Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Pemantapan PPID, Diskominfo OKU Kunjungi Komisi Informasi Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id-Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ulu mengadakan kunjungan kerja dan konsultasi ke Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka pemantapan pelayanan informasi publik melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Kabupaten OKU, Selasa (18/12/2018). Rombongan yang dipimpin langsung Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten OKU, Januar Effendi itu tiba di kantor KI Provinsi Sumsel diterima Wakil Ketua Komisioner KI Provinsi Sumsel, M. Zaky Shahab, anggota Komisioner KI Provinsi Sumsel H. Agus Srimudin, dan Elda Mutilawati serta Sekretaris KI Provinsi Sumsel, Ustirah. Wakil Ketua Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sumsel, M. Zaky Shahab, mengatakan, sebagai lembaga yang mengawasi tentang pelayanan informasi publik, pihaknya sangat menyambut baik kedatangan Dinas Kominfo OKU untuk konsultasi pemantapan PPID. "Dinas Kominfo Kabupaten OKU ini memiliki langkah yang cukup maju, dapat dilihat dari upaya yang dilakukan dalam pemantapan pelayanan informasi publik di OKU melalui PPID," ungkapnya. Lebih lanjut M. Zaky Shahab mengatakan, Komisi Informasi Provinsi Sumsel sangat mengharapkan adanya keinginan dari Pemerintah Kabupaten OKU untuk membentuk Komisi Informasi di Kabupaten OKU. Hal tersebut menjadi harapan besar komisioner KI Provinsi Sumsel di masa periode jabatan komisioner saat ini. Menurut Zaky, jika sudah terbentuk, OKU akan menjadi Kabupaten pertama di luar Jawa yang membentuk Komisi Informasi. "Kami sangat mendukung dan akan terus mendorong. kita sudah komunikasi langsung dengan Ketua dan temen-temen komisioner semua mendukung", katanya. Jadi, Jika ada problem atau sengketa informasi di OKU cukup bisa diselesaikan di Kabupaten itu. Kita inginkan juga nanti setelah terbentuk Komisi Informasi OKU bisa menjadi percontohan bagi kabupaten dan kota lainnya", terang Zaky. "Bapak Gubernur sendiri sangat mendukung, saat menerima audiensi kami Komisioner Komisi Informasi, beliau (Gubernur Sumsel) menyampaiakan bahwa mendukung dan mendorong terbentuknya Komisi Informasi di Kabupaten dan Kota di Sumatera Selatan. Untuk itu, kita akan melakukan sosialisasi dan mendorong pembentukan Komisi Informasi diseluruh Kabupaten dan Kota", lanjut Zaky. Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten OKU, Januar Effendi mengatakan, kunjungan dan konsultasi itu sebagai langkah kongkrit perbaikan pelayanan informasi di Kabupaten OKU. Menurutnya, masih banyak instrumen yang harus pelajari dalam hal keterbukaan informasi publik di OKU. "Kita pada prinsipnya mengapresiasi arahan dan bimbingan yang disampaikan KI (Komisi Informasi), memberikan pencerahan kepada kita di Kabupaten OKU dalam pelaksanaan Undang- Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Hasli pertemuan ini akan menjadi pedoman untuk kita melakukan perbaikan dalam pelayanan PPID di Kabupaten OKU", ungkap Januar Effendi. Lanjut Januar, PPID OKU semakin hari akan diupayakan terus dikuatkan baik dari segi instrumen pendukung, standar operasional prosedur, dan pendukung lainnya termasuk penguatan sumberdaya manusianya. "Kadatangan kami di Komisi Informasi ini salah satu upaya untuk penguatan PPID di Kabupaten OKU. Hasil pertemuan ini akan kita sampaikan juga kepada Bupati OKU termasuk wacana pembentukan Komisi Informasi di OKU. Kami ingin terus berbenah dan akan tetap mengupayakan", tegasnya. Terkait pembentukan KI di Kabupaten OKU, Januar Effendi mengatakan, hal tersebut akan menjadi suatu wacana yang menarik untuk diskusikan secara mendalam dengan pimpinan di daerahnya bersama unsur terkait mengkaji kemungkinan kemungkinan untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, mungkin ini akan banyak mendatangkan manfaat untuk percepatan pelayanan, termasuk hal-hal yang bersifat gugatan, pendampingan, pengkajian, penganalisaan terhadap informasi yang masih dalam proses perbedaan persepsi antara pemohon dan penyedia informasi. "Jadi, kami akan lihat nanti urgensinya seperti apa baik dari sisi kebutuhan, volume, frekuensi dan indikator lain. Jadi ini menjadi informasi dan wacana yang akan kami kaji lebih dalam lagi", pungkasnya. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD
Sumsel
Kominfo Sumsel bersama Kominfo OKU Komitmen Transparansi Pelayanan PPID
Palembang sumselprov.go.id- PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan hal ini menjadi tugas Kominfo untuk memberikan informasi kepada pihak yang berkepentingan. Hal ini disampaikan oleh Kadis Kominfo Provinsi Sumsel, Jon Kenedy, saat menerima kunjungan dan konsultasi tim Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKU ke Dinas Komunikasi Provinsi Sumsel dalam rangka pemantapan draft informasi publik melalui PPID Utama Sumsel di Ruang Rapat Kadis Kominfo Sumsel, Senin, 17/12/2018. “Keterbukaan informasi pada umumnya dipergunakan untuk memberikan informasi kepada pihak yang berkepentingan, dan PPID hadir untuk mengatur tata cara pemberian informasi yang pelaksanaannya di awasi oleh Komisi Informasi (KI),” katanya. Menurutnya, seluruh informasi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan stakeholder di Provinsi, Kabupaten atau kota dapat diperoleh di PPID dengan cara menyediakan layanan pemberian informasi yang diatur oleh prosedur-prosedur yang berlaku. “PPID di daerah diajak mulai berbenah dengan merubah paradigma yang lama menjadi berteknologi, sehingga dapat berpartisipasi untuk memajukan daerah,” ungkapnya. PPID daerah yang aktif akan membantu pemanfaatan pemberian informasi dan data yang akurat dan bersistem, sehingga dapat membantu meminimalisir tingkat kriminalitas dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Selanjutnya, penerapan PPID ini akan disosialisasikan secara luas naik ke OPD, maupun masyarakat, sehingga dapat memaksimalkan prosedur pengelolaan informasi dengan baik,” harapnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten OKU, Januar effendi, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan teknis yang bertujuan untuk melakukan pembenahan pada berbagai aspek di Diskominfo Kabupaten OKU, diantaranya yaitu persandian, LAPOR!, dan yang utama yaitu tata kelola Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). “Kunjungan ini merupakan salah satu bukti serius pembenahan yang dilakukan oleh Kominfo OKU, terutama pada aspek PPID. Kami mencoba memperkuat PPID di OKU dengan cara memperkuat dasar penyelenggaraan sistem kerja di lapangan,” katanya. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan ini untuk melaporkan bahwa PPID Kabupaten OKU telah melakukan uji kompetensi yang menghasilkan draft Informasi publik dalam rangka implementasi PPID di Lingkunagn Pemkab OKU. “Melalui kunjungan ini, maka akan dilakukan penyerahan draft dan tim PPID Utama Sumsel dapat mengevaluasi setiap tahapan, setiap prosedur, konten, materi yang ada di susunan draft yang telah dibentuk melalui koordinasi dan komunikasi dengan tim internal di Kabupaten OKU,” ungkapnya. Ia menyatakan bahwa hambatan awal yang masih sering dihadapi dalam tahap persiapan ini yaitu dalam pembedaan jenis informasi yang boleh dipublikasi dan bersifat rahasia. “Evaluasi yang dihasilkan akan menjadi acuan dalam implementasi awal yang telah diterapkan, sehingga dapat segera dilakukan integrasi yang lebih baik sesuai dengan prosedur SOP, visi dan misi yang berlaku,” ucapnya. Untuk implementasi selanjutnya, Ia berharap akan ada Bimtek untuk para admin pengelola PPID agar tercipta SDA yang berintegritas dan berkompeten. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/Foto: TM
Sumsel
Edward Candra Buka Langsung Sosialisasi Supervisi Pelaksanaan Pemulihan Ekosistem Gambut
Sumselprov.go.id Palembang -Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Edward Candra, M. H. Buka langsung Sosialisasi Supervisi Pelaksanaan Pemulihan Ekosistim Gambut di Kawasan Berizin, bertempat di Hotel Swarna Dwipa Senin (17/12/2018) Dalam melindungi dan mengelolah Ekosistem gambut agar lebih baik serta efektif di masa yang akan datang, untuk itu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah membuat peraturan pelaksanaan perda Provinsi Sumsel Nomor 01 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut. "Dengan adanya Perda tersebut diharapkan kita semua dapat menjaga keseimbangan dan kelestaria Ekosistem Gambut agar dapat memberikan manfaat sosial, ekonomi, budaya, serta ekologi bagi masyarakat dengan cara memperbaiki fungsi alam lahan gambut dan juga mendukung Ekosistem yang ada disekitarnya" harap Edward Indonesia memiliki hampir 12,3 hektar lahan gambut dengan fungsi budidaya. Dari luas tersebut, sebanyak 1,4 juta hektar lahan gambut berada di Provinsi Sumsel yang terdiri dari 36 kesatuan Hidrologi Gambut. Lanjut Edward, Kerusakan ekosistem gambut pada umumnya terjadi karena pembukaan dan pengeringan gambut, akibatnya lahan dan rawa gambut menjadi rentan terbakar. Pada tahun 2015, kebakaran hutan dan lahan di Sumsel mencapai 736 ribu hektar, yang mana meliputi Kabupaten Ogan Komering ilir memiliki area paling besar kebakaran yaitu 377 ribu hektar (51.23%), disusul Kabupaten Banyuasin seluas 141 ribu ha (19.15%) dan Kab. Musi Banyuasin108 ribu ha(14.7%). " Untuk itu, melihat pada luasnya areal gambut yang rusak atau terancam rusak, BRG menerapkan Pendekatan 3R (Rewetting, Revegetasi, dan Revitalisasi mata Pencaharian Penduduk) dengan melakukan penyekatan kanal-kanal, bahkan kalau perlu menutup kanal untuk membasahkan kembali gambut, dengan tujuan menjaga tinggi permukaan air. Dan Pembasahan ini tidak akan berjalan efektif bila tidak di dukung dengan tajuk atau tanaman yang menaungi nya, ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di dalam dan sekitar areal restorasi gambut" himbau dan harap Kadis Lingkungan hidup dan Pertanahan. Diahir sambutan Edward Candra mengucapkan terima kasih Kepada para peserta " Selamat Datang, selamat mengikuti Sosialisasi ini, Semoga Sosialisasi ini dapat menjadi Sarana penyampaian lnformasi mengenai Supervisi tentang Pelaksanaan Pemulihan Ekosistem Gambut dikawasan Perizinan. Selaku Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan-KLHK yang diwakili oleh Huda mengungkapkan terkait dengan areal target Restorasi Gambut yang ada di dalam areal Konsesi atau Perizinan, ada 74 Perusahaan yang teridentifikasi masuk dalam peta indikatif restorasi gambut yang terdiri dari 16 Perusahaan Kehutanan dan 58 Perusahaan Perkebunan serta Perikanan yang di undang pada saat ini untuk dilakukan Sosialisasi dan divalidasi datanya. "Semoga dengan diadakanya Sosialisasi ini kita mempunyai persamaan persepsi dan Komitmen yang sama dalam perlindungan dan pengelolaan Ekosistem gambut yang lebih baik lagi, serta apa yang kami sampaikan dapat menjadi pengalaman tersendiri"pungkas Huda Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan, yang diwakili oleh Kasi Pelayanan Media lnformasi Publik Azim Baidillah. SH, MH menambahkan bahwa, Dinas Kominfo Sumatera Selatan melalui Media Center sudah berperan aktif sejak Tahun 2015 yg lalu ketika musibah besar yg terjadi di Indonesia tatkala kebakaran hutan saat itu dan diantaranya lahan gambut. Kemudian timbul Badan Restorasi Gambut yang mempunyai tugas memulihkan dua juta hektar lahan gambut di Indonesia. "Media Center Kominfo Provinsi Sumsel berkomitmen dan turut serta terjun ke daerah-daerah terjadi kebakaran hutan dan lahan untuk memberitakan/Mempublikasikan Berita tentang kenyataan yg terjadi di lapangan" ungkap Azim Selaku Kasi Bidang PIP. Usaha pemerintah sudah maksimal dalam pencegahan maupun pemadaman kebakaran dan itu terjadi di tahun 2018 dimana Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games yang sukses meminimalisir kebakaran hutan dan lahan di Sumsel. Masih, Kasi Bidang PIP mengatakan bahwa membangun kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan ekosistem gambut, serta pihak termasuk lembaga non Pemerintah agar dapat terlibat secara aktif guna mencegah kerusakan ekosistem gambut. "Semua proses pencegahan maupun pemadaman kebakaran hutan dan lahan khususnya gambut dapat dilihat dari pemberitaan Media Center di website www.sumselprov.go.id kami selaku Corong nya Sumsel" pungkas Azim. Sosialisasi Supervisi Pelaksanaan Pemulihan Ekositem Gambut ini dihadiri Direktur Jendral Pengendalian Pencemaran KLHK, Dirjen Perkebunan Kementerian RI, Deputi Edukasi Sosialisasi atau membangun BRG, Kepala Dinas Perkebunan, Kadis Kehutanan Prov Sumsel, Kadis Kominfo Prov Sumsel, yang diwakili oleh Kasi Bidang PIP, Azim Baidillah, Kadis ESDM Prov. Sumsel serta Kepala OPD Kabupaten, Kota di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ FS
Sumsel
Tour De Musi 2018 : Gubernur Sumsel Lepas Peserta Etape Terakhir
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumater Selatan H Herman Deru melepas secara langsung etape terakhir Tour de Musi South Sumatera Series 2018 start di gedung Transmart Jl. Radial Palembang sekitar pukul 06.00 Wib, Minggu (16/12/2018). Ratusan peserta dari puluhan komunitas sepeda di Kota Palembang dan berbagai kota lainnya di Indonesia ambil bagian dalam Tour De Musi yang digelar Harian Sumatera Ekspres bekerja sama dengan Transmart Palembang, Gubernur mengingatkan para peserta agar menjaga sportifitas, disamping itu tetap menjaga etika dijalan yang dilewati. "Hari ini kita start putaran terakhir dalam event ini. Saya berharap peserta tetap menjaga sportivitas tetap mnghormati pengguna jalan yang lain dimulai dari garis start hingga ke finish,” harapnya. Usai dilepas Gubernur di garis start, para pengayuh sepeda ini langsung tancap gas dengan menyusuri rute yang telah ditentukan panitia mulai dari menyusuri Jalan Kapten Arivai mengarah Jalan Jend. Sudirman selanjutnya menuju bundaran air mancur (BAM), diteruskan dengan melintasi jembatan ampera mengarah ke OPI Mall Jakabaring, berbelok ke kanan menuju jalan tol Palindra dan mengarah ke fly over keramasan. Kemudian peserta mengarah ke Perumahan Citraland menuju Simpang Empat Parameswara dan menuju Jalan Demang Lebar Daun arah ke Griya Agung. Dari Griya Agung, peserta menuju ke Jalan Angkatan 45 dan menuju garis finish di Transmart Radial Palembang. Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) usai melepas peserta di garis start menggowes sepeda kesayangannya dengan menyusuri sejumlah ruas jalan protokol di Kota Palembang mulai dari Transmart, jalan Radial hingga sampai ke Griya Agung. Bahkan sesekali HD yang didampingi sejumlah kerabat menyapa warga yang lalu lalang diruas jalan protokol yang dilaluinya. HD bahkan menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi Taman Kota POM IX TVRI dan menjajal semua fasilitas permainan yang ada, kehadiran HD mendapatkan sambutan hangat warga sekitar. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM Dilansir dari Moeslimchoice
Sumsel
FGD Penguatan antara Badan POM dengan Lintas Sektor terkait
Palembang, Sumselprov.go.id – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Palembang selaku instutisi yang memiliki tupoksi di bidang pengawasan obat tradisional dan suplemen kesehatan berkewajiban melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi ketentuan termasuk didalamnya adalah terkait publikasi/iklan produk Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan. Sehubungan dengan hal tersebut, Balai Besar POM Palembang melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Perkuatan Pengawasan dan Tindak Lanjut Pengawasan Iklan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan dengan tema “Sinergitas Iklan dan Promosi Obat dan Makanan antara Badan POM dengan Lintas Sektor terkait”. Acara dibuka langsung Kepala Balai Besar POM Palembang Dra. Hardaningsih Apt. MHSM bertempat di Aula Lt.2 BBPOM di Palembang, Jumat (14 Desember 2018). Dalam paparannya dengan Judul Pengawasan Iklan di Wilayah Sumatera Selatan, Kepala Balai Besar POM menyampaikan syarat iklan harus objektif, jujur tidak ada manipulasi data, iklan harus jelas dan sebaiknya dikemas sedemikian rupa agar menarik perhatian dan iklan tidak menyinggung produk lain. Selanjutnya disampaikan juga Iklan produk tradisional tidak boleh menampilkan adegan, gambar dan suara yag dianggap kurang sopan, tidak boleh mengunakankata-kata tokcer, manjur atau memberi janji bahwa obat tersebut pasti menyembuhkan dan tidak boleh menawarkan hadiah atau memberikan garansi kesembuhan, pungkas Dra. Hardaningsih Apt. MHSM mengakhiri paparannya. Sementara Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Sumberdaya Komunikasi Publik Dwi Karolita, S.Sos., MM dalam paparannya dengan Judul Media Sosial Sebagai Media Promosi dan Penjualan Online mengatakan dalam transaksi online antara penjual dan pembeli didasari rasa suka sama suka, dimana bila terjadi permasalah dalam transaksi biasanya pihak pembeli (customer) seringkali tidak berani untuk komplain selain dikarenakan malu juga tidak ada payung hukumnya, Kata Dwi mengawali paparannya. Dwi Karolita juga menyampaikan pengertian Penjualan Online adalah melakukan aktifitas penjualan dan mencari calon pembeli sampai menawarkan produk atau barang dengan memanfaatkan jaringan internet yang didukung dengan seperangkat alat elektronik sebagai penghubung dengan jaringan internet. Diakhir paparannya Dwi Karolita menghimbau bagi korban penipuan online agar melapor secara online ke kredibel.co.id , lapor.go.id (situs staf kepresidenan), cekRekening.id (situs kemenkominfo), bisa juga melapor ke Kantor Polisi/ cybercrimepolri.go.id atau lapor ke bank yang sama dengan penerima, juga bisa melalui Aplikasi LAPOR!-SP4N atau SMS ke 1708 dengan format ketik sumsel spasi isi aduan kirim ke 1708 Narasumber lain yang memberikan Materi yaitu dari KPID Prov.Sumsel dan Ketua YLKI Sumsel. Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari TVRI dan TV Swasta, Komisi Penyiaran, Radio Sonora, Kepala Seksi Pengelolaan Media Komunikasi Publik Diskominfo Prov.Sumsel Irianora Bey, S.Sos beserta Staf, Kepala Sekretariat KPID Sumsel Nuriah, S.Sos dan Staf, Komisioner KPID Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/TM
Sumsel
Gubernur Sumsel Bersama Sumatera Ekspres Gali Potensi Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id – Mari kita sama-sama punya tanggung jawab dalam hal menggali potensi yang ada di Sumatera Selatan khususnya masyarakat di pedesaan dan saya berharap iven Sumatera Ekspres yang digelar bisa bersinergi dengan Pemprov Sumsel didalam menggali semua bentuk permainan rakyat yang ada di bumi Sriwijaya ini khususnya olahraga. Hal ini diutarakan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menerima audiensi Pimpinan Redaksi Harian Pagi Sumatera Ekspres dalam rangka Silaturahmi sekaligus Menerima Direktur Sumeks Event Organizer (EO), sehubungan dengan akan mengadakan Tour de Musi - Etappe Palembang 2018 tanggal 16 Desember 2018 di Ruang Tamu Gubernur, Kamis (13/12/2018) “Kalau bisa sinergi dengan kegiatan olahraga yang akan digelar Pemprov Sumsel,” ujarnya. Deru menjelaskan dirinya telah membuat surat edaran Gubernur Sumsel kepada seluruh Bupati dan Walikota untuk menghidupkan kembali sepakbola di daerah. Apalagi, Liga Sepakbola Piala Gubernur akan diikuti mulai dari tingkatan desa di Sumsel. “Kami harap Bupati dan Walikota dapat berinovasi untuk melakukan pembinaan. Saya sudah buat surat edarannya agar seluruh kabupaten/kota bisa ikut serta,” terangnya. Terkait dengan lomba Kepala Desa (kades) inovatif, Deru meminta agar penilaiannya bisa objektif, dengan memasukan unsur penilaian inovasi kades atau lurah dalam melakukan pembinaan olahraga, tata kelola pemerintahan desa, masalah lingkungan dan kebersihan, penilaian PKK desa dan posyandu serta unsur penilaian lainnya. “Kegiatan ini bisa memicu kinerja dari Desa dan Lurah dalam memberikan pelayanan. Saya akan dukung dengan memberikan hadiah umroh bagi yang menang,” pungkasnya. Sementara itu, Direktur Sumeks Event Organizer (EO), H Mahmud mengatakan kegiatan yang digelar merupakan even tahunan yang digelar Sumatera Ekspres. Dalam setiap evennya, antusiasme masyarakat untuk ikut serta sangat tinggi. “Apresiasi dan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan kami sangat tinggi. Pesertanya bisa sampai ribuan,” ujar Mahmud saat menyampaikan paparannya di hadapan Gubernur Sumsel H Herman Deru di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Kamis (13/12). Mahmud menjelaskan suksesnya perhelatan tak lepas dari kerjasama antara pemda dan Sumatera Ekspres. Ia berharap jalinan kerjasama tersebut bisa ditingkatkan di even berikutnya. “Kerjasama ini kami harap bisa ditingkatkan lagi. Dukungan dari pemda tentu sangat berarti bagi kami,” terangnya. Terlebih lagi, sosok Herman Deru dikenal sebagai pemimpin yang sangat perhatian di bidang olahraga. Terbukti, dengan keinginannya menggelar sejumlah even olahraga internasional di tahun mendatang. “Ada sejumlah even yang bakal digelar diantaranya, Fun Bike Tour de Musi, Turnamen Basket Pelajar, Musi Run dengan jarak 5,10 dan 21 kilometer, Liga Sepak Bola Piala Gubernur, Pemilihan Kades dan Lurah Inovatif. Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat. Tapi juga menggali potensi Sumsel di berbagai bidang. Baik di bidang olahraga hingga pemerintahan”, ujarnya. Hadir beberapa Kepala Organisasi Perngkat Daerah Prov Sumsel diantaranya Plt. Kadis Kominfo Prov. Sumsel Jon Kennedy, SE, M.Si mendampingi Gubernur Sumsel Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Sumatera Ekspres Hj Nurseri Marwah, General Manager Sumeks EO Eddo, Manajer Pemasaran Sumatera Ekspres Rosyidi serta jajaran pimpinan perusahaan lainnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM/PE
Sumsel
Meski Baru Satu Tahun Menteri Rudiantara Kagum Dengan MoeslimChoice
Palembang, Sumselprov.go.id -- Perayaan milad satu tahun MoeslimChoicemembuat Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara kagum. Sebab, perayaan yang dirangkai dengan Malam Anugerah MoeslimChoice Award 2018 bertajuk "Inspirasi Islam untuk Negeri" itu berlangsung meriah di Hotel Pullman, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat pada Rabu malam (12/12). Kekaguman pada media di bawah naungan RMOL Network diungkapkan langsung Menteri Rudi saat memberi sambutan. "Saya mengucapkan selamat yang ke-1 tahun kepada MoeslimChoice, ini baru 1 tahun tapi perayaannya sudah sedemikian meriahnya," katanya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana perayaan yang akan digelar di tahun-tahun berikutnya. Dalam kesempatan ini, Rudi berharap MoeslimChoice bisa berkembang pesat dan menjadi rujukan umat Islam. Rudi juga berharap MoeslimChoice segera terverifikasi Dewan Pers. "Kita tahu ada sekitar 42 ribu lebih media online yang ada di Indonesia, ada yang beberapa belum terverifikasi di Dewan Pers. Alhamdulillah RMOL sudah terverifikasi," tuturnya. "Selamat sekali lagi kepada jajaran MuslimChoice dan kelompok usaha RMOL,” demikian Rudiantara. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Herman Deru Gubernur Pilihan Rakyat, Religius
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) menerima penghargaan Muslim Choice Goverment Awards yang diselenggarakan oleh keluarga besar majalah dan portal news Muslim Choice. Penghargaan diterima oleh Asisten III Pemprov Sumsel Edward Juliarta mewakili Gubernur HD yang diserahkan langsung oleh Usman Rizal pimpinan Muslim Choice. Pernghargaan Muslim Choice Goverment Awards 2018 diberikan kepada Gubernur HD atas terpilihnya HD sebagai Gubernur pilihan rakyat pada pilkada Juni 2018 lalu. HD yang juga Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Sumsel ini dikenal dengan program program religiusnya, antara lain I Desa 1 Rumah Tahfizd, Gerakan Keluarga Mengaji dan pengaktifan kembali P3N, Perda Badan Amil Zakat dan kepedulian terhadap pondok pesantren.. Kkeberhasilannya memimpin kabupaten OKU Timur selama dua periode sebagai Bupati. Hadir juga dalam malam penghargaan tersebut MenKominfo Rudiantara, Menko Maritim Rizal Ramli, dan Gubernur DKI Anies Baswedan serta Walikota Palembang Harnojoyo. Teguh Santosa pendiri sekaligus pemilik media Muslim Choice Awards mengungkapkan kini saatnya era baru sebagai alat untuk memproduksi informasi dan kebenaran yang tidak lagi dilakukan media arus utama. Selain itu Teguh Santosa juga mengatakan," Tantangan yang dihadapi insan pers pada saat ini semakin berat, maka profesionalisme harus ditingkatkan. Muslim Choice bukanlah pamflet politik dan Muslim Choice harus dikerjakan dengan standar jurnalistik yang tinggi",bebernya. Sementara, MenKominfo Rudiantara pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Muslim Choice, dan meminta agar wartawan Muslim Choice mempunyai kompetensi. Menko Rizal Ramli yang juga turut hadir pada malam penghargaan dalam tausiyah kebudayaannya menyampaikan tentang pentingnya penguatan ekonomi umat, serta berharap agar Muslim Choice bisa menjadi corong perubahan. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Jokowi ke Gubernur HD : Jangan Habis Rutinitas
Palembang, Sumselprov.go.id -- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2019 kepada Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Selain penyerahan DIPA, Presiden Jokowi juga menyerahkan Dana Transfer tahun 2019 kepada menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah di Istana Negara Jakarta, Selasa (11/12/2018). "Saya tegaskan perlunya fokus dalam belanja APBN, jangan sampai dana APBN keluar begitu saja," kata Jokowi Dia meminta belanja APBN tidak habis hanya untuk belanja rutin saja yang tidak ada bekasnya. "Jangan sampai habis untuk rutinitas saja, lupa mengukur kemanfaatan untuk masyarakat, harus money follow programme,"ungkap Presiden Jokowi. Presiden menyerahkan secara simbolis DIPA Tahun Anggaran 2019 dan Alokasi TKDD itu kepada 12 menteri/pimpinan lembaga. Sementara untuk dokumen TKDD diserahkan kepada seluruh gubernur. DIPA dan Alokasi TKDD merupakan dokumen yang menjadi dasar pengeluaran negara, pencairan atas beban APBN serta pendukung kegiatan akuntansi pemerintah. Adapun, anggaran belanja pemerintah di 2019 sebesar Rp 2.461,1 triliun. Angka ini terdiri dari belanja pemerintah pusat yang dialokasikan melalui K/L sebesar Rp 855,4 triliun, non K/L sebesar Rp 778,9 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp 826,8 triliun. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY