Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
PPID Utama Sumsel Hadiri Rakor PPID OKI Tahun 2018
Palembang sumselprov.go.id- Implementasi dari UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, untuk mewujudkan pelayanan informasi secara cepat, tepat dan sederhana di setiap Badan Publik, yaitu dengan cara menunjuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Hal ini diungkapkan oleh Bupati OKI yang diwakilkan oleh Asisten Administrasi dan Umum Kabupaten OKI, H. Azhar, S.E., M.Si., saat menyampaikan kata sambutannya di acara Rapat Koordinasi (Rakor) PPID di Ruang Bende Seguguk I Pemkab OKI, Kamis, 8/11. Berdasarkan Permendagri No. 35 Tahun 2010 Pasal 7 ayat 1 (satu), bahwa pengelolaan pelayanan informasi dan dokumentasi di lingkungan Pemerintahan daerah ditetapkan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Pengelolaan tersebut dilakukan oleh PPID yang melekat pada pejabat struktural yang membidangi tugas dan fungsi pelayanan informasi. “Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dari UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, untuk mewujudkan pelayanan informasi secara cepat, tepat dan sederhana di setiap Badan Publik, yaitu dengan cara menunjuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)”, ucap Azhar. Ia menyatakan bahwa berdasarkan PP No. 61 Tahun 2010 Pasal 12, ayat (1) para Penjabat yang dapat ditunjuk sebagai PPID di lingkungan Badan Publik Negara, berada di pusat dan daerah merupakan penjabat yang membidangi Informasi Publik. “Kelengkapan PPID di suatu daerah dapat dlihat dari beberapa parameter yaitu struktur PPID, SOP, Laporan pelayanan informasi, ruang pelayanan informasi, aplikasi PPID, DIP, dan pendanaan”, katanya. Azhar mengungkapkan bahwa pengaturan PPID Pemerintah Daerah dibuat berdasarkan Permendagri No. 35 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Standar Layanan Informasi Publik. Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten OKI, Dwi Muwazal, S.H., M.Si., dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka implementasi Surat Keputusan Bupati OKI dengan Nomor 60/Kep/Diskominfo/2018 Tanggal 12 Januari 2018 tentang Pejabat PPID di Lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI. “Dalam implementasinya, PPID di lingkungan Pemerintahan Kabupaten/Kota dibantu oleh PPID Pembantu yang berada di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah dan/atau Pejabat Fungsional, yang bertanggungjawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah”, ungkapnya. Muwazal mengatakan bahwa kegiatan ini akan memberikan memberikan informasi mengenai pembentukan dan operasional PPID kepada OPD-OPD Kab. OKI, serta tata cara permohonan informasi dari LSM atau badan publik lainnya. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan dihadiri oleh OPD-OPD se-Kabupaten OKI. Turut hadir sebagai narasumber PPID Utama Pemprov Sumsel, Plt. Kadis Kominfo Sumsel, yang diwakili oleh Kabid PIP Diskominfo Sumsel, Amrullah, S.STP., M.Si., dan didampingi Kasi Pelayanan Media Informasi Publik, Azim Baidillah, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut Amrullah mengutarakan PPID Utama Sumsel mendapatkan penghargaan keterbukaan Informasi Publik Tahun 2018 dengan kategori menuju informatif di Istana Wakil Presiden yang diberikan oleh Komisi Informasi Pusat. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/AM/AZ /Editor:TM
Sumsel
Gubernur Sumsel Ajak Jajarannya Apresiasi PWRI
Palembang sumselprov.go.id- Setiap jabatan akan tiba akhir masa baktinya, yaitu masa pensiun, maka karya dan budi baik saat kita mengemban amanah di pemerintahan adalah modal kekuatan untuk menghadapi masa itu. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, saat memberikan sambutannya dalam Pelantikan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Prov. Sumsel Periode 2017-2022 di Griya Agung. “Mari berhati-hati pada setiap perbuatan dan pengabdian kita ketika menjabat, karena hal itulah yang akan membuat kita terhormat atau terhina. Perbuatan dan doa jugalah yang akan membuat kita kuat untuk selalu melakukan perbuatan baik, salah satunya dengan cara memberikan apresiasi kepada para wredatama”, ucapnya dengan haru Kemarin Siang, 7/11. Ia mengungkapkan bahwa para pelaku birokrasi dan para pejabat yang berwenang saat ini masih membutuhkan bimbingan dari para wredatama yaitu salah satunya dalam bentuk nasehat, oleh sebab itu saya instruksikan kepada seluruh jajaran untuk menghormati serta menghargai para wredatama. “Saya mengajak kepada kita semua yang masih diberi kesempatan mengelola negara ini, untuk menghargai kepada siapapun yang pernah mengabdi untuk negeri, salah satunya dengan cara memberikan apresiasi yang baik dalam pengelolaan organisasi yang layak bagi PWRI”, ujarnya. Deru mengungkapkan bahwa ajakan ini bertujuan untuk menghindari sikap post power syndrom (suatu gejala yang terjadi dimana si penderita tenggelam dan hidup di dalam bayang-bayang kehebatan, keberhasilan masa lalunya sehingga cenderung sulit menerima keadaan yang terjadi sekarang). “Meskipun penyelenggaraan negara dibantu oleh IT. Namun IT tidak pernah menggantikan alat pikir kita dalam membuat kebijakan. Maka pada kesempatan hari ini, kepada para pengurus PWRI diharapkan dapat membagikan ilmunya sehingga dapat diterapkan di masyarakat”, katanya. Sementara itu, Ketua Umum PB PWRI, Prof. Haryono Suyono MA., Ph. D. mengungkapkan rasa harunya atas apresiasi yang diberikan oleh Gubernur Sumatera selatan. “Saya ingin para anggota Wredatama untuk tetap mengabdi untuk negeri melalui doa dan kerja nyata, karena semakin lama pemerintah kita semakin menghargai dan semakin mengapresiasi perjuangan dari orang-orang yang pernah berjasa terutama para wredatama”, ucapnya. Ia juga mengajak para wredatama untuk membantu perkembangan desa-desa dengan cara berbagi pengalaman ke warga-warga guna membangun desa yang tertinggal. “Sekali kita berjuang, kita tetap berjuang, sekali mengabdi untuk rakyat tetap mengabdi, mari kita bangun bangsa ini menjadi lebih baik lagi di mata dunia”, pungkasnya. Turut hadir Ketua umum PWRI Sumsel, Drs. H. Sofyan Rebuin, MM, Ketua Umum PWRI Lampung, Lukman Hakim, Bupati Ogan Ilir, H. M. Ilyas Panji, Bupati Lahat Marwan Mansyur, Wakil Bupati Musi Rawas Hj. Sumarti. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/Cley
Sumsel
Gubernur HD Kukuhkan Pengurus PWRI Sumsel Periode 2017-2022
Palembang, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) tak dapat membendung rasa harunya saat mengukuhkan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumaterasa Selatan periode 2017 – 2022, di Griya Agung Palembang, Rabu (07/11/2018). Air matanya seketika menetes karena telah dipercaya menjadi Pembina Wredatama untuk mengurus para pensiunan yang sebagian besar telah berusia lanjut. “Ini bukan akting, dari awal sewaktu mengheningkan cipta air mata saya sudah menetes. Saya terharu diberi kesempatan mengurus PWRI Sumsel. Bayangkan, sudah Wredatama (pensiun) masih mau mendarmakan diri, menyumbang pikiran dan sumbangsih pada Sumsel. Mereka ini benar-benar panutan’, ujar HD membuka pidato sambutannya. “Banyak kegiatan yang bisa dilakukan selain silaturrahim sesama anggota juga memberikan masukan kepada Gubernur tentang pembangunan”, lanjut HD Secara keanggotaan yang terdiri dari pensiunan PNS , BUMN, serta karyawan dalam usaha milik pemerintah menjadikan PWRI sebagai organisasi yang menurut HD memiliki pengalaman yang baik dalam memberikan masukan terhadap pembangunan. “Banyak orang penting dimasanya, pengalaman itu ditularkan kepada generasi sekarang,” pungkas HD. Sementara Ketua Umum PB PWRI DR. Haryono Suyono, MA., PhD menyampaiakan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumsel dan berjanji akan menyampaikan ke seluruh Indonesia, apresiasi yang diberikan Gubernur Sumsel terpilih Herman Deru yang siap memfasilitasi segala keperluan yang berkaitan dengan jalannya roda organisasi. Selanjut Haryono juga mengajak seluruh warga untuk sama-sama terjun ke desa membantu pembangunan di desa,. Acara Pengukuhan PWRI dihadiri Ketua Umum PWRI Sumsel Drs. H.Sofyan Rebuin, MM, Ketua Umum PWRI Lampung Lukman Hakim, Bupati Ogan Ilir H.M. Ilyas Panji Alam, Bupati Lahat Marwan Mansyur, Wakil Bupati Musi Rawas Hj. Suwarti, Kepala Dinas Kounikasi dan Informatika Prov.Sumsel Jon Kennedy, S.E.M.Si, Kepala-kepala OPD se- Prov. Sumsel, Rektor Unsri ,Pimpinan BUMD se- Prov.Sumsel,Kepala Biro Perlengkapan, Staf Khusus Gubernur Bidang Keagamaan dan Kemasyarakatan Drs. Najib Haitami, M.M, Mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman dan Istri, Mantan Walikota Palembang, H.Husni, Mantan Rektor Unsri dan Para Lansia se-Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/PE
Sumsel
Gubernur Sumsel Masuk Nominasi Moeslim Choice Award 2018
Palembang,Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menerima Direktur Majalah MoeslimChoice dan Media Online Moeslimchoice.com bagian dari Rakyat Merdeka Online (RMOL) Group di Ruang Tamu Gubernur Selasa (06/11). Kedatangan rombongan ini sehubungan rencana mereka memperingati Milad Pertama dan Penganugerahan MoeslimChoice Award 2018, Desember mendatang. Gubernur Sumsel Herman Deru menyambut baik kegiatan yang akan dilangsungkan Desember mendatang ini, kemudian ia juga mengucapkan selamat atas milad pertama MoeslimChoice. "Selamat milad yang pertama, semoga menjadi menu utama yang dicari masyarakat khususnya di Sumsel ini, diterima karena berita-beritanya akurat dan berimbang," ucapnya Menanggapi terpilihnya ia sebaga kepala daerah yang masuk nominasi HD menuturkan, perannya terhadap upaya menyampaikan dan memperkenalkan berbagai hal dalam Islam tidak akan pernah berhenti. Terlebih diuraikannya secara rinci, ia adalah penggagas persatuan mubaligh-mubalighot sewaktu ia menjabat Bupati OKU Timur, dimana Ia telah melantik persatuan mubaligh-mubalighot di 11 kabupaten/ kota se-Sumsel. "Saya juga pernah menerima award dari Kementerian agama sebagai kepala daerah berakhlak mulia," katanya Tidak sampai disitu saja, HD juga mengatakan, bahwa ia merupakan Kepala Daerah di Indonesia yang telah berhasil mengaktifkan kembali tugas Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) Talak-Ruju (TR). "Pemprov Sumsel berterimakasih MoeslimChoice telah datang kesini. Di Indonesia cuma Sumsel yang aktif kembali P3N, ini inisiatif Pemprov," ujarnya. Sementara CEO Rakyat Merdeka Online.com dan Moeslim Choice Teguh Santosa menambahkan, Penghargaan moeslim choice yang bertema inspirasi Islam untuk Indonesia, merupakan penghargaan untuk tokoh-tokoh yang dianggap berperan penting terhadap kegiatan umat Islam. "Termasuk salah satunya Pak Gubernur karena program Sumsel yang belum lama dilantik ini lebih condong ke Islamnya seperti Rumah Tahfidz, penerbangan Palembang- Jeddah dan masih banyak lagi," tambahnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Buka Seminar Manajemen, HD Ingatkan Peserta Bawa Pulang Pempek Palembang
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru membuka secara resmi Seminar Nasional, Konferensi, Workshop dan Pengabdian Kepada Masyarakat gelaran Forum Manajemen Indonesia (FMI) di Hotel Horison Ultima, Rabu (07/11). Dalam kesempatan itu HD mengaku bangga dan berterimakasih kepada FMI yang telah mempercayakan Sumsel menjadi tuan rumah. Ia berharap dari seminar nasional ini nantinya FMI tidak hanya berdampak untuk kemajuan organisasi saja, melainkan berdampak untuk Indonesia khususnya Provinsi Sumsel. "Mudah-mudahan seminar ini menghasilkan sebuah kemufakatan bagi para anggota FMI, ini untuk tidak hanya sukses untuk organisasinya melainkan juga berdampak untuk Indonesia mengenai implementasi manajemen," ungkapnya Menurutnya, manajemen dalam bahasa awamnya adalah aturan yang berisikan kajian-kajian untuk mencapai tujuan yang diharapakan. Sangat penting pula dikatakannya saat ini manajemen komunikasi, dimana mengatur apapun kalimat yang keluar dari mulut bisa diatur agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan. "Kita ini untuk berujar mengungkap sesuatu harus diatur sedemikian rupa agar tidak menjadi hoax yang berkembang. Oleh sebab itu pula, seminar ini menjadi sebuah kehormatan bagi kami (Masyarakat Provinsi Sumsel) dimana akan mendapat ilmu dalam me-manage apapun," katanya Dalam kesempatan yang sama orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini pula, menuturkan banyak hal positif diterima dari terselenggaranya seminar nasional ini, termasuk UMKM karena dari peserta yang hadir dari seluruh Indonesia akan membawa pulang oleh-oleh. Terlebih makanan khas kota Palembang yakni pempek. "Mengajak Bapak- Ibu yang datang dari seluruh Indonesia meyakinkan bahwa kalau beli pempek di Palembang ini pasti asli. Saya harap jangan satu kilo belinya, belilah dua atau tiga kilo, ini manejemen pempek Palembang ini dalam komunikasi. Jangan lupa meskipun bercanda, ini manajemen saya bahwa pempek itu harus dibawa sebanyak-banyaknya," jelasnya. Ketua Panitia Seminar Nasional Forum Manajemen Indonesia Koordinator Wilayah Sumsel Dr. Sunda Ariana, M.Pd dalam laporannya, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumsel yang telah mendukung penuh kegiatan FMI di Provinsi Sumsel. Tema dari ini seminar ini adalah innovation, technology, and social science in disruption era. "Peserta yang mengikuti seminar nasional berjumlah 634 peserta dari 156 perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi negeri. Alhamdullilah ini jumlah peserta yang terbesar FMI, untuk itu kami berterimakasih kepada bapak Gubernur dan seluruh peserta FMI yang telah berpartisipasi," tambahnya Hadir pula dalam kesempatan ini Anggota BPK RI Dr. Agung Firman Sampurna S.E., M. Si, Guru Besar Universitas Airlangga Prof. Bodri Munir Sukoco S.E MBA., Phd, Ketua Forum Manajemen Indonesia Pusat Sri Gunawan DBA MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Pemprov Sumsel Umumkan Kebijakan Transportasi Batu Bara dan Kenaikan UMP
Palembang sumselprov.go.id- Pemprov Sumsel menggelar jumpa pers di Ruang Rapat Bina Praja, 6/11. Hal ini dilakukan untuk mengumumkan dua kebijakan baru yang akan diberlakukan di Sumsel, sebagai langkah peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat Sumsel. Terhitung mulai tanggal 8 November 2018 pukul 00.00 WIB, Proses pengangkutan batu bara harus dilaksanakan melalui jalur khusus angkutan batu bara. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar saat membuka jumpa pers. “Dengan segala pertimbangan matang, Pergub No. 23 Tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batu bara di jalan umum dicabut, dan sebagai gantinya diberlakukan kembali Perda no. 5 Tahun 2011 tentang pengangkutan batu bara melalui jalur khusus batu bara”, ucap Nasrun. Ia mengungkapkan bahwa akan ada pengawasan atas operasional di Jalan Raya oleh Dirlantas Lalu Lintas agar jalan umum benar-benar steril dari angkutan batu bara. “Agenda selanjutnya yaitu, pada Tahun 2019 Upah Minimum Provinsi Sumsel akan mengalami peningkatan sekitar 8,03 % yaitu dari Rp. 2.595.995 menjadi Rp. 2.844.453 dengan kenaikan sekitar Rp. 208.000”, katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi Sumatera Selatan Robert Heri mengatakan bahwa mekanisme angkutan khusus dilakukan dengan dua jalan, yaitu jalan khusus angkutan batu bara, dan jalan khusus angkutan kereta api. “Terdapat tiga tempat angkutan batu bara dengan kereta api agar dapat melakukan loading batu bara yaitu Tanjung Enim, Sukacinta lahat, dan Banjarsari Lahat, dan jalan khusus yaitu di Tanjung Jambu, yang masing-masingnya nanti akan langsung dibawa ke Pelabuhan”, ucapnya. Ia menjelaskan bahwa setiap jalur dari Tanjung Jambu akan melalui jalan Servo tanpa putus hingga berkahir di Pelabuhan Muara Lematang, dan semua jalur kereta api akan menuju ke Simpang Kertapati yang selanjutnya pengangkutan akan dilakukan dengan cara naik kapal. “Apabila dibandingkan dengan jalur yang lama, telah dipastikan bahwa biaya angkutan tidak lebih mahal daripada mengangkut melalui jalan umum sekarang. Untuk jarak tempuh lebih mengalami waktu yang relatif lebih efisien efektif”, ujarnya. Turut mendampingi Kadis Perhubungan Prov Sumsel. Nelson, dan perwakilan dari Kepolisian Direktorat Lalu Lintas, Asoan sanjaya. MC Diskominfo Sumsel/PE/ Editor: TM/ Foto: AD
Sumsel
HD Apresiasi Sumsel Tuan Rumah Call For Paper FMI 2018
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Akhmad Najib dan Plt. Dinas Komunikasi dan Informatika Jon Kennedy, S.E., M.Si menerima Ketua Forum Manajemen Indonesia (FMI) Koordinator Wilayah Sumsel Dr. Muji Gunarto, S.Si., M.Si, sehubungan dengan akan diadakannya seminar nasional, di ruang tamu Gubernur, Selasa (06/11/208) Kegiatan ini dipimpin Ketua Panitia Seminar Nasional Forum Manajemen Indonesia Koordinator Wilayah Sumsel Dr. Sunda Ariana, M.Pd. didampingi Sekretaris Forum Manajemen Indonesia Koordinator Wilayah Sumsel Sri Porwani, S.E., M.Si, Bendahara Forum Manajemen Indonesia Koordinator Wilayah Sumsel Dr. Choriyah, S.E., M.Si Gubernur Sumsel Herman Deru menyambut dan mengapresiasi penuh seminar nasional, yang akan diikuti diikuti oleh 156 Perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi negeri dari seluruh Indonesia, tercatat 700 peserta yang hadir dalam acara yang akan berlangsung di Hotel Horison Palembang. " Terima kasih sebagai Gubernur Sumsel, Saya bangga Provinsi Sumsel ditunjuk sebagai tuan rumah, dimana hal ini menjadi parameter Provinsi yang aman, nyaman dan ramah, bukan sesuatu yang mengkhawatirkan pendatang," tuturnya Menurutnya, sukses dari penyelenggaraan seminar nasional ini juga tidak hanya membawa nama baik Forum Manajemen Indonesia, melainkan sukses pula membawa nama baik Provinsi Sumsel. "Terkait dengan ini Insha Allah Saya akan hadir, apalagi saya juga dulunya dari manajemen juga oleh sebab itu pula Saya ingin ikut berpartisipasi," pungkas mantan Bupati OKUT dua periode. Sementara Ketua Panitia Seminar Nasional Forum Indonesia Koordinator Wilayah Sumsel Dr. Sunda Ariana, M.Pd., menambahkan, rencananya seminar yang akan dilangsungkan selama dua hari ini dimulai besok pagi hari Rabu, 7 November 2018 Seminar Nasional dan Call for Paper serta Kamis, 8 November 2018 kegiatan Workshop dan Pengabdian Masyarakat. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS Foto AD
Sumsel
Gubernur HD Terima CEO dan Pimpinan RMOL Group
Palembang, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) didampingi Asisten Administrasi dan Umum Prof. Eduar Juliartha dan Plt. Kadis Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel Jon Kennedy menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) rmolsumsel.com. Usman Rizal dan Pimpinan RMOL Group Teguh Santosa, di Ruang Tamu Gubernur, Selasa (06/11/2018). Teguh Santosa dalam kesempatan ini menyampaikan dalam waktu dekat Media Online Moeslimchoice.com dan RMOL (Rakyat Merdeka Online) akan punya dua kegiatan besar, yaitu milad pertama Moeslimchoice.com yaitu pada bulan Desember di Jakarta dan milad rmolsumsel.com yang kelima dan ini akan diadakan di Palembang, pada bulan April 2019 yang akan datang. Dalam acara milad Moeslimchoice yang pertama akan ada acara penganugerahan bagi tokoh –tokoh yang dianggap berperan penting terhadap kegiatan keumatan dengan tema Inspirasi Islam bagi Indonesia. Dan Gubernur Sumsel termasuk salah satunya nominasi dalam penganugerahan ini. Sementara Gubernur Sumsel menyampaikan apresiasinya atas kunjungan ini dan juga menyampaikan strategi kedepan dalam membangun Provinsi Sumsel lebih maju lagi. “Dari dulu saya sudah melakukan syiar karena pendekatan yang paling utama dengan masyarakat adalah melalui agama”, ujar Herman Deru. Selain ucapan terima kasih Herman Deru juga menyampai kalau saya termasuk dalam nominasi penganugerahan ini, lakukanlah dengan apa adanya dan sesuai dengan bidangnya, pungkas HD. Turut hadir dalam acara ini Pimpinan Umum Rakyat Merdeka Online Sumsel, Iwan Darmawan, Pimpinan Redaksi Rakyat Merdeka Online Sumsel Erik, Pimpinan Pengembangan Usaha Rakyat Merdeka Online Sumsel Rahmad Romli, Wartawan Rakyat Merdeka Online Sumsel Amin, Redaktur Rakyat Merdeka Online Sumsel Yosep Indra Praja, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Prov.Sumsel, Amrullah, S.STP., M.Si. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS Foto AD
Sumsel
Jabatan Komisioner KPU Sumsel 2013-2018 Berakhir
Palembang, Sumselprov.go.id -- Acara perpisahan komisioner KPU Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2013-2018, di Aula KPU Sumsel, Senin (5/11) berlangsung hikmad dan haru. Dari lima komisioner, hanya Ahmad Naafi yang tidak hadir dalam acara perpisahan ini. Acara dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial, perwakilan Kejati Sumsel, Pemprov Sumsel dan KPU Kabupaten/kota se Sumsel. Ketua KPU Sumsel Aspahani mengucapkan terima kasih atas dukungan kepada mereka selama ini, sehingga bisa menjalankan tugas selama ini, Sehingga proses pemilu yang ada berjalan lancar dan kondusif. “Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kinerja KPU Sumsel,” katanya. Komisioner KPU Sumsel divisi Program dan Data, Heny Susantih memiliki suka duka luar biasa selama hampir lima tahun duduk sebagai penyelenggara pemilu, Apalagi dirinya adalah komisioner termuda saat dilantik pada 2013 lalu. “Saat dilantik di pusat, saya komisioner termuda se Indonesia. Saya terimakasih adanya kebersamaan selama ini, meskipun satu komisioner KPU Sumsel, Ahmad Naafi tidak ada disini,” “Tapi kami yakin ruhnya ada disini. Saya juga ucapkan terimakasih kepasa sekretariat dan semua staf serta honor, karena kalau tidak disuport kami tidak ada apa- apa,” katanya. Komisioner KPU Sumsel divisi Teknis, Liza Lizuarni, memiliki pengalaman sebagai komisioner KPU Sumsel terlihat cukup sedih dengan pengabdian selama ini. Terutama jam kerja yang tidak menentu, dimana dirinya pernah melantik komisioner KPU Kabupaten/kota pada malam hari. “Pengalamannya, melantik komisioner KPU Mura pada malam hari. Kadang disini mengatur hidup juga susah karena sudah tugas dan resiko kita jadi komisioner.” “Kita ucapkan juga terima kasih kepada KPUD yang telah mensuport selama ini,” tandas Liza yang sebelum di KPU Sumsel pernah jadi pengawas kecamatan dan Pengawas pemilu Kota Prabumulih. Sementara komisioner KPU Sumsel divisi Hukum Alexander Abdullah mengaku, banyak tantangan yang dilalui saat menjadi komisioner KPU Sumsel hampir lima tahun ini. “Pilkada Mura dan Muratara pada 2015, ada timses paslon tidak terima meski TMS pada kesehatan, dan saya jelaskan kalau KPU provinsi adalah koordinator dan hanya menjalankan regulasi saja,” katanya. Sekretaris KPU Sumsel MS Sumarwan dalam acara perpisahan dengan komisioner KPU Sumsel 2013/2018, sesuai dengan SK nya 7 November ini masa jabatan lima komisioner KPU Sumsel berakhir. “Selama menjalankan tugasnya, kami tahu betul mereka memiliki integritas yang bisa dipertanggung jawabkan, ini juga dibuktikan denhan sejumlah prestasi KPU yang telah dibolehkan. “Kami mengucapkan terimakasih pada para komisioner yang telah bekerja keras selam ini,” ujar Sumarwan. Dia melanjutkan, banyak hal yang telah diperoleh oleh masyarakat khususnya KPU Sumsel, dari para komisioner. Secara fisik, diantaranya halaman parkir, musolah, ruang rapat, penataan ruang kerja teknis dan mobil pintar dan secara non fisik sangat banyak ilmu yang mereka tinggalkan untuk KPU Sumsel. “Sebagai bentuk penghargaan, kami meminta kehormatan pada komisioner untuk memberi nama pada fasilitas tersebut,” katanya. Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dalan kata sambutannya juga memberikan apresiasi atas kinerja komisioner KPU Sumsel. Menurutnya, kesuksesan Pemilihan di Sumsel hingga berjalan aman dan kondusif, 70 persennya dari KPU, Sumsel sangat bersyukur mendapati para komisioner yang berintegritas dan tegak lurus menjalankan tugasnya. “Kami ikut menjadi saksinya, integritas dan netralitas anggota KPU Sumsel patut dibanggakan, ” kata Kapolda. Selama bekerja sama dengan KPU, dia sangat mendapati sosok yang tegas, tenang dan dapat memposisikan diri dalam setiap kondisi, menciptakan kondisi yang kondusif dalam mengamankan suara rakyat. “Saya bersyukur bisa hadir langsung di acar perpisahan ini, semoga komisioner ya.g baru nanti bisa meneruskan kinerja uang telah berjalan dengan baik ini,” kata Kapolda. Sedangkan Asisten III Pemprov Sumsel Edward Juliarta mengapresiasi pelaksanaan pemilu yang diselenggaran KPU Sumsel berjalan aman dan sukses. Apalagi kemarin pemilukada di Sumsel sukses karena karena penyelenggaranya tegak lurus.#osk MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY