Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Sumsel Pererat Jalinan Silaturahim Dengan Gubernur Lampung
Palembang, Sumselprov.go.id -- Setelah mengakhiri kunjungannya ke Kabupaten Lampung Tengah, mengunjungi dan memberikan bantuan kepada korban tsunami, Gubernur Sumsel H. Herman Deru melakukan silaturahim dengan Gubernur Lampung Muhamamad Ridho Ficardo bertempat di Rumah Dinas Gubernur Lampung Tengah, Minggu (30/12/2018). Dalam pertemuan tersebut keduanya terlihat sangat akrab. Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo memberikan apresiasi atas perhatian Gubernur Sumsel atas musibah yang telah menimpa masyarakatnya di Kalianda Lampung Selatan. “Kami sangat terima kasih dengan pak Gubernur Sumsel meskipun baru namun sudah menunjukkan perhatiannya luar biasa dengan masyarakat Lampung,” tegasnya. Menurut Ridho dirinya hampir lima tahun menjadi Gubernur Lampung memacu jajaran OPD berusaha untuk bersaing dengan sehat dalam pembangunan dengan Provinsi Sumsel. Ridho juga mengajak HD untuk sinerji dalam menyambut tongkat estafet karena Pulau Jawa sudah jenuh dan padat dan sekarang sudah beralih ke Pulau Sumatera khususnya tiga provinsi penting yakni Lampung, Sumsel, dan Sumut. Sementara itu Gubernur H. Herman Deru dalam sambutannya ketika tatap muka dengan Gubernur Lampung kali ini memaparkan sejumlah kondisi dan kondisi yang tengah dijalankan di Sumsel.”Kita juga berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyrakat. Terutama masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lainnya”, ucap HD. Di Sumsel juga lanjut HD, sekarang ini jalan rayanya sudah dilakukan perbaikan. Jalan tol sudah rampung yang imbasnya meningkatkan lancarnya arus lalulintas barang dan jasa. Bukan di Sumsel saat ini lanjut Deru bebas dari macet dengan adanya larangan mobil angkutan batubara dijalan umum. Untuk lebih melekatkan persahabatan antara kedua Provinsi bertetangga ini. HD mengundang Gubernur Lampung dan jajaran untuk berkunjung ke Plaembang. “Kami undang bapak Gubernur dan Ibu datang ke Palembang. Apo kami yang bawa ke Palembang,” tandasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Gubernur HD Bersama Masyarakat Palembang Lakukan Zikir Akhir Tahun 2018 Di Masjid Agung
Palembang, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru didampingi Walikota Palembang Harnojoyo bersama-sama menutup akhir tahun 2018 dengan kedamaian, melakukan sholat subuh bersama di Masjid Agung, Senin (31/12/2018). Sholat Subuh ini diimami langsung oleh Imam Besar Masjid Agung Palembang KH.Nawawi Dancik Al Hafidz. Hal ini sekaligus menjadi bahan renungan, agar semua kegiatan yang dilakukan pada tahun ini mendapatkan keberkatan dan di tahun baru nanti menjadikan awal yang baik. Sholat Subuh ini juga diisi dengan Dzikir yang dipimpin oleh Ustadz Al Habib Gasim Alkaf sekaligus mendoakan kepada saudara-saudara kita yang baru-baru ini tertimpa musibah tsunami. “Alhamdulillah kita dapat melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Agung yang kita banggakan ini”, kata Gubernur Herman Deru. Beberapa waktu yang lalu, katanya telah terjadi musibah yang menimpa saudara-saudara kita akibat tsunami. “Kebetulan saya baru pulang juga dari sana dan melihat langsung dampak tsunami disana. Begitu banyak saudara-saudara kita disana yang saat ini lagi membutuhkan bantuan. Terima kasih saya kepada masyarakat Sumsel yang telah peduli dengan memberikan bantuan. Begitu juga Pemprov. Sumsel telah berikan bantuan beras 21 ton, makanan 120 dus berupa mie instan dan uang kurang lebih 200 juta. Untuk melengkapi itu mari kita berdoa,” katanya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Tinjau Posko Pengungsian Tsunami Lamsel, HD Disambut Haru
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru dan KetuaTP PKK Hj Febrita Lustia, Minggu (30/12) siang akan menyerahkan secara langsung bantuan bagi korban tsunami Lampung Selatan yang akan diterima langsung oleh Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dirumah dinas bupati Lamsel. Ketika dibincangi disela-sela meninjau posko bencana yang ada di komplek rumah dinas bupati, Nanang Ermanto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kemanusiaan baik yang langsung disampaikan kepada masyarakat korban bencana di Lampung Selatan, maupun melalui posko bencana yang ada. "Bantuan terus mengalir termasuk dari Provinsi Sumatera Selatan. Terima kasih banyak kepada bapak Gubernur Sumsel yang sebentar lagi akan datang langsung menyerahkan bantuan," ujarnya. Terkait dengan pembagian bantuan untuk korban bencana. Dia menegaskan terus akan disalurkan termasuk ke wilayah yang sulit dijangkau. Terutama diperuntukan bagi warga yang masih bertahan di pengungsian di atas bukit. "Kita akan terus upayakan menyalurkan bantuan ini secara merata termasuk untuk warga yang saat ini masih bertahan di pengungsian di atas bukit dan desa sekitarnya," tambahnya. Sementara itu DR H Achmad Najib, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov. Sumsel menegaskan, bantuan yang akan diserahkan Pemerintah Provinsi Sumsel merupakaan wujud kepedulian sebagai provinsi tetangga juga sebagai saudara sebangsa dan setenah air. "Bantuan yang diserahkan meliputi beras 21 ton, 60 karung pakaian, makanan 120 dus berupa mie instan. Selain itu juga ada selimut dan juga uang lebih kurang 200 juta," tegasnya. Masih menurut Achmad Najib Pemprov Sumsel beberapa hari lalu juga sudah mengirim relawan untuk membantu korban bencana. Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Ketua TP PKK sumsel Hj Febrita Lustia beserta sejumlah pejabat diagendakan selain menyampaikan bantuan juga akan meninjau secara langsung desa Way Muli Kecamatan Raja Basa Lampung Selatan yang kondisinya rusak akibat tsunami beberapa waktu lalu. Gubernur H Herman Deru dan rombongan tiba dirumah dinas Bupati Lampung Selatan sekitar pukul 13.15 Wib, Minggu, (30/12) diterima langsung Plt Bupati Lamsel Nanang Ermanto. Kedatangan HD di rumah dinas bupati Lamsel untuk menyampaikan secara langsung bantuan Pemerintah Provinsi Sumsel kepada korban tsunami melalui pemerintah daerah setempat. Sebelum dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis, Gubernur dan istri Hj Febrita Lustia dan rombongan dijamu makan siang oleh bupati Lamsel. Usai makan siang Gubernur menyempatkan diri meninjau langsung posko bantuan darurat bencana tsunami di aula sebuku rumah dinas bupati. Ditempat ini Gubernur menyapa puluhan relawan yang tengah bertugas mengemas dan mendata bantuan baik yang masuk maupun keluar. Ditempat ini HD secara sombolis menyerahkan bantuan Pemprov Sumsel kepada bupati Lamsel Nanang Ermanto berupa 21 ton beras dan uang tunai 200 juta. Selanjutnnya Gubernur didampingi Plt Bupati Lamsel Nanang Ermanto bergerak meninjau posko bantuan dapur umum Tagana yang didirikan Pemerintah Provinsi Sumsel bertempat di halaman SMA Negeri 1 Kalianda. Perjalanan Gubernur dan Ketua TP PKK Sumsel dan rombongan dilanjutkan menuju lapangan tenis indoor Kalianda dimana dilokasi ini ribuan pengungsi asal dari pulau Subesi dan Sebekuk yang mengungsi di tempat ini tempat ini pasca bencana tsunami terjadi. Kehadiran HD dan Hj Febrita Disambut ribuan pengungsi yang rata rata dihuni anak anak, balita dan ibu rumah tangga. Untuk menghibur pengungsi HD dan Hj Febrita menghibur anak anak pengungsi dengan menyanyikan lagu aku anak sehat. Dalam sambutannya HD menegaskan Sumsel sebagai tetangga terdekat Lampung begitu peduli dengan apa yang dirasakan korban bencana. Dia berharap para pengungsi dapat dengan tabah menerima cobaan dengan tetap meningkatkan kualitas ibadah kepada allah SWT dan tetap berharap bagi yang meninggal dunia diterima disinya. "Mari kita doakan dengan membaca Al Fatihah," ucap HD. Menurut HD selain menyerahkan bantuan yang nominalya mencapai hampir mencapai 1 Miliar. "Pemprov Sumsel juga akan menambah waktu petugas Tagana di sejumlah posko. Serta akan menambah jumlah bantuan berupa alat kesehatan, tenaga medis dan bantuan lainya. Ketua TP PKk Sumsel Hj Febrita Lustia di tempat pengungsian ini menyerahkan bantuan selimut dan sejumlah kebutuhan bayi dan wanita. Sementara itu Ibrahim (50) salah satu pengungsi dari pulau sebesi mengaku sudah lima hari menetap dipungungsian lapangan tenis indoor Kalianda. Dia berharap dapat segera kembali ke desanya yang letaknya tidak jauh dari anak gunung krakatau. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Jon Kennedy Pimpin Apel Pagi Hari Terakhir 2018
Palembang, Sumselprov.go.id – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan Jon Kennedy S.E, M.Si menjadi pembina apel pagi hari terakhir kerja ditahun 2018. Apel pagi dilaksanakan di Halaman Kantor Diskominfo Prov.Sumsel, Senin (31/12/2018) Pukul 07.30 WIB Apel diikuti seluruh pejabat Eselon III, IV, Staf dan juga Tenaga Tidak Tetap (TKS) serta Siswa-siswi Praktek Magang. Dalam arahannya Plt.Kadis Kominfo Prov.Sumsel Jon Kennedy selain mengulas kilas balik kinerja yang telah dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Prov.Sumsel Jon Kennedy juga menghimbau agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun TKS untuk meningkatkan kedisiplian, target kinerja, dan kelengkapan atribut pakaian dinas yang digunakan. Seperti diketahui tahun 2018 ada beberapa penghargaan yang telah dicapai Dinas Kominfo ditingkat nasional seperti Penghargaan PPID, LAPOR SP4N dan LPSE dan ini diraih Bidang Pengelolaan dan Informasi Publik (PPIP) serta Bidang E-Gov. Harapan kedepan bidang-bidang lain yang ada dapat juga meraih prestasi baik ditingkat provinsi maupun nasional. “Kedepan Dinas Kominfo diharapkan kinerja meningkat, kekompakan sehingga kita bisa mensuport program-program gubernur pada tahun 2019 sehingga Sumatera Selatan menjadi terdepan Bidang Komunikasi dan Informatika termasuk kita akan melaunching Sumsel SMART Government sehingga cukup datang ke Command Center mereka sudah bisa melihat apa-apa saja tentang informasi Sumatera Selatan kedepan”, ujar Jon Kennedy ketika diwawancari Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel. “Disamping hal tersebut diatas kita juga harus support dengan disiplin, peningkatan kinerja, atribut-atribut tidak ada lagi seperti sekarang ini masih banyak yang kurang kedepan harus kita selesaikan. Masuk tahun 2019 kinerja dan kekompakan selalu SEMANGAT PAGI”, pungkas Jon Kennedy dengan semangat. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Mawardi Targetkan Tahun 2019 Angka Kemiskinan Sumsel Turun Satu Digit
Palembang, Sumselprov.go.id -- Mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya membuka acara Kilas Balik Provinsi Sumsel Tahun 2018 menuju "Sumsel Maju untuk Semua" Bersama sejumlah Pimpinan Media dan OPD di lingkungan Pemprov Sumsel, Jumat (28/12) malam di Griya Agung. Dalam kesempatan itu Mawardi menyoroti angka kemiskinan yang masih tinggi di Sumsel. Dijelaskan mantan Bupati Ogan Ilir (OI) dua periode tersebut menjelang awal tahun 2019, semua pihak harus mencermati kinerja tahun 2018 agar pada tahun 2019 Sumsel dapat mencapai kinerja yang lebih baik lagi. Dipaparkannya beberapa indikator makro di Sumsel telah menunjukkan kinerja yang baik. Di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari nasional, kemudian tingkat inflasi lebih rendah dibandingkan nasional, Gini Rasio lebih rendah dibandingkan nasional, dan tingkat pengangguran terbuka lebih rendah dibandingkan nasional. Sedangkan untuk indikator yang capaiannya belum baik yakni IPM Sumsel 2017 yang lebih rendah dibandingkan nasional. Dan masih ada 14 kabupaten kota yang IPM nya di bawah nasional. Selain itu yang tak kalah penting adalah indikator angka kemiskinan Sumsel pada 2018 yang juga masih lebih tinggi dibandingkan nasional. "Angka kemiskinan tertinggi di Sumsel ini ada di tiga Kabupaten yaitu Muratara, Lahat dan Musi Banyuasin (Muba). Miris sekali karena kabupaten Lahat dan Muba ini dua kabupaten yang kaya," jelas Mawardi. Fakta ini kata MY tidak bisa ditutupi. Meskipun cukup memalukan dia menilai hal ini harus diungkapkan secara terbuka agar pemimpin daerah dengan angka kemiskinan tinggi ikut termotivasi untuk menekan angka kemiskinan tersebut. Sejak awal menjabat HDMY mencoba memimpin Sumsel dengan keterbukaan. Hal ini tak lain untuk menyamakan visi dan misi semua unsur terkait. Meski baru tiga bulan, HDMY kata Mawardi sudah meletakkan landasan untuk berlari dari kemiskinan pada 2019. Upaya ini mereka tunjukkan dengan menganggarkan sebagian besar APBD untuk pembangunan ke desa-desa dan pinggiran kota. "Tahun depan angka kemiskinan Sumsel harus turun di bawah nasional. Target kita harusnya satu digit," tegas Mawardi. Lebih jauh kaya Mawardi berdasarkan capaian gahun 2018, maka untuk menyongsong tahun 2019 pembangunan di Sumsel harus direncanakan dan dilaksa akan lebih baik lagi. Pembangunan Sumsel bukan hanya dilaksanakan oleh Pemprov namun juga dilakukan bersama-sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh komponen masyarakat. Untuk itu, program dan kegiatan tahun 2019 hatus lebih terintegrasi, tepat lokasi dan tepat sasaran. " Kita gerakkan seluruh sumber daya untuk menjngkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Tahun depan lanjut Mawardi, program-program prioritas pembangunan akan difokuskan untuk pemerataan pembangunan bagi seluruh masyarakat Sumsel. Pembangunan juga harus benar-benar dpaat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat seluruh provinsi Sumsel. "Sudah saatnya kita bersinergi membangun Sumsel, mewujudkan visi Provinsi Sumsel 2018-2023 yaitu " Sumsel Maju untuk Semua", tutupnya. Sementara itu Kepala Bapenda Sumsel Eko menjelaskan sesuai visi misi Sumsel tahun 2018-2023 "Sumsel Maju untuk Semua" ada 5 misi yag menjadi target utama. Di antaranya yaknii membangun Sumsel berbasis ekonomi kerakyata yang didukung sektor pertanian, industri dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan. Selanjutnya meningkatkan kualitas SDM baik laki-laki maupun perempuan yang sehat, berpendidikan, profesional dan menunjung ti ggi nilai keimanan, ketakwaan, kejujuran dan integritas. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber Yuan/Kokom Humas
Sumsel
Bantu Korban Tsunami Lampung, Sumsel Kirim 21 Ton Beras dan Dapur Umum
Palembang Sumselprov.go.id - Respon cepat dilakukan Gubernur Sumsel Herman Deru terhadap musibah bencana tsunami yang melanda Provinsi Lampung dan Banten Sabtu (22/12) lalu. Didampingi Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia, Gubernur Herman Deru melalui Dinas Sosial langsung mengirimkan bantuan dan melepas 30 personel Tagana Provinsi Sumsel di halaman Griya Agung, Jumat (28/12) sore untuk membantu korban tsunami. Saat memberikan arahan kepada utusan yang diberangkatkan, Gubernur HD berpesan agar personel membantu korban sekuat tenaga tanpa memandang agama, suku, ras dan status sosial korban. Bahkan jika memang bantuan masih diperlukan, jadwal petugas ini bisa diperpanjang lebih dari 10 hari. " Kalau memang mereka masih butuh 100 hari juga gak apa-apa dan karena kita lumbung pangan kita bantu beras, itu ada 21 ton. Bila perlu kita kirim alat berat kalau memang diperlukan," jelasnya. Menurut HD ketika kabar bencana itu terdengar, semua orang terhenyak tak terkecuali dirinya. Karena itu sejak beberapa hari kemarin, sejumlah OPD dan organisasi serta instansi terkait sudah diimbau menyiapkan bantuan yang akan dikirimkan Sumsel. "Pastinya kita terkejut dan prihatin. Nah kita harusnya berpikir apa yang bisa kita perbuat. Walaupun kita tahu anggaran sudah habis tapi kalau untuk saudara-saudara kita yang jadi korban kita pasti punya cara sendiri. Bisa materi, tenaga bahkan doa agar para korban lepas dari penderitaan," jelasnya. Selain itu HD juga berpesan kepada personel ini agar tetap mengutamakan kesehatan dan menjaga nama baik Sumsel selama bertugas. Sementaa itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Rosyidin Hasan, menjelaska tim ini akan menjalankan tugasnya selama 10 hari di Desa Way Mulih Lampung Selatan. Mereka akan menolong para korban yang terkena dampak bencana tsunami termasuk membantu proses pengungsian warga yang saat ini tengah berjalan. Selain mengirim personel, Pemprov Sumsel juga mengirimkan dapur umum ke lokasi tersebut yang paling banyak terkena dampak tsunami. Perhari dapur ini akan menyiapkan sedikitnya 600 porsi makanan bagi para keluarga korban dan pengungsi. "Mengapa kita pilih desa ini karena disana memang paling terdampak. Insya Allah petugas ini akan membantu disana selama 10 hari," jelas Rosyidin. Selain wujud kepedulian kemanusiaan, pengiriman bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana. Tak hanya itu, untuk memulihkan rasa trauma bagi para korban bencana utamanya anak-anak, mereka juga mengirimkan tim skotic untuk mendampingi. "Ini sejenis layanan psiko sosial. Gunanya untuk memotivasi dan memberikan dukungan pada para korban. Terutama anak-anak di pengungsian," tandas rosyidin. Beberapa jenis bantuan yang dikirimkan ke korban tsunami antara lain 21 ton beras, uang sumbangan senilai Rp372 juta, pakaian bekas layak 60 karung dan selimut. MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS
Sumsel
TRGD : Refleksi 2018 dan Outlooks 2019 Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Sumsel
Palembang, Sumselprov.go.id – Koordinator Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Provinsi Sumatera Selatan Najib Asmani didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Pertanahan Sumsel Edwar Chandra membuka sekaligus menjadi Narasumber kegiatan Seminar Refleksi Kegiatan Tahun 2018 dan Penjaringan Masukan (Outlooks) untuk Tahun 2019 Kegiatan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut di Sumsel digelar di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (26/12/2018). Koordinator TRGD Sumsel Najib Asmani mengatakan, mengevaluasi kegiatan-kegiatan restorasi gambut yang dilaksanakan di Provinsi Sumsel sampai tahun 2018, memperbaiki kelemahan-kelemahan dan mengembangkan hal-hal positif. “Menggalang kemitraan strategis, koordinasi dan sinkronisasi kegiatan dengan berbagai pemangku kepentingan/aktor (Kementerian,/Kelembagaan di tingkat nasional dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten yang wilayahnya ada kegiatan restorasi gambut, LSM/Masyarakat, Pihak Swasta, Lembaga Penelitian/Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan, Organisasi Profesi) yang berkomitmen untuk perlindungan dan pengelolaan gambut di Sumatera Selatan”, kata Najib. “Kita ingin cari terobosan pemanfaatan lahan gambut secara optimal. Langkahnya adalah, pertama pencegahan karhutlah bukan karena even. Tapi karena kebutuhan masyarakat agar tidak berasap, sekolah lancar, perhubungan lancar, dan ekonomi tumbuh. Oleh sebab itu, memanfaatkan gambut terbakar fokusnya adalah untuk meningkatkan income masyarakat,” ujarnya. Najib menuturkan, Menko Perkonomian berharap Sumsel menjadi lumbung daging. “Kita ingin menginovasi daerah pesisir dengan membuat tambak ikan. Serta kita menciptakan 30 desa pemberdayaan ternak sapi, kerbau ikan dan padi. Kita ingin kegiatan itu, semua stake holder terlibat. Apalagi Pergub tentang Restorasi Gambut sudah ada,” katanya. Untuk mengoptimalisasikan lahan gambut, pihaknya melakukan kerjasama dengan Dinas Perikanan dan Pertanian. “Untuk pemanfaatan lahan gambut di Sumsel diupayakan mencapai 500 ribu hektar. Selama ini sudah ada bantuan 100 ribu hektar untuk bantuan pestisida. Prioritas kita Banyuasin, OKI, Muba. Untuk tambahannya di Muara Enim dan Pali,” ucapnya. Najib menjelaskan, luas lahan gambut di Provinsi Sumsel sekitar 1.420.042 hektar. Akibat karhutlah dan alih fungsi lahan untuk berbagai kegiatan. Ekosistem gambut mengalami degradasi yang menyebabkan gambut rentan terhadap kekeringan dan karhutlah. Hal itu berdampak merugikan pada aspek ekonomi, sosial, ekologi, bahkan politik. “Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi degradasi ekosistem gambut beserta dampak yang ditimbulkannya adalah melakukan kegiatan pemulihan (restorasi) secara sistematis, terencana dan terukur. Untuk itu, telah dibentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2016,” terangnya. “Target restorasi gambut di Sumsel dari BRG mencapai 615 ribu hektar. Pemprov Sumsel telah menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor 261 Tahun 2016 Tanggal 17 April 2016 tentang pembentukan Tim Restorasi Gambut Sumsel. Dalam periode kerja 2016-2018, BRG telah memfasilitasi dan melaksanakan kegiatan restorasi gambut di Provinisi Sumsel. Yakni pembangunan infrastruktur pembasahan gambut berupa sumur bor, sekat kabal dan penimbunan kanal (R1), revegetasi (R2), revitalisasi ekonomi masyarakat (R3), kegiatan Desa Peduli Gambut (DPG), dan kegiatan penelitian restorasi gambut,” tandasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY/FS
Sumsel
Pemprov Sumsel Bersama TVRI Komitmen Membangun Sumatera Selatan
Palembang sumselprov.go.id- TVRI merupakan salah satu bagian dari Pemerintah Provinsi Sumsel, agar pesan pesan pembangunan di Sumsel bisa benar-benar sampai kepada masyarakat Sumsel melalui penayangan stasiun TV. Hal ini disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menerima kunjungan tim stasiun TVRI Palembang, di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Rabu, 26/12/2018. “Saya inginkan TVRI terus bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi melalui Kominfo dan Humas dalam mewujudkan penyiaran yang bermutu untuk masyarakat Sumsel,” ujarnya. Ia menginginkan TVRI berperan sebagai penyiar utama dalam mendukung publikasi dan penyiaran Program Sejuta Bola, yang selanjutnya akan berpuncak pada piala Gubernur. Hal ini karena Program Sejuta Bola yang digagas HDMY bertujuan untuk membangkitkan kembali kemeriahan olahraga sepakbola dikalangan anak-anak dan remaja di Sumsel, sekaligus menjaring bibit pesepakbola lokal yang handal. "Program Sejuta Bola bertujuan agar olahraga sepakbola dapat hidup di seluruh Kabupaten dan Kota bahkan di Kecamatan dan desa-desa di Sumsel. Mulai dari U11 sampai dewasa,” katanya. Selanjutnya, Ia menyarankan agar acara-acara khusus di Pemerintah Provinsi Sumsel, seperti Rapat Paripurna di DPRD Provinsi Sumsel dapat disiarkan secara Live. “TVRI Sumsel harus dapat menyajikan konten acara yang menarik dan mencerdaskan masyarakat, khususnya program kerja Pemprov Sumsel, agar masyarakat mengetahui program pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah daerah,” tambahnya. Menurut HD di tengah serbuan stasiun tv swasta nasional, TVRI harus mampu mengemas program tayangan dengan menarik, bahkan HD mengusulkan agar tayangan porsi ( siaran) lokal untuk Sumsel dapat ditambah. "Saya akan usulkan kepada Dirut TVRI agar menambah porsi jam tayang lokal (siaran berita daerah), tidak cukup hanya 4 jam dalam sehari", katanya. Lebih lanjut HD menegaskan bahwa dirinya bertekad untuk membantu TVRI Sumsel agar dapat menjadi saluran TV kebanggaan masyarakat Sumsel, namun hal ini juga harus diiringi dengan perbaikan mutu siaran dan program tayangan. Sementara itu, Kepala Stasiun TVRI Sumsel Rajab Siregar menyampaikan audiensi ini dilakukan sebagai silaturahmi dengan Gubernur HD karena dirinya baru saja ditugaskan sebagai Kepala Stasiun TVRI Sumsel sekaligus sebagai penjajakan untuk bekerjasama dengan Pemprov Sumsel. Silaturahmi ini adalah yang pertama kalinya dilakukan yaitu untuk melaporkan dan mendukung penyiaran yang akan mendukung pembangunan di Sumsel. "Untuk siaran nasional, TVRI mempunyai acara yang bertajuk Inspirasi Indonesia yang berisikan pembangunan di daerah ", jelas Rajab. Sebagai informasi, saat ini TVRI Sumsel memiliki jam tayang 4 Jam sehari siaran lokal mulai dari jam 14.00 sampai 18.00 WIB. Turut mendampingi Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumsel, Eduar Juliartha, Staf Khusus Gubernur Bidang Media, Alfrenzi Pangarbesi, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel, Jon Kenedy. MC Diskominfo Prov Sumsel/ Reporter: AD/ Rilis: PE
Sumsel
Natal di Sumatera Selatan Aman dan Kondusif
Palembang, Sumselprov.go.id -- Ditengah agenda acara yang padat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru masih menyempatkan diri menyambangi kediaman Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso yang terletak di samping Gereja Santa Maria di Jalan Tasik Kambang Iwak Palembang, Selasa (25/12). Selain Gubernur, ikut serta dalam rombongan diantaraya Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara beserta para FKPD lainnya dan tokoh agama di Sumatera Selatan.. "Hari ini ditahun pertama saya sebagai Gubernur didampingi pak Pangdam dan Kapolda beserta FKPD hadiri disini dikediaman uskup. Kami dijamu beraneka masakan dan juga makanan khas Sumsel ini luar biasa terima kasih," ujar Herman Deru. Dikatakan HD, sebelum menghadiri open house di kediaman uskup, dirinya bersama dengan FKPD juga melakukan pemantauan kondisi sejumlah gereja di Kota Palembang dengan menggunakan sepeda. Yang tujuannya untuk memastikan perayaan natal berlangsung dengan aman dan kondusif. Bersyukur kita kondisi Sumatera Selatan, sangat kondusif,"katanya. Herman Deru menilai kebersamaan di dalam perbedaan dan keberagaman di Sumatera Selatan yang telah terjalin selama ini perlu dipertahankan. "Jadi apa yang sudah kita rasakan selama ini, mari kita pertahankan dan kita tingkatkan dengan menjunjung tinggi nilai nilai silaturahmi,” imbuhnya. Sementara itu Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso mengucapkan terima kasih atas kedatangan Gubernur dan FPKD Sumsel serta tokoh agama dikediamannya. "Kami merasa bangga atas kehadir dan bapak Gubernur beserta rombongan, semoga kedatangan bapak dan ibu akan membawa berkah bagi kami," tutupnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber :[irm]/R.Mol