Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Kurangi Kegiatan Rentenir, HD Minta BNI Perbanyak KUR
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pimpinan PT BNI 46 Wilayah Sumatera Bagian Selatan melalui Wakil Pimpinan Bidang Jaringan dan Layanan Adisyaf Putra, menyambangi kantor gubernur Senin (15/10). Kedatangan rombongan ini bermaksud untuk audiensi dengan Gubernur Sumsel yang baru Herman Deru. Kedatangan rombongan ini disambut positif oleh Gubernur Sumsel HD di ruang tamu gubernur. Dalam kesempatan itu HD mengungkapkan kalau sudah tak asing lagi dengan BNI. Dia bahkan mengaku mengenal baik BNI berikut orang-orang di dalamnya serta pelayanan yang ada. "BNI sudah banyak berperan dalam membantu masyarakat dan pembangunan di Sumatera Selatan," tutur HD. Pada pertemuan tersebut HD juga menyampaikan harapannya kepada PT BNI untuk memperbanyak ATM untuk masyarakat mengingat rawannya memegang uang cash saat ini. Kalaupun memang sulit untuk membuat ATM, HD meminta agen-agen BNI seperti Brilink dan layana lain-lain lebih diperbanyak agar memudahkan masyarakat terutama yang ada di pedesaan ataupun yang ada di daerah yang sulit dijangkau dan terpelosok. Hal lain yang diharapkan mantan Bupati OKU Timur dua periode itu kepada BNI adalah bagaimana caranya untuk mempermudah akses bank dengan menggunakan android dan alat lain yang mempermudah bertransaksi. Menanggapi keinginan gubernur tersebut, Adisyaf Putra mengatakan pihaknya sudah menyediakan layanan yang dimaksud yakni Agen46 yang ada di setiap daerah. "Pak gubernur juga tidak lupa akan kesejahteraan masyarakatnya, beliau berharap kepada BNI untuk mempermudah urusan mengenai KUR (kredit usaha rakyat) dan jangan sampai salah sasaran dari pada masyarakat berurusan dengan rentenir," ujarnya. Pihak BNI menjelaskan pula bahwasanya KUR sangat membantu masyarakat, dengan pinjaman minimal sebesar Rp 5 juta untuk sektor produksi dan maksimal Rp 500 juta. Pinjaman tersebut dibayarkan saat panen baik pinjaman pokok serta bunganya, dan selama masa tanam tidak ada biaya tambahan apapun. KUR sendiri jelas Adisyaf juga menjadi salah satu cara untuk mensejahterakan dan menjadi solusi bagi masyarakat yang belum mempunyai modal. [rhd] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Pemimpin Sederhana Nan Merakyat
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel H Herman Deru ditemani istri tercinta Febrita Lustia berboncengan motor saat akan kondangan ke acara pernikahan salah seorang warga di darah 5 Ulu Kota Palembang. Diketahui sebelumnya pasangan suami istri ini menghadiri acara syukuran di kediaman Ahmad Rusdi. Suasana seperti ini menjadi pemandangan khusus bagi warga Kota Palembang. Dimana sosok kepala daerah dengan mengendarai kendaraan roda dua dan membonceng istinya terlihat begitu mesra demi menghadiri hajatan yang digelar warganya belum lama ini. Decak kagum warga yang menyaksikan peristiwa tersebut tak pelak meluncur deras bahkan menjadi perbincangan hangat, seperti dikutif dari RMol.Sumsel MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
HD Dukung Percepatan Gandus Jadi Kawasan Industri
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku sangat mendukung percepatan pembangunan Gandus menjadi kawasan industri di Palembang. Pernyataan tersebut dilontarkannya saat menerima audiensi jajaran. PT. Fauzi Panca Manunggal yang merupakan pengelola kawasan Sriwijaya Central Business District (SCBD) Gandus Kota Palembang, di Ruang Rapat Gubernur Senin (15/10). Dikatakan HD, sebenarnya kawasan Gandus sudah sangat familiar dengannya, karena sejak tahun 1990-an ia bersama sang mertua (Walikota Palembang masa itu) ikut membuka kawasan tersebut. "Alhamdulillah pemikiran Walikota Palembang M. Husni untuk membuka itu sekarang berhasil. Sejak dibuka awal 90-an, tahun 97 hingga tahun 2015 sampai sekarang geliat di Gandus ini semakin terasa. Kalau dulu di sana belum ada apa-apa. Sekarang lihat sendiri infrastruktur makin mateng disana" ujarnya. Atas dasar itupula, dia mengaku seperti mendapat angin segar saat jajaran PT. Fauzi Panca Manunggal ingin mengembangkan daerah ini menjadi kawasan industri baru. Terlebih pengelola ini juga merupakan putra daerah Sumsel. "Hanya saja saya titip pesan khusus. Saya ingin time schedule nya jelas, biar sama-sama mudah. Kalau ini jelas pemprov bisa segera melakukan pelebaran jalan dan mempersiapkan utilitas dan segala sesuatu di sekitarnya," jelasnya. Lebih jauh mantan Bupati OKU Timur dua periode itu mengaku sangat bangga bahwa hal ini bukan lagi isu tapi sudah melangkah maju menuju realisasi. "Biasanya banyak yang terhambat pada masalah pengadaan lahan. Lahannya cukup besar ada 307 hektare. Kita berharap ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah tersebut," tambahnya. Namun demikian dia mewanti-wanti agar pengelola memperhatikan betul amdal sehingga tidak bermasalah di kemudian hari. Selain itu diapun meminta agar PT.Fauzi Panca Manunggal selaku pengelola bisa menggunakan teknologi terkini pada saat beroperasional. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dampak polusinya bagi masyarakat sekitar. "Syukur-syukur bisa bersahabat dengan alam. Emisi gas buang dan lainnya tidak berbahaya bagi kesehatan maayarakat di sekitarnya," ujar HD. Tak hanya itu dia juga berpesan agar pengelola memperhatikan kawasan rawa yang ada di sekitar lokasi. Menurutnya kawasan rawa sebagai akses pembuangan air jangan sampai dihilangkan. "Rawa disana itu sebagai retensi, itu jangan sampai hilang bila perlu dijadikan tandon air. Sementara itu, Direktur PT. Fauzi Panca Manunggal pengelola Sriwijaya Central Business District (SCBD) Gandus Kota Palembang, Intan Fauzi mengatakan pihaknya sangat berharap kawasan industri ini segera terealisasi. Sehingga bisa ikut mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi. Pihaknya kata Intan beberapa waktu lalu juga sudah melakukan paparan untuk memperkenalkan kawasan Industri Sriwijaya CBD di hadapan walikota Palembang yang dihadiri investor korea. Kemudian mengikuti roadshow ke Jepang yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian oada September 2017. "Sudah beberapa kali kami paparan dan FGD. Hari ini kami datang lagi untuk mendapatkan dukungan dari Pemprov. Kami juga sudah ke paparan ke Pemkot dan pusat yang membidangi di Kementerian Perindustrian agar ini cepat terbangun. Kami juga bahkan roadshow ke Jepang untuk memperkenalkan kawasan ini" jelasnya. Hingga saat ini diakui Intan pihaknya masih terus berupaya juga berkoordinasi dengan pihak dalam yakni RT dan RW. Melalui audiensi dan paparan ini dia berharap Pemprov memberikan dukungan penuh.[rel/rik] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
TVRI Sumsel Jendela Informasi Pembangunan Bagi Masyarakat Sumsel
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang diwakili Asisten III Pemprov Sumsel, bidang Administrasi dan Umum, Prof. Eduar Julianta menghadiri acara pisah sambut Kepala TVRI Stasiun Sumsel dari Riyanto Budi Rahardjo kepada Rajab Siregar, di Stasiun TVRI Sumsel, Jalan Balap Sepeda Kampus POM Xl, Senin (15/10/2018). Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, TVRI telah menjalankan fungsinya menyampaikan lnformasi dalam bentuk Visual, sehingga pembangunan di Sumsel dapat di ketahui oleh seluruh lapisan masyarakat Sumsel khususnya. Eduar Julianta dalam sambutanya, mengucapkan selamat kepada Kepala Stasiun TVRI Sumsel yang baru, " Kepada Rajab Siregar, semoga dapat melanjutkan apa yang sudah diprogramkan dan telah di jalankan oleh Kepala Stasiun TVRI yang lama "ungkapnya Untuk itu sebagai bagian dari penyebar lnformasi publik, TVRI Stasiun Sumsel dapat mampu mengambil peran yang lebih signifikal dalam mendukung dan mensukseskan agenda pembangunan dan pelaksanaan program kerja Pemerintah Pusat maupun Daerah. "Harapan saya terkhususnya dan Kepala Stasiun TVRI di seluruh lndonesia pada umumnya agar dapat memanfaatkan event-event baik bersifat Nasional maupun Internasional, khususnya untuk kerjasama yang sangat baik dalam mendukung program Pemerintah Sumsel. "pungkas Eduar Dalam kesempatan ini selaku Kepala Stasiun TVRI yang lama, Riyanto Budi Budi Rahardjo yang di dampingi istri meminta maaf kepada seluruh karyawan TVRI Sumsel apabila selama masa kepemimpinannya terdapat salah dan khilaf. Masih Riyanto, selama 6 bulan memimpin Stasiun TVRI Sumsel masih banyak kekurangan dan merasa belum terlalu banyak yang dapat dihasilkan. "saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TVRI Stasiun Sumsel yang telah banyak membantu untuk kemajuan TVRI Sumsel, semoga pengabdian saya di dunia pertelevisian selama ini dapat menjadi ladang pahala dan dapat bermanfaat bagi Stasiun TVRI Sumsel khususnya dan masyarakat umumnya. " tutup Ariyanto. Sementara itu, Kepala Stasiun TVRI Sumsel yang baru, Rajab Siregar, mengatakan akan meneruskan apa yang telah dilakukan Kepala TVRI terdahulu dalam memajukan TVRI Sumsel kedepan nya, " untuk itu penyebaran lnformasi sangatlah diperlukan, apalagi disaat ini maraknya berita hoax yang merajalela, untuk itu semoga kedepan TVRi Sumsel lebih mengedepan dan dapat semakin cepat lagi dalam menyampaikan lnformasi ke masyarakat Sumsel. "Pungkas Rajab. Acara seremonial ini dihadir juga Direktur Umum TVRI, Tumpak Pasaribu, Asisten lll Pemerintah Kota Palembang, Agus Kelana, Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, AKBP Slamed Widodo, Kapala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, lmansyah, SE dan juga Pejabat di lingkungan TVRI Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS
Sumsel
Herman Deru Inginkan CSR Perusahaan Disisihkan untuk Pembangunan Bidang Agama
Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengungkapkan bahwa akan mendorong perusahaan –perusahaan di Sumsel yang memiliki dana Corporate Social Responsibility (CSR) agar menyisihkan sebagian dana tersebut untuk membangun dibidang agama seperti halnya membangun mental spiritual masyarakat dan generasi penerus di Sumsel melalui Rumah Tahfidz dan pusat pelatihan dan pendidikan (Pusdiklat) Al- Qur’an. Menurut Herman Deru, dana CSR yang dimiliki perusahaan tidak hanya diberikan untuk membangun sesuatu yang berupa infrastruktur semata, melainkan banyak hal termasuk pembangunan dibidang agama. “Jangan kita terpikir CSR itu hanya diberikan untuk membangun sesuatu yang berupa infrastruktur semata. Namun, ada juga hal yang lebih penting adalah pembangunan dibidang agama. Saya ingin perusahaan yang memiliki CSR di Sumsel ini menyisihkan dana tersebut untuk kepentingan agama, Ungkap Herman Deru saat melaunching Rumah Tahfidz Qur'an "As-Sholihin" binaan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumsel di Halaman Aula PSBB Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang, Senin (15/10/2018). Lebih lanjut Herman Deru mengatakan, sebagai Gubernur dirinya sangat merasa bangga bahwa Sumsel sudah memiliki Rumah Tahfidz dan Pusdiklat Al-Qur’an yang dibina langsung Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel. “Salah satu program HDMY adalah membangun rumah takfidz sampai ke desa-desa. Satu desa satu rumah tahfidz. Inilah awal kita memulai program HDMY tersebut,” tegas Herman Deru. Dalam kesempatan tersebut Herman Deru juga mengharapkan agar Kanwil Kemenag Sumsel dapat terus menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam pembangunan dibidang agama. Herman Deru mengapresiasi kinerja Kanwil Kemenag Sumsel yang telah menjadi inspirator bagi masyarakat sumsel khususnya para ustadz, ustadza dan para guru melalui launching Rumah takfidz berikut Pusdiklat Al-Qur'an As-Sholihin. “Kanwil kementerian Agama Sumatera selatan harus terus bekerjasama dengan pemerintah Provisi Susmel. Saya sebagai Gubenur akan menfasilitasi ini semua. Tapi, saya juga membutuhkan dukungan, bantuan, dan do’a untuk bersama membangun Sumsel ini,” ujarnya. "Saya juga menginginkan Kanwil Kementerian Agama Sumsel dapat membuat suatu kurikulum pembelajaran pendidikan agama yang bisa dilaksakan di sekolah-sekolah umum. Tentunya dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan di sesuaikan dengan aturan yang ada,” lanjut Herman Deru. Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel, H.M. Alfajri Zabidi mengatakan, melalui launching rumah tahfidz As-Sholihin diharapkan dapat mewujudkan generasi Sumatera Selatan yang cinta Al-Qur'an dan berakhlakul karimah. “Selain rumah tahfidz, kita mendirikan juga Pusdiklat Al-Qur’an dengan metode yang ada yakni dalam satu bulan bisa menghafal 30 Juz, “ pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD
Sumsel
OKU Selatan Kaya Akan Sumberdaya Alam
OKU Selatan, Sumselprov.go.id -- Banyaknya potensi yang dimiliki oleh Kabupaten OKU Selatan menjadikan kabupaten ini kaya akan sumber daya alam. OKU Selatan mulai berbenah untuk menggali potensi yang ada agar dapat mempunyai nilai jual di tingkat nasional. Kabupaten OKU Selatan Sendiri baru akan menginjakkan usianya Ke- 15 tahun pada 2019 mendatang. Bermacam potensi tersebut yang dimulai dari bidang Pariwisata, perkebunan, pertanian, hingga perikanan. Pariwisata merupakan salah satu potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten OKU Selatan. Yakni Danau Ranau. Sebuah danau air tawar terbesar ke dua di Pulau Sumatera. Di Danau Ranau tersebut terdapat destinasi terpadu yang ada pada satu kawasan. Di mana terdapat pemandian air panas yang bertempat di kaki Gunung Seminung dengan pemandangan yang menghadap danau. Juga terdapat Air terjun Subik yang berada di tepian danau, dengan dihiasi persawahan yang membentang di depannya Untuk menunjang pengembangan kawasan ini, pemerintah kabupaten OKU Selatan, telah menyediakan sarana olahraga air seperti Jet Ski, banana boat, serta arung jeram. Selain itu pada tahun 2018 ini telah dilakukan pelebaran jalan yang ada di tepian Danau Ranau, untuk memudahkan akses untuk menikmati keindahan pariwisata di kawasan ini. Selain itu untuk sumber panas bumi atau geotermal bukan hanya ada di kaki Gunung Seminung, akan tetapi terdapat juga di Desa Lawang Agung, Bayur, Muaradua Kisam. Untuk mengundang lebih banyak lagi pengunjung ke kawasan ini, perlu dilakukan pelebaran jalan dari Martapura, hingga Danau Ranau. Agar bis pariwisata dapat lebih mudah menuju Danau Ranau. Untuk Potensi pertanian seperti kopi menjadi mata pencaharian utama penduduk OKU Selatan. Luas perkebunan kopi di OKU Selatan, merupakan terbesar di Sumatera Selatan. Tetapi, harus terus ditingkatkan melalui upaya intensifikasi agar produktivitas kopi semakin meningkat. Selain Kopi Jagung juga sudah mulai menjadi primadona baru dikalangan pertanian di OKU Selatan. Saat ini produksi jagung di OKU Selatan di atas 249 ribu ton, dengan luas lahan 39.000 hektare lebih, telah mengantarkan OKU Selatan, sebagai penghasil jagung terbesar kedua di Sumatera Selatan. Di bidang pertanian padi, OKU Selatan telah memiliki penangkaran bibit padi varietas Inpari 30. Dengan luas 10 hektare. Dengan harapan, pada tahun yang akan datang, dapat berswasembada beras. Pertanian padi akan semakin berkembang nantinya, apabila bendungan Tiga Dihaji nantinya selesai dibangun. Proses Bendungan Tiga Dihaji, saat ini telah memasuki tahapan pembayaran ganti rugi lahan. Apabila bendungan ini selesai dibangun, maka OKU Selatan akan memiliki salah satu bendungan terbesar di Sumatera sebagai pembangkit listrik tenaga air, sumber air irigasi, dan wahana olahraga air serta pariwisata. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber : wartaterkini.news
Sumsel
HD Apresiasi Program Indonesia Terang LPCI di Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id - Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI) terus melakukan sosialisasi program- programnya ke berbagai daerah di Indonesia. Jumat (12/10) misalnya LPCI melakukan kunjungannya ke Pemprov Sumsel dan bertemu langsung dengan Gubernur Sumsel Herman Deru di Ruang Tamu Gubernur. Tim LPCI ini dipimpin langsung Sekretaris Umum T. Iskandar didampingi Kepala Divisi Penyusunan Program LPCI Eko Yuliarto dan tim serta wakil ketua umum PEPCI Nazaruddin dan Ketua Asosiasi Gappenas Dede Koswara. LPCI ini sendiri diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, April 2018 lalu, Tim LPCI selanjutnya memaparkan program kerjanya dalam mendukung program pemerintah yaitu Program Indonesia Terang, terdiri dari Elektrikfikasi Mandiri dan Infrastruktur Sipil. Sasaran program LPCI adalah Desa Tertinggal dan Desa Sangat tertinggal, untuk tahap pertama sebanyak 20 desa di setiap kabupaten/kota. LPCI untuk saat ini berkonsentrasi pada CSR yang bersumber dari swasta multi nasional, Korea dengan KSA, juga sedang menjajaki dgn Republik Rakyat China dan Jepang. LPCI ingin memberikan edukasi kepada pengusaha Swasta Nasional agar selanjutnya dapat mencontoh swasta Multi Nasional. Di negara lain dana CSR menjadi salah satu pendukung pembangunan serta penanganan fakir miskin. Di masa yang akan datang LPCI akan menawarkan kerjasama pengelolaan Dana CSR Swasta Nasional yang beroperasi di Pemprov Sumsel sebagai program provinsi. Ke depan Pemprov akan menjadi leading sekaligus sebagai regulator dan LPCI sebagai eksekutor nya. Sekarang ini lanjutnya proses Indonesia Teran dalam tahap sosialisasi & perencanaan. Program ini sudah berjalan pada 13 provinsi di seluruh indonesia, termasuk Sumsel. "Target tahap pertama untuk tahun 2018 akan dilaksanakan pada 15 sampai 20 provinsi. Sumsel adalah provinsi ke 13 yang sedang kita sosialisasi," tambahnya lagi. Dalam pelaksanaannya, LPCI biasanya akan bekerjasama dengan asosiasi antara Pepci (Perkumpulan Pengelola CSR Indonesia). Sedangkan Kortindo sendiri diharapkan akan mendatangkan investor ke masing-masing provinsi di Indonesia sesuai dengan kebutuhan provinsi masing-masing. Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru, yang menghadiri langsung audiensi tersebut mengaku sangat menyambut baik program Indonesia Terang yang tengah digalakka oleh LPCI. Dengan program ini diharapkan pemerataan penerangan akan makin cepat di Sumsel. "Kita tentu apresiasi sekali dengan program ini. Karena ini juga membantu dan memudahka tugas Pemda memberikan fasilitas penerangan kepada masyarakat," tutupnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber: Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Roadshow ke Masjid-Masjid, HD Ajak Warga Bersatu Membangun Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel Herman Deru melaksanakan Sholat Jumat berjamaah di Masjid Al Anshor Jalan Perindustrian I Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami KM. 9 Palembang, Jumat (12/10). Dalam kesempatannya berkeliling masjid ini, Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu selalu mengajak warga untuk bersatu membangun Sumsel. Untuk diketahui, sejak dikantik menjadi Gubernur Sumsel ini kali kedua Herman Deru melaksanakan Sholat Jumat. "Alhamdulillah kita bisa melaksanakan sholat Jumat berjamaah bersama yang begitu khusyuk di masjid yang indah ini,"ujarnya. Selain bersilaturahmi, dirinya juga mengajak para masyarakat untuk bersama-sama membangun Sumatera Selatan lebih baik lagi kedepan. Gubernur Herman Deru juga mengapresiasi kepada para pengurus Masjid yang begitu perhatian pada pembangunan dan pengembangan Masjid Al Anshor. "Saya apresiasi sekali kepada pengurus masjid Al Ansor, terlihat bahwa pengembangan masjid dilakukan,"katanya. Sebagai Gubernur Sumsel, Herman Deru mengaku punya rasa tanggungjawab penuh karena bisa di percaya oleh rakyat Sumsel untuk memimpin Provinsi Sumatera Selatan. Oleh karena itu dia mengajak bersatu dalam membangun Sumsel. "Kita akan menjadi kuat jika kita bersatu,"tutur dia. Para pengurus Masjid Al Anshor akan berencana melakukan pembangunan menara masjid, disana Gubernur Sumsel langsung mengatakan agar dapat membangunnya segera mungkin akan tetapi dia menyarankan agar pembangunan menara dibangun dengan ketinggian yang profesional. "Ini juga bukti bahwa Pemerintah mempunyai perhatian khusus pada setiap penyelenggaraan ibadah bagi umat beragama di Sumsel, yang tentu kita membangun untuk keseriusan dalam kebersamaan dan bersatunya pikiran - pikiran kita,"pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber: Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Sekda Sumsel Hadiri Sosialisasi Anugerah Paritrana 2018
JAKARTA, sumselprov.go.id- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nasrun Umar menghadiri Sosialisasi Anugerah Paritrana tahun 2018 dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tahun 2018, yang dibuka langsung oleh Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Ellyas Lubis di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (12/10). Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris daerah Kalimatan Timur, Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Plh Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Riau. Kemudian hadir pula Ketua Tim Penilai Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Anggota Tim Penilai Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tahun 2018, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan, Assisten Deputi Bidang Analisis Strategis dan Komunikasi Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Assisten Deputi Bidang Penghargaan dan Pengendalian Program JKK-JK BPJS Ketenagakerjaan. Dalam kesempatan yang sama Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, E Ilyas Lubis, mengatakan pentingnya peran Pemda dan perusahaan dalam implementasi program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini sudah sepantasnya diberi penghargaan tertinggi. “Seperti pada Agustus lalu, penganugerahan Paritrana ini diberikan langsung kepada Pemda dan perusahaan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di Istana Wakil Presiden”, tutur Ilyas. Dirinya menambahkan bahwa pada tahun 2019 mendatang, kategori penghargaan yang akan diperebutkan antara lain penghargaan kepada Pemerintah Provinsi terbaik, Pemerintah kota/kabupaten terbaik, Perusahaan besar, perusahaan menengah, serta 34 Usaha Kecil-Mikro yang mewakili setiap provinsi. Kegiatan sosialisasi penganugerahan Paritrana ini merupakan kali ke dua setelah sebelumnya telah dilakukan pula di Surabaya kepada para stakeholder. Sosialisasi kali ini dihadiri oleh 18 provinsi, dimana dari keseluruhan peserta yang hadir, 12 di antaranya langsung dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda). “Ini menunjukkan komitmen Pemda untuk semakin serius terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja di wilayah masing-masing,” tukas Ilyas. “Tujuan dari penganugerahan Paritrana 2019 ini tidak lain adalah untuk membangun kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dan memperluas cakupan kepesertaan melalui dukungan Pemda, perusahaan, dan stakeholder lainnya. Penghargaan ini diharapkan akan menumbuhkan semangat dan fokus semua pihak dalam implementasi program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” pungkas Ilyas. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel