Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Herman Deru Ajak Masyarakat Satukan Persepsi Membangun Sumsel
Palembang sumselprov.go.id- Setelah resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Senin (1/10), sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. Herman Deru dan Mawardi Yahya mengadakan orasi perdana di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, Selasa, 2 Oktober 2018, yang bertujuan untuk mengajak warga membangun Sumsel Maju dan Sejahtera bersama-sama. Deru mengungkapkan ada tiga alasan mengapa Beliau dan Mawardi menuju Monpera sebelum menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam menahkodai Provinsi Sumsel. “Makna pertama dalam pertemuan ini yaitu untuk mengajak seluruh elemen lapisan masyarakat Sumsel agar tidak pernah melupakan jasa perjuangan para pendahulu-pendahulu kita. Monumen ini didirikan sebagai bukti bahwa masyarakat Sumsel ingat akan perjuangan para pahlawan yang mewakili masyarakat Sumsel dalam mengorbankan jiwa, raga dan nyawa untuk mempertahankan harkat dan martabat kita sebagai warga Sumsel”, ungkapnya. Melanjtkan, makna kedua yaitu orasi dilakukan di tempat yang terbuka karena Beliau ingin mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Sumsel untuk memulai konsep keterbukaan dalam menjalankan tanggung jawab dalam membangun Sumsel. “Di tempat terbuka ini saya ingin mengajak kepada seluruh masyarakat maupun pemimpin untuk membangun Sumsel tanpa harus ada kepura-puraan. Di hari pertama kami memimpin Sumsel, Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dengan doa yang sepakat dengan keterbukaan, sehingga saya yakin Sumsel akan menjadi lebih baik dan lebih maju lagi, dengan cara mengelola pembangunan yang sudah ada dengan baik”, jelasnya. Dalam pidatonya, Deru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk fokus memelihara keberlangsungan pembangunan bersama dengan konsep keterbukaan tanpa mementingkan kepentingan pribadi dan golongan, sehingga akan terwujud banyak kemajuan dan kebaikan di Sumsel. “Makna ketiga yaitu orasi ini dilakukan dihadapan menara Masjid, saya mengajak agar kita tidak pernah lupakan apapun agama yang kita yakini, sehingga agama tersebut akan menjadi alat kontrol yang paling utama untuk kita dalam mengemban tanggung jawab kita”, pungkasnya. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE/Editor: TM Foto: Humas Pemprov Sumsel
Sumsel
Orasi Perdana, HDMY Ajak Warga Bersatu Membangun Sumsel Maju dan Sejahtera
Palembang - Tak mau berlama- lama, pasca dilantik Presiden Joko Widodo Senin (1/10) di Istana Negara Jakarta, hari ini Selasa (2/10) Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakilnya Mawardi Yahya (HD-MY) siap mengawali tugasnya menahkodai provinsi Sumsel. Kesiapan ini mereka tandai dengan menggelar orasi perdana di halaman Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Dalam pidato pertamanya, pemimpin Sumsel HDMY menyampaikan visi dan misi serta komitmennya dalam membangun Sumsel. Hal itu tertuang dalam 9 program yang telah mereka susun sejak lama. Mereka berkomitmen akan bekerja keras menunaikan janji dan program kampanyenya selama 5 tahun ke depan. “Alhamdulillah, setelah pelantikan kami bersama pak Wagub Mawardi Yahya sudah bisa bekerja untuk mwujudkan visi misi dan program yang kami susun. Menunaikan janji-janji kampanye yang tujuannya adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sumsel ini adalah milik bersama dan saya mengajak kita untuk membangun secara bersama sama. Saya mengajak semua komponen untuk membangun Sumsel untuk.mewujudkan Sumsel yang lebih maju dan lebih sejahtera,” ujar Herman Deru. Bahkan, pasangan yang dikenal dengan tagline Bersatu Sumsel Maju ini telah mempersiapkan program 100 hari kerja untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi membangun Sumsel secara adil dan merata. Salah satu program yang akan dikebut adalah perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur terutama jalan-jalan di wilayah Provinsi Sumsel, yang selama ini kurang mendapatkan perhatian sehingga menjadi salah satu prioritas masuk dalam program 100 hari kerja Herman Deru-Mawardi Yahya. “Secepatnya saya akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh Bupati dan Walikota dan para anggota DPRD untuk mensinergiskan program-program yang kami susun. Sehingga ada sinkronisasi program antara Provinsi dan Kabupaten kota se-Sumsel,” lanjut Herman Deru. Herman Deru- Mawardi Yahya bertekad segera memperjuangkan dan mewujudkan Sumsel yang lebih maju, lebih sejahtera dan pembangunannya lebih merata di 17 kabupaten dan kota se Sumatera Selatan. Selain berkomitmen membangun dan menyediakan infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi yang layak. HD-MY juga ingin membenahi dan memastikan program Pendidikan dan Kesehatan Gratis berjalan sesuai harapan masyarakat. Selain itu, HD-MY juga memprioritaskan program pengentasan kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumsel. Mereka juga bertekad menciptakan pemerintahan yang profesional, bersih, bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melayani rakyat. Kemudian, bertekad mewujudkan Sumsel sebagai lumbung pangan nasional yang berorientasi kepada meningkatnya kesejehateran petani. Mengingat, hampir 75 % masyarakat Sumsel bekerja di sektor pertanian. Untuk mewujudkan Sumsel yang maju bersama, HDMY telah menyiapkan 9 program prioritas . Sembilan program prioritas tersebut tak lain bertujuan untuk merespon keluhan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Sumsel saat ini. Dia menyebutkan, kesembilan program tersebut masing-masing yakni 1. Mempercepat pembenahan infrastrukur, perbaiki jalan rusak, bangun akses jalan antar wilayah. 2. Membenahi Program Sekolah Gratis 3. Membenahi Program Berobat Gratis 4. Membina kehidupan relijius, membangun rumah tahfiz, memperhatikan insentif guru ngaji dan sejenisnya. 5. Program Desa Luhur Mandiri melalui penempatan 10.000 sarjana pendamping desa per tahun untuk membangkitkan bidang perekonomian dan keagaaman. 6. Membenahi pasar & hilirisasi produk perkebunan dan pertanian. 7. Pengentasan kemiskinan, bantuan sosial, bantuan modal dan bedah rumah. 8. Buka wawasan rakyat, bangun taman bacaan dan internet desa. 9. Benahi transportasi publik, pindahkan angkutan batubara ke jalan khusus. Untuk diketahui, rombongan Gubernur Sumsel Herman Deru bersama wakilnya Mawardi Yahya ini tiba di Bandara SMB II Palembang sekitar pukul 09.00 Wib. Kedatangan Gubernur Sumsel dan Wakil Gubernur Sumsel yang baru ini disambut oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Setelah itu barulah rombongan ini bertolak menuju Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang untuk memyampaikan pidato pertamanya di hadapan Masyarakat Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Foto : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Mendagri Ajak HD-MY Silaturahmi dengan Pimpinan KPK
Jakarta - Sesaat usai dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo dan melakukan sertijab dengan Pj Gubernur Hadi Prabowo, Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya langsung diajak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersilaturhami dengan pimpinan KPK RI, Senin (1/10) siang. Dalam kesempatan singkat tersebut, Tjahjo Kumolo memperkenalkan gubernur dan wakil gubernur Sumsel gang baru kepada pimpinan KPK. Menurut Mendagri mereka ini adalah orang-orang terpilih yang hebat karena semuanya pernah menjadi kepala daerah bahkan ada juga yang pernah menjadi anggota DPR RI. "Tujuan silaturahmi ke pimpinan KPK ini untuk sharing permasalahan yang sering terjadi di daerah mengenai korupsi," ungkapnya. Diwawancarai terpisah, Gubernur Sumsel Herman Deru senang dengan ajakan silaturahmi dengan para pimpinan KPK. Bahkan saat menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah, mantan Bupati OKUT tersebut berkomitmen mengutamakan pencegahan kasus korupsi. " Kami tentu siap menjadi pengawas kasus korupsi di Sumsel. Makanya akan kita tekankan pada pencegahan agar ini tidak terjadi. Kalau ditemukan ASN yang korupsi tentu akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tandasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Febrita Lustia Herman Deru Resmi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel
Jakarta - Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Erni Gutardi yg merupakan istri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo melantik tiga istri gubernur untuk menjabat sebagai Ketua TP. PKK. Pelantikan ini berlangsung di Aula Kementerian Dalam Negeri RI, Jln Medan Mardeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (1/10). Ketiganya masing-masing yakni istri gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Hj Febrita Lustia , istri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dan istri gubernur Nusa Tenggara Barat sebagai Ketua TP.PKK periode 2018 - 2023. Setelah acara pelantikan Ketua TP. PKK acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan Gubernur Sumatera selatan dan Gubernur Kaltim. Sebelumnya Presiden Joko Widodo melantik pasangan gubernur Sumsel Herman Deru dan wakil gubernur Mawardi Yahya bersama dengan gubernur Kaltim dan wakilnya yang dilaksanakan pada hari Senin (1/10) di Istana Negara, Jakarta Pusat. Dalam sambutanya Menteri Dalam Negeri mengatakan bahwa tidak ada arahan khusus dari Presiden dan dirinya kepada gubernur yang baru dilantik. "Kedua gubernur ini sudah lebih berpengalaman dalam memimpin daerah, baik itu Gubernur Sumatera Selatan dan wakilnya maupun Gubernur Kalimantan " terangnya Menurut Tjahyo Kumolo Serah terima dibuat sederhana saja agar kedua gubernur bisa langsung bekerja. " Sertijab ini tidak usah lagi dilaksanakan di daerah dengan kemeriahan, cukup disini saja agar gubernur yang baru bisa langsung bekerja melaksanakan janji kampanye serta membuat pemerataan dan kesejahteraan rakyat " ujarnya. Lebih lanjut dia menjelaskan walaupun masa jabatan PJ Gubernur sangat singkat namun hal itu harus dilakukan untuk mengisi kekosongan. "Jadi pemerintahan itu tidak boleh ada kekosongan harus ada yang menjalankan roda pemerintahan, " ungkapnya Tjahjo juga mengucapkan selamat kpd ibu-ibu yang dilantik sebagai Ketua TP PKK. Dia mengatakan keberhasilan gubernur pasti karena dukungan para ibu-ibu. "Ibu-ibu merupakan kunci keberhasilan dalam membangun keluarga karena bisa menggerakkan dan mengkoordinir keluarga di pedesaan, " ujarnya Ditemui Usai pelantikan ketuaTP. PKK Sumsel Febrita Lustia mengatakan akan membangun Sumatera Selatan bersama PKK. "Dengan program kerja yang sudah diprogramkan dari pusat dan provinsi. TP. Provinsi akan bersama sama dengan Tim Penggerak PKK kabupaten kota Se Sumatera Selatan untuk melaksanakan program yang dapat mensejahterakan keluarga di Sumatera Selatan," jelasnya Istri wakil Gubernur Fauziah Mawardi pun menambahkan bahwa sebagai pendamping ibu ketua TP PKK ia akan membantu dalam menjalankan program kerja PKK. " Kami akan bekerja bersama dengan kompak agar kedepannya PKK di Sumatera Selatan semakin jaya dan masyarakat semakin sejahtera dengan pembinaan para kader PKK dan membuat program kerja yang bermanfaat untuk masyarakat" tambahnya MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
HD-MY Resmi Pimpin Sumsel 2018-2023
Palembang- Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan Mawardi Yahya yang terpilih pada Pilkada 2018 lalu telah resmi dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/10) pukul 11.00 WIB. Upacara pelantikan Herman Deru dan Mawardi Yahya digelar bersamaan dengan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Provinsi Kalimantan Timur pasangan Isran Noor dan Hadi Mulya. Acara pelantikan didahului dengan prosesi penyerahan petikan Keputusan Presiden kepada para gubernur dan wakil gubernur yang dilantik. Setelah itu, Presiden Jokowi bersama pasangan gubernur dan wagub yang akan dilantik berjalan ke Istana Negara. Mereka diiringi dengan pasukan drum band pada bagian belakang. Setibanya di Istana Negara, prosesi pelantikan pun dimulai. Pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 173/p dan 174/p Tahun 2018. Selanjutnya, Jokowi membacakan sumpah jabatan yang kemudian diucap ulang oleh Herman dan Mawardi serta Isran Noor dan Hadi Mulyadi. "Sebelum saudara-saudara mengucapkan sumpah jabatan sebagai Gubernur dan wakil gubernur masa jabatan 2018-2023 untuk Provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur, terlebih dahulu saya akan bertanya. Apakah saudara-saudara beragama Islam? tanya Jokowi. "Islam," jawab gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur. "Demi Allah saya bersumpah. Akan memenuhi kewajiban saya, sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," ucap Jokowi. "Memegang teguh UUD 1945, dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa," lanjut dia. Setelah prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh rohaniawan yang dipandu langsung oleh Presiden Jokowi, acara kemudian dilanjutkan kembali dengan penandatanganan berita acara pelantikan serta penyematan tanda pangkat dan jabatan. Setelah itu, Presiden Jokowi dan para tamu undangan memberikan selamat kepada gubernur dan wagub yang baru saja resmi menjabat. Hadir dalam pelantikan ini Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri kabinet kerja dan kepala lembaga Negara diantaranya Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan Ketua MPR Zulkifli Hasan. Lalu ada pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menseneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung. Kemudian ada juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD
Sumsel
Usai Dilantik, HDMY Langsung Kebut Program 100 Hari Kerja
Jakarta-Presiden Joko Widodo akan melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) terpilih, Herman Deru dan Mawardi Yahya hari ini (1/10/2018) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Doa dan dukungan pun mengalir untuk pasangan kepala daerah tersebut. "Alhamdulillah, hari ini Pak HD-MY (Herman Deru-Mawardi Yahya) segera akan dilantik oleh Bapak Presiden menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2018-2023. Semoga dengan pelantikan ini, Pak HD-MY sudah siap untuk bekerja menunaikan janji dan program kampanyenya selama 5 tahun ke depan," kata Koordinator Media Center HD-MY, Alfrenzi Panggarbesi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1/10/2018). Herman-Mawardi melalui visi dan misinya berkomitmen akan membangun Sumsel untuk lima tahun ke depan. Hal itu bahkan tertuang dalam 9 program yang disusun bersama Tim Sukses HD-MY. Menurut Alfrenzi, salah satu program yang akan dikebut oleh Herman-Mawardi adalah perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur. "Yang paling utama adalah perbaikan infrastruktur terutama jalan-jalan di wilayah se Provinsi Sumsel, yang selama ini kurang mendapatkan perhatian, masih ada jalan-jalan yang rusak," ujar dia. Perbaikan infrastruktur itu, ditambahkan Alfrenzi, masuk dalam program 100 hari kerja Herman-Mawardi. "Nah ini yang termasuk program HD-MY, bahkan masuk di program 100 hari kerjanya," tambah dia. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Keluarga Iringi Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Periode 2018-2023
Jakarta-Gubernur Sumatera Selatan terpilih, H. Herman Deru SH.MM dan wakilnya Ir.H Mawardi Yahya segera dilantik Presiden Joko Widodo untuk memimpin Sumatera Selatan selama periode 2018-2023. Upacara pelantikan itu akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/10/2018). Sebelum ke Istana Negara, pasangan yang terkenal dengan sebutan HDMY tersebut beserta rombongan berkumpul di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Saat ini, mereka sedang melakukan sesi foto dengan menggunakan busana upacara Gubernur dan Wakil Gubernur. Dalam sesi foto tersebut, Herman Deru-Mawardi Yahya sempat mengajak keluarga besar beserta rombongan yang akan mengiringi perjalanan mereka ke Istana Negara untuk berpose bersama. Mereka pun menyambut bahagia bisa mendapatkan kesempatan berfoto bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan itu. Menurut rencana, Herman Deru-Mawardi Yahya akan dilantik di Istana Negara sekitar pukul 11.00 WIB. "Akan dilantik jam 11.00 nanti," ungkap Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol Provinsi Sumsel Iwan Gunawan. Selain Herman Deru -Mawardi Mawardi, Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan akan melantik Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Kalimantan Timur. "Informasinya Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim juga akan dilantik hari ini," terangnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Pemprov Sumsel Ajak Masyarakat Cegah Kebakaran Lahan
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mengajak masyarakat di daerah tersebut, terutama wilayah rawan terbakar untuk mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Pihaknya rutin melaksanakan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat supaya hutan disekitarnya tidak terbakar, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Iriansyah di Palembang, Minggu. Memang, lanjut dia, sosialisasi antara lain mengimbau dan mengajak supaya masyarakat tidak membakar dalam membuka lahan perkebunan. Apalagi cara membakar bukan saja dapat merusak juga menyalahi aturan. Menurut dia, apalagi saat musim panas bila terjadi kebakaran hutan dan lahan sulit untuk dipadamkan sehingga cegah dini sangat diutamakan. Oleh karena itu, pihaknya rutin melaksanakan sosialisasi pencegahan secara dini agar hutan dan lahan tidak terbakar, ucapnya seperti dikutif dari ANTARA News Sumsel Memang masyarakat berperan penting dalam mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di provinsi yang banyak lahan gambut tersebut. Hal ini karena mereka langsung dan cepat dapat memadamkan titik api bila sudah timbul. Oleh karena itu, pihaknya membentuk desa peduli api terutama di daerah rawan terbakar, ujar dia. Selain melaksanakan sosialisasi pihaknya rutin melaksanakan rapat koordinasi dalam pencegahan ke bakaran hutan dan lahan tersebut. Hal ini karena pihaknya ada antara lain satuan tugas darat dan udara yang bersama - sama dalam mencegah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, tambah dia. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Peringatan Hari Hak Untuk Tahu se-Dunia, Untuk Keterbukaan Informasi ke Publik
Pontianak, sumselprov.go.id- Peringatan Hari Hak Untuk Tahu se-dunia merupakan bagian dari implementasi undang undang keterbukaan informasi publik no.14 tahun 2018. Begitu yang diungkapkan Gubernur Kalbar oleh Staf Ahli Gubernur Kalbar bidang Sumber Daya Masyarakat, Ir. H. Syawal Bondoreso, M.M. mewakili Gubernur Kalbar saat membuka acara Hari Hak untuk Tahu (Right To Know Day) Internasional 2018 di Gedung Annex, Auditorium Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat, Kamis, 27 September 2018. Kegiatan yang dihadiri oleh Para Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) se-Indonesia ini, dilaksanakan selama 2 hari yaitu Kamis-Jumat, 27-28 September 2018 dengan bertemakan Mendorong Keterbukaan Informasi, Memperkuat Akuntabilitas Pemerintah. “UU keterbukaan informasi berisi tentang kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu”, jelas Syawal. Lanjutnya, “Pemprov Kalbar merupakan salah satu pemerintahan yang sudah secara maksimal melaksanakan peningkatan Keterbukaan Informasi yang dilaksanakan oleh KI pusat, PPID Provinsi Kalbar terbaik no.1 secara nasional”, ucapnya. Kegiatan ini diisi dengan diskusi dan paparan dari beberapa narasumber serta pameran layanan informasi publik, dialog keterbukaan informasi publik dan lomba-lomba. Dan kegiatan ini digelar dengan metode diskusi, dengan tema diskusi mengangkat tentang revitalisasi forum koordinasi PPID di lingkungan badan Publik dan tentang Tata cara pengklasifikasian informasi sesuai PERKI nomor 1 tahun 2017. Selaku Narasumber dari Kementerian Kominfo, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Selamatta Sembiring, mengatakan bahwa untuk kementerian, PPID sudah terbentuk semua 100 persen, sedangkan untuk provinsi dan pemda kabupaten/kota masih 97 persen. “Saya berharap agar tugas PPID sudah dapat dipahami oleh pengelola layanan di masing-masing instansi, karena meningkatnya keinginan masyarakat untuk tahu terhadap segala informasi”, pungkasnya. Turur hadir Plt. Karo Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, Ketua KI pusat Gede Narayana yang diwakilkan komisioner bidang penelitian dan Dokumentasi Romanus Ndau Lendong serta dari Bapenas RI. Dan peserta dalam kegiatan ini yaitu PPID kementerian, Lembaga, dan PPID Provinsi se- Indonesia, diantaranya yaitu mewakili PPID utama Provinsi Sumsel, Kabid PIP Dinas Kominfo Sumsel Amrullah, S.STP, M.Si. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/ AM