Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Sumsel Dukung Deklarasi 4000 Mahasiswa Anti Hoax
Palembang, sumselprov.go.id - Untuk pertama kalinya sejak dilantik sebagai Gubernur Sumsel, H. Herman Deru menghadiri kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, di Gedung Akademik Center UIN RF, Kamis (18/10). Tak pelak kehadiran gubernur kebanggaan wong Sumsel tersebut langsung disambut dengan antusias ribuan mahasiswa yang hadir. Adapun tema kuliah umum tersebut yakni partisipasi mahasiswa sebagai pemilih milenial dalam rangka menyambut pileg dan pilpres 2019 sekaligus deklarasi 4.000 mahasiswa anti hoax. Gubernur Sumsel beserta rombongan tiba di gedung akademik center UIN Raden Fatah Palembang sekitar pukul 14.33 WIB dan langsung disambut antusias oleh para mahasiswa yang hadir. Dalam sambutannya, HD mengatakan bahwa era reformasi adalah era yang lebih baik apabila dibandingkan dengan era orde lama dan orde baru. Menurutnya, era reformasi merupakan era dimana semua warga memiliki hak kebebasan berpendapat, hak kebebasan untuk dapat memilih dan dipilih dalam kontestasi pemilihan pemimpin daerah secara demokrasi. Dalam menyambut pemilihan legislatif dan pemilihan presiden di tahun 2019 Herman Deru mengingatkan kepada mahasiswa yang hadir agar sebagai warga negara harus mampu menggunakan hak konstitusi dengan sebaik-baiknya. Mengingat hasil survei yang menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa melalui pemungutan suara sangat kecil. Tak hanya itu dalam memasuki tahun-tahun politik ini HD mengajak mahasiswa yang hadir untuk bisa mengedukasikan diri sendiri agar memahami tentang tujuan politik di negeri ini dan mampu mensosialisasikan pemahaman yang di dapat terhadap lingkungannya. Dia mengatakan bahwa apabila paham akan tujuan politik maka juga paham dengan tujuan demokrasi karna keduanya sama, yaitu untuk mensejahterakan rakyat. HD juga menuturkan rasa bangga dan apresiasi terhadap mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang yang telah menyelenggarakan kuliah umum ini. HD berpendapat bahwa terselenggaranya kuliah umum dan deklarasi 4000 mahasiswa anti hoax ini ini merupakan salah satu bukti dari upaya mahasiswa untuk peduli terhadap demokrasi dan merupakan salah satu upaya dalam memberikan pendidikan politik di era milenial ini. Atas rasa bangganya itu Herman Deru mengharapkan kepada presiden mahasiswa agar memfasilitasi untuk membuatkan sertifikat bagi seluruh peserta kuliah umum. Sertifikat ini akan akan ditandatangani oleh Gubernur Sumatera Selatan, Pangdam II Sriwijaya, dan Kapolda Sumatera selatan. Dalam kaitannya dengan isu berita hoax yang akhir-akhir ini sangat ramai diperbincangkan, dia mengajak para mahasiswa yang hadir sebagai kaum yang berintelektual agar mampu memfilter setiap berita yang ada, jangan mudah percaya terhadap berita yang belum diketahui kebenarannya dan setelah di filter mampu memberitahu informasi yg benar kepada lingkungannya masing-masing. Beliau juga mengatakan bahwa sumsel merupakan provinsi yang 70% warganya aktif menggunakan media sosial. Untuk itu HD mengajak mahasiswa yang hadir dalam kaitannya dengan tahun-tahun politik ini agar jangan hanyut terhadap isu yang dapat mendeskreditkan orang sekaligus yang dapat meninggikan orang. Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Drs. H. M. Sirozi, MA. Phd dalam sambutannya, memuji HD selaku gubernur Sumsel yang memiliki komitmen yang sangat baik terhadap kemajuan di bidang pendidikan saat menjabat Bupati OKU Timur. Tak lupa beliau juga melaporkan bahwa UIN Raden Fatah ini telah memiliki 46 prodi, 9 fakultas, dan kurang lebih 20.000 mahasiswa. Selain Gubernur Sumsel, acara tersebut juga dihadiri Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irawan, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dan ibu Maphilinda Syahrial Oesman. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Cegah Radikalisme Melalui Pendekatan Budaya Kearifan Lokal
Palembang sumselprov.go.id- Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Diseminasi Penelitian "Karakteristik Kearifan Lokal di Prov. Sumsel (Studi Kasus di Kota Lubuk Linggau, Kota Prabumulih, Kota Pagar Alam, Kab. Ogan Ilir dan Kab. OKU)" di Hotel Santika Palembang Kamis, 18/10. Acara ini bertema pendalaman terkait penyusunan policy brief pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan radikalisme, dan dibuka oleh Direktur Badan Pencegahan Badan Nasional yang diwakilkan oleh Ketua Bidang Penelitian FKPT sumsel Dr. H. Munir, M.A. “Terorisme menjadi ancaman nyata bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seperti yang terjadi di Depok, Jawa Barat, Surabaya, dan Sidoarjo Jatim. Berdasarkan serangkaian peristiwa tersebut, lebih dari 353 terduga teroris berhasil ditangkap, 25 lainnya terpaksa ditindak tegas karena memberikan perlawanan yang membahayakan keselamatan aparat keamanan”, ungkapnya. Munir menjelaskan bahwa pelaku terorisme tinggal di tengah masyarakat, membaur di kehidupan sehari-hari, sehingga hal ni menuntut kita untuk mengedepankan kewaspadaan, tidak hanya untuk alasan keselamatan melainkan mencegah tersebarluaskannya paham radikal terorisme. “Tidak hanya melalui penindakan secara tegas namun aparat keamanan dan Badan Penanggulangan Terorisme menjalankan program-program bersifat soft approach atau penanganan secara lunak. Hal ini dilakukan berdasarkan Undang-undang no 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme yang telah resmi disahkan”, katanya. Menurutnya, penelitian terkait penyusunan policy brief ini merupakan salah satu dorongan ke pemerintahan daerah untuk menghasilkan kebijakan yang menopang program penanggulangan terorisme oleh pemerintah pusat. Namun tetap dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintahan dan seluruh elemen masyarakat agar terorisme bisa diatasi hingga ke akarnya. “Payung hukum dalam penanggulangan terorisme juga dibutuhkan mengingat dalam aksinya pelaku telah mengadopsi cara-cara yang dilakukan oleh jaringan ISIS dan kelompok pelaku terorisme internasional lainnya. Kasus peledakan bom di mapolrestabes Surabaya misalnya, batas-batas kemanusiaan sudah sedemikian dilanggar ketika anak-anak yang tidak berdosa dilibatkan dalam aksi bom bunuh diri”, jelasnya. Potensi radikalisme negatif sebagai akar munculnya terorisme berdasarkan pada penelitian kuantitatif yang dilaksanakan oleh BNPT dan 32 FKPT pada tahun 2017 lalu, dari angka penilaian nol hingga seratus berada di posisi 55,12. Meskipun berada pada skala sedang kewaspadaan kita terhadap radikalisme tetap harus dikedepankan, seraya penanganan bersifat pencegahan dan penindakan tetap dijalankan. "Melalui penelitian ini diharapkan akan lahir kebijakan dari pemerintahan daerah yang mampu mendukung dan selaras dengan upaya penanggulangan oleh pemerintah pusat”, ucapnya. Sementara itu, Ketua Bidang Penelitian FKPT Sumsel, Dr. Periansyah, M.M., CMA, menyatakan bahwa desiminasi hasil penelitian merupakan salah satu langkah dari proses yang harus dilakukan untuk menghasilkan sebuah kesimpulan yang dapat digunakan dalam mengambil kebijakan khususnya dalam pencegahan terorisme. “Penelitian ini dilakukan di 5 kab/kota Sumsel selama kurang lebih satu bulan. Dalam penelitian kualitatif memang belum sempurna tetapi kita berusaha agar mendapatkan data yang orisinil yang dapat bermanfaat dan dapat dijadikan kebijakan pemerintah selanjutnya”, kata Peri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak efektifnya kearifan lokal dalam upaya deradikalisasi disebabkan oleh lemahnya pemahaman masyarakat terhadap filosofi daerah yang tertuang dalam moto pemerintah kota/kabupaten, tokoh adat yang kurang disegani, tokoh agama yang kurang berwibawa. Sebagian mata pencaharian yang mengharuskan tinggal diluar lingkungan keluarga, berkembangnya jargon masyarakat yang cenderung tidak memiliki kepedulian atau sensitifitas dengan lingkungan sekitar, dan tidak berfungsinya agen-agen budaya serta tradisi keagamaan yang hilang nilai sakralitasnya. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi kepolisian, pemangku adat, pemangku agama, dan Instansi pemerintahan dalam hal ini diwakilkan oleh Dinas Kominfo Prov. Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/ Editor: TM
Sumsel
Herman Deru Ajak Perguruan Tinggi Jadikan Masyarakat Desa Pelaku Ekonomi Kreatif Melalui Internet
Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan harpannya kepada seluruh Perguruan Tinggi di Sumsel yang memiliki jurusan Informatika agar tidak hanya mendidik mahasiswa tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat tentang dunia digital dan internet. Menurut Herman Deru, selain sudah menjadi kebutuhan masyarakat luas, dunia digital dan internet dapat memberikan dampak ekonomi dan komunikasi bagi masyarakat. Sehingga, perguruan tinggi harus mampu mendidik masyarakat mempunyai jiwa entrepreneur agar dapat menjadi pelaku ekonomi kreatif melalui internet. “Saya mengharapkan kalau ada mahasiswa yang KKN ke desa-desa jangan hanya membangun Gapura saja, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk menjadi bagian dari pelaku ekonomi kreatif dengan internet. Saya menginginkan supaya Sumatera Selatan juga dikenal melalui ekonomi digital,” ungkap Herman Deru. Lebih lanjut ia mengatakan, seiring dengan munculnya dunia maya, ada keinginan dan harapan masyarakat khususnya diwilayah pedesaan bisa menjangkau internet dengan mudah dan murah. Untuk itu, Herman Deru mengharapkan juga dukungan dari provider agar tidak hanya membangun jaringan internet di tempat padat penduduk saja melainkan keseluruh pelosok desa. “Banyak provider hanya bangun jaringan internet di tempat padat penduduk saja. Kedepan kita akan minta agar provider membantu internet bisa dijangkau hingga pelosok-pelosok desa. Bantu kami bagaimana masyarakat bisa berinternet dengan mudah,” ujarnya. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka musyawarah nasional V Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) Indonesia dan seminar nasional teknologi dan komunikasi diselenggarakan Universitas Bina Darma di Ballroom Hoten Aryaduta Palembang, (18/10/2018). Hadir dalam kesempatan ini Rektor Universitas Bina Darma Sunda Ariana, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs H Widodo MPd, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik (PIP) Diskominfo Sumsel, Amrullah, S.STP, M.Si, serta ratusan peserta munas dari APTIKOM se-Indonesia. Dalam Sambutannya Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada Universitas Bina Darma yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan musyawarah nasional V APTIKOM Indonesia dan seminar nasional teknologi dan komunikasi. “Sebagai Gubernur saya bangga salah satu universitas di Sumsel ini menjadi tuan rumah munas APTIKOM Indonesia. Saya bangga kepada panitia, saya bangga kepada Universitas Bina Darma,” kata Herman Deru Sementara itu, Rektor Universitas Bina Darma Sunda Ariana mengatakan, Universitas Bina Darma mendapat kehormatan sebagai tuan rumah seminar nasional APTIKOM Indonesia setelah cukup lama terlibat dalam APTIKOM dalam sekala nasional dan internasional. Melalui munas yang digelar diharapkan dapat terjalin kerjasama yang kuat antar perguruan tinggi dan pemerintah yang akan mendukung sinergitas di semua bidang untuk tercapainya sasaran pembangunan Indonesia. “Munas kali ini mengambil tema “Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0 dan Teknologi Disruptif Melalui Inovasi Industri Kreatif Berbasis TIK”. Berbagai kegiatan dilakukan diantaranya seminar nasional Semnastik – Call For Paper, berbagi informasi, klinik dri berbagai ahli Informatika dan pemilihan ketum Aptikom,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD / FS Foto : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Diskominfo Prov.Sumsel Kehilangan ASN Terbaik
Palembang, Sumselprov.go.id – Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roj’un berita duka menyelimuti Dinas Komunikasi Provinsi Sumatera Selatan, telah berpulang ke Rahmatullah sahabat kami Emma Yuliani, SE., M.Si binti H.Mahmuddin Saleh dalam usia 44 Tahun pada Hari Rabu, 17 Oktober 2018, Pukul 06.17 WIB di RSK. Charitas Palembang dikarenakan sakit. Jenazah akan dimakamkan pada hari ini Rabu, 17 Oktober 2018 ba’da Ashar di Pemakaman TPU Kaka Kola (Kawasan TPU Kawah Tengkurep) Palembang. Semoga amal ibadahnya dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dilapangkan kuburnya, serta senantiasa diberikan ketabahan yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, Aamiin YRA. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
HD Ajak Lulusan Polinela PDD Berani Berinovasi
Pangkalan Balai, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru mengadiri acara wisuda Politeknik Negeri Lampung (Polinela) program studi di luar domisili (PDD), di gedung Sedulang Setudung Pemkab Banyuasin, Selasa (16/10). Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan apresiasinya kepada Politeknik Negeri Lampung yang memiliki konsentrasi yang luar biasa terhadap daerah-daerah luar khususnya di kabupaten Banyuasin. Menurut HD kerjasama Bupati Banyuasin dan Direktur Polinela PDD ini sangat bermanfaat karena ikut memfasilitasi lapangan pekerjaan dengan menarik perusahaan-perusahaan besar melalui kesepakatan MOU untuk memperkerjakan mahasiswa/i lulusan Politeknik Negeri Lampung Program studi di luar domisili. Di tengah-tengah sambutannya mantan Bupati OKU Timur dua periode ini mengajak para wisudawan untuk berani berinovasi untuk menciptakan hal yang baru. Beliau mengibaratkan inovasi yang dimaksud seperti pengusaha pempek yang semakin beragam dalam menciptakan cita rasa baru dari makanan khas yang disukai masyarakat Sumatra Selatan. "Sejak dulu pempek isinya kebanyakan tahu dan telur, tapi sekarang sudah ada pempek isi sosis," tuturnya. Gubernur Sumsel juga berharap kepada Pemkab Banyuasin agar teknologi yang ada dapat didukung dengan akses transportasi yang memadai dan persoalan sinyal di kabupaten banyuasin yang masih perlu ditingkatkan. Dalam kesempatan itu juga HD memuji Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam kontribusinya pada sektor pendidikan dimana Pemkab Banyuasin memberikan diantaranya subsidi persiswa, bantuan persemester, dan pembangunan gedung rusunawa. Di akhir sambutannya Gubernur Sumsel mengajak seluruh tamu yang hadir di gedung Sedulang Setudung untuk membangun Sumsel ini dengan cinta jangan dengan dendam. Menurutnya pembangunan di Sumsel harus dengan keikhlasan. Di tempat yang sama, Direktur Politeknik Negeri Lampung Ir Sarono mengungkapkan bahwa acara wisuda tahun ajaran 2017/2018 ini merupakan acara wisuda yang ketiga sejak Polinela berdiri di Kabupaten Banyuasin. Pada gelaran wisuda yang ketiga tahun ajaran 2017/2018 ini Politeknik negeri Lampung berhasil mencetak sebanyak 130 wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari Prodi Budidaya Perkebunan 42 orang, Prodi Perikanan 39 orang, dan Prodi Tanaman Pangan 43 orang. Dalam paparannya, Direktur Polinela mengaku sangat berterimakasih atas kehadiran Gubernur Sumsel. "Beliau merupakan satu-satunya gubernur yang ada di seluruh Indonesia, yang pernah menghadiri acara wisuda politeknik negeri lampung ini," tuturnya. Wisuda Polinela itu juga dihadiri Bupati Banyuasin. Dalam sambutan Bupati Banyuasin Askolani mengucapkan terimakasih kepada Politeknik Negeri Lampung PDD kabupaten Banyuasin yang telah mencetak pemuda dan pemudi di kabupaten Banyuasin menjadi seorang sarjana diploma ahli madya sesuai bidangnya masing-masing. "Kehadiran Polinela PDD kabupaten Banyuasin ini sejalan dengan program yang telah dirancang pemerintah kabupaten Banyuasin yaitu Banyuasin Cerdas yaitu untuk mencerdaskan masyarakat kabupaten Banyuasin," tuturnya.[rel/rik] MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY
Sumsel
Mawardi Yahya, Sinkronisasi Program Kegiatan OPD Dengan Visi-Misi HDMY
Palembang, sumselprov.go.id- Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Asisten Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan sinkronisasi program kegiatan dengan Visi dan Misi HDMY, Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya. Rapat sinkronisasi program kegiatan perangkat daerah tersebut dipimpin langsung Wakil Gubernur Sumsel, H. Mawardi Yahya di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov. Sumsel, Selasa (16/10/2018). H. Mawardi Yahya sejak awal membuka rapat memberikan banyak arahan secara satu persatu kepada Kepala OPD yang hadir. Menurutnya, visi dan misi Gubernur sebelumnya tentu berbeda dengan visi dan misi HDMY sehingga sinkronisasi program kegiatan perlu dilakukan untuk terwujudnya visi misi HDMY khususnya di tahun anggaran 2019 mendatang. "Hampir 10 tahun ini Gubernur yang lalu memimpin tentu visi misinya berbeda dengan HDMY, makanya hari ini saya ketemu langsung dengan para Kepala OPD," terangnya. Lanjut mantan Bupati Ogan Ilir itu menjelaskan, tantangan berat yang harus dihadapi Pemerintah Provinsi Sumsel saat ini adalah situasi keuangan yang sedang sulit diakibatkan besarnya hutang Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap Pemerintah Kabupaten dan Kota yang jumlahnya hampir 1,3 Triliun Rupiah. "Pertama untuk diketahui, ada tantangan yang berat yakni situasi keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Hutang Pemerintah Provinsi hampir 1,3 Triliun terhadap Kabupaten dan Kota. Untuk itu, efisiensi harus dilakukan," ungkap Mawardi. "Kita akan menuntaskan hutang ini di tahun 2019, kita tidak menyalahkan kepala daerah yang lalu, namun yang terpenting bagaimana kita menyelesaikannya. Dilain pihak semua OPD dituntut untuk bagaimana mewujudkan visi misi HDMY ditengah masyarakat Sumatera Selatan," lanjut Mawardi Yahya. Dalam arahannya Mawardi Yahya juga mengharapkan masing-masing OPD melakukan pengelolaan anggaran dengan baik dan benar. Bahkan, Mawardi Yahya sempat memberikan instruksi tegas diantaranya terkait porsi anggaran yang harus sesuai dengan program kegiatan yang akan dilaksanakan. "Begitu saya dilantik bersama bapak Gubernur, kami langsung beradaptasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), banyak arahan yang kita peroleh disana. Jadi, saya minta tolonglah kalau misalnya hanya beli alat tulis jangan juga sampai sampai milyaran," ujar Mawardi Yahya. Sementara itu, Asisten Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumsel, Edwar Juliartha mengatakan, seluruh OPD dan Biro dalam lingkup Asisten Administrasi dan Umum ada 15 OPD dan 3 Biro diantaranya Sekretariat Dewan, Satuan Pol PP, Dinas Perpustakaan, Dinas Kominfo, Dinas Arsip, Inspektorat, Dinas Dukcapil, BPSDM, BKD, Biro Umum dan Perlengkapan, Balitbang, Biro Organisasi danlainnya. "Keseluruhan OPD dan Biro sudah mendapatkan arahan langsung dari bapak Wakil Gubernur, sebenarnya semua OPD juga sudah siap dengan program kerjanya, kemudian progresnya, isu yang berkembang dan kendala yang dihadapi," terang Edwar. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD
Sumsel
Katalog Elektronik dan e-Purchasing Momentum Pengadaan Transfaran dan Akuntabel
Palembang, Sumselprov.go.id -- Melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Pasal 1 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan Kepala LKPP Nomor 6 Tahun 2016 tentang Katalog Elektronik dan e-Purchasing dilingkungan Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah. Guna melaksanakan hal tersebut pada sistem pembelian langsung secara elektronik barang/jasa pemerintah menggunakan e-Katalog dan e-Purchasing, LKPP perlu memiliki momentum yang baik untuk siap mentransfer ilmu akan arah kebijakan umum katalog elektronik dan e-purchasing. Sehubungan dengan hal ini, LKPP mengadakan Acara Sosialisasi Katalog Elektronik dan e-Purchasing di Kota Palembang. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) yang diwakili Asisten III Pemprov. Sumsel Bidang Administrasi dan Umum Prof. Eduar Julianta membuka sekaligus memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi e-Katalog LKPP dengan tema “ Membangun Ekonomi Pengadaan yang Transfaran dan Akuntabel Menuju Sinergi Untuk Negeri”. Acara berlangsung di Hotel Excelton Palembang, Selasa (16/10/2018). Dalam arahannya Eduar menyampaikan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi dewasa ini telah berdampak pada perubahan-perubahan yang mendasar dengan membawa bangsa ini menuju paradigma baru memasuki era teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK tersebut diarahkan pada ketersediaan jaringan Informasi dan data yang menguhubungkan Instansi Pemerintah dalam rangka optimalisasi pelayanan umum, dimana pelayanan umum yang cepat, professional, transfaran dan lebih mudah, merupakan harapan dari seluruh masyarakat kita. “Pengadaan barang atau jasa pemerintah mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional untuk peningkatan pelayanan public dan perkembangan perekonomian nasional dan daerah. Sehingga diperlukan pengaturan yang memberikan pemenuhan nilai manfaat yang sebesar-besarnya (Value For MoneY) dan kontribusi dalam peningkatan penggunaan produk dalam negeri, peningkatan Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah serta pembangunan berkelanjutan”,jelas Eduar Julianta. Dengan tujuan untuk mendorongpenggunaan Katalog Nasional, Katalog Sektoral, serta Katalog Lokal sebagaimana yang diamanatkan pada Pepres terbaru No. 16 Tahun 2018, ketiganya memiliki peran penting yang berbeda. Salah satunya dimana Katalog Lokal perannya membantu untuk membangkitkan peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada masyarakat daerah, lanjutnya. “Dengan begitu cita-cita pembangunan nasional serta kemandirian ekonomi dapat bergerak dengan baik melalui sektor strategis ekonomi lokal yang ada”, pungkas Asisten III mengakhiri sambutannya. Turut Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel yang diwakili Kepala Bidang TIK dan Persandian Jhon Kennedy, SE, M.Si, Saat Sihombing Selaku Presiden Direktur Pt AstraGraphia XPrins Indonesia (AXI), Kepala Seksi Insert Pasar dan Industri LKPP M Haris SIP, MM, Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Prov. Sumsel Imansyah Wibowo, Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Diskominfo Prov. Sumsel, Terta Riani S.Kom., MT, Kepala Seksi Tata Kelola E-Government, Patricia Yulia Sitinjak, M.Si, Kasi Media Pelayanan Informasi Publik, Azim Baidillah, SH., M.Hum, Perwakilan Dinas/Instansi/Biro/Bagian Prov. Sumsel, Perwakilan Dinas/Instansi Kabupaten/Kota serta Staf pada Bidang E-Gov. Diskominfo Prov.Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY
Sumsel
Sumsel Siap Implementasikan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis
Palembang sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima penyerahan E-Arsip dengan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Graha Bina Praja Prov. Sumsel, Selasa, 16/10. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, dan bertujuan untuk mempengaruhi para Sumber Daya Manusia (SDM) di Lingkungan Pemprov Sumsel melalui penerapan teknologi dan komunikasi, yaitu dengan meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola dokumen secara sistematis. “Arsip merupakan salah satu hal yang penting bagi Pemprov Sumsel sebagai sumber informasi bagi generasi yang akan datang tentang proses pembangunan yang dilakukan di Sumsel, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan berkelanjutan”, ungkapnya. Mawardi menjelaskan bahwa salah satu contoh pemanfaatan arsip adalah dalam penyelenggaraan terkait iven olahraga di Sumsel, seperti Islamic Solidarity Games (ISG), Sea Games, dan Asian Games 2018, yang telah memiliki dokumen berupa informasi mengenai perjuangan untuk mensukseskan iven tersebut kepada para generasi penerus. “Harapan kami agar setiap OPD-OPD dapat menerapkan sistem pengelolaan arsip sehingga dapat membantu untuk menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul di kemudian hari”, katanya. Menambahkan, Kadin Kearsipan nasional Mustari Irawan, mengungkapkan bahwa penyerahan aplikasi SIKD merupakan suatu perwujudan keinginan untuk memberikan kontribusi terhadap program pemerintah tentang pembangunan tata kelola pemerintah dengan sub agenda pembangunan pemerintahan yang mempunyai elektabilitas dan transparasi “Aplikasi ini adalah pendorong agar setiap pemerintah dapat meningkatkan pengelolaan arsip yang cepat, tepat, dan akurat. Dan syarat aplikasi harus didukung oleh empat instrument yang harus berjalan di lingkungan OPD-OPD, sekretariat dan lain-lain”, ucapnya. Beliau menjelaskan empat instrument tersebut yaitu pertama tentang tata naskah dinas yang mengatur naskah agar dapat diarsipkan yang diatur dalam sistem. Yang kedua yaitu tentang fasilitas arsip untuk penyimpanan sehingga dapat memberikan kemudahan dalam penataan dan klasifikasi “Ketiga yaitu jadwal retensi arsip yang dapat menunjukan seberapa lama arsip data disimpan dan keempat yaitu keamaan dan akses arsip, sehingga dapat ditentukan jenis-jenis arsip yang dapat bersifat rahasia maupun umum”, ujarnya. Mustari menyatakan bahwa tidak semua arsip dapat disebarluaskan ke masyarakat, sehingga harus ada sistem yg mengaturnya yaitu salah satunya dengan penerapan SIKD, yang telah dikelola dalam bentuk laporan yang penuh elektabilitas oleh pemerintah. “Kami berharap agar aplikasi ini dapat digunakan sebagai pendekatan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendorong proses transparansi pemerintah ke masyarakat”, pungkasnya. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE/ Editor: TM
Sumsel
Resmikan Rumah Tahfidz, HD Dipuji Soal GERGAJI
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru resmi melaunching rumah Tahfidz Ash-Sholihin, di halaman Aula PSBB MAN 3 Senin (15/10). Di sela acara ini Herman Deru mendapat pujian soal GERGAJI dari Kakanwil Kemenag Sumsel HM.Alfajri. Dikatakan Alfajri, launching Rumah Tahfidz Ash-Sholihin ini bertajuk mewujudkan generasi Sumsel yang cinta Al-Quran dan berakhlakul karimah. Melalui moment ini dia berharap Sumsel mampu segera mewujudkan cita-citanya membumikan Al-Quran. Selain itu, dirinya mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan salah satu upaya dalam melawan narkoba melalui pendekatan diri kepada pemahaman Al-Quran. "Saya mengapresiasi kinerja Gubernur Herman Deru ketika menjabat sebagai Bupati OKU Timur atas berjalannya program GERGAJI (Gerakan Maghrib Mengaji). Kami juga mengharapkan agar Gubernur dapat menerapkan program yang sama seperti Rumah Tahfidz Ash-Sholihin ini di berlakukan pada kurikulum di SMA yang ada di Sumsel," katanya. Pada peresmian rumah Tahfidz Ash-Sholihin, Gubernur Herman Deru mengapresiasi kerja dari pada Kakanwil Kemenag Sumsel dan jajarannya. Menurutnya langkah Kanwil Kemenag melaunching rumah tahfidz dan pusdiklat Alquran ini merupakan suatu inspirasi bagi masyarakat Sumsel terlebih para ustad/ustadzah para guru di Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah. Lanjut Herman Deru, rumah tahfidz Ash-Sholihin ini merupakan wujud yang baik untuk melawan narkoba bagi kaum muda terkhusus pelajar muslim di Sumsel karena dapat membawa anak-anak lebih mendekatkan diri lagi kepada tiang agama dengan mengaji, memahami dan mendalami Al-quran. "Agama harus menjadi tempat pelarian yang utama ketika menghadapi kehidupan di dunia bukan malah lari ke narkoba," ujarnya. Dia juga mengharapkan kepada Perusahan-perusahan yang ada di Sumsel agar memberikan dukungan CSR (Corporate Social Responsibility) dalam hal keagamaan untuk membangun mental spiritual bagi masyarakat Sumatera Selatan terkhusus para pelajar. Terakhir dalam sambutannya Gubernur Sumatera selatan Herman Deru mengatakan akan berusaha untuk membangun rumah Tahfidz sampai ke desa-desa, minimal satu rumah tahfidz satu desa. Dalam kunjungannya Gubernur Sumatera selatan menutup kegiatan dengan meninjau lokasi Rumah Tahfidz Ash-Sholihin di MAN 3 Palembang sambil menyapa hangat dan berfoto bersama para siswa sekolah madrasah aliyah negeri Sumatera Selatan yang hadir pada acara tersebut.[rel/rik] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY