Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Buka SRC Expo, HD Janjikan Kemudahan Perizinan
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkerjasama dengan Inotek dan PT.HM Sampoerna Tbk, menggelar Sampoerna Retail Community (SRC) Expo di Palembang Trade Center (PTC) Mall, Sabtu (10/11). SRC Expo ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. SRC sendiri sebuah platform untuk mempromosikan retail binaan Sampoerna dan meningkatkan kapasitas bisnis UKM. Hadir pula dalam kesempatan ini Kepala Wilayah Area Sumsel PT HM. Sampoerna Rianto Probo Hartono, Manager RRCSR PT.HM. Sampoerna Arief Triastika, Dewan Pembina Yayasan Inotek Indra Uno, Ketua Dharma Wanita Sumsel Renny Nasrun Umar. Pada stage utama SRC bekerjasama dengan Inotek mengadakan capacity building untuk UKM dengan 3 topik yakni Pola Pikir Pengusaha Sukses, 30 Strategi Marketing untuk Meningkatkan Omset, dan Rahasia Sukses Mendapatkan Pendanaan. Usai membuka expo, Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) mengaku bangga dengan adanya SRC, karena komunitas ini turut andil dalam meningkatkan perekonomian di Provinsi Sumsel. Sebagai wujud apresiasinya ia memberikan kemudahan perizinan SRC di tingkat 17 kabupaten/kota se-Provinsi Sumsel. " Pemprov Sumsel berikan bonus, yakni akan menghimbau seluruh pelayanaan perizinan dit ingkat kabupaten/kota untuk mempermudah perizinan yang akan diajukan oleh anggotanya," ungkapnya Tepat hari ke 40 ia menjabat sebagai Gubernur Sumsel, HD berjanji akan membawa pelaku ekonomi menjadi garda terdepan meningkatkan kesejahteraan rakyat, terkhusus pelaku ekonomi di desa. "Saya sangat mengapresiasi pelaku ekonomi di desa, saat ini 40 hari tepat Saya menjadi Gubernur, Saya ingin mewarnai sendiri dimasa jabatan Saya bahwa pelaku ekonomi harus menjadi garda kedepan meningkatkan kesejahteraan rakyat," tuturnya Ia berharap SRC terus melakukan kerja ikhlas. Mengingat SRC tidak ada orientasi profit, dimana dilakukan dengan penuh keihlasan. Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini juga menghimbau agar SRC membuat atm desa atau berkerjasama dengan perbankan yang sudah melakukan cara-cara seperti BRI link. " SRC yang juga punya bank melakukan itu, sehingga masyarakat di desa yang mau bertransaksi tidak perlu membawa uang tunai. Bukan berarti kita tidak yakin terhadap kenyamanan tapi kita butuh juga jaminan bahwa uang-uang yang beredar di desa itu terdeteksi dengan baik," katanya "SRC juga akan selalu di hati masyarakat, untuk pelaku ekonomi taatilah saran-saran dari petugas SRC tentu ada yang dianjurkan dan ada yang tidak dianjurkan di dalam proses transaksinya. Yakinlah ini bentuk tujuan baik untuk meningkatkan perekonomian, dan Saya tau setiap yang sudah disentuh SRC selalu omsetnya naik," tambahnya Sedangkan untuk pelaku ekonomi, HD berpesan lebih cermat lagi dalam menyikapi situasi pasar yang saat ini ada. Apalagi di zaman sekarang ini sudah bertarung berlomba antara pelaku ekonomi yang konvensional dan digital. Untuk menumbuhkan kerjasama UMKM di provinsi Sumsel ia menghimbau untuk kerjasama dengan semua pihak. "Maka pemerintah harus jadi penyeimbang usaha yang berbasiskan digital harus jalan, tapi konvensional ataupun traditional tidak boleh hilang. karena ada pesan- pesan silaturahmi di dalamnya. Kita harus tetap kembangkan pasar- pasar traditional tetapi dengan sentuhan kekinian. Mempertahankan kearifan lokal itu bukan berarti kita ini jadul maupun ketinggalan. Kita ada penghormatan khsusus terhadap penerapan awalnya dimulai dahulu kala," terangnya "Jadi jangan malu-malu, Pemerintah uangnya terbatas tapi hubungan pemerintah tidak terbatas. Jadi Saya ajak pelaku usaha besar di Sumsel ini,mulai dari tenaga kerja sampai CSR nya harus langsung menyentuh ke masyarakat.," pungkasnya.[sri] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Gelar Festival Kopi HD Sampaikan Dasyatnya Kopi
Palembang, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H.Herman Deru membuka Festival Kopi Rakyat, yang diselenggarakan oleh Event Organizer 8 People Palembang. Puluhan tenat kopi khas Sumsel seperti kopi Pagar Alam/ Kopi Empat Lawang, Kopi Semendo dan beragam kopi lainnya menghiasi Griya Agung. Maka dari itu Pemerintah Provinsi Sumsel mengadakan kegiatan Festival Kopi Rakyat Sumsel 2018 di Griya Agung, dengan 27 peserta dari tujuh Kabupaten/Kota yang ada dan ber tagline “Beli, bela, minum kopi kita Sumsel”. Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan bahwa hampir tidak pernah kata kopi itu hilang, bahkan lebih dasyat dari pada kata cinta. Kalau kata kopi pasti ada setiap hari itulah dasyatnya kopi, ketika dibangunkan saja saya dibangunkan dengan aroma kopi oleh istri tercinta. “Itulah dasyatnya kopi, ketika dibangunkan dengan aroma kopi dan saya tahu yang mana buatan istri yang mana buatan orang lain,” jelasnya saat Pidato, Sabtu (10/11/2018). Alasan apalagi kita tidak mendukung kopi Sumsel yang sangat luar biasa ini, lihat saja kekuatan kopi dimana-mana. Robusta maupun Arabica khas Sumsel itu sungguh luar biasa, namun sayang masih kurang cara pengelolaan. “Saya mencari tahu kenapa robusta dan arabica asli Sumsel kalah saing padahal kualitasnya bagus, ternyata orang tahu pengolahan kopi di Sumsel kurang baik,” Ujarnya. Maka dari itu, kita ajak mereka berbenah mengelola kopi dengan cara yang baik dan benar serta kebersihan kopi. Sebelum mengolah langkah selanjutnya kita harus kasih pengetahuan dan pelatihan cara mengolah kopi yang baik, untuk cita rasa kopi tergantung cara mengolahnya dan kita harus mencari cita rasa kopi khas Sumsel. “Para pegiat khususnya jajaran yang mengurus semua pengelolaan kopi saya minta ada pembinaan khusus untuk petani kopi agar lebih baik,” Ujarnya. Sementara itu, Ketua Dewan kopi sumsel Zain Ismed mengungkapkan, kopi Sumsel itu sangat besar potensi untuk dikembangkan dengan produksi 0.6 hingga 0.9 ton per tahun memang masih kalah dengan Vietnam yang produksi tiga ton pertahun. “Artinya dengan produksi itu kita bisa mengalahkan Vietnam dalam produksi kopi dan kopi Sumsel semakin dikenal,” Jelasnya Saat ini masih banyak petani kopi yang masih terburu-buru dalam panen, seperti biji kopi yang masih berwarna hijau tetapi sudah dipanen dan itu yang menyebabkan kualitas kopi tidak baik. “Ini yang harus kita perhatikan, masih banyak petani yang panen dengan cara petik pelangi,” Ujarnya. Di sini juga harus ada perhatian dari Pemerintah bagaimana cara agar kopi Sumsel lebih terkenal, walau hanya tempat-tempat tertentu yang banyak kebunnya. Terlebih lagi masih banyak kebun yang sudah tua dan itu perlu dilakukan replainting. “Kita harus melakukan semua SOP mulai dari SOP penanaman hingga pengolahaan Kopi dan harus standar Internasional,” Ujarnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Begini Cara Jajaran Korem Gapo Peringati Hari Pahlawan
Palembang, Sumselprov.go.id -- Dalam rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, jajaran Korem 044/Gapo menggelar upacara peringatan ke-73 hari Pahlawan tahun 2018 di lapangan apel Markas Korem 044/Gapo KM. 4,5 Palembang, Sabtu (10/11). Upacara digelar guna memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara. Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Kepala Staf Korem (Kasrem) 044/Gapo Letkol Ind Mohammad Sjahroni. Dalam kesempatan itu, Kasrem membacakan amanat Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita bertema hari Pahlawan tahun 2018 adalah Semangat Pahlawan di Dadaku" Tema yang diangkat mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan. Setiap warga negara lndonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara," katanya. Lebih lanjut disampaikan, bahwa pada hakekatnya setiap perjuangan pasti ada hasilnya namun tidak ada kata akhir/berhenti untuk berjuang. Setiap etape perjuangan berlanjut pada etape perjuangan berikutnya sesuai tuntutan lingkungan strategis. Oleh karenanya peringatan hari Pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan," imbuh Kasrem. Dalam Upacara peringatan hari Pahlawan ini juga dibacakan pesan-pesan para Pahlawan, yang salah satunya adalah pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman yang berbunyi "Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah Prajurit" dimana pesan ini bermakna sangat dalam bahwa prajurit TNI akan tetap solid karena bertugas selalu mengedepankan kebersamaan dan persatuan juga mengutamakan loyalitas antar prajurit TNI. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY
Sumsel
Jersey SFC Bertandatangan Herman Deru Dilelang untuk Palu-Donggala
Palembang, Sumselprov.go.id -- Dua jersey klub sepakbola kebanggaan wong kito yang ditandatangani Gubernur Sumsel Herman Deru segera dilelang untuk disumbangkan bagi korban gempa di Palu-Donggala. Lelang ini akan dilakukan secara online oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palembang, pada peringatan hari jadi KPKNL yang jatuh pada bulan November ini. KPKNL ini merupakan instansi vertikal Kementerian Keuangan Republik Indonesia cq. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang salah satu tugasnya menyelenggarakan lelang eksekusi, lelang non-eksekusi wajib serta lelang sukarela. "Kita mau lelang amal memperingati hari jadi kita November ini. Makanya kita minta pak gubernur beri tanda tangan di jersey SFC ini. Hasil lelang ini akan kita sumbangkan untuk korban Palu dan Donggala," jelas Kepala KPKNL Palembang Ridho Wahyono. Lelang itu sendiri jelas Ridho akan dilakukan berbarengan dengan perayaan hut mereka pada tanggal 15 November mendatang. Selain jersey, barang lain yang ikut dilelang adalah helm. " Kalau memang nanti lelang ini banyak peminatnya dan pak gubernur berkenan menyerahkan langsung kepada yang mendapat lelang kita akan senang sekali," jelasnya. Selain Gubernur, tanda tangan pejabat lain seperti Pangdam II Sriwijaya dan Kapolda juga akan mereka mintakan untuk dibubuhkan pada helm dan jersey untuk meramaikan lelang. "Tanda tangan Gubernur dan Kapolda untuk jersey, sedangkan Pangdam kita minta tanda tangani helm, " ujarnya. Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru tampak senang membubuhkan tandatangannya pada jersey Laskar Wong Kito. HD bahkan memberikan sinyal akan hadir dan menyerahkan sendiri kaos tersebut pada pemenang lelang nantinya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Junadi Peserta Terbaik Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Provinsi Sumsel
Palembang, Sumselprov.go.id -- Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kabupaten OKU Timur , Junadi, S.P., M.M berhasil meraih predikat peserta terbaik pelatihan kepemimpinan(Diklat PIM) Tingkat III angkatan III Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2018. Junadi berhasil menyisihkan 40 peserta lainnya yang berhasil menyabet nilai tertinggi dan dinyatakan lulus dan berkompeten. Gubernur Sumsel yang diwakili Asisten III Administrasi dan Pemerintahan Prof. Eduar Juliarta mengucapakan Selamat kepada peserta yang dinyatakan lulus dan kompeten ini untuk bisa menjadi leader of change (pemimpin perubahan) pada institusinya masing-masing. “Selamat kepada peserta yang dinyatakan lulus dan juga terima kasih kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah beserta jajarannya atas pelaksanaan kegiatan Diklat Kepemimpinan Tingkat III ini, semoga dimasa yang akan datang akan lebih maju dan berkembang”, kat Eduar Juliarta. Sebelumnya, Plt Kepala BPSDM Provinsi Sumsel, Drs. Syarawi Hanan, M.Pd., menyampaikan pelaksanan Diklat PIM III angkatan III telah dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan 1 Agustus 2018 yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Bidang Administrasi dan Pemerintahan Setda Prov.Sumsel dengan peserta sebanyak 40 orang yang terdiri dari Prov Sumsel (2 Orang), Kabupaten MUBA (13 Orang), Kabupaten Muara Enim (5 Orang ), Kabupaten OKUT (11Orang), Kabupaten OKUS (3 Orang), Kabupaten PALI (4 Orang), Kabupaten Banyuasin (1 Orang) dan Kabupaten Bangka (1 Orang). Dari 40 orang peserta dinyatakan LULUS (Kompetensi) sebanyak 39 orang dengan kualifikasi 15 orang Sangat Memuaskan, 24 orang Memuaskan dan 1 orang ditunda kelulusannya karena sakit. Disampaikan juga nama-nama peserta yang masuk dalam sepuluh besar lulusan terbaik Diklat PIM III angkatan III Tahun 2018, adapun nama-nama yang dimaksud adalah sebagai Berikut : No Nama Asal Instansi 1. Junadi, S.p., M.M Badan Ketahanan Pangan Kabupaten OKU Timur 2. H.M.Riyan A Saputra, S.T Dinas Perumahan 7 Permukiman Kabupaen Banyuasin 3. Rika Efianti, S.E.,M.M Dinas Perdagangan & Perindustrian Kabupaten OKU Timur 4. Umaida Kosim, S.Si., Apt Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur 5. Irma Santi Dewi, S.T Diskominfo Kabupaten Muba 6. Jupriadi, S.Sos., M.M Bapenda Provinsi Sumsel 7. Feri Hadiansyah, S.T., M.M Sekretariat Daerah Kabupaten OKU Timur 8. Muhammad Soleh Iqbal, S.IP., M.Si Disdukcapil Kabupaten Muba 9. Khairiman, S.Pt., M.Si Bappeda Kabupaten Pali 10 Dr. Elda Rusnita, SpPA RSUD dr.H.M. Rabain Kabupaten Muara Enim MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Paytren Raih The Best Sharia Payment Fintech
Anugerah Syariah Republika 2018. Komisaris Utama Mahaka Media Erick Thohir (tengah atas), Menpan RB Syafruddin (kempat kiri), Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah), Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil (kelima kanan), Menteri Pariwisata Arief Yahya (keempat kanan) berfoto bersama seluruh pemenang Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018 di Jakarta, Kamis (8/11). Jakarta, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan dalam hal ini diwakili Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jon Kennedy S.E., M.Si didampingi Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Marjoni menghadiri acara Penganugerahan Syariah Republika 2018. Acara berlangsung di Mutiara Ballroom Jw Marriot Hotel Jakarta, Kamis (08/11/2018) malam. Adapun aplikasi syariah terbaik di raih Aplikasi teknologi pembayaran, Paytren memperoleh penghargaan The Best Sharia Payment Fintech dalam Anugerah Syariah Republika (ASR), Aplikasi besutan Ustaz Yusuf Mansur (UYM) itu terus berinovasi sehingga didapuk jadi aplikasi syariah terbaik. Putri Yusuf Mansur, Wirda Mansur mewakili UYM menerima penghargaan di JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan. "Penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh mitra Paytren, terima kasih kepada Republika yang selalu memberi dukungan pada Paytren," kata dia. Paytren adalah aplikasi transaksi mobile untuk berbagai jenis pembayaran dan pembelian. Sistem Paytren dirancang dengan mengutamakan layanan kemudahan, keamanan dan kenyamanan untuk para penggunanya. Saat ini Paytren dapat digunakan pada semua jenis smartphone yang berbasis Android dan iOS dan akan terus dikembangkan sesuai dengan kemajuan teknologi digital. "Harapannya untuk Paytren agar bisa lebih bermanfaat lagi bagi semua orang, targetnya semoga bisa digunakan di seluruh Indonesia dan dunia, insya Allah." kata dia. Paytren menjadi salah satu aplikasi dengan banyak rencana jangka panjang. Seperti penerbitan e-money, pengembangan QR Code, membidik sektor pariwisata halal hingga melebarkan sayap dalam Paytren Asset Management. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber REPUBLIKA.co.id
Sumsel
Diklat Mendidik ASN Menjadi Profesional
Palembang, Sumselprov.go.id – Bertempat di Aula Putri Kembang Dadar BPSDM Prov.Sumsel , hari ini (Jumat, 09/11/2018) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Prov. Sumsel telah menggelar Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Angkatan III Prov.Sumsel Tahun 2018. Penutupan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Angkatan III Prov.Sumsel Tahun 2018 dihadiri dan ditutup langsung oleh Asisten I Setda Prov.Sumsel Prof.Eduar Juliarta. Turut hadir dalam kesempatan ini Plt. Kepala BPSDMD Prov.Sumsel Drs. Syahrawi Hanan, M.Pd, Para Kepala OPD di Lingkungan Pemprov.Sumsel, Kepala Bidang Statistik Dinas Kominfo Prov.Sumsel H.Iskandar Mirza dan Para Peserta Diklat PIM III Angkatan III, Angkatan V dan VI . Perwakilan dari Peserta Diklat PIM Tingkat IV angkatan VII dan X serta Para ASN di Lingkup BPSDMD Prov.Sumsel dan Para Widyaiswara. Asisten I dalam kesempatan ini membacakan sambutan Gubernur Prov.Sumsel menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan Sikap Penggabdian, kesetian. Hal ini tercermin pada misi ke-3 Pemrov.Sumsel Tahun 2018-2023 yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dengan mengedepanakan tranparansi dan akuntabilitas yang didukung aparatur pemerintah yang jujur, berintegritas, profesional dan responsif. Selanjutnya Eduar menyampaikan dengan selesainya mengikuti Diklat PIM III ini, para peserta dituntut untuk menunjukkan kinerjanya dalam merancang suatu perubahan di unit kerja masing-masing hingga menimbulkan hasil yang signifikan dan mampu berperan sebagai wadah bagi pelaksana fungsi pemerintahan dan pembangunan. “Hal ini sangatlah penting untuk terus meningkatkan kompetensi, baik kompetensi teknis, manajerial, sosio kultural dan pemerintahan. Bangun komunikasi dan kerjasama yang kompak secara intensif, untuk membangun Indonesia yang lebik baik dimasa yang akan datang”, pungkas Asisten I mengakhiri sambutannya. Sementara Plt. Kepala BPSDMD Prov.Sumsel, Drs. Syahrawi Hanan, S.Pd melaporkan Diklat Kepemimpinan Tingkat III ini telah dibuka secara resmi pada tanggal 1 Agustus 2018 oleh Gubernur Sumsel yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Bidang Administrasi dan Pemerintahan Setda Prov.Sumsel dengan peserta sebanyak 40 orang yang terdiri dari Prov Sumsel (2 Orang), Kabupaten MUBA (13 Orang), Kabupaten Muara Enim (5 Orang ), Kabupaten OKUT (11Orang), Kabupaten OKUS (3 Orang), Kabupaten PALI (4 Orang), Kabupaten Banyuasin (1 Orang) dan Kabupaten Bangka (1 Orang). Dari 40 orang peserta dinyatakan LULUS (Kompetensi) sebanyak 39 orang dengan kualifikasi 15 orang Sangat Memuaskan, 24 orang Memuaskan dan 1 orang ditunda kelulusannya karena sakit. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber Dwi K/PKP
Sumsel
Sumsel Bakal Cetak 250 Ribu Hektar Sawah Baru
Ogan Ilir, Sumselprov.go.id - - Mengembalikan citra dan kejayaan Sumsel sebagai lumbung pangan, Gubernur Sumsel Herman Deru bertekad melakukan berbagai upaya. Tak terkecuali dengan mencetak 250 ribu hektar sawah baru memanfaatkan lahan rawa. Hal ini diungkapkannya, saat meninjau lahan persawahan rawa milik pengusaha beras Sukartak di desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir bersama Dirjen Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam, Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yohannes Toruan, beserta Kepala OPD terkait. "Saya bertekad mengembalikan citra dan kejayaan Sumsel sebagai lumbung pangan. Ini akan segera kita wujudkan dengan mengoptimalisasikan lahan rawa sebagai areal persawahan", kata orang nomor satu di Sumsel ini. Lebih lanjut, mantan Bupati Oku Timur dua periode itu mengatakan Sumsel siap mengadopsi pertanian milik swasta, seperti sistem pengolahan lahan rawa untuk areal persawahan milik Sukartak - pengusaha beras di Sumsel. Ia mengaku tak masalah meniru mulai dari pengolahan lahan pertanian, hingga pompanisasi untuk pengairan persawahan. Dengan pengelolaan lahan rawa pertanian secara terintegrasi, tentu akan mendorong keberhasilan dalam peningkatan produksi beras. Gubernur HD berharap dengan kunjungan dan peninjauan langsung di desa Pelabuhan Dalam ini, agar implementasi di lapangan sesuai dengan tujuan akhir untuk meningkatkan produktivitas pangan seluas-luasnya. Di hadapan para pelaku usaha pertanian, yang juga turut hadir di lokasi persawahan, Gubernur Herman Deru menjelaskan, perluasan lahan pertanian sawah rawa ini merupakan program dari pemerintah pusat melalui kementerian pertanian. "Pemerintah pusat membantu dalam pembiayaan, mulai dari penataan lahan, penyediaan peralatan, pengadaan benih padi dan pupuk hingga pengemasan, sementara provinsi cukup menyediakan lahan pertanian dan tenaga",ujarnya Selain itu, Gubernur HD bertekad untuk mengaktifkan seluruh lahan rawa untuk persawahan, tanpa mempersoalkan dan memperdebatkan kepemilikan lahan. Bahkan nantinya, pemerintah provinsi bekerjasama dengan Bulog membeli beras petani, untuk dibagikan kepada para ASN, tenaga honorer, dan pegawai tidak tetap di lingkungan provinsi. Tidak hanya menitikberatkan pada bidang pertanian sawah rawa, Gubernur Deru juga berupaya mewuiudkan pengembangan pertanian di bidang peternakan jenis itik pegagan, budidaya perikanan yang disesuaikan dengan media pengembangbiakan, seperti ikan sepat mata merah, dan sayuran. Sementara Dirjen Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto meminta kepada OPD terkait seperti dinas perindustrian untuk mempersiapkan peralatan yang banyak bagi pertanian, sedangkan dinas peternakan diminta untuk mengatalogkan pengadaan itik, " Saya minta dinas perindustrian untuk menyiapkan peralatan yang banyak, dan untuk pengadaan itik agar dinas peternakan untuk segera mengatalogkan",katanya. Sumardjo Gatot Irianto juga berpesan, sebelum proses kegiatan dimulai keberadaan lahan harus dipastikan, juga peralatan pertanian seperti traktor, ekskavator, pompa dan saluran pengairan. Sementara, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam menyatakan siap berkomitmen dan bekerjasama dengan pemerintah provinsi untuk mengembangkan dan meningkatkan produktivitas pangan di Sumsel, "Kami siap berkomitmen dan bekerjasama dengan pemerintah provinsi untuk mendukung program pemerintah. Ogan Ilir menyiapkan lahan seluas 50 ribu hektar untuk pengembangan sawah rawa",ujarnya. Sebelum meninjau lokasi lahan sawah rawa, Gubernur HD menyempatkan diri melaksanakan sholat jumat bersama warga desa Pelabuhan Dalam di mesjid Darul Mutaqqien. Di sini, Gubernur HD selain bersilaturahim bersama warga desa dan tokoh masyarakat, serta tokoh agama , juga memberikan bantuan dana sepuluh juta rupiah untuk keperluan mesjid. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Diskominfo Sumsel Bersinergi Bersama BPS untuk Integrasikan Pengelolaan Data
Palembang sumselprov.go.id- Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rencana peningkatkan kapasitas, kualitas, dan penjajakan kerja sama di bidang statistik sektoral Diskominfo Sumsel melalui kunjungan kerja ke Kantor BPS Provinsi Sumsel, Jumat, 9/11. Plt. Kadis Kominfo Prov. Sumsel yang diwakili oleh Kabid E-Gov Diskominfo Prov. Sumsel, Densyah RS, S.Sos., MM., menyatakan bahwa kunjungan kerja ini membahas mengenai program-program kerja mengenai pengelolaan data dengan cara studi banding dan membentuk silaturahmi. “Sumsel sedang menyiapkan pengintegrasian bit data yang terupdate menyangkut keseluruhan data dari berbagai sektor, yang didukung oleh command center sehingga menunjang pembangunan di Sumatera Selatan,” ungkapnya. Densya menyatakan bahwa per Januari Tahun 2019, command center rencananya akan resmi beroperasi sebagai tempat yang terintegrasi dengan aplikasi pelayanan masyarakat dan akan digunakan sebagai pusat data. “Kunker ini dilakukan untuk berkoordinasi, bersinergi, dan bekerja sama untuk mengetahui tata cara pengelolaan dan pemenuhan kebutuhan data yang telah dilakukan oleh BPS,”ucapnya. Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sumsel, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, M.M., mengungkapkan bahwa Diskominfo menjadi walidata statistik sektoral di lingkup Pemerintah Daerah yang bertugas mengumpulkan data yang dihasilkan oleh Produsen data, serta menyebarluaskan data di lingkup instansi pemerintah. “Tugas walidata statistik sektoral yaitu menerima dan memastikan data yang disampaikan oleh produsen data memenuhi standar data dan memiliki metadata baku, serta memastikan data yang disampaikan oleh produsen data sesuai denga nketentuan interoperabilitas data,” jelasnya. Endang juga menjelaskan bahwa hal tersebut juga harus didukung dengan penyebarluasan data dan mendata di portal satu data, sehingga dapat membantu Pembina data dalam membina produsen data, dan yang terakhir yaitu berpartisipasi dalam forum satu data. “Sesuai dengan visi dan misi program kerja Gubernur Sumsel bahwa Pemprov harus menyediakan data secara real time dan kontinyu. Dalam pelaksanaan secara teknis akan dilakukan dengan cara sharing, didukung oleh komitmen oleh semua tim yang terlibat,”, ungkapnya. Data yang disediakan harus bersifat relevan yaitu sesuai fenomena yang ada, akurat yaitu didapatkan berdasarkan data terkini, mudah diakses yaitu dapat diperoleh melalui website, serta mudah untuk diinterprestasikan ke semua orang sehingga mudah dipahami dan mudah diakses. Terdapat beberapa penangung jawab pengelola data yaitu BPS, Kominfo, Kementerian/Lembaga/Instansi/Pemerintah Daerah, dan PARIS21 yaitu mitra global statistik yang membantu Negara-negara berkembang untuk merancang, melaksanakan, dan memantau Strategi Nasional Pembangunan Statistik Indonesia (SNPSI). “Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk melakukan pengintegrasian data secara teknis yaitu membentuk forum satu data, pembuatan SK Gubernur, perluasan data spasial menjadi satu data satu peta, melakukan koordinasi dan komunikasi dengan OPD-OPD terkait, dan menyediakan portal sederhana untuk memudahkan akses data”, pungkasnya. Turut mendampingi kegiatan ini Para Kasi Bidang E-Gov, Kasi pengelolaan Data dan Informasi Bidang Statistik, Kasi Evaluasi dan Pelaporan Bidang Statistik dari Diskominfo Prov. Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE