Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Peringati HUT Korpri, ASN Diminta Jadi Agen Transformasi Penguatan SDM
Palembang Sumselprov.go.id- Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumsel memadati Halaman Kantor Gubernur Provinsi Sumsel, Kamis (29/11/2018) untuk mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-47 Korpri Tahun 2018. Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya bertindak sebagai Inspektur Upacara membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo. Dalam sambutannya MY menjelaskan selama 47 tahun, Korpri beserta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) telah memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat, bangsa dan negara. Lanjutnya, Korpri telah menjadi salah satu pengikat dalam memperkokoh persaudaraan dan persatuan nasional dalam keberagaman. Jajaran Aparatur Sipil Negara telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menjadi motor penting dalam pembangunan nasional. Jajaran Aparatur Sipil Negara juga ikut serta menjadi teladan masyarakat dalam mengedepankan budi pekerti, etika dan profesionalisme. Atas peran-peran besar tersebut, atas nama seluruh rakyat lndonesia saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Apa yang telah kita capai sampai hari ini, tidak terlepas dari peran serta jajaran Aparatur Sipil Negara yang bekerja di semua sektor, semua level pemerintahan, dan semua wilayah di lndonesia serta perwakilan di luar negeri,"katanya. Apresiasi sebesar-besarnya dari kami untuk para Aparatur Sipil Negara yang bertugas di daerah terpencil dan di pulau-pulau terluar yang bekerja penuh dedikasi dengan segala keterbatasan yang dihadapi. Untuk itu, pemerintah selalu memberikan prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara melalui peningkatkan penghasilan serta dukungan terhadap jaminan kesehatan, perumahan dan pensiun. Sekali lagi kami menyampaikan banyak terima kasih. Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di semua lapisan pemerintahan dan di semua sektor, saya minta untuk tidak terjebak dengan ego-sektoral, ego-organisasi, atau ego-programnya masing-masing. Sekali lagi, semua permasalahan yang ada di masyarakat itu bersifat lintas sektoral bahkan juga lintas daerah. Dengan berkolaborasi serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, saya yakin Aparatur Sipil Negara bisa mengaktualisasikan baktinya secara lebih baik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dalam kaitan ini, saya minta kepada seluruh jaiaran Aparatur Sipil Negara untuk segera memperkuat diri untuk menjadi agen transformasi penguatan SDM kita, menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta anak bangsa. Dengan peran Aparatur Sipil Negara yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, saya yakin transformasi kualitas SDM ini bisa dilakukan secara besar-besaran dan akan memberikan hasil yang positif bagi kemajuan bangsa. MC Diskominfo Prov. Sumsel/FS Sumber : Humas Pemprov Sumsel
Sumsel
BPBD Prov. Sumsel Gelar Rakoor Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor
Palembang, Sumselprov.go.id – Mengantisipasi musim penghujan di Sumatera Selatan yang diprediksi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang akan berjalan panjang dimulai pada bulan Desember 2018 hingga Maret 2019, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov.Sumsel menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung di Posko Banjir dan Longsor (Bansor) BPBD Prov.Sumsel, Rabu (28/11/2018). Rapat dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Prov.Sumsel H. Iriansyah S.Sos, SKM., M.Kes didampingi Kasi Ops. Korem 044 GAPO, Danlanal Angkatan Laut Palembang, Kepolisian Perairan Palembang dan Polda Sumsel. Dalam arahannya H.Iriansyah menyampaikan kalau dilihat dari prakiraan cuaca hampir seluruh wilayah Sumatera Selatan mengalami musim penghujan, untuk itulah rapat koordinasi kesiapsiagaan dilaksanakan dengan tujuan untuk menyiapkan personil maupun peralatan dan juga logistik sehingga bila hal ini terjadi di tempat kita, kita sudah siap. Selanjutnya Kalaksa BPBD Prov.Sumsel juga meyampaikan berdasarkan BMKG wilayah Sumsel berpotensi Banjir tetapi ini Fluktuatif dan waktunya berbeda-beda sesuai prediksi dari BMKG kalau kita lihat dari Musirawas, Mura bagian ulu, OKU, OKUS,Pali, Muara Enim sampir semua terutama didaerah Muba, Banyuasin dan Palembang masuk daerah rawan banjir. “Begitu juga daerah tanah longsor di Empat Lawang, Pagar Alam, Lahat, OKUS, Semendo bagian dari Muara Enim terjadi juga ancaman bencana tanah longsor, sebab itu kami mengajak semua sektor terkait untuk berkoordinasi menyiapkan sesuatu mencegah dan menghadapi bencana yang akan terjadi”, pungkas Iriansyah. Turut hadir dalam kegiatan ini BMKG, Dinas Sosial Prov. Sumsel, Dinas Kominfo Prov. Sumsel, Dinas Perhubungan Prov. Sumsel, Dinas Kesehatan Prov. Sumsel, Dinas PU, Pol PP Prov. Sumsel, Dinas PK dan PB Kota Palembang, BPBD-BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Pali, Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Musi Rawas, Muratara, Oki, Oku, Okut,Okus BMKG, Dinas Sosial Prov. Sumsel, Dinas Kominfo Prov. Sumsel, Dinas Perhubungan Prov. Sumsel, Dinas Kesehatan Prov. Sumsel, Dinas PU, Pol PP Prov. Sumsel, Dinas PK dan PB Kota Palembang, BPBD-BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Pali, Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Musi Rawas, Muratara, Oki, Oku, Okut,Okus MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Polri Ajak Masyarakat Jadi Penggiat Medsos yang Anti Hoax
Palembang sumselprov.go.id- Perkembangan penggunaan media masa yang berbanding lurus dengan perkembangan IT, berperan penting dalam mempermudah layanan jasa dan informasi di masyarakat. Dan melalui kegiatan pertemuan Divisi Humas Mabes Polri dengan penggiat Media Sosial (Netizen, Jurnalis dan Lembaga Pemerintah Sumatera Selatan) dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada para peserta bagaimana cara menjadi pengelola media sosial (medsos) yang aktif dan bijak. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes POL. Slamet Widodo, S.I.K. Rabu, 28/11/2018, saat menyampaikan kata sambutannya daka acara yang bertemakan literasi media edukasi bicara baik dan bijak dalam bermedia sosial oleh Divisi Humas Polri wilayah Provinsi Sumsel di Ballroom Hotel Grand Zuri Palembang. “Saat ini, media sosial telah mampu menjadi salah satu sarana yang dapat digunakan untuk mengetahui lokasi, memesan barang dan jasa, bertemu dengan rekan tanpa dibatasi ruang dan waktu, Namun sekitar 92,4% berita hoax juga berasal dari media sosial” ujarnya. Ia mengatakan bahwa masyarakat yang tidak bijak medsos akan sangat mudah terpengaruh berita hoax. Penyebaran hoax juga dapat terjadi melalui medsos, aplikasi chat, situs web, televisi, email, dan radio. “Penggunaan medsos yang baik dan bijak akan menghasilkan manfaat di lingkungan daerah, nasional, dan internasional jika tidak tidak menyebabkan kerugian bagi orang lain. Oleh karena itu, semakin banyak pengguna medsos, maka semakin banyak anggota yang harus mengikuti pembinaan medsos,” jelasnya. Slamet mengajak untuk berhati-hati untuk meneruskan pesan viral yang beredar di media social, karena medsos dapat merubah yang benar menjadi tidak benar, dan mengubah yang tidak benar menjadi benar. “Mari kita menjadi pengguna medsos yang tidak merugikan negara maupun orang lain, serta mari kita menjaga keutuhan negara dengan tidak mudah terpengaruh berita hoax, karena penyalahgunaan medsos dengan tidak bijak dapat berdampak pada tindak pidana yang tidak ringan,” ungkapnya. Sementara itu, Mewakili Kadiv Humas Polri, KBP Divisi Humas Polri, Drs Yusri Yunus, mengatakan bahwa dari 265 juta penduduk Indonesia, terdapat sekitar 132 juta penduduk sebagai penggiat internet. “Sebuah penelitian dirilis pada Januari 2018 menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 50% populasi dan pengguna media sosial mencapai 49% populasi, dan jumlah sebanyak itu berpotensi terpapar Hoax,” ucapnya. Ia mengungkapkan bahwa Jaringan internet yang melanda ke seluruh teknologi Indonesia, membuat tiap individu dapat mengekpresikan diri lewat internet, oleh sebab itu aktivitas yang ada di internet dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif. “Dampak positif yang diperoleh dari internet yaitu dapat memperoleh informasi dengan sangat cepat sehingga dapat mendukung kehidupan dan juga mempermudah interaksi. Dampak negatifnya yaitu adanya perilaku menyimpang pada hal-hal yang melanggar hukum, seperti konten-konten pornografi, pornoaksi. sara, fitnah, dan hoax yang dapat menimbulkan gangguan keamanan,” katanya. Ia mengungkapkan bahwa Polri akan melakukan langkah Preentif, Preventif, serta penegakan tindakan hukum untuk menindaklanjuti setiap pelanggaran medsos yang dilaporkan. “Tindakan preentif yaitu dengan cara melakukan sosiliasasi kepada masyarakat agar terbentuk penggiat sosial yang bijak. Hal ini agar tidak merugikan pihak lain, sehingga tercipta interaksi medsos yang baik," katanya. Melanjutkan, "Tindakan Preventif yaitu dengan cara melakukan himbauan kepada masyarakat untuk taat aturan, dan melakukan pemahaman hukum dengan cara mengerti dan memahami aturan-aturan dalam menggunakan medsos yang tidak melanggar implikasi,” jelasnya. Turut hadir sebagai narasumber dalam acara ini yaitu, Kombes Pol. Asep Adi Saputra, S.H., S.I.K., M.Si, Kepala Dinas Kominfo Sumsel yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Imansyah, S.E., Dosen Fisip Unsri, Nurly Meilinda, dan Kanit 4 Subdit 2 Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol, Fitriyanti. Dan kegiatan ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari instansi, jurnalis, dan mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari seluruh kota Palembang. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE/ Cley/ TM
Sumsel
Jadi Duta Literasi, Percha Diminta Rajin Turun ke Lapangan
Palembang, Sumselprov.go.id -- Di era serba digital saat ini, kegemaran masyarakat akan membaca buku dan kepustakawan kian menurun. Apalagi jika ditilik dengan hadirnya gadget atau smartphone, yang membuat masyarakat hanyut dalam kecanggihan tekhnologi. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru dalam kata sambutannya saat menghadiri sekaligus melantik Hj. Percha Leanpuri, B.Bus, MBA sebagai Duta Literasi Sumsel serta kegiatan Seminar Sehari Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sumsel, di Aula Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel (27/11). Orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini berharap dengan telah dinobatkannya Hj. Percha Leanpuri, B.Bus, MBA sebagai Duta Literasi Provinsi Sumsel mampu memberikan kontribusi dan bertanggung jawab yang tidak sederhana, dimana mampu mengubah atau mempengaruh mindset masyarakat agar kembali gemar membaca. Sebab dikatakannya cikal bakal orang berpengetahuan itu dari pustaka. "Tahun depan akan segera dialokasikan dana untuk taman baca, dengan selera masa kini yang dikemas secara modern. Kita tidak bisa hanya sekdear menghimbau, harus dipaksa dengan kasih sayang. Saran saya kepada Duta maupun ASN yang membidangi ini, untuk mengajak anak-anak membaca dengan cara yang harus sangat fleksibel jangan dengan cara kaku," ungkapnya Menurut HD, orang yang membaca itu ada lah bagian dari bakat. Kendati demikian, ia mengaku prihatin saat ini buku yang merupakan gudang ilmu menjadi sangat murah. "Tugas kita sama-sama merubah mindset dan ilmu tekhnologi jangan dijadikan saingan. Percha tunjukan bahwa dilantik bukan hanya karena anak Gubernur, Percha tunjukan bahwa memang berbakat mempengaruhi orang untuk membaca, setelah dilantik ini buatlah kegiatan untuk mempengaruhi anak usia dini sampai tua," katanya Lebih jauh HD menghimbau Duta Literasi dan Duta Membaca agar lebih banyak turun ke lapangan. Sedangkan untuk Dinas Perpustakaan, harus menjadi dinas yang paling bertanggung jawab terhadap minat baca anak, minat baca warga negara. Kedepan, Ia juga akan segera mengalokasikan dana untuk di setiap taman bahkan target nya di setiap desa harus ada taman bacaan. "Ini harus dialokasikan pendanaannya yang sesuai dan maksimal untuk pelaksanaanya. Gemar membaca harus di mulai dari anak-anak, Goalsnya adalah ilmu pengtahuan yang bertambah," pungkasnya Sementara Hj. Percha Leanpuri, B.Bus, MBA ditemui usai acara menambahkan, Usai dilantiknya Ia sebagai Duta Literasi, Ia bersama duta membaca dan instansi terkait akan melakukan koordinasi untuk bagaimana mensosialisasikan dan juga terus mengajak anak-anak di seluruh Sumsel untuk gemar membaca dan menulis. "Semua yang dilakukan sebagai upaya menuju goals kita yaitu pencapaian informasi, penggalian informasi dari sumber bacaan," tuturnya "Saya mengundang mulai dari taman kanak-kanak, paud, sekolah dasar dan keatasnya lagi untuk gemar membaca dan juga datang keperpustakaan. Perpustakaan ini juga sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah agar lingkungannya lebih ramah dan lebih nyaman. Supaya tempat ini menjadi tempat kegemaran bagi anak-anak dan seluruh juga masyarakat," pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
HD Perjuangkan Kesejahteraan Guru ke Presiden
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel Herman Deru tak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menghadiri peringatan HUT PGRI ke-73 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2018 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Selasa (27/11). Air mata orang nomor satu di Sumsel itu tumpah sesaat setelah ia menyanyikan lagu Hymne Guru di atas panggung. "Saya benar-benar haru. Dengan segala kekurangan dan keterbatasan, bapak ibu guru masih mau tetap hadir dan berdiri disini. Untuk semua itu saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kerelaan bapak ibu semua" ujar HD pelan. Menurut HD perjuangan para guru terutama guru honorer patut dihargai setinggi-tingginya. Karena dengan honor yang sangat minim guru-guru ini masih bisa menjaga semangatnya memebrantas kebodohan di Provinsi Sumsel. "Untuk itu dengan sepenuh hati saya akan memperjuangkan apa yang diinginkan para guru. Perbaikan sertifikasi, perbaikan penghasilan khususnya guru honor. Saya juga akan ajak Bupati dan Walikota untuk menyikapi kesejahteraan guru-guru ini," jelas HD. Menurut HD sebagai kepala daerah ia telah menyampaikan hal ini dan memperjuangkan langsung ke Presiden. Dengan harapan tahun depan peningkatan kesejahteraan sudah dapat dirasakan para guru. Sesuai pesan Presiden menurutnya honor para guru ini akan dibantu peningkatannya. "Kita akan surati menteri Pendidikan agar ini bisa diterapkan sesegera mungkin di 2019. Saya yakin pemerintah pusat memperhatikan kondisi ini. Saya sebagai kepala daerah juga akan memfasilitasi sesuai wewenang," jelasnya. Sementara itu Sekjen PB PGRI, Kodrat Nugraha dalam sambutannya menitipkan pesan singkat. Dia meminta para guru untuk dispilin melaksanakan 4C dalam kegiatan belajar dan mengajar demi menciptakan perubahan. "Saya titip 4 C ini pada para guru, agar dala. mengajar menerapka 4 C diantaranya colaboratic dan creatif," jelas Kodrat. Di tempat yang sama, Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto mengatakan di usia PGRI yang ke 73 ini diakuinya sudah banyak kiprah PGRI membangun dunia pendidikan. " Di HGN ini saya mengajak para aguru meningkatkan kualitas pendidika, kualitas keprofesionalan dalam mengajar agar anak-anak kita mendapatkan pengetahuan keterampilan dan katakter yang baik," jelasnya. Di hadapan ribuan guru itu Zulinto menyampaikan beberapa poin kepada gubernur Sumsel terutama terkait masalah pendidikan. Di antaranya yakni soal jumlah guru yang belum memadai mukai dari tingkat SD hingga SMA. Kemudian sertifikasi guru yang masih sering tersendat baik di provinsi, kabupaten maupun kota. Kemudian soal perlindungan guru yang belum begitu dirasakan oleh para tenaga pendidik. "Kami laporkan kekurangan guru untuk SD 20.000 se Sumsel dan SMA 2.800 guru. Jumlah ini cukup besar. Kiranya ini bisa disampaikan ke pemerintah pusat," jelasnya. Selain peringatan HUT PGRI dan HGN, dalam acara tersebut dilakukan juga Launching buku biografi tokoh Pendidik Sumsel Drs Aidil Fitri Syah (alm). Penyerahan penghargaan tanda Kehormatan Alm Hamzah (Orang tua Gubernur Sumsel Herman Deru) yang berjasa membangun pendidikan di Sumsel, MoU Gubernur Sumsel dengan PTN dan PTS dalam peningkatan Mutu Pendidikan dan Kompetensi guru di Sumsel, pemberian penghargaan untuk guru-guru berprestasi di tempat tugas terpencil serta pemberian penghargaan kepada tokoh organisasi dan pendidik di Sumsel. [ril] MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Sekda Sumsel Melalui Momentum HUT KORPRI Ke-47 Mari Tingkatkan Jiwa Korsa
Palembang, Sumselprov.go.id – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini diwakili Sekeretaris Daerah (Sekda) H. Nasrun Umar buka langsung acara dzikir bersama dan tausiah serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H dalam rangka HUT KORPRI ke- 47 Tahun 2018 bertempat di Aula Griya Agung Palembang, Selasa (27/11/2018). Bertindak selaku penceramah adalah Drs KH. Umar Said dan pembaca Dzikir Ust. Ahmad Fauzan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel Ohan Burhanudin, Kapolda Sumsel diwakili oleh Dir Binmas Kombes Pol. Drs M.Son’ani, Pangdam II Sriwijaya diwakili oleh Kabintal Kol.Inf. Dwi Arianto, Para Staf Ahli, Para Asisten, Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Prov.Sumsel, Para Staf Khusus dan Para ASN Pemrov.Sumsel. Dalam sambutannya Sekda Sumsel menyampaikan melalui momentum HUT KORPRI ke-47 mari kita tingkatkan Jiwa Korsa KORPRI sebagai perekat pemersatu bangsa. “Kita jaga suasana kondusif seperti sekarang ini dengan menjaga kerukunan antar umat beragama dan Alhamdulillah Sumatera Selatan termasuk Provinsi yang Zero Konflik antar etnis maupun antar agama”, ujar H.Nasrun Umar. Selanjutnya H.Nasrun juga menyampaikan ucapan terima kasih atas nama pemrov.Sumsel kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mensukseskan acara ini dan telah memberikan bantuan baik moril maupun materi serta terima kasih atas kesediaan hadir pada acara ini. Sekda Prov.Sumsel juga menyampaikan pada peringatan HUT KORPRI ke-47 bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammmad SAW, beliau adalah contoh pribadi yang memiliki akhlak mulia. Bahkan jauh sebelum beliau diangkat menjadi Rasul, beliau sudah dikenal atas sifat kejujurannya, sehingga mendapat julukan Al Amin. “Selain itu juga bagaimana kita mau dan mampu mencontoh keteladanan Rasullah dalam sikap dan hidup sehari-hari dan mengimbau agar peringatan Maulid Nabi ini benar-benar bisa menjiwai kehidupan dalam tugas kepada masyrakat, bangsa dan negara”, kata mantan Kepala Dishub Prov.Sumsel. Pada akhirnya Nasrun mengatakan KORPRI sekarang telah berusia 47 tahun, saya bangga, saat ini KORPRI terus berusaha untuk menguatkan eksistensinya, terus meningkat kompetensi dan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Kita menyadari bahwa baik buruknya pelayanan pemerintah kepada masyarakat berada ditangan KORPRI. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS
Sumsel
Pasca Perbaikan, JSC Siap Melaksanakan 5 Iven Olahraga 2019
Palembang sumselprov.go.id- Pengembangan olahraga dan infrastruktur di Jakabaring Sport City (JSC) setelah Asian Games 2018 terus dilakukan, untuk menjaga infrastruktur agar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat lokal, nasional maupun internasional. Hal ini diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) yang diwakilkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR) Provinsi Sumsel, sekaligus Komisaris PT JSC, Basyarudin, dalam Live wawancara Metro TV Biro Palembang di JSC, Senin, 26/11/2018. “Pada Tahun 2019, ada 5 (lima) iven olahraga Internasional yang akan diselenggarakan di JSC yaitu Voli Pantai, Baseball, Dayung, Triathlon, dan Boling,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa venue Dayung JSC, juga akan dijadikan sebagai pusat pelatihan dayung Internasional. Hal tersebut merupakan salah satu upaya dalam pencegahan dampak negatif terkait pemeliharaan dan penggunaan venue selepas Asian Games 2018 yaitu dengan cara peningkatan iven olahraga. “Selain itu, venue-venue JSC juga dapat digunakan sebagai salah satu sarana latihan para atlet , sehingga menjadi cara untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, peningkatan kepedulian masyarakat untuk berolahraga, dan juga memanfaatkan venue olahraga untuk aktivitas lain di luar olahraga, seperti meeting, incentives, conferences, & exhibition (MICE),” jelasnya. Ia mengungkapkan bahwa untuk pengelolaan aset keolahragaan di Jakabaring secara professional, maka Pemda Palembang sendiri telah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakabaring Sport City yang bekerja sama dengan tenaga-tenaga profesional Internasional. “Untuk seterusnya, JSC terus dikembangkan agar data digunakan untuk aktvitas selain olahraga, diantaranya wedding party, outbond, karya wisata, dan juga kunjungan masyarakat,” ucapnya. Sementara itu, Direktur Utama PT JSC Bambang Supriyanto, mengatakan bahwa untuk perbaikan kerusakan JSC akibat bencana alam yang terjadi belum lama ini, yaitu akibat Angin Putting Beliung, Tim JSC berlandaskan instruksi Gubernur Sumsel telah membentuk tim satgas untuk memperbaiki kerusakan yang ada. “Pekerjaan perbaikan telah selesai 100 persen, perbaikan yang dilakukan yaitu meliputi perbaikan 14 venue yang rusak dan merapikan sekitar 130 pohon yang tumbang. Perbaikan ini telah dilakukan sesuai dengan target penyelesaian paling lambat awal Desember 2018,” katanya. Bambang mengungkapkan bahwa proses perbaikan ini juga didukung oleh CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Sumsel karena pihak swasta juga ikut andil dalam pembangunan venue JSC. “Dalam perkembangan pembangunan dan pengembangan JSC, Metro TV juga turut membantu untuk mengenalkan JSC kepada masyarakat luas,” ungkapnya. Turut Hadir mendampingi Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Jon Kenedy, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan, Akhmad Yusuf Wibowo. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE/ Editor: TM
Sumsel
Dongkrak Harga, Pemerintah Siap Beli Karet Petani Sumsel Rp.7.500-8.000/kg
Palembang, sumselprov.go.id - Sejalan dengan visi misi HDMY meningkatkan nilai jual karet di tingkat petani, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah menginstruksikan Menteri PU untuk membeli getah karet langsung dari petani di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Harga beli karet yang ditawarkan berkisar Rp. 7.500-8.000 per kilogram. Pernyataan tersebut disampaikan langsung Presiden Joko Widodo saat acara silaturahmi dengan perangkat desa dan kader pembangunan desa, Provinsi Sumsel di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Minggu (25/11/018). Menurut Joko Widodo, saat ini di Provinsi Sumsel ada problem besar yang harus diselesaikan bersama-sama yakni terkait dengan harga sawit dan harga karet. Sama halnya dengan kelapa sawit, karet juga merupakan komoditas international atau komoditas global yang tidak bisa dipengaruhi dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah. Namun demikian dia sudah menyiapkan formula khusus untul membantu petani karet. "Beberapa bulan yang lalu saya perintahkan Menteri PU Republik Indonesia Pak basuki. Sebentar lagi yang di Sumsel ini kita akan beli langsung dari petani, dari koperasi beli getah karetnya langsung dibeli oleh Kementerian PU harganya Rp7500- Rp8000, sebentar lagi sudah dimulai," tuturnya Diakui Jokowi tidak mudah menyelesaikan hal seperti ini, karena menyangkut produksi yang sangat besar. Akan tetapi pemerintah sudah berusaha amat sangat menyelesaikan persoalan ini. Demikian halnya mengenai urusan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil ( CPO) diakui Jokowi bukanlah urusan mudah. Terlebih sudah empat tahun ini Pemerintah mengurus minyak sawit yang dicegat di Eropa, hal demikian berkaitan dengan bisnis maupun penjualan yang ada di Eropa. "Mereka di sana juga jualan minyak bunga matahari, kita jualan minyak kelapa sawit, sehingga masuk kesana dihambat-hambat. Saya sudah kirim tim berapa kali agar sawit kita diterima disana sebanyak-banyaknya," ungkapnya "Awal tahun yang lalu saya juga ketemu Perdana Menteri Tiongkok, Saya minta Tiongkok beli lebih banyak dari sekarang, Saya minta tambahan agar produksi ini bisa diserap sehingga harganya naik. Ada tambahan 500.000 ton. Tapi ternyata juga belum mempengaruhi harga pasar secara baik," tuturnya Diuraikannya secara rinci, kebun kelapa sawit diseluruh Indonesia ini sudah berada posisi yang sangat besar, bahkan nomor satu di dunia. Luasannya mencapai sekitar 13 juta hektar kelapa sawit baik itu yang ada di Provinsi Sumatera, Kalimantan, Jawa Maupun di Papua. Sedangkan untuk produksinya setiap tahun sebanyak 42 juta ton. "42 juta ton itu kalau dinaikan truk, sekitar 10 juta truk mengangkutnya, jumlah ini sangat besar. Kita (Republik Indonesia) saat ini bersaing dengan Malaysia dan Thailand tapi kita tetap yang terbesar, oleh sebab itu mengendalikan ini tidak mudah. Ini perdagangan international atau perdagangan global. Tidak bisa kita mempengaruhi mereka, tidak semudah itu," terangnya Suami dari Iriana Joko Widodo ini juga mengatakan, sudah sejak tiga bulan Pemerintah telah memperintahkan untuk memakai solar yang dicampur minyak sawit sebesar 20% atau Biodiesel (Solar B20). "Ini nanti kalau berhasil mungkin bisa menaikan harga kelapa sawit, kita impor untuk diproduksi menjadi B20. Kalau ini berhasil akan kelihatan, tapi ini butuh waktu kurang lebih satu tahun dari tiga bulan yang lalu. Menunggu B20 berhasil, kalau berhasil harga nya akan otomatis naik karena disedot oleh permintaan dalam negeri," katanya Sementara itu terkait dengan dana desa, Jokowi menuturkan, apa yang oleh Pemerintah inginkan dari pemberian dana desa di seluruh tanah air adalah ingin dana desa harus tepat sasaran. "Tembakannya harus tepat jangan sampai meleset. Apa yang kita bangun di desa infrastruktur berupa jalan, saluran irigasi, jembatan, embung untuk pengairan. Tapi mulai kesana harus mulai kita geser mulai dengan pemberdayaan ekonomi, inovasi-inovasi desa," katanya "Coba kita lihat kenapa pembangunan dimulai dari desa. Pertama karena saya orang desa, yang kedua anggaran yang telah dikucurkan di seluruh tanah air, diseluruh Indonesia tahun 2015 Rp20, 7 Triliun, 2016 Rp47 triliun, 2017 Rp60 triliun, 2018 Rp 60 triliun, tahun depan Rp73 triliun . Jadi sampai tahun ini sudah Rp187 triliun kita gelontorkan sekitar 74.000 desa yang ada diseluruh tanah air ini," pungkasnya Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru dalam kata sambutannya melaporkan, dana desa yang dikucurkan di Provinsi Sumsel mulai dari tahun 2015 sebesar Rp775.043.818.000 kemudian tahun 2016 sebanyak Rp1. 780.769.519.000. Selanjutnya tahun 2017 sebesar Rp. 2. 267.261.445.000, tahun 2018 sebesar Rp. 2.314.121.041.000 dan di tahun 2019 sebesar Rp2.683.946.345.000. Jumlah total selama dari tahun 2015 hingga 2018 sebesar Rp. 9.821.142.168.000. "Pemanfaatan dana desa di Provinsi Sumsel dari tahun 2015- 2018 dibagi menjadi dua bidang yakni bidang ekonomi masyarakat dan bidang peningkatan kualitaa hidup masyarakat desa," tambahnya. Acara silaturahmi dengan perangkat desa dan kader pembangunan desa, Provinsi Sumsel tersebut tampak dihadiri pula Ibu Negara RI Hj. Iriana Joko Widodo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Patro Sandjojo, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Deru, serta Bupati/Walikota yang berkesempatan hadir. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Presiden Jokowi Terima Gelar Raja Balaq Mangkunagara
Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri penganugerahan gelar kehormatan adat Komring Provinsi Sumsel kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo dan ibu negara Iriana Joko Widodo di halaman Griya Agung, Minggu (25/11). Oleh Majelis Tinggi Adat Komring, Jokowi dianugerahi gelar Raja Balaq Mangku Nagaro yang berarti Raja Agung yang Memegang Kekuasaan Tertinggi Negara. Sementara ibu negara Iriana Joko Widodo dianugerahi kunai/ gelar Ratu Indoman yang bermakna seorang ratu yang bukan saja mengayomi dan membantu rakyatnya tapi memberi keteguhan dan kenyamanan dalam negara. Prosesi upacara pemberian dua gelar tersebut diberikan langsung oleh Ketua Majelis Tinggi Adat Komering Sumsel, H Romli Mustika Ratu. Di hadapan 44 Paguyuban se Indonesia, Bupati, Kepala OPD, FOKKU dan masyarakat Sumsel. Sedangkan piagam penghargaan diserahkan oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan Istri, Febrita Lustia Deru. Ketua Majelis Tinggi Adat Komering Sumsel, H Romli Mustika Ratu mengatakan pemberian gelar tersebut merupakan pelampiasan hati masyarakat Komering dan Sumsel. Mereka bangga dengan kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo. "Semoga Presiden bisa memberikan kesejahteraan serta memajukan adat, tradisi dan budaya masyarakat Indonesia khususnya warga Komering dan Sumsel," katanya. Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Griya Agung pada pukul 08.40 wib dan langsung disambut tari Tigong dan pencak silat komering. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku sangat menghargai dan berterimakasih atas kehormatan besar yang telah diberikan kepadanya. Gelar Raja Balaq Mangku Nagaro dan Ratu Indoman yang dinaugerahkan ini menurutnya bermakna sebagai pesan dan harapan serta tanggungjawabnya untuk selalu mengangkat derajat masyarakat adat Komring. Dan yang lebih luas lagi memajukan masyarakat Sumsel. "Saya berterimakasih sebesar-besarnya atas kehormatan yang diberikan kepada saya. Semoga kebudayaan dan kearifan lokal ini jadi kepribadian bangsa," ujar Jokowi. Menurutnya di Indonesia tercatat ada sebanyak 714 suku yang dimiliki dengan budaya masing-masing yang berbeda satu sama lainnya. Hal ini menjadi modal yang kuat bagi Indonesia untuk meraih kemajuan. Berkaca pada cerita konflik di Afganistan, kata Jokowi disana menurutnya hanya ada 7 suku namun dua di antaranya berkonflik berkepanjangan hinggaa 40 tahun lamanya. Jika dibandingkan dengan 714 suku yang ada di Indonesia, jumlah tersebut sangat kecil sekali. Karena itu Jokowi tak henti-hentinya menghimbau kepada masyafakat Indonesia untuk mencegah konflik sekecil apapun. "Negara kita ini sangat besar dari Sabang sampai Merauke, ada 714 suku. Karena itu persatuan dan Kerukunan adalah aset kita," jelasnya. Konflik lanjut Jokowi biasanya sering dimulai dari urusan politik, baik itu pemilihan Bupati, Walikota Gubernur hibgga Presiden. Menurutnya masyarakat sering lupa bahwa hal ini berulang setiap lima tahun. "Rasional saja silahkan pilih A, pilih B silahkan. Jangan sampai ada gesekan sekecil apapun. Ini harus disyukuri. Karena kalau kita bisa satukan, ini bisa jadi aset. Kedepan semoga adat Komring ini berperan aktif menjaga kerukunan di Indonesia," ujat Jokowi. Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, pemberian gelar ini bertujuan melestarikan budaya daerah Sumsel. Melalui silaturahmi seperti ini HD berharap dapat meningkatkan kemajuan daerah Sumsel agat maju untuk semua. "Pemberian gelar ini sudah melalui proses dan ritual adat Komering. Sudah direstui tetua dan Majelis Tinggi Komering Sumsel melalui musayawarah mufakat untuk berikan jajuluk atau gelar kepada Presiden Jokowi," jelas HD. Adapun pemberian adop/jajuluk/ gelar ini memiliki makna simbolik sebagai pertanda bahwa masyarakat Komering menghormati keberadaan seseorang yang telah berjasa pada masyarakat bangsa dan negara. "Mereka yang dapat gelar ini diangkat jadi keluarga kehormatan dan bagian dari masyarakat Komering," ujar HD. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel