Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Basarnas Harus Lebih Intensif Tanggulangi Bencana
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel, H Herman Deru menekankan agar Basarnas lebih intensif dalam mengupayakan tindakan preventif atau pencegahan terhadap setiap bencana. Terkait dengan peristiwa Karhutla, Gubernur Sumsel Herman Deru berharap agar pihak Basarnas lebih jauh lagi dalam keterlibatan baik penanggulangan telebih dalam pencegahan. Sebelumnya HD mengatakan bahwa masalah utama di Sumsel hanyalah karhutla. "Alhamdullah di Sumsel ini tidak ada tragedi yang terlalu mencuat, hanya penyakit kito nih kebakaran hutan"ujarnya. Terkait pencegahan, Berty Kowaas selaku Kepala Basarnas Sumsel mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan beberapa program pencegahan, salah satunya adalah "SAR GOES TO SCHOOL" . "Untuk pencegahan, sebenarnya kami pak Gubernur, kami sudah ada program preventif yaitu "SAR GOES TO SCHOOL", mulai dari SD, SMP, dan SMA untuk memberikan materi atau mengedukasi siswa bagaimana apabila terjadi suatu gempa"terangnya. Tak hanya itu, HD juga berkeinginan agar terjalinnya kerja sama antara pihak Pemprov Sumsel dan Basarnas Sumsel untuk memberikan pelatihan kepada siswa, perwakilan pegawai yang ada di Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan, termasuk aparat SATPOL-PP, terkait upaya pencegahan bencana. "Terkait upaya pencegahan, nanti saya koneksikan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, agar siswa dan perwakilan pegawai di Kabupaten/Kota, kalau bisa POL-PP juga, agar di latihkan oleh SAR"ujarnya. [irm] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
HD Ajak Warga Cegah Karhutla
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri penutupan Posko Satuan Tugas kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) Provinsi Sumsel, sekaligus ramah tamah dengan unsur posko satgas Karhutla di Hotel Santika Premiere Bandara. Acara ini juga dihadiri oleh Deputi Penanganan Darurat BNPB Yolak Dalimunte, Kapolda Sumsel Irjen. Pol Zulkarnain Adinegara, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syahrial. PSC. M. Tr (HAN), Danrem 044/GAPO Kol. Inf. Iman Budiman, S.E. Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengaku bangga pada institusi ini, mengingat satuan tugas (satgas) yang telah dibentuk ini terlihat jelas keberhasilannya. Menurutnya, satgas karhutla merupakan pekerjaan besar, butuh biaya besar, konsenstrasi yang besar serta butuh pembinaan yang besar. "Ucapan terimakasih bahwa telah berjuang membuat nama baik Sumsel ini dikagumi, membuat nama Sumsel lekat di lidah atas suksesnya satgas ini. Saya akan berupaya mengajak kita semua berikut masyarakat Sumsel untuk lebih baik mencegah daripada harus memadamkan," ucapnya "Saya minta juga semua OPD kita lebih preventif mencegah. Mencegah ini juga bukan sedia payung sebelum hujan. Tapi lebih ke mencegah mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dan memanfaatkan lahan dengan membakar," tuturnya Ia juga berharap, Kepala Pelaksana BPBD satgas ini jangan berhenti, dimana kedepan akan dibentuk satgas pencegahan. "Gambut rata- rata yang selalu berulang karhutla nya adalah gambut yang tidak produktif. Maka jika ada perwakilan yang memiliki lahan gambut, Saya mengajak untuk bersedia dikelola menambah luas tanaman pangan," tuturnya Kedepan, ia berharap masyarakat Sumsel merubah mindset daripada harus memadamkan, lebih baik mencegah. Mengingat biaya yang dikeluarkan sangat luar biasa. "Saya dengar dari BNPB saja biayanya hampir satu triliun digunakan untuk kerja selama delapan bulan, itu kan sayang uangnya mending kita berikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah ini. Pencegahan ini seperti membuka lahan tidak harus membakar apalagi sudah ada eskavator yang telah diberikan oleh pemerintah pusat," katanya Sementara dalam laporannya Kepala Pelaksana Satgas Karhutla H. Iriansyah, S. Sos, M. Kes mengatakan, Sumsel merupakan Provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi Tahun 2015 sangat mengganggu dan mengancam hidup dan kehidupan manusia. Mulai dari gangguan kesehatan seperti gangguan pernafasan, iritasi mata, gangguan transportasi darat, laut dan udara juga telah mengancam flora dan fauna serta gangguan ekonomi dan gangguan hubungan bilateral. Kemudian jarak pandang di Bandara SMB II juga relatif baik rata- rata diatas 10 KM, angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) juga dengan nilai rata rata di bawah angka 50 (baik) sedangkan angka penderita ISPA juga tidak ada peningkatan yang signifikan. "Kondisi terakhir setelah Status Siaga Darurat Ini Cuaca di Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang sudah relatif cukup baik, dengan mulai turun hujan pada beberapa wilayah Provinsi Sumatera Selatan, masih ada beberapa daerah yang belum terkena hujan (hujan belum merata)," pungkasnya. [irm] MC Diskominfo Prov.Sumsel/Cley
Sumsel
Erika dan Ramadhan Wakil Sumsel di Ajang Bintang Radio Nasional
Palembang, sumselprov.go.id- Dua pemuda asli Sumatera Selatan Erika dan Ramadhan akan mewakili Sumsel pada ajang pemilihan Bintang Radio Tingkat Nasional yang diselenggarakan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) pusat pada tanggal 5 sampai 11 November mendatang di Kantor Pusat RRI Jakarta. Erika dan Ramadhan didampingi Kepala LPP RRI Palembang, Chrisma Riny sudah bertemu Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya untuk meminta restu dan dukungan berangkat ke Jakarta mengikuti kompetisi tahunan RRI itu. Erika dan Ramadhan diterima langsung Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di ruang kerjanya, Jum'at (02/11/2018). Hadir di audiensi itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumsel, Jon Kenedy, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn, dan Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sumsel, Iwan Gunawan. Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya kepada RRI Palembang yang sudah melakukan seleksi dan mengirimkan perwakilan Sumsel pada lomba Bintang Radio tingkat nasional di Jakarta. "Saya mengapresiasi walaupun belum ada dorongan dari Pemda tetapi RRI sudah memiliki inisiatif untuk ini," ungkap Mawardi Yahya. Lanjut dia mengatakan, pada prinsipnya pemerintah Provinsi Sumsel akan mendukung penuh dan menfasilitasi melalui Dinas Kominfo dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel. "Dinas Kominfo dan Dinas Pariwisata saya minta untuk menfasilitasi ini. Erika dan Ramadhan jangan pikirkan yang lain-lain, fokus saja dan semangat, ini kesempatan baik untuk menunjukan kemampuan kalian mengharumkan nama Sumatera Selatan," ujar Wagub Mawardi Yahya. Sementara itu, Kepala LPP RRI Palembang Chrisma Riny menjelaskan, pemilihan Bintang Radio tingkat nasional merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan LPP RRI pusat. "Erika dan Ramadhan ini mewakili Sumsel untuk mengikuti seleksi bintang radio tingkat nasional di Jakarta tanggal 5 sampai 11 November nanti yang diadakan kantor pusar RRI Jakarta. Ini ajang tiap tahun yang dilaksanakan RRI," ungkapnya. Lanjut Chrisma Riny, sebelum ditetapkan sebagai wakil Sumsel yang akan berkompetisi di Jakarta, Erika dan Ramadhan telah melalui serangkaian tahapan seleksi yang diadakan RRI Palembang September lalu. "Mereka sudah terseleksi disini melalui kompetisi seleksi di RRI Palembang dan mereka berdua ini adalah orang yang akan mewakili Sumsel membawa suara mereka di Jakarta nanti," pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD / FS / TM
Sumsel
Hindari Besarnya Biaya Pemadaman, HD Ajak Warga Cegah Karhutla
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumse) H. Herman Deru menghadiri penutupan Posko Satuan Tugas kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) Provinsi Sumsel, sekaligus ramah tamah dengan unsur posko satgas Karhutla di Hotel Santika Premiere Bandara, Kamis (01/11). Acara ini juga dihadiri oleh Deputi Penanganan Darurat BNPB Yolak Dalimunte, Kapolda Sumsel Irjen. Pol Zulkarnain Adinegara, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syahrial. PSC. M. Tr (HAN), Danrem 044/GAPO Kol. Inf. Iman Budiman, S.E. Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengaku bangga pada institusi ini, mengingat satuan tugas (satgas) yang telah dibentuk ini terlihat jelas keberhasilannya. Menurutnya, satgas karhutla merupakan pekerjaan besar, butuh biaya besar, konsenstrasi yang besar serta butuh pembinaan yang besar. "Ucapan terimakasih bahwa telah berjuang membuat nama baik Sumsel ini dikagumi, membuat nama Sumsel lekat di lidah atas suksesnya satgas ini. Saya akan berupaya mengajak kita semua berikut masyarakat Sumsel untuk lebih baik mencegah daripada harus memadamkan," ucapnya "Saya minta juga semua OPD kita lebih preventif mencegah. Mencegah ini juga bukan sedia payung sebelum hujan. Tapi lebih ke mencegah mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dan memanfaatkan lahan dengan membakar," tuturnya Ia juga berharap, Kepala Pelaksana BPBD satgas ini jangan berhenti, dimana kedepan akan dibentuk satgas pencegahan. "Gambut rata- rata yang selalu berulang karhutla nya adalah gambut yang tidak produktif. Maka jika ada perwakilan yang memiliki lahan gambut, Saya mengajak untuk bersedia dikelola menambah luas tanaman pangan," tuturnya Kedepan, ia berharap masyarakat Sumsel merubah mindset daripada harus memadamkan, lebih baik mencegah. Mengingat biaya yang dikeluarkan sangat luar biasa. "Saya dengar dari BNPB saja biayanya hampir satu triliun digunakan untuk kerja selama delapan bulan, itu kan sayang uangnya mending kita berikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah ini. Pencegahan ini seperti membuka lahan tidak harus membakar apalagi sudah ada eskavator yang telah diberikan oleh pemerintah pusat," katanya Sementara dalam laporannya Kepala Pelaksana Satgas Karhutla H. Iriansyah, S. Sos, M. Kes mengatakan, Sumsel merupakan Provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi Tahun 2015 sangat mengganggu dan mengancam hidup dan kehidupan manusia. Mulai dari gangguan kesehatan seperti gangguan pernafasan, iritasi mata, gangguan transportasi darat, laut dan udara juga telah mengancam flora dan fauna serta gangguan ekonomi dan gangguan hubungan bilateral. Kemudian jarak pandang di Bandara SMB II juga relatif baik rata- rata diatas 10 KM, angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) juga dengan nilai rata rata di bawah angka 50 (baik) sedangkan angka penderita ISPA juga tidak ada peningkatan yang signifikan. "Kondisi terakhir setelah Status Siaga Darurat Ini Cuaca di Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang sudah relatif cukup baik, dengan mulai turun hujan pada beberapa wilayah Provinsi Sumatera Selatan, masih ada beberapa daerah yang belum terkena hujan (hujan belum merata)," pungkasnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Pemprov Sumsel Implementasikan Program Satu Lembaga Satu Inovasi
Palembang sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama dengan GIZ Transformasi menyelenggarakan Training of Facilitator (TOF) dalam rangka penulisan dokumentasi dan proposal inovasi pelayanan publik bagi aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan di Hotel Santika Jalan Radial Palembang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan aparatur untuk menjadi inovator dalam penulisan dan pendokumentasian inovasi pelayanan publik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program one agency one innovation yang telah dicanangkan secara Nasional oleh KEMENPANRB RI, sesuai amanat PERMENPANRB RI No. 30 Tahun 2014 tentang pedoman inovasi pelayanan publik, begitu yang diungkapkan oleh Kepala Biro Organisasi Setda Sumsel, Abdul Hamid saat membuka kegiatan ini (31/10). “Dalam rangka percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik perlu dilakukan pembangunan dan pengembangan inovasi pelayanan publik pada Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah melalui kompetisi inovasi, sistem informasi inovasi, sistem informasi inovasi, pemanfaatan dan pengembangan jaringan informasi, peningkatan kapasitas, dan pemantauan berkelanjutan”, ujarnya. Hamid juga mengungkapkan bahwa ditingkat nasional, tiga inovasinya dari Provinsi Sumsel telah berhasil masuk dalam Top 99 yaitu inovasi PEK IKAN BELINDA Rumah Sakit Mata Provinsi Sumsel, Rumah UMKM Gerbang Serasan BAPPEDA Kabupaten Muara Enim dan silaKan Deh BPKAD Kabupaten Muara Enim. Tanggal 19 September 2018, Menteri PANRB RI menyerahkan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang masuk Top 99 dan innovator yang telah mengikuti UNPSA Award tahun 2017 pada acara malam penganugerahan Penghargaan Top 99 Pelayanan Publik Tahun 2019 di Hotel Shangri La Surabaya. “Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan pengembangan inovasi pelayanan publik, Biro Organisasi juga telah mengembangkan Website jaringan inovasi pelayanan publik, klinik konsultasi inovasi pelayanan publik dan menyusun kebijakan one agency one innovation di Provinsi Sumsel”, katanya. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 tiga hari yaitu dari tanggal 31 Oktober 2018 sampai 2 November 2018, dengan narasumber fasilitator pengalaman dalam bidang dokumentasi dan proposal inovasi pelayanan publik. Sementara itu, GIZ Transformasi Provincial Advisor, Kurniawan, dalam penyampaian materi di hari kedua (1/11) menjelaskan mengenai teknis-teknis yang harus dilakukan oleh seorang fasilitator diantaranya yaitu interaksi, komunikasi, dan diskusi yang baik antara innovator dan fasilitator, sehingga diharapkan para peserta dapat menjadi fasilitator yang akan diteruskan ke para innovator di Kbaupaten/Kota di Sumatera Selatan. “Teknik-teknik penting dalam penyampaian materi yaitu curah pendapat, shopping market, simulasi, bermain peran, diskusi kelompok, studi kasus, dan ceramah”, jelasnya. Ia juga menjelaskan mengenai sikap yang yang harus dilakukan seorang fasilitator yaitu meliputi terbuka, tidak menggurui, tidak menjadi ahli, tidak menginterupsi, tidak berdebat. “Seseorang fasilitator harus memiliki sifat empati, menghormati, bersikap wajar dan menghargai pendapat dan pemikiran dari semua peserta yang hadir”, ucapnya. Kurniawan berharap melalui kegiatan ini para inovator dapat mempelajari proposal inovasi dari inovator lain yang telah menembus Top 45 dan 99 dalam kompetisi, kemudian melakukan pembenahan pada proposal inovasi masing-masing daerah sehingga dapat menyusulkan prestasinya juga. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Biro Organisasi Setda Provinsi Sumsel, Dinkes Provinsi Sumsel, Disdukcapil Provinsi Sumsel, Ombudsman Provinsi Sumsel, perwakilan unit pelayanan publik yang turut serta dalam Sinovik 2018 di Pemerintah Sumsel dan Pemerintah Kabupaten/kota di Sumsel, perwakilan unit pelayanan publik yang mendapat predikat top 99 pada kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, dan lain-lainnya. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE/Cley
Sumsel
Dansatgas Posko Karhutla Tutup Status Siaga Darurat Asap Akibat Karhutla
Palembang, Sumselprov.go.id – Dengan berakhirnya Posko Satgas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 201, sebagaimana Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor : 102/KTPS/BPBD-SS/2018, tanggal 1 Februari 2018 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan. Posko Satgas Karhuta Sumsel mengadakan Rapat Penutupan Posko Satgas Karhutla Sumsel, rapat dipimpin langsung Komandan Satgas Karhutla Prov.Sumsel (Danrem 044 Gapo) di Ruang Rapat Posko Karhutla, Kantor BPBD Sumsel Jalan Arah Bandara SMB II Palembang, Rabu (31/10/2018). Korem 044 Gapo selaku Komandan Satgas Karhutla, Kolonel Inf. Iman Budiman, S.E dalam arahannya menyampaikan saat ini tanggal 31 Oktober sudah memasuki hari terakhir Status Siaga Karhutla, selama 49 hari dalam Status Siaga Merah, indeks ISPU menunjukkan ISPU Sumsel baik, hanya satu hari ISPU dalam keadaan sedang. Siaga Merah ditetapkan oleh Damrem selama 50 hari (49 hari ISPU Baik dan 1 hari ISPU dalam keadaan Sedang. Persepsi Karhutla belum mencapai sempurna tetapi data yang dihasilkan sebagai bahan/data untuk pembanding tahun depan. “Tujuan rapat ini adalah menyusun data/informasi dari berbagai OPD terkait dengan Karhutla agar dibuat laporan sebagai bahan pertanggungjawaban kepada Gubernur Sumsel”, katanya. “Kehormatan bagi Korem ditunjuk sebagai Dansatgas Karhutla dan berharap mudah-mudahan rapot kinerja kita juga baik”, tutup Iman Budiman. Kalaksa BPBD Sumsel yang diwakili oleh Kepala Bidang Penanganan Darurat, Ansyori melaporkan secara kinerja sudah sangat bagus, tetapi secara administrasi ada beberapa yang kurang dari adiministrasinya Sementara Sub Satgas Gakkum Polda Sumsel melaporkan seperti arahan Dansatgas kita harus mengoptimalkan kegiatan pencegahan Karhutla yang dilakukan adalah mitigasi contohnya pemasangan spanduk, pamplet, penyebaran Maklumat, Patroli Sinergitas dengan rekan-rekan yang tergabung dalam Satgas. Kegiatan mitigasi yang ditotal dari setiap Polres dan dibandingkan dengan jumlah titik api atau hot spot maka akan ditemukan/disimpulkan kurva yang berbanding terbalik artinya semakin besar mitigasi yang dilakukan ini membawa pengahruh terhadap jumlah hot spot yang terjadi dalam suatu daerah. “Kemudian untuk kegiatan penegakan hukum sendiri berkordinasidengan pihak Bareskrimsus ada 7 kasus yang sudah disidik. Satu kasus Korporasi kemudian enam kasus perorangan, enam kasud perorangan ini tiga kasus sudah tahap P21 berkas juga dinyatakan lengkap oleh DPU dan yang tiga kasusnya dalam proses penyidikan ditindak dan ini perlu diekspose di koran sehingga masyrakat tahu bahwa pembakaran hutan itu ada sangsinya dan ada hukumannya. Jadi paling tidak biar tahu bahwasanya pembakaran hutan adalah perbuatan yang salah sehingga diharapkan bisa membawa efek jera dan tentunya akan mengurangi niat-niat dari para pembakar lahan yang akan melakukan kegiatan pembakaran”, tutupnya. Hadir dalam kegiatan ini Dinas Komunikasi dan Informatika Prov.Sumsel, Dinas Kesehatan Prov. Sumsel, Dinas Kehutanan Prov.Sumsel, Dinas Perhubungan Prov.Sumsel, Dinas Perkebunan Prov.Sumsel, Dinas Pertanian Prov.Sumsel, Satpol PP Prov.Sumsel, DLHP Prov.Sumsel, BBBLKHL Wilayah Sumsel, BMKG SMB II, UPTD Lab Lingkungan Hidup Prov. Sumsel, Arnav PLM, Ponpes Aulia Cendekia, Para Kabid, Kasi, Staf BPBD Prov.Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto : Arif BPBD-SS
Sumsel
Satgas Karhutla Sumsel Dibubarkan, Kalaksa BPBD Sumsel Sampaikan Terima Kasih
Palembang, Sumselprov.go.id -- Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan sudah berakhir. Titik Api maupun titik panas, sudah tidak muncul lagi beberapa pekan terakhir. Seiring dengan itu, Komandan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Sumsel menutup Posko Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018. Penutupan ini dilakukan dengan berakhirnya Posko Satgas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 201, sebagaimana Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor : 102/KTPS/BPBD-SS/2018, tanggal 1 Februari 2018 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan. Rapat dipimpin langsung Komandan Satgas Karhutla Prov.Sumsel (Danrem 044 Gapo) di Ruang Rapat Posko Karhutla, Kantor BPBD Sumsel Jalan Arah Bandara SMB II Palembang, Rabu (31/10/2018). Dansatgas Posko Karhutla yang juga Danrem 044 Gapo, Kolonel Inf. Iman Budiman, S.E dalam arahannya menyampaikan “Tujuan rapat ini adalah menyusun data/informasi dari berbagai OPD terkait dengan Karhutla agar dibuat laporan sebagai bahan pertanggungjawaban kepada Gubernur Sumsel”, katanya. “Kehormatan bagi Korem ditunjuk sebagai Dansatgas Karhutla dan berharap mudah-mudahan rapot kinerja kita juga baik”, tutup Iman Budiman. Sementara diwaktu terpisah Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan (BPBD Prov.Sumsel) yang juga merupakan Wakil Dansatgas Posko Karhutla, H.Iriansyah SKM, S.Sos., M.Kes menyampaikan berdasarkan kondisi cuaca dan sekaligus memang Status Siaga Darurat sudah berakhir terhitung tanggal 31 Oktober 2018dan kalau kita lihat juga kondisi hot spot sudah stabil tidak ada hot spot dan kedepan sudah masuk musim penghujan dengan ini kita kata untuk sementara ditutup untuk Posko Karhutla tetapi masing-masing OPD terkait tetap standby di Instansi masing-masing seperti BPBD, Kehutanan, Pertanian dan Perkebunan. Selanjut H.Iriansyah menambahkan walaupun status siaga sudah ditutup tetapi di kabupaten yang kemarin rawan Karhutla tetap siaga untuk mencegah dan menanggulani bila terjadi Karhutla. Ucapan terima kasih disampaikan Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan (BPBD Prov.Sumsel) H.Iriansyah SKM, S.Sos., M.Kes kepada Semua Instansi terkait seperti TNI, Polri, Angkatan Udara untuk mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Prov.Sumsel. “Ini keberhasilan yang luar biasa dimana selain kita mampu mengatasi bencana asap akibat terjadinya Karhutla terutama ketika berlangsung event olahraga internasional Asian Games ke-18 bulan Agustus yang lalu, terima kasih yang sebesarnya kepada semua jajaran yang sudah berjuang siang dan malam untuk mencegah dan menanggulani terjadinya Karhutla dan untuk kedepan Kita berkonsentrasi pada siaga banjir dan longsor”, tutup H. Iriansyah mengakhir wawancara singkatnya dengan Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Pertama di Sumsel, 23.000 Santri Peringati Hari Santri 2018
Palembang, sumselprov.go.id- Puluhan ribu santri dari seluruh penjuru Provinsi Sumatera Selatan berkumpul memadati halaman rumah Dinas Gubernur Sumsel untuk memeriahkan peringatan hari santri 2018 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumsel di Griya Agung Palembang, Rabu malam (31/10/2018). Lebih dari 23.000 santri hadir pada puncak peringatan hari santri yang pertama kali diadakan di Sumsel itu. Seluruh rangkaian acara berlangsung hikmat dan meriah karena pihak panitia penyelenggara menghadirkan langsung Group Sholawat Gus Azmi dari Provinsi Jawa Timur yang merupakan Group Sholawat idola para santri Pondok Pesantren. Gubernur Sumsel H. Herman Deru beserta keluarga nampak hadir langsung pada acara tersebut, Hadir juga Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Pengurus Besar NU Dr. H. Marsudi Syuhud, FKPD Provinsi Sumsel, Sekda Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar, para Asisten, Staf Ahli, Staf Khusus, dan Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Dalam kata sambutannya Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyampaikan bahwa peringatan hari santri yang digelar menunjukan bahwa Sumsel merupakan daerah yang kondusif dan sangat religius. Menurutnya, siapapun tentu merasa bangga dan bersyukur bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan jumlah yang sangat besar seperti itu. "Para santri rela datang jauh-jauh dari seluru penjuru Sumatera Selatan. Kehadiran para santri ini memberikan semangat baru yang menunjukan bahwa para santri di Sumatera Selatan bersatu padu," ungkapnya. Lanjut Herman Deru mengatakan, sebagai Gubernur Sumsel dirinya bertekat untuk selalu dekat dengan ulama dan umat untuk bersama-sama menjadikan masyarakat Sumsel insan yang maslahat. "Sebagai Gubernur saya juga berjanji setiap tahun akan kita adakan peringatan hari santri yang meriah seperti ini," ujar Deru. Sebagai bentuk rasa bangga kepada para santri Pondok Pesantren, Gubernur Herman Deru mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Kementerian Perhubungan RI akan memberikan perhatian yang lebih kepada santri di Sumsel melalui program bantuan beasiswa Santri Jadi Pilot. Dikesempatan ini Herman Deru mengharapkan seluruh Pondok Pesantren yang ada di Sumsel segera menindaklanjuti program beasiswa Santri Jadi Pilot itu dengan melakukan penilaian dan seleksi terhadap para santri. "Waktu bapak Menteri Perhubungan datang kemarin, beliau memberikan bantuan beasiswa Santri Jadi Pilot untuk 5 orang santri. Saya sebagai Gubernur juga akan memberikan bantuan beasiswa Santri Jadi Pilot dengan jumlah yang sama untuk 5 orang santri. Kenapa sedikit, karena kita mulai dulu dengan jumlah kecil dan tidak juga semua santri harus menjadi pilot," terang Herman Deru. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ AD / FS
Sumsel
HD Tunaikan Janji Kampanye, P3N Resmi Diaktifkan
Palembang, sumselprov.go.id-Tepat sebulan setelah dilantik jadi gubernur, satu persatu janji kampanye Herman Deru- Mawardi Yahya (HDMY) ditunaikan. Rabu (31/10) kemarin misalnya, HD memastikan mengaktifkan kembali tugas Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) Talak-Ruju (TR). "Pak Menteri sudah jawab keinginan masyarakat Sumsel melalui Kakanwil Kemenag. P3N di Sumsel sekarang resmi diaktifkan lagi. Ini keinginan masyarakat banyak," ujarnya saat menghadiri Groundbreaking Kampus B Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah di Jakabaring. Menurut HD keberadaan petugas P3N ini sangat diperlukan khususnya bagi warga Sumsel yang ada di desa-desa terpelosok. Dengan aktifnya kembali petugas-petugas ini, masyarakat khususnya calon pengantin yang hendak menikah tentu akan dimudahkan. "Kasihan warga ini, apalagi yang di desa-desa jauh terpencil kadang harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk datang ke KUA," jelas HD. Bukan itu saja, dengan diaktifkannya kembali P3N ini, HD berharap tak hanya membuat gembira calon pengantin tapi petugas itu sendiri. "Mudah-mudahan sekarang petugas P3N sudah lega, sudah bisa menikahkan lagi, sudah bisa bertugas lagi. Saya juga lega bisa memenuhi janji kampanye. Resiko gubernur pilihan rakyat itu begini, saya harus betul-betul memahami keinginan masyarakat yang sudah memilih saya," ujar HD. HD tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama RI atas diaktifkan kembali program P3NTR di Sumatera Selatan. " Saya sangat berterimakasih, atas permintaan saya yang langsung disetujui Pak Menteri bahwa P3NTR di Sumsel diaktifkan kembali"ujarnya. Di tempat yang sama Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifuddin secara lugas mengungkapkan dukungan atas lahirnya kembali petugas P3N. Namun demikian mengenai hal-hal teknisnya, Menag meminta pemerintah daerah langsung berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag di masing-masing daerah. "Seperti yang disampaikan gubernur tadi, Kementerian Agama mendukung lahirnya kembali P3N. Teknisnya silahkan tanya ke Kemenag," tegas Lukman Hakim. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel