudah disiapkan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, H.Iriansyah menjelaskan, untuk periode Mei ini cuaca masih bersahabat. Beberapa kali terjadi hujan di seluruh wilayah Sumsel. Selain masih bersahabat, BPBD juga tetap melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dengan menaburkan garam di udara. "Saat ini lahan-lahan gambut masih basah dan tergenang air seperti di Ogan Ilir, OKI. Bahkan saat ini masih nol hotspot, artinya masih terkendali," terang Iriansyah saat menghadiri Rakercab Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel, kemarin. BPBD sendiri telah menyiapkan berbagai antisipasi mulai helikopter empat unit, TMC, dan tim Karhutlah yang melibatkan pihak perkebunan. "Untuk TMC, setiap hari kita sebar sekitar satu ton garam tapi juga lebih, tergantung situasinya. Di gudang sendiri kita sudah menyiapkan sekitar 40 ton garam. Kita yakin saat Asian Games nanti cuaca di Sumsel akan terkendali," terangnya. [rhd] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Asian Games Ladang Emas Pelaku Industri Pariwisata
Palembang, Sumselprov.go.id -- Salah satu yang paling bergairah menyambut event olahraga empat tahunan adalah sektor perhotelan. Bagaimana tidak, Asian Games 2018 menjadi ladang emas bagi pelaku industri pariwisata di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Pasalnya, ribuan tamu akan tumplek blek di Palembang. Tidak hanya atlet dan ofisial, tetapi juga pejabat serta wisatawan yang ingin menyaksikan pertandingan Asian Games. Hal itu tentu menjadi ceruk pasar yang sangat besar bagi industri perhotelan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Aspiudin mengatakan, saat ini ada 155 hotel nonbintang hingga bintang lima di Palembang. Sekitar sepuluh ribu kamar sudah disiapkan untuk menyambut para tamu selama Asian Games 2018. "Ada dua atau tiga hotel lagi yang sedang dikebut penyelesaiannya. Mudah-mudahan bisa selesai sebelum Asian Games," kata Herlan, Kamis (24/5). Sementara itu, Public Relation The Zuri Palembang Dama menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan 214 kamar dengan fasilitas berkelas internasional. Beberapa fasilitas yang ditawarkan adalah sky pool, sky lounge, sky gym, spa, dan terintegrasi dengan Transmart yang merupakan salah satu mal besar di Palembang. Manajemen The Arista Hotel Palembang juga tidak mau ketinggalan kereta menyambut Asian Games 2018. Public Relation (PR) The Arista Hotel Palembang Alan Budiman mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan lebih dari seratus kamar dengan berbagai tipe seperti superior dan suite. Selain itu, pengamanan pun akan diperketat dan ditingkatkan. Kebetulan The Arista Hotel Palembang memang sudah memiliki pengalaman menjadi tempat menginap tamu penting. "Kami akan terus melakukan pemutakhiran dari pengalaman sebelumnya dalam melayani tamu-tamu VVVIP seperti menteri dan para duta besar,” kata Alan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel juga tidak mau menyia-nyiakan Asian Games. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan paket wisata. Di Sumsel sendiri ada sekitar 968 objek wisata. Khusus di Palembang ada 66 destinasi. Namun, hanya belasan objek wisata yang akan dimaksimalkan. "Saat Asian Games ada sebelas objek wisata yang akan kami fokuskan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga. Dia menambahkan, penyempurnaan objek wisata terus dikebut. Nantinya ada hiburan rakyat di setiap objek wisata. Misalnya, atraksi barongsai di Pulau Kemaro. Ada juga teater di Bukit Siguntang. "Setiap pengunjung akan diberikan pengalaman yang berbeda," ujar Irene seperti diberitakan JPNN, Sabtu (26/5).[rik] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Palembang Jadi Tuan Rumah, Ini Sejarah Singkat Asian Games di Indonesia
Palembang, Sumselprov.go.id -- Asian games adalah multi even olahraga terbersar di Asia dan terbesar kedua setelah olimpiade. Asian games sendiri pertama kali di selenggarakan pada 4-11 Maret tahun 1951. Serupa dengan olimpiade, Asian Games diadakan setiap empat tahun sekali. Sebelumnya Indonesia sendiri pernah menjadi tuan rumah even olahraga 4 tahunan ini. Pada tahun 1962 merupakan pertama kali Indonesia mejadi tuan rumah Asian Games. Pada saat itu, sekitar 1.460 atlet yang mewakili17 negara di Asia. Untuk cabang olahraga yang di pertandingakan, hanya menapilkan 13 cabang olahraga saat itu. Asian games 1962 ini diinisiasi oleh Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Hal tersebut pula yang menjadi alasan dibangunnya berbagai fasilitas yang masih dapat dinikmati sampai saat ini. Sebut saja Stadion Gelora Bung Karno, Gedung TVRI, Persimpangan Semanggi hingga Monumen Selamat Datang merupakan contoh fasilitas yang di bangun guna memeriahkan acara tersebut. Upacara pembukaan dilakukan pada tanggal 24 Agustus 1962 dan dibuka oleh Presiden Soekarno. Hasil pertandingan tersebut menmpatkan Jepang sebagai Juara dengan meraih 73 emas, 65 perak, dan 23 perunggu. Indonesia berhasil meraih posisi runner up dengan perolehan 21 emas, 26 perak, dan 30 perunggu. Di tahun 2018 ini, Indonesia kembali didaulat sebagai tuan rumah bagi Asian Games ke-18. Hal ini merupakan pertama kalinya Asian Games dilaksanakan di 2 kota sekaligus di Indonesia. Direncanakan even olahraga ini akan di laksanakan di Jakarta dan Palembang. Demi mensukseskan acara ini, telah dirancang sebuah logo yang telah terinspirasi oleh bentuk stadion utama Gelora Bung Karno, ditambah dengan sentuhan logo Olympic Cuncil of Asia yang berbentuk matahari dibagian tengah yang mencerminkan energii yang memancar keseluruh arah. Hal ini juga merupakan refelksi dari tema "Energy Of Asia" Busur beragam warna ini juga merupakan cerminan budaya yang beragam di Asia dan Indonesia. Pelaksanan Asian Games 2018 di Indonesia ini akan diikuti 45 negara, termasuk Indonesia. 45 negara peserta Asian Games 2018 yaitu Afghanistan, Bahrain, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Cambodia, China, Taipei, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Iraq, Japan, Jordan, Kazakhstan, Kuwait, Kyrgyzstan, Laos, Lebanon, Macau, Malaysia, Maladewa, Mongolia, Myanmar, Nepal, Korea Utara, Oman, Pakistan, Palestina, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, Syria, Tajikistan, Thailand, Timor Leste, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam, serta Yemen. Acara yang akan berlangsung pada 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018 akan diadakan 40 cabang olahraga yang di pertandingkan. Cabang olahraga tersebut akan di lakukan diberbagai venue di tanah air. Beberapa diantaranya, Gelora Bung Karno, Jakarta. Jakabaring Sport City, Palembang. Bumi Sriwijaya Stadium, Palembang. Jakarta Convention Center, Jakarta Intermational Velodrome, Jakarta International Equestrian Park, Jakarta International Expo Kemayoran, Gunung Mas, Puncak. Khe Bun Hill, Subang dan Jalak Harupat Stadium, Bandung. Sumber : Tribun Sumsel.com MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Amankan Asian Games, GAPKI Siap Antisipasi Karhutla
Ketua GAPKI Sumsel, Harry Hartanto (tiga kanan) berfoto bersama Ketua TRG Sumsel, Najib Asmani (tengah berpeci) dan tamu undangan pada acara dialog interaktif di Ballroom Hotel Aston, Jumat (25/5/2018). Foto: (Karerek) Palembang, Sumselprov.go.id -- Menjelang Asian Games yang akan digelar di Kota Palembang, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar dialog interaktif bersama perwakilan para perusahaan kelapa sawit di Sumsel. Ketua GAPKI Provinsi Sumsel, Harry Hartanto mengungkapkan,‎ semua perusahaan sawit yang tergabung dalam GAPKI siap untuk ikut mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel demi suksesnya Asian Games 2018 di Kota Palembang seperti dikutif dari Globalplanet.com "Perhelatan Asian Games bukanlah suatu yang sembarangan tetapi merupakan suatu kepercayaan dari bangsa-bangsa se-Asia kepada Kota Palembang," ungkapnya disela dialog interaktif bertema‎ kesiapsiagaan dan antisipasi kebakaran lahan perusahaan anggota GAPKI di Ballroom Hotel Aston, Jumat (25/5/2018). Harry menjelaskan, dalam rangka mengantisipasi Karhutla pihaknya terus mengumpulkan dan melakukan pelatihan tentang pelatihan pemadam kebakaran terhadap para personil yang berasal dari perwakilan perusahaan yang tergabung dalam GAPKI Sumsel. "Hingga saat ini kita telah menggelar pelatihan sebanyak tujuh angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 206 orang," ungkapnya. Tak hanya pelatihan, semua perusahaan yang tergabung dalam GAPKI Sumsel sudah dilengkapi berbagai perlengkapan sarana dan prasarana, seperti pompa air, perlengkapan personil, alat angkut, tengki air, dan menara pantau dalam melaksanakan pencegahan Karhutla di wilayah masing-masing. "Kalau perusahaan sawit sendiri tidaklah mungkin melakukan pembakaran kebun. Soalnya Jika kebun sawit terbakar maka kerugian yang akan diperoleh sangatlah besar yakni satu hektar saja kerugiannya bisa mencapai Rp100 juta, kalau berhektar-hektar hitung saja," tegasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Karhutla Perlu Tindakan Tepat dan Cepat
Palembang, Sumselprov.go.id -- Kepala Pelaksana BNPB Provinsi Sumsel, Iriansyah menuturkan, pada bulan Juni sampai dengan Oktober merupakan puncak musim kemarau. Hal ini diperkirakan meningkatnya jumlah titik hotspot. “Kita harapkan seluruh daerah dapat membentuk satgas siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dianggap rawan,” kata dia, dalam rapat kordinasi tentang kerawanan kebakaran hutan di kantor BPBD Sumsel, Jumat (25/5/2018). “Karena saat pesta olahraga internasional Asian Games akan membawa nama baik bangsa dan daerah, sehingga kabut asap karena karhutla harus bisa dicegah guna suksesnya Asian Games 2018 di Palembang,” ujarnya menambahkan. Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Kolonel Pnb Easter Hariyanto menuturkan, alat pendukung sarana komunikasi di lapangan sangat diperlukan, ketepatan dan kecepatan informasi untuk satgas udara tentunya. “Subsatgas udara pada prinsipnya tidak menginginkan api yang sudah menjadi besar, namun kita berusaha memadamkan api itu sejak masih kecil secara tuntas dengan tindakan cepat melalui water bombing,” kata Danlanud. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Sumsel Siap Menjadi Host Urban Environmental Accord (UEA) Palembang Summit 2019
Palembang, Sumselprov.go.id – Provinsi Sumatera Selatan kembali dipercaya melaksanakan kegiatan event internasional bertajuk kesesuaian lingkungan dengan berbasis kekotaan. Terpilihnya Sumatera Selatan sebagai Tuan Rumah Urban Environmental Accord (UEA) Palembang Summit 2019 dikarenakan Sumatera Selatan dinilai berhasil melaksanakan beberapa event internasional dan Tim UEA sudah datang menijau ke Sumatera Selatan. Menindaklanjuti hal tersebut Staf Khusus Gubernur Bidang Perubahan Iklim, Dr. Najib Asmani mengundang dan sekaligus memimpin rapat pra persiapan Tuan Rumah Urban Environmental Accord (UEA) Palembang Summit 2019. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kantor Restorasi Gambut Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 2837 KM 3.5 Palembang, Jumat (25/05/2018). Seperti diketahui UEA sendiri merupakan organisasi di bawah PBB yang memiliki fokus pada masalah kesesuaian lingkungan dan perkotaan. Sumatera Selatan harus bangga pihak Sekjen UEA yang memilih Sumsel sebagai tuan rumah dibanding Taipei. Pemilihan Sumsel sebagai tuan rumah sangatlah tepat mengingat luas Sumsel yang besar dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah. Terlebih saat ini tren dunia sedang hangat membahas masalah lingkungan. Dalam kesempatan rapat pra persiapan dibahas banyak hal diantaranya tema yang akan digunakan yaitu “Sustainable District and Smart City toward Green”, aktivitas yang akan dilakukan, keterlibatan sponsor dan juga OPD Provinsi dan Kabupaten serta membentuk Tim Kerja dari Sumsel yang menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan dan dikomunikasikan. Rencana rapat pra persiapan akan dilaksanakan kembali pada tanggal 298 Mei 2018 yang akan datang. Rapat dihadiri dari DPH Sumsel, Dishut Sumsel, DLHP Sumsel, DPMPTSP Sumsel, Direktur Pinus, Dan Universitas Sriwijaya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY