Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

HD : Stok Pangan Sumsel Diprioritaskan Dari Hasil Produksi Lokal Sumsel
02 Feb 2019 Dilihat 155x

HD : Stok Pangan Sumsel Diprioritaskan Dari Hasil Produksi Lokal

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menegaskan jika ketersediaan kondisi ketersediaan pangan di Sumatera Selatan saat ini cukup dan aman untuk tujuh bulan kedepan. “Hal tersebut berdasarkan perhitungan Neraca Ketersediaan Pangan yaitu komuditas beras, jagung, daging sapi dan telur ayam ras yang semuanya mengalami surplus,” jelas Herman Deru di Gedung Dewan, Kamis (31/1/2019) saat menjawab Fraksi terkait Raperda Tentang Penyelenggaraan Pangan Pokok Provinsi. Lebih lanjut Herman Deru menambahkan, dalam rangka memberikan pelayanan terhadap akses pangan bagi warga Sumsel, Pemprov Sumsel berupaya meningkatkan ketersediaan pangan dengan memprioritaskan hasil produksi sendiri. “Pemerintah Provinsi akan bersinergi dan berintegrasi dengan Pemerintah Kabupaten/kota dalam penyelenggaraan cadangan pangan ini,” imbuh Deru. Adapun strategi yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk penyelenggaraan cadangan pangan Provinsi ini, lanjut Herman Deru, yaitu mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif melalui perluasan lahan, cetak sawah dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa, baik lahan pasang surut maupun lahan lebakb guna meningkatkan itensitas pertanaman dan produktivitas lahan. “Kita akan terus upayakan ada peningkatan produksi tanaman pangan. Terutama bahan pangan pokok berupa beras,” tegasnya seperti dikutif dari tribunnews.com Pemerintah Provinsi, lanjut Herman Deru, akan mensinergikan Raperda Tentang Penyelenggaraan Pangan Pokok Provinsi dengan mensinergikan penegakan hukum terhadap Perda Nomor 21 Tahun 2014 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Sehingga diharapkan luas persawahan di Sumsel tidak semakin menyusut. “Kita juga akan merangsang petani tetap melakukan usaha tani padi dengan cara perbaikan mutu, harga dan jaminan pasar beras." "Melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat/ Toko Tani Indonesia,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY

Baca Detail
Gubernur Sumsel Ajak Para Orang Tua Urus Kartu Identias Anak Sumsel
01 Feb 2019 Dilihat 185x

Gubernur Sumsel Ajak Para Orang Tua Urus Kartu Identias Anak

Palembang sumselprov.go.id- Data jumlah dan penyebaran penduduk adalah salah satu rumus Pemerintah untuk menentukan arah kebijakan. Pengarahan pengembangan pada suatu wilayah harus didukung dengan data yang valid dan terukur dalam suatu kartu identitas yang dimiliki oleh masing-masing individu. Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel H. Herman Deru didampingi istrinya Febrita Lustia, saat melakukan peninjauan pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) sekaligus mengambil kartu identitas cucunya di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang, Kamis, (31/01/2019). “Sebagai penyelenggara layanan masyarakat, saya menghimbau kepada seluruh orang tua agar menyempatkan diri untuk mendaftarkan putra-putrinya  ke Disdukcapil sehingga dapat memiliki kartu identitas anak,” kata Herman Deru. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi panutan bagi para orang tua tentang pentingnya KAI sebagai identitas awal bagi anak di bawah umur 17 tahun. “KAI adalah salah satu data kartu identitas yang mengawali pendataan masyarakat, sehingga akan mempermudah pendataan pada usia dewasa,” ujarnya. Herman Deru juga menyampaikan apresiasi kepada Disdukcapil Pemerintah Kota Palembang yang telah memberikan pelayanan yang baik dan terjadwal diluar hari kerja. “Mari kita wujudkan Sumsel yang tertib dengan cara memasukan keluarga kita dalam pendataan valid melalui Kartu Keluarga, Kartu identitas, akte kelahiran dan juga data kematian,” ajaknya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Ia merencanakan untuk memberikan penghargaan kepada Pemkot, Pemkab, Camat, Lurah, RT, RW yang berperan aktif untuk mendaftarkan warga dan keluarganya dalam pengurusan identitas diri. “Pemprov Sumsel akan merencanakan pemberian fasilitas kepada para pelayan publik agar dapat melakukan pelayan jemput bola yang optimal kepada masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, Kadis Disdukcapil Kota Palembang, Azwar effendi, mengatakan bahwa Disdukcapil Kota Palembang juga telah membuka Stan diluar jam kerja untuk pelayanan pembuatan data diri. “Disducapil Kota Palembang telah aktif membuka stan pelayanan identitas diri diluar jam kerja, sebagai bentuk program jemput bola, yaitu setiap hari minggu dari jam 07.00-09.00 WIB Pagi, bersamaan dengan pelaksanaan program gotong royong bersama milik Pemkot Palembang,” jelasnya Azwar juga mengatakan bahwa Disdukcapil  akan terus meningkatkan pelayanan pembuatan identitas ke masyarakat. Bahkan, pihaknya juga telah membuka layanan ini ke sekolah-sekolah dan supermarket. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/Cley / Foto: TimMedsosKominfo

Baca Detail
Gubernur Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Tekan Asing Sumsel
01 Feb 2019 Dilihat 204x

Gubernur Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Tekan Asing

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menyampaikan jawaban Gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi yang telah disampaikan pada sidang sebelumnya tanggal 21 Januari 2019. Terhadap tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Sumsel pada Rapat Paripurna ke 56 DPRD Sumsel tahun 2019, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel, Kamis (31/1).   Sidang paripurna kali ini dipimpin langsung oleh ketua DPRD Provinsi Sumsel, H Muhammad Aliandra Gantada, SH. M.Hum. Didampingi  Wakil Ketua H Chairul S aleh Matdiah, SH. HM. Yansuri dan Kartika Sandra Desi, SH.   Dihadiri juga oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Dorkompinda). Staf Ahli Gubernur, Sekda, Asisten, Kepala OPD serta Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Gubernur dalam jawabanya  mengucapkan terimaksih atas dukungan dan apresiasi dari fraksi-fraksi DPRD sumsel terhadap diajukannya Raperda RPJMD Provinsi Sumsel  yang harus  memberikan arah yang jelas  dalam melaksanakan pembangunan. Dengan penyelarasan terhadap visi dan misi dengan tagline Bersatu Sumsel Maju. Adapun ke tujuh Raperda yang disampaikan untuk dibahas dan diteliti menjadi Perda tersebut meliputi Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018-2023, selanjutnya Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Raperda tentang Perubahan Keenam atas Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha. Kemudian, Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pengawasan, Penertiban dan Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol. Raperda tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional Sumatera Selatan Bersatu. Kemudian Raperda tentang Pemberdayaan dan Penempatan Tenaga Kerja Lokal dan yang terakhir adalah Raperda tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pokok. Menanggapi pernyataan Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai PKB, Fraksi Partai Hanura dan Fraksi Partai Nasdem mengenai banyaknya penduduk yang belum memiliki jaminan kesehatan. Serta belum tercapainya Universal Helath Coverage(UHC), serta pernyatan Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tentang jaminan kesehatan bagi  rakyat miskin.  Gubernur menjelaskan, Pemprov Sumsel sesuai dengan perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan, telah berupaya mengikutsertakan sebanyak banyaknya masyarakat Sumsel dalam program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan BPJS.   Upaya tersebut dilakukan dengan meminta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk dapat memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh warganya dan mendorong kelompok masyarakat tertentu yang dianggap mampu untuk ikut serta dalam program JKN secara mandiri,” jelas Gubernur. Sedangkan menanggapi pandangan Fraksi PAN dan Fraksi Partai Hanura yang mengkritisi keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sumsel, Gubernur menegaskan, jumlah TKA di Sumsel  terus berkurang. Pada tahun 2017 sebanyak 1.045 orang dan tahun 2018 sebanyak 688 orang. Sesuai UU Nomor 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan, TKA dilarang menduduki jabatan yang mengurusi personalia dan atau jabatan tertentu. Dengan demikian keberadaan TKA tidak akan mengurangi peluang tenaga kerja lokal,” paparnya. Sedangkan menjawab pernyataan Fraksi Gerindara tantang data lapangan kerja potensial di Sumsel, Herman Deru menegaskan, Lapangan kerja potensial pada bulan Agustus 2018 menyerap tenaga kerja dibidang pertanian 46,53 persen. perdagangan 15,80 persen. dan industry pengolahan 7,79 persen. Teknis perekrutan tenaga kerja lokal selama ini dilakukan bersama dinas yang membidangi ketenagakerjaan Kabupaten/kota dan lembaga penyalur tenaga kerja yang terdaftar,” tandasnya. Usai tanggapan Gubernur sidang paripurna sempat diskor  pimpinan sidang. Untuk meminta tanggapan dari masing-masing fraksi. Dan selanjut disepakati ke tujuh Raperda tersebut masuk dalam pembahasan lebih lanjut  ditingkat pansus. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Bukan KLB, Sumsel Tetap Waspada DBD Sumsel
01 Feb 2019 Dilihat 201x

Bukan KLB, Sumsel Tetap Waspada DBD

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menyampaikan jawaban Gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi yang telah disampaikan pada sidang sebelumnya tanggal 21 Januari 2019. Terhadap tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Sumsel pada Rapat Paripurna ke 56 DPRD Sumsel tahun 2019, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel, Kamis (31/1).   Sidang paripurna kali ini dipimpin langsung oleh ketua DPRD Provinsi Sumsel, H Muhammad Aliandra Gantada, SH. M.Hum. Didampingi  Wakil Ketua H Chairul S aleh Matdiah, SH. HM. Yansuri dan Kartika Sandra Desi, SH.   Dihadiri juga oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Dorkompinda). Staf Ahli Gubernur, Sekda, Asisten, Kepala OPD serta Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Gubernur dalam jawabanya  mengucapkan terimaksih atas dukungan dan apresiasi dari fraksi-fraksi DPRD sumsel terhadap diajukannya Raperda RPJMD Provinsi Sumsel  yang harus  memberikan arah yang jelas  dalam melaksanakan pembangunan. Dengan penyelarasan terhadap visi dan misi dengan tagline Bersatu Sumsel Maju. Adapun ke tujuh Raperda yang disampaikan untuk dibahas dan diteliti menjadi Perda tersebut meliputi Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018-2023, selanjutnya Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Raperda tentang Perubahan Keenam atas Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha. Kemudian, Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pengawasan, Penertiban dan Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol. Raperda tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional Sumatera Selatan Bersatu. Kemudian Raperda tentang Pemberdayaan dan Penempatan Tenaga Kerja Lokal dan yang terakhir adalah Raperda tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pokok. Menanggapi pernyataan Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai PKB, Fraksi Partai Hanura dan Fraksi Partai Nasdem mengenai banyaknya penduduk yang belum memiliki jaminan kesehatan. Serta belum tercapainya Universal Helath Coverage(UHC), serta pernyatan Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tentang jaminan kesehatan bagi  rakyat miskin.  Gubernur menjelaskan, Pemprov Sumsel sesuai dengan perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan, telah berupaya mengikutsertakan sebanyak banyaknya masyarakat Sumsel dalam program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan BPJS.   Upaya tersebut dilakukan dengan meminta Pemerintah Kabupaten/Kota untuk dapat memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh warganya dan mendorong kelompok masyarakat tertentu yang dianggap mampu untuk ikut serta dalam program JKN secara mandiri,” jelas Gubernur. Sedangkan menanggapi pandangan Fraksi PAN dan Fraksi Partai Hanura yang mengkritisi keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sumsel, Gubernur menegaskan, jumlah TKA di Sumsel  terus berkurang. Pada tahun 2017 sebanyak 1.045 orang dan tahun 2018 sebanyak 688 orang. Sesuai UU Nomor 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan, TKA dilarang menduduki jabatan yang mengurusi personalia dan atau jabatan tertentu. Dengan demikian keberadaan TKA tidak akan mengurangi peluang tenaga kerja lokal,” paparnya. Sedangkan menjawab pernyataan Fraksi Gerindara tantang data lapangan kerja potensial di Sumsel, Herman Deru menegaskan, Lapangan kerja potensial pada bulan Agustus 2018 menyerap tenaga kerja dibidang pertanian 46,53 persen. perdagangan 15,80 persen. dan industry pengolahan 7,79 persen. Teknis perekrutan tenaga kerja lokal selama ini dilakukan bersama dinas yang membidangi ketenagakerjaan Kabupaten/kota dan lembaga penyalur tenaga kerja yang terdaftar,” tandasnya. Usai tanggapan Gubernur sidang paripurna sempat diskor  pimpinan sidang. Untuk meminta tanggapan dari masing-masing fraksi. Dan selanjut disepakati ke tujuh Raperda tersebut masuk dalam pembahasan lebih lanjut  ditingkat pansus. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Wagub Sumsel Ajak PTBA Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sumsel Sumsel
01 Feb 2019 Dilihat 205x

Wagub Sumsel Ajak PTBA Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sumsel

Palembang sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan siap menjadi fasilitator dalam pengembangan kegiatan investasi baik PT Bukit Asam maupun Stakeholder lainnya, dan harus diiringi dengan kebijakan-kebijakan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, terutama yang berada di Sekitar jalur angkutan transportasi. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat membuka Bimbingan Teknis (Bintek)  dan Forum Grup Diksusi (FGD) perijinan penyelenggaraan Kereta api khusus diselengarakan oleh PT Bukit Asam Tbk di Auditorium Graha Bina Praja, Kamis 31/01/2019. “Daerah yang digunakan sebagai jalur angkutan transportasi investasi dan digali Sumber Dayanya, seharusnya mampu berdampak pada peningkatan perekonomian bagi daerah dan masyarakatnya,” tegas Mawardi. Ia mengatakan apabila PTBA ingin mengembangkan penggunaan jalur angkutan maka harus dilakukan koordinasi dan komunikasi yang baik kepada Pemkab atau Pemkot yang akan dilalui, agar tercipta komitmen kerjasama yang baik. “Sebagai muara akhir dari proses transportasi atau angkutan dengan kereta api. Untuk mendukung secara keseluruhan rencana baik ini, diperlukan komitmen semua pihak dalam penyamaan presepsi dan proses perijinan yang sesuai terhadap peraturan yang ada,” ujarnya. Selain itu, Ia juga menghimbau agar PTBA dapat memperhatikan ketentuan perkeretaapian, khususnya UU No. 23 Tahun 2007, karena penyelenggaraan perkeretaapian wajib memiliki perijinan yang baik, ijin prinsip, ijin penentuan lokasi, izin pembangunan, maupun izin pelabuhan. Sementara itu, Direktur pengembangan Usaha PT Bukit Asam, Fuad Fachrudin mengungkapkan PTBA sebagai BUMN pertambangan batubara dan energy memiliki komitmen pemenuhan target produksi nasional yang berbanding lurus pada pengembangan penggunaan moda transportasi. “Pengembangan penggunaan moda transportasi perlu didukung oleh Pihak Pemerintah Provinsi Sumsel, agar terwujud moda transportasi yang sesuai perijinan yang ada,” ujarnya. PTBA merupakan salah satu BUMN yang terbesar di Indonesia, dimana pemanfaatan batubara berada pada urutan ke 6 dalam skala nasional, sehingga pengembangan kapasitas produksi dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pasar baik dalam negeri maupun luar negeri. “Diskusi dan komunikasi kepada Pihak Pemprov diharapkan dapat mewujudkan mengenai rencana pengembangan angkutan batubara yang sesuai perijinan dan berdampak pada kesejahteraan daerah,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE

Baca Detail
Wagub Sumsel Minta Komisi IV DPR RI Segera Rumuskan UU Konservasi SDA Hayati Sumsel
31 Jan 2019 Dilihat 197x

Wagub Sumsel Minta Komisi IV DPR RI Segera Rumuskan UU Konservasi SDA Hayati

Palembang, sumselprov.go.id – Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya mengemukakan, bahwa Provinsi  Sumatera Selatan memiliki pesisir pantai yang luas, di antara Kabupaten Ogan Komering Ilir akan datang investor/perusahaan besar (pabrik terbesar di Asia Tenggara) untuk berinvestasi. Di Kabupaten Banyuasin ada Taman Nasional Sembilang, yang setiap tahun akan didatangi burung migran, yang juga harus diperhatikan ekosistemnya. Selain itu ada ekosistem penyu sisik di Pulau Maspari jangan sampai punah, mohon bantuannya untuk penangkarannya juga. Selain itu di Maspari juga ada tambak udang windu. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya didampingi Wakil Ketua DPRD Sumsel Kartika Sandra Dewi, pada acara menerima kunjungan kerja (kunker) Komisi IV DPR RI yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (30/1/2019). “Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada jajaran Komisi IV DPR RI, DPR RI yang membidangi pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan ini, untuk berkonsultasi dan jaring pendapat dengan kami di Sumsel ini," ungkap Mawardi Yahya. Wagub berharap jangan sampai dengan terbukanya parit-parit akan menggangu ekosistem, budidaya ikan, udang serta kepiting soka. "Kami mohon bantuan Komisi IV terkait aktivitas yang akan datang harus sesuai aturan, seperti tata ruangnya. Selain itu banyak masyarakat di sana hidupnya bergantung pada tambak udang, dan kepiting soka," terangnya. Mawardi mengharapkan melalui Kunker Komisi IV DPR RI kali ini dalam rangka konsultasi publik dan jaring pendapat dari berbagai pihak di sumsel untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya agar Komisi IV DPR RI untuk segera merumuskan Undang-Undangnya..  “Untuk Komisi IV mohon bantuan untuk pembangunan jembatan sepanjang 150 meter, untuk menjangkau pulau ini. Karena ini pulau ini berdekatan dengan tiga kecamatan, yaitu Muara Padang, Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin, dan Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir," tembahnya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutannya yang selalu luar biasa. Edhy Prabowo menuturkan bahwa maksud kunjungan Komisi IV DPR RI ini dalam rangka perbaikan UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Menurut Edhy Prabowo Sumsel memiliki areal yang jika dikembangkan akan meningkatkan penghasilan dari sumber daya alam. " Menanggapi permohonan Wagub, salah satunya mengenai pulau Maspari, dalam waktu dekat ini direncanakan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI akan datang ke lokasi Pulau Maspari,” ujar Edhy Prabowo. (dilansir dari sumateranews) MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Melalui Durian Festival 2019 Muara Enim Memperkenalkan Objek Wisata Sumsel
31 Jan 2019 Dilihat 757x

Melalui Durian Festival 2019 Muara Enim Memperkenalkan Objek Wisata

Muara Enim, Sumselprov.go.id – Usai menghadiri HUT Kabupaten OKU Selatan, Rabu (30/01/2019) pagi Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Muara Enim. Di Bumi Serasan Sekundang ini HD hadir dalam rangka melaunching Colorful Muara Enim Festival bersamaan dengan Pesona Curug Tenang dan Durian Festival di kawasan objek wisata Air Terjun Curug Tenang (Bedegung). Festival Durian menjadi acara pembuka dari agenda Colorful Muara Enim Festival yang mengagendakan 25 acara yang akan digelar sepanjang tahun berjalan. Beberapa acara tersebut seperti kegiatan Muara Enim Fishing Festival, Perahu Kinciran Festival, Coffe Cathering, Festival Olaraga Tradisonal, Festival Takraw, Festival Yatim Piatu, Festival Anak Cerdas Berakhlak, Festival Tilawatil Qur’an, Festival Melemang dan Festival Durian. Dalam sambutannya HD mengaku sangat berterima kasih dengan suguhan kemeriahan acara yang diberikan. Menurutnya kemasan acara Durian Festival yang diintegrasikan dengan objek wisata seperti air terjun dan Goa Puteri patut dicontoh daerah lainnya agar potensi wisata di tiap-tiap daerah di Sumsel ikut bergairah.   Kreativitas yang dilakukan kepala daerah ini lanjut Deru patut mendapat apresiasi karena bukan kali ini saja Muara Enim menggelar festival yang menyedot perhatian masyarakat dan pengunjung wisata.  Beberapa waktu sebelumnya Kabupaten ini juga menggelar acara serupa yakni Festival Lemang hingga mendapatkan Rekor Muri. Meski sederhana, ide tersebut menurutnya penting diteladani karena filosofi pembuatan lemang sangat tinggi untuk mempererat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. “Sebagai Gubernur saya bangga karena apa yang dilakukan Bupati ini begitu kreatif. Sebelum ini di Muara Enim juga ada Festival Lemang dan dapat Muri. Kita bukan semata-mata lihat lemangnya tapi bagaimana pemimpin daerah ini bisa melibatkan masyarakat merasa memiliki kearifan lokal ini. Kreativitas ini harus menukar ke kabupaten lain,’’ jelas Deru. Atas dasar itu pula, Pemprov Sumsel lanjut Herman Deru akan terus memberikan motivasi terhadap kreasi apapun yang dilakukan kepala daerah di Sumsel. Kreasi itu terbatas pada bidang pariwisata saja tapi bisa juga berbentuk program-program yang membantu rakyat. Misalnya Pemkab menyediakan kartu berobat gratis bagi masyarakat atau santunan kematian bagi warga yag terkena musibah. ‘’Program-Program seperti ini sangat membantu masyarakat. Bagus sekali idenya Muara Enim ini dan banyak. Mereka lincah dan aktif memberikan layanan kepada masyarakat. Ini tentu akan terus kita dorong termasuk melibatkan pelaku usaha, BUMN, BUMD nya,” jelas Deru. Bukan hanya membuat Muara Enim semakin dikenal, banyaknya agenda seperti ini diakuinya dapat juga mendorong semangat petani-petani lokal seperti petani durian atau juga rambutan dan lainnya. Untuk itu dia berharap betul festival seperti ini harus berkeseinambungan. “Jangan hanya tanaman lokal yang dipertahankan tapi seni budaya dan kearifan lokal lainnya juga supaya tidak punah diterjang arus budaya asing. Ini tugas pemimpin daerah mengamankan aset-aset berharga ini. Semua Kabupaten bisa asal ada kemauan,” lanjutnya. Masih dalam acara tersebut, Gubernur Sumsel itu juga meyakini dengan agenda-agenda serupa  Kabupaten Muara Enim dan lainnya dapat membantu  Pemprov menurunkan angka kemiskinan. Pasalnya kegiatan semacam ini efektif mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat kecil yang berujung pada peningkatan daya beli masyarakat. Sementara itu, Bupati Muara Enim Ahmad Yani  dalam sambutannya menjelaskan bahwa selain tambang dirinya juga ingin menggali sektor unggulan lainnya yakni peternakan, perikanan dan pariwisata. Berbagai potensi ini menurutnya dapat dimaksimalkan dengan mensinergikan ekonomi kreatif dengan pariwisata. Caranya menggandeng berbagai usaha kreatif untuk menarik minat pendatang yang bermuara pada peningkatan PAD. “Saat ini ekonomi kreatif punya nilai tambah yang langsung bisa dirasakan masyarakat. Banyak yang bisa kita jual misalnya konsep wisata batubara, atau agrowisata agropolitan yang dipadukan dengan pariwsaiata dan perkebunan. “Ini sangat sayang jika tidak bisa dikelola utk mengangkat pendapatan masyarakat,” jelasnya.  Untuk tahun 2019 ini lanjut Ahmad Yani, dalam Colorful Muaraenim Festival 29 sedikitnya ada 25 agenda yang mereka siapkan. Berbagai festival akan digelar berbasis potensi lokal dan kekhasan muaraenim.  Melalui Colorful Muar Enim ini ia juga mengharapkan Muara Enim dapat menjadi Kabupaten yang lebih atraktif menyuguhkan potensi daerah yang jadi unggulan  destinasi. “Hari ini kami mulai, kami akan mempopulerkan durian berikut penganan olahannya sebagai ciri khas dari Bumi Serasan Sekundang, dengan Durian Festival saya ingin memperkenalkan objek-objek wisata yang ada di daerah ini” jelasnya. Tak hanya festival makan durian sepuasnya, launching itu juga dimeriahkan dengan ragam kegiatan lain seperti Lomba mewarnai Durian tingkat SD, lomba menggambar durian tingkat SMP dan SMa serta lomba memasak durian dan penganan olahan durian. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut yakni Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Deru, Wakil Ketua TP PKK Sumsel, Hj Fauziah Mawardi Yahya, Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Wakil Bupati Muara Enim Juarsah, Bupati OKU Kuryana Aziz, Bupati OI Ilyas Pandji, Mantan Bupati Muara Enim Muzzakir Sai Sohar, Anggota DPR RI Wahyu Sanjaya dan sejumlah pejabat OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. Usai memberikan sambutan, Gubernur didampingi Bupati Ahmad Yani menyempatkan diri mengunjungi stand lomba memasak dan mencicipi aneka penganan olahan durian.  Gubernur bahkan ikut menikmati durian tembaga yang telah disediakan panitia. Sebelumnya Gubernur beserta rombongan juga sempat mampir ke destinasi wisata Goa Putri sebelum menuju lokasi launching Colorful Muara Enim Festival 2019. Selain melaunching Colorful Muara Enim Festival 2019, pada acara tersebut juga dikakukan launching Festival Pertama (Pesona Curig Tenang Durian Festival), launching Universal Health Coverage (UHC) Kab Muara Enim Berobat Murah dan Gratis, launching Public Service Center (PSC) Kabupaten Muara Enim, Launching Majalah Derap PKK, Penandatanganan Komitmen 100%. Capaian Program Indonesia Sehat (PIS PK) Kabupaten  Muara Enim 2019 dan penyerahan penghargaan Sekolah Adiwiyata. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Gubernur Sumsel Launching Colorful Muara Enim Festival 2019 Sumsel
31 Jan 2019 Dilihat 759x

Gubernur Sumsel Launching Colorful Muara Enim Festival 2019

Muara Enim, sumselprov.go.id --  Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru resmi melaunching Colorful Muara Enim Festival bersama dengan Pesona Curug Tenang Durian Festival 2019 yang digelar Pemkab Muara Enim di kawasan objek wisata Air Terjun Curug Tenang Bedegung, Kabupaten Muara Enim, Rabu (30/1/2019). Colorful Muara Enim Festival merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan festival yang akan digelar Pemkab Muara Enim sepanjang tahun 2019. Keseluruhan ada sekitar 25 festival yang akan digelar Pemkab Muara Enim dengan tema berbeda mulai kuliner, olahraga, pendidikan hingga religius. Diawali dengan festival durian di Bedegung dan akan berlanjut di bulan-bulan berikutnya seperti festival mancing, fun run, takraw, kopi dan festival bujang gadis.  Festival tersebut untuk mendukung Muara Enim sebagai tujuan wisata. Pesona Curug Tenang Durian Festival 2019 dimeriahkan berbagai kegiatan lainnya seperti lomba mewarnai dan melukis Durian, lomba membuat olahan dari Durian, makan Durian bersama dan mancing. Bagi penggemar durian, hanya dengan membayar Rp. 25.000 per orang untuk makan durian sepuasnya. Pada pembukaan Colorful Muara Enim Festival Gubernur Sumsel Herman Deru nampak hadir bersama Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Deru, Wakil Ketua TP PKK Sumsel, Hj Fauziah Mawardi Yahya, Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Wakil Bupati Muara Enim Juarsah, Bupati OKU Kuryana Aziz, Bupati OI Ilyas Pandji, Mantan Bupati Muaraenim Muzzakir Sai Sohar. Selain itu, Gubernur Herman Deru hadir di kawasan objek wisata Air Terjun Curug Tenang Bedegung bersama sejumlah para pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Sumsel hadir lengkap. Dalam kata sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas apa yang telah dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim dengan begitu kreatif mengadakan berbagai acara festival dilaksanakan dalam satu tahun ini. Menurutnya, festival durian yang diintegrasikan dengan objek wisata seperti air terjun dan goa putri patut dicontoh daerah lainnya untuk mengangkat potensi wisata masing-masing daerah di Sumsel. Kreatifitas yang dilakukan kepala daerah ini lanjut Deru patut mendapat apresiasi karena bukan kali ini saja Muaraenim menggelar festival yang menyedot perhatian masyarakat dan pengunjung wisata.   Beberapa waktu sebelumnya Kabupaten ini juga menggelar acara serupa yakni Festival Lemang hingga mendapatkan Rekor Muri. Meski sederhana, ide tersebut menurutnya penting diteladani karena filosofi pembuatan lemang sangat tinggi untuk mempererat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. "Saya sebagai Gubernur sangat bangga dan mengapresiasi apa yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati yang begitu kreatif mengadakan berbagai acara festival yang akan dilaksanakan dalam satu tahun ini. Seperti disampaikan Bupati tadi, sebelumnya juga ada festival Lemang sampai mendapat rekor Muri. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bagaimana pemimpin daerah harus bisa melibatkan masyarakat untuk menimbulkan rasa memiliki dan melestarikan kearifan lokal," ungkap Herman Deru. Lanjut Herman Deru mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel akan terus memberikan motivasi terhadap kreativitas yang dilakukan kepala daerah di Sumsel. Tidak hanya di sektor pariwisata melainkan dapat berbentuk program-program yang menyentuh masyarakat langsung seperti menyediakan kartu berobat gratis bagi masyarakat atau santunan kematian bagi warga yang terkena musibah meninggal dunia. "Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan terus memberikan motofasi terhadap kreasi apapun yang dilakukan daerah-daerah di Sumsel karena untuk membuat sebuah ikon perlu kesetian batin dari pemimpin daerah disamping  akan terus kita dorong termasuk melibatkan pelaku usaha BUMN dan BUMD", terangnya. Herman Deru menambahkan, bukan hanya membuat Muaraenim semakin dikenal, banyaknya agenda seperti ini diakuinya dapat juga mendorong semangat petani-petani lokal seperti petani durian atau juga rambutan dan lainnya. Untuk itu dia berharap betul festival seperti ini harus berkeseinambungan. "Jangan hanya tanaman lokal yang dipertahankan tapi seni budaya dan kearifan lokal lainnya juga supaya tidak punah diterjang arus budaya asing. Ini tugas pemimpin daerah mengamankan aset-aset berharga ini. Semua Kabupaten bisa asal ada kemauan," lanjutnya. Sementara itu, Bupati Muara Enim H. Ahmad Yani dalam kata sambutannya mengatakan, selain tambang dirinya juga ingin menggali sektor unggulan lainnya Muara Enim yakni peternakan, perikanan dan pariwisata. Berbagai potensi ini menurutnya dapat dimaksimalkan dengan mensinergikan ekonomi kreatif dengan pariwisata. Caranya menggandeng berbagai usaha kreatif untuk menarik minat pendatang yang bermuara pada peningkatan PAD. "Saat ini ekonomi kreatif punya nilai tambah yang langsung bisa dirasakan masyarakat. Banyak yang bisa kita jual misalnya konsep wisata batubara, atau agrowisata agropolitan yang dipadukan dengan pariwsaiata dan perkebunan.  "Ini sangat sayang jika tidak bisa dikelola utk mengangkat pendapatan masyarakat," jelasnya. Lanjut Ahmad Yani, dalam Colorful Muara Enim Festival 2019 ada sekitar 25 agenda yang mereka siapkan. Berbagai festival akan digelar berbasis potensi lokal dan kekhasan muaraenim. Melalui Colorful Muarenim ini diharapkan Muaraenim dapat menjadi Kabupaten yang lebih atraktif menyuguhkan potensi daerah yang jadi unggulan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Muara Enim. "Di Muara Enim ada sekitar 600 hektare lahan perkebunan Durian dengan hasil produksi mencapai 5 ribu ton pertahun. Hari ini kami mulai, kami akan mempopulerkan durian berikut penganan olahannya sebagai ciri khas dari Bumi Serasan Sekundang," jelasnya. Selain festival makan durian sepuasnya, launching itu juga dimeriahkan dengan ragam kegiatan lain seperti Lomba mewarnai Durian tingkat SD, lomba menggambar durian tingkat SMP dan SMa serta lomba memasak durian dan penganan olahan durian. MC Diskominfo Provinsi Sumsel /AD / FS

Baca Detail
Pemprov Sumsel Segera Buat Aplikasi Tampung UKM di 17 Kabupaten/Kota Sumsel
31 Jan 2019 Dilihat 64x

Pemprov Sumsel Segera Buat Aplikasi Tampung UKM di 17 Kabupaten/Kota

Palembang, Sumselprov.go.id -- Guna mengembangkan Koperasi dan usaha kecil menengah (UKM), maka Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan membuat aplikasi online khusus untuk produk-produk Koperasi dan UKM di Sumsel. "Kita akan membuat database atau aplikasi yang memuat informasi seluruh UKM yang ada di 17 Kabupaten/Kota," ujar Staf Khusus Gubernur Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Eko Agus Sugianto. Eko diwawancarai usai Rapat Pembahasan Pengembangan Koperasi dan UKM di  Pemprov. Sumsel, Selasa (29/1/2019). Lebih lanjut ia mengatakan, tidak bisa dipungkiri kemajuan digital harus diikuti. Karena untuk yang konvesional sudah beralih ke digital. Maka kalau tidak mampu mengikuti perkembangan zaman dan tidak bisa bersaing akan tergerus. Menurutnya kalau UKM yang sudah bergabung dengan ecomerrce yang lain silakan tidak apa-apa. Namun ke depan  Pemrov. Sumsel akan membuat aplikasi khusus untuk mengakomodir hasil dari UKM yang ada di 17 Kabupaten/Kota. Jadi cukup buka aplikasi yang akan dibuat bisa terlihat semua yang dihasilakan di Sumsel. "Selama ini mereka masih terjebak pada pola konvesional sementara pergerakan sekarang sudah jauh." "Kalau pameran sudah dari tahun ketahun ya begitu-begitu saja, bahkan dampaknya tidak signifikan. Untuk itu kedepan akan kita kembangkan ke arah digital dan ekonomi kreatif," katanya seperti dikutif dari tribunnews.com Untuk itulah saat ini  Pemrov.Sumsel  melakukan evaluasi terlebih dulu kemudian dari bahan evaluasi akan dirumuskan pola apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan percepatan dari sektor UKM ini. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.