Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Diskominfo Bersama KPID Siap Sukseskan Pemilu 2019
Palembang sumselprov.go.id- Tahun 2019 merupakan Tahun dilaksanakannya Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, yaitu pemilihan DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, dan Pilpres. Diskominfo Provinsi Sumsel juga turut mensukseskan pelaksanaan Pemilu dengan membantu pemberantasan penyebaran hoax di masyarakat, terutama dalam isu politik. Hal ini disampaikan oleh Plt Kadis Kominfo Provinsi Sumatera Selatan Jon Kenedy, S.E., M.Si saat menyampaikan kata sambuatannya, dalam acara pelepasan tugas anggota KPID Sumsel periode 2018-2021, H. Eftiyani, S.H. di Ruang KPID Provinsi Sumsel, Senin, 07/01/2018. “Marilah kita bersama-sama mensukseskan seluruh program Pemerintah, terutama dalam penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 ini,” ajaknya. Ia juga mengungkapkan apresiasi dan selamat atas kontribusi Eftiyani selama sembilan bulan bertugas di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), dan akan dipindah tugas ke Komisi Pemilihan umum (KPU) kota Palembang. “Semoga program-program KPU juga dapat terlaksana dengan semakin baik lagi, karena apabila Pilpres telah terlaksana maka akan ada penyelenggaraan pemilihan walikota/bupati yang perlu dipersiapkan,”harapnya. Ia juga mengajak kepada seluruh staf dan jajaran Diskominfo serta KPID untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan penuh amanah. “Diskominfo turut berpartisipasi mendukung KPU untuk mensukseskan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 dengan cara memberikan informasi yang baik serta bermanfaat bagi para pengguna media sosial,” katanya. Sementara itu, H Eftiyani, S.H. berharap agar selanjutnya KPID dapat turut serta mendukung kinerja KPU untuk mensukseskan Pemilu 2019 dengan cara memperhatikan penayangan konten-konten yang berhubungan dengan Pemilu. “Saya yakin KPID dapat melaksanakan program kerja tahun 2019 yang disusun dengan baik, karena didukung oleh Sumber Daya yang memadai,” ungkapnya. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua KPID Sumsel, Lukman Bandar Syailendra, S.H. seluruh pegawai sekretariat KPID Sumsel, Kabid , Kasi, dan staf di Lingkungan Diskominfo Sumsel. TIM MC Diskominfo Sumsel
Sumsel
HD : 70 Persen Karakter Anak Tergantung Pendidikan Ibu
Palembang, Sumselprov.go.id -- Bazar yang gelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke 73 tahun 2019 berlangsung dengan meriah dan dipadati pengunjung Bazar tersebut dibuka langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD dan diampingi Kakanwil Kemenag Sumsel Drs H Al Fajri Zabidi, bertempat dihalaman kantor Kanwil Kemenag Sumsel, Senin (7/1). Bazar yang melibatkan 50 stand perwakilan dari DWP Kemenag 17 kabupaten/kota se Sumsel tersebut, menjajakan sejumlah produk unggulan mulai dari aneka jenis makanan serta kerajinan tangan. Ketua DWP Kemenag Sumsel Hj Eka Wati Al Fajari mengungkapkan, selain diisi dengan kegiatan bazaar, acara ini juga dimeriahkan dengan aneka perlombaan diantaranya lomba marawis pelajar, tahfizul Quran dan lomba al barzanji dengan peserta dari anggota DWP. Bazar ini digelar selama dua hari yang pesertanya utusan dari 17 DWP Kemenag yang ada di Kabupaten/kota se Sumatera Selatan,” ungkapnya. Sementara itu Gubernur Sumsel H Herman Deru, kembali menegaskan tanggung jawab besar ada dipundak para ibu yang tergabung dalam DWP. Bahkan HD menilai perempuan memiliki peran besar dalam segala hal mendidik anak dalam keluarga. "Peran seorang perempuan atau ibu adalah Madrasah pertama bagi anak. Baik atau tidaknya seorang anak 70 persen tergantung peran seorang ibu,” tegasnya Karena itu Gubernur memberikan apresiasi atas digelarnya bazar yang menampilan aneka produk unggulan dari 17 Kabupaten/kota di Sumsel. Karena itu dirinya sengaja hadir membuka langsung jalannya bazar , bahkan HD mengklim dirinya Gubernur Sumsel pertama yang membuka bazar DWP semenjak Kemenag Provinsi Sumsel berdiri. "Ini tandanya Gubernur menaruh harapan besar dengan DWP Kemenag Sumsel, terutam dalam hal yang berkaitan dengan agama," ungkapnya . HD mengatakan, 73 tahun Kemenag sudah banyak yang dilakukan di dalam membina umat, bukan saja umat Islam. namun lembaga tersebut juga memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan bagi umat lintas agama dan masyarakat secara luas. Karena itu HD meminta agar kebersamaan yang telah tebangun selama ini tetap dipertahankan. "Kementerian Agama ini beridiri dan ada dimana-mana memberikan pelayanan kepada masyarakat. Alangkah indahnya kekuatan kita ini, karena kekuatan sesungguhnya ada di keberagaman,"katanya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Sikapi SFC, HD Ajak Rembuk Masyarakat
Palembang, Sumselprov.go.id -- Menjawab keresahan masyarakat terkait kelangsungan klub sepakbola kebanggaan Sriwijaya FC (SFC) pascadegradasi ke liga 2, Gubernur Sumsel Herman Deru dengan tegas menyatakan segera mengajak jajaran manajemen SFC berikut pengurus, tokoh olahraga, suporter hingga masyarakat untuk duduk bersama berembuk. Pernyataan tersebut diungkapkannya saat menggelar konfrensi pers bersama Direktur PT SOM, Muddai Madang di hadapan awak media di Hotel Horison Ultima, Senin (7/1) siang. "Dalam waktu dekat, kalau bisa sebelum pertengahan Januari saya ingin duduk sama-sama. PT SOM yang dimiliki pak Muddai dan strukturnya akan saya undang bersama para tokoh sepakbola Sumsel, perwakilan suporter, masyarakat kita ketemu ajak semua agar ini berjalan sehat," terangnya. Pertemuan itu nantinya diharapkan menjadi wadah bagi semua pihak untuk menyalurkan unek-unek serta mencarikan solusi mengenai masa depan SFC. Semuanya demi perbaikan SFC. "Kita benahi ini, biar SFC tetap jadi tim sepakbola kebanggan kita. Saya akan dengar langsung masukan dari senua termasuk soal kepemilikan saham mau dibawa kemana SFC. Saya akan ajak PT SOM melibatkan masyarakat," tambahnya. Menurut HD tidak menutup kemungkinan nantinya saham SFC dimiliki masyarakat karena SFC sejatinya milik publik. Untuk itu apapun hasil urun rembuk nanti, semua pihak termasuk PT SOM yang menjadi pengelola dapat patuh dengan hasil keputusan. " Saya minta PT SOM menyikapi dan tetap semangat menjalankan pengelolaan pertandingan di liga 2. Setelah Pilpres semoga ada keputusan yang berarti. Saya tidak ingin olahraga yang membanggakan ini ditarik ke arus politik. SFC ini punya rakyat dan masyarakat. Kedepan masyarakat harus memiliki ini bukan hanya sekedar memiliki secara moril," jelasnya. Menurut HD apa yang dilakukannya ini juga sekaligus menanggai keinginan masyarakat yang banyak disampaikan kepadanya melalui berbagai media termasuk medsos. "Saya takut SFC ini menjadi sesuatu yang tidak membanggakan lagi. Itu poin pentingnya saya ajak semua duduk bersama," jelas HD. Saat ditanya awak media, HD mengaku belum mau bicara banyak masalah teknis. Sebagai Kepala Daerah dia berupaya menjalankan fungsinya menjadi pembina dan pengawas bagaimana caranya SFC tetap menjadi klub yang membanggakan. "Saya juga minta agar pak Muddai ikut apa yang dihasilkan dari kesepakatan itu," terangnya. HD mengaku paham betul bahwa keputusannya ini sangat dinantikam masyarakat terutama para pecinta SFC. Dia mengatakan sejak awal sebelum jadi Gubernur dia bahkan sering diminta pendapat dan mendengarkan apa yang diinginkan masyarakat. "Semua bangga dengan SFC kemarin waktu saya dilantik banyak yang minta saya intervensi. tapi tetap saya pelajari secara hukum. Saya tidak boleh gegabah sikapi itu," cerita HD. Menurut HD pasca Pilkada Juni lalu ia tahu betul kalau kepemilikan saham Pemprov di Sumsel masih 58 persen, namun kepemilikan itu berubah pada bulan Juli 2018 dimana kepemilikan saham Pemorov menjadi 11 persen saja. "Saya melihatnya ini seperti gelas retak. Tapi bagaimanapun itu kita harus ambil hikmahnya. Kita sudah bentuk timsar dan tim prestasi tapi tetap terdegradasi. Maka sebagai kepala daerah ini saatnya saya ambil sikap ajak ketemu semuanya untuk perbaikan sepak bola," jelas HD. Di tempat yang sama, Direktur PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang mengatakan sangat yakin bahwa kebijakan Gubernur Sumsel Herman Deru patut didukung karena niat dan tujuannya baik untuk olahraga khususnya Sriwijaya FC. "Saya Direktur PT SOM siap dan patuh dengan segala kebijakan. Apalagi sebelum tanggal 15 Januari kita akan urun rembuk dengan masyarakat. Pada dasarnya tujuannya saya duduk disini adalah menyelesaikan kompetisi liga 1. Kalau satu kali saja kita tidak ikut atau sampai tiga kali kita bisa didiskualifikasi. Saya kataka bukan saya mau ambil alih. Saya juga mohon maaf kepada masyarakat pencinta olahraga SFC tidak bisa ikut di liga 1. Saat itu atmosfir sepakbola sangat tidak sehat," jelasnya. Dalam mewujudkan club yang sehat dan prefesional, lanjut HD dirinya sebagai Gubernur Sumsel berhak melakukan pembinaan dan mengawasi jalannya club. Bahkan dia berharap pihak pengelola kedepan harus terbebas dari segala bentuk intervensi dan harus dipisahkan antara kepentingan organisasi dengan kepentingan pribadi atau kelompok. “Bahkan anak-anak dan menantu saya tidak boleh. Tegas saya, tidak boleh jadi pengurus,” imbuhnya sembari menegaskan, dirinya juga tidak setuju nama besar SFC diganti dengan nama baru,” Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Gubernur Ajak Warga Sumsel Hindari Konflik
#Teken Komitmen Kesepakatan Umat Beragama Palembang Sumselptov.go.id - Di berbagai kesempatan orang nomor satu di Sumsel Herman Deru kerap mengimbau warganya untuk selalu menghindari konflik. Pernyataan itu kembali dipertegasnya dengan menandatangani komitmen kesepakatanan umat beragama bersama 5 perwakilan tokoh agama, pada acara Jalan Santai HAB Kemenag Sumsel, di halaman Kanwil Kemenag Minggu (6/1) pagi. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru juga melepas peserta jalan santai kerukunan, dalam rangka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ke- 73. Ribuan masyarakat turut andil pada acara jalan santai tersebut. Dalam sambutan singkatnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui, dengan adanya jalan santai kerukunan ini menandakan wujud kebersamaan. Saat jalan santai warga bisa berbaur dengan warga lainnya dalam suasana yang akrab. " Jalan santai ini juga merupakan wujud kebersamaaan. Kita tadi juga lakukan penandatanganan kesepakatan umat bergama, ini menjadi tanda kalau kita sepakat untuk selalu bersama, menghindari semua konflik yang ada di Provinsi Sumsel," tuturnya Di kesempatan itu HD tak lupa mengucapkan selamat Hari Amal Bhakti ke-73. Semoga dengan semangat ulang tahun ini semangat kita terus berkobar. " Pesan Saya hati-hati di jalan jaga keselamatan," ungkapnya Sementara itu, jalan sehat kerukunan itu dimulai pukul 06.00 WIB start di Kanwil Kemenag Sumsel. Hadiah yang disediakan bagi peserta jalan sehat antara lain lima sepeda motor, puluhan kulkas, sepeda, kipas angin, kompor gas, mesin cuci, televisi, magic com, dan kitchen set. Untuk diketahui pula, sebelumnya Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel juga telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka menyemarakan HAB ke-73 di Sumsel antara lain, donor darah pada 18 Desember 2018 lalu, lomba tumpeng pempek pada 22 Desember, khitanan massal pada 27 Desember, bedah rumah pada 27 Desember, pembangunan masjid pada 27 Desember, dan upacara HAB di Griya Agung pada 3 Januari 2019 lalu. Kemudian diteruskan dengan Lomba Marawis Pelajar, Lomba Tahfizul Quran, Lomba al Barzanji DWP, dan Bazar. MC Diskominfo Prov. Sumsel/FS Sumber : Humas Pemprov
Sumsel
HD Ajak Petugas Kesehatan Edukasi Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat
Jalan Sehat HUT RSMH Libatkan Ribuan Peserta Palembang Sumselptov.go.id- Ribuan peserta terlibat memeriahkan jalan sehat beregu dan gowes bersama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang ke 62, Minggu, (6/1). Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru, Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD, Kadindinkes Provinsi dan pejabat penting lainnya di jajaran RSMH. Gubernur berkenan mengangkat bendera start sebagai tanda dimulainya jalan sehat sekitar pukul 07.00 Wib betermpat di halaman belakang RSMH. Selanjutnya Gubernur dan rombongan ikut serta dalam jalan sehat kali ini dengan menyusuri ruas jalan protokol dalam kota Palembang dan sekitar satu jam rombongan gubernur kembali memasuki halaman belakang RSMH sebagai titik finish. Selanjutnya HD meninjau sejumlah kegiatan diantarnya bazar yang digelar di aula rumah sakit. Dilanjutkan dengan acara puncak yakni pemotongan tumpung oleh Gubernur HD. Dr Anang Triwibowo Ketua panitia kegiatan HUT RSMH menegaskan rangkaian sejak tanggal 11 Desember 2018. Diantaranya kerjasama dengan Polda telah melakukan kunjungan ke sekolah sekolah memberikan edukasi jauhkan narkoba dan HIV. Selanjutnya bhakti sosial, Simposium, kegiatan olahraga dan ziarah ke makam dr M Hoesin. Donor darah dan lomba tumpeng yang diikuti 62 peserta. Gubernur H Herman Deru dalam arahnya usai jalan sehat tersebut mengucapkan, terima kasih pada jajaran keluarga besar RSMH Palembang atas pelayanan yang terlah dicurahkan kepada masyarakat Sumsel selama ini. HD juga mengapresiasi pada jajaran RSMH yang telah peduli lingkungan berupa kerjasama dengan Pemerintah Kota Palembang untuk membuat kolam retensi dan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai langkah dini pencegahan terjadinya banjir di Kota Palembang. Karena itu Gubernur mengharapkan langkah tersebut menjadi contoh bagi lembaga lainnya mengingat kian terbatasnya lahan untuk resapan air. Yang seharusnya 30 dari wilayah ini adalah ruang terbuka hijau. "Saya sebagai gubenur mengucapkan terima kasih atas kerjasama RSMH dengan pemerintah kota terkait dengan RTH ini. Saya harap nantinya jangan hannya pembuatan kolam retensi saja. Tapi buatkan juga tempat rekreasi. Nanti minta dengan Ketua Tim Penggerak PKK, di sana ada program ini," tegas HD. HD juga meminta semua pihak utamanya jajaran petugas kesehatan di Sumsel untuk sinerji dengan TP PKK desa yang jumlahnya ribuan termasuk kalangan Mahasiwa harus terlibat dalam mengedukasi masyarakat di bidang kesehatan. "Kesehatan itu adalah barang mahal yang harus terus dijaga. Tanggung jawab kita semua adalah berikan edukasi pada masyarakat agar dapat hidup bersih dan sehat," tandasnya. Sementara itu, direktur Utama RSMH Palembang Dr M. Syahril mengungkapkan saat ini RSMH telah menjadi RS rujukan dimana RSMH telah melayani 99.5 persen masyarakat Sumsel. Bahkan telah menjadi rujukan 5 Provinsi di pulau Sumatera. "Kami juga mohon kepada pak gubernur untuk dapat memberikan support sehingga menjadi rumah sakit rujukan Nasional. Mohon kami juga dikawal sehingga rumah sakit ini dapat terus dikembangkan," pungkasnya. Dilain pihak Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Dr Bambang Wibowo menegaskan, saat ini RSMH telah masuk dalam 14 besar RS rujukan nasional. Dan masuk dalam daftar 25 RS rujukan Internasional. "Pesan saya sebagai RS pendidikan utama bagi mahasiswa kedokteran UNSRI. sebagai tempat mencetak dokter yang terampil dan hebat. Saya minta RSMH mempersiapkan diri. Para dokter harus menjadi contoh yang benar bagi mahasiswa universitas, tolong terus bangun rumah sakit ini dengan tata kelola yg baik. Para dokter dan karayawan harus jadi contoh yang baik juga," harapnya. Dr Bambang Wibowo juga mengajak masyarakat Sumsel untuk meningkatkan prilaku hidup sehat yakni aktifitas fisik minimal 30 menit perhari. Perbanyak makan sayur dan buah serta periksa kesehatan secara rutin. "Termasuk kebiasaan yang baik adalah membawa tempat minum sendiri dari rumah. Tujuannya adalah untuk mengurangi sampah atau libah yang dapat mencemari air dan lingkungan alam sekitar," tandasnya. Mengakhiri acara puncak HUT RSMH Palembang ke 62 kali ini. Gubernur melaunching ID Card serta E-Money. Serta meninjau stand lomba nasi tumpeng yang diikuti 62 peserta sebagai lambang HUT ke 62 RSMH Palembang tahun 2019. MC Diskominfo Prov. Sumsel/FS Sumber : Humas Pemprov
Sumsel
14 Investor Siap Berinvestasi di Kawasan KEK TAA
Palembang, Sumselprov.go.id -- Impian masyarakat Sumsel memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api mendekati kenyataan. Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru usai menggelar rapat singkat bersama Menteri Pertahanan RI Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dan sejumlah investor serta OPD di lingkungan Pemprov Sumsel di Griya Agung, Sabtu (5/1) siang. "Kalau kita terus berkutat di lokasi yang lama KEK ini akan sulit terealisasi karena tidak adanya bibir pantai yang dekat. Dari KEK TAA ke Pelabuhan itu ada jarak 15 Km. Lahan itu kebetulan dimiliki oleh PT Tri Patria yang merupakan aset keluarga Pak Ryamizard. Tadi saya sudah ketemu langsung dan beliau sebagai putra daerah ternyata beliau bersedia menggabungkan lahan ini tanpa ganti rugi," ujar HD. Dengan adanya persetujuan dari pemilik lahan ini lanjut HD, artinya lokasi KEK TAA akan semakin mendekati pelabuhan dengan tambahan luasan lahan sekitar 2.500 hektare. Hal ini sesuai dengan revisi yang diajukan Herman Deru ke Menko Perekonomian dua pekan lalu di Jakarta. Menurut revisi yang diajukannya ini bukan bertujuan membatalkan KEK TAA akan tetapi merevisi agar Tanjung Carat dijadikan bagian dari KEK TAA. "Lahan yang lama tidak kita batalkan, saya sudah minta ke Menko ini tetap kita gunakan untuk daerah penyangga misalnya untuk pemasarannya. Nah untuk pembangunan di KEK TAA ini nantinya bisa B to B saja. Pemerintah provinsi sifatnya hanya memediasi saja," jelas HD. Sampai saat ini dikatakannya sudah ada 14 investor yang siap berinvestasi di kawasan tersebut. Di antaranya sebagian besar industri berat termasuk industri kimia dan Pusri. Agar realisasi kawasan ini terwujud, HD mengaku segera membentuk tim percepatan. Tugasnya untuk menyelesaikan rencana tata ruang dan wilayah selambatnya 5 Februari mendatang serta penyelesaian Amdal dan lainnya. "Untuk Amdal secepatnya kita selesaikan karena kewenangannya ada di provinsi. Sehingga pertengahan tahun kita sudah bisa action. Bila perlu ada groundbreakingnya," jelas HD. Seperti diketahui, sebelumnya lahan peruntukan KEK di lokasi lama ada seluas 2.030 hektare. Dari luas lahan tersebut yang berhasil dibebaskan baru 67 hektare saja. Masalah lahan inilah yang membuat KEK sulit direalisasikan karena terbatasnya dana pembebasan serta lokasinya yang masih terlalu jauh dari bibir pantai. "Kalau kita minta perpanjangan untuk hal yang impossible itu percuma saja, paling kita dikasih waktu 3 bulan dan itu tidak mungkin selesai. Makanya saya minta revisi lokasinya dan disetujui. Nah sekarang Ryamizard juga bersedia memberikan lahannya jadi sudah tidak ada masalah lagi," jelasnya. Jika ini nanti terealisasi kawasan ini kata Herman Deru akan mirip seperti Otorita Batam yang memiliki badam pengelola yang ditunjuk oleh Pemprov. Badan pengelola ini nanti bisa mengeluarkan izin terkait industri yang akan dibangun di kawasan tersebut. Bukan itu saja KEK ini kata HD memang sudah sangat didambakan karena dipercaya akan mengurangi kemacetan. Mengingat saat ini pelabuhan utama berada di tengah kota. Jika pelabuhan ini nantinya terwujud tentu diharapkan dapat mengurangi kemacetan aktivitas pengiriman barang. Di tempat yang sama Menhan RI Ryamizard Ryacudu mengaku sangat berharap kawasan impian tersebut segera terwujud. Seperti diketahuinya dari 12 kawasan yang sudah ditetapkan pemerintah baru 3 KEK yang terealisasi dan kegagalan pembangunan KEK diakuinya banyak terganjal masalah lahan. "Kalau memang ini nanti jadi, berarti ini KEK ke-4. Saya berharap ini jadi, besok saya menghadap pak Presiden, saya malu kalau ini tidak jadi," jelasnya. Sebagai putra daerah, Ryamizard sangat senang jika di tanah kelahirannya berhasil membangun KEK dan pelabuhan besar. " Dari zaman Belanda orang tahu Pelabuhan TAA itu pelabuhan samudera," jelasnya. Diapun punya banyak rencana mengenai kawasan itu, salah satunya membuat kota kecil di sekitarnya yang dapat memancing investor maupun wisatawan. Ikut dalam rombongan Menhan RI Ryamizard Ryacudu, Irjen Kementerian Pertahanan Letjen TNI Thamrin Marzuki, Staf Khusus Menteri Pertahanan Noor Marzuki, Kasubbag Yankes Dr Lukas Nurcahyo dan Kasubbag Pimpinan Mayor CPL Dendy. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/AZ
Sumsel
Safari Jumat Media Sampaikan Pendapat Saat Derajat Sama
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel Herman Deru terus menjalankan agenda rutinnya melakukan Safari Shalat Jumat bersama pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel. Pada Jumat (4/1) kali ini HD melakukan safari di Masjid Ar Rahma Tiga Putri Jalan PDAM Tirta Musi Bukit Lama. Dikatakan HD, safari shalat Jumat ini sudah diagendakan sejak dirinya dilantik menjadi Gubernur Sumsel 1 Oktober 2018 lalu. Namun kegiatan serupa juga telah dilakoninya sejak menjadi Bupati OKU Timur. Selain kewajiban sebagai umat muslim, safari seperti ini menurutnya efektif meningkatkan silaturahmi antara kepala daerah dan warga. Dengan melakukan safari hingga ke pelosok-pelosok, HD mengaku diuntungkan karena bisa langsung menyerap keluhan dari warga. "Kebiasaan Safari Jumat ini saya lakukan sejak 14 tahun lalu. Mulai saya menjabat menjadi Bupati, tidak lagi menjabat bahkan menjadi gubenur pun saya terus lakukan,”tuturnya. Safari Jumat ini sangat penting baginya karena bisa menjadi sarana melihat secara langsung serta mendengarkan langsung apa yang menjadi keinginan bagi masyarakat. "Iya safari jumat ini sangat penting sebagai sambung rasa dengan masyarakat sehingga kita semakin tahu kondisi yang sebenarnya di lapangan ini. Kadang saya tidak memberi tahu mau ke masjid mana, secara dadakan saya tunjuk saja masjid mana jadi saya tahu kondisi rillnya,”sambungnya. Dengan begitu ada sebuah kedekatan menjadi tidak terbatas sesama kaum muslim untuk menyampaikan masalahnya di saat pada derajat yang sama. "Jadi melalui shalat inilah yang dapat menjaring aspirasi masyarakat. Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita dapat terwujud dalam membangun Provinsi Sumsel lebih maju,”tutupnya. Ketua Masjid Ar Rahma Tiga Putri Syarif Hidayatullah mengucapkan terima kasih kepada orang nomor satu di Sumsel ini karena dapat menjalankan shalat Jumat berjamaah di Masjid ini. "Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami karena baru pertama kalinya gubernur shalat disini,”pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Dongkrak Harga Sawit, Gubernur Minta Dukungan Pengusaha
Palembang, Sumselprov.go.id -- Rendahnya harga komoditi perkebunan khususnya buah sawit di Sumatera Selatan menjadi perhatian serius Gubernur Sumsel Herman Deru. Karena itu dirinya sejak dari awal berfikir bagaimana caranya agar komoditi ini harganya bisa terdongkrak naik. "Jauh waktu saat belum menjadi gubernur, saya sudah berfikir bagaimana hasil komoditas masyarakat ini harganya bisa naik,” tegasnya, saat menerima audiensi Pengurus Pusat Kajian Pertanian Terintegrasi, Jumat (4/1) di ruang tamu gubernur. Menurut HD, salah satu formula untuk mengimbangi tingginya produksi sawit di Sumsel sangat berlimpah, dibutuhkan peran dari pengusaha atau investor. Untuk menyerap hasil produksi petani sawit ini yang selanjutnya dapat diolah menjadi alternative pengganti solar atau premium. Jika ini digarap dengan serius maka akan sangat membantu masyarakat. "Saya bisa jamin suplai sawit kita lebih dari cukup. Cuma saya minta, kalau memang ada yang mau membeli harganya harus manusiawi," tegas HD. Bila memang nanti kebutuhan sawit tinggi, HD mengatakan tak akan segan mengumpulkan semua petani sawit untuk menyediakan suplai sesuai jumlah yang dibutuhkan berapapun banyaknya. HD juga menceritakan sejak menjadi Bupati OKU Timur dua periode ia sudah pernah mengolah jarak dan CPO menjadi bahan bakar yaitu B100. Hanya saja pengelolaan ini terganjal regulasi karena mereka kesulitan memasarkannya. Karena itu dia paham betul bahwa untuk mendongkrak harga sawit ini bukan perkara mudah. "Mesinnya masih ada sampai sekarang. Cuma itu dia kita gak bisa pasarkan. Jadi dipakai sendiri dan harganya jadi gak nendang." jelasnya. Sementara itu anggota Pengurus Pusat Kajian Pertanian Terintegrasi Sapto Tranggono mengatakan maksud kedatangan mereka kali ini adalah untuk menyampaikan bahwa sawit Sumsel berpotensi diserap oleh Pertamina. Karena saat ini Pertamina tengah mengolah minyak bumi dan minyak sawit menjadi bahan bakar berupa biohidrokarbon. Menurut Sapto ini sudah dicoba di Dumai dan Cilacap untuk avtur. Karena itu kedatangan mereka ini kata Sapto untuk menginformasikan hal tersebut. Sehingga pada saatnya nanti jika penyerapan sawit ini banyak Sumsel tak kesulitan memenuhinya. "Ya, jadi maksud kedatangan kita itu untuk menginformasikan bahwa saat ini Pertamina coproses minyak bumi dengan minyak sawit untuk diolah menjadi bahan bakar. Biar nanti petani tahu bagaimana perannya untuk berpartisipasi mensuplai CPO," tutupnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Gubernur HD Nantikan Sumbangsih Pemikiran Pengurus ADI Sumsel
Palembang, Sumselprov.go.id -- Sumbangsih pemikiran para ilmuwan, cendikiawan, hingga dosen, ulama dan tokoh agama penting dan sangat diperlukan bagi percepatan pembangunan Sumsel. Pernyataan itu dikatakan Gubernur Sumsel Herman Deru saat menerima audiensi Pengurus Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Sumsel, Kamis (3/1/2019) pagi di Griya Agung. Menurut Deru, sebagai kepala daerah ia butuh masukan dan sumbang saran pemikiran secara ilmiah dari para dosen, cendikiawan dan lainnya untuk membuat suatu kebijakan. Karena kebijakan yang baik hanya dapat dilahirkan dari pengetahuan yang mumpuni. Untuk itulah Mantan Bupati OKU Timur itu mengaku sangat menantikan audiensi dengan para dosen dari asosiasi ini sejak dirinya dilantik 1 Oktober 2018. "Saya harus akui, sebagai gubernur dan Pemprov sangat butuh masukan-masukan seperti ini." "Contohnya waktu saya mau mencabut Pergub soal batubara, waktu itu mau final saya minta masukan dari profesor Erika yang memang ahli di bidang transportasi," jelasnya. Lebih jauh dikatakannya mengenai mekanisme masukan dan sumbangsih pemikiran itu bisa dilakukan lebih fleksible, sehingga tak harus selalu dengan cara yang formal. “Kalau ada yang perlu didiskusikan silahkan datang ke saya. Atau ke Dinas terkait misalnya Dinas Pendidikan atau terkait artikel bisa menghubungi staf khusus bidang media.” "Ayo kita bicarakan yang penting ini bermanfaat untuk masyarakat. Apalagi ini organisasi non profit apa yang bisa pemprov bantu akan kita berikan.," ujarnya. Dalam kesempatan itu Deru juga mengimbau kepada ADI Sumsel untuk menggelar kegiatan yang bisa merumuskan suatu rekomendasi. Apalagi kegiatan para dosen ini menurutnya merupakan salah satu kegiatan yang elit. "Itu wajib, jadi jangan hanya seminar, dikusi dan pertemuan saja. Harus menghasilkan rekomendasi jadi ada manfaatnya. Itu yang sangat saya tunggu," ujarnya seperti dikutif dari TribunSumsel.com Sementara itu Ketua Umum ADI Sumsel, Prof Dr Abdullah IDI mengaku sangat senang pengurus ADI bisa beraudiensi setelah 3 tahun lalu berdiri. Saat ini menurutnya ADI masih merintis organisasi, dan saat ini mulai banyak dosen di Sumsel yang berminat bergabung dalam ADI Sumsel. Selain melaporkan rencana ADI mengirim anggotanya pada konfrensi internasional di Vietnam, kedatangan pengurus ADI ini juga sekaligus perkenalan diri. "Setelah 3 tahun baru ini kami bisa audiensi. Tentu kami senang sekali. Dalam kesempatan ini kami juga ingin meminta restu mengirim beberapa pengurus ini ke Vietnam," jelasnya. Selanjutnya kedatangan mereka ini juga untuk mengenalkan beberapa visi utama ADI Sumsel. Di antaranya untuk mengembangkan hal yang berkaitan dengan Perguruan Tinggi (PT), pendidikan dan pengajaran kemudian penelitian dan pengabdian masyarakat. "Itu yang kami kembangkan termasuk masalah karier dosen dan bantuan hukumnya. Maksud kedatangan ini juga untuk mendapatkan arahan Gubernur selaku Pelindung asosiasi," jelas Abdullah. Beberapa pengurus ADI Sumsel lainnya juga tampak hadir dalam audiensi tersebut seperti Sekretaris Jendral ADI Sumsel Prof Dr Alfitri MSI,Sekretaris I ADI Sumsel, Dr Tien Yustini, Bendahara Umum ADI Sumsel, De Yulia Tri Samiha, Koordinator ADI Kab/Kota Dr Husniyati M.Kes, Ketua Divisi Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dr Novi M.Si MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY