Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur, Wakil Gubernur Serta Pejabat Eksekutif Pemprov Sumsel Akan Berlomba Masak di Peringatan Hari IBU Tahun 2018
Palembang, Sumselprov.go.id – Menyemarakkan peringatan hari ibu pada 22 Desember mendatang, Gubernur Sumsel Herman Deru, dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya bersama pejabat eksekutif pemprov lainnya akan mengikuti lomba memasak ikan. Ini terungkap dalam rapat pemantapan peringatan hari ibu yang berlangsung di Griya Agung, Senin (10/12/2018) dipimpin Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia yang juga penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel, bersama Wakil Ketua TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya, dan Ketua DWP Setda Sumsel Renny Nasrun Umar, dan para pimpinan harian Palembang Pos dan Sumatera Ekspress. Dijelaskan Febrita Lustia, peringatan hari ibu harus ada manfaat yang bisa diambil. Diikutkannya lomba masak oleh para bapak-bapak yaitu Gubernur, Wakil Gubernur dan pejabat eksekutif Pemprov. Sumsel, serta jajaran Forkompinda agar para bapak mengetahui dan merasakan betapa sulitnya dan repotnya seorang ibu memasak bagi keluarganya. Rangkaian kegiatan peringatan hari ibu berupa lomba masak ikan, lomba make up (rias wajah), lomba mewarnai, peragaan busana dan juga berbagai stand pameran yang menampilkan produk UP2K dari PKK Kab/Kota se-Sumsel. Tidak hanya itu, Febrita juga mengusulkan agar pada peringatan hari ibu mendatang, juga dapat dilakukan pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan IVA tes (Inspeksi Visual Asam) atay deteksi dini kanker serviks. Masih dalam rangkaian gebyar peringatan hari ibu juga akan berlangsung pemilihan wanita inspiratif, pada 22 Desember malam, terselenggara atas kerjasama PKK Sumsel bersama harian Sumatera Ekspress. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Cepat dan Nyaman, LRT Ramah Penyandang Disabilitas
Palembang, Sumselprov.go.id -- Dalam rangka memperkenalkan Light Rail Transit (LRT) Sumsel, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mengajak masyarakat ke Stasiun LRT. Kali ini PT KAI memanfaatkan momen Hari Disabilitas Internasional, yang diperingati pada tanggal 3 Desember. PT KAI memberikan edukasi tentang perkeretaapian kepada para siswa dari Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Palembang. Ketigatan ini dilaksanakan di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya. Manajer Humas PT KAI Persero Divre III Palembang, Aida Suryanti mengemukakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan LRT kepada seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali kaum disabilitas. Dalam kegiatan ini PT KAI Persero, yang merupakan penyedia jasa transportasi kereta api dan LRT Sumsel, memperkenalkan fasilitas-fasilitas khusus untuk difabel yang ada di stasiun dan di atas kereta. Aida berharap setelah dilaksanakan kegiatan ini, masyarakat yang berkebutuhan khusus tidak jangan takut menggunakan sarana transportasi LRT maupun Kereta Api. Karena PT KAI berupaya terus memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat dengan slogan Anda Adalah Prioritas Kami”, seperti dikutif dari R.mol/sumsel Kegiatan ini mengusung tema Dengan Memperingati Hari Disabilitas Internasional, LRT Sumsel Ikut Mendukung dan Ramah bagi Disabilitas dalam Bertransportasi”. Sebanyak 30 perserta yang menampilkan beberapa pertunjukan antara lain Baca Puisi, Pantonim, dan Menyanyi di Stasiun Bumi Sriwijaya. Kegiatan dilanjutkan edukasi pengenalan fasilitas-fasilitas stasiun LRT dan di atas KA dengan rute Bumi Sriwijaya-Polresta-Bumi Sriwijaya. Diharapakan setelah dilaksanakan kegiatan ini, masayarakat mau memanfaatkan LRT Sumsel yang ramah untuk lingkungan, lebih cepat, nyaman, dan efisien. Saat ini LRT Sumsel sudah bekerja sama dengan Bank BNI, Mandiri, BCA, Sumsel Babel, BRI untuk penggunaan Kartu Uang Elektronik untuk naik LRT. Masyarakat tidak perlu antre di loket, tinggal tempel kartu di pintu masuk dan keluar. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
HD Intstruksikan OPD Tanggap Banjir
Palembang, sumselprov.go.id -- Hujan lebat yang mengguyur Palembang senin (10/12) senin membuat beberapa akses jalan tergenang banjir, tak terkecuali kantor Gubernur Sumsel. Kondisi ini membuat Herman Deru bergerak cepat, didampingi Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya dan Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Darma Budhi, meninjau langsung saluran Sungai Baung di Simpang Lima Hotel Arista yang meluap dan menyebabkan banjir di Kota Palembang. Sontak saja Ia langsung sikap tanggap memanggil Wakil Gubernur dan OPD terkait untuk memastikan pompa air berfungsi sebagaimana mestinya. "Saya sengaja datang langsung kesini bersama Wakik Gubernur Pak Mawardi Yahya beserta OPD terkait untuk melihat langsung saluran yang meluap dan mengakibatkan banjir. Kita (Pemprov Sumsel) akan segera mencari solusi untuk mengatasinya, agar tidak terjadi lagi kejadian serupa," ungkapnya seperti dikutif dari R.mol/sumsel "Setelah kita lihat, ternyata pompa berfungsi namun karena curah hujan cukup deras yang membuat sungai meluap dan tumpah ke jalan," tuturnya Ia mengintruksikan OPD terkait memback-up dan membantu Walikota Palembang cepat tanggap dalam menangani persoalan banjir ini, sehingga tidak menjadi keluhan masyarakat. Kemudian HD juga menghimbau untuk Kepala Daerah dalam meminimalisir kemungkinan bencana banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang cukup deras, untuk stand by di daerahnya masing-masing. "Pemprov Sumsel berkomitmen membantu memberikan solusi terbaik, Saya menghimbau kepala darerah musim hujan ini stand by di daerahnya. Sedangkan untuk masyarakat jangan membuang sampah yang membuat saluran air tersumbat. Bersama-sama kita menjaga kota kita ini," pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Ini Objek Wisata Andalan OKU
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) masih mengandalkan dua destinasi wisata dalam menghadapi libur akhir tahun 2018 dan libur tahun baru. Khususnya untuk menarik wisatawan baik lokal maupun luar daerah. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten OKU, Paisol Ibrahim menyebutkan dua destinasi wisata unggulan tersebut yakni objek wisata Gua Putri dan Gua Harimau yang terletak di kawasan Kars Desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji. "Sebenarnya semua objek wisata di OKU menjadi andalan, namun Gua Putri dan Gua Harimau menjadi trend OKU," Ucap Pasiol, seperti dikutif dari R.mol/sumsel Gua Putri memiliki sejuta pesona keindahan yang ditawarkan kepada para pengunjung. Para pengunjung akan dimanjakan dengan suasana gua dan keindahan setiap bentuk bebatuan stalaktit dan stalagmit yang terdapat di dalam gua. Sedangkan Gua Harimau memiliki sejarah budaya yang di dalamnya terdapat temuan kerangka manusia purba yang berusia ribuan tahun lalu. Saat ini kata Pasiol pihaknya tengah gencar mempromosikan setiap objek wisata di OKU, terutama objek wisata gua harimau yang memiliki sejuta sejarah budaya dengan sejumlah kerangka manusia purba hasil temuan tim arkeolog nasional (Arkenas). "Wisata budaya ini juga sangat perlu untuk menambah wawasan terutama bagi para pelajar," Imbuhnya. Disebutkan Paisol untuk akses menuju dua objek wisata tersebut juga sudah memadai, dua objek wisata ini terletak dalam satu kawasan. "Kalau mau ke Gua Harimau otomatis kita akan melewati gua putri, aksesnya sudah jalan poros jadi untuk kendaraan roda empat sudah bisa masuk, hanya saja untuk ke gua harimau para pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 2 KM melewati perkebunan masyarakat," Bebernya. Ditambahkan Pasiol, selain dua objek andalan tersebut, Disparbud OKU juga menawarkan objek wisata lainnya yang bisa menjadi opsi untuk mengisi liburan akhir tahun. Seperti wisata Air Terjun Kambas, Air Terjun Langgah, Air terjun Gunung Kuripan, Air panas Gemuhak, Bendali Rantau kumpai, Wisata Mandi Hawa dan Batu Lesung Bintang. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Sumsel Raih Penghargaan Top 25 Pelayanan Publik
Batam, sumselprov.go.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menerima penghargaan Top 25 Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penghargaan itu datang dari Kementerian Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia. Penghargaan Top 25 Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik itu diberikan sebagai bentuk apresiasi Kementrian PANRB karena Pemprov. Sumsel terpilih sebagai TOP 25 berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian yang dilakukan Kemen PAN-RB melalui Kompetisi SP4N-LAPOR! yang diikuti seluruh Kementerian/lembaga, BUMN, BUMD dan Pemerintah Daerah Provinsi, Kab dan Kota se-Indonesia.Sumsel dinilai sebagai salah satu pemerintah Provinsi yang dinilai terbaik dalam dalam bidang pengelolaan pengaduan pelayanan publik tahun 2018. Penghargaan Top 25 Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik itu diserahkan Menteri PANRB Drs Syafruddin MSi diwakili Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa kepada Wali Kota dalam Rapat Koordinasi Hubungan Jaringan Informasi Pelayanan Publik (JIPP) dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Republik Nasional (SP4N)-Lapor di Hotel Harmoni One, Batam. Ada empat pemerintah provinsi yang mendapatkan yakni Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Sumatera Selatan. Sedangkan untuk pemerintah kota, selain Pemko Medan, ada 9 pemerintah kota yang mendapatkan penghargaan serupa yakni Pemko Semarang, Banjarmasin Cireben, Bandung, Solok, Banjar Baru, Sukabumi, Ambon dan Malang. Selanjutnya untuk pemerintah kabupaten, ada 4 bupati yang menerima penghargaan itu yakni Bupati Bojonegoro, Banyuwangi, Bulukamba serta Kendal. Sisanya lagi berasal dari beberapa kementrian kesehatan serta BPJS Kesehatan dan PT Pos Indonersia (Persero). Dengan penghargaan yang diberikan itu diharapkan semakin memotivasi untuk terus melakukan pengelolaan pengaduan pelayanan publik yang lebih baik lagi ke depannya. Kabid Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel, Amrullah, S.STP, M.Si mewakili Plt. Kepala Dinas Kominfo Prov. Sumsel menerima penghargaan tersebut dari Deputi Bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa pada acara Rapat Koordinasi JIPP (Jaringan Inovasi Pelayanan Publik dan SP4N-LAPOR! (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) di Batam, Senin (10/12). Usai menerima penghargaan tersebut, Amrullah mengaku sangat bersyukur. Hal ini menunjukan kinerja Pemprov. Sumsel semakin diapresiasi oleh pemerintah dan masyarakat. Apalagi penghargaan ini terkait dengan aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!). Amrullah mengakui, melalui LAPOR!, Pemprov. Sumsel banyak menerima masukan dari masyarakat. Sehingga masukan tersebut bisa menjadi salah satu dasar untuk pengambilan keputusan di tingkat pimpinan. Perlu diketahui, LAPOR! adalah aplikasi media sosial pertama di Indonesia yang melibatkan partisipasi publik dan bersifat dua arah. Melalui aplikasi ini masyarakat dapat berinteraksi dengan pemerintah secara interaktif dengan prinsip mudah dan terpadu untuk pengawasan pembangunan dan pelayanan publik. Agar semakin memasyarakat, Amrullah menegaskan, Pemprov, Sumsel terus mensosialisasikan aplikasi LAPOR!-SP4N ke Kabupaten dan Kota di Sumatera Selatan. Tujuannya, agar Kabupaten dan Kota sebagai Penghubung Lapor-SP4N serta terintegrasinya seluruh aplikasi yang ada di aplikasi Lapor-SP4N Di samping itu Pemprov. Sumsel saat ini mempersiapkan ruang Command Centre akan menjadi pusat sistem kendali untuk mengendalikan, memantau, mengawasi juga menerima berbagai data serta sumber informasi berbasis teknologi. Command Center juga dapat mengelola sumber daya yang ada secara efesiensi dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk dapat mengakses berbagai sumber informasi yang belum didapat. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM/AM
Sumsel
Gubernur HD lantik Bupati dan Wakil Bupati Lahat Priode 2018-2023
PALEMBANG, sumselprov.go.id- Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lahat terpilih priode 2018-2023, H Cik Ujang SH- H Haryanto, SE MM akhirnya dilantik secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru SH MM, bertempat di Griya Agung Minggu (9/12) pagi. Prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lahat proide 2018-2023 tersebut diawali dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru yang didampingI Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya bertempat di ruangan utama Griya Agung. Usai prosesi penyerahan SK dilanjutkan kirab menuju pendopo Griya Agung untuk selanjutnya dilakukan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru atas nama Presiden RI. Usai pengambilan sumpah jabatan dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas. Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya menegaskan, tanggal 9 Desember 2018 menjadi sangat sakral bagi Cik Ujang yang dikenal sebagai sosok pengusaha sederhana oleh masyarakat Lahat akhirnya dipercaya warga Lahat sebagai Bupati lima tahun mendatang, sedankgan Wakil Bupati H Haryanto yang sebelumnya seorang berokrat diyakini akan mampu menjadi mitra bagi bupati karena dengan latarbelakang keduanya yang berbeda diyakini akan sangat baik dalam mewujudkan majunya Kabupaten Lahat dimasa mendatang. Masih menurut HD, dengan dilakukannya pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pasangan Cik Ujang dan H Haryanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lahat priode 2018-2023 maka semua proses Pilkada di Kabupaten Lahat dinyatakan selesai dan saatnya kembali bersatu dan mendukung semua program pembangunan yang akan dijalankan bupati dan wakil bupati. "Mulai saat ini proses Pilkada Lahat dinyatakan selesai tidak ada lagi istilah lagi mendukung atau tidak mendukung. Dengan kehendak Allah melalui tangan rakyat maka telah terpilih Bapak Cik Ujang dan Pak Haryanto sebagai bupati dan wakil Bupati Lahat lima tahun mendatang yang harus didukung oleh seluruh warga Lahat," ujar HD. HD menambahkan, Kabupaten Lahat merupakan Kabupaten yang kaya sumberdaya yang harus dikelola dengan bijak dan diperuntukan bagi kesejahteraan rakyat. HD mengingatkan Cik Ujang sebagai Bupati untuk sinerji dengan Haryanto sebagai Wakil Bupati dengan tetap menjaga hubungan harmonis yang kuncinya tidak lain adalah saling pengertian dangan membuka komunikasi yang terbuka sejak dari awal pengabdian. "Saya juga meminta pak Cik Ujang dan pak Haryanto tidak gampang mengganti dan dan memacat Pejabat," tambahnya. Lebih lanjut suami dari Hj Febrita Lustia ini meminta seluruh kepala daerah Bupati dan Walikota di Sumsel dapat sinerji dengan pemerintah provinsi dan jangan sampai berseberangan dengan Gubernur. Hadir dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah Bupati dan Wakil Bupati Lahat kali ini sejumlah pejabat pusat dan daerah diantaranya Mendagri diwakili deputi badan pengelola perbatasan pengelolaan kawasan (bnpp) Boytenjuri. Ketua TP PKK sumsel Hj Febrita Lustia.Mantan Gubernur sumsel Ir Syahrial Oesman. Forkompinda Sumsel, para Bupati dan Walikota di Sumsel, Jajan anggota DPRD kab.Lahat. Kemisioner KPU dan BAWASLU Sumsel dan dari Kab Lahat para kerabat dan keluarga Bupati dan Wabup Lahat, para Camat, Lurah dan Kades di Kab.Lahat serta tamu undangan penting lainnya. Untuk diketahui pasangan Cik Ujang dan H Haryanto menang dalam Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 lalu. Keduanya berhasil unggul dari pasangan lainnya dengan perolehan suara 91.031 atau 43,3 persen. Disusul pasangan Bursah Zarnubi - Parhan Berza dengan 49.667 suara. Kemudian Nopran Marjani - Herliansyah 45.207 suara, Purnawarman Kias - Rozi Adiansyah 13.761 suara, dan terakhir Hapit Padli - Erlansyah Rumsyah 10.371 suara. Terdapat suara sah sebanyak 210.037 sedangkan suara tidak sah 10.320 suara. Sehingga total ada 220.357 suara. Hasil tersebut merupakan hasil akhir pleno yang telah digelar KPUD Lahat, Minggu (12/8) lalu. Sedangkan untuk Pelantikan Ketua TP PKK Kab. Lahat Masa Bhakti 2018-2023 digelar. Minggu (9/12) siang yang dilakukan Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD. Bertempat di Griya Agung Palembang. MC Diskominfo Prov. Sumsel /AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Progres Online Rakyat Sebagai Penghubung Di Kabupaten Dan Kota Terlaksana
Musi Rawas , sumselprov.go.id - Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan Komitmen penuh bersama Kabupaten dan Kota siap melaksanakan layanan online rakyat aplikasi nasional Lapor!-SP4N yang bertujuan melayani keluhan masyarakat dan selanjutnya akan ditindak lanjuti permasalahan maupun keluhan yang ada. Perlu kami informasikan bahwa aplikasi Lapor!-SP4N telah hampir rampung sebagai penghubung di kabupaten tinggal dua kabupaten yang belum diantaranya kabupaten Ogan Komerring Ulu Timur (OKUT) yang hanya menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati dan mudah-mudahan tanggal 20 Desember ini sudah ada SKnya, selajutnya kabupaten Musi rawas Utara (Muratara). Pernyataan ini diutarakan Kabid Pengelolaan Informasi Publik (PIP) Dinas Kominfo Prov. Sumsel Amrullah, S.STP, M.Si mewakili Kadis Kominfo Prov Sumsel pada acara Dialog Sosialisasi Percepatan dan Bimbingan Teknis Lapor! – SP4N dan Provinsi Sumatera Selatan di Auditorium Pemerintahan kabupaten Musi rawas Kamis (5/12/2018). Sesuai dengan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 4 tahun 2016, seluruh pemerintah daerah diharapkan bisa terhubung dengan aplikasi dan berdasarkan Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor : 061/105/Diskominfo/2018 tentang Percepatan Keterhubungan LAPOR! di Kabupaten/Kota. “Target ini dapat terwujud asal ada komitmen bersama untuk mau membesarkan sistem ini, serta bagimana pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat dapat ditindaklanjuti," ungkap Amrullah. “Aplikasi layanan online LAPOR! SP4N.ini terwujud atas kerja sama Dinas, Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dan The German Organisation for International Cooperation (GIZ)," jelasnya Kementerian PANRB meminta komitmen Bupati/Walikota untuk mendukung program Integrasi Pengelolaan Pengaduan Publik secara nasional, termasuk pengembangan SDM dan sarana prasarana pendukungnya. Amrullah menambahkan pengintegrasian ini merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 4 Tahun 2016, dimana Kepala Daerah termasuk di Provinsi Sumsel diminta untuk mendukung program nasional tersebut. “Kami sangat apresiasi atas antusias Pemkab Musi Rawas benar-benar siap baik sarana pendukung maupun SDM-nya. Ini berarti Bupati Musi Rawas telah melaksanakan komitmen yang diminta. Melalui Bimingan Teknis dengan nara sumber dipandu oleh Team Instruktur Perwakilan GIZ diantaranya R. Dwiyoga Prabowo S dan Kurniawan mudah-mudahan semua berjalan lancar dengan harapan kita sama-sama mensosialisasikannya kepada masyarakat secara luas, baik melalui perangkat daerah maupun para tokoh masyarakat”, ujar Amrullah. Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Kabupaten Musirawas (Mura) Muhammad Rozak sekarang tidak perlu merasa takut untuk menyampaikan aduan. Pasalnya Pemkab Mura melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik telah siap mengoperasikan aplikasi yang terintegrasi secara nasional. Yaitu Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Layanan Aspirasi dan Pengadaan Online Rakyat (SP4N-Lapor!). “Dengan sistem ini laporan akan langsung ditindak lanjuti dan data pelapor terjaga kerahasiaannya,” ujar Kepala Dinas Kominfo dan Satistik Kabupaten Mura saat membuka Sosialisasi Percepatan dan Bimtek Lapor! – SP4N Provinsi Sumatera Selatan di Auditorium Pemkab Musi rawas Kamis (5/12/2018). Aplikasi ini, lanjut Rozak bertujuan untuk menampung dan menjawab seluruh pengaduan masyarakat sehingga dapat terevaluasi dan terpantau dengan akurat. “Pemerintah Kabupaten Musirawas siap melaksanakan program dari Presiden, yaitu Lapor!-SP4N ini. Bahkan Pemkab Mura siap mengintegritaskan Sistem Lapor!-SP4N ke Pemerintah Pusat,” imbuhnya. Selain itu, ia menjelaskan masyarakat tidak perlu menyampaikan aspirasi/aduannya di media sosial facebook, twitter atau yang lainnya. Cukup melalui satu aplikasi, laporan akan segera disalurkan kepada penyelenggaraan pelayanan publik yang berwenang menanganinya. “Kami juga berharap keberadaan aplikasi ini dapat disosialisasikan ke tingkat kecamatan sehingga tingkat kepercayaan publik meningkat,” harapnya MC Diskominfo Prov, Sumsel/TM/Cley/All Team
Sumsel
Snack Ikan Bandeng TP-PKK Sumsel Juara 3 Nasional
Jakarta, sumselprov.go.id– Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sumsel berhasil meraih juara ketiga pada lomba masak berbahan dasar ikan kategori kudapan pada peringatan Hari Ikan Nasional (Harkanas) ke-5 yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Menu kudapan klapie ikan bandeng hasil racikan PKK kabupaten Oku berhasil menarik minat para juri yang diantaranya terdiri dari chef Juna, kungfu chef Muto, dan Siska Suwitomo. Penghargaan dan hadiah diserahkan langsung oleh Sekjen Kementrian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo didampingi Ketua Umum TP-PKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Ketua TP-PKK Sumsel Febrita Lustia didampingi Wakil Ketua TP-PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya, mengaku bangga atas prestasi dan pencapaian PKK Sumsel pada lomba masak berbahan dasar ikan di tingkat nasional ini. "Saya bangga dan senang atas pencapaian ini. Mudah- mudahan prestasi ini dapat memacu dan memicu PKK kabupaten/kota untuk dapat berkreativitas dalam mengolah masakan dan makanan berbahan dasar ikan",jelasnya. Febrita Lustia juga berharap di waktu mendatang, PKK Sumsel dapat lebih meningkatkan prestasi dan pencapaiannya. Banyak inovasi dan kreativitas yang bisa dilakukan dalam mengolah ikan menjadi aneka makanan, tidak hanya sekedar ikan goreng, pindang ikan, atau pempek, bahkan bisa saja ada inovasi kue brownies ikan. Terlebih lagi masyarakat Sumsel adalah masyarakat pengkonsumsi ikan, dan diharapkan konsumsi ikan pada masyarakat Sumsel semakin meningkat, sebab mengkonsumsi ikan penting sebagai asupan gizi bagi tubuh. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kementrian Kelautan dan Perikanan Rifky Hardijanto mengatakan peringatan Hari Ikan Nasional jatuh pada tanggal 21 November lalu yang ditandai dengan serangkaian acara, seperti berbagai pameran dan lomba serta puncaknya diperingati pada Jumat (7/12). Lebih lanjut, Rifky Hardijanto menjelaskan konsumsi ikan nasional pada tahun 2017 meningkat dibandingkan pada tahun 2016. Tahun 2018 target konsumsi ikan meningkat. "Konsumsi ikan nasional pada tahun 2017 sebesar 47 kg per kapita per tahun. Di tahun 2018 ditargetkan menjadi 50 kg per kapita per tahun",katanya. Ditambahkan Rifky Hardijanto Kementrian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2024 konsumsi ikan nasional sebanyak 70 kg per kapita per tahun. Konsumsi ikan merupakan hal yang paling pas dan rasional sebagai asupan gizi, harganya terjangkau, dan dapat dikonsumsi dari berbagai tingkat usia, bahkan baik juga dikonsumsi bagi ibu hamil. Diketahui juga mengkonsumsi ikan bisa memcegah penyakit kanker, dan mencegah s mengkonsumsi ikan patin dapat mencegah penyakit jantung, serta mencegah stunting (berhentinya pertumbuhan tubuh). Sementara, Ketua Umum TP-PKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengatakan lomba masak ikan merupakan kegiatan yang sangat penting dan strategis, sebab kegiatan ini sebagi tempat bertemunya semua pihak untuk menyatukan langkah menciptakan generasi berkualitas di masa yang akan datang. Selain itu, menurut Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, " Gerakan PKK adalah mitra pemerintah sebagai garda terdepan untuk menyukseskan dan mendukung program pemerintah dalam hal menyampaikan tentang pentingnya konsumsi ikan dan kandungan gizi yang terdapat pada ikan",ungkapnya. Kepada para kader PKK di seluruh Indonesia, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo meminta untuk dapat meningkatkan produksi olahan ikan guna mencegah stunting, meningkatkan pendapatan keluarga melalui produk olahan ikan serta mengoptimalisasikan peran PKK dari tingkat desa hingga pusat. Tak lupa, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo menyampaikan agar kader PKK dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi balita dan anak-anak, sebab Indonesia dihadapkan pada permasalahan stunting, mulai dari pola makan, pola asuh, hingga sanitasi. Kadis Perikanan & Kelautan Sumsel Widada mengatakan tidak menyangka dan mengira TP-PKK Sumsel berhasil meraih juara di tingkat Nasional. Ini sungguh pencapaian yang bagus dan baik. Widada memberikan apresiasi berupa uang pembinaan bagi PKK Kabupaten OKU. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Sumsel Prioritaskan Perbaikan Angka Kemiskinan dan IPM
Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menandatangani nota kesepakatan antara Kepala Daerah Provinsi Sumsel dengan DPRD Provinsi Sumsel tentang Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumsel tahun 2018-2023, pada Rapat Paripurna LII (52) di DPRD Sumsel, Jumat (7/12). Dikatakan HD dalam penyusunan Rancangan Awal RPJMD Pemprov sudah memperhatikan kondisi saat ini sebagai modal dasar atau bahkan permasalahan mendasar yang harua dicarikan solusinya. "Ada dua permasalahan makro yang menjadi perhatian khusus dalam RPJMD tahun 2018-2023 yaitu angka kemiskinan Sumsel yang lebih tinggi dari nasional dan IPM Sumsel yang masih di bawah angka nasional”, jelasnya. Menurut HD pembangunan Sumsel harus direncanakan dan dilaksanakan secara utuh, terintegrasi, tepat sasaran serta tepat lokasi. Pembangunan Sumsel bukan hanya dilaksanakan oleh Pemprov namun juga dilakukan bersama-sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh komponen masyarakat. "Maka sudah saatnya kita rapatkan barisan untuk bersinergi membangun Sumsel, dengan visi provinsi Sumsel 2018-2023 yaitu Sumatera Selatan Maju untuk Semua”, jelasnya. HD merinci visi tersebut diturunkan nenjadi 5 misi sesuai janji kampanye kepala daerah yakni, membangun Sumsel berbasis ekonomi kerakyatan yang didukung sektor pertanian, industri dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan di perkotaan dan pedesaan. Kemudian meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) baik laki-laki mauoun perempuan yang sehat, berpendidikan, profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketakwaan, kejujuran dan integritas. "Misi ketiga mewujudkan tata kelola pemerintah yang bebas korupsi, kolusi dna nepotisme dengan mengedepankan transparansi dan akuntabiliyas yang didukung aparatur oemerintahan yang jujut dan berintegritas profesional dan responsif," jelasnya. Selanjutnya misi ke emoat adalah membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur termasuk infrastruktr dasar guna percepatan pembangunan wilayah pedalaman dan perbatasan untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk. Serta mewujudkan daya saing daerah dengan mempertimbangkan pemerataan dan keseimbangan daerah. "Dalam misi kelima kita ingin meningkatkan kehidupan beragama seni dan budaya untuk membangun karakter kehidupan sosial yang agamis dan berbudaya dengan ditopang fisik yang sehat melalui kegiatan olahraha sedangkan pengembangan pariwisata berorientasi pada pariwisata religius," jelasnya. Dijelaskan HD visi misi tersebut secara lebih detil dan terukur harus dijabarkan dalam RPJMD Provinsi Sumsel tahun 2018-2023 yang akan dicapai dalam 5 tahun. Penyusunan RPJMD sampai ditetapkan menjadi Perda masih harus melalui beberapa tahapan sesuai regulasi yang mengatur hal tersebut, yaitu sesuai Permendagru Nomor 86 Tahun 2017. Permendagri itu jelas HD, mengamanatkan bahwa RPJMD harus telah ditetapkan menjadi Perda paling lama 6 bulan setelah dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur. "Untuk itu kami mohon dukungan dan kerjasamanya agar RPJMD dapat kita selesaikan tepat waktu," tambahnya. Sementara itu rapat Paripurna tersebut dibuka langsung Plt Ketua DPRD Provinsi Sumsel, M.Yansuri. "Atas nama pimpinan DPRD Provinsi Sumsel saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pimpinan dan seluruh anggota badan pembentukan peraturan daerah DPRD Provinsi Sumsel, saudara gubernur Sumsek serta jajaran dan tim penyusun Rancangan Awal RPJMD," pungkas Yansuri. MC Diskominfo Prov. Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel