Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Restrorasi Gambut Mendukung Kedaulatan Pangan Berkelanjutan
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel H. Herman Deru (HD) membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pelaksanaan Restorasi Gambut Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018, bertempat di Zuri Hotel Palembang, Senin (29/10/2018). Dalam sambutannya Gubernur Sumsel menyampaikan Semua jajaran Pemerintah Provinsi serta masyarakat Sumsel sangat apresiasi dengan thema yang dipilih untuk kegiatan restorasi gambut di Sumsel yakni “ Restorasi Gambut Mendukung Kedaulatan Pangan Berkelanjutan” Pada Misi ke-1 terdapat Program Kerja untuk Pengembangan Kawasan Komoditas/Sektor Unggulan berbasis Potensi Sumberdaya Lokal. Kita ingin menjadikan Sumsel sebagai Lumbung Pangan Nasional, yang peringatnya sekarang berada pada Provinsi Kelima Penghasil Beras Nasional. Kaitan antara Thema dengan Visi, Penjelasan Visi dan Program tersebut mempunyai benang merah untuk mencapai kemakmuran masyarakat petani di pedesaan melalui peningkatan produktivitas tanaman pangan terutama padi dengan memanfaatkan gambut yang berada dalam Kawasan Fungsi Budidaya. Selanjutnya Herman Deru menyampaikan, seperti diketahui luas kawasan gambut di Sumatera Selatan sekitar 1,4 juta hektar atau lebih kurang 10%dari gambut yang ada di Indonesia yaitu 14,95% “Sejak zaman nenek moyang terutama di Sumsel sangat ketergantungan dengan rawa yang mana identik gambut itu dirawa, sangat ketergantungan dari mulai profesi sebagai nelayan juga profesinya sebagai petani tak lepas dari rawa tapi nyatanya pada saat ini karena kekurangpedulian sehingga banyak masalah yang timbul dari lahan rawa ini”, kata Herman Deru. Jika kegiatan restorasi gambut disertai upaya pemanfaatan lahan untuk produksi padi dengan meperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan, yang juga sekaligus merubah kebiasaan tanam padi dengan Sistem Sonor, tentunya Sumatera Selatan dapat memperbanyak pasokan beras nasional untuk menuju Negara Berkedaulatan Pangan yang Berkelanjutan, posisi Sumatera Selatan dapat meningkat menjadi Provinsi Ketiga Penghasil Beras Nasional “Kita ingin berkontri aktif terhadap lahan gambut. Pemanfaatan dulu dan sekarang itu berbeda, misal kalau dulu mau bikin bangunan mereka buat saja seperti rumah panggung, namun kalau sekarang ditimbun,” cetusnya Menurut Herman Deru rawa yang termasuk dalam katogori lahan gambut ini banyak diminati investor, lantaran harga jualnya murah. Sehingga rawa ini dijadikan lahan bisnis. Saking murahnya menurut HD mungkin ada yang dijual hanya Rp 1 Juta. “Lihat saja di daerah-daerah rawa-rawa itu banyak pemiliknya. Saya harap untuk rawa jangan ada hak milik agar tidak diperjual belikan seenaknya,” tegasnya. HD pun bercerita sekilas terkait Perda Alih Fungsi yang pernah ia buat saat menjabat sebagai OKU Timur. Perda Alih Fungsi yang dia buat yaitu jika menimbun sawah satu hektar maka harus mengganti dengan dua hektar sawah, menurutnya cara ini ampuh diterapkan. Kepada Badan Restorasi Gambut, Ir Nazir Foead, M.Sc memberikan apresiasi dikarenakan Sumsel merupakan salah satu pelopor restorasi gambut dunia bahkan untuk restrorasi gambut tropis mata dunia tertuju pada Indonesia karena tidak ada negara di dunia yang memiliki ambisi target restrorasi gambut setinggi Indonesia menyelesaikan selama 5 tahun. Presiden membentuk badan khusus yang langsung dibawah Kepresidenan yaitu Badan Restorasi Gambut otomatis mata dunia terpandang pada Indonesia, kebijakannya sudah bagus, kelembagaannya juga bagus, perhatian dari Presiden dan semua negara ingin mencontoh bagaimana kordinasi yang dilakukan dari pusat hingga desa dengan baik serta PBB menetapkan Indonesia sebagai negara pemimpin restorasi gambut, jelas Nazir Foead. Sementara Kepala Tim Restorasi Gambut Daerah Sumsel . Najib Asmani menyampaikan laporannya, peserta rakor hari ini berjumlah 200 orang dengan unsur dari BRG, Jajaran KLHK OPD Provinsi Sumatera Selatan dan 7 Kabupaten yang memiliki lahan gambut, TNI, Polri, Masyarakat Desa, Kades, LSM, Pengusaha, Penelita, Perguruan Tinggi, Media dan instansi terkait lainnya. Waktu pelaksanaan mulai dari Pukul 09.00 sampai 16.00 wib dengan pemateri terdiri dari 7 orang Nara Sumber. Tujuan dari Rakor ini adalah untuk: Koordinasi dan sinkronisasi kegiatan restorasi gambut yang dilakukan oleh BRG yang ada di Provinsi Sumatera Selatan; dan Percepatan pelaksanaan kegiatan restorasi gambut TA 2018 di Provinsi Sumatera Selatan. Ini dilatarbelakangi karena untuk pertama kalinya Sumsel melaksanakan kegiatan dengan sumber dana yang berasal dari APBN dalam bentuk Penugasan dari BRG dan Dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian KLHK sehingga di Sumsel, selain dari Dana yang dikelola oleh BRG juga terdapat 3 PPK melalui DLHP, Dinas PU Pengelolaan Sumberdaya Air dan Dinas Kehutanan. Bagi pelaksana TP di ketiga OPD tersebut tentunya harus mempunyai persepsi yang sama bahwa dana tersebut bertujuan untuk kegiatan restorasi, dan juga bagi BRG bahwa perlunya satu perencanaan yang sama dalam satu koodinasi dan sinkronisasi karena dari sisi kewilayahan kegiatan tersebut berada di Provinsi Sumatera Selatan. Terbentuknya Tim Restorasi Gambut Daerah Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 261 Tanggal 7 April 2016 kemudian dilakukan Perubahan dengan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 451 Tanggal 11 Juli 2017 sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut, dimana Provinsi Sumatera Selatan akibat dari kebakaran hutan dan lahan Tahun 2015 bersama 6 provinsi lainnya. Target restorasi gambut di Provinsi Sumatera Selatan sampai Tahun 2020 dengan total 594.231 hektar mencakup 7 Kabupaten yakni OKI, MUBA, Banyuasin, Muaraenim, MURA dan PALI. Kabupaten Ogan Ilir yang sering mengalami kebakaran beleum termasuk. Kabupaten yang menjadi prioritas adalah Kabupaten OKI dengan total 380.391 hektar dan Kabupaten MUBA dengan total luas 96.896 hektar, atau dengan total di dedua kabupaten tersebut mencapai 477.282 hektar. Susbstansi dari restorasi gambut ini adalah untuk mencegah kebakaran dan degradasi hutan dan lahan gambut melalui kegiatan pembasahan gambut, penanaman kembali gambut yang terbakar dengan spesies lokal dan pemberdayaan masyarakat gambut. “Kita berharap pada Tahun 2019 akan dapat direalisakan Model kegiatan yakni: 1) Sumsel sebagai model lumbung daging kerbau rawa nasional di Kabupaten OKI; 2) Model Korporasi Pertanian Padi di OKI dan Banyuasin 3) Memercepat Program Restorasi Gambut,Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), Perhutanan Sosial dan Kemitraan Usaha, dan Penyelesaian Konflik Lahan; 4) Memperluas Pemberdayaan Masyarakat terutama pada 48 Desa Lintas Asap Arah Palembang; 5) Pengembangan Teknologi Pemantau Karhutlah Off Time yang dilakukan oleh POLDA Sumsel termasuk untuk Pemantau Restorasi Gambut yang Real Time,” tutup Najib mengakhiri laporannya. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Badan Badan Restorasi Gambut Bapak Nazir Foead beserta Jajaran BRG, Perwakilan Pangdam II Sriwijaya, Perwakilan Kapolda Sumatera Selatan, Bupati Ogan Ilir, OKI, Banyuasin, Muba, Muara Enim, Danrem 044 GAPO, Danlanud Palembang, Kepala OPD terkait. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Gubernur Sumsel Ajak PT BPR untuk Edukasi Masyarakat Mengenai Perbankan
Palembang sumselprov.go.id- Berkembangnya PT Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) menjadi bukti untuk menampik semua isu pelemahan ekonomi yang terjadi di Sumsel, karena tidak mungkin bank bertumbuh kembang jika ekonomi di daerah tersebut lemah. Begitu yang diungkapkan oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru saat meresmikan kantor pusat PT BPR Berkat Sejati Palembang di Jalan Kapten A. Rivai No. 9 Palembang, Senin (29/10). “Berbagai kajian posibility study yang meliputi berbagai analisa dan hitungan untuk membuka bank ini. Sehingga, pembukaan Bank BPR akan banyak menguntungkan Sumsel, seperti rekruitmen dan pajak yang berdampak pada pembangunan di Palembang maupun Sumsel”, ujarnya. Deru juga mengungkapkan bahwa setiap usaha yang bertumbuh dan berkembang di Sumsel diharapkan dapat memanfaatkan potensi tenaga kerja lokal di berbagai keahlian. “Seiring dengan berjalannya usaha ini, PT BPR diharapkan dapat menjalankan fungsi edukasi kepada masyarakat, terutama pengusaha-pengusaha kecil dengan sistem pengkreditan yang berkesan mudah untuk digunakan”, katanya. Menurutnya, fungsi edukasi akan membentuk insan usaha yang bank minded dengan cara mengajak dan mengajari mereka, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan segala sarana prasarana yang telah Bank sediakan untuk mempermudah transaksi pengembangan usaha masyarakat. “Untuk selanjutnya, PT BPR dan usaha-usaha apapun yang ada di Sumsel diharapkan juga dapat berperan dalam pembangunan dan pengindahan kota, dengan cara turut serta dalam pembangunan ruang publik yang bernilai edukasi dan publikasi”, ungkapnya. Sementara itu, pemegang saham pengendali PT BPR Berkat Sejati, Elysa Dian Thamrin mengungkapkan bahwa pengembangan bank ini merupakan salah satu cara BPR untuk turut serta dalam memperkuat perekonomian di Palembang. “Dengan kompetitif iklim usaha yang ada di Sumsel, kami berusaha agar kami meningkatkan kekuatan kerja yang menjadi industri kreatif untuk memajukan ekonomi sumsel dengan fasilitas-fasilitas yang lengkap seperti ruang rapat dan mobil mercy untuk mengantar ke Bandara bagi nasabah priotitas”, pungkasnya. Turut hadir dalam acara ini Walikota Palembang, Harnojoyo. Setelah pengguntingan pita, Gubernur Sumsel didampingi Walikota Palembang dan Staf PT BPR meninjau fasilias yang PT BPR sediakan. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/ Foto: AD
Sumsel
14 Venue Rusak, Kerugian Capai Rp 20 Miliar
Palembang, Sumselprov.go.id -- Sedikitnya ada 14 venue olahraga di Jakabaring Sport City (JSC) akibat angin kencang, sabtu (27/10) lalu. Setelah dihitung kerugian akibat bencana ini hampir Rp 20 Miliar. Hal tersebut diungkap Gubernur Sumsel H Herman Deru, usai meninjau langsung lokasi kerusakan venue, minggu (28/10). "Banyak juga hampir Rp 20 miliar total kerugiannya. Ini macam-macam ada yang masih dalam tanggungan asuransi, ada juga yang baru besok diserahkan ke pemprov dari salah satu kementerian. Itu tentu tidak menjadi beban APBD. Cuma memang yang bangunan lama ada yang memang sudah tanggungjawab kita akan segera kita atasi sesegera mungkin," ungkapnya. HD menjelaskan dari 14 venue yang rudak tersebut, venue aquatic meruoakan venue yang mengalami kerusaka cukup parah dan membutuhkan dana perbaikan yang lumayan besar. Apalagi venue ini dilengkapi membran khusus di bagian atasnya yang robek akibat angin. "Membran itu saja harganya hampir Rp4 miliar. Tadi kita lihat robek-robek," ungkap HD. Selain Aquatic, venue lain yang membutuhkan perbaikan serius adalah venue atletik dengan dana perbaikan diperkirakan mencapai Rp6 miliar lebih, kemudian venue dayung, bowling dan tennis. Dalam kesempatan itu HD juga menginstruksikan jajarannya untuk segera membenahi venue yang tidak harus mengganti material. Kemudian memprioritaskan venue denfan mekanikal elektrik yang rawan untuk diatasi dulu secara darurat. "Kalau memang ada yang harus menunggu anggaran yang menunggu APBD besok. Tapi yang CSR juga kita undang lagi untyk membangun ini. seperti ditenis tadikan Bukit Asam. itu akan kita undang lagi biar ini bisa diperbaiki segera. Tak hanya meninjau JSC, sebelumnya HD juga sempat mampir ke Stasiun LRT tak jauh dari OPI mall yang bagian dalamnya ikut porak-poranda oleh angin putig beliung. " Untuk masalah itu Kementerian PU dan Perhubungan sudah melapor bahwa mereka akan datang. Kita usahakan secepatnya agat tidak menghambat pelayanan," ujarnya Sementara itu mengenai rumah warga yang ikut menjadi korban angin puting beliung di sekitar Jakabaring menurutnya akan secepatnya ditanggulangi oleh BPBD Sumsel dan Dinsos. "Untuk masalah itu saya sudah instruksikan BPBD dan Dinsos untuk segera turun langsung membantu warga yang terkena musibah," jelasnya. Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi sejumlah staf khusus Gubernur, Direktur operasional PT JSC Bambang Supriyanto, Kepala Dinas PU Perumahan dan Pemukiman Pemprov Sumatera Selatan Basyarudin beseeta rombongan datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Rombongan ini pertama kali meninjau Stasiun LRT OPI mal. Kemudian langsung menuju ke venue tennis, venue dayung, hingga venue bowling untuk memantau kerusakan yang terjadi. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber : Rmol.Sumsel/irm
Sumsel
Satukan Konektivitas Wilayah, Menhub Kunjungi 3 Daerah di Sumsel
Palembang, Sumselprov.go.id -- Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi didampingi langsung Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru melakukan kunjungan kerja ke tiga lokasi di Provinsi Sumsel yakni Kabupaten OKU Timur, Kota Lubuk Linggau dan Kota Palembang dalam rangka sosialisasi 4 tahun kerja Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla serta sekaligus meninjau Landasan Udara Gatot Subroto, Lampung, dan Terminal Udara Silampari, Lubuk Linggau. Menhub mengatakan, lawatannya tersebut dilakukan untuk menyatukan konektivitas antar daerah dengan memastikan fungsi-fungsi transportasi bisa digunakan dengan baik dan bisa memberikan konektivitas yang baik pula untuk melayani masyarakat. Menteri kelahiran Palembang itu menjelafskan, hasil dari kunjungan kerja itu yakni merekomendasikan agar Landasan Udara Gatot Subroto, Lampung bisa digunakan sebagai Bandar Udara Umum untuk menyatukan konektivitas antara Sumsel dan Lampung. Kemudian, menyelesaikan terminal udara Silampari, Lubuk Linggau dan terminal udara Banding Agung, OKU Selatan agar bisa difungsikan lebih efektif. "Kami berusaha agar paling lambat akhir tahun semua itu bisa berfungsi dengan mengikutsertakan pihak swasta," ungkap Menhub diakhir kunjungan kerjanya pada acara sosialisasi 4 tahun kerja Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla, di Griya Agung Palembang, Sabtu (27/10/2018). "Kami juga menilik beberapa hal untuk Lubuk Linggau dan OKU Timur. Sementara, untuk di Palembang kita menginginkan fungsi dari LRT (Light Rail Transit) memang bermanfaat bagi masyarakat," lanjut Budi Karya Sumadi. Menurutnya, Pemerintah sudah menginvestasikan lebih dari 10 Triliun Rupiah untuk LRT di Palembang dan menjadi yang pertama kalinya di Indonesia sebagai suatu contoh angkutan masal. "Untuk meningkatkan efektivitas LRT Palembang beberapa hal yang sudah diputuskan. Pertama dengan menurunkan tarif dari 10.000 Rupiah menjadi 7.000 Rupiah. Kemudian yang kedua memastikan feeder untuk menarik minat penumpang khususnya pada Jalur Jakabaring- Unsri dengan headway yang lebih padat sehingga memungkinkan mahasiswa dari beberapa tempat bisa mencapainya, dan yang ketiga menambah jam operasional LRT semula mulai dari Jam 06.00 sampai Jam 18.00 berubah mulai dari Jam 05.00 sampai jam 21.00," terang Menhub. Sementara itu, Gubenrur Sumsel H. Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Menhub Budi Karya Sumadi yang telah melakukan kunjungan kerja ke tiga daerah di Sumsel sekaligus. Menurutnya, Provinsi Sumsel saat ini menjadi daerah yang semakin diperhitungkan salah satunya karena kemudahan akses transportasi berkat dukungan dari Kementerian Perhubungan. "Hebat nian pak menteri, dari subuh belum istirahat sama sekali. Dari Jakarta ke Lampung, lanjut OKU Timur, Lubuk Linggau dan Palembang. Saya menemani bapak menteri dari pagi tanpa henti. kenapa, karena beliau menteri yang sayang kepada kita masyarakat Sumatera Selatan," ungkap Herman Deru. Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Perhubungan yang telah memberikan bantuan 15 unit Bus kepada Pemerintah Kota Palembang untuk penambah armada Transmusi. "Disini ada bapak Walikota, saya minta Bus itu dirawat supaya nanti ditambah lagi, saya yakin kalau kita bisa merawat pasti akan ditambah lagi oleh pak Menteri, ujar Herman Deru. Dipenghujung acara sosialisasi 4 tahun kerja Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Griya Agung, Menhub Budi Karya Sumadi juga sempat memberikan tantangan berhadiah handphone kepada 5 orang hadirin untuk berpidato mengenai hari Sumpah Pemuda. Nampak hadir pada acara sosialisasi itu, Wali Kota Palembang Harnojoyo, Bupati Banyuasin Askolani Jasi, Sekda Provinsi Sumsel, H. Nasrun Umar serta para Asisten dan Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Hadir juga para tokoh agama, dan sejumlah tokoh transportasi Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Editor CleY
Sumsel
Menhub Budi : Kepala Daerah Harus Semangat Membangun
Martapura, Sumselprov.go.id -- Dalam kunjungan kerjanya ke Martapura, Oku Timur, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menyampaikan keberhasilan yang telah dicapai empat tahun pemerintahan Jokowi - JK, seperti pemerataan dan kesamaan harga bbm dan semen antara wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Indonesia yang berhasil masuk dalam negara kelompok G20, pun prestasi Indonesia pada hajatan Asian Games 2018, yang tidak saja sukses prestasi dengan berhasil menduduki peringkat empat, juga sukses dalam pelaksanaan. Pembangunan infrastruktur di laut pun digeber, dengan telah dibangunnya 65 pelabuhan, pembangunan tol laut dengan ketersediaan kapal-kapal bersubsidi yang menyalurkan kebutuhan logistik bagi rakyat Indonesia. Sementara untuk perhubungan udara telah dibangun sepuluh bandara, dengan jumlah total 409 bandara di seluruh Indonesia, termasuk Lanudad Gatot Subroto Waytuba. Pembangunan jalan tol trans Sumatera, yang menghubungkan provinsi Aceh hingga Lampung pun, akan diwujudkan oleh pemerintah pusat. "fokus dan konsentrasi pemerintah pusat adalah daerah pelosok dan pedesaan. Membangun dimulai dari desa", ujarnya. Untuk mendukung pemerataan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, MenHub Budi meminta agar kepala daerah memiliki semangat untuk membangun, sehingga daerah yang dipimpinnya dapat bergerak maju, pun untuk wilayah Oku Raya. Tak lupa, Menhub Budi berpesan untuk bandara yang telah dibangun nantinya dimanfaatkan sebaik mungkin dan tidak disia-siakan. Selain memaparkan dan menyampaikan keberhasilan program kerja empat tahun pemerintahan Jokowi - JK, MenHub Budi juga membagi-bagikan helm kepada sepuluh orang perwakilan masyarakat Martapura, sekaligus menitipkan pesan untuk selalu menggunakan helm saat berkendara dan mengurangi kecepatan, serta mengutamakan keselamatan berkendara. Menurutnya, hal tersebut dapat mengurangi resiko dan menurunkan angka lakalantas Sementara Gubernur Herman Deru berjanji akan memfokuskan pembangunan di wilayah Oku Raya tanpa mengabaikan pembangunan di wilayah lainnya di Sumsel, guna mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Sementara, tanpa membuang kesempatan baik selagi berhadapan langsung dengan Gubernur Herman Deru dan MenHub Budi Karya, Bupati Oku Timur Cholid Mawardi menyampaikan permintaan Khushi kepada Mentoring Perhubungan untuk membangun infrastruktur di wilayahnya berupa fly over, hal ini disebabkan jalan lintas tengah yang telah eksisting memotong jalur rel kereta api di wilayah Sungai Dua dan mengakibatkan kerap terjadi lakalantas. Selain itu, Bupati Cholid Mawardi juga meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk dapat membangun rel kereta api yang menghubungkan Martapura - Palembang. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber : Rmol.Sumsel/irm
Sumsel
Gubernur Sumsel : Lanudad Gatot Subroto Buka Akses Oku Raya
Martapura, Sumselprov.go.id -- Landasan udara Gatot Subroto Waytuba - Lampung milik TNI AD, segera dioperasionalkan untuk mendukung konektivitas wilayah antara provinsi Sumatera Selatan dengan provinsi Lampung. Landasan tersebut akan difungsikan sebagai landasan udara saja. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerjanya di Martapura, Kabupaten Oku Timur, Sabtu pagi (27/10/2018) "Lanud Gatot Subroto segera dioperasionalkan dalam waktu dekat. Desember segera akan kita buka. Dibukanya Lanud ini untuk menghubungkan beberapa wilayah di Sumsel dan Lampung", jelas RI 36. Sebelum dioperasionalkan, sarana prasarana pendukung akan disiapkan terlebih dahulu, seperti terdapatnya ruang tunggu dan areal penjemputan bagi penumpang. Dibukanya Lanud Gatot Subroto ini sendiri sebagai perwujudan dan cita-cita dari program Nawacita Presiden Joko Widodo untuk membuka konektivitas dan menghubungkan seluruh wilayah Indonesia, baik di darat, laut, dan udara. Orang nomor satu di Kementerian Perhubungan ini menambahkan, "Ada lima kabupaten dengan rata-rata tiga juta penduduk yang tidak memiliki konektivitas. Untuk itu pemerintah pusat berupaya melaksanakan pembangunan infrastruktur ke seluruh wilayah Indonesia", katanya. Pembangunan infrastruktur akan terus dilaksanakan secara merata, termasuk pembangunan infrastruktur di Sumsel karena Sumsel termasuk provinsi unggulan. Pemerataan pembangunan infrastruktur tersebut untuk mengikis pemikiran Jawa sentris yang selama ini selalu terpusat di wilayah Jawa sebagai pusat pemerintahan dan wilayah yang dekat dengan kekuasaan. Kini pembangunan infrastruktur menjadi Indonesia sentris. Dalam kunjungan kerjanya ke Martapura, Oku Timur, Budi Karya Sumadi juga menyampaikan keberhasilan yang telah dicapai empat tahun pemerintahan Jokowi - JK, seperti pemerataan dan kesamaan harga bbm dan semen antara wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Indonesia yang berhasil masuk dalam negara kelompok G20, pun prestasi Indonesia pada hajatan Asian Games 2018, yang tidak saja sukses prestasi dengan berhasil menduduki peringkat empat, juga sukses dalam pelaksanaan. Pembangunan infrastruktur di laut pun digeber, dengan telah dibangunnya 65 pelabuhan, pembangunan tol laut dengan ketersediaan kapal-kapal bersubsidi yang menyalurkan kebutuhan logistik bagi rakyat Indonesia. Sementara untuk perhubungan udara telah dibangun sepuluh bandara, dengan jumlah total 409 bandara di seluruh Indonesia, termasuk Lanudad Gatot Subroto Waytuba. Pembangunan jalan tol trans Sumatera, yang menghubungkan provinsi Aceh hingga Lampung pun, akan diwujudkan oleh pemerintah pusat. Budi Karya Sumadi mengatakan, "fokus dan konsentrasi pemerintah pusat adalah daerah pelosok dan pedesaan. Membangun dimulai dari desa", ujarnya. Untuk mendukung pemerataan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, MenHub Budi meminta agar kepala daerah memiliki semangat untuk membangun, sehingga daerah yang dipimpinnya dapat bergerak maju, pun untuk wilayah Oku Raya. Tak lupa, MenHub Budi berpesan untuk bandara yang telah dibangun nantinya dimanfaatkan sebaik mungkin dan tidak disia-siakan. Selain memaparkan dan menyampaikan keberhasilan program kerja empat tahun pemerintahan Jokowi - JK, MenHub Budi juga membagi-bagikan helm kepada sepuluh orang perwakilan masyarakat Martapura, sekaligus menitipkan pesan untuk selalu menggunakan helm saat berkendara dan mengurangi kecepatan, serta mengutamakan keselamatan berkendara. Menurutnya, hal tersebut dapat mengurangi resiko dan menurunkan angka lakalantas. Sementara Gubernur Herman Deru menyatakan, "Presiden Jokowi tidak salah pilih mencurahkan perhatiannya dalam hal pembangunan infrastruktur di wilayah Oku Raya (Kabupaten Oku Timur, Oku Induk, Oku Selatan), yaitu dengan dioperasionalknannya Lanud Gatot Subroto sebelum tahun 2018 berakhir",ungkapnya. Menurut mantan Bupati Oku Timur dua periode itu, dirinya telah sejak lama berupaya agar Lanud Gatot Subroto dapat dioperasionalkan. "Sejak tahun 2006, saya telah berusaha dan meminta kepada pemerintah pusat, untuk membuka Lanud Gatot Subroto. Jika Lanud tersebut dibuka akan memudahkan akses bagi wilayah di sekitarnya", kata orang nomor satu di Sumsel ini. Dirinya merasa terharu, dengan akan segera dioperasionalknannya Lanud Gatot Subroto atas bantuan pemerintah pusat. Ditambahkannya meskipun secara teritorial Lanud tersebut berada di Way Kanan provinsi Lampung, akan dapat membuka akses delapan wilayah di daerah tersebut, juga membuka peluang dan memberikan kemudahan bagi pejabat pusat untuk berkunjung ke wilayah Oku Raya. Dijelaskan Herman Deru, selama ini pemerintah pusat seringkali enggan berkunjung ke wilayah Oku Raya, karena keterbatasan akses tidak adanya landasan udara dan kondisi jalan yang buruk. Gubernur Herman Deru berjanji akan memfokuskan pembangunan di wilayah Oku Raya tanpa mengabaikan pembangunan di wilayah lainnya di Sumsel, guna mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Sementara, tanpa membuang kesempatan baik selagi berhadapan langsung dengan Gubernur Herman Deru dan MenHub Budi Karya, Bupati Oku Timur Cholid Mawardi menyampaikan permintaan Khushi kepada Mentoring Perhubungan untuk membangun infrastruktur di wilayahnya berupa fly over, hal ini disebabkan jalan lintas tengah yang telah eksisting memotong jalur rel kereta api di wilayah Sungai Dua dan mengakibatkan kerap terjadi lakalantas. Selain itu, Bupati Cholid Mawardi juga meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk dapat membangun rel kereta api yang menghubungkan Martapura - Palembang. Menanggapi permintaan Bupati Cholid Mawardi, MenHub Budi Karya Sumadi berkomitmen untuk segera merealisasikannya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Menristekdikti : Apresiasi Satgas Karhutla BPBD Prov.Sumsel
Palembang, Sumselprov.go.id – Sebagai dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca di Indonesia baik untuk manajemen sumber daya air, mitigasi bencana hidrometereologi dan pengamanan acara-acara kenegaraan, Menteri Riset Teknologi dan Pendiidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., AK melakukan kunjungan kerja Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk penanggulangan siaga darurat bencana asap akibat karhutla di Posko Satgas Karhutla BPBD Prov.Sumsel, Jalan Arah Bandara SMB II, Sabtu (27/10/2018). Dalam sambutannya Menristekdikti RI , Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., AK menyampaikan kedepan sesuai dengan nawa cita Presiden Joko Widodo yang ingin mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik terutama sektor pertanian yang dititikberatkan pada upaya mewujudkan kedautan pangan maka Kemenristekdikti juga berharap TMC dapat diterapkan untuk mendukung nawa cita tersebut. Kemenristekdikti mendukung jika TMC ini dapat diterapkan di sektor pertanian seperti awal mula diterapkannya TMC di Indonesia yang ingin meniru pemanfaatan TMC di Negara Thailand. “TMC ini dapat diterapkan sebagai salah satu solusi untuk mewujudkan kedaulatan pangan dengan upaya menambah curah hujan untuk menyuplai pasokan air irigasi pada 10 provinsi teratas penghasil beras di Indonesia guna meningkatkan hasil produksi beras nasional”, kata Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., AK. Kebakaran hutan bisa disebabkan oleh faktor alam dan juga akibat ulah manusia untuk itu kita harus mengedukasi masyarakat agar tidak membakar hutan dalam membuka lahan lanjut Prof. H. Mohamad Nasir. Menristekdikti juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPBD Prov.Sumsel atas kerjasamanya dalam penanggulangan bencana asap akibat karhutla yang terjadi di Sumsel. “Saya sangat berterima kasih atas kerjasama dengan BPBD Sumsel dan kita harus terus bekerjasama untuk pemanfaatan TMC secara baik sehingga selain dapat menanggulangi bencana asap tetapi juga dapat meningkatkan produksi pertanian,” pungkas Prof. H.Mohamad Nasir. Sementara Plh. Kepala BPPT Prof. Winfi Agung Nugroho menjelaskan setiap tahun TMC selalu diupayakan dalam hal mitigasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah lahan gambut di Indonesia khususnya di Sumatera Selatan. “TMC telah memberi dampak positif yang dirasakan seperti jarak pandang / visibilty yang baik sehingga kegiatan penerbangan tidak terganggu dan kondisi udara yang sehat karena tidak adanya asap yang dapat mengganggu pernapasan”, ujarnya Menambahkan Plh. Kepala BPPT Kegiatan TMC di Sumatera Selatan pada tahun 2018 ini telah dilaksanakan sejak 16 Mei 2018 hingga sekarang dan sudah menghasilkan air hujan sekitar 693 juta m3 yang telah memadamkan titik api dan membasahi lahan gambut untuk mencegah timbulnya titik api yang dapat menimbulkan bencana kebakaran hutan dan lahan. Selain di Sumatera Selatan, BPPT juga sebelumnya membuka Posko yang sama di Pontianak Kalimantan Barat. Kegiatan di Kalimantan Barat berlangsung dari tanggal 19 Agustus – 9 Oktober 2018 dan sudah menghasilkan air hujan sebanyak 472 juta m3. Kegiatan di Kalimantan Barat selanjutnya dihentikan karena kondisi curah hujan yang sudah cukup tinggi di daerah tersebut dan dirasa sudah aman dari gangguan asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Saat ini, Teknologi Modifikasi Cuaca selain diaplikasikan dan dimanfaatkan untuk mitigasi bencana hidrometeorologi seperti kekeringan, banjir dan bencana kabut asap akibat karhutla, Teknologi Modifikasi Cuaca juga sudah dipercaya dalam pengamanan proyek strategis nasional dan kegiatan penting kenegaraan yang bersifat nasional dan internasional baik untuk mengurangi gangguan kabut asap maupun menjaga agar lokasi kegiatan tidak terkendala oleh cuaca ekstrem seperti (1) Sea Games pada tahun 2011 di Provinsi Sumatera Selatan dalam pengamanan mengurangi curah hujan; (2) Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau pada Tahun 2013 yang terganggu kabut asap maupun curah hujan di areal lapangan olahraga; (3) Islamic Solidarity Games di Sumatera Selatan Tahun 2013; (4) Redistribusi curah hujan di wilayah DKI pada tahun 2013 dan 2014; (5) Pengurangan curah hujan di area proyek Pembangunan Jalan Tol Samarinda-Balikpapan Tahun 2018; (6) Kegiatan Asian Games 2018 di Jakrta dan Palembang; (7) Acara Annual Meeting IMF-World Bank di Bali serta kegiatan kenegaraan lainnya seperti peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara, terang Prof. Winfi Agung Nugroho. Hadir dalam acara kunker ini Dirjen Risbang, Deputi TPSA, PLH Kepala BPPT, Rektor Unsri, Polda Sumsel, Dansatgas Karhutla Korem 044 Gapo, Danlanud SMH Palembang, Kalaksa BPBD Sumsel, Dinas Kominfo Prov.Sumsel, BMKG, PT. Angkasa Pura II, Airnav Angkasa Pura II, Kabid, Kasi, Staf BPBD Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto : Arif BPBD Sumsel
Sumsel
Lepas Pesparani Ke Ambon, Mawardi: Selamat Berlaga
Palembang, Sumselprov.go.id -- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Provinsi Sumsel untuk berlaga pada kegiatan Pesparani Nasional I di Kota Ambon, Provinsi Maluku. (26/10/2018) Bertempat di Graha Bina Praja, Acara ini juga dihadiri oleh Uskup Agung Sumsel Monsinyur Aloysius Sudarso, SCJ, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Prov. Sumsel Hendro Setiawan. Pesparani nasional yang pertama kali diadakan ini nantinya akan digelar pada tanggal 26 Oktober hingga 3 November 2018 mendatang. Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menuturkan kegiatan Pesparani merupakan program yang diharapkan dapat menjadi pengembangan Paduan Suara di kalangan generasi muda. Menurutnya kegiatan tersebut merupakan ajang lomba paduan suara yang juga dapat meningkatkan kebersamaan, persatuan, pemahaman penghayatan dan wadah pembinaan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan. "Pemerintah Provinsi Sumsel mengucapakan selamat untuk berlaga di kota Ambon, semoga berhasil. Mari kita pelihara perdamaian, perbedaan untuk membangun Sumsel," tuturnya Dikatakannya pula, Provinsi Sumsel merupakan salah satu provinsi yang sangat menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apalagi dalam kerukunan antar umat beragama maupun kerukunan etnis, dimana Provinsi Sumsel sendiri memiliki banyak berbagai suku. "Bicara mengenai Provinsi Sumsel tentunya banyak latar belakang budaya dan keyakinan. Alhamdulillah Sumsel menjunjung tinggi NKRI," Ungkapnya Diakhir kata sambutannya Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya memberikan apresiasi untuk Kontingen Pesparani Provinsi Sumsel berupa uang sebesar 20 juta Rupiah. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber : Rmol.sumsel
Sumsel
Gelar Rapat Evaluasi, Pileg dan Pilpres 2019 Diharapkan Lebih Sukses
Jakarta, sumselprov.go.id- Rapat Konsolidasi Pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2018 dalam rangka mendukung kesiapan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dilaksanakan untuk mengingatkan dan mengarahkan jajaran Biro Pemerintahan agar meningkatkan performa kinerjanya dengan baik. Begitu yang diungkapkan oleh Dirjen Otonomi Daerah, Drs. Soni Soemarsono, MDN saat membuka kegiatan ini di Hotel Ibis Style Sunter Jakarta Utara, 25/10. "Biro Pemerintahan harus menerapkan pola jemput bola pada setiap permasalahan yang terjadi. Kesbangpol harus mampu mendeteksi lebih awal isu-isu politik SARA yang berkembang di masyarakat, selain itu juga dibutuhkan kerja sama yang baik antara Bawaslu dan Forkompinda, agar Desk Pileg dan Pilpres dapat dijalankan dengan baik”, ujar Soemarsono. Kegiatan ini dihadiri oleh Badan Kesbangpol, Biro Pemerintahan daan Otda, serta Dinas Kominfo dari 34 Provinsi se-Indonesia, dan dilaksanakan selama tiga hari 25-27 Oktober 2018. Soemarsono juga menyatakan bahwa kominfo memiliki peranan yang penting dalam pembangunan sarana komunikasi di daerah. Dan Video Conference diharapkan dapat terus terpasang online, agar tercipta komunikasi yang baik dan lancar antara Pusat dan Daerah. “Kominfo harus memastikan memiliki peralatan yang baik yang mendukung pelaksanaan komunikasi yang baik antar daerah, selain itu tolong dibangun komunikasi dengan KPID dan KI di daerah”, ucapnya. Sementara itu, ketua panitia, Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Drs. Andi Bataralifu, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kesiapan jajaran Pemerintahan daerah untuk Pileg dan Pipres setelah melakukan evaluasi pilkada serentak 2018. “Materi dalam kegiatan ini membahas PP No. 32 Tahun 2018 dan PKPU 23 Tahun 2018 tentang pengaturan Cuti Kampanye, Optimalisasi simpoldagri dalam mendukung kebijakan politik dalam negeri”, ungkap Andi. Melanjutkan penjelasannya, Andi mengatakan bahwa kegiatan ini juga membahas mengenai strategi dalam membangun Sinergi antara pemerintah dengan penyedia data. “Masyarakat sebagai pengguna data harus mampu mendukung kehidupan demokrasi yang sehat dan bermartabat”, ujarnya. Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Kementerian Dalam Negeri RI, dan turut hadir pada acara tersebut dari Pemprov Sumsel, Plt. Karo Pemerintahan dan Otda Darul Effendi, S.E., M.Si, Plt. Kesbangpol Provinsi Sumsel, Fitriana, S.Sos, M.Si, Kabid Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Amrullah , S.STP, M.Si., Kasubag Penataan Daerah dan Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Otda, Zaldan Indoman, S.E., M.Si. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE/ AM