Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Sinergi Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Oleh Posko Karhutla Prov.Sumsel Sumsel
24 Sep 2018 Dilihat 621x

Sinergi Upaya Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Oleh Posko Karhutla Prov.Sumsel

Palembang, Sumselprov.go.id – Dalam rangka optimalisasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Tahun 2018 Posko Karhutla Prov. Sumsel  melaporkan sinergitas kegiatan Posko kepada Willem,  Ka BNPB RI, Minggu (23/09/2018) Jumlah Hotspot HS)  di Provinsi Sumatera Selatan, berjumlah 8 titik Hotspot dengan lokasi : Di Cengal, OKI 2 titik HS, Pampangan, OKI 1 titik HS, Gunung Megang, Muara Enim 1 titik HS,  Tebing Tinggi, Empat Lawang 1 titik HS, Buay Sandang Aji, OKUS 1 titik HS, dan di Simpang, OKUS 2 titik HS. (Sumber : LAPAN) Sementara hasil Patroli Udara, ditemukan Fire, kebakaran lahan dengan lokasi di OKI (Penyandingan, SP. Padang), Perigi Pangkalan Lampan  Api mengecil, di Tang Rimba Cengal, Mulya Guna, Teluk gelam, Api padam, Ogan Ilir (Kelampaian, Rantau Alai) api mengecil dan Lubuk Keliatm Ibul Besar I, Pemulutan api padam, serta Banyuasin (Daya Makmur, Muara Padam) api padam dan Sri Jaya, Rantau Bayur api mengecil, Palembang (Bukit Kecil) api padam. Keadaan Cuaca :      Jarak pandang :  10 Km  ( Pkl 18.30 WIB) Arah angin  : Timur Cuaca : Cerah-Berawan Kecepatan Angin : 14.8 Km Suhu : 30'C ISPU : 38 Baik (Sumber BMKG). Update Peringatan dini cuaca Sumsel , Tanggal 23 September 2018 pukul 16.20 WIB. “Masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang sesaat pada pukul 16.50 WIB di wilayah Banyuasin (Pulau Rimau, Tanjung Lago, Tungkal Ilir) dan sekitarnya. *Dan dapat meluas ke* sebagian wilayah Musi Banyuasin dan sekitarnya. *Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung* hingga pukul 18.30 WIB” (Sumber Prakirawan Cuaca, BMKG Sumsel). Operasi udara : Penerbangan Sipil : - Pesawat Casa 212 PK-PCT, misi TMC, *Melakukan 1X Sorri Pengemaian Garam, Bahan Semai 1.000 kg, Lokasi Banyuasin dan OKI* Sudah melakukan 75X Sorti dengan seeding garam 75 ton. - Pesawat Piper Cheyene PA31-T, *Melakukan 1X Sorti dengan 3 Batang Flare Cosat, Lokasi OKI dan OI*, Sudah Melakukan 12X Sorti dengan 29 Batang Flare - Pesawat Casa A-2105 TNI AU, misi TMC, Sudah melakukan 9X Sorti dengan seeding garam 7.2 ton. *Reposisi ke Pontianak* Helikopter Perkuatan BNPB : - Helikopter Bolcow PK-EAA 105, *Melakukan 1X Sorti Patroli*, (Sudah Melakukan 163X Sorti, Patroli 122X, WB 41X jumlah WB 2.089X, total 1.044.500 ltr Air) - Helikopter Airbus AS355 PK-RTM, *Melakukan 1X Sorti Patroli* Sudah Melakukan 176X Sorti, Patroli 176X,Belum Melakukan WB - Helikopter Mi 172 VN-8427, (Sudah melakukan 90X Sorti, Jumlah WB 2.760X, total 10.988.000 ltr air) *Standby Position* - Helikopter Mi 172 VN-8428, (Sudah melakukan total 77X Sorti, Jumlah WB 2.704X, total 10.816.000 ltr air) *Maintenance* - Helikopter MI8 RA-22582, (Sudah melakukan total 70X Sorti, WB 2.056X WB, 8.224.000 ltr air) *Standby Position* - Helikopter MI8 RA-22700, *Melakukan 2X Sorti WB, Sorti 1 Melakukan 23X WB, Sorti 2 Melakukan 4X WB*,  (Sudah melakukan total 61X Sorti, WB 1.914X WB, 7.656.000 ltr air) Ket : *Api Padam* Untuk Satgas Darat upaya yang dilakukan, melakukan sosialisasi  pencegahan dan pemadaman dini oleh BPBD  Manggala Agni MPA  RPK bersama TNI dan Polri. Posko terpadu BPBD Provinsi ,  Posko Jakabaring melakukan Groundcheck dan Sosialilsasi jangan buka lahan dengan membakar, sementara Posko Palem Raya melakukan Groundcheck dan Sosialilsasi jangan buka lahan dengan membakar. Sumber :  Nopri/Arif BPBD SS Editor     :  MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Alex Noerdin Akhiri Masa Jabatan, Hadi Prabowo Resmi Penjabat Gubernur Sumsel Sumsel
22 Sep 2018 Dilihat 739x

Alex Noerdin Akhiri Masa Jabatan, Hadi Prabowo Resmi Penjabat Gubernur Sumsel

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin telah resmi mengakhiri masa jabatannya terhitung sejak tanggal 21 September 2018. Berakhirnya jabatan tersebut karena Alex Noerdin akan mencalonkan diri sebagai calon legislatif (Caleg). Saat ini kepemimpinan Sumsel diamanatkan kepada Penjabat Gubernur Sumsel, Hadi Prabowo yang telah resmi dilantik oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo. Pelantikanya berlangsung di Griya Agung, Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Jum’at (21/9). Pada acara pelantikan dihadiri langsung Alex Noerdin, Ishak Mekki dan pejabat terkait lainya. Dalam rangkaian acara pelantikan itu juga diadakan serah terima jabatan Gubernur Sumsel dari Alex Noerdin ke Hadi Prabowo. Penunjukan Hadi Prabowo yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 130/P Tahun 2018 tentang Pemberhentian dengan Hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel masa jabatan 2013-2018 dan Pengangkatan Penjabat Gubernur Sumsel. Mendagri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga, apresiasi dan selamat kepada Alex Noerdin dan Ishak Mekki karena selama 5 tahun telah melaksanakan tugas jabatan dengan baik. "Selamat kepada pak Alex dan  bapak Ishak Mekki selama lima tahun ini menjalankan jabatanya dengan baik. Sehingga mendapatkan berbagai prestasi salah satunya sukses mengadakan Asian Games," ujar Tjahjo Kumolo. Lanjut Mendagri, pembangunan Provinsi Sumsel yang saat ini dianggap berhasil karena Sumsel mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mampu menekan angka  pengangguran serta mampu melakukan penyerapan anggaran dengan efektif. “ Pak Alex sudah cukup panjang, pernah dua kali Bupati dan dua kali Gubernur. Mudah-mudahan prestasi pembangunan Sumatera Selatan dapat terus dilanjutkan oleh Gubernur yang baru hasil Pilkada Serentak, “ ujar Mendagri. Sementara itu, Alex Noerdin dalam sambutannya mengatakan bahwa banyak yang sudah dicapai Sumsel selama lima tahun terakhir. Bahkan, dipenghujung jabatan ada Asian Games 2018 yang telah berlangsung sukses dan lancar serta mendapat banyak pujian dari berbagai pihak. “Tidak terasa sudah 10 tahun menjadi Gubernur dan bersama bapak Ishak Mekki selama lima tahun terakhir. Dengan bangga saya bersama bapak Ishak Mekki menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri disini bahwa dalam 4 tahun terakhir Sumatera Selatan mendapatkan 142 penghargaan baik dari Presiden, Kementerian dan Lembaga Negara, Media dan lalinnya,” ungkap Alex. “Dikesempatan ini saya ingin meyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Pemerintah Sumatera Selatan jika selama menjabat pernah melakukan kesalahan. Saya harapkan seluruh SKPD mendukung penuh Penjabat Gubernur dan selanjutnya nanti mendukung Gubernur yang baru,’’ pungkasnya. Prov. MC Diskominfo Sumsel/CleY/AD

Baca Detail
Konsultasi PPID dan Lapor! SP4N, Kominfo OKU Kunjungi Diskominfo Sumsel Sumsel
21 Sep 2018 Dilihat 214x

Konsultasi PPID dan Lapor! SP4N, Kominfo OKU Kunjungi Diskominfo Sumsel

Palembang sumselprov.go.id- Dinas Komunikasi dan Informatikan (Diskominfo) Provinsi Sumatera Selatan menjadi percontohan dan tujuan utama bagi Diskominfo Kabupaten dan Kota di Sumsel dalam rangka koordinasi dan konsultasi peningkatan pelaksanaan pengelolaan informasi publik, pengelolaan PPID, Lapor! SP4N, pengelolaan Website dan bebagai hal lainnya yang menjadi tugas dan fungsi Diskominfo. Satu diantaranya yakni Diskominfo Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang mengadakan kunjungan kerja ke Diskominfo Provinsi Sumsel dalam rangka koordinasi dan konsultasi pengelolaan PPID dan Lapor! SP4N serta diskusi bersama mengenai kendala dan solusi yang pernah dihadapi terkait pelaksanaan dua program tersebut. Rombongan Diskominfo Kabupaten OKU yang dipimpin Kepala Dinas Kominfo Kabupaten OKU, H. Yanius Zulfarino itu, diterima Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik (PIP) Diskominfo Sumsel, Amrullah, S.STP, M.Si dan langsung menggelar rapat di ruang rapat Diskominfo Provinsi Sumel, Kamis (20/9). Dalam kesempatan itu, Kabid PIP Diskominfo Sumsel, Amrullah mengatakan sangat mengapresiasi dan menyambut baik kunjungan kerja Diskominfo OKU ini. “Pada prinsipnya kita menyambut baik kedatangan Dinas Kominfo OKU, kita akan sama-sama belajar dan sharing tentang banyak hal terkait peningkatan pelayanan dan pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Kominfo,” ungkap Amrullah. Lanjut Amrullah menjelaskan, pengelolaan PPID, permohonan informasi yang diajukan oleh masyarakat harus berdasarkan Pergub Nomor 4 Tahun 2014 dan 2015 yang mengatur tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan informasi publik dan dokumentasi di lingkungan Pemprov Sumsel. “Website PPID juga harus terus mengupdate data yang ada, oleh karena itu masing-masing OPD se-Sumsel harus memiliki laman website yang juga terus diupdate dan terkoneksi dengan laman website PPID”, jelasnya. Menurutnya, Kominfo Sumsel bertanggung jawab mengkoordinir PPID yang ada di daerah, oleh karena itu perlu dilaksanakan bimtek dan workshop ke daerah-daerah terkait pengelolaan PPID. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi  secara teknis. Terkait dengan pelayanan publik, Amrullah juga menjelaskan mengenai  aplikasi LAPOR! SP4N agar dapat segera diintegrasikan. “Pengaplikasian LAPOR! SP4N berdasarkan pada Undang-Undang pelayanan publik, UU No. 25 Tahun 2008, sebagai inovasi daerah untuk meningkatkan pelayanan publik dan partisipasi masyarakat yang akan di coach oleh TOT fasilitator Provinsi“, ungkapnya. Amrullah menambahkan, Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) adalah sarana aspirasi dan pengaduan berbasis media sosial yang dijalankan dengan prinsip mudah, terpadu, dan tuntas. Seluruh masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan pengaduan melalui sarana berikut ini, Situs www.lapor.go.id, SMS ke 1708 (tarif normal), Mobile apps LAPOR! (Android) dan Twitter @LAPOR1708 dengan menyertakan tagar #lapor. “LAPOR! telah ditetapkan sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik”, ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten OKU, H.Yanius Zulfarino mengatakan, Sejak menjabat Kadiskominfo OKU baru pertama kalinya berkesempatan hadir di Kominfo Provinsi Sumsel. “Kami sangat senang bisa diterima di Diskominfo Provinsi ini, kami sengaja datang untuk belajar. Saya sendiri belum 2 bulan diamantkan sebagai Kepala Dinas Kominfo OKU, izinkan kami kedepannya bisa belajar banyak hal ke Kominfo Provinsi Sumatera Selatan,” harapnya. Lanjut Yanius Zulfarino, selain berkoordinasi dan konsultasi pihaknya mengharapkan Diskominfo Sumsel dapat memberikan edukasi ke Diskominfo OKU guna meningkatkan frekuensi SDM dan meningkatkan tata kelola melalui metode bimtek/workshop. Hal ini bertujuan agar sistem PPID maupun Lapor! dapat berjalan dengan baik. “Selain kunjungan kerja ini, kami mengharapkan kedepan bisa mendapatkan bimbingan teknis langsung dari Diskominfo Sumsel. Selain itu, pembinaan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kami juga perlu dilakukan agar dapat mengembangkan kemampuan pengelolaan PPID maupun LAPOR! SP4N”, pungkasnya. TIM MC Diskominfo Prov Sumsel / PE / Editor: AD / Foto: TM/FS

Baca Detail
Korem Gapo Dorong Program Swasembada Pangan Sumsel
20 Sep 2018 Dilihat 641x

Korem Gapo Dorong Program Swasembada Pangan

Palembang, Sumselprov.go.id - - Korem 044/Garuda Dempo terus mendorong program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat agar ketahanan pangan semakin kuat. "Kami akan membantu mempertahankan ketahanan pangan nasional bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Kapenrem 044/Garuda Dempo Mayor Inf Aris Barunawan di Palembang, Rabu. Korem akan memaksimalkan bintara pembina desa (Babinsa) dalam membantu program ketahanan pangan di Sumsel yang sudah menjadi suplus beras tersebut. Memang, lanjut dia, sekarang ini program swasembada pangan antara lain mempercepat program tanam, penambahan areal tanam dan panen dari satu kali menjadi dua atau tiga kali setahun. Sebelumnya Kasiter Korem 044/Gapo Letkol Inf Ferdian Prabawa mengatakan, TNI punya misi jelas yaitu mempertahankan ketahanan nasional dan pangan yang bersinergi dalam kesatuan dengan masyarakat. TNI mendukung program pemerintah dalam swasembada pangan itu dengan melibatkan Bintara Pembina Desa membantu pengolahan lahan, ujar dia seperti dikutif dari ANTARA News Sumsel Sebab, kunci keberhasilan tersebut antara lain kerja sama petani bersama penyuluh dan TNI harus saling bahu membahu mengejar target swasembada pangan di Sumsel. Oleh karena itu Babinsa memegang peranan penting dalam membantu petani meningkatkan program ketahanan pangan. Pihaknya juga terus memaksimalkan untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT) padi dan serapan gabah (sergab) nasional sehingga dapat membuat produksi beras nasional meningkat. Sebagaiamana di setiap program swasembada pangan pihaknya selalu menurunkan Babinsa seperti beberapa waktu lalu sedikitnya 100 orang anggota TNI diterjunkan di Kabupaten Banyuasin, Sumsel untuk peningkatan luas tambah tanam, tambah dia.                                                                                                                                                MC Diskominfo prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Dinkes Prov.Sumsel Mengadakan Pelatihan Gawat Darurat Maternal Neonatal Angkatan I Sumsel
20 Sep 2018 Dilihat 242x

Dinkes Prov.Sumsel Mengadakan Pelatihan Gawat Darurat Maternal Neonatal Angkatan I

Palembang, Sumselprov.go.id -- Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan masyarakat, semakin rendah AKI dan AKB menunjukkan semakin baik derajat kesehatan masyarakatnya, demikian pula sebaliknya. Dalam RPJMN 2015-2019 menyebutkan bahwa target sasaran yang ditetapkan pada tahun 2019 adalah menurunnya AKB menjadi 24/1000 KH, AKI menjadi 306/100.000 KH. AKI di Indonesia memperlihatkan penurunan yang kurang bermakna sehingga perlu upaya yang lebih baik untuk mencapai target AKI yang ditetapkan pada RPJMN, sedangkan AKB mengalami penurunan yang signifikan, tetapi tidak dibarengi dengan penurunan kematian neonatal. Kematian ibu danbayi terutama terjadi pada saat persalinan dan hari pertama kehidupan (neonatal). Kebijakan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang terampil seorang diri tidak dapat menjawab permasalahan dalam menurunkan AKI dan Angka kematian bayi baru lahir(neonatal). Oleh karena itu persalinan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan oleh tim. Perlu dilakukan penguatan kapasitas nakes tersebut khususnya di fasyankes primer (puskesmas) melalui pelatihan yang komprehensif dan tepat sasaran, salah satunya adalah melalui pelatihan penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal bagi dokter, bidan dan perawat. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan klinis dalam melakukan resusitasi, stabilisasi,dan transportasi saat melakukan rujukan. Kompetensi yang diharapkan dalam pelatihan ini merupakan kompetensi tim, namun tetap sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Pelatihan ini dilaksanakan di hotel Duta jalan Letkol Iskandar No.535 Palembang, pada tanggal : 16 sampai 29 September 2018, diikuti oleh 24 orang peserta untuk angkatan pertama berasal dari Puskesmas PONED (Penanganan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di dua Kabupaten fokus yaitu Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Kabupaten Ogan Komering Ilir, sedangkan narasumber terdiri dari dokter spesialis obgyn, dokter spesialis anak, dokter umum, bidan dan perawat dari RSMH dan RS muhammadiyah Palembang, serta MOT dari Bapelkes Prov. Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Semangat Asian Games Selalu Dihati Masyarakat Sumsel Sumsel
19 Sep 2018 Dilihat 268x

Semangat Asian Games Selalu Dihati Masyarakat Sumsel

Palembang, Sumselprov.go.id -- Meskipun pelaksanaan Asian Games XVIII tahun 2018 di Palembang telah usai, semangat kemeriahan dan kesuksesan event olahraga internasional tersebut seakan tak pudar dihati masyarakat Provinsi Sumatera Selatan. Semangat tersebut terlihat dari besarnya antusias masyarakat Sumsel khususnya Palembang bersama Satuan Tugas (Satgas) pengamanan Asian Games dari TNI dan POLRI yang hadir memeriahkan panggung hiburan rakyat dalam rangka syukuran pilkada damai dan suksesnya Asian Games yang diadakan Pemerintah Provinsi Sumsel di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Selasa malam (18/9). Panggung hiburan rakyat menghadirkan langsung penyanyi theme song Asian Games 2018 "Meraih Bintang" yang juga artis ibu kota, Via Vallen. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain dan Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan. Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mendukung suksesnya Asian Games di Palembang. "Selamat datang di panggung hiburan sebagai rasa syukur kita berkat pilkada  damai dan Asian games yang berlangsung sukses dan lancar. Asian Games menggeparkan dunia, sukses prestasi sukses penyelenggaraan, itu membuktikan kalau kita mau kita bisa," ungkap Alex Noerdin. Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersama Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya sengaja hadir langsung di panggung hiburan rakyat itu untuk menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh anggota TNI dan POLRI yang telah berpartisipasi mendukung suksesnya Asian Games di Palembang. "Asian Games telah selesai tetapi bekasnya masih ada di Palembang, seperti flyover, jalan, jembatan, rumah sakit dan yang paling membanggakan LRT Sumsel pertama di Indonesia," ujar Alex. Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga sempat berpamitan kepada semua hadirin karena dalam beberapah hari kedepan akan mengakhiri masa jabatan sebagai Gubernur Sumsel. Alex mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung penuh Gubernur yang baru terpilih agar suksesnya pembangunan Sumsel dimasa menadatang. "Saya mohon pamit meletakan jabatan sebagai Gubernur, mohon maaf jika ada khilaf dan kesalahan selama menjabat. Saya mengajak mari bersama mendukung penuh Gubernur yang baru nanti," pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/AD

Baca Detail
H. Alex Noerdin Berpesan Agar Menjalankan Tugasnya Sesuai Janji Kampanye Sumsel
19 Sep 2018 Dilihat 265x

H. Alex Noerdin Berpesan Agar Menjalankan Tugasnya Sesuai Janji Kampanye

Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumsel,  H. Alex Noerdin berpesan agar kepala daerah yang dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai janji kampanye demi pembangunan daerah. Perlu adanya koordinasi dan kerjasama yang baik dengan gubernur baru juga penting agar memudahkan dalam menggerakkan program. Hal ini diutarakan Gubernur saat melantik tujuh kepala daerah hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 yang digelar di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) Palembang, Selasa (18/9). Adapun tujuh kepala daerah yang dilantik adalah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo-Fitrianti Agustinda; Wali Kota dan Wakil Wali Kota Prabumulih, Ridho Yahya-Andriansyah Fikri; Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Ahmad Yani-Ishak Juarsah. Kemudian, Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad-Yulius Maulana; Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lubuklinggau, Prana Putra Sohe-Sulaiman Kohar; Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pagaralam, Alpian Maskoni-Muhammad Fadli; serta Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin Askolani-Slamet. Untuk dua daerah lain, yakni Kabupaten Lahat dan Ogan Komering Ilir akan digelar beberapa bulan lagi. Alex Noerdin mengaku bersyukur proses pilkada serentak di Sumsel berlangsung aman dan lancar meski sempat disertai gugatan oleh beberapa kandidat ke Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilkada. “Ini adalah momen terakhir bagi saya melakukan pelantikan selama menjabat gubernur dua periode”, ujarnya "Selamat kepada wali kota, wakil wali kota, bupati dan wakil bupati sudah dilantik," ungkapnya "Saya berharap kepada kepala daerah yang sudah dilantik agar mendukung pada Gubernur yang baru nanti seperti dukungan kepada saya saat menjabat gubernur," tutupnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM/PE

Baca Detail
Bappeda Sumsel Sosialisasikan SK dan Roadmap KLHS RPJMD Tahun 2018-2023 Sumsel
19 Sep 2018 Dilihat 203x

Bappeda Sumsel Sosialisasikan SK dan Roadmap KLHS RPJMD Tahun 2018-2023

Palembang sumselprov.go.id- Bappeda Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat sosialisasi SK dan Roadmap Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018-2023 Prov. Sumsel dan FGD Penapisan Isu-isu Strategis KLHS RPJMD di Ruang Rapat Parameswara Lt. II Bappeda Prov. Sumsel, Selasa, 18 September 2018. Kegiatan ini berdasarkan pada permendagri nomor 7 thn 2018 yaitu untuk memandu pemerintah daerah dalam merumuskan skenario pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dengan 319 indikator. Permendagri ini untuk membantu para kepala daerah yang akan terpilih dalam menyusun dan menetapkan Perda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023. Dalam menentukan kerangka pikir proses penyusunan RPJMD, maka diperlukan langkah utama penyusunan KLHS RPJMD yaitu membentuk tim penyusunan, pengkajian capaian tujuan pembangunan berkelanjutan, perumusan skenario pembangunan berkelanjutan, penjaminan mutu KLHS, dan pemanfaatan KLHS dalam proses penyususnan RPJMD, begitu yang diungkapkan oleh Kabid Bidang Infrastruktur dan Pengembaangan Wilayah, Regina Ariyanti, ST. saat memimpin rapat. “KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah”, ungkapnya. “Tujuan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals yang selanjutnya disingkat TPB adalah dokumen yang memuat tujuan dan sasaran global tahun 2016 sampai tahun 2030 (Perpres 59/2017). Indikator.berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam dokumen perencanaan daerah, yaitu khususnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)”, jelasnya melanjutkan. Beliau menjelaskan tentang KLHS merupakan instrument penilai pembangunan berkelanjutan, sedangkan TPB secara eksplisit berisi tujuan pembangunan berkelanjutan. Sebagai instrument penilai, maka KLHS selalu memiliki objek penilaian yaitu berupa Kebijakan, Rencana, Program (KRP) semacam RT RW, RPJP/RPJM, maupun KRP sektor lain yang jika diimplementasikan diduga akan mempengaruhi perubahan kondisi lingkungan hidup. Jika KLHS terikat oleh objek (yang dinilai), TPB lebih terikat oleh waktu target pencapaian pembangunan berkelanjutan. “KLHS maupun TPB tidak mungkin dilaksanakan secara langsung (operasional), tanpa mengikuti skema sistem perencanaan pembangunan nasional/daerah seperti RPJMN/RPJMD, karena terkait langsung dengan sistem penganggaran. Agak sulit menyatukan keduanya dalam sistem dan prosedur yang sama (dalam RPJM), mengingat substansi keduanya berbeda antara instrumen dan tujuan”, pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/TM

Baca Detail
Dream Come True, RSUD Siti Fatimah Wujud Nyata Impian Warga Sumsel Sumsel
18 Sep 2018 Dilihat 602x

Dream Come True, RSUD Siti Fatimah Wujud Nyata Impian Warga Sumsel

Palembang, Sumselprov.go.id -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumatera Selatan resmi menyandang nama baru sebagai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah. Nama baru RSUD terbesar se-Indonesia ini diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, di lapangan parkir RSUD Siti Fatimah Palembang, Senin (17/9/2018). Gubernur Alex Noerdin mengatakan, dipilihnya nama RSUD Siti Fatimah ini setelah melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak terkait. Setelah itu, muncul lima kandidat nama dan saat itu terpilihlah nama Siti Fatimah. “Lima nama itu syaratnya harus sudah meninggal. Kedua, berjasa di bidang kesehatan sedangkan nama yang lain sudah menjadi nama jalan, gedung dan lainnya di Sumsel. Sedangkan Ibu Siti Fatimah belum, maka disepakati nama RSUD Siti Fatimah,” ujar Alex dalam sambutannya. Dijelaskan Gubernur Sumsel dua periode tersebut, Siti Fatimah itu dulu merupakan anggota veteran istri dari pejuang kemerdekaan Sumsel Noerdin Pandji yang bukan lain merupakan ibu kandung Alex Noerdin. “Ibu Siti Fatimah ini memang pantas untuk dijadikan nama rumah sakit, bukan karena dia ibu dari seorang Gubernur Sumsel tetapi selama masa perjuangan ayahanda kami, Ibu Siti Fatimah dulu menjadi kepala dapur umum dan merawat pejuang yang luka-luka. Di sini veteran yang hadir menjadi saksinya,” jelas Alex. Selain itu, kata pelopor sekolah dan berobat gratis ini, nama Siti Fatimah juga identik dengan nama Melayu. Apalagi, Provinsi Sumsel ini juga merupakan daerah serumpun dari Melayu. Dengan resmi berganti nama, ia berharap RSUD Siti Fatimah dapat memberikan pelayanan bertaraf internasional kepada rakyat Sumsel. “Tak hanya pelayanan saja yang internasional, tetapi juga nantinya harga bisa terjangkau dan juga di bagian pelayanan kesehatan yang lainnya diharapkan bisa gratis,” ungkap Alex. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy menambahkan, RSUD Siti Fatimah tersebut baru berumur tiga bulan setelah diresmikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 23 Juli 2018 lalu. Setelah itu gedung ini sudah mulai beroperasi. “Umurnya baru seumur jagung tetapi kita sudah mulai beroperasi dengan berbagai pelayanan dengan 11 program prioritas seperti halnya poli, UGD dan rawat jalan. Selain itu, kita juga sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” tambah Lesty. Dia juga menjelaskan, untuk karyawan di RSUD Siti Fatimah sudah mencapai 280 orang yang sudah melalui rekrutmen tahap ke dua. Di rekrutmen seleksi tahap terakhir ini sudah ada sekitar 1.000 pendaftar. “Nantinya, setelah diseleksi di tahap akhir ini untuk posisi direktur utama akan segera dipilih,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.