Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Kukuhkan Komwil Forsesdasi, HD Ajak Sekda se-Sumsel Tekan Angka Kemiskinan Sumsel
04 Jan 2019 Dilihat 210x

Kukuhkan Komwil Forsesdasi, HD Ajak Sekda se-Sumsel Tekan Angka Kemiskinan

PALEMBANG Sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru resmi mengukuhkan pengurus Komisariat Wilayah (Komwil) Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Komisariat Wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Periode 2018- 2021, Jumat (3/1) sore di Hotel Aryaduta. Pengukuhan tersebut berdasarkan Keputusan Komisariat wilayah forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia Sumsel Nomor : 01/ Komwil Forsesdasi / 2019 tentang susunan pengurus Komisariat Wilayah Forsesdasi Sumsel Periode 2018- 2021.  Dalam susunan tersebut Gubernur Sumsel Herman Deru didaulat sebagai pengawas Komwil Forsesdasi Wilayah Sumsel bersama Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar dan Bupati/Walikota se- Sumsel, sementara Ketua Komwil Forsesdasi Wilayah Sumsel adalah Sekda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).  Pada kesempatan itu, Herman Deru mengaku bangga dapat hadir si tengah-tengah pertemuan para Sekda Kabupaten/ Kota se-Provinsi Sumsel. Menurutny peran Sekda sangat besar dalam membantu kepala daerah mengambil kebijakan. " Biasanya sebelum kebijakan itu diketok tetap kepala daerah itu akan diskusi dengan Sekda, dan kontribusi pemikiran itu diatas 60 % itu akan diikuti oleh kepala daerah. Maka saya sarankan kepada para Sekda Kabupaten/ Kota untuk mengajak Bupati/ Walikotanya mengatur anggaran focus menekan angka kemiskinan untuk menggapai kesejahteraan," ungkapnya  Kedepan, HD menargetkan kemiskinan Provinsi Sumsel harus sama dengan nasional yakni 9%. Ia menuturkan, target ini apakah bisa tercapai di 2019 ini atau belum harus dilihat progresnya setelah infrastruktur selesai.  "Karena 2019 ini targetnya infrastruktur selesai, mudah-mudahan dampaknya infrastruktur selesai ini berdampak pada percepatan penurunan angka kemiskinan.  Jadi apapun pernak-pernik yang mau dibangun, pernak-pernik kebijakan tetap arahnya satu yakni kesejahteraan rakyat," katanya  " Kalau nanti di akhir 2019 ini nanti kita survei ternyata kemiskinan tidak turun di salah satu kabupaten/kota, maka kedepan akan saya koreksi arah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) nya. 2019 ini targetnya infrastruktur selesai, mudah-mudahan dampaknya infrastruktur selesai ini berdampak pada percepatan penurunan angka kemiskinan," jelasnyan. Sebelumnya di tempat yang sama, Sekda Sumsel Nasrun Umar mengajak semua yang hadir mereformasi Birokrasi di Pemerintahan. Hal itu disampaikannya  rapat Pemilihan Pengurus Komisariat Wilayah (Komwil) Forsesdasi Sumsel periode 2018-2021 di Ballroom  Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (3/1).  Dijelaskanya, keberadaan Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) dinilai sangat penting, sebagai salah satu wadah bagi para Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, membantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah. “Sekretaris Daerah memiliki peranan yang sangat penting dalam mengawal berbagai proses perubahan terutama dalam melakukan gerakan reformasi birokrasi,” ujar Sekda Provinsi Sumsel H Nasrun Umar yang juga bertindak sebagai  Ketua Umum DPP Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi). Nasrun Umar menegaskan, para sektertaris daerah yang ada di 17 Kabupaten/kota di Sumatera Selatan harus berupaya secara optimal dalam meningkatkan akuntabilitas dan kinerja pegawai, di samping mewujudkan jalannya pemerintah  yang bersih, berdaya saing melalui pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang profesional. "Saya mengucapkan terima kasih kepada para Sekda se Sumsel yang sudah mendukung,  sehingga saya terpilih sebagai Ketua Umum Forsesdasi Indonesia. Saya juga menginginkan Komwil Sumsel dapat menjadi icon ataupun contoh bagi Komwil lain,"harapnya. Terkait dengan jalannya rapat pemilihan pengurus Komisariat Wilayah (Komwil) Forsesdasi Sumsel periode 2018-2021, H Nasrun Umar berharap  para sekretaris daerah  di Sumsel dapat memilih ketua Komwil secara demokratis. "Siapapun yang terpilih, kami harapkan dapat menjalankan tugas dan amanah dengan baik, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan,"tutupnya  Sementara itu Ketua Sekretariat Komwil Sumsel, Abdul Hamid  dalam laporannya  menegaskan, digelarnya rapat bertujuan untuk memilih dan menetapkan pengurus Komwil Forsesdasi Sumsel periode 2018-2021.  “Mereka yang menjadi peserta dalam rapat ini sebanyak 34 orang terdiri dari 17 Sekda serta 17 Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten/kota di Sumatera Selatan,” tegasnya. Di kesempatan ini Abdul Hamid   juga mengaku bangga dengan sosok H Nasrun Umar yang telah dipercaya sebagai Ketua Umum Forsesdasi se-Indonesia. Karena itu dia berharap  keberadaan H Nasrun Umar sebagai ketua umum dapat membawa angin segar bagi Forsesdasi Sumatera Selatan pada priode 2018-2021.  Diskominfo Prov. Sumsel/ Tim MC Sumber : HP  

Baca Detail
Hari Amal Bakti Kemenag Ke-73, HD ajak Jaga Kerukunan Umat Sumsel
04 Jan 2019 Dilihat 219x

Hari Amal Bakti Kemenag Ke-73, HD ajak Jaga Kerukunan Umat

Palembang, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera (Sumsel) H. Herman Deru menjadi pembina upacara dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia Ke-73 tahun 2019 tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Acara berlangsung di Halaman Griya Agung, Kamis (03/01/2019). Acara juga dihadiri oleh Anggota DPD Republik Indonesia Hj. Asmawati, Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan HM Aliandra Pati Gantada, SH., M.Hum, Wakapolda Sumselk Brigjen Pol. Denni Gapril, Kakanwil Kemenag Sumsel H.M Al-Fajri Zabidi MM., M.Pd.i serta para Kepala OPD dilingkup Pemprov.Sumsel. Gubernur Sumsel membacakan sambutan Menteri Agama RI menyampaikan sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, yaitu “Jaga Kebersamaan Umat”, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama, apalagi di tahun politik sekarang ini, mari senatiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan. Ajakan yang sama kepada semua elemen bangsa, mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa. Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, mari kita hindari. Mari jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antarsesama anak negeri. Disampaikan juga memasuki Tahun 2019 , ada enam sasaran strategis program Kementerian agama telah digariskan, yakni : meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama , meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatkelola pembangunan bidang agama. Diakhir sambutannya Gubernur Sumsel memohon perhatian semua elemen umat beragama, para ulama dan tokoh agama, serta jajaran Kementerian Agama terhadap urgensi ketahanan keluarga sebagai basis ketahanan bangsa. Pembinaan ketahanan keluarga harus terus menerus tiada henti. “Ketahanan keluarga belakangan ini menghadapi ancaman guncangan dan kerapuhan, seperti terlihat dari tingginya angka perceraian, perkawinan usia dini, dan kekerasan dalam rumah tangga. Untuk itu, saya minta agar Program Bimbingan Perkawinan dan Konseling Keluarga dijalankan secara lebih masif bekerjasama dengan organisasi mitra Kementerian Agama dan Ormas keagamaan lainnya”, pungkas HD mengakhiri sambutannya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/TM.

Baca Detail
Hari Pertama Kerja 2019, HD Resmikan Mushola di Pemprov Sumsel Sumsel
03 Jan 2019 Dilihat 317x

Hari Pertama Kerja 2019, HD Resmikan Mushola di Pemprov Sumsel

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) dan Wakil Gubernur H. Mawardi Yahya bertekat akan meningkatkan kesejahteraan masyrakat Sumatera Selatan. Untuk mencapai kesejahteraan bagi masyarakat Sumsel tersebut dibutuhkan kekuatan yang  besar salah satunya melalui kerja yang sinergi antara ulama, umaro dan umat. Disamping juga kesejahteraan rakyat akan terwujud melalui sejumlah program pro rakyat yang akan dijalankan mulai awal tahun 2019. Program pembangunan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat itu diantaranya dari sektor pembangunan bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, keamanan dan pembangunan bidang keagamaan atau religi. Hal tersebut diungkapkan langsung Gubernur H. Herman Deru dalam sambutannya ketika melantik dan meresmikan kepengurusan Forum Komunikasi Ulama Umarok Provinsi Sumatera Selatan (FKU2S) bertempat di Mushola di lingkungan Pemprov Sumsel, Rabu (02/01/2019). Sebelumnya Gubernur juga melaksanakan sholat Zohor berjemaah dengan semua ASN di lingkungan Pemprov. Sumsel dan bertindak langsung sebagai imam. Di tempat ini Gubernur HD menilai, keberadaan mushola di lingkungan Pemprov. Sumsel harus dilakukan rehab agar fungsinya dapat maksimal dalam kalangan ASN. Dan dirinya berkenan memberikan nama mushola Pemprov ini dengan nama Mushola Ulama, Umaro, dan Umat. “Dari mushola ini kita awali pembinaan mental jajaran pegawai pemerintahan di Sumsel ini. Karena itu Bismillah mushola ini, kita namai Mushola Ulama, Umaro dan Umat,” tegasnya.  MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Gubernur Tunjuk Septiana Zuraida Sebagai Plt Kadis Kependuk-Capil Sumsel Sumsel
03 Jan 2019 Dilihat 1454x

Gubernur Tunjuk Septiana Zuraida Sebagai Plt Kadis Kependuk-Capil Sumsel

Palembang, Sumselprov.go.id -- Guna mendukung kelancaran tugas kedinasan dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel H Herman Deru menunjuk Dr. Ekowati Retnaningsih  sebagai Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumsel dan Dra. Hj. Septiana Zuraida sebagai Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Penacatatan Sipil Provinsi Sumsel.  Penunjukan kedua Pelaksana Pugas (Plt)  Kepala OPD tersebut berdasarkan Surat Perintah Pelaksana Tugas yang ditanda tangani Gubernur Sumsel Nomor 821/17/BKD. II/ 2019 yang menunjuk  Dr. Ekowati Retnaningsih, SKM, M.Kes terhitung mulai tanggal ditetapkan disamping jabatannya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sumsel, juga sebagai Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumsel.  Sedangkan untuk Dra. Hj. Septiana Zuraida, S.H, M.Si berdasarkan Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor 821/20/ BKD.II/ 2019 Terhitung mulai tanggal ditetapkan disamping jabatannya sebagai Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel juga sebagai Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Penacatatan Sipil Provinsi Sumsel.  Penyerahan ke dua SK penunjukan Plt  tersebut dilakukan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya kepada yang bersangkutan  bertempat di ruang Tamu Wagub Sumsel. Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya berharap, usai diberikan surat pelaksana tugas ini yang telah diamanahkan dapat menjalankan tugas dengan bertanggung jawab.  Menurutnya, yang telah ditunjuk dianggap orang-orang yang berkompeten dan teruji di bidangnya. Dikatakannya Dinas Dukcapil merupakan dinas yang sangat penting, apalagi sebentar lagi menjelang pilpres dan pileg.  "Kita ketahui bersama di kepala Dinas Dukcapil masa tugasnya per Januari kemarin sudah pensiun  ataupurna tugas, artinya untuk ini sementara kita tunjuk ibu Ana untuk melaksanakan tugas, Dukcapil ini sangat penting mengingat soal data-data menjelang pileg dan pilpres ada disana. Saya kira Ibu Ana lebih berpengalaman dan teruji," ungkapnya  Dikatakan Wagub, diserahkannya surat Plt ini tidak lain untuk mengisi kekosongan jabatan, Oleh sebab itu Plt diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/AZ

Baca Detail
Hari Pertama Kerja Jon Kennedy Ajak Seluruh ASN Diskominfo Sumsel  Untuk Bersinergi Sumsel
03 Jan 2019 Dilihat 541x

Hari Pertama Kerja Jon Kennedy Ajak Seluruh ASN Diskominfo Sumsel Untuk Bersinergi

Palembang, Sumselprov.go.id – Hari ini pertama bagi Aparatur Sipil (ASN) masuk kerja pascalibur tahun baru. Apel hari pertama kerja para  ASN dilingkup Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Selatan dilaksanakan di Halaman Kantor Dinas Kominfo Prov. Sumsel, Rabu (02/01/2019). Pelaksanaan apel ini dipimpin langsung Pelaksana Tugas Kepala Dinas  Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan Jon Kennedy S.E, M.Si, diikuti oleh seluruh Pejabat Eselon III, IV, Staf, TKS dan Siswa-siswi magang dari berbagai Perguruan Tinggi dan SMU/SMK. Dihadapan para ASN, Jon Kennedy dengan tegas menyatakan tidak ada alasan bagi jajarannya untuk tidak masuk kerja di hari pertama ini apalagi tanpa alasan yang jelas. “Alhamdulillah syukur dari laporan tadi hampir 85% hadir pada apel hari ini. Pada apel tanggal 31 Desember yang baru lalu telah disampaikan memasuki tahun 2019 marilah kita tingkatkan kinerja dan semangat pagi, kita sepanjang hari kerja harus semangat pagi,”katanya. Selanjutnya Plt. Kadis Kominfo Prov.Sumsel juga menyampaikan bahwanya ditahun 2019 ini Dinas Kominfo banyak program yang harus direncanakan dengan kesungguhan dan perlu dukungan semua ASN baik Kepala Bidang dan juga Kepala Seksi. “Saya mengajak seluruh ASN, TKS dan juga Siswa-siswi magang untuk bersinergi menyatukan langkah untuk mewujudkan program-program Kominfo kedepan. Kita diminta bagaimana mengintegrasikan semua OPD sehingga semua layanan publik itu semua sudah digital”, ujar Plt.Kadis Kominfo Prov.Sumsel. “Kita juga tahu bahwa tahun 2018 sudah terbit Perpres. Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Negara Berbasis Elektronik oleh karena itu tidak ada pilihan Kantor kita ini tempat menggodok hal tersebut. Kalau kita tidak semangat bisa jadi OPD lain yang meninggalkan kita untuk mengerjakan hal ini , maka mulai hari ini kita minta pada Bidang E-Government untuk pertama melatih admin di masing-masing bidang mengatur Sistem Informasi dan Simaya untuk menjadi admin masing-masing bidang, yang kedua adalah Sistem Arsip; dan salah satu ASN di Bidang E-Gov. Sudah men-download Programnya dan nantinya Arsip kita semuanya sudah menggunakan Sistem Digital, nanti kontrak-kontrak sudah digital semua sehingga jika ada pemerikasaan bisa berjalan cepat, “ terang Jon Kennedy melanjutkan arahannya. Kemudian Jon kennedy juga menerangkan bahwa tahun ini juga Kominfo akan menprogramkan pembenahan  Commant Center dan Sistem Keamanan Informasi yang ada dikantor kita dan mengharapkan semua masing-masing bidang berperan aktif dan ikut serta untuk mewujudkan itu, tidak mungkin bidang tertentu saja yang berpartisipasi dan bersinergi. “Kemarin tahun 2018 beberapa hal mendapat capaian secara nasional, mudah-mudahan kedepan akan lebih baik lagi dan seluruh bidang ada prestasi di tingkat nasional. Mari kita wujudkan bersinergi untuk Diskominfo lebih baik lagi terutama dalam hal mendukung dan mensuksekan semua target yang menjadi prioritas Gubernur Sumatera Selatan,” pungkas Jon Kennedy. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Peringatan Perang Lima Hari Lima di Palembang Digelar Secara Sederhana Sumsel
02 Jan 2019 Dilihat 480x

Peringatan Perang Lima Hari Lima di Palembang Digelar Secara Sederhana

Palembang, Sumselprov.go.id -- 72 tahun lalu, atau tepatnya 1-5 Januari 1947 telah terjadi Perang 5 hari 5 Malam (PLHLM) di Palembang. Peristiwa ini sangat penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Banyak korban tenaga, harta, dan bahkan ribuan nyawa yang melayang. Menurut catatan PMI ketika itu, sekitar 2000-3500 orang pihak Indonesia menjadi korban dari serangan berutal pasukan Belanda. Namun, sepertinya banyak yang lupa. Padahal, bangsa yang besar, seperti kata Bung Karno adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Disaat tahun baru di rayakan dengan pesta dan hura-hura  serta pesta kembang api, sejumlah  unsur pencinta sejarah diantaranya Museum dr AK Gani didukung oleh Dewan Kesenian Palembang, Lembaga Budaya Ulu Melayu, dan Yayasan Kesultanan Palembang Darussalam , Komunitas Pencinta Sejarah UIN Raden Fatah Palembang, MGMP Sejarah kota Palembang, Selasa (1/1)  di Monpera Palembang, menggelar kegiatan sederhana dalam bentuk Doa Bersama, khususnya kepada para pahlawan yang terlibat dalam Perang Lima Hari Lima Malam di Palembang. Selain Diskusi juga dimeriahkan musikalitas puisi dan baca puisi dari Fir Azwar Kepala Sekolah SMU 10 Palembang, mahasiswi UIN Raden Fatah, Palembang dan tokoh puisi Palembang, Wanda Lesmana dan lagu perjuangan dari musisi Palembang, Iir Stone serta paparan sejarah dari Sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji. Turut hadir diantaranya Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel   Aufa S Sarkomi SP MSc. Kepala Yayasan Museum A.K. Gani, Priyanti Gani mengatakan, kalau perang lima hari lima malam banyak yang lupa, padahal, bangsa yang besar, seperti kata Bung Karno adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Atas dasar itulah, dikatakannya,  Museum dr AK Gani, mengadakan kegiatan tersebut dan didukung oleh Dewan KesenianPalembang, Lembaga Budaya Ulu Melayu, dan Yayasan Kesultanan Palembang Darussalam serta Komunitas Pencinta Sejarah UIN Raden Fatah Palembang. “Peringatan ini selain diskusi, juga menggelar doa bersama khususnya kepada para pahlawan yang terlibat dalam Perang Lima Hari Lima Malam di Palembang,” katanya. Ketua Dewan Kesenian, Palembang (DKP) Vebri Alintani mengatakan dipilihnya Monpera Sumbagsel sebagai tempat kegiatan karena bangunan ini sebagai penanda peristiwa dimulainya tragedi kelam tersebut. Perang diawali pada hari Rabu, tanggal 1 Januari 1947, sekitar pukul 05.30 pagi. Ketika itu sebuah kendaraan Jeep yang berisi pasukan Belanda mabuk karena pesta malam tahun baru, keluar dari Benteng dengan kecepatan tinggi. Mereka melampaui daerah garis demarkasi yang sudah disepakati. Kendaraan Jeep itu melintasi Jalan Tengkuruk membelok dari Jalan Kepandean (sekarang Jalan TP. Rustam Efendi) lalu menuju Sayangan, kemudian melintasi ke arah Jalan Segaran di 15 Ilir, yang banyak terdapat markas pasukan RI/ Lasykar seperti Markas Napindo, Markas TRI di Sekolah Methodist, rumah kediaman A.K. Gani, Markas Divisi 17 Agustus, Markas Resimen 15 dan markas Polisi Tentara. Aksi Belanda yang melampaui batas ini disambut oleh pihak republik, maka dimulailah perang yang kemudian berlanjut dengan perang gerilya di wilayah bukit barisan Sumbagsel. “Jika melihat betapa gigihnya para pejuang dalam perang lima hari lima malam, sudah selayaknya peristiwa ini dijadikan momen bersejarah oleh pemerintah Sumatera Selatan dan kota Palembang. Seharusnya diperingati setiap tahun agar masyarakat tahu, bahwa daerah ini juga memberikan sumbangan besar terhadap kemerdekaan RI. Bukankan dengan mengingat sejarah, rasa kecintaan terhadap Negara ini (nasionalisme) akan semakin kuat. Bahkan jika dikemas dengan baik, peringatan bersejarah seperti ini dapat juga bermanfaat dari sisi kepariwisataan,” katanya. pejuang menurutnya telah melewati jalan yang sangat sulit untuk kemerdekaan, keterlaluan sekali  masyarakat Palembang jika tidak dapat menyelenggarakan kegiatan yang sekadar mengingat jasa-jasa mereka. Palembang 1 januari 2019. Sedangkan Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya harusnya setiap hari libur atau tanggal 1 Januari dibuat acara menarik di Palembang seperti lomba puisi, treatrikal perang lima hari lima malam, atau treatrikal lain yag dapat menimbulkan kecintaan dari generasi muda di Palembang. “ Kedepannya bisa lebih semarak lagi acaranya, yang penting bukan acaranya tapi apresiasi masyarakat dan semakin menggiatkan rasa kecintaan kepada negara kita,” katanya seperti dikutif dari beritapagi.co.id Sedangkan perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel   Aufa S Sarkomi SP MSc mengapresiasi kegiatan tersebut, menurutnya pihaknya siap mendukung kegiatan dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya di Sumsel. Namun dia memberikan masukan agar kegiatan sejarah dan budaya tidak mesti dari dana pemerintah yang mekanismenya di nilai ribet namun bisa di dapat dari dana CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Sumsel dan pihaknya siap bersinergi dengan semua pihak untuk ikut melestarikan sejarah dan budaya di Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
5 Januari 2019, Pengelola JSC Terapkan Sistem Elektronik Autocad Sumsel
02 Jan 2019 Dilihat 205x

5 Januari 2019, Pengelola JSC Terapkan Sistem Elektronik Autocad

Palembang, Sumselprov.go.id -- Terhitung 5 Januari 2019 nanti, pengelola kawasan Jakabaring Sport Center (JSC) Palembang, PT Palang Parkir Indonesia (PPI) akan mengoperasikan dan memberlakukan sistem elektronik autocad area untuk masuk JSC. Dengan penerapan sistem tersebut, area JSC bisa aman, tertata, dan transparansi pendapatan, juga bisa terkontrol jumlah pengunjung baik hari biasa maupun hari besar. Hal itu disampaikan Direktur PT PPI, Citra Nanda Rianto, Senin (31/12). “Dengan menggunakan sistem tersebut, bisa dihitung jumlah kendaraan motor dan mobil yang masuk berapa banyak dan bisa terukur karena data tersebut akurat,” katanya  Dengan memberlakukan tarif masuk melalui sistem autocad, maka akan mempermudah akses. Untuk pembelian dan pengisian autocad bisa melalui bank yang dipilih. Untuk kendaraan motor Rp5000 dan mobil Rp10.000. “Kita akan bekerjasama dengan pihak-pihak bank untuk membuka mesin emisi, selanjutnya untuk operator pengelolaan ada pada PT PPI,” kataya. Citra menjelaskan, untuk pintu masuk khusus free atau member, pihak PPI akan menyediakan pos tersendiri. “Untuk sementara kita baru menyediakan khusus karyawan dan petugas kerja lapangan (PKL),” katanya. Sementara itu, Direktur Operasional JSC Bambang Supriyanto menerangkan, selaku pengelola PT JSC dan partner PT PPI, menambahkan, penataan dari pintu masuk kawasan JSC bukan sebagai retribusi parkir, tetapi sebagai retribusi kawasan JSC. Oleh sebab itu, tarif masih tetap sesuai hanya polanya berubah dari sistem manual menjadi sistem automatic. “Sistem automatic tentunya menjadi konsen, PT JSC sudah menggelegar dan mendunia. Jadi harus diperbaiki sesuai tuntutan perkembangan PT JSC,” katanya. Bambang menekankan, terkait masalah kehilangan khusus di area JSC, pihak pengelola tidak bertanggung jawab apabila terjadi kehilangan. Tetapi tidak juga serta merta akan lepas tangan. “Kita pasang imbauan untuk tempat-tempat parkir. Pengelola hanya menyediakan distribusi masuk kawasan JSC bukan distribusikan parkir,” katanya seperti dikutif dari beritapagi.co.id “Mudah-mudahan dengan adanya sistem baru transcad automatic bisa memberi kenyamanan kepada pengunjung. Sebagai tuntutan zaman, sebagai kota metropolitan harus mengikuti perubahan salah satunya mengurangi penggunaan uang cash, akses wifi di area sport,” katanya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Makan Duren Sepuasnya, Catat Tanggal dan Syaratnya Sumsel
02 Jan 2019 Dilihat 972x

Makan Duren Sepuasnya, Catat Tanggal dan Syaratnya

Palembang, Sumselprov.go.id --  Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) Sumsel akan mengadakan Festival Buah dan Pertanian Unggulan Sumsel di Griya Agung pada 11 hingga 13 Januari 2019 mendatang. “Kita akan mengadakan festival hasil pertanian potensial yang ada di Sumsel. Ini guna mengembangkan hasil pertanian kita agar semakin dikenal masyarakat luas,” kata Ketua DPD MAI Sumsel, Dr Ir H  Abdul Najib saat berkunjung ke Graha Tribun, Senin (31/12/2018). Dijelaskannya, festival ini merupakan kali kedua diselenggarakan. Tahun lalu, festival serupa diselenggarakan di Taman Kambang Iwak (KI). “Karena Pak Gubernur (Herman Deru) sangat mendukung acara ini. Maka beliau juga ingin acara ini diadakan di Griya Agung supaya masyarakat bisa meramaikan juga,” ucapnya. Ada yang menarik dari festival buah ini, nantinya masyarakat yang datang dapat menikmati buah durian sepuasnya dengan membeli kupon seharga Rp 50 ribu. Bagi yang ingin menikmati durian sepuasnya, dapat membeli kupon seharga Rp 50 ribu di stand penjualan kupon di lokasi festival. “Nanti masyarakat dapat makan sepuasnya. Di hari pertama, (makan durian) bisa dimulai pukul 15.00 hingga 17.00. hari kedua dan ketiga dimulai pukul 10.00 hingga 17.00,” jelas Nadjib. Lewat festival ini, Nadjib ingin hasil pertanian Sumsel menjadi industri yang turut meningkatkan perekonomian Sumsel yang dikenal dengan hasil pertaniannya. Selama ini, kata Nadjib, hasil pertanian Sumsel dijual dalam bentuk mentah, baik itu produksi di dalam maupun ke luar negeri.  "Hilirisasi hasil pertanian ini yang penting. Durian, duku dan rambutan asal Sumsel harus kita olah sendiri," ujarnya seperti dikutif dari Tribunnews. Ia pun mengajak masyarakat agar datang dan menikmati festival yang diinisiasi MAI Sumsel ini. MC diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Dengan Sepeda Motor HD Lakukan Patroli Bersama Perayaan Tahun Baru 2019 Sumsel
01 Jan 2019 Dilihat 278x

Dengan Sepeda Motor HD Lakukan Patroli Bersama Perayaan Tahun Baru 2019

Palembang, Sumselprov.go.id --  Gubernur Sumsel H. Herman Deru (HD) bersama Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Zulkarnain Adinegara beserta rombongan melakukan Patroli Bersama Perayaan Tahun Baru 2019 dengan sepeda motor, Senin (31/12/2018). Start dari Halaman Mapolda Sumsel menuju Pos Pam Bukit Golf, Pos Pam Palembang Icon, Pos Pam Pulau Mas, Pos Pam Air Mancur, Pos Pam Lippo Mart Jakabaring dan Pos Terpadu Monpera. “Malam ini kita bertemu lagi di teras Mapolda Sumsel ketika seminggu yang lalu kita meninjau malam perayaan Natal, Alhamdulillah Kota Palembang setelah ditinjau relatif kondusif,” katanya. Untuk melihat langsung kondisi malam tahun baru pukul 21.00 WIB, Gubernur Sumsel mengegaskan sepeda motor untuk memantau di setiap titik keramaian masyarakat serta pos-pos pengamanan. Dengan kesepakatan bersama, kata HD malam ini dari  Forkopimda Sumsel meninjau pada malam tahun baru dan Alhamdulillah cuaca cerah malam ini. Mudah-mudahan secerah itu juga tahun yang akan datang. “Malam ini kita dimaksudkan untuk melihat titik kumpul masyarakat serta meninjau Pos-pos yang dibuat Kapolda/Kodam yang ikut serta mengamankan situasi ini, mudah-mudahan di tahun baru berlangsung tertib ‘tidak ada euforian’, harapnya. “Maka kami sebagai unsur Forkompinda ingin menyaksikan malam tahun baru ini dengan menempatkan petugas-petugas di tempay yang dibutuhkan sehingga malam ini terjaga, mari kita bersama-sama berkeliling dan memantau kondisi masyarakat malam ini,” katanya. Diapun berharap di Tahun 2019 nanti Provinsi Sumsel menjadi provisni yang lebih maju dengan menyatukan langkah yang sama dan solid. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.